CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 Peranan Karang Taruna dalam Mewujudkan Solidaritas Sosial Antar Warga Fidiayanti Leki1. Maria Helena Sri Rahayu2. Ika Murtiningsih3* PPKn. Universitas Veteran Bangun Nusantara. Indonesia1,2,3 *Coresponding Author: ika. murtyy@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga, kendala-kendala karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga, dan solusi untuk mengatasi kendala-kendala karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga di Jombor Permai. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah ketua karang taruna Permata, ketua RT dan 4 anggota karang taruna Permata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode wawancara, metode observasi dan metode dokumentasi. Validitas data yang di gunakan adalah triangulasi data dan triangulasi Analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data . isplay dat. dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa peranan karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial anatar warga dapat terbentuk melalui berbagai kegiatan karang taruna di masyarakat, menurut penelitian ini terdapat 4 indikator yang di kemukan yaitu, setiap anggota mempunyai sikap percaya diri, hormatmenghormati antar satu anggota dengan yang lainnya, bertanggung jawab dalam kebaikan bersama antar anggota dan setiap anggota dapat memperhatikan kepentingan bersama antar satu dengan yang lainnya. Kendala-kendala karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga adalah kurangnya partisipasi dalam setiap anggota kelompok, belum maksimalnya peran pemuda dalam progran karang taruna, dan terbatasnya kemampuan sumber daya manusia untuk mengembangkan organisasi karang taruna. Solusi untuk mengatasi kendala-kendala karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga adalah pertama, diperlukan pendekatan yang strategis dan terintegrasi, kedua, mengadakan pelatihan kepemimpinan bagi pemuda dapat membantu mereka untuk memahami tanggung jawab dan peran mereka dalam organisasi, ketiga, mengadakan pelatihan rutin untuk anggota karang taruna. Kata Kunci: Peranan. Karang Taruna. Solidaritas Sosial Abstract This study aims to examine the role of youth organizations in realizing social solidarity between residents, the obstacles of youth organizations in realizing social solidarity between residents, and solutions to overcome the obstacles of youth organizations in realizing social solidarity between residents in Jombor Permai Rt 03/Rw i. Bendosari District. Sukoharjo Regency. The research method used is qualitative The subjects in this study are the chairman of the Permata youth organization, the chairman of RT and 4 members of the Permata youth organization. The data collection techniques in this study are interview method, observation method and documentation The validity of the data used is data triangulation and method triangulation. The JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 data analysis used is data collection, data reduction, data presentation . ata displa. and conclusion drawn. The results of the study can be concluded that the role of the youth organization in realizing social solidarity among residents can be formed through various activities of the youth organization in the community, according to this study there are 4 indicators that are raised, namely, each member has a confident attitude, respect between one member and another, responsible for the common good between members and each member can pay attention to the common interests of each other. The obstacles of the youth organization in realizing social solidarity between residents are the lack of participation in each group member, the role of youth in the youth organization program has not been maximized, and the limited ability of human resources to develop the youth organization The solution to overcome the obstacles of the youth organization in realizing social solidarity between citizens is first, a strategic and integrated approach is needed, second, holding leadership training for youth can help them to understand their responsibilities and roles in the organization, third, holding regular training for youth organization members. Keywords: The Role. Youth Organization. Social Solidarity Pendahuluan Peranan adalah serangkaian perilaku yang diharapkan pada seseorang sesuai dengan posisi sosial yang di berikan baik secara formal maupun secara informal. Peranan ini juga di dasarkan pada preskripsi . dan dapat menerangkan apa yang individu-individu harus lakukan dalam suatu situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan mereka sendiri atau harapan orang lain yang bersangkutan dengan peranan-peranan tersebut. Peranan juga timbul karena seseorang memahami bahwa ia bekerja tidak sendirian mempunyai lingkungan yang setiap saat di perlukan untuk berinteraksi (Miftah Thoha, 2012:. Karang taruna merupakan sebuah organisasi sosial masyarakat berbasis kepemudaan yang di dirikan atas dasar kepedulian kaum muda terhadap permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat. Menurut Peraturan Menteri Sosial Nomor 77/HUK/2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna adalah dapat di definisikan sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang menjadi wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan yang bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial. Dalam kajian pendidikan kewarganegaraan, maka peranan karang taruna ini masuk dalam implementasi dari gerakan community civic dan civic education movement yang bertujuan agar pendidikan kewarganegaraan lebih fungsional Hepburn dalam (Wuryan & Syaifullah, 2008:. Karang taruna juga merupakan suatu organisasi kepemudaan yang ada di Indonesia dan merupakan sebuah wadah tempat pengembangan jiwa sosial generasi muda, karang taruna tumbuh atas kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari masyarakat dan untuk masyarakat itu sendiri khususnya generasi muda yang ada di suatu wilayah desa, kelurahan atau komunitas sosial yang sederajat, terutama JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 bergerak pada bidang-bidang kesejahteraan sosial (Wenti 2020:59-. Sedangkan dalam pembagian domain pendidikan kewarganegaraan peranan karang taruna juga masuk dalam domain sosial kultural yang menekankan kepada konsep dan praksis pendidikan kewarganegaraan di lingkungan masyarakat (Wahab & Sapriya, 2. Menurut Meuraksa . 0:7-. peranan karang taruna merupakan organisasi kepemudaan yang aktif di banyak desa dan di perkotaan di Indonesia. Organisasi ini memiliki peranan yang sangat penting dalam menggalang partisipasi pemuda dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pembangunan ditingkat lokal. Pemuda merupakan generasi penerus perjuangan dan cita-cita bangsa, sehingga pemuda yang mempunyai potensi yang cukup besar perlu didukung sepenuhnya baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, agar tetap dalam posisi sebagai sumber daya manusia yang berkualitas (Murtiningsih dkk, 2022: . Melalui kegiatan-kegiatan yang di laksanakan oleh karang taruna berupa kegiatan sosial, pelatihan keterampilan dan kegiatan seni budaya tersebut, diharapkan solidaritas sosial antar warga juga harus dapat memperkuat kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh karang taruna agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar tanpa ada Solidaritas sosial merupakan aspek penting dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam konteks keberlangsungan masyarakat yang harmonis dan Menurut Durkheim . seorang sosiolog terkemuka, solidaritas sosial adalah "kekompakan yang bersumber dari kesamaan, kesetiaan, dan saling ketergantungan antaranggota masyarakat. Ay Solidaritas sosial ini juga mencerminkan kesatuan dan kekompakan antar individu dan kelompok dalam suatu komunitas, yang didasarkan pada rasa saling menghargai, tolong-menolong dan kepedulian terhadap sesama dalam masyarakat yang solidaritas sosialnya kuat, konflik antar individu atau kelompok yang cenderung di minimalkan dan kerja sama dalam mencapai tujuan bersama menjadi lebih mudah. Peranan karang taruna dalam solidaritas sosial juga dikatakan sebagai wadah bagi pemuda dan remaja untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial, budaya dan pembangunan di lingkungan mereka. Melalui kegiatan seperti gotong-royong, bakti sosial dan kegiatan pengembangan diri, karang taruna dapat membantu memperkuat ikatan sosial antara anggotanya dan juga dengan masyarakat sekitar (Sriyanto, 2016:. Berdasarkan observasi di lapangan Jombor Permai menunjukan bahwa masalah yang di hadapi dalam karang taruna di sini, yaitu kurangnya partisipasi dari sebagian anggota, perbedaan pendapat atau konflik antar warga, serta kendalakendala dalam mengorganisir kegiatan secara efektif, karena keterbatasan sumber daya atau dukungan dari pihak lain. Undang-undang menyelesaikan permasalahan tentang karang taruna adalah dapat mengacu dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yang mendorong partisipasi aktif pemuda dalam kegiatan sosial dan pengembangan potensi diri. Melalui regulasi ini, karang taruna dapat memperoleh dukungan dalam mengatasi permasalahan seperti pelatihan kepemimpinan, peningkatan kapasitas pengelolaan organisasi, serta bantuan dalam JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 menghadapi konflik internal dan eksternal. Hal ini di perkuat wawancara dengan ketua karang taruna AuPermataAy yaitu Dhimas yang berkaitan dengan permasalahan, karang taruna adalah kurangnya komunikasi, ketidakpartisipan anggota, dan kurangnya kesadaran akan kepentingan bersama (Wawancara. Minggu 3 Maret 2. Ada juga beberapa permasalahan lain karang taruna, yaitu kurangnya pemahaman tentang peranan karang taruna, ketergantungan pada satu atau beberapa individu, kurangnya integrasi atau kolaborasi dengan organisasi lain, dan adanya tingkat kesadaran yang rendah. Cara untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, adalah dapat meningkatkan komunitas dan keterlibatan, mengembangkan keterampilan kepemimpinan, mendorong partisipasi generasi muda, dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Berdasarkan pembahasan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuPeranan Karang Taruna dalam Mewujudkan Solidaritas Sosial antar WargaAy. Alasannya karena Karang Taruna memiliki peran strategis dalam membina generasi muda agar peduli terhadap lingkungan sosialnya. Di tengah menurunnya semangat gotong royong akibat pengaruh individualisme, organisasi ini menjadi wadah untuk menumbuhkan kembali nilai kebersamaan. Melalui kegiatan sosialnya. Karang Taruna berpotensi mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat kohesi sosial di masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk meningkatkan efektivitas program Karang Taruna dalam membangun solidaritas sosial yang berkelanjutan. Metode Penelitian Metode pelaksanaan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk memahami fenomena secara holistik dalam konteks alamiah melalui pengumpulan data mendalam (Sugiyono, 2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi langsung terhadap subjek dan objek yang ada. Tempat penelitian yaitu Perumahan Jombor Permai. Jombor Sukoharjo. Jawa Tengah. Subjek penelitian ini adalah ketua karang taruna Permata, ketua RT, dan 4 anggota karang taruna Permata, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah peranan karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga. Validitas data yang di gunakan adalah triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data dalam penelitian ini mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan sebagai proses berulang dalam penelitian kualitatif (Miles. Huberman. , & Saldaya. J, 2. Hasil dan Pembahasan Peranan Karang Taruna dalam Mewujudkan Solidaritas Sosial Antar Warga di Jombor Permai Karang taruna di Jombor Permai telah memainkan peranan penting dalam menciptakan solidaritas sosial antar warga. Terwujudnya solidaritas sosial dapat terbentuk melalui berbagai kegiatan karang taruna di masyarakat. Menurut JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 penelitian ini terdapat 4 indikator-indikator yang di temukan yaitu saling percaya antar anggota, hormat-menghormati antar anggota, bertanggung jawab bagi sesama serta memperhatikan kepentingan bersama. Menurut hasil penelitian kaitannya peranan karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga yaitu: Saling Percaya Saling percaya adalah tumbuhnya saling percaya antar masyarakat dan anggota karang taruna di lingkungan masyarakat sangat penting karena sifat atau sikap tersebut merupakan bagian dari karakteristik masyarakat yang bersatu (Sulistyana, 2019:36-. Berdasarkan wawancara dengan Nisa selaku anggota karang taruna bahwa karang taruna di Jombor Permai juga mampu membangun kepercayaan antar warga dengan mengadakan kegiatan gotong-royong, bakti sosial, dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan ini melibatkan banyak pihak, sehingga menciptakan rasa kebersamaan dan saling percaya di antara warga (Wawancara. Minggu, 19 Mei 2. Hal ini juga di perkuat wawancara dengan Puput selaku anggota karang taruna mengatakan bahwa kegiatan gotong-royong yang di adakan oleh karang taruna di Jombor Permai adalah acara pembersihan desa, penyambutan HUT RI dan sebagainya, sedangkan kegiatan bakti sosial yang di adakan di Jombor Permai adalah membantu atau bekerja sama dengan PKK dalam masalah posyandu, donor darah, cek kesehatan dan lainnya (Wawancara. Minggu 19 Mei 2. Hormat-menghormati Hormat-menghormati adalah keberagaman dan kemajemukan dalam berbagai aspek, seperti keberagaman suku, keberagaman budaya, keberagaman bahasa, dan keberagaman agama, karena kebiasaan saling menghormati ini harus di tanamkan dalam diri setiap anak bangsa sejak dini (Afifah, 2021:123-. Hal ini di perkuat wawancara dengan Gladys. Nisa dan Puput mengatakan bahwa karang taruna di Jombor Permai juga dapat menerapkan sikap hormat-menghormati melalui interaksi yang baik antar anggota dengan warga sekitar. Karang taruna juga dapat menyelenggarakan kegiatan yang saling menghargai seperti dalam kegiatan acara peringatan hari besar nasional dan keagamaan yang melibatkan seluruh warga (Wawancara. Minggu, 19 Mei 2. Berdasarkan wawancara dengan Bapak Joper selaku ketua Rt Jombor Permai bahwa Acara-acara peringatan hari besar nasional dan keagamaan yang di adakan karang taruna dalam melibatkan seluruh warga yaitu: acara peringatan hari besar nasional yang di adakan di Jombor Permai adalah hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 mengadakan upacara bendera untuk memperingati kemerdekaan dengan melibatkan warga dari berbagai usia dari yang anak-anak, remaja dan yang tua, serta mengadakan lomba tradisional seperti lomba makan kerupuk oleh anak-anak dan remaja, tarik tambang yang melibatkan semua kalangan warga baik yang muda maupun JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 tua, dan adanya malam tirakatan yang di adakan pada malam hari yang di hadiri oleh warga dan para pemuda yang di isi dengan doa bersama, renungan dan hiburan rakyat sedangkan, kegiatan keagamaan yang melibatkan seluruh warga adalah dapat memperkuat ikatan sosial dan membangun solidaritas di lingkungan Jombor Permai. Kegitan-kegitan tersebut yaitu perayaan hari raya Idul Fitri, perayaan hari raya Idul Adha, perayaan Natal, perayaan Waisak dan lain sebagainya (Wawancara. Minggu, 19 Mei 2. Bertanggung jawab bagi kebaikan bersama Zaman sekarang cukup sulit menemukan individu dengan kepribadian bertanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan setiap tugas yang di percayakan padanya. Tanggung jawab yang ada dalam diri seseorang membuatnya mengerjakan segala sesuatu dengan bersungguh-sungguh untuk mencapai tujuan dengan hasil yang optimal tanpa merugikan pihak lainnya (Harahap, 2019:1-. Hal ini juga di dukung oleh Nisa selaku anggota karang taruna bahwa karang taruna di Jombor Permai juga berperan dalam mengajak warga untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dan komunitasnya dengan mengadakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat seperti, bertanggung jawab dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan, bertanggung jawab dalam perbaikan fasilitas umum dan bertanggung jawab dalam pengawasan keamanan lingkungan (Wawancara. Minggu, 19 Mei Berdasarkan pernyataan di atas, program-program yang dilaksanakan karang taruna yaitu, program bersih-bersih lingkungan seperti gotong-royong mingguan, dan penghijauan, untuk program perbaikan fasilitas umum seperti perbaikan jalan dan trotoar dan pengadaan tempat sampah di setiap rumah warga serta adanya program pengawasan keamanan lingkungan yaitu berupa ronda malam oleh pemuda maupun orang tua. CCTV dan penerangan jalan dan lain sebagainya. Memperhatikan kepentingan bersama Yaitu keberagaman agama di tengah masyarakat Indonesia menjadikannya sebagai bangsa yang unik dan saat ini masyarakat masih dapat menjaga kerukunan antar umat beragama. Semuanya itu dapat terwujud di karenakan setiap masyarakatnya memiliki kesadaran bahwa saling memberi perhatian dan mengutamakan kepentingan sesama merupakan perbuatan mulia dan harus di pertahankan dalam sebuah hubungan sosial (Putra, 2022:. Hal ini juga di perkuat wawancara dengan Dhimas selaku ketua karang taruna bahwa karang taruna dapat mengadakan beberapa program kegiatan. Program-program seperti bantuan kepada keluarga yang kurang mampu atau kegiatan sosial lainnya serta dapat berperan penting dalam memperkuat rasa kepedulian antar warga (Wawancara. Minggu, 19 Mei 2. Berdasarkan pembahasan di atas, dapat di simpulkan secara keseluruhan bahwa karang taruna di Jombor Permai telah berhasil menciptakan lingkungan yang harmonis dan solid melalui berbagai kegiatan JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 yang mendukung indikator-indikator solidaritas sosial antar warga yaitu saling percaya, hormat-menghormati, tanggung jawab bagi kebaikan bersama, dan memperhatikan kepentingan sesama. Dengan keterlibatan aktif seluruh warga dan kerja sama yang baik, karang taruna berhasil memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan kualitas hidup di komunitas mereka. Kendala-kendala Karang Taruna dalam Mewujudkan Solidaritas Sosial antar Warga di Jombor Permai Kendala-kendala karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga yaitu, mencakup kurangnya partisipasi dalam setiap anggota kelompok, belum maksimalnya peran pemuda dalam progran karang taruna, dan terbatasnya kemampuan sumber daya manusia untuk mengembangkan organisasi karang taruna. Menurut hasil penelitian kaitannya dengan kendalakendala karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga di Jombor Permai yaitu sebagai berikut: Kurangnya partisipasi dalam setiap anggota kelompok Kurangnya motivasi dari anggota kelompok sering kali menjadi kendala utama dalam meningkatkan partisipasi. Motivasi yang rendah ini dapat disebabkan karena kurangnya penghargaan, ketidakjelasan tujuan, atau tidak adanya rasa memiliki terhadap kelompok. Sehingga anggota karang taruna kurang termotivasi serta cenderung tidak aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang di adakan (Sari dkk, 2021:112-. Hal ini di dukung oleh Gladys selaku anggota karang taruna bahwa kurangnya partisipasi pemuda dalam organisasi memang sudah seringkali terjadi, contohnya penurunan partisipasi pemuda yang terjadi di Jombor Permai yang mana awalnya organisasi ini berjalan dengan baik dan banyak sekali pemuda yang ikut berpartisipasi. Program kerja yang di laksanakan juga berjalan dengan lancar karena kekompakan para anggota karang taruna terdahulu, namun berjalannya waktu organisasi tersebut tidak berjalan dengan baik karena banyak pemuda yang sekarang fokus pada sekolah dan kerja sehingga tidak ada kekompakan antar anggota (Wawancara. Minggu, 19 Mei Belum maksimalnya peran pemuda dalam program karang taruna Kurangnya motivasi dan minat dari pemuda juga merupakan salah satu kendala dalam belum maksimalnya peran dalam program karang taruna, karena pemuda kurang termotivasi atau tidak memiliki minat yang cukup terhadap kegiatan karang taruna. Faktor ini bisa disebabkan oleh kurangnya suatu kegiatan terhadap kebutuhan dan minat mereka, serta kurangnya dorongan dari lingkungan sekitar (Wulandari, 2021:112-. Ada juga masalah yang sering muncul yaitu minimnya keterlibatan kader atau pengurus organisasi dalam aktifitas desa atau kelurahan, pendampingan yang sangat kurang efektif di lembaga desa atau kelurahan, kepengurusan yang belum dibentuk, anggota yang semakin sedikit peminatnya karena faktor JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 keterbatasan waktu sehingga mereka tidak ada waktu untuk berkumpul, dan juga kurangnya partisipasi warga terhadap karang taruna. Ada juga masalah yang di hadapi yaitu seringkali terdapat ketidakjelasan dalam pembagian tugas dan tanggung jawab, serta kurangnya komunikasi antara pengurus dan anggota yang menghambat sinergi dalam mencapai tujuan organisasi. Perubahan-perubahan dalam struktur dan kepengurusan juga dapat membuat sulit untuk menjaga kesinambungan dan konsistensi program-program yang sudah direncanakan. Terbatasnya kemampuan sumber daya manusia untuk mengembangkan organisasi karang taruna Kurangnya pelatihan dan pendidikan juga merupakan kendala dalam terbatasnya kemampuan sumber daya manusia, karena banyak anggota karang taruna tidak mendapatkan pelatihan atau pendidikan yang memadai, untuk mengembangkan keterampilan yang diperlukan dalam manajemen Hal ini dapat menghambat kemampuan mereka dalam merancang dan melaksanakan program secara efektif (Yuliana, 2022:85-. Hal ini di perkuat wawancara dengan Gladys selaku anggota karang taruna bahwa, kurangnya kemampuan SDM ini tidak hanya mempengaruhi pelaksanaan kegiatan, tetapi juga berdampak pada kemampuan organisasi dalam merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi program-program secara efisien (Wawancara. Minggu, 19 Mei 2. Kurangnya kemampuan SDM bukan hanya berdampak pada kemampuan organisasi dalam merencanakan, mengelola dan mengevaluasi program-program tetapi juga berdampak pada keterbatasan keterampilan dan Karena banyak anggota karang taruna belum memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai dalam mengelola organisasi dan menjalankan program-program sosial. Tanpa pengetahuan dan keterampilan yang memadai, sulit bagi anggota untuk menjalankan programprogram yang kompleks dan membutuhkan koordinasi yang baik. Oleh karena itu, penting bagi karang taruna untuk fokus pada pengembangan SDM melalui pelatihan, workshop, dan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas Dengan demikian, anggota dapat lebih siap dan kompeten dalam melaksanakan tugas-tugas mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan efektivitas organisasi secara keseluruhan. Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpilkan secara keseluruhan, karang taruna di Jombor Permai menghadapi kendala-kendala dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga yaitu, kurangnya partisipasi anggota kelompok, belum maksimalnya peran pemuda, dan keterbatasan kemampuan sumber daya manusia atau SDM. Solusi untuk Mengatasi Kendala-kendala Karang Taruna dalam Mewujudkan Solidaritas Sosial antar Warga di Jombor Permai Ada beberapa solusi yang dapat mengatasi kendala-kendala yang di JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 alami karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga yaitu: Pertama, solusi untuk mengatasi kurangnya partisipasi anggota dalam kelompok yaitu berupa, memperbaiki cara komunikasi antara anggota, mengadakan pertemuan rutin serta memanfaatkan media sosial atau aplikasi lewat pesan, whatsap, email, maupun yang lainnya, agar bisa dapat membantu komunikasi antar sesama. Agar pertemuan yang nantinya diadakan dapat berjalan dengan baik dengan tujuan yang jelas dan dapat bermanfaat bagi semua anggota (Lazuardi, 2022:85-. Hal ini juga di perkuat wawancara dengan Puput selaku anggota karang taruna bahwa, perlu juga adanya komunikasi yang efektif dalam kelompok dan pastikan informasi tentang kegiatan, dan tujuan kelompok disampaikan dengan jelas dan rutin. Gunakan berbagai saluran komunikasi, seperti grup media sosial, email, atau rapat tatap muka, untuk menjangkau semua anggota (Wawancara. Minggu, 19 Mei 2. Kedua, cara untuk mengatasi peran pemuda dalam program karang taruna yaitu, mengadakan pelatihan kepemimpinan bagi pemuda dapat membantu mereka untuk memahami tanggung jawab dan peran mereka dalam Pelatihan ini akan memperkuat kemampuan mereka dalam mengelola program dan memimpin kegiatan (Nugroho, 2012:15-. Mengatasi belum maksimalnya peranan pemuda dalam program karang taruna, salah satunya adalah melakukan pemetaan potensi dan minat pemuda di lingkungan sekitar, agar dapat di identifikasi kekuatan dan minat pemuda untuk menentukan program yang sesuai dengan kebutuhan yang di inginkan. Dengan memahami minat pemuda, karang taruna juga bisa merancang kegiatan yang lebih menarik dan relevan, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan dan kontribusi yang ada. Berdasarkan wawancara dengan Nisa selaku anggota karang taruna mengatakan bahwa penting untuk membangun kepemimpinan dan keterampilan juga merupakan cara untuk mengatasi kendala yaitu, dapat membangun kepemimpinan pemuda melalui program pelatihan, serta melakukan komunikasi antara satu kelompok dengan yang lainnya, agar dapat membuat anggota pemuda lebih percaya diri dan siap mengambil peran aktif dalam karang taruna serta dapat melibatkan mereka dalam perencanaan dan pelaksanaan suatu kegiatan (Wawancara. Minggu, 19 Mei 2. Ketiga, untuk mengatasi terbatasnya kemampuan sumber daya manusia dalam mengembangkan organisasi karang taruna, berikut beberapa solusi yang bisa diterapkan adalah pelatihan dan pendidikan berkala yaitu, mengadakan pelatihan dan pendidikan secara rutin bagi pengurus dan anggota karang taruna dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam mengelola organisasi, pelatihan ini bisa meliputi manajemen organisasi, kepemimpinan, dan keterampilan (Yulianto, 2022:50-. Hal ini di ungkapkan oleh Puput selaku anggota karang taruna mengatakan bahwa, terbatasnya kemampuan sumber daya juga dapat diatasi dengan membangun budaya belajar yang berkelanjutan dalam organisasi. Setiap anggota harus didorong untuk terus belajar dan meningkatkan diri, baik melalui JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 pendidikan formal maupun informal. Selain itu, penting juga untuk mengembangkan mekanisme mentoring dimana anggota yang lebih berpengalaman dapat membimbing dan mendukung anggota yang lebih baru atau yang memiliki keterampilan yang lebih rendah (Wawancara. Minggu, 19 Mei 2. Hal ini sesuai dengan penelitian bahwa solusi untuk mengatasi kendala-kendala tersebut berupa, adanya pemberdayaan dan delegasi tugas yaitu memberikan tanggung jawab yang sesuai dengan kemampuan dan minat masingmasing anggota. Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat di simpulkan secara keseluruhan bahwa, dengan memperbaiki komunikasi, memberikan pelatihan yang sesuai, dan mendengarkan masukan anggota, karang taruna dapat meningkatkan partisipasi dan efektivitas program-programnya. Pendekatan yang terencana dan menyeluruh akan membantu mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dan mencapai tujuan bersama dengan lebih baik. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, dapat di simpulkan bahwa peranan karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga dapat terbentuk melalui berbagai kegiatan karang taruna di masyarakat yakni setiap anggota mempunyai sikap percaya diri, hormat-menghormati antar satu anggota dengan yang lainnya, bertanggung jawab dalam kebaikan bersama antar anggota dan setiap anggota dapat memperhatikan kepentingan bersama antar satu dengan yang lainnya. Kendala-kendala karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga adalah kurangnya partisipasi dalam setiap anggota kelompok, belum maksimalnya peran pemuda dalam progran karang taruna, dan terbatasnya kemampuan sumber daya manusia untuk mengembangkan organisasi karang Solusi karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga di Jombor Permai adalah pertama, mengatasi kurangnya partisipasi dalam kelompok, diperlukan pendekatan yang strategis dan terintegrasi yaitu penting untuk mengidentifikasi akar penyebab kurangnya partisipasi. Kedua, cara untuk mengatasi peran pemuda dalam program karang taruna yaitu, mengadakan pelatihan kepemimpinan bagi pemuda dapat membantu mereka untuk memahami tanggung jawab dan peran mereka dalam organisas. Ketiga, untuk mengatasi terbatasnya kemampuan sumber daya manusia dalam mengembangkan organisasi karang taruna, yaitu mengadakan pelatihan rutin untuk anggota karang taruna. Referensi