Jurnal Agrotek UMMAT p-ISSN 2356-2234 | e-ISSN 2614-6541 | SINTA accredited Volume 11, issue 1, 2024 Analisis pertumbuhan dan titik layu bibit cabai (Capsicum annum L. ) menggunakan tiga jenis media tanam Analysis of growth and wilting point of chili (Capsicum annum L. ) seedlings using three types of planting media Ida Wahyuni1. Ahmad Fathoni1. Suhairin1. Suwati1. Adi Gunawan1. Ahmad Suriadi2 Basirun2 1Program Studi Teknik Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Mataram. Indonesia 2Program Studi Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Nahdlatul Warhan. Indonesia 3Program Studi Statistika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Hamzanwadi. Indonesia *corresponding author: ida. wahyuni@ummat. Received: 24th October, 2023 | accepted: 11st Januari, 2024 ABSTRAK Tanaman cabai rawit merupakan salah satu tanaman yang rentan terhadap kelebihan dan kekurangan air pada masa pertumbuhannya. Kekurangan air dapat menyebabkan bibit cabai tidak tumbuh dengan optimal, sehingga pembibitan tanaman cabai membutuhkan media yang ideal untuk mampu menyediakan air secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan lama waktu titik layu permanen pada pertumbuhan bibit tanaman cabai berdasarkan perbedaan media tanam berupa kompos magot, tanah mengandung pumice dan tanah sawah pada kondisi tanpa penyiraman. Perlakuan pada penelitian ini yaitu menggunakan tiga media tanam berbeda yaitu kompos, pumice, dan media tanah sawah. Pemberian air pada tanaman cabai dengan penyiraman 3 kali sehari dan tanpa penyiraman. Metode penelitian menggunkan metode eksperimental dengan pengamatan di dalam greenhouse dan perlakuan ada tiga yaitu menggunakan media kompos magot, pumice, dan media tanah. Parameter yang diamati antara lain pertumbuhan tinggi, jumlah daun, dan lebar daun tanaman serta lama waktu menuju titik layu permanen. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA dengan bantuan SPSS Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kompos memiliki pertumbuhan terbaik dengan tinggi 9 cm, jumlah daun 6 helai, dan lebar daun 2,9 cm, sedangkan lama titik layu permanen tiga media yang digunakan ditemukan pada media kompos yaitu mengalami titik layu permanen terlama pada usia 10 hari. Sehingga dapat How to cite: Wahyuni. Fathoni. Suhairin. Suwati. Gunawan. Suriadi. , & Basirun . Analisis pertumbuhan dan titik layu bibit cabai (Capsicum Anum L. ) menggunakan tiga jenis media Jurnal Agrotek Ummat, 11. , 71-79 Copyright A Wahyuni. Fathoni. Suhairin. Suwati. Gunawan. Suriadi & Basirun. disimpulkan bahwa media tanam terbaik ditemukan pada media kompos maggot dengan pertumbuhan tertinggi dan titik layu paling lama. Kata kunci: Media tanam. Pertumbuhan cabai, titik layu ABSTRACT Cayenne pepper plants are one of the plants that are susceptible to excess and lack of water during their growth period. Lack of water can cause chili seeds to not grow optimally, so chili plant nurseries need ideal media to be able to provide optimal water. This research aims to determine the growth and duration of the permanent wilting point in the growth of chili plant seeds based on differences in planting media in the form of magot compost, soil containing pumice and paddy soil under conditions without watering. The treatment in this research used three different planting media, namely compost, pumice, and paddy soil media. Providing water to chili plants by watering 3 times a day and without watering. The research method uses experimental methods with observations in the greenhouse and there are three treatments, namely using magot compost, pumice and soil media. The parameters observed included growth in height, number of leaves, and width of the plant leaves as well as the length of time to the permanent wilting point. The data from the research were analyzed using ANOVA with the help of SPSS. The results of the research showed that the compost media had the best growth with a height of 9 cm, the number of leaves was 6 pieces, and leaf width 2. 9 cm, while the permanent wilting point duration of the three media used was found in compost media, which experienced the longest permanent wilting point at the age of 10 days. So it can be concluded that the best planting medium is found in maggot compost media with the highest growth and longest wilting point. Keywords: growing media. Plant Growth, wilting point PENDAHULUAN Cabai masyarakat Indonesia. Cabai ini memiliki kekhasan memberikan rasa pedas pada makanan sehingga Beberapa peminat cabai dapat mengurangi selera makan jika rasa dan aroma yang kurang. Tidak hanya untuk kebutuhan makanan sehari hari cabai ini juga dapat dijadikan sebagai obat (Sari and Fantashe, 2. Tingginya permintaan cabai sangat Produktivitas beberapa faktor diantaranya jenis varietas, cuaca, kecukupan air, terlebih karena media tanam yang digunakan, (Nurhafsah et al. , 2. pada kajian yang dilakukan bahwa produksi cabai meningkat signifikan dengan perlakuan media tanam ditutup dengan mulsa plastik dengan penguapan, menekan pertumbuhan gulma sehingga media tanam tetap lembab serta pada saat pemberian nutrisi dapat diserap tanaman dengan baik karena tidak bersaing dengan tanaman pengganggu. Pertumbuhan bibit tanaman cabai dipengaruhi oleh sifat fisik tanah terutama pada bagian Copyright A Wahyuni. Fathoni. Suhairin. Suwati. Gunawan. Suriadi & Basirun. membutuhkan tanah atau media tanam yang gembur sehingga mampu menembus keberadaan air dan unsur hara (Widodo et al. , 2. Selain pertumbuhan fisiologi dan hasil panen juga dipengaruhi oleh media tanam (Patil et al. , 2. Media tanam sebagai tempat atau sarana pertumbuhan bibit cabai diantaranya mampu sebagi penopang mengikat air dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman memiliki aerasi dan drainase yang mendukung (Setiaji, 2. , serta mampu mempertahankan kelembaban area perakaran tanaman (Selvamurugan et al. , 2. Syarat yang memenuhi kategori optimal sebagai media tanam tentu tidak dimiliki semua kategori media tanam sehingga penting untuk mengkaji beberapa kebiasaan media tanam masyarakat petani gunakan. Untuk mendukung pertumbuhan bibit cabai secara optimal dengan pertumbuhan yang berkualitas, maka salah satu upaya yang dilakukan adalah mengkaji beberapa media tanam yaitu media tanam pumice, media tanam tanah, dan media tanam kompos. Hasil kajian ini dapat menunjang atau memberikan informasi media tanam terbaik dalam menunjang pertumbuhan bibit cabai hingga siap pindah tanam (Mamonto. Rombang and Lasut, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam pumice, tanah sawah, dan media tanaman kompos terhadap pertumbuhan bibit tanaman cabai dan mengetahui pengaruh media tanam tersebut terhadap titik layu. METODOLOGI Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilakukan dalam Green House Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram pada bulan Mei 2023. Penelitian ini dimulai dengan persiapan bibit yang ditanam dan media yang digunakan ada tiga yaitu media kompos, media pumice, dan media tanah. Subjek penelitian Subjek media tanam yang dikaji pada penelitian ini adalah . kompos magot dari unit BSF Lingsar. TPA Regional Provinsi NTB tanah mengandung pumice rata-rata 68,2% asal Desa Tanak Beak Kabupaten Lombok Tengah . Media tanah sawah dari Desa Kuranji Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat. Metode penelitian Alat yang digunakan dalam timbangan analitik, cangkul, palu, pisau, meteran, satu set ayakan, pressure plate, baskom dan plastik. Sedangkan bahan yang dibutuhkan terdiri atas media kompos magot, tanah mengandung pumice dan tanah sawah, bibit cabe serta air. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu: Copyright A Wahyuni. Fathoni. Suhairin. Suwati. Gunawan. Suriadi & Basirun. Media tanam diambil dari lapangan dengan kantong Selanjutnya dilakukan proses penjenuhan media. Proses penjenuhan media dilakukan dalam satu hari . dan ditiriskan selama 3 hari . masing-masing media tanam. Setiap perlakuan memiliki sejumlah 100 media tanam, sehingga total keseluruhan sampel penelitian adalah 300 media tanam bibit cabe. Variabel yang diamati adalah . inggi tanaman, jumlah daun, lebar Persentase dihitung setiap hari hingga usia bibit 30 hari setelah Variabel pertumbuhan diukur setiap Sedangkan titik layu diamati hingga tanaman tersebut mengalami titik layu atau Parameter penelitian Parameter yang dikaji pada penelitian ini ada dua yaitu pertumbuhan dan titik layu. Pertumbuhan dalam hal ini adalah tinggi, jumlah daun, dan lebar daun diukur setiap hari selama 30 hari . atu bula. Sedangkan titik layu diamati mengalami titik layu atau mati. Analisis data Hasil pengukuran selanjutnya dianalisa menggunakan ANOVA dengan bantuan SPSS untuk mengetahui pengaruh media terhadap pertumbuhan dan titik layu bibit cabai, dan jika ditemukan adanya parameter yang signifikan maka dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pertumbuhan bibit cabai Hasil uji statistika menunjukkan bahwa pertumbuhan pada tinggi dan jumlah daun tidak berbeda nyata hal ini terlihat dari nilai F hitung lebih kecil dari nilai F tabel. Sedangkan pada pertumbuhan lebar daun ditemukan adanya perbedaan yang nyata antar perlakuan jika dilhat dari nilai F hitung yaitu 5. 670>F tabel 3,14 (Tabel . Adanya signifikan pada parameter lebar dau dari penggunaan media terbaik dilakukan uji lanjut (Tabel . bahwa P1 tidak berbeda nyata dengan P3, namun berbeda nyata dengan P2 dalam hal ini dapat disimpulkan P2 yaitu media Copyright A Wahyuni. Fathoni. Suhairin. Suwati. Gunawan. Suriadi & Basirun. memberikan respon pertumbuhan terbaik dari media tanam lainnya sedangkan pada pertumbuhan memberikan respon yang sama pada semua perlakuan. Tabel 1. Analisis ANOVA pertumbuhan bibit tanaman cabai dengan media pumice, kompos, dan tanah Media Tinggi . Pumice Kompos Tanah 4,093a 4,367a 5,007a Jumlah . 3,52a 3,96a 3,30a Lebar . 0,981a 1,611b 1,263ab Tabel 2. Hasil Uji lanjut BNJ taraf nyata 5% pertumbuhan bibit tanaman cabai dengan media kompos, pumice, dan tanah Parameter Tinggi . Jumlah . Lebar Pertumbuhan Hitung 1,657 Tabel 3,114 Keterangan 1,848 3,114 5,670 3,114 Pertumbuhan merupakan salah satu respon Respon pertumbuhan dipengaruhi oleh kandungan hara maupun faktor lainnya pada media tanam yang Pertumbuhan baik itu tinggi, jumlah daun maupun lebar daun tertinggi temukan pada media kompos maggot yaitu dengan tinggi mencapai 9 cm, jumlah daun 6 helai, dan lebar daun 2,9 cm. Pertumbuhan dengan media tanam kompos magot pada penelitian ini memberikan pertumbuhan bibit cabai dengan optimal, hal ini tanam mengandung unsur hara yang tinggi untuk menunjang (Haridjaja et al. , 2. bahwa kemampuan media kompos organik menyebabkan residunya terurai secara sempurna dan memiliki kandungan hara tinggi menyimpan air yang tinggi. Copyright A Wahyuni. Fathoni. Suhairin. Suwati. Gunawan. Suriadi & Basirun. Kandungan hara yang tidak dimiliki media tanam dapat ditambahkan baik itu dengan cara mencampur media tanam sebelum proses penanaman dengan komposisi tertentu, hal ini jika tidak diperhatikan tentu juga dapat menekan pertumbuhan (Istiqomah, 2. Kandungan air yang tinggi pada kompos magot sesuai hasil penelitian (Fathoni and Wahyuni, 2. magot memiliki kapasitas air yang besar. Tingkat kesuburan yang tinggi pada kompos magot menurut (Dewi. Danial and Prameswari, tanaman menjadi lebih cepat dan optimal. Sedangkan tanah mengandung pumice dengan pertumbuhan yang lebih rendah dari pertumbuhan bibit cabe pada media kompos magot. Hal mengandung pumice masih mengandung simpanan air yang cukup untuk pertumbuhan bibit, namun memiliki kandungan hara yang rendah (Gaus et al. , 2. Simpanan air yang tinggi pada tanah mengandung pumice menurut (Ridha and Darminto, pertumbuhan bibit cabai kurang optimal, begitu juga dengan tanah sawah mineral dengan pertumbuhan terendah tinggi hanya 5,5 cm, daun berjumlah 4 helai, dan lebar daunnya 1,9 cm (Gambar . Hal ini terjadi karena tanah sawah memiliki kapasitas pemadatan oleh pengolahan kandungan hara yang rendah akibat intensifikasi pertanian dengan budidaya tanaman yang dilakukan terus menerus selama 3 kali musim tanam sepanjang tahun. Copyright A Wahyuni. Fathoni. Suhairin. Suwati. Gunawan. Suriadi & Basirun. Tinggi bibit cabai . 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 Media Pumice Media Tanah Hari ke- Media Kompos . Jumlah daun . 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 Hari ke- Media Pumice Media Kompos Media Tanah . Lebar daun . 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 Media Pumice Media Tanah Hari ke- Media Kompos . Gambar 1. Pertumbuhan bibit tanaman cabai dengan media pumice, kompos, dan tanah . tinggi, . jumlah daun. lebar daun Copyright A Wahyuni. Fathoni. Suhairin. Suwati. Gunawan. Suriadi & Basirun. Titik layu bibit tanaman cabai Hasil bahwa lama titik layu permanen tpaling lama ditemukan pada media kompos magot yaitu 11 hari setelah tanam (HST), sedangkan pumice 10 hari setelah tanam dan tercepat dengan media tanah sawah mineral mampu bertahan dalam 9 hari setelah tanam (Gambar . (Hakim, 2. titik layu disebabkan akar tanaman tidak memiliki asupan air disebabkan habis terserap dan terjadinya Artinya media tanam berbeda bahwa pemberian air diberikan tidak melebihi masa titik layu sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal (Haridjaja et al. , 2. Berdasarkan jumlah pori, tanah mengandung pumice menurut (Fathoni and Wahyuni, 2. , memiliki jumlah pori terbesar, diikuti kompos magot dan tanah sawah mineral. Namun ternyata titik layu terlama adalah pada media kompos magot. Hal ini terjadi karena air pada tanah mengandung pumice berada pada pori makro dan mikro. Air pada pori mikro pumice umumnya sangat sulit diserap akar tanaman. Sedangkan air pada kompos magot umumnya berada pada kompos magot. Keberadaan air tersebut terikat kuat oleh humus namun masih dapat diambil oleh akar tanaman karena berada bukan di dalam pori (Ridha and Darminto, 2. Berikutnya pada media tanah sawah memiliki total pori yang rendah hanya 12,66 %. Hal ini menyebabkan jumlah air yang tersedia menjadi terbatas bagi Akar berkembang karena tanah sawah mineral sangat padat dan keras disebabkan rendahnya unsur Akibat rendahnya unsur hara pertumbuhan akar tentu pertumbuhan tanaman kuang optimal jika tidak dilakukan pemupukan baik itu dengan pupuk kimia maupun pupuk hayati (Habib. Sukamto and Maharani, 2. Pada kajian yang juga dilakukan (Widodo et , 2. bahwa tanah dengan kualitas fisik yang kurang bagus menembus tanah yang keras dan padat sehingga pertumbuhan Copyright A Wahyuni. Fathoni. Suhairin. Suwati. Gunawan. Suriadi & Basirun. Titik Layu bibit cabai Media Pumice Media Kompos Media Tanah Gambar 2. Titik layu pertumbuhan bibit cabai dengan media tanam pumice, kompos, dan tanah SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pertumbuhan bibit cabai tanam kompos lebih tinggi dari media tanam lainnya yaitu pumice dan tanah sawah dengan tinggi 2,9 cm, jumlah daun 6 helai, dan lebar daun 2,9 cm, selain pertumbuhan yang baik media kompos juga memiliki titik layu lebih lama dari media tanam lainnya yaitu mampu bertahan sampai 11 hari tanpa dilakukan penyiraman. DAFTAR PUSTAKA