Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PELATIHAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 6 BANDAR LAMPUNG Abdulloh1. Surastina2. Fransisca S. Dedi3. Gusti Ayu Agustin4. Andri Wicaksono5. Nur Aqila Ardani6 STKIP PGRI Bandar Lampung abdullohaja@rocketmail. com, 2surastina@gmail. com, 3fransisca@stkippgribl. agustinayu@gmail. com, 5ctx. andrie@gmail. com, 6nur_aqila@gmail. Abstrak: Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berjudul AuPelatihan Menulis Puisi dengan Media Gambar pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 6 Bandar LampungAy. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai . langkah-langkah menulis puisi, . meningkatkan kreatifitas peserta didik dalam menulis puisi, dan . memotivasi peserta didik dalam menulis puisi menggunakan media gambar pada kelas XI SMK Negeri 6 Bandar Lampung. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian ini yaitu peserta didik kelas XI SMK Negeri 6 Bandar Lampung berjumlah 20 orang. Pelatihan ini dilakukan dengan metode ceramah dan latihan/praktik. Metode ceramah digunakan untuk memberikan penjelasan tentang materi hakikat puisi dan menulis puisi. Metode latihan/praktik digunakan untuk mengetahui kemampuan peserta didik menulis puisi dengan hasil mengamati media gambar yang tampilkan. Rasa ingin tau peserta didik, dukungan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru pendamping SMK Negeri 6 Bandar Lampung terhadap pelaksanaan kegiatan ini sangat tinggi. Terlihat dari sambutan dan antusias mereka pada saat kegiatan ini dilaksanakan. Secara keseluruhan, kemampuan siswa kelas XI SMK Negeri 6 Bandar Lampung dalam menulis puisi khususnya melalui media gambar dengan rerata nilai 82,6. Kata Kunci: Menulis Puisi. Media Gambar Abstract: This community service activity is entitled "Poetry Writing Training with Image Media for Class XI Students of SMK Negeri 6 Bandar Lampung". This activity aims to provide knowledge and experience regarding . the steps for writing poetry, . increasing students' creativity in writing poetry, and . motivating students in writing poetry using image media in class XI of SMK Negeri 6 Bandar Lampung. The target audience for this service activity is 20 class XI students at SMK Negeri 6 Bandar Lampung. This training is carried out using lecture and exercise/practice methods. The lecture method is used to provide an explanation of the nature of poetry and writing The training/practice method is used to determine students' ability to write poetry by observing the image media displayed. The students' curiosity, support from the principal, deputy principal, and accompanying teachers at SMK Negeri 6 Bandar Lampung for the implementation of this activity were very high. It can be seen from their welcome and enthusiasm when this activity was carried out. Overall, the ability of class. Keywords: Writing Poetry. Image Media PENDAHULUAN Kegiatan pengabdian bekerja sama Negeri 6 dengan SMK Bandar Lampung beralamatkan di Jalan Laksamana R. Martadinata. Sukamaju. Teluk Betung Barat. Kota Bandar Pelatihan Menulis Puisi Menggunakan Media Gambar pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 6 Bandar Lampung Lampung. Prov. Lampung. Pelatihan puisi menggunakan gambar adalah metode untuk membantu didik dalam meningkatkan kemampuan mereka menulis puisi. Media gambar memiliki peran penting dalam menulis puisi karena mampu memperkaya Kegunaannya sangat beragam, mulai dari menjadi sumber inspirasi kreatif yang ide-ide menggambarkan suasana dan detail-detail visual yang sulit dijelaskan dengan katakata. Selain itu, gambar juga memiliki untuk menyentuh pembaca secara langsung, meningkatkan intensitas emosi dalam puisi, serta lapisan makna tambahan ketika digabungkan dengan kata-kata. Kegiatan masyarakat ini bertujuan: . memberikan pengetahuan dan penjelasan siswa kelas XI di SMK Negeri 6 Bandar Lampung mengenai menulis puisidengan pengetahuan dan penjelasan kepada siswa kelas XI di SMK Negeri 6 Bandar Lampung mengenai langkah-langkah menulis puisi dengan media gambar. meningkatkan kreativitas siswa kelas XI di SMK Negeri 6 Bandar Lampung dalam menulis puisi dengan media gambar. memotivasi siswa kelas XI di SMK Negeri 6 Bandar Lampung akan pentingnya menulis dan mengembangkan karya sastra berupa puisi. Kegiatan . menambah pengetahuan dan penjelasan mengenai menulis puisi engan media gambar. siswa/siswi kelas XI di SMK Negeri 6 Bandar Lampung mengetahui langkahlangkah menulis puisi dengan media . siswa/siswi kelas XI di SMK Negeri 6 Bandar Lampung mampu menulis puisi dengan media gambar. siswa/siswi kelas XI di SMK Negeri 6 Bandar Lampung memiliki minat dalam hal menulis dan mengembangkan karya sastra berupa puisi. Penggunaan gambar dalam menulis puisi juga memperluas daya serap, memungkinkan berbagai pembaca dengan preferensi yang berbeda untuk lebih mudah meresapi pesan yang ingin Meski demikian, perlu diingat bahwa penggunaan gambar dalam puisi bisa bervariasi tergantung pada gaya penulisan dan konteks kreatif yang diinginkan oleh peserta didik. Terkadang, puisi yang berdiri sendiri tanpa gambar mampu membangkitkan imajinasi sekuat puisi yang menggunakan gambar. Pelatihan dalam menulis puisi menawarkan sejumlah manfaat penting. Pertama, ini membantu mengembangkan keterampilan dasar seperti pemilihan kata yang tepat, penyusunan struktur, dan ekspresi emosi dengan efektif. Kedua, pelatihan ini mendorong eksplorasi kreativitas dengan memberikan panduan dan umpan balik, memungkinkan penulis untuk menemukan gaya penulisan yang Ketiga, dengan memahami elemenelemen puisi seperti ritme, rima, dan metafora, penulis menjadi lebih sadar akan pilihan yang mereka buat dalam karya mereka. Keempat, melalui umpan balik dari pemateri atau sesama peserta didik,mereka dapat memperbaiki kelebihan dan kekurangan dalam karya Kelima, menulis puisi adalah cara yang kuat untuk mengekspresikan diri, dan pelatihan membantu peserta didik mengeksplorasi dan menyampaikan pikiran, perasaan, serta pengalaman secara lebih jelas dan bermakna. Keenam, bagi peserta didik yang tertarik pada dunia sastra atau penulisan, pelatihan ini bisa menjadi langkah awal untuk karir sebagai penyair atau penulis profesional. Akhirnya, pelatihan ini membuka pintu ke komunitas sastra yang memfasilitasi pertukaran ide, kolaborasi, dan dukungan Dengan demikian, pelatihan menulis puisi bukan hanya tentang keterampilan menulis, tetapi juga membuka jendela untuk pemahaman yang lebih dalam dan kreatif terhadap diri dan dunia. Abdulloh. Surastina, dan Fransisca S. Dedi. Gusti Ayu Agustina. Nur Aqila Ardani Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 231- 238 Pelatihan menulis puisi yang membawa kontribusi signifikan dalam pengembangan kreativitas dan ekspresi peserta didik. Pendekatan ini bukan hanya tentang penggunaan kata-kata, tetapi juga memanfaatkan kekuatan visual untuk mendukung dan memperluas makna yang ingin disampaikan dalam puisi. Dalam prosesnya, gambar menjadi pemicu inspirasi yang tak terbatas, memberikan ruang bagi imajinasi untuk menjelajahi dimensi baru dalam ekspresi puisi. Kelebihan utamanya adalah kemampuan gambar untuk menangkap atmosfer, detail visual, dan bahkan emosi yang sering kali sulit diungkapkan secara langsung melalui kata-kata saja. Hal ini memperkaya puisi dengan nuansa yang lebih mendalam dan memungkinkan peserta didik untuk mengeksplorasi tema atau konsep dengan kedalaman yang lebih besar. Penggunaan media gambar juga memberikan kesempatan bagi penulis untuk menciptakan lapisan makna tambahan dalam puisi mereka. Gabungan antara kata-kata yang dipilih dengan hatihati dan elemen visual yang kuat dapat menghasilkan karya yang lebih dinamis dan multidimensional. Interpretasi yang dihasilkan oleh pembaca pun menjadi lebih kaya, karena gambar bisa menjadi semacam katalisator untuk membuka jendela pemahaman yang lebih luas. Selain itu, pendekatan ini merangsang inklusivitas dalam proses pembelajaran menulis puisi. Dengan menggunakan pemikiran, gaya, dan interpretasi bisa disatukan dalam satu karya. Ini menciptakan kesempatan bagi kolaborasi dan pertukaran ide yang lebih kaya dalam komunitas menulis puisi. Dengan demikian, melalui penggunaan media gambar dalam pelatihan menulis puisi, tidak hanya tercipta puisi yang lebih kaya dalam dimensi visual dan naratif, tetapi juga memperluas cakrawala kreativitas dan memperdalam pemahaman terhadap puisi itu sendiri. Menurut Zainurrahman . 1: . menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang mendasar . erbicara, mendengar, menulis, dan Selain itu. Dalman . 5: . menyatakan bahwa menulis merupakan kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan . secara tertulis kepada pihak lain dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat bantu atau mediumnya. Dalam komunikasi tertulis, pemilihan kata-kata, pengaturan ide menjadi kunci untuk menyampaikan pesan secara jelas dan efektif kepada pembaca. Kegiatan penyampaian informasi yang lebih terperinci dan terorganisir dengan baik, serta memfasilitasi pertukaran ide antara penulis dan pembaca tanpa terbatas oleh waktu atau jarak. Dengan demikian, menulis memiliki peran yang sangat penting dalam menjembatani komunikasi antarindividu atau kelompok melalui media tulisan. Menurut Djibran . 8: . , menulis puisi sebenarnya tak jauh berbeda dengan menulis cerita atau yang lainnya, yang terpenting adalah soal merefleksikan gagasan dan perasaan yang ingin kita Dalam menulis puisi sangat diperlukan proses kreatif dari peserta Proses kreatif dalam menulis puisi dimulai dari inspirasi yang bisa datang dari pengalaman, observasi, emosi, atau gambaran visual. Tahap pemilihan ide menjadi kunci di mana penyair memilih gagasan yang ingin mereka ungkapkan, seringkali melalui pemilihan gaya penulisan dan struktur yang mendukung Tahap pemilihan kata-kata yang tepat dan proses penyuntingan yang cermat menjadi langkah penting untuk memperkuat ekspresi dalam puisi. Bagi yang menggunakan media gambar, proses kreatif juga melibatkan pengembangan dimensi visual yang mendukung pesan yang ingin disampaikan dalam puisi. Ini adalah perjalanan personal eksplorasi ide. Pelatihan Menulis Puisi Menggunakan Media Gambar pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 6 Bandar Lampung pengambilan keputusan kreatif, dan pengembangan bentuk ekspresi yang unik bagi setiap penyair. Pendapat disampaikan Wiyanto . 6: . bahwa dianggap sebagai bakat sehingga orang yang merasa tidak mempunyai bakat tidak akan dapat menulis, tetapi bakat tidak berarti tanpa ada pelatihan. Pernyataan tersebut menekankan bahwa menulis puisi sering dipandang sebagai bakat alami. Namun, bakat itu sendiri seringkali perlu dikembangkan melalui pelatihan dan latihan yang berkelanjutan. Meskipun kecenderungan alami dalam menulis, keahlian dalam menulis puisi dapat ditingkatkan melalui latihan, eksperimen, dan pembelajaran yang terus-menerus. Pelatihan pengembangan keterampilan yang ada, pemahaman elemen-elemen struktural puisi, serta penerimaan umpan balik yang Ini menegaskan bahwa kemampuan menulis puisi adalah hasil kombinasi bakat alami yang dimiliki dan komitmen untuk terus belajar dan berkembang. Menulis puisi merupakan sebuah kenikmatan seni Menulis sendiri pada hakekatnya adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan kedalam bahasa tulisan (Arief Hakim, 2004: . Menulis sendiri adalah lebih dari sekadar rangkaian kata yang ia adalah panggilan untuk merefleksikan dunia dalam bentuk yang unik dan personal. Ini adalah medan di mana pikiran, emosi, dan pengalaman menari dalam serangkaian huruf yang membentuk dunia paralel. Saat pena menyentuh kertas atau jari-jari menari di atas keyboard, mereka membawa bersama mereka segala yang dilihat, dirasakan, dialami, dan dipikirkan. Ini adalah perjalanan menuju dalamnya diri, mencoba menangkap keindahan dan menggambarkannya dalam kerangka abjad yang kita ciptakan. Dalam setiap kata yang terpahat, terdapat bagian kecil dari diri kita yang tercermin, menyapa pembaca untuk melihat dunia melalui jendela keintiman dan refleksi pribadi. Menulis sendiri adalah penyelamatan untuk kata-kata yang tak terucapkan, mimpi-mimpi yang tak terwujud, dan emosi yang mendamba pembebasan. Itu adalah seni membawa dunia internal ke dalam kehidupan, menawarkan perjalanan yang tak terbatas ke dalam kesadaran diri dan kejelasan pikiran. Menulis dalam dunia sastra, khususnya dalam genre puisi, bukanlah semata-mata memerlukan pemilihan kata-kata yang tepat atau struktur yang terorganisir. Sebaliknya, menulis puisi adalah sebuah perjalanan ke dalam kekayaan batin dan pengeksplorasian keahlian menggarap daya kreativitas yang bersumber dari pengalaman, penghayatan, dan nilai-nilai Puisi merupakan sarana ekspresi paling intim di dalam dunia sastra, memungkinkan penulis untuk menggambarkan dan meresapi dunia melalui kacamata pribadi mereka. Setiap bait adalah serangkaian kata-kata yang menghantarkan pembaca ke dalam kehidupan batin penulis. Dalam menulis puisi, kreativitas melibatkan kemampuan untuk meresapi keindahan di sekitar, menafsirkan peristiwa dengan mata hati, dan membentuk makna yang mendalam Puisi menciptakan ruang bagi penulis untuk merangkai kata-kata menjadi harmoni atau ketegangan yang mencerminkan kehidupan itu sendiri. Kreativitas dalam keberanian untuk mengeksplorasi lapisan terdalam diri dan menghadirkan keunikan eksistensi ke dalam kata-kata. Dengan merentangkan sayap imajinasi di atas kertas, penulis puisi menciptakan dunia Abdulloh. Surastina, dan Fransisca S. Dedi. Gusti Ayu Agustina. Nur Aqila Ardani Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 231- 238 baru yang mempersatukan pengalaman personal dengan keajaiban bahasa, membuka pintu untuk keterlibatan pembaca dalam perjalanan yang penuh makna dan keindahan. Menulis dalam dunia sastra terkhususnya puisi selalu berkaitan dengan keahlian menggarap daya kreativitas dalam diri seseorang. Kreativitas yang lahir berdasarkan pengalaman, penghayatan serta nilai-nilai kehidupan (Djumadin et al. , 2. Terkait media gambar Daryanto . 1: . berpendapat bahwa Photo story . ambar foto peristiw. adalah bentuk penyajian gambar foto yang diambil berdasarkan topik atau peristiwa yang dibutuhkan sehingga tersusun. Kemudian, setiap gambar tersebut mampu AuberceritaAy dengan maksud mengambil suatu makna yang ada pada gambar Gambar atau foto seringkali menjadi bentuk penyajian visual yang dapat disusun dan disusun ulang berdasarkan topik atau peristiwa tertentu. Setiap gambar memiliki potensi untuk menyampaikan makna yang mendalam kepada penonton atau pemirsa. Melalui komposisi, sudut pengambilan gambar, serta elemen visual yang terkandung di dalamnya seperti warna, komposisi, atau ekspresi subjek, gambar atau foto memiliki kekuatan untuk menggambarkan narasi atau pesan yang kuat kepada Kemampuan gambar atau foto untuk menangkap momen, ekspresi, atau detail-detail penting dari suatu peristiwa menjadi jendela yang memungkinkan pemirsa untuk merasakan dan memahami makna yang terkandung di dalamnya. Sehingga, gambar atau foto bukan hanya sekadar representasi visual, tetapi juga dapat menjadi alat komunikasi yang kuat untuk menyampaikan berbagai makna dan Gambar/foto adalah media yang paling umum dipakai. Kelebihan media gambar diantaranya, yaitu: Sifatnya konkret: gambar/foto lebih masalah dibandingkan dengan media verbal semata. Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Media gambar/foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita. Foto dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja untuk tingkat usia berapa saja sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahan Foto harganya murah dan gampang didapat serta digunakan, tanpa memerlukan peralatan khusus (Sadiman, dkk, 2004: . Penggunaan gambar atau foto sebagai media membawa sejumlah keunggulan yang signifikan dalam Pertama, representasi visual yang konkret dan realistis memperkuat kemampuan gambar atau foto untuk menyampaikan informasi lebih kuat daripada verbal semata. Kedua, kemampuan untuk merentang ruang dan waktu memberikan akses visual yang universal, menghapus batasan geografis dan temporal dalam komunikasi. Ketiga, gambar atau foto efektif dalam mengamati detail yang sulit diamati secara langsung, memperluas cakupan Keempat, foto memiliki kemampuan memberikan klarifikasi yang kuat terhadap berbagai masalah dalam berbagai bidang dan usia, mencegah Kelima, kemudahan akses dan biaya yang terjangkau menjadikan gambar atau foto sebagai media yang mudah diakses, digunakan dalam berbagai konteks mulai dari pendidikan hingga penyampaian Dengan keunggulan-keunggulan ini, gambar atau foto menjadi alat yang efektif dan penting dalam memperkaya proses komunikasi visual serta penyampaian informasi secara Media gambar fotografi sama halnya bentuk visual lainnya dapat Pelatihan Menulis Puisi Menggunakan Media Gambar pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 6 Bandar Lampung ditemukan diberbagai sumber, seperti surat kabar, majalah, brosur, dan bukubuku (Sudjana, 2009: . Menurut Hatika . 0: . langkah-langkah proses gambar, yaitu: Guru menyiapkan gambar. Guru gambar ke dalam kelas, kemudian menggali pengetahuan siswa dengan cara mengajukan pertanyaan pada siswa tentang gambar tersebut. Gurumenunjukkanalur memperlihatkan gambar-gambar berkaitan dengan materi. Guru menjelaskan tentang gambar tersebut dan mulai dari pengertian sampai langkah-langkah yang ada dalam gambar hingga dapat dituliskan menjadi sebuah puisi. Guru memberikan contoh cara membuat puisi berdasarkan gambar. Siswa diminta untuk mengamati gambar tersebut dan diminta untuk memahami isi gambar. Guru kemudian melatih siswa membuat puisi berdasarkan tema dengan gambar. Dalam menarik minat anak-anak dalam menulis puisi, diperlukan suatu strategi yang tepat untuk membetot dan merangsang kreatifitas anak-anak. Salah satunya adalah melalui media gambar. Melalui media gambar, anak-anak terbantu dalam menuangkan ide-ide dan pikiran-pikirannya ke dalam bentuk puisi (Salad, 2. Dalam menginspirasi minat anak-anak terhadap menulis puisi, strategi yang memadai sangat penting untuk Penggunaan media gambar telah terbukti menjadi salah satu metode yang efektif dan menarik untuk membantu anak-anak dalam mengungkapkan diri mereka melalui puisi. Media platform yang kuat bagi imajinasi anakanak untuk berkembang, memungkinkan mereka untuk menggambarkan ide-ide dan pemikiran mereka secara visual sebelum mengekspresikannya dalam bentuk tulisan. Gambar-gambar ini menjadi titik awal yang memicu aliran kreatif, membantu anak-anak dalam merangkai kata-kata dan konsep-konsep yang muncul dari gambar-gambar tersebut ke dalam bentuk puisi yang indah. Proses ini tidak hanya mengajarkan mereka keterampilan menulis, tetapi juga memahami dan menyampaikan emosi, pengalaman, dan pemikiran mereka. Dengan mengintegrasikan media gambar dalam kegiatan menulis, anak-anak merasa lebih terlibat dan termotivasi untuk menyampaikan ide-ide mereka, menghasilkan puisi yang personal, bermakna, dan membangun koneksi yang lebih erat antara ekspresi visual dan Hal ini tidak hanya merangsang kreativitas mereka tetapi juga memperluas pandangan mereka terhadap dunia, menciptakan pengalaman menulis yang menyenangkan dan memuaskan. Masalah pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah siswa-siswi kelas XI SMK Negeri 6 Bandar Lampung merasa sulit dan belum bisa menulis puisi dengan baik. Oleh karena itu, alternatif pemecahan masalah sebagai solusi yang digunakan oleh pengabdi dalam kegiatan ini adalah menerapkan media gambar untuk menulis Output pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, yaitu: . siswa/siswi menghasilkan karya tulis berupa puisi dengan media gambar dan . siswa/siswi mengapresiasikan karya tulis puisi dengan media gambar. METODE Kegiatan pengabdian dengan judul Pelatihan Menulis Puisi Menggunakan Media Gambar pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 6 Bandar Lampung yang dilaksanakan pada hari Rabu, 18 September 2023 bertempat di SMK Negeri 6 Bandar Lampung. Kegiatan ini berlangsung selama 5 jam dimulai Abdulloh. Surastina, dan Fransisca S. Dedi. Gusti Ayu Agustina. Nur Aqila Ardani Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 231- 238 00 hingga 15. 00 WIB yang diikuti sebanyak 20 peserta. Persiapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Adapun kegiatan yang dilakukan sebelum melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, yaitu: Melakukan studi pustaka tentang materi menulis puisi dan media Melakukan persiapan bahan dan alat pendukung pelatihan menulis puisi. Melakukan uji coba desain materi yang akan disampaikan. Menentukan waktu pelaksanaan dan lamanya kegiatan pengabdian bersama-sama tim pelaksana. Mengirim surat kesediaan SMK Negeri 6 Bandar Lampung terkait kesediannya untuk mengikuti Menerima tanggapan yang antusias dari Bapak Kepala SMK Negeri 6 Bandar Lampung atas kesediannya pengabdian pada tanggal 18 September 2023. Melakukan persiapan mulai dari tempat sampai dengan peralatan yang akan digunakan dalam kegiatan supaya berjalan tanpa hambatan dalam pelaksanaan. Pelaksanaan pengabdian. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Pada tanggal 18 September 2023, kegiatan pelatihan dimulai dari pukul 00 hingga 15. 00 WIB dengan susunan Peserta menempati ruangan yang sudah disiapkan. Pembukaan pelatihan oleh Bapak Ismargono. Pi. Pd. Selaku Kepala SMK Negeri 6 Bandar Lampung dan Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat Abdulloh. S,Pd. Pd. Penyampaian materi oleh Abdulloh. S,Pd. Pd. Prof. Dr. Surastina. Hum. dan Fransisca S. Dedi. Pd. dibantu dengan 2 mahasiswa dalam kegiatan pengabdian ini. Kegiatan bersifat tutorial dan Penyampaian materi dan latihan menulis puisi setiap peserta mendapatkan handout pelatihan. Akhir kegiatan ditutup dengan foto bersama pihak penyelenggara. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kegiatan pengabdian di SMK Negeri 6 Bandar Lampung terkait AuPelatihan Menulis Puisi Menggunakan Media GambarAy yang telah dilakukan, tim pengabdi memperoleh hasil sebagai Adanya pengetahuan, dan kemampuan siswa dalam memahami materi yang disampaikan serta menstimulasi siswa lebih kreatif dalam proses Hal ditunjukkan dengan kemampuan peserta dalam menulis puisi. Peningkatan pemahaman dan kemampuan siswa. Sebanyak 20 peserta didik SMK Negeri 6 Bandar Lampung yang terlibat dalam pengambdian ini. Dalam praktik ini peserta didik terlihat lebih antusias dan Evaluasi keberhasilan kegiatan ini dilakukan setelah kegiatan selesai. Indikator keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari respon positif peserta berdasarkan sikap peserta saat mengikuti Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari hasil kuesioner yang telah diberikan kepada peserta didik sebelum Hasil evaluasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Pelatihan Menulis Puisi Menggunakan Media Gambar pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 6 Bandar Lampung Tabel 1. Hasil Evaluasi Nama Peserta Pra Test Post Test P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 SIMPULAN Kegiatan pengabdian Masyarakat ini disambut dengan baik oleh para peserta didik. sebagai hasil dari kegiatan ini, para peserta didik memperoleh menulis puisi yang dapat mereka pembelajaran di kelas maupun pada saat kegiatan lainnya, diantaranya: Teori tentang cara menulis puisi menggunakan media gambar. Pengetahuan peserta didik tentang pentingnya menulis puisi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan penerapan materi yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta didik SMK Negeri 6 Bandar Lampung, khususnya dalam menulis puisi. DAFTAR PUSTAKA