Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu https://siducat. org/index. php/dawuh ISSN-ONLINE: 2722-7898 DAWUH: Vol. No. November 2023. Hal 108-113 This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International DAWUH DaAowah & Education Journal Peran Bimbingan dan Konseling Islam dalam Meningkatkan Moral Remaja Suci Salsabila1. Viola Junia Vitaloka2 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu12 sucilubuklinggau100@gmail. com1, violjuniavitaloka@gmail. Abstract The aim of this research is to shape and improve the morals of teenagers through Islamic-based counseling. This research was conducted in the city of Bengkulu, because in the city of Bengkulu the morals of teenagers are still very worrying. Data collection techniques use qualitative research carried out through observation, interviews and field research. This research also uses informant identification which will be carried out using a purposive sampling technique, namely identifying informants based on certain criteria. Keywords: Islamic Guidance and Counseling. Moral. Teenager. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk membentuk dan meningkatkan moral remaja melalui bimbingan konseling berbasis Penelitian ini dilakukan di kota Bengkulu, karena dikota Bengkulu moral anak remaja masih sangat memprihatikan. Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penelitian lapangan. Penelitian ini juga menggunakan identifikasi informan yang akan dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu identifikasi informan berdasarkan kriteria tertentu. Kata Kunci: Bimbingan dan Konseling Islam. Moral. Remaja. PENDAHULUAN Dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern, kehadiran bimbingan konseling Islam menjadi perspektif baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Fakultas Dakwah. Ilmu Komunikasi dan Ilmu Pengetahuan Umum, konsultasi di lembaga pendidikan dan di masyarakat. (A. Said Hasan Basri. Zaen Musyrifin 2. Konsep bimbingan dan nasehat Islam tidak dapat dipisahkan dari fitrah manusia dalam pengertian Islam. Pada dasarnya manusia adalah ciptaan Allah dan telah ada di dunia sebagai Khalifah Allah. (Khairuddin 2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, moralitas adalah budi pekerti, budi pekerti atau etika yang baik yang kemudian dikembangkan maknanya, khususnya kebiasaan berperilaku baik yang diterima masyarakat. (Ardiyansyah et al. Perkembangan moral adalah perubahan perilaku yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan berkaitan dengan tata cara, adat istiadat, dan praktik yang berlaku di lingkungan. Stereotip orang tua sangat erat kaitannya dengan akhlak anak, karena pola asuh orang tua merupakan interaksi antara ayah dan ibu dari anak, yang mana tujuan orang tua adalah membentuk perilaku, pengetahuan, dan nilai-nilai moral yang dianggap baik oleh orang (Bahran Taib. Dewi Mufidatul Ummah 2. Pembentukan akhlak yang baik perlu dilakukan sedini mungkin dan dengan baik, karena berdampak pada kehidupan anak di masa depan. (Tsali Tsatul Mukarromah. Ruli Hafidah 2. Pendidikan moral dan pendidikan karakter saat ini menjadi topik yang hangat diperbincangkan dalam semua kegiatan pendidikan. Pentingnya pembahasan pendidikan moral DAWUH: Vol. No. November 2023. Hal 108-113 | 109 dan karakter merupakan respon terhadap banyaknya perilaku asusila dalam lingkungan pendidikan dan masyarakat secara luas. Para ahli pendidikan saat ini menyadari bahwa moralitas semakin terpuruk, sehingga pembahasan tentang pendidikan moral dan karakter menjadi isu yang mendesak dan harus terus diteliti. (Faiz and Purwati 2. Generasi muda adalah generasi penerus keluarga, agama dan negara. Generasi muda harus dibina dan dibimbing dengan memberikan pendidikan, baik berupa pendidikan sekuler maupun (Stefanus M. Marbun 2. Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak menuju kehidupan dewasa. Tidak hanya secara fisik, remaja juga akan mengalami perubahan psikologis. Secara fisik kita dapat mengatakan bahwa kita AudewasaAy, tetapi jika kita diperlakukan seperti orang dewasa, remaja tidak menunjukkan kedewasaan. Remaja cenderung ingin mencoba hal baru dan tidak mau dibatasi (Rahayu Putri Prasanti 2. Masa remaja merupakan masa persiapan untuk menjadi orang dewasa yang sehat dan Pendidikan Islam penting untuk membimbing dan mengarahkan generasi muda. Karena pada masa remaja ini, seseorang akan mengalami gejolak dan ketidakstabilan emosi, cemas mencari kendali dalam hidup, dan keimanan remaja terhadap Tuhan dan agama juga akan terguncang ketika ada perbedaan antara nilai-nilai yang dipelajarinya dengan perilaku manusia. Oleh karena itu tanggung jawab pendidikan terletak pada orang tua, guru dan masyarakat dalam mencapai tujuan pendidikan Islam. (Agus 2. Remaja pada umumnya suka mencoba hal-hal baru dan banyak remaja yang tidak memikirkan resiko yang akan diambil jika melakukan aktivitas baru dalam kehidupannya. Memang jika generasi muda melakukan kegiatan baru yang positif maka akan berdampak baik bagi mereka, misalnya kegiatan gotong royong, pelatihan kewirausahaan atau kegiatan keagamaan di lingkungan Ternyata acara seperti ini membawa manfaat yang besar, selain mampu memotivasi orang untuk sukses juga menjadi kesempatan untuk realisasi diri. (Sigit Hardiyanto 2. METODE PENELITIAN Metodologi penelitian yang digunakan untuk membuat ulasan ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif dapat dipahami sebagai penyelidikan yang digunakan untuk meneliti subjek peneliti sebagai alat utama, sebagai teknik pengumpulan data gabungan, analisis data sebagai hasil penelitian induktif dan kualitatif lebih penting daripada generalisasi. (Sugiyono, 2007:. Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penelitian lapangan. Penelitian ini juga menggunakan identifikasi informan yang akan dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu identifikasi informan berdasarkan kriteria tertentu sebagai berikut: . Remaja umur 14-18. Guru Bimbangan Konseling. Bersedia Menjadi Informan. Dengan demikian, dalam penelitian ini menggunakan 8 informan yang terdiri dari 5 anak Remaja dan 2 Guru Bimbingan Konselingan. Yang dilakukan secara Observasi. Wawancara, dan Dokumentasi hasil penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Bimbingan dan konseling Islam adalah proses memberikan bantuan secara berkesinambungan dan sistematis kepada individu sehingga dia bisa mengenali potensi dan fitrah beragama yang diyakininya dengan menginternalisasikan nilai- nilai Al-Qur'an dan Hadits sehingga klien bisa hidup sesuai dengan kedua pedoman tersebut. (Ermalianti and Ramadan 2. Bimbingan konseling merupakan bagian yang sangat penting dari pendidikan di indonesia dalam upaya membantu siswa agar mencapai perkembangan yang optimal sesuai dengan potensinya. (Dini 2. bimbingan dan konseling islami bertujuan agar terwujudnya keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat, dengan berlandaskan al-Qur'an dan al-Hadits. Tujuan akhir dari bimbingan dan konseling islami adalah untuk menjadikan individu menjadi manusia yang utuh dengan This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International 110 | Suci Salsabila1. Viola Junia Vitaloka2 meningkatkan iman, islam, dan ihsannya sehingga bisa bahagia dunia maupun akhirat (Fatimatuzzahroh 2. Konsep bimbingan konseling Islami tidak dapat dilepaskan dengan hakekat manusia menurut Islam. Pada dasarnya manusia adalah makhluk Allah, keberadaannya di dunia sebagai kholifah Allah. Implikasi dari perbuatannya semua diketahui Allah dan terjadi atas kodrat dan iradat Allah (Khairuddin 2. Moral menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah: . Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. kondisi mental yang membuat orang berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, dan sebagainya. isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan. ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita. Moral memiliki makna sebagai berikut: . moral merupakan ajaran kesusilaan yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan tuntunan untuk melakukan perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan buruk yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku di masyarakat. moral merupakan aturan yaitu ketentuan yang digunakan oleh masyarakat untuk dapat menilai perbuatan seseorang apakah termasuk kategori perbuatan baik atau perbuatan buruk. moral merupakan gejala kejiwaan yang timbul dalam bentuk perbuatan seperti jujur, sabar, berani, dan lainlain sebagainya. (Abidin 2. Moral berasal dari Bahasa Latin yaitu Moralitas adalah istilah manusia menyebut kemanusia atau orang lainnyadalam tindakan yang mempunya nilai positif. Manusia yang tidak. memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. (Kurniawan et al. Pendidikan moral mengandung beberapa komponen tentang moralitas, penalaran moral, perasaan kasihan dan mementingkan kepentingan orang lain dan tendensi moral. Pendidikan moral dapat mengubah pola perilaku mahasiswa. Pendidikan moral juga dilatarbelakangi oleh lingkungan dan kebudayaan, serta iklim yang berkarakter akan menumbuhkan kesadaran moral yang baik. Kebiasaan saling menghormati, menyapa saat bertemu bahkan berjabat tangan dengan teman atau dosen perlu dijadikan sebagai kebiasaan. Selain itu fokus berdoa sebelum dan setelah perkuliahan, terciptanya iklim pembelajaran yang kondusif juga menjadi kebiasaan baik yang perlu (Nurpratiwi 2. Pembentukan moral yang baik perlu dilakukan sedini mungkin dengan cara yang tepat karena berpengaruh pada kehidupan anak selanjutnya. pola asuh merupakan strategi orang tua terhadap anak yang terkait dengan sosialisasi, merawat, mendidik, membimbing, melindungi, pendisiplinan anak sebagai proses anak untuk belajar dalam bertingkah laku agar dapat diterima lingkungan Pengetahuan akan kultur pengasuhan yang tepat terhadap anak diperlukan agar orang tua dapat mempertimbangkan hal-hal yang terkait dengan mendidik anak agar perkembangan moral pada anak dapat berkembang dengan semestinya dan tentunya anak memiliki moral yang dapat diterima lingkungan sosialnya. (Tsali Tsatul Mukarromah. Ruli Hafidah 2. Penanaman moral pada siswa bertujuan agar siswa memiliki karakter yang baik, karena karakter merupakan aspek yang penting bagi peradaban. bangsa seperti yang diungkapkan Erikson bahwa pendidikan moral dan karakter sangat berkaitan dengan kualitas suatu bangsa. karakter aspek yang penting dari kualitas SDM karena kualitas karakter suatu bangsa menentukan. kemajuan bangsa tersebut. Dengan demikian, sangat penting menanamkan nilai moral saat ini jika bangsa Indonesia ingin terus mempertahankan eksistensinya dan identitas bangsanya Salah satu yang diyakini dapat menanamkan nilai moral adalah dunia pendidikan. (Faiz and Purwati 2. Masa remaja merupakan masa perkembangan yang akan dilewati oleh individu. (Putri and Adawiyah 2. Masa remaja dikenal sebagai masa yang penuh kesukaran. Bukan saja kesukaran bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga bagi orang tuanya, masyarakat dan bahkan sering kali bagi polisi. Hal ini disebabkan masa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak- kanak dan masa dewasa. para orang tua. Oleh karena itu, masa remaja dikenal juga sebagai masa negativistik Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu DAWUH: Vol. No. November 2023. Hal 108-113 | 111 yang ketiga (Sigit Hardiyanto 2. Periode remaja sebagai masa peralihan usia anak hingga dewasa (Fatkhiyah et al. Menurut WHO, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun. menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahaun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun dan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah 2 Masa remaja adalah masa peralihan atau masa transisi dari anak menuju masa dewasa. Pada masa ini begitu pesat mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik itu fisik maupun mental. Sehingga dapat dikelompokkan remaja dalam tahapan 3: Pra Remaja . atau 12-13 atau 14 tahu. Pra remaja ini mempunyai masa yang sangat pendek, kurang lebih hanya satu tahun. laki-laki usia 12 atau 13 tahun 13 atau 14 tahun. Dikatakan juga fase ini adalah fase negatif, karena terlihat tingkah laku yang cenderung negatif. Fase yang sukar untuk hubungan komunikasi antara anak dengan orang tua. Perkembangan fungsi-fungsi tubuh juga terganggu karena mengalami perubahan-perubahan termasuk perubahan hormonal yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang tak terduga. Remaja menunjukkan peningkatan reflektivenes tentang diri mereka yang berubah dan meningkat berkenaan dengan apa yang orang pikirkan tentang mereka. Seperti pertanyaan: Apa yang mereka pikirkan tentang aku? Mengapa mereka menatapku? Bagaimana tampilan rambut aku? Apakah aku salah satu anak "keren"? dan lain lain. Remaja Awal . atau 14 tahun 17 tahu. Pada fase ini perubahan-perubahan terjadi sangat pesat dan mencapai puncaknya. Ketidakseimbangan emosional dan ketidakstabilan dalam banyak hal terdapat pada usia ini. mencari identitas diri karena masa ini. statusnya tidak jelas. Pola-pola hubungan sosial mulai Menyerupai orang dewasa muda, remaja sering merasa berhak untuk membuat keputusan sendiri. Pada masa perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol, pemikiran semakin logis, abstrak dan idealistis dan semakin banyak waktu diluangkan diluar keluarga 24 Remaja Lanjut . -20 atau 21 tahu. Dirinya ingin menjadi pusat perhatian. ia ingin menonjolkan dirinya. caranya lain dengan remaja awal. Ia idealis, mempunyai cita-cita tinggi. bersemangat dan mempunyai energi yang Ia berusaha memantapkan identitas diri, dan ingin mencapai ketidak tergantungan (Diananda 2. Remaja ditandai dengan herbagai karakteristik diantaranya secara psikologis ditandai dengan rasa dan perasaan, emosi yang labil dan terkadang tidak menentu. Masa ini memerlukan pendampingan dari orang tua dan ingkungan sekolah serta masyarakat. karena dikhawatirkan remaja akan terjerumus dalam perbuatan yang tidak baik. (Listari 2. Masa remaja merupakan masa dimana remaja sering menghadapi godaan atau pengaruh yang tidak baik dari lingkungannya terutama dari teman sepermainan. Intensitas pertemuan dan interaksi yang sering dengan. teman sepermainan dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku KESIMPULAN Bimbingan dan konseling Islam adalah proses memberikan bantuan secara berkesinambungan dan sistematis kepada individu sehingga dia bisa mengenali potensi dan fitrah beragama yang diyakininya dengan menginternalisasikan nilai- nilai Al-Qur'an dan Hadits sehingga klien bisa hidup sesuai dengan kedua pedoman tersebut. (Ermalianti and Ramadan 2. Pendidikan moral mengandung beberapa komponen tentang moralitas, penalaran moral, perasaan kasihan dan mementingkan kepentingan orang lain dan tendensi moral (Zuchdi, 2. This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International 112 | Suci Salsabila1. Viola Junia Vitaloka2 Masa remaja dikenal sebagai masa yang penuh kesukaran. Bukan saja kesukaran bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga bagi orang tuanya, masyarakat dan bahkan sering kali bagi polisi. Hal ini disebabkan masa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak- kanak dan masa para orang tua. Oleh karena itu, masa remaja dikenal juga sebagai masa negativistik yang ketiga (Sigit Hardiyanto 2. DAFTAR PUSTAKA