SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 21-30 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Dari Ekstrak Kulit Buah Pisang Dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bit Merah (Beta Vulgaris L) The Effect Of Applying Liquid Organic Fertilizer From Banana Peel Extract And Manure Cow Manure On Growth And Production Red Beet Plant (Beta Vulgaris L) Mufti Ali1*. Lisa Pratama1. Ilham Mazid2. Program Studi Sains Pertanian, 2Mahasiswa Program Studi Sains Pertanian. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Nurul Huda. Sukaraja. OKU Timur Indonesia *E-mail: mufti@unuha. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis yang optimal dan pengaruh pemberian pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang dan pupuk kandang kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bit merah (Beta vulgaris L). Penelitian ini berlangsung dari bulan Juni sampai bulan Agustus 2023 di Desa Pemetung Basuki Kecamatan Buay Pemuka Peliung. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Variabel yang diamati meliputi jumlah daun . , tinggi tanaman . , berat umbi per tanaman, berat umbi per petak, berat brangkasan atas dan berat brangkasan bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang dan pupuk kandang kotoran sapi (P 2S. yaitu 75 ml/polybag dan 10 ton/ha atau 250 gr/polybag menunjukkan pengaruh yang nyata dan memberikan hasil yang terbaik pada parameter pertumbuhan dan produksi tanaman bit merah (Beta Vulgaris L). Kata kunci : Pupuk organik cair kulit buah pisang, kotoran sapi, tanaman bit merah ABSTRACT This research aims to determine the optimal dose and the effect of applying liquid organic fertilizer from banana peel extract and cow dung manure on the growth and production of red beet plants (Beta vulgaris L). This research took place from June to August 2023 in Pemetung Basuki Village. Buay Pemuka Peliung District. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) which consisted of two factors and three replications. Variables observed included the number of leaves . , plant height . , tuber weight per plant, tuber weight per plot, top stover weight and bottom stover weight. The results showed that the combination of liquid organic fertilizer treatment from banana peel extract and cow manure (P2S. , namely 75 ml/polybag and 10 tons/ha or 250 gr/polybag showed a real effect and gave the best results on growth parameters and production of red beet plants (Beta Vulgaris L). Key words: Liquid organic fertilizer banana peel, cow dung, red beet plants E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 21-30 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. PENDAHULUAN Kegiatan pertanian tentunya tidak akan terlepas dari penggunaan pupuk, baik itu pupuk organik maupun pupuk anorganik. Namun tanpa disadari penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus berdampak tidak baik bagi sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Hal ini menyebabkan kemampuan tanah mendukung ketersediaan hara dan kehidupan mikroorganisme dalam tanah menurun, oleh karena itu jika tidak segera di atasi maka dalam jangka waktu tidak terlalu lama lahan-lahan tersebut tidak mampu Kulit pisang mengandung unsur makro P dan K yang masing-masing berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan buah, batang. Kulit pisang juga mengandung unsur mikro Ca. Mg. Na. Zn yang dapat berfungsi untuk kekebalan dan pembuahan pada tanaman agar dapat tumbuh secara optimal sehingga berdampak pada jumlah produksi yang maksimal (Dewati, 2. Pemanfaatan limbah kulit buah pisang dapat dilakukan dengan cara pembuatan pupuk organik cair kulit pisang, dapat dilakukan dengan cara melakukan dekomposisi kulit buah pisang yaitu kulit buah pisang di blender atau di tumbuk halus hingga berair. Setiap 10 kg kulit buah pisang dicampurkan dngan 10 liter air. Cairan kulit buah pisang tersebut di campurkan dengan larutan gula sebanyak 0. 5 kg. kemudian direndam selama 3-4 hari. Setelah 3-4 hari pupuk organik cair siap digunakan. Setiap 1 liter pupuk organik cair kulit buah pisang dilarutkan dalam 10 liter air (Rukmana, 2. Tanaman bit merupakan sumber yang potensial akan serat pangan serta berbagai vitamin dan mineral yang dapat digunkan sebagai sumber antioksidan yang potensial dan membantu mencegah infeksi. Kandungan pigmen yang terdapat pada bit, diyakini sangat bermanfaat untuk mncegah penyakit kanker, terutaman kanker kolon . sus besa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang dan pupuk kandang kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bit merah (Beta vulgaris L). dan mengetahui dosis pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang dan pupuk kandang kotoran sapi yang optimal untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi bit merah (Beta vulgaris L). BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilakukan di desa Trantang Saki pada bulan juli sampai Agustus 2023, analisa data dihitung dengan analisa ragam atau uji F dengan taraf 1 % dan 5 %. Setelah uji F terdapat beda nyata atau sangat nyata maka dilanjutkan dngan uji BNT 5%. Penelitian percobaan faktorial yang disusun secara Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik cair ekstrak kulit buah pisang (P) terdiri dari : P0 = 0 ml/polybag P1 = 50 ml/polybag P2 = 75 ml/polybag P3 = 100 ml/polybag Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang kotoran sapi (S) terdiri dari : S0 = 0 gr S1 = 5 ton/ha setara 150 gr/polybag S2 = 10 ton/ha setara 250 gr/polybag S3 = 15 ton/ha setara 350 gr/polybag Pengamatan dilakukan dengan interval 1 minggu sekli dengan mengambil 4 tanaman contoh dari 8 populasi tanaman, dimulai 14 hari setelah tanam. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman bit merah dari setiap perlakuan yang telah dilakukan. Dalam penelitian ini variabel yang diamati adalah : jumlah daun . ,tinggi E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 21-30 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. , berat umbi per tanaman, berat umbi per petak, berat brangkasan atas dan berat brangkasan bawah. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Jumlah Daun Pada analisa terpisah, perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang menunjukkan pengaruh yang sangat nyata pada umur pengamatan 14 HST, 21 HST dan 35 HST, sedangkan pada umur pengamatan 28 HST tidak menunjukkan pengaruhnya. Perlakuan pupuk kandang kotoran sapi menunjukkan pengaruh yang nyata hanya pada umur pengamatan 35 HST, sedangkan pada umur pengamatan 14 HST, 21 HST dan 28 HST tidak menunjukkan pengaruhnya (Lampiran 1 Ae . Rata-rata jumlah daun akibat perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang dan pupuk kandang kotoran sapi dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. 1 Rata-rata Jumlah Daun . Pada Berbagai Umur Pengamatan Antara Perlakuan Pupuk Organik Cair dari Ekstrak Kulit Buah Pisang dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi. Rata-rata Jumlah Daun . Pada umur HST Perlakuan POC Kulit Buah Pisang 17 ab 58 ab 83 ab 25 bc 42 bc BNT 5% Kotoran Sapi BNT 5% Keterangan : Angka-angka yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji BNT 5 %. Dari Tabel 3. 1 diatas diketahui bahwa perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang P2 yaitu 75 ml/polybag menunjukkan pengaruh yang paling baik terhadap parameter jumlah daun. Hal ini disebabkan kulit pisang mengandung unsur makro P dan K yang masingmasing berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan buah, batang dan daun. Kulit buah pisang juga mengandung unsur mikro Ca. Mg. Na. Zn yang dapat berfungsi untuk kekebalan dan pembuahan pada tanaman agar dapat tumbuh secara optimal sehingga berdampak pada jumlah produksi yang maksimal (Dewati, 2. Sedangkan pada perlakuan pupuk kandang kotoran sapi rata-rata jumlah daun paling tinggi ditunjukkan oleh perlakuan (S. yaitu 10 Ton/ha setara 250 gr/polybag, hal ini sesuai dengan referensi yang telah dituliskan. Secara umum, kebutuhan tanaman bit merah akan pupuk kandang kotoran sapi adalah 10-15 ton/ha dan kebutuhan setiap lubang 250 gram (Novizan, 2. E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 21-30 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Disamping perbedaan unsur hara yang relatif besar, keberadaan hara yang cukup didalam tanah diduga mampu memberikan tambahan unsur hara yang disumbangkan oleh pupuk kandang kotoran sapi yang diberikan pertumbuhan daun tanaman bit merah. Hal itu didukung dengan kondisi tanah tempat percobaan tergolong keasaman . H) netral yaitu 6,5 ( hasil analisis pH tanah sebelum perlakua. Pada kemasaman tersebut, hara dalam tanah tersedia dalam jumlah yang banyak dan cukup bagi Kondisi kecukupan itu diduga mampu memberikan unsur hara tambahan bagi pertumbuhan daun bit merah dan dibantu pemberian berbagai dosis perlakuan yang Kondisi pH tanah mempengaruhi serapan unsur hara dan pertumbuhan tanaman melalui pengaruhnya terhadap ketersedian unsur hara (Hanafiah, 2. Alasan yang serupa juga diungkapkan oleh peneliti lain bahwa pada kondisi tanah berkeasaman netral, hara yang tersedia dalam tanah lebih tinggi dibandingkan pada kondisi tanah berkeasaman rendah atau tinggi (Budianto, 2. Sejalan pula dengan peneliti lainnya bahwa, biasanya jika pH tanah semakin tinggi maka unsur hara semakin sulit diserap tanaman, demikian juga sebaliknya jika terlalu rendah akar juga akan kesulitan menyerap makanannya yang berada didalam tanah. Akar tanaman akan mudah menyerap unsur hara atau pupuk yang kita yang kita berikan jika pH dalam tanah sedang-sedang saja cenderung netral (Tan, 2 Tinggi Tanaman Perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang menunjukkan pengaruh yang sangat nyata pada semua umur pengamatan 14 HST, 21 HST, 28 HST dan 35 HST. Sedangkan perlakuan pupuk kandang kotoran sapi menunjukkan pengaruh yang sangat nyata pada umur 14 HST, 28 HST dan 35 HST, dan menunjukkan pengaruh yang nyata pada umur 21 HST (Lampiran 5-. Rata-rata tinggi tanaman akibat pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang dan pupuk kandang kotoran sapi dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. 2 Rata-rata Tingi Tanaman . Pada Berbagai Umur Pengamatan Antara Perlakuan Pupuk Organik Cair dari Ekstrak Kulit Buah Pisang dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi. Rata-rata Tinggi Tanaman . Pada umur HST Perlakuan POC Kulit Buah Pisang 39 ab 36 ab 73 ab 87 ab 82 bc 74 ab 41 bc 77 bc BNT 5% Kotoran Sapi BNT 5% E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 21-30 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Keterangan :Angka-angka yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji BNT 5 %. Dari Tabel 3. 2 diatas diketahui bahwa perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang P2 yaitu 75 ml/polybag menunjukkan pengaruh yang paling baik terhadap parameter tinggi tanaman. Hal ini disebabkan karena tingginya unsur hara N. P dan K yang terkandung pada pupuk organik cair kulit buah pisang dan bahan yang digunakan mengandung unsur hara makro maupun mikro yang dibutuhkan oleh Sedangkan pada perlakuan pupuk kandang kotoran sapi S2 yaitu 10 Ton/ha setara 250 gr/polybag menunjukkan pengaruh yang paling baik terhadap parameter tinggi tanaman bit merah (Beta vulgari. 3 Berat Umbi Per Tanaman Pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang menunjukkan pengaruh yang sangat terhadap parameter berat umbi per tanaman, sedangkan perlakuan pupuk kandang Pupuk meningkatkan dan memperbaiki kandungan unsur hara, hal ini disebabkan karena pupuk kandang kotoran sapi mengandung bahan organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Selain itu bokashi juga mengandung unsur hara makro (N. P, dan K) dan unsur hara mikro seperti Ca. Mg. S, dan lain-lain. Pemberian pupuk kandang kotoran sapi dengan dosis yang sesuai akan memperbaiki kandungan unsur hara tanah. Hal ini sesuai dengan pendapat Sholeh . , bahwa penambahan bahan organik kotoran sapi ke dalam tanah dapat meningkatkan kandungan bahan organik dan unsur hara dalam tanah. kotoran sapi tidak menunjukkan pengaruhnya (Lampiran . Rata-rata berat umbi per tanaman akibat perlakuan perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang dan pupuk kandang kotoran sapi dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. 3 Rata-rata Berat Umbi Per Tanaman . Pada Berbagai Umur Pengamatan Antara Perlakuan Pupuk Organik Cair Kulit Buah Pisang dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi. Rata-rata Berat Umbi per Tanaman . Pada umur Perlakuan HST POC kulit Buah Pisang 29 ab 19 ab BNT 5% Pupuk Kandang Sapi BNT 5% Keterangan : Angka-angka yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji BNT 5 %. E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 21-30 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Dari Tabel 4. 6 diatas diketahui bahwa perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang P2 yaitu 75 ml/polybag menunjukkan pengaruh yang paling baik terhadap parameter berat umbi pertanaman. Hal ini disebabkan unsur nitrogen yang terkandung dalam pupuk organik cair kulit pisang berperan mempercepat pertumbuhan vegetatif, sehingga berpengaruh meningkatkan berat umbi per tanaman. Hal ini berkaitan dengan peran unsur kalium sebagai aktivator enzim yang terlibat dalam sintetis protein dan karbohidrat. Ketersediaan unsur hara makro dan mikro yang cukup dan sesuai menyebabkan pertumbuhan tanaman akan terpacu secara optimal sehingga diperoleh produksi berupa berat umbi pertanaman dengan kombinasi perlakuan terbaik pada perlakuan P2 yaitu 75 ml/polybag. Masing - masing unsur hara baik makro dan mikro yang bersifat essensial bagi tanaman, memiliki peran yang spesifik terhadap kelangsungan proses fisiologi didalam tubuh 4 Berat Umbi Per Petak Perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap parameter berat umbi tanaman per petak, sedangkan perlakuan pupuk Rata-rata parameter berat umbi per petak akibat perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang dan pupuk kandang kotoran sapi dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. 4 Rata-rata Berat Umbi Tanaman Per Petak . Pada Berbagai Umur Pengamatan Antara Perlakuan Pupuk Organik Cair Kulit Buah Pisang dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi Perlakuan Rata-rata Berat Umbi per Petak . Pada umur HST POC kulit Buah Pisang 63 ab 86 ab BNT 5% Pupuk Kandang Sapi BNT 5% Keterangan : Angka-angka yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji BNT 5 %. Dari tabel 3. 4 dapat dilihat bahwa terjadi interaksi yang nyata antara pemberian pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang dan pupuk kandang kotoran sapi terhadap parameter berat umbi tanaman per petak yaitu perlakuan P2S2 . ml/polybag dan 10 ton/ha atau 250 gr/polyba. Hal iini disebabkan terdapat hubungan yang saling menguntungkan antara kombinasi P2S2. Kombinasi dari perlakuan tersebut akan menunjang sekali terhadap pertumbuhan tanaman bit merah, karena unsur hara yang terkandung pada perlakuan tersebut E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 21-30 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. sudah dapat memenuhi kebutuhan tanaman untuk tumbuh dengan baik. Karena pada pemberian pupuk kandang kotoran sapi sebanyak itu kebutuhan unsur hara bagi tanaman sudah tercukupi dengan baik. Kulit buah pisang kaya akan potasium sehingga dapat membantu pertumbuhan tanaman. Caranya, cukup dengan ditanam atau diletakkan begitu saja diantara kedua tanaman. Jika anda khawatir pupuk pisang itu mengandung serangga, campur kulit buah pisang dengan sedikit air, lalu hancurkan dengan mengunakan blender, setelah itu siramkan pada tanaman. Kulit buah pisang sebagai penghasil xylanase dan juga merupakan bahan organik yang mengandung unsur kimia seperti magnesium, sodium, fosfor, sulfur yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. Pembuatan pupuk organik dengan bahan kulit buah pisang dapat dalam bentuk padat atau cair ( Nuris, 2. 5 Berat Brangkasan Atas Pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap parameter berat brangkasan atas. Perlakuan pupuk kandang kotoran sapi juga menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter berat brangkasan atas (Lampiran . Rata-rata parameter berat brangkasan atas akibat perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang dan pupuk kandang kotoran sapi dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. 5 Rata-rata Berat Brangkasan Atas . Pada Berbagai Umur Pengamatan Antara Perlakuan Pupuk Organik Cair Kulit Buah Pisang dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi. Rata-rata Berat Brangkasan Atas . Pada umur Perlakuan HST POC kulit Buah Pisang 70 ab 76 bc BNT 5% Pupuk Kandang Sapi 75 ab 75 ab BNT 5% Keterangan : Angka-angka yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji BNT 5 %. Dari Tabel 3. 5 diatas diketahui bahwa perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang P2 menunjukkan pengaruh yang paling baik terhadap parameter berat brangkasan Hal ini disebabkan karena pemberian pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang dapat meningkatkan berat brangkasan atas tanaman bit merah (Beta vulgari. Hal ini sesuai dengan pertumbuhan jumlah daun, bahwa tanaman yang mengalami peristiwa fisiologis secara baik akan mengakibatkan produktivitas meningkat. Sedangkan pada perlakuan pupuk kandang kotoran sapi rata-rata jumlah daun paling tinggi ditunjukkan oleh perlakuan (S. yaitu 10 Ton/ha setara 250 gr/polybag. Pemberian pupuk kandang kotoran sapi selain menambah unsur hara kedalam tanah juga berperan penting memperbaiki struktur tanah. Dengan struktur tanah yang gembur akan E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 21-30 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. merangsang pertumbuhan akar yang lebih baik, dimana akar dapat berkembang dengan baik dan mudah menyerap unsur hara dari dalam tanah. Jika unsur hara yang diserap oleh akar tanaman cukup maka tanaman akan tumbuh dengan baik. Pada analisa terpisah, pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap parameter berat brangkasan bawah. Perlakuan pupuk kandang kotoran sapi juga menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter berat brangkasan bawah (Lampiran . Rata-rata parameter berat brangkasan bawah akibat perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang dan pupuk kandang kotoran sapi dapat dilihat pada Tabel 3. 6 Berat Brangkasan Bawah Hasil analisa ragam menunjukkan adanya interaksi yang nyata antara perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang dan pupuk kandang kotoran sapi untuk parameter berat brangkasan bawah (Lampiran . Tabel 3. 6 Rata-rata Berat Brangkasan Bawah . Pada Berbagai Umur Pengamatan Antara Perlakuan Pupuk Organik Cair Kulit Buah Pisang dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi. Perlakuan Rata-rata Berat Brangkasan Bawah . Pada umur HST POC kulit Buah Pisang 90 bc BNT 5% Pupuk Kandang Sapi 79 ab 84 ab BNT 5% Keterangan : Angka-angka yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji BNT 5 %. Dari Tabel 3. 6 diatas diketahui bahwa perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang P2 yaitu 75 ml/polybag menunjukkan pengaruh yang paling baik terhadap parameter berat brangkasan bawah. Perlakuan tersebut akan menunjang terhadap pertumbuhan tanaman, karena unsur-unsur yang terdapat pada kulit buah pisang mampu meningkatkan kapasitas tukar kation tanah. Semakin tinggi kapasitas tukar kation, semakin subur tanah tersebut. Demikian juga kemampuan mnyerap unsur hara juga semakin tinggi pula. E-ISSN 3046-9988 Pada perlakuan S2 yaitu pemberian pupuk kandang kotoran sapi 10 ton/ha atau 250 gr/polybag memberikan pengaruh yang paling baik terhadap berat brangkasan bawah. Hal ini disebabkan karena dengan ketersediaan pupuk sebanyak itu, maka unsur hara yang dibutuhkan tanaman dapat terpenuhi. Pupuk kandang kotoran sapi diperlukan untuk tanaman bit merah dalam jumlah yang cukup, karena bagi perkembangan berat brangkasan bawah diperlukan tingkat kegemburan tanah yang cukup tinggi. Dengan tanah yang gembur akan memacu pertumbuhan akar yang lebih baik, dimana akar akan tumbuh SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 21-30 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. dan berkembang tanpa adanya hambatan yang nantinya dalam menyerap unsur hara akan berlangsung dengan baik. Tanpa pemberian pupuk organik, produksi berat brangkasan bawah akan rendah dan dengan mutu yang kurang baik. KESIMPULAN Kombinasi perlakuan pupuk organik cair dari ekstrak kulit buah pisang dan pupuk kandang kotoran sapi (P2S. yaitu 75 ml/polybag dan 10 ton/ha atau 250 gr/polybg menunjukkan adanya interaksi dan memberikan hasil yang terbaik pada parameter pertumbuhan dan produksi tanaman bit merah (Beta Vulgaris L). DAFTAR PUSTAKA