SYIAR: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Volume 3 . 97-106 e-ISSN 2808-7941 https://jurnal. id/index. php/syiar/article/view/246 DOI: https://doi. org/10. 54150/syiar. MANAJEMEN DAKWAH DALAM MENINGKATKAN SOLIDARITAS DAN KERUKUNAN PEMUDA Fathiyatul Jannah Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Al-Mardliyyah Pamekasan jannah21@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian untuk menjalskan manajemen dakwah dalam meningkatkan solidaritas dan kerukunan oleh rukun pemuda Langdulang Sana Tengah. Pasean. Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini adalah fenomenologis. Teknik pengumpulan data: wawancara kepada ketua rukun pemuda, pengurus rukun pemuda dan kepada anggota rukun pemuda. observasi dan dokumentasi kegiatan rukun pemuda. Teknik pengolahan data: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data: pengamatan terus-menerus, pemeriksaan sejawat, serta triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . kegiatan dakwah yang dilaksanakan dalam meningkatkan solidarits dan kerukunan pemuda antara lain kegiatan olah raga seperti bola volli dan kegiatan keagamaan seperti baca QurAoan, tahlilan, baca shalawat, dan shalat fadlu berjamaah, . pelakasanaan manajemen dakwah dengan merumuskan kegiatan, membentuk kepengurusan, tujuan, waktu, serta lokasi dan biaya, melakukan pembagian kerja, melibatkan semua pengurus, serta menilai kegiatan dakwah yang telah dilaksanakan. Kata Kunci: Manajemen. Dakwah. Solidaritas. Kerukunan. Pemuda 97 Syia. Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Manajamen dakwah dalam meningkatkan solidaritas . ABSTRACT The aim of the research is to carry out da'wah management in increasing solidarity and harmony by the youth association of Langdulang Sana Tengah. Pasean. Pamekasan. This research uses a qualitative approach, while this type of research is phenomenological. Data collection techniques: interviews with the head of the youth association, the administrators of the youth association and members of the youth association. observation and documentation of youth association activities. Data processing techniques: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Checking the validity of the data: continuous observation, peer checking, as well as data source triangulation and thecnic triangulation. The results of the research show that . da'wah activities carried out to increase youth solidarity and harmony include sports activities such as volleyball and religious activities such as reading the Qur'an, tahlilan, reading shalawat and fadlu prayers in congregation, . implementing da'wah management by formulating activities, forming management, objectives, time, as well as location and costs, dividing work, involving all administrators, and assessing the da'wah activities that have been carried out. Keywords: Management. Da'wah. Solidarity. Harmony. Youth 98 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam S. Fathiyatul Jannah PENDAHULUAN Dakwah Islam bertujuan untuk mempengaruhi dan mentransformasikan sikap batin dan perilaku warga masyarakat menuju suatu tatanan keshalehan individu dan keshalehan sosial. Dakwah dengan pesan-pesan keagamaan dan pesan-pesan sosialnya yang disampaikan, juga mengajak kepada kesadaran untuk memiliki komitmen di jalan yang lurus. Dakwah adalah Auajakan yang dilakukan untuk membebaskan individu dan masyarakat dari pengaruh eksternal nilai syaithaniah dan kejahiliahan menuju internalisasi nilai-nilai ketuhanan. Kegiatan dakwah pun tidak hanya dipahami sebagai proses penyampaian ajaran Islam melalui mimbar Namun kegiatan dakwah harus melahirkan kesadaran bahwa masyarakat sebagai sasaran atau objek dakwah . adAo. tidak bersifat pasif dan dianggap tidak memiliki pemahaman dan harapan terhadap kegiatan dakwah, yang menyebabkan para pelaku . aAo. merasa bebas untuk menyampaikan apa pun sesuai dengan keyakinan, ideologi dan kebenaran perspektif pribadinya dan bisa jadi merasa puas apabila madAu telah dibuat tertawa terpingkal-pingkal. Dalam meningkatkan solidaritas dan kerukunan di antara warga masyarakat, kegiatan dakwah juga memerlukan adanya manajemen dakwah yang baik, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengarahan, pengawasan, dan evaluasi. Tahapantahapan tersebut perlu dilakukan agar kegiatan dakwah yang akan dilaksanakan yang berusaha meningkatkan solidaritas dan kerukunan tersebut dapat berhasil sesuai yang diharapkan, yaitu warga masyarakat saling merasa senasib dan seperjuangan, serta saling menghormati dan membantu satu sama lain. Dengan demikian tercipta tatanan kehidupan yang aman, tenteram, dan sejahtera. Tanpa manajemen yang baik, maka kegiatan dakwah yang berusaha meningkatkan solidaritas dan kerukunan di antara masyarakat akan mengalami kesulitan dalam mewujudkannya. Tingkat solidaritas dan kerukunan pada saat ini mengalami penurunan yang sangat signifikan. Di antara pemuda tidak akur, bertengkar, serta lebih mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. Kondisi ini menjadi suatu fenomena yang krusial dan apabila dibiarkan akan menimbulkan kegaduhan di tengah Oleh karena itu, kehadiran dakwah yang dikelola dengan baik di tengah pemuda ini sangat diperlukan sebagai suatu upaya untuk mengatasi tingkat solidaritas dan kerukunan yang tidak baik tersebut menjadi lebih baik. Demikian juga yang terjadi pada pemuda di Desa Sana Tengah Pasean Pamekasan, tingkat solidaritas dan kerukunan di antara mereka pada saat ini sangat Dalam konteks ini, tingkat solidaritas dan kerukunan diantara pemuda belum terbina dengan baik. Di antara pemuda lebih banyak mementingkan diri sendiri dan kelompoknya, tidak akur, sering terjadi perselisihan dan perkelahian antara satu dengan yang lain, serta menunjukkan sikap sombong kepada pemuda dan kelompok pemuda yang lain. Kondisi yang demikian inilah yang menjadi kekacauan dan ketidakamanan di tengah masyarakat, yang tentu saja hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Permasalahan ini harus dicarikan jalan keluarnya agar solidarits dan kerukunan di antara pemuda dapat terbina dengan baik sebagai sesama warga 99 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Manajamen dakwah dalam meningkatkan solidaritas . Mengatasi permasalahan tersebut, maka rukun pemuda Langdulang Desa Sana Tengah Pasean mengadakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan melalui pengelolaan yang baik, seperti pengajian keagamaan, olahraga, dan kesenian yang bersifat Islami. Kegiatan- kegiatan ini dilakukan dengan tujuan utama adalah untuk semakin meningkatkan solidaritas dan kerukunan di antara para pemuda. Dengan demikian kehidupan dunia remaja menjadi aman, tenteram, dan sejahtera dengan dilandasi sikap saling menghormati, membantu, dan bekerja sama antara satu dengan lainnya. Berdasarkan urian permalahan di atas mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan judu: AuManajemen Dakwah dalam Meningkatkan Solidaritas dan Kerukunan Pemuda oleh Rukun Pemuda Langdulang Desa Sana Tengah Pasean PamekasanAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian ini adalah fenomenologis yang digunakan untuk memahami peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dakwah dalam meningkatkan solidaritas dan kerukunan, mencakup kegiatan dakwah yang dilaksanakan dalam meningkatkan solidarits dan kerukunan pemuda, pelakasanaan manajemen dakwah dari segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi dalam meningkatkan solidarits dan kerukunan pemuda. Tehnik pengumpulan data wawancara kepada ketua rukun pemuda, pengurus rukun pemuda dan kepada anggota rukun pemuda. observasi dan dokumentasi kegiatan rukun pemuda. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Pengecekan keabsahan data: pengamatan terus-menerus, pemeriksaan sejawat, serta triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Dakwah Dalam Meningkatkan Solidarits Dan Kerukunan Pemuda Kegiatan dakwah yang dilakukan dalam bentuk kegiatan-kegiatan keagamaan seperti pengajian kegamaan, baca QurAoan, tahlilan, baca shalawat, dan shalat fadlu berjamaah serta kegiatan olah raga seperti bola volli oleh rukun pemuda Langdulang dapat membina dan meningkatkan solidaritas dan kerukunan di antara pemuda di Desa Sana Tengah Pasean Pamekasan. Pertama baca QurAoan merupakan suatu kegiatan tadarrus atau baca QurAoan yang dilakukan secara bersama di antara pemuda. Baca al-QurAoan ini dimaksudkan selain untuk memperlancar baca QurAoan para pemuda secara benar dan tepat sesuai ketentuan ilmu tajwid, juga untuk meningkatkan solidaritas dan kerukunan di antara Bacaan Al-Qur'an mencakup berbagai hukum, nilai moral, dan ajaranajaran tentang keadilan. Melalui pembacaan dan pemahaman bersama-sama, pemuda dapat belajar nilai-nilai yang mendorong keadilan, kebaikan, dan 100 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam S. Fathiyatul Jannah Al-Qur'an mengajarkan nilai-nilai moral yang mendasar seperti kejujuran, kesetiaan, dan keadilan. Dengan membaca Al-Qur'an, pemuda dapat memperkuat dan menginternalisasi nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, yang dapat membangun fondasi solidaritas. Kedua tahlilan merupakan kegiatan membaca kalimat tauhid sebagai peneguhan iman kepada Allah dan kalimat thayyibah lainnya agar dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat. Tahlilan ini dimaksudkan selain untuk membiasakan para pemuda kalimat tauhid dan kalimat thayyibah dalam kehidupan sehari-hari, juga dimaksudkan untuk lebih meningkatkan solidaritas dan kerukunan di antara pemuda. Tahlilan adalah tradisi keagamaan dalam Islam yang biasanya dilakukan sebagai bentuk zikir dan doa untuk mendukung roh-roh yang telah meninggal. Meskipun tujuan utama tahlilan adalah ibadah kepada Allah dan pengharapan bagi orang-orang yang telah meninggal, praktik ini juga dapat memberikan kontribusi positif terhadap solidaritas dan kerukunan di antara Melalui partisipasi dalam tahlilan, pemuda dapat merasakan solidaritas dalam praktik keagamaan bersama. Ini menciptakan ikatan yang erat antar mereka karena mereka berbagi pengalaman keagamaan yang mendalam. Ketiga baca shalawat merupakan suatu kegiatan membaca shalawat nabi sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad Saw yang telah menjadi penerang dari jalan kegelapan menuju alam yang terang-benderang agar kemudian dapat dibiasakan oleh para pemuda dalam hidupnya. Demikian juga kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan solidaritas dan kerukunan di antara pemuda. Membaca sholawat bersama-sama dapat menciptakan pengalaman spiritual yang mendalam, merangsang kesadaran akan kebersamaan dalam keimanan. Hal ini dapat menjadi pemersatu di antara pemuda yang berbagi nilai-nilai keagamaan yang sama. Sholawat mengandung elemen pujian dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui aktivitas ini, pemuda dapat merasa diberdayakan secara positif, mengingatkan mereka pada nilai-nilai moral dan etika yang dijunjung oleh Nabi sebagai contoh bagi umat Islam. Keempat shalat fardlu berjamaah merupakan kegiatan mengerjakan shalat fardlu secara bersama-sama dengan para pemuda. Shalat berjamaah selain dimaksudkan untuk membiasakan para pemuda dalam setiap mengejakan shalat fardlu yang lima waktu secara berjamaah, juga untuk meningkatkan solidaritas dan kerukunan di antara pemuda. Kegiatan volli merupakan kegiatan olah raga yang dilaksanakan untuk menjalin kekompakan agar tercipta solidaritas dan kerukunan antar pemuda. Dakwah merupakan kegiatan menyeru dan mengajak umat Islam pada jalan Allah. Sholat fardhu berjamaah memberikan kesempatan untuk berkumpul secara rutin, membantu membangun waktu yang dihabiskan bersama dan memperkuat hubungan antar pemuda. Ini bisa menjadi momen untuk berbicara, saling berbagi, dan membangun hubungan sosial yang positif. Melalui sholat fardhu berjamaah, pemuda dapat memperdalam pemahaman mereka tentang nilai-nilai agama yang termaktub dalam sholat. Hal ini 101 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Manajamen dakwah dalam meningkatkan solidaritas . menciptakan pemahaman bersama tentang kewajiban keagamaan dan etika yang dapat membantu memperkuat solidaritas. Solidaritas dan kerukunan yang dihasilkan dari sholat fardhu berjamaah akan lebih kuat jika dilandaskan pada semangat kebersamaan, saling menghormati, dan komitmen bersama terhadap nilai-nilai agama dan moral. Selain itu, sikap terbuka terhadap perbedaan dan kepedulian terhadap kebutuhan sesama juga merupakan faktor penting dalam membangun solidaritas di antara pemuda. Manajemen Dakwah Dalam Meningkatkan Solidarits Dan Kerukunan Pemuda Dakwah merupakan proses menjadikan prilaku seseorang untuk menjalankan islam sebagai agama rahmatan lil Aoalamiin. Tujuan dakwah islam untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Maka dalam hal ini dakwah dapat dipahami sebagai proses internalisasi, transformasi, transmisi dan difusi ajaran islam dalam kehidupan masyarakat. Dakwah merupakan panggilan dari Allah dan Rasulullah untuk manusia agar percaya kepada ajaran islam dan mewujudkan ajaran yang dipercayainya itu dalam segala segi kehidupan. (Saputra, 2014, p. Sasaran dakwah untuk menumbuhkan pengertian, kesadaran, penghayatan dan pengenalan terhadap ajaran agama yang dibawa oleh para juru dakwah, juga untuk mempertemukan kembali dengan fitrah manusia dengan agama. (Sadily, 2. Dakwah yang dilakukan memiliki keutamaan untuk mengangkat kebenaran, mewujudkan kebaikan sehingga seluruh umat menjadi baik, selalu melakukan kebaikan dan mencegah kemungkaran . mar maAoruf nahi mungka. Abad ini dapat dikatakan postsekuler dengan berbagai Pada abad ini, agama dan spritualitas umumnya tampil kembali sebagai kebutuhan yang dianggap mendasar. Bukan karena mereka begitu menarik melainkan disebabkan oleh berbagai hal luaran, seperti ambruknya ideologi, materialisme kultural yang akhirnya dirasakan dangkal, perkembangan mutakhir spekulasi ilmiah tentang intelegensia kosmik dan kekosongan batin manusia yang semakin akut (Fakhruroji, 2017, p. Kegiatan dakwah yang merupakan proses interaksi soaial antara daAoi sebagai komonikator dan madAou sebagai komunikan dipihak lain. Karena itu dalam proses interaksi sosial melalui komonikas dakwah tersebut perlu memperhatikan beberapa hal yaitu: isi pesan tidak terlampau jauh dari frame of refence dan field of experience, sumber memiliki credibility di hadapan komunikan, memilih cara yang tepat dan daAoi harus mengenal attention area yang bersifat negatif maupun positif agar tidak terjadi bumerang effect (Pasundan, 2. Oleh karena itu, efektivitas komonikasi dakwah harus mengarah pada sejauh mana aktivitas dakwah dapat mempengaruhi dan meyakinkan madAou sebagai komonikan dakwah, sehingga maAou memiliki kepribadian yang berbeda dengan sebelumnya ke arah yang lebih baik. Ditambah lagi munculnya nilai kepercayaan dari madAou kepada daAoi karena memiliki karakter yang baik sehingga perkataannya layak 102 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam S. Fathiyatul Jannah didengar dan diikuti. (MaAoarif, 2015, p. Jenis-jenis kegiatan dakwah yang dilakukan dalam bentuk kegiatan-kegiatan keagamaan dan olah raga oleh rukun pemuda semakin ditingkatkan dan kembangkan materinya agar memberikan hasil yang optimal. Dalam hal ini, materi dakwah tersebut dapat dipahami, dihayati, dan diamalkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari oleh para pemuda. Dengan demikian upaya meningkatkan solidaritas dan kerukunan di antara pemuda dapat tercapai dengan baik. Dakwah sebagai salah satu bentuk komunkasi, khususnya komunikasi yang bercorak keagamaan . eligious communicatio. seperti bentuk komonikasi pada umumnya, dakwah mengandung unsur pengiriman informasi atau pesan, pengirim pesan disebut daAoi, penerima pesan disebut madAou (Bakti & Meidasari. Dakwah memiliki tujuan agar madAou semakin dekat dengan nilai-nilai agama islam. Ajakan kepada jalan Allah yang dilaksanakan melalui kegiatan dakwah tersebut perlu dilakukan secara tertus-menerus dengan materi-materi keagamaan yang mudah dipahami oleh para pemuda agar hasilnya dapat diamalkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dengan kegiatan dakwah yang dilakukan secara terus- menerus tersebut akan lebih mempererat hubungan dan persaudaraan di antara pemuda, sehingga pada akhirnya tertanam suatu sikap baik pada masing-masing pemuda, yaitu sikap solidarits dan Manajemen dakwah yang baik dari kegiatan dakwah yang dilakukan oleh rukun pemuda Langdulang Desa Sana Pasean Pamekasan kepada para pemuda, seperti adanya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi yang baik. Pelaksanaan dakwah dapat berhasil dengan baik karena mengaplikasikan fungsi manajemen yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan (Hanik, 2. Manajemen dakwah menjadi salah satu kunci penyebaran islam. Walisongo yang dipandang sebagai penyebar agama islam di tanah Jawa juga menggunakan strategi dan manajemen dakwah yang sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat pada saat itu yakni asimilasi dan sinkretisasi budaya. Islam masuk ke tanah Jawa tidak melalui kekerasan ataupun paksaan sehingga masyarakat jawa bisa menerimanya dengan suka cita dan Keberhasilan Walisongo menyebarkan agama islam tidak lepas dari manajemen dan strategi yang digunakan tepat sasaran. Cerita dan sejarahnya menarik masyarakat dan kehadiran Walisongo dapat diterima dari kalangan raja dan kelas bawah (Akhmad, 2. Dakwah sebagai suatu kegiatan yang mengajak kepada jalan Allah, maka dalam kegiatan dakwah yang akan dilaksanakan kepada pemuda sangat diperlukan adanya manajemen dakwah yang baik, seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, agar kegiatan dakwah berjalan secara efektif dan efisien serta mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Manajemen dakwah sebagai serangkaian kegiatan mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, segala upaya dalam mengatur dan mendayagunakan sumber daya 103 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Manajamen dakwah dalam meningkatkan solidaritas . manusia, sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien. Manajemen merupakan bagian penting dan menjadi faktor keberhasilan dakwah islam. Rasulullah sendiri memiliki manajemen dalam dakwahnya hal tersebut terlihat bagaimana rosulullah melibatkan para sahabat dalam dakwah islam. Rasulullah menempatkan sahabat sesuai pada bidang keahliannya dan beliau juga melakukan perencanaan dakwah secara matang (Hasanah & Nikmawati, 2. Perencanaan sebagai bagian dari unsur manajemen dakwah penting dilakukan oleh juru dakwah dalam meningkatkan solidaritas dan kerukunan Perencanaan merupakan proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan dakwah secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan mencakup beberapa hal, antara lain Aupenerapan tujuan-tujuan dan maksud-maksud organisasi, perkiraan lingkungan . umber-sumber dan hambata. dalam hal apa tujuan-tujuan dan maksud itu harus dicapai, perencanaan pendekatan yang akan mencapai tujuan dan maksud ituAy. Adapun perencanaan yang dilakukan diantaranya: Menentukan jenis kegiatan dakwah yang akan dilaksanakan, mempertimbangkan kegiatan-kegiatan yang harus mendapatkan prioritas dan didahulukan, membentuk kepengurusan, yaitu kepengurusan dalam menjalankan kegiatan dakwah, membahas tentang arah dari kegiatan tujuan dakwah, menentukan waktu pelaksanaan dakwah, dan merencanakan lokasi dan biaya yang akan digunakan dalam kegiatan dakwah. Pengorganisasian terhadap kegiatan dakwah yang akan dilakukan juga Pengorganisasian merupakan suatu kegiatan mengatur, menstruktur, dan menentukan tugas pekerjaan, macam pekerjaan, jenis pekerjaan, dan pembentukan badan atau unit kerja. Pengorganisasian yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan dakwah oleh rukun pemuda. Pengorganisasian merupakan kegiatan mengelompokkan atau mengorganisasikan suatu hal berdasarkan tugas, fungsi dan tanggungjawab dengan tujuan untuk mempermudah dan memperjelas tugas, fungsi, dan tanggungjawab dalam suatu program atau kegiatan tertentu yang akan dilaksanakan oleh seseorang atau organisasi (Baidowi, 2. Pelaksanaan kegiatan dakwah merupakan inti dari suatu kegiatan dakwah, yang tentu saja pelaksanaannya harus dilakukan dengan baik sesuai perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Dalam pelaksanaan dakwah yang perlu diperhatikan adalah partisipasi pemuda yang menjadi sasaran dakwah. Artinya, dalam pelaksanaan dakwah sangat diperlukan adanya partisipasi aktif dari pemuda yang menjadi sasaran dakwah, agar materi dakwah yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan program kerja merupakan proses dimana seseorang atau organisasi mulai melakukan berbagai kegiatan atau tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada proses perencanaan dan pengorganisasian (Baidowi. Evaluasi terhadap kegiatan dakwah merupakan kegiatan menilai suatu kegiatan untuk mengetahui berhasil atau tidaknya kegiatan yang dilaksanakan 104 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam S. Fathiyatul Jannah Dalam kegiatan dakwah, evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui berhasil atau tidaknya kegiatan dakwah yang dilaksanakan. Apabila tidak berhasil, maka dilakukan perbaikan-petbaikan agar tujuan dakwah yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. SIMPULAN Kegiatan dakwah yang dilaksanakan dalam meningkatkan solidarits dan kerukunan pemuda oleh rukun pemuda Langdulang Desa Sana Tengah Pasean Pamekasan, di antaranya adalah baca QurAoan, tahlilan, baca shalawat, dan shalat fadlu berjamaah. Pelakasanaan manajemen dakwah dari segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi dalam meningkatkan solidarits dan kerukunan pemuda oleh rukun pemuda Langdulang Desa Sana Tengah Pasean Pamekasan telah dilakukan dengan baik. Dari segi perencanaan merumuskan kegiatan, membentuk kepengurusan, tujuan, waktu, serta lokasi dan biaya. Dari segi pengorganisasian melakukan pembagian kerja, dan dari segi pelaksanaan melibatkan semua pengurus. Dari segi evaluasi adalah menilai kegiatan-kegiatan dakwah yang telah dilaksanakan agar dapat diketahui berhasil atau tidaknya. DAFTAR PUSTAKA