JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 2 NO 1 TAHUN 2025 ISSN: 3089 -2139 SATU LANGKAH. SATU DESA : TRANSFORMASI MENYELURUH BERBASIS INOVASI LOKAL DI PENITI LUAR Gregorius Leo Agung1. Ignarro1. Altrid Susanto1. Maria Indria Lala1. Muhammad Fahmi Hazdan2. Aldi simon2. Agustinus Aldhadhino Bungkardi Banang2. Aimar Natanael2. Joan Justian2. Noprendi Candra Putra2. Rio Rk Pratama2, *Wirda Agustin2. Sisilia Elianti. Puja2. Ary Sabastian3. Gunsales3. Jakarias Nevianto3. Rosaria3. Angelina Nivola Gauri4 Teknik Sipil. Teknik. Universitas Panca Bhakti1 Ilmu Hukum. Hukum. Universitas Panca Bhakti2 Agroteknologi. Pertanian. Sains Dan Teknologi. Universitas Panca Bhakti3 Manajemen. Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Panca Bhakti4 *Coresponding author: Wirdaagustin1410@gmail. E-ISSN: 3089 -2139 DOI: 54035/dianmas. VOLUME: 2 Article history: Received : 9 Sep 2025 Revised : 13 Sep 2025 Accepted : 15 Sep 2025 Abstract Community service is a vital pillar of the Tri Dharma of Higher Education, emphasizing the universityAos role in driving social, economic, and environmental development. One of its concrete forms is the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata or KKN), which focuses on empowering communities based on local potential. Peniti Luar Village, located in Jongkat Sub-district. Mempawah Regency, was chosen due to its rich yet underutilized resources in rice farming and coconut plantations. The village faces several key challenges, including low literacy rates, limited awareness of social issues . uch as bullying and child protectio. , poor environmental management, and the need to strengthen food security and basic KKN activities were conducted using a participatory approach across multiple sectors. The education and social sectors focused on improving literacy, raising awareness of social issues, and establishing a village reading corner. The economic sector involved empowering farmer groups through the use of coconut husk waste and promoting food diversification by planting corn. Environmental efforts included waste-awareness campaigns and promoting clean living behaviors. Physical development involved building a welcome monument and planning for future concrete road construction. The outcomes showed improvements in literacy, social awareness, environmental care, and local economic strength. The program proved effective as a tool for social transformation and a catalyst for participatory, inclusive, and sustainable village development. Keywords: community empowerment, local potential, literacy, environment, sustainable development. Abstrak Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari Tridharma Perguruan Tinggi yang mendorong peran aktif perguruan tinggi dalam pembangunan. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi salah satu bentuk nyata melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Desa Peniti Luar. Kecamatan Jongkat. Kabupaten Mempawah, dipilih sebagai lokasi kegiatan karena potensi sektor pertanian padi dan perkebunan kelapa yang belum tergarap optimal. Permasalahan utama di desa ini mencakup rendahnya literasi, kurangnya kesadaran terhadap JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 2 NO 1 TAHUN 2025 ISSN: 3089 -2139 isu sosial . eperti bullying dan perlindungan ana. , lemahnya pengelolaan lingkungan, serta kebutuhan akan penguatan ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur. Kegiatan KKN dilakukan secara partisipatif melalui program lintas bidang. Bidang pendidikan dan sosial difokuskan pada peningkatan literasi, edukasi isu sosial, dan pengembangan pojok baca. Bidang ekonomi diarahkan pada pemberdayaan kelompok tani melalui pemanfaatan limbah serabut kelapa dan penanaman jagung. Bidang lingkungan meliputi kampanye sadar sampah dan edukasi perilaku hidup bersih, sedangkan bidang pembangunan fisik mencakup pembuatan tugu selamat datang dan perencanaan jalan Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi, kesadaran sosial, kepedulian lingkungan, serta penguatan ekonomi lokal. KKN terbukti berperan sebagai sarana transformasi sosial dan akselerator pembangunan desa yang partisipatif, inklusif, dan Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat, potensi lokal, literasi, lingkungan, pembangunan berkelanjutan PENDAHULUAN Desa Peniti Luar merupakan salah satu desa di Kecamatan Jongkat. Kabupaten Mempawah. Desa Peniti Luar merupakan wilayah dengan potensi sumber daya alam yang cukup melimpah, khususnya pada sektor pertanian padi dan perkebunan kelapa. Namun, optimalisasi pemanfaatan potensi tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah rendahnya pengelolaan hasil samping perkebunan, seperti serabut kelapa, yang selama ini dianggap sebagai limbah tanpa nilai ekonomi. Padahal, serabut kelapa memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah yang dapat menunjang perekonomian masyarakat desa. Selain persoalan ekonomi, aspek sosial dan pendidikan di Desa Peniti Luar juga memerlukan perhatian. Fenomena bullying yang muncul di lingkungan remaja menunjukkan adanya persoalan kesadaran sosial yang cukup serius. Kondisi ini diperburuk oleh masih lemahnya peran orang tua dalam memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap tumbuh kembang anak. Upaya peningkatan pemahaman masyarakat, baik melalui edukasi maupun pelatihan, menjadi penting guna menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat, aman, dan mendukung perkembangan generasi muda. Di sisi lain, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih relatif rendah. Minimnya sarana edukasi lingkungan serta terbatasnya media informasi membuat masyarakat belum sepenuhnya memahami pentingnya pengelolaan sampah secara Pemasangan plang edukasi serta kampanye kesadaran lingkungan menjadi salah satu langkah strategis dalam menumbuhkan kepedulian kolektif masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat. Aspek infrastruktur juga menjadi kebutuhan mendesak bagi desa. Pembangunan jalan dan pembuatan tugu selamat datang, misalnya, bukan hanya berfungsi sebagai sarana fisik, tetapi juga sebagai simbol identitas desa yang mampu meningkatkan citra serta mendukung pengembangan wilayah secara lebih luas. Infrastruktur yang memadai merupakan faktor penting dalam mendorong mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta penguatan ekonomi desa. Berdasarkan kondisi tersebut, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Peniti Luar dirancang untuk memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 2 NO 1 TAHUN 2025 ISSN: 3089 -2139 melalui pendekatan multidimensi yang mencakup aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan Pendekatan ini diharapkan dapat mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, sekaligus menjadikan KKN sebagai sarana strategis bagi mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan praktik nyata di tengah masyarakat. METODE PENGABDIAN Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 Universitas Panca Bhakti dilaksanakan selama 31 hari . agustus-31 agustus2. di Desa Peniti Luar. Kecamatan Jongkat. Kabupaten Mempawah. Kalimantan Barat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa, perangkat desa, lembaga pendidikan, serta masyarakat setempat. Tahap Persiapan Pelepasan Mahasiswa: Kegiatan diawali dengan pelepasan resmi mahasiswa KKN oleh pihak universitas pada 30 Juli 2025. Keberangkatan dan Penerimaan: Pada 31 Juli 2025, tim KKN berangkat dari Pontianak dan diterima secara resmi oleh Kepala Desa Peniti Luar. Pengenalan Lingkungan: Tim melakukan survei dan pengenalan wilayah desa, termasuk kunjungan ke 3 dusun (Karya Bhakti. Panca Bhakti. Taruna Bhaktuntuk memahami kondisi geografis, sosial, dan potensi lokal. Musyawarah dan Identifikasi Program: . Ae4 Agustus 2. silaturahmi bersama Kepala Desa beserta perangkat desa sebagai bentuk koordinasi awal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di masyarakat serta menggali potensi lokal. Selain itu, tim KKN memaparkan rencana program kerja yang telah disusun dan menerima masukan dari pihak desa terkait kebutuhan dan prioritas pembangunan yang sesuai dengan kondisi Metode Pelaksanaan Pelaksanaan dilakukan dengan beberapa tahapan, meliputi observasi dan kunjungan ke lokasi guna mendapatkan informasi potensi yang dapat dikembangkan dan permasalahan yang dapat di selesaikan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada kepala desa dan masyarakat Se Desa Peniti Luar, maka teridentifikasi beberapa masalah yang dihadapi,antara lain : Bidang sosial dan pendidikan : . Teridentifikasi adanya Perundungan . di lingkungan anak-anak,dan . kurangnya minat membaca pada anak-anak di era digital. Bidang Lingkungan :. Kurangnya Pengembangan potensi pada limbah sarabut kelapa yang berlimpah didaerah tersebut,. kemudian kami membuat plang edukasi sampah guna menambah kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Bidang Infrastruktur : . Pembangunan jalan desa sering tidak optimal karena minimnya perencanaan teknis. Kondisi ini menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian, sehingga diperlukan perencanaan yang lebih terstruktur dan berkualitas. Selanjunya terimplementasi dalam program-program kerja. Metode pelaksanaan dibuat secara terpadu meliputi penyuluhan,pelatihan, dan pendampingan kemudian program kerja disusun sebagai upaya memecahkan permasalahan seperti dibawah ini : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 2 NO 1 TAHUN 2025 ISSN: 3089 -2139 Bidang sosial dan pendidikan meliputi MTs dan MA Ar-Raudhatul Islamiyah. SDN 11 Desa Peniti Luar, dan RT 003. Melalui sosialisasi dampak bullying dan sosialisasi pentingnya literasi, serta pembuatan pojok baca. Bidang Lingkungan meliputi edukasi pengolahan limbah serabut kelapa menjadi pot dan pembuatan plang edukasi sampah guna meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Bidang Infrastruktur yaitu Mahasiswa Teknik membuat gambar teknis pembangunan jalan beton, melibatkan perangkat desa dalam survei lapangan dan pengukuran. Targetnya adalah tersedianya dokumen teknis jalan beton, pembangunan jalan lebih efisien dan lancar, serta mobilitas warga meningkat. Program kerja dilaksanakan secara kolaboratif dengan masyarakat, mencakup beberapa fokus utama: Sosialisasi Edukasi Edukasi Stop Bullying : Dilaksanakan di MTs dan MA Ar-Raudhatul Islamiyah . Agustus 2025 dan 6 Agustus 2. dengan target siswa kelas 3-8, metode penyampaian materi interaktif dan sesi tanya jawab. Sosialisasi literasi era digital : Dilaksanakan di SDN 11 Jongkat . Agustus 2. dengan target siswa kelas 1-6, metode penyampaian materi interaktif dengan memberikan langsung buku bacaan kepada anak anak. Sosialisasi peran orangtua sebagai ruang anak anak: Dilaksanakan di kantor desa Peniti Luar . Agustus 2. dengan target ibu PKK Desa Peniti Luar, metode penyampaian materi interaktif dan sesi tanya . Pemanfaatan potensi lokal Pelatihan pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi pot tanaman: Dilaksanakan di Dusun Taruna Bhakti . Agustus 2. dengan target kelompok tani, metode penyampaian materi dengan mempraktikan langsung cara pembuatan pot tanaman. Peningkatan Infrastruktur dan Kesadaran Lingkungan Pemasangan plang edukasi sadar sampah: Dilaksanakan di Dusun Taruna bhakti dan Dusun Asna . Agustus 2. dengan target masyarakat setempat, metode yang di sampaikan dengan membuat plang edukasi seberapa lama sampah dapat terurai. Pembuatan tugu selamat datang sebagai simbol identitas desa: Dilaksanakan di batas desa Peniti Luar . Agustus 2. untuk memudahkan identifikasi wilayah. Partisipasi dalam kegiatan Desa Tim KKN aktif terlibat dalam berbagai kegiatan desa, seperti persiapan dan perayaan 17 Agustus . enam dan perlombaa. Panitia lomba 17an, kerja bakti, dan acara budaya Robo-Robo. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan di Desa Peniti Luar. Kecamatan Jongkat. Kabupaten Mempawah. Kalimantan Barat, yang berjarak kurang lebih 37 km dari Kota Pontianak. Program berlangsung selama satu bulan penuh, dimulai pada 1 Agustus 2025 dan berakhir pada 31 Agustus 2025. JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 2 NO 1 TAHUN 2025 ISSN: 3089 -2139 Gambar 1. Peta lokasi KKN Desa Peniti Luar Di Kecamatan Jongkat,Kabupaten Mempawah,Kalimatan Barat. Sumber: https://maps. gl/5BTxDmEj3v91PjcM8?g_st=iw Sasaran Kegiatan Subjek kegiatan terdiri dari berbagai elemen masyarakat desa, antara lain: Pelajar : SDN 11 Jongkat. MTs dan MA Ar-Raudhatul Islamiyah. Serta pemberdayaan pada ibu PKK. Kelompok Tani Padi dan Kelapa, khususnya pada kelompok petani padi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 di Desa Peniti Luar menunjukkan capaian yang signifikan dalam berbagai aspek, baik sosial, lingkungan, maupun Hasil kegiatan dapat dijabarkan sebagai berikut: Peningkatan Kesadaran Sosial dan Lingkungan . Program sosialisasi anti-bullying Sosialisasi anti-bullying di MTs dan MA Ar-Raudhatul Islamiyah dimulai dengan diskusi antara tim KKN dan pihak sekolah untuk mendalami isu bullying yang terjadi di kalangan siswa. Bullying di kalangan pelajar merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada kesehatan emosional, hubungan sosial, dan prestasi akademik siswa. Sosialisasi dilakukan melalui materi yang mengedukasi siswa tentang dampak buruk dari perilaku bullying, baik secara verbal maupun fisik, serta cara pencegahannya. Siswa diajak untuk memahami pentingnya saling menghargai, tidak hanya dalam konteks sosial tetapi juga dalam perspektif ajaran Islam yang mengutamakan adab dan akhlak yang baik. Dalam kegiatan ini, sebanyak 157 siswa dari MTs Ar-Raudhatul Islamiyah berpartisipasi aktif. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang dampak negatif bullying serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan saling menghargai. Antusiasme siswa terlihat dari diskusi interaktif dan komitmen mereka untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 2 NO 1 TAHUN 2025 ISSN: 3089 -2139 Gambar 2. Sosialisasi anti ke Bullying MTs dan MA Ar-Raudhatul Islamiya . Pojok Baca Desa Pojok baca yang dikembangkan di Desa Peniti Luar bertujuan untuk memperkenalkan kembali budaya membaca di kalangan anak-anak desa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Program Gerakan Literasi Sekolah Kemendikbud mengartikan kemampuan berliterasi sebagai kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai kegiatan, antara lain membaca. Buku-buku bacaan yang beragam, mulai dari buku agama, cerita rakyat, hingga buku pengetahuan umum, disediakan dibagikan oleh anggota kelompok kepada anak-anak . Pojok Baca ini menjadi tempat favorit bagi lebih dari 50 anak-anak desa yang rutin mengunjungi untuk membaca dan mendiskusikan buku pilihan mereka. Program ini tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga melatih kemampuan mereka dalam berpikir kritis dan berdiskusi. Hal ini tercermin dari antusiasme anak-anak desa dalam mengikuti lomba menulis yang diadakan sebagai bagian dari kegiatan ini. Gambar 3. Pojok Baca . kampanye sadar sampah Kampanye sadar sampah di Desa Peniti Luar bertujuan untuk Kesadaran masyarakat akan hidup bersih dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah sehingga lebih mendatangkan keuntungan dalam pelestarian lingkungan sangatlah perlu ditingkatkan. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Tim KKN bersama masyarakat desa melakukan aksi bersih-bersih di sekitar desa dan memasang dua plang edukasi tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Plang ini juga memberikan informasi mengenai waktu penguraian sampah organik dan Program ini mendapat respon positif dari warga yang mulai JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 2 NO 1 TAHUN 2025 ISSN: 3089 -2139 memilah sampah rumah tangga dan mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan, khususnya di sekitar sungai. Gambar 4. Plang Edukasi Sampah Pemanfaatan Potensi lokal Pelatihan pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi pot tanaman di Desa Peniti Luar berhasil memberikan keterampilan baru bagi kelompok tani dan masyarakat Sebelumnya, limbah sabut kelapa yang dianggap sebagai sampah tidak bernilai kini dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai Melalui pelatihan yang melibatkan lebih dari 50 anggota kelompok tani serta beberapa warga desa lainnya, peserta dilatih untuk mengolah sabut kelapa menjadi pot tanaman yang dapat dijual ke pasar lokal atau digunakan untuk keperluan rumah tangga. Berdasarkan data dari pihak desa, terdapat sekitar 300 hektar lahan kebun kelapa yang dikelola oleh masyarakat Desa Peniti Luar, dengan hasil panen kelapa rata-rata mencapai 2. 200 ton per tahun. Peserta dilatih untuk mengolah sabut kelapa menjadi pot tanaman yang dapat dijual ke pasar lokal atau digunakan untuk keperluan rumah tangga. Desa Peniti Luar memiliki luas wilayah 10,23 kmA dengan jumlah penduduk 2. 647 jiwa. Sebagian besar masyarakat mengandalkan perkebunan kelapa sebagai mata pencaharian utama. Dengan adanya pelatihan ini meningkatan spirit masyarakat dalam memanfaatkan limbah sekaligus mendapatkan hasil dari penjualan karya. Para petani kelapa kini memiliki alternatif pemanfaatan limbah yang sebelumnya hanya dibuang, sehingga meningkatkan nilai tambah produk pertanian mereka. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha kecil yang dapat mendukung perekonomian rumah tangga di desa. Program ini telah menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan warga, di mana beberapa kelompok tani sudah mulai memproduksi pot tanaman dari sabut kelapa dalam jumlah lebih besar untuk dijual di pasar terdekat. JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 2 NO 1 TAHUN 2025 ISSN: 3089 -2139 Gambar 5. Pelatihan pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi pot Peningkatan Informasi Publik . penyusunan dokumen teknis pembangunan jalan beton ini Diharapkan dapat memberikan peningkatan pencerahan dan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung perekonomian desa. Program ini melibatkan 4 mahasiswa teknik. Kepala Dusun, dan Kepala Desa yang bersama-sama melakukan survey lapangan dan menyusun desain jalan beton menggunakan bahan beton mutu tinggi, sirtu, dan geotekstil. Hasilnya adalah dokumen teknis yang mencakup desain, estimasi biaya, dan jadwal pelaksanaan, yang siap digunakan oleh pemerintah desa untuk mengajukan anggaran dan memulai pembangunan. Data pendukung menunjukkan bahwa 60% penduduk desa memiliki akses terbatas ke jalan. Gambar 6. dokumen teknis pembangunan jalan beton . Berkontribusi dalam penyediaan informasi publik yang relevan bagi pembangunan desa. Pembuatan Tugu Selamat Datang oleh mahasiswa KKN memberikan identitas visual yang lebih jelas bagi desa serta sebagai karya seni dikaji menggunakan teori estetika DeWitt H. Parker yang mencakup 6 asas yaitu: asas kesatuan yang utuh, asas tema, asas variasi menurut tema, asas keseimbangan, asas perkembangan, dan asas tata jenjang meningkatkan daya tarik pengunjung. Selain itu, tugu ini berfungsi sebagai simbol kebanggaan masyarakat Desa Peniti Luar dan mempererat solidaritas sosial antarwarga. Dengan menggunakan bahan lokal seperti paralon, batako, pasir, dan semen, mahasiswa KKN berhasil menyelesaikan pembangunan tugu dalam waktu 2 hari, yang mencakup tahap perencanaan, pengukuran, pengecoran, dan JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 2 NO 1 TAHUN 2025 ISSN: 3089 -2139 Gambar 7. Tugu Selamat Datang Partisipasi Aktif dalam Kegiatan Desa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, seperti perayaan Hari Kemerdekaan, kerja bakti, dan acara budaya Robo-Robo. Kegiatan ini melibatkan 18 mahasiswa KKN yang bekerja sama dengan warga desa dalam menghias lingkungan, membersihkan fasilitas umum, dan mempersiapkan acara budaya. Sebanyak 100an warga turut serta dalam lomba kemerdekaan, sementara sekitar 50 warga ikut dalam kerja bakti, dan lebih dari 300 orang menghadiri acara RoboRobo semua masyarakat dan instansi turut memeriahkan. Banyak nilai-nilai yang patut kita junjung tinggi dalam budaya robo-robo untuk diinternalisasikan kepada anak diantaranya, nilai religi, nilai hormat kepada leluhur, nilai sosial budaya dan nilai keberagaman. Partisipasi ini memperkuat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta memperkokoh solidaritas sosial. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa KKN dapat menjadi jembatan yang mengintegrasikan akademisi dengan masyarakat, menciptakan keterlibatan yang saling menguntungkan dalam kehidupan sosial dan budaya desa. JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 2 NO 1 TAHUN 2025 ISSN: 3089 -2139 Gambar 8. Panitia Lomba Hut RI. Gotong Royong. Acara Robo-robo Kendala dan Tantangan Meskipun berbagai capaian berhasil diraih, kegiatan KKN juga menghadapi sejumlah kendala. Rendahnya literasi anak-anak masih menjadi permasalahan mendasar yang memerlukan perhatian berkelanjutan. Di samping itu, keterbatasan pemahaman orang tua dalam memberikan pendampingan kepada anak turut menjadi tantangan dalam membentuk lingkungan sosial yang sehat. Pada aspek lingkungan, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan masih belum merata, sehingga diperlukan pendekatan edukasi yang konsisten. Sementara itu, pada bidang infrastruktur, keterbatasan sumber daya serta minimnya perencanaan teknis kerap menghambat pembangunan jalan desa secara optimal. Kondisi ini menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. kondisi ini menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi tepat guna juga menjadi kunci untuk mengatasi kendala tersebut, serta memastikan hasil KKN memberi dampak positif jangka panjang bagi masyarakat KESIMPULAN Kegiatan KKN di Desa Peniti Luar memberikan dampak positif dalam berbagai bidang, termasuk sosial, pendidikan, lingkungan, ekonomi, dan infrastruktur. Program sosialisasi anti-bullying melalui ruang inklusi meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya saling menghargai, sementara Pojok Baca Desa memperkuat budaya literasi di tengah tantangan digitalisasi. Pengolahan limbah serabut kelapa menjadi pot tanaman membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kampanye kebersihan dengan pemasangan plang edukasi sampah berhasil mengurangi kebiasaan membuang sampah ke sungai, sementara penyusunan gambar teknis pembangunan jalan beton oleh mahasiswa teknik memberikan dasar perencanaan yang lebih terstruktur untuk infrastruktur desa. Pembangunan Tugu Selamat Datang memberikan identitas visual dan simbol kebanggaan Secara keseluruhan. KKN di Desa Peniti Luar menghasilkan dampak yang berkelanjutan, namun untuk keberlanjutannya, dukungan dari pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat diperlukan. DAFTAR PUSTAKA