Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ PEKERJA ASIA DI TIMUR TENGAH: REPRESENTASI DALAM KARYA SASTRA ARAB MODERN NDR. Ayu Nurdiana1. Nurulhuda binti Mohd Azizi2 1Balai Diklat Keagamaan Denpasar, 2Universiti Islam Selangor Malaysia Email: ndrayu22@gmail. com1, nurulhudaazizi15@gmail. Article History: Abstract Submitted/Received:: Based on data, every year tens of thousands of Asian immigrants 24-02-2025 come to Middle Eastern countries, especially to the Gulf region to work, both as laborers and employees. So it is not surprising that First Revised: 27-02- there is a stigma on Asians who come to the country with various pros and cons. These images can be found in many works of Arabic This study aims to analyze the representation of Asian workers in the Middle East in modern Arabic literary works. The Accepted: 30-02research method used is qualitative with a descriptive-analytical The research data was obtained from three works of modern Arabic literature that were selected based on the criteria of Publication Date: feasibility and relevance to the research topic. Data collection 30-04-2025 techniques are carried out by literature study and data analysis techniques using content analysis. The theory used in this study is a review of Stuart Hall's identity as a theoretical framework. Identity theory is used to analyze how social, cultural, religious, and traditional views influence the perspective of Asian workers' identities in the Middle East and how it is represented in modern Arabic literary works. The results show that the representation of Asian workers in the Middle East in modern Arabic literary works covers various aspects of identity, such as migration, economy, ethnicity, and social class. In addition, there is also a difference in representation between male and female workers. Keywords: Arabic Literature. Asian Workers. Representation Stuart Hall Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ PENDAHULUAN Para pekerja migran menjadi salah satu kelompok yang signifikan dalam populasi pekerja di Timur Tengah. Mereka datang dari berbagai negara Asia seperti Indonesia. Filipina. India. Pakistan. Bangladesh, dan Nepal untuk bekerja di berbagai industri yang penting bagi perekonomian Timur Tengah. Mereka biasanya bekerja di sektor-sektor seperti konstruksi, perhotelan, dan pekerjaan rumah tangga. Namun, keberadaan mereka seringkali diabaikan atau bahkan dianggap sebagai beban oleh masyarakat lokal dan pemerintah. Bahkan di ranah sastra, kehadiran para pekerja migran ini seringkali tidak terwakili dengan baik dalam karya-karya sastra Arab modern (Samsul, 2. Dalam sejarah kesusastraan Arab, setidaknya ada beberapa jenis karya sastra yang diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan strukturnya yaitu novel, cerpen, puisi, prosa, dan drama (Muzakki, 2. Sastra digadang-gadangkan sebagai karya yang tidak memiliki keterkaitan dengan kehidupan. Namun, peneliti kurang setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa sastra merupakan karya yang imajinatif dan subyektif karna ia bukan hasil dari representasi kenyataan. Karya sastra merupakan hasil dan pemikiran seorang pengarang atas fenomena-fenomena yang terjadi di sekitarnya. Menurut Peter Barry, sastra tidak selalu berkaitan dengan hal yang bersifat imajinatif, melainkan dapat pula berupa hasil dari konstruksi ide dan gagasan kehidupan Sastra yang baik adalah suatu karya yang dapat menghadirkan perasaan puas, menarik, senang, dan bermanfaat bagi para pembacanya. Karya sastra bertujuan mengajari kita tentang kehidupan serta untuk menyiarkan nilai-nilai manusiawi (Barry, 2. Seiring dengan perkembangannya, banyak sastrawan Arab modern yang mengangkat tema tentang keberadaan pekerja migran Asia dalam karyakarya sastra. Pekerja Asia di Timur Tengah sering kali direpresentasikan sebagai sosok yang rendah dan memiliki status sosial yang kurang dihargai. Representasi ini mempengaruhi persepsi masyarakat Arab tentang pekerja Asia dan juga dapat mempengaruhi cara para pekerja Asia di Timur Tengah melihat diri mereka sendiri. Penelitian ini akan memperkenalkan penelitian berjudul "Pekerja Asia di Timur Tengah: Mengungkap Representasi Mereka dalam Sastra Arab Modern. " Penelitian ini menggali bagaimana pekerja Asia, yang seringkali menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari di Timur Tengah, digambarkan dalam sastra Arab kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk memahami cara-cara sastrawan Arab menggambarkan pengalaman, identitas, dan kontribusi pekerja Asia dalam karya-karya mereka. Dengan melihat perspektif karya-karya sastra Arab Modern, penelitian ini berusaha untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan antara masyarakat Asia dan masyarakat Arab dalam konteks yang semakin global. Melalui pendekatan ini, penelitian ini berharap untuk membantu mengungkapkan beragam aspek budaya, sosial, dan politik yang terkait dengan pekerja Asia di Timur Tengah, serta menyoroti peran sastra dalam merekam narasi ini. Dalam penelitian ini, representasi pekerja Asia di Timur Tengah dalam Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ karya-karya sastra Arab modern menjadi fokus utama untuk dianalisis. Karya sastra dalam hal seperti ini dapat menjadi cerminan pandangan dan opini masyarakat tentang pekerja migran, serta bagaimana identitas mereka direpresentasikan dalam karya sastra tersebut. Maka, representasi dalam hal ini menjadi sebuah cara penggambaran atau penyajian suatu objek atau subjek dalam suatu karya sastra. Hal ini sangat penting karena melalui representasi, pembaca dapat memahami pandangan pengarang tentang objek atau subjek tertentu. Untuk membahas representasi dalam penelitian ini, teori representasi dan identitas milik Stuart Hall menjadi rujukan utama. Menurut Hall, representasi tidak bersifat pasif dan tidak terjadi secara alami, tetapi melalui proses mediasi dan konstruksi sosial. Representasi selalu dipengaruhi oleh kepentingan dan kekuasaan tertentu dalam masyarakat (Hall, 1. Konsep representasi telah menempati tempat baru dan penting dalam studi sastra. Representasi menghubungkan makna dari bahasa dalam sebuah karya sastra dengan budaya. Representasi berarti menggunakan bahasa untuk mengatakan sesuatu yang bermakna, bermaksud, atau untuk mewakili dunia secara khusus yang dibuat sedemikian rupa kepada orang lain (Hall, 2. Dengan demikian, representasi adalah bagian penting dari proses dimana makna diproduksi dan dipertukarkan antara anggota kebudayaan yang akan melibatkan penggunaan bahasa, tanda, dan gambar yang melambangkan atau mewakili sesuatu. Beberapa karya sastra Arab modern yang menjadi objek penelitian ini adalah cerpen A" EOE ECNAMalam Penindasan" karya Layla AL-Uthman, cerpen AAu O EABau TubuhAy karya Hassan Matar, dan puisi A" IEAPekerja" karya Mahmoud Darwish. Melalui analisis terhadap karya-karya ini, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang cara pekerja Asia di Timur Tengah direpresentasikan dalam karya sastra Arab modern dan faktor apa yang mempengaruhi representasi tersebut. Penelitian ini memiliki urgensi yang penting karena keberadaan pekerja migran Asia di Timur Tengah yang jumlahnya cukup besar harus dilihat sebagai bagian dari realitas sosial. Selain itu, penelitian ini dapat membuka wawasan baru tentang representasi para pekerja migran dalam karya sastra Arab modern dan berkontribusi pada pemikiran tentang bagaimana pandangan masyarakat terhadap pekerja migran dapat dipengaruhi oleh representasi mereka dalam karya sastra. Dengan mengadopsi teori identitas dan teori sastra, penelitian ini akan menganalisis bagaimana representasi identitas para pekerja migran Asia di Timur Tengah terkait dengan status sosial, etnisitas, gender, budaya, dan agama. Stuart Hall dikenal sebagai salah satu tokoh teoritis kebudayaan di era kontemporer, dan ia bersama dengan Richard Honggart dan Raymond Williams dianggap sebagai pelopor ide, gagasan, serta pandangan dalam ilmu dan studi kebudayaan yang kemudian dikenal dengan istilah kajian budaya Birmingham. Pada tahun 1950-an. Hall mendirikan New Left Review yang menjadi terbitan yang sangat berpengaruh. Hal ini membawanya dan Hoggart untuk bergabung dalam Pusat Kajian Budaya Kontemporer di Universitas Birmingham (Mustika Putri & Fikri Setiaji, 2023, p. Luasnya cakupan Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ pemikiran Hall dalam kajian budaya mencakup bahasan tentang masalah ras dan gender, dan ia juga terinspirasi oleh ide-ide baru dari Michael Foucault dalam teori budaya Prancis (Jesica, 2. Representasi berasal dari kata AurepresentAy yang terdiri atas tiga arti, yaitu to stand in for . , to speak or act on behalf of . erbicara atas nama seseoran. , dan Auto re-presentAy. enghadirkan kembali peristiwa yang sudah terjad. Representasi memainkan dua peran penting berikuti ini. Pertama, apakah sebuah kelompok, seseorang, gagasan ditampilkan sebagaimana semestinya tanpa diburuk-burukan atau dilebih-lebihkan. Kedua, bagaimana representasi tersebut ditampilkan mulai dari pemilihan kata, kalimat, aksentuasi, foto, yang ditampilkan dalam pemberitaan. Representasi berasal dari kata "represent," yang memiliki tiga makna utama, yakni sebagai to stand in . , to speak or act on behalf of . erkata atau mewakili sesuat. , dan to represent . empersembahkan kembali peristiwa yang telah terjad. Representasi memiliki dua peran penting sebagai berikut. Pertama, apakah sebuah kelompok, individu, atau ide dipresentasikan dengan tepat tanpa menggiring opini atau melebihlebihkan. Kedua, bagaimana cara representasi tersebut disampaikan, mulai dari pemilihan kata, struktur kalimat, penekanan, hingga gambar yang digunakan dalam konteks pemberitaan (Hall, 2. Secara umum, teori representasi digunakan sebagai kerangka konseptual untuk memahami bagaimana budaya di seluruh dunia menciptakan, menyampaikan, dan menjaga makna serta pemahaman melalui berbagai simbol, gambar, atau tanda. Representasi yang dibuat memiliki potensi untuk membentuk persepsi, identitas, dan hubungan sosial, dan oleh karena itu memiliki peran penting dalam studi budaya. Dalam kata-kata Stuart Hall, "Representasi menghubungkan makna dan bahasa dengan Konsep ini beroperasi melalui dua elemen utama, yaitu konsep pikiran dan bahasa(Hall, 1. Teori representasi yang dikemukakan oleh Stuart Hall merupakan pendekatan penting dalam analisis representasi dalam konteks sosial dan Hall menekankan bahwa representasi tidak bersifat objektif atau netral, melainkan merupakan hasil konstruksi sosial yang dipengaruhi oleh kepentingan dan kekuasaan tertentu dalam masyarakat (Hall, 2. Menurutnya, representasi menciptakan makna dan menghasilkan pemahaman tentang dunia di sekitar kita. Salah satu konsep sentral dalam teori representasi Hall adalah konsep stereotipe (Hall, 1. Stereotipe adalah gambaran yang umumnya diproduksi oleh media dan berfungsi sebagai cara sederhana untuk memahami dan menggambarkan suatu kelompok atau individu. Stereotipe sering kali memengaruhi cara kita memahami dan berinteraksi dengan kelompok atau individu tersebut. Hall menekankan pentingnya mengeksplorasi dan memahami bagaimana stereotipe dibentuk dan beroperasi dalam konteks representasi. Selain itu. Hall juga mengemukakan bahwa representasi melibatkan tindakan seleksi dan penekanan. Tidak semua aspek dari suatu objek atau subjek direpresentasikan, melainkan hanya aspek-aspek yang dianggap Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ penting dan relevan. Proses seleksi ini dapat dipengaruhi oleh kepentingan dan kekuasaan yang ada dalam masyarakat. Selain itu, representasi juga melibatkan penekanan atau pemberian nilai yang lebih pada aspek tertentu untuk mengarahkan pemahaman dan interpretasi (Jesica, 2. Teori representasi yang dikemukakan oleh Stuart Hall memberikan kerangka pemahaman yang penting dalam analisis representasi pekerja Asia di Timur Tengah dalam karya-karya sastra Arab modern. Teori representasi membantu dalam memahami bagaimana stereotipe dan penekanan dalam representasi mempengaruhi pemahaman tentang pekerja Asia di Timur Tengah, sementara teori identitas membantu dalam memahami bagaimana identitas pekerja Asia di Timur Tengah terbentuk dan berinteraksi dengan konteks sosial yang ada. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan kajian representatif, oleh karena itu metode yang digunakan dalam proses analisis adalah pendekatan kualitatif dengan teori representasi dan identitas untuk mengungkap elemen-elemen gambaran para pekerja dari Asia di Timur Tengah dalam beberapa karya sastra Arab modern, baik puisi maupun cerpen (Ratna,2. Penelitian yang merupakan studi literatur ini didasarkan pada teori representasi Stuart Hall yang mengemukakan bahwa media memainkan peran penting dalam konstruksi dan reproduksi identitas budaya. (Erliana, 2. Data primer berasal dari hasil observasi terhadap karya-karya sastra Arab modern yaitu. cerpen A" EOE ECNAMalam Penindasan" karya Layla AlUthman, cerpen AAu O EABau TubuhAy karya Hassan Matar. A "EIE EOAoleh Idris Ar-Raqibi, dan puisi Tawfik Al-Hakim berjudul "A"OI EIA. Karya-karya ini memuat cerita dan kisah tentang kehidupan para pekerja Asia di negaranegara Arab. (Ar Rofii, 2. Data kemudian dianalisis dengan pendekatan teori identitas untuk mengklasifikasikan stereotip terhadap pekerja Asia di Timur Tengah dalam karya-karya sastra Arab modern. Selain itu, metode penelitian ini juga menggunakan teknik analisis isi yang bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dalam representasi pekerja Asia di Timur Tengah dalam karya-karya sastra Arab modern. Teknik analisis isi merupakan metode yang cocok untuk penelitian ini karena dapat membantu mengidentifikasi makna dan tema yang muncul dari karya sastra Arab modern (Huberman. Data yang telah dianalisis kemudian diberi interpretasi dan disusun menjadi sebuah pembahasan mengenai representasi pekerja Asia di Timur Tengah dalam karya-karya sastra Arab modern. Peneliti menggunakan teori identitas sebagai kerangka konseptual untuk memahami representasi pekerja Asia di Timur Tengah dalam karya-karya sastra Arab modern (Rasyid, 2. Pekerja migran dari Asia di Timur Tengah Timur Tengah, terutama negara-negara Arab seperti Uni Emirat Arab. Arab Saudi. Kuwait. Qatar, dan Oman, telah menjadi tujuan utama migrasi tenaga kerja dari berbagai negara di dunia. Timur Tengah juga menjadi tujuan Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ penting bagi pekerja asing dari negara-negara Asia. Beberapa negara Asia yang umumnya memiliki banyak imigran yang bekerja di Timur Tengah adalah India. Filipina. Bangladesh. Sri Lanka. Pakistan, dan Indonesia. Jumlah imigran dari negara-negara ini dapat bervariasi dari tahun ke tahun. Jumlah imigran dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perubahan kebijakan imigrasi, situasi ekonomi, permintaan tenaga kerja, dan faktorfaktor politik. Menurut data global ILO tentang pekerja migran internasional, jumlah pekerja Asia di 12 Negara Arab berjumlah 24,1 juta orang pada tahun 2019, mewakili 14% dari seluruh pekerja migran di seluruh dunia. Kawasan ini memiliki pangsa pekerja migran Asia tertinggi sebagai proporsi dari total tenaga kerja, jumlahnya mencapai 41,4% pada 2019 dibandingkan dengan rata-rata global yang hanya 5% (Labour Migration (Arab State. , n. Artinya, hampir setengah dari seluruh pekerja adalah pekerja migran karena sejumlah faktor, termasuk tingkat partisipasi tenaga kerja migran yang sangat tinggi dibandingkan warga negara setempat, terutama sumber daya HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Representasi Para imigran Asia yang bekerja di negara-negara Timur Tengah Dalam konteks kajian sastra, cerpen, puisi, dan prosa menjadi alat yang sangat efektif untuk menggambarkan dan menganalisis berbagai aspek dalam masyarakat dan budaya tertentu. Ketika berbicara tentang cerpen dan puisi Arab, kita berada dalam domain sastra Arab yang kaya dan beragam, yang mencakup karya-karya dari berbagai negara di Timur Tengah. Cerpen Arab juga seringkali menjadi wahana bagi penulis untuk mencerminkan realitas sosial, budaya, dan politik dalam masyarakat mereka. Karya sastra Arab dengan konsep representasi menurut Stuart Hall memiliki kesinambungan yang terletak pada bagaimana cerpen Arab menggambarkan berbagai elemen dalam masyarakat. Stuart Hall mengemukakan bahwa representasi adalah proses penting dalam membentuk pemahaman kita tentang Dalam hal ini, cerpen Arab menjadi sarana untuk merepresentasikan beragam aspek dalam masyarakat Arab, termasuk tokoh-tokoh seperti pekerja Asia di Timur Tengah, budaya lokal, konflik, dan dinamika sosial. Dengan demikian, konsep representasi menurut Stuart Hall dapat diterapkan dalam analisis sastra terhadap cerpen Arab, membantu kita memahami bagaimana cerpen tersebut menciptakan gambaran tentang berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat Arab, dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi pemahaman kita tentang kawasan tersebut, sebagaimana beberapa bentuk representasi para pekerja Asia di Timur Tengah berikut ini. Identitas Fisik Sebagai Buruh Kasar Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ AEI EI N IEN N A N ENO EACN IAN E E IEOA A INE II EIE EoIO OONI II IOA. AE IIN EOE I CE EA OA uEONA A E EA O E OC EAOA IEOU O O INOI EOEO EA. AOA A OII ECI EO I AON A OA IE EO ONA- AIEINE II Ae EEA AEEN CI IAN IECA. AOEN IEOIIO II IE EA EOE OE" OEEOA (Husni & Newman, 2. AAEA Kutipan diatas merupakan kutipan cerpen Laylat Al-Qahraa karya Layla AlUthman yang berupa pandangan hidup pengarang terhadap para pekerja Asia di Kuwait, bahwa mereka merupakan orang-orang yang tubuhnya dibasahi keringat karena pekerjaan yang mereka tekuni kebanyakan adalah pekerjaan fisik, termasuk tokoh AodiaAo dalam cerpen ini. Dalam teori representasi, kita dapat menganalisis kutipan dari cerpen "Laylat Al-Qahraa" ini sebagai salah satu cara pengarang merepresentasikan pandangan hidupnya terhadap para pekerja Asia di Kuwait. Representasi ini mencerminkan pemahaman dan persepsi pengarang tentang kelompok pekerja ini dalam konteks sosial dan budaya tertentu. Ciri penampilan yang menonjol antara para pekerja migran dan warga lokal dapat mencakup perbedaan dalam pakaian, bahasa, tanda identifikasi, ciri fisik etnis, gaya rambut, dan aksesori budaya. Pekerja migran Asia ini seringkali mengenakan pakaian tradisional atau khas dari negara asal mereka, yang bisa berbeda secara mencolok dari gaya berpakaian warga lokal. Bahasa yang berbeda dan aksen yang kentara juga dapat menjadi faktor yang membedakan, dengan pekerja migran menggunakan bahasa ibu mereka atau berbicara dalam bahasa lokal dengan aksen yang jelas. Tanda identifikasi seperti kartu identitas atau seragam khusus dapat membedakan mereka dari warga lokal. Meskipun ciri-ciri ini dapat mencolok, penting untuk menghindari prasangka atau diskriminasi berdasarkan penampilan fisik atau budaya, karena hal ini tidak mencerminkan nilai atau martabat individu yang sebenarnya. Representasi yang lebih mendalam, seperti budaya, kepercayaan, dan pengalaman hidup, seringkali lebih relevan dalam memahami perbedaan antara pekerja migran dan warga lokal. Dalam kutipan tersebut, pengarang menggambarkan para pekerja Asia sebagai orang-orang yang tubuhnya "dibasahi keringat" akibat pekerjaan fisik yang mereka lakukan. Ini adalah representasi fisik dari pekerjaan kasar yang mereka Representasi ini mencerminkan pemahaman bahwa para pekerja Asia di Kuwait seringkali terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan usaha fisik yang Hal ini juga menggambarkan ketidaksetaraan dalam pembagian pekerjaan di Kuwait, di mana pekerjaan fisik seringkali dijalani oleh pekerja migran. Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ Data lain yang bersumber dari karya sastra Arab berbentuk puisi yang ditulis oleh Tawfik Al-Hakim berikut: A AOAUUA EE OO ENAUAAO I sO OA AOC AA AEI NIEAU"AOI EIA A CU O OA IE EAAUA EOI OIOI IEI OONI OOCOIAUAEIE EoIOA AuHari MatahariAy oleh Tawfiq al-Hakim: Terdengar suara bergema di atas hiruk pikuk mesin, suara para pekerja Asia yang membangun kota dengan tangan mereka sendiri dan membuat jalan baru di pasir gurun. Ay Dalam puisi tersebut, kutipan ini memberikan gambaran tentang karakter para pekerja Asia di Timur Tengah. Dalam konteks teori representasi, terutama yang terkait dengan konsep yang dikembangkan oleh Stuart Hall, kita dapat menyimpulkan beberapa hal tentang representasi para pekerja Asia dalam kisah ini. Mereka digambarkan membangun kota dan membuat jalan di tengah gurun dengan tangan mereka sendiri. Representasi ini mencerminkan peran penting para pekerja Asia dalam pembangunan infrastruktur dan ekonomi di Timur Tengah. Para pekerja Asia ini juga digambarkan sebagai kontributor utama dalam proses pembangunan. Mereka memainkan peran kunci dalam mengubah lanskap kota dan gurun, menciptakan perubahan yang signifikan dalam masyarakat dan lingkungan sekitar. Representasi ini menggambarkan mereka sebagai agen perubahan positif. Pekerja Asia sebagai Kelompok Marginal Dia bekerja mengambil sisa-sia tisu yang berserakan di lantai dan di tutup tempat sampah, menyikat wastafel, dan membersihkan toilet. A IAUA OEE IEEOI AOC O E IENIEAUA IEN EC EOC IEI EO EA A E EA IEC OIN A CEOE O EOEc II EOOE IAUAOA EO EOA AEA O IENE INO EE IEEI ECI O IEA Penggambaran pekerja Asia pada cerpen karya Layla Al-Uthman diatas juga merepresentasikan para pekerja migran tersebut melakukan pekerjaan pembersihan seperti mengambil sisa-sisa tisu, membersihkan toilet, dan sejenisnya mengindikasikan bahwa mereka seringkali dipekerjakan untuk pekerjaan rendah atau pekerjaan yang dianggap kurang prestisius. Ini mencerminkan bahwa mereka mungkin dianggap sebagai kelompok marginal dalam masyarakat Timur Tengah, yang secara sosial dan ekonomi ditempatkan di bawah penduduk lokal. Negara-negara Arab, khususnya di kawasan Teluk, telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Pertumbuhan ini telah meningkatkan permintaan akan pekerjaan dalam berbagai sektor, termasuk pekerjaan pembersihan. Karena jumlah tenaga kerja lokal terbatas. Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ negara-negara ini mulai mengandalkan pekerja migran untuk mengisi kekurangan tenaga kerja. Struktur sosial dalam beberapa negara Arab sering kali memisahkan pekerjaan-pekerjaan tertentu berdasarkan kelas sosial atau etnis. Pekerjaan pembersihan sering dianggap sebagai pekerjaan rendah dan kurang bergengsi. Masyarakat lokal mungkin memiliki preferensi untuk pekerjaan yang dianggap lebih prestisius atau lebih menguntungkan. Hal ini selaras dengan pendapat Stuart Hall yang menekankan bahwa identitas juga dipengaruhi oleh kekuasaan yang ada dalam masyarakat. Identitas individu atau kelompok dapat diposisikan atau dibentuk oleh kekuasaan yang ada dalam Kekuasaan dalam konteks sosial dan politik dapat mempengaruhi pembentukan identitas individu atau kelompok (Hall, 1. Kontras Identitas dengan Warga Lokal Teori representasi yang dikemukakan oleh Stuart Hall menekankan bahwa identitas bukanlah sesuatu yang bawaan atau esensial, melainkan dibentuk melalui proses sosial dan budaya. Hall menyoroti konsep identitas sebagai sesuatu yang terus berubah dan terbentuk dalam hubungan dengan orang lain dan konteks Identitas tidaklah statis, tetapi dipengaruhi oleh faktor seperti budaya, ras, etnisitas, gender, dan kelas sosial. Hall juga menekankan bahwa identitas selalu berhubungan dengan pertentangan dan negosiasi. Individu mengalami ketegangan antara identitas yang mereka pilih atau dikonstruksi untuk diri mereka sendiri dan identitas yang diberikan oleh masyarakat atau kelompok tertentu. Perhatikan beberapa penggalan cerpen berikut: Di malam hari, tokoh dia berbaring di samping suaminya yang bekerja di restoran India A AN AO IENIA. A OA EEOE OON CNNA. AEEN A OEO II O ONIA AN OE NOC EEIN AI ON E CN ON NIAU AEIA A C OE AONA. A)EIOE OE )E EO O N O OIE OA IEI NEIOA AN EEO NO OI O IEOA: Bis yang ia naiki dipenuhi pekerja Asia sepertinya A A N ENO EACN IAN E EA. AI EI N IEN NA AIEO E IIN EOE I CE EA OA uEON INE II EIE EoIO OONI IIA AIO A Dia sampai di paviliun/flat yang disewanya Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ AOIO A IEEC E EO EIN ON IEEO N uEON EAON IAO IAA AON E O E AE CO OO EII EEAC N OIENA Dari penggalan cerita yang disediakan, kutipan ini juga dapat mencerminkan kontrast sosial dan kekuasaan antara pekerja Asia dan masyarakat lokal Kuwait. Para pekerja Asia seringkali menjadi bagian dari kelas pekerja migran yang lebih rendah, sementara masyarakat lokal mungkin memiliki akses yang lebih baik ke fasilitas transportasi yang lebih nyaman. Representasi ini dapat menunjukkan ketidaksetaraan dalam akses terhadap sumber daya dan kemungkinan ketidaksetaraan sosial di masyarakat Kuwait. Dalam aspek fasilitas kesehatan misalnya, warga lokal sering kali memiliki akses lebih mudah ke layanan kesehatan dan fasilitas medis di UAE. Mereka mungkin mendapatkan layanan kesehatan melalui program-program pemerintah atau asuransi kesehatan yang diberikan oleh pemerintah, yang bahkan beberapa Sedangkan bagi pekerja pendatang, mereka diwajibkan untuk memiliki asuransi kesehatan pribadi, yang mungkin harus dibayar oleh majikan mereka. Mereka juga dapat mengakses layanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan pemerintah, tetapi ini sering kali melibatkan biaya tertentu atau batasan akses tergantung pada jenis izin tinggal mereka. Keseluruhan, dara-data dari cerita ini menggambarkan kesenjangan status sosial antara pekerja Asia dengan penduduk lokal di Timur Tengah. Mereka seringkali dipekerjakan dalam pekerjaan yang kurang dihargai, tinggal dalam kondisi perumahan yang sederhana, dan memiliki kehidupan malam yang Hal ini mencerminkan ketidaksetaraan dalam akses terhadap sumber daya dan peluang yang lebih baik, serta menyoroti tantangan yang dihadapi oleh pekerja migran dalam mencari kehidupan yang lebih baik di Timur Tengah. Gaya Hidup Tokoh dia duduk di kursi plastiknya sambil menerima tamu wanita-wanita cantik yang masuk ke toilet dan keluar memberinya uang A OOION EEIO IEN EOOIO I OEI IENIAUAE EO EON EEOEOA A AO IEOI EOI EOC OEEO ECAOAUAEIOC IEEOIA Dia bersedih dihantui bayangan para wanita cantik yang mengenakan aksesoris mahal dan pakaian modis. A AIO IINA:AIO AI EIOI OE NI IIE AOC EIN IEEIOA AEO O EE OI IEAC I EA Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ Dia berkhayal atas keinginannya pada sebotol parfum hingga terbawa mimpi AII OOA NEO EIE IAN IIE EIA Dalam cerpen "Laylat Al-Qahraa" karya Layla Al-Uthman, kita dapat melihat karakterisasi para pekerja Asia di Timur Tengah bagi perempuan. Rasa iri yang dirasakan oleh tokoh "Dia" terhadap wanita-wanita lokal menggambarkan bagaimana para pekerja Asia seringkali merasa terpinggirkan atau kurang dihargai dalam lingkungan kerja di Timur Tengah. Mereka mungkin merasa bahwa mereka tidak memiliki status yang sama dengan penduduk lokal, dan ini dapat memengaruhi persepsi mereka terhadap kehidupan di sana. Kehidupan "Dia" yang terbatas pada kursi plastiknya dan bahagia hanya dengan sebotol parfum bekas menyoroti kemiskinan dan keterbatasan yang dialami oleh banyak pekerja Asia di Timur Tengah. Mereka mungkin hidup dalam kondisi yang jauh dari ideal, tetapi mereka belajar untuk bersyukur atas hal-hal kecil yang mereka miliki. Kisah ini juga mencerminkan ketidaksetaraan sosial dan ekonomi antara pekerja Asia dan masyarakat lokal di Timur Tengah. Para pekerja Asia sering kali berada dalam posisi yang lebih rendah dalam hierarki sosial dan ekonomi, dan mereka mungkin hanya bisa mencapai kebahagiaan yang sederhana. Penggambaran para pekerja Asia menaiki kendaraan umum dengan saling berdesakan menyoroti pengalaman yang mungkin mereka alami sehari-hari. Ini mencerminkan kondisi hidup dan mobilitas mereka dalam masyarakat Kuwait. Representasi ini dapat menggambarkan ketidaknyamanan yang seringkali mereka hadapi dalam perjalanan sehari-hari, serta perjuangan mereka untuk mencapai tempat kerja atau tempat tinggal mereka. Para pekerja migran Asia seringkali menerima upah yang lebih rendah daripada pekerja lokal. Ini dapat membuat pekerja migran lebih menarik bagi para majikan yang mencari cara untuk menghemat biaya pengeluaran untuk menggaji tenaga kerja. Mereka juga seringkali dipekerjakan melalui kontrak yang mengikat mereka dengan majikan untuk jangka waktu tertentu. Ini membuat mereka lebih rentan terhadap eksploitasi, termasuk pemberian upah yang rendah dan kondisi kerja yang buruk. Selain itu, budaya dan persepsi masyarakat lokal khususnya di negara-negara Arab teluk juga berperan dalam fenomena ini. Ada pandangan dan stereotip tertentu terhadap pekerja migran yang dapat mempengaruhi apakah pekerjaan-pekerjaan tertentu dianggap pantas atau tidak untuk warga lokal Fakta bahwa tokoh "Dia" tinggal di paviliun/flat yang disewanya menunjukkan bahwa pekerja Asia mungkin terbatas dalam akses mereka terhadap perumahan yang layak. Ini bisa mengindikasikan bahwa mereka tinggal dalam kondisi perumahan yang sederhana dan mungkin harus berbagi tempat tinggal dengan banyak orang, termasuk rekan-rekan kerja mereka. Hal ini mencerminkan ketidaksetaraan dalam akses terhadap perumahan yang lebih baik. Dalam penggambaran bahwa tokoh "Dia" berbaring di samping suaminya yang bekerja di Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ restoran India pada malam hari, kita bisa menyimpulkan bahwa kehidupan malam mereka terbatas dalam hal hiburan atau kemewahan. Ini juga mencerminkan bahwa pekerja Asia mungkin memiliki keterbatasan dalam mengakses aktivitas sosial atau rekreasi yang lebih luas. Berikut adalah beberapa contoh puisi Arab tentang pekerja asing di negara Arab: " (Al-'Amil Al-Ba'i. oleh Idris Ar-Raqibi:A"EIE EOA AEN OEIOIA AIEA a AOA A aE II EOA AIO EOA a AAIA A EIIA AO OU EEIOEA Aa OA E a ECA AII EIOIA AOEENA a AOE OAA A ENA a AE EA AIA c a AEIOA AOCA aA a AEA AIEOA AOa aN aC EOA )A(II OOI "ICI" EOIOA Sang Pekerja Jauh (Al-'Amil Al-Ba'i. Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ Wahai pekerja malam dan nyala api Aku melihatmu dari jauh Anda menciptakan kematian ketidakhadiran Waktu membajak Bangun rumah untuk hal yang mustahil Takdir ditanam di pohon Itu diselingi dengan nada terlupakan Berjalan di tubuh para martir Anda bermain dengan abu Dan lilinnya gagal Anda memanipulasi kematian Dan yang hidup hilang (Dari "Maqamat" oleh Idris Ar-Raqib. " (Hai Negerik. oleh Saadi Youssef, penulis dan jurnalis Bahrain A"O OIOA AO OIO EIEC EO CI ENI EO OO EIEOI EoI AONA AO OIO EO OIO EEI OO I C e EO EON EANIA Oh tanah airku (Hai Negerik. oleh Saadi Youssef: Oh, tanah airku tergantung di bar bisikan Di mana pekerja Asia tinggal Wahai negeriku yang membangun mimpi Dengan tangan lelah Dia merindukan negara yang mereka tinggalkan. Dalam puisi "Oh Tanah Airku (Hai Negerik. " karya Saadi Youssef, terdapat representasi karakter pekerja Asia di Timur Tengah yang dapat dianalisis berdasarkan teori representasi oleh Stuart Hall. Baris pertama menciptakan gambaran bahwa tanah air pekerja Asia "tergantung di bar bisikan. " Ini dapat diinterpretasikan sebagai perasaan ketergantungan dan kesendirian, mungkin karena keterpisahan dari keluarga dan tanah air mereka. Pekerja Asia digambarkan sebagai individu yang bekerja keras ("Dengan Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ tangan lelah") dalam membangun mimpi di negeri yang bukan tanah air mereka. Mereka merindukan negeri asal mereka. Ini mencerminkan perjuangan dan pengorbanan pekerja Asia di Timur Tengah. Puisi ini juga menciptakan nuansa ketidakpastian dan ketidaksetaraan, di mana pekerja Asia merindukan tanah air mereka sambil bekerja keras di negeri orang. Ini dapat menggambarkan ketidaksetaraan sosial dan ekonomi yang mungkin mereka hadapi. Seperti yang diungkapkan oleh Hall, beberapa konsep representasi budaya dapat berubah seiring berjalannya waktu. Arti dan pemahaman terhadap simbol dan tanda dalam representasi dapat mengalami perubahan seiring dengan perubahan sosial, politik, dan budaya. Selain itu, identitas dalam representasi juga memainkan peran penting dalam membentuk identitas individu maupun kelompok. Bagaimana kita direpresentasikan dalam media dan budaya memengaruhi bagaimana kita melihat diri kita sendiri serta bagaimana orang lain melihat kita. Dalam konteks konsep subyek, ini mengacu pada individu atau kelompok yang mengamati dan menginterpretasikan representasi tersebut. Posisi sosial dan budaya subyek memengaruhi cara mereka memahami dan merespons representasi. Yang perlu ditekankan adalah bahwa representasi tidak hanya dihasilkan oleh produsen representasi seperti media massa, tetapi juga direproduksi oleh penonton melalui penafsiran mereka (Mustika Putri & Fikri Setiaji, 2023, p. Representasi bisa menjadi bagian dari budaya yang terus dipertahankan dan diperbaharui melalui praktik sosial. Hall . mengemukakan dua pemikiran terkait identitas budaya. Pemikiran pertama menyatakan bahwa identitas budaya merupakan budaya bersama yang dimiliki oleh sekelompok orang yang memiliki sejarah dan keturunan yang sama. Dalam konteks ini, identitas budaya merefleksikan pengalaman sejarah dan kode budaya yang sama dimana cenderung stabil dan tidak berubah. Sedangkan pemikiran kedua menyatakan bahwa identitas budaya tidak sepenuhnya tetap . idak beruba. , melainkan bisa berubah tergantung bagaimana memposisikan . dan menjadi subjek sejarah, budaya, dan kekuasaan yang terus Dengan kata lain pemikiran pertama menyatakan bahwa identitas budaya adalah being, sedangkan pemikiran kedua menyatakan identitas budaya adalah Hall . kemudian sampai pada kesimpulan bahwa identitas budaya merupakan suatu produksi yang tidak pernah selesai, melainkan selalu dalam proses identifikasi dalam konteks sejarah dan budaya. (Hall, 1. SIMPULAN Dengan mengkaji beberapa poin gambaran-gambaran terhadap para pekerja Asia di karya-karya diatas, maka dalam konteks teori representasi Stuart Hall, karya sastra Arab modern menggambarkan pekerja Asia di Timur Tengah sebagai individu yang merindukan tanah air mereka, pekerja keras, serta merasakan ketidaksetaraan Representasi ini dapat memengaruhi cara pembaca memahami pengalaman dan perasaan pekerja Asia di Timur Tengah, sehingga menciptakan pemahaman yang lebih dalam tentang realitas mereka dalam sastra Arab kontemporer. Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ Teori representasi juga mencermati peran media massa dalam menciptakan serta memengaruhi cara sesuatu direpresentasikan. Media memiliki kemampuan untuk memilih, mengedit, dan menyajikan cerita, gambar, dan narasi yang mencerminkan sudut pandang tertentu. Walau demikian, dalam kerangka teori ini, menginterpretasikan representasi secara kritis, dengan mengenali asumsi atau pesan yang terkandung di dalamnya. DAFTAR PUSTAKA / REFERENCES / AEI CIA Ar-Rafii. A, . Analisis Strukturalisme Semiotik Tzvetan Todorov Pada Cerita Pendek A( AEEOIABurung Elan. Karya Ghassan Kanafani, . Imtiyaz: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 1. Barry. Pengantar Komprehensif Teori Sastra dan Budaya. Jalasutra. Erliana. Simbolisme dalam Diwan Al-Hallaj. Imtiyaz: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 1. Hall. Cultural Identity and Cinematic Representation. The Journal of Cinema and Media, 36, 68Ae81. https://about. org/terms Hall. Cultural Identity Diaspora. In Identity: Community. Culture. Difference. Lawrence and Wishartm. Hall. Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. Sage Publications. Hall. The Work Of Representation. In The Applied Theatre Reader . nd ed. Routledge. Husni. , & Newman. Modern Arabic Short Stories: A Billingual Reader. Saqi Book. Huberman. dan A. Analisis Data Kualitatif. UI Press. Jesica. Mengapa Kita Membutuhkan Imajinatif Kiri Stuart Hall. New Republic. https://newrepublic. com/article/145042/need-stuart-halls-imaginative-left Labour Migration (Arab State. Retrieved December 30, 2022, from https://w. org/beirut/areasofwork/labour-migration/lang--en/index. Mustika Putri. , & Fikri Setiaji. Representasi Budaya Banyuwangi Dalam Banyuwangi Ethno Carnival: Pendekatan Teori Representasi Stuart Hall. Education : Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan. Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34 32Ae42. (NDR. Ayu Nurdiana. Nurulhuda binti Mohd Azizi iCPekerja Asia di Timur: Representasi dalam Karya Sastra Arab Moder. Journal homepage: https://ejournal. iai-almuslimaceh. id/index. php/IMTIYAZ https://doi. org/10. 51903/EDUCATION. V3I2. Muzakki. Pengantar Teori Sastra Arab. UIN Maliki Press. Rasyid. A, . Representasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Naskah Drama AoAudatul Firdaus dan Novel Max Havelaar: Kajian Sastra Bandingan. Imtiyaz: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 1. Ratna. Metodologi Penelitian. Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Pustaka Pelajar. Samsul. Metodologi Penelitian. Pusaka Jambi. Al-IMTIYAZ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. April 2025, 19-34