PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 7 No. Februari 2025 ISSN . ISSN . PENERAPAN METODE TOKEN EKONOMI DALAM MENINGKATKAN FOKUS BELAJAR SISWA KELAS A TK CEMPAKA THE APPLICATION OF THE TOKEN ECONOMY METHOD IN IMPROVING THE LEARNING FOCUS OF CLASS A TK CEMPAKA STUDENTS Salmatus Zahroh. Gusti Futi`ha Rahmawati. Muhammad Jamaludin Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang zahrohsalmatus@gmail. rahma07@gmail. jamaluddin@psi. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan metode Token ekonomi dalam meningkatkan fokus belajar siswa kelas A TK Cempaka. Penelitian ini melibatkan 20 siswa sebagai subjek dan dirancang untuk mempertahankan konsentrasi siswa selama kegiatan pembelajaran dengan tujuan meningkatkan motivasi intrinsik Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah daftar periksa pengamatan atau Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat fokus siswa sebelum diberikan perlakuan adalah sebesar 4,93 dan meningkat menjadi 6,05 sesudah diberi perlakuan. Hasil ini menunjukkan efektivitas metode token ekonomi secara signifikan meningkatkan fokus belajar siswa kelas A di TK Cempaka. Pemberian reward kepada siswa setelah berhasil menjawab pertanyaan dan proses mengumpulkan poin, metode ini berhasil meningkatkan fokus belajar siswa. Implikasi penelitian berupa potensi penerapan metode token ekonomi untuk jenjang pendidikan lainnya, khususnya dalam meningkatkan fokus dan motivasi belajar siswa. Kata Kunci: eksperimen, fokus belajar, siswa TK, token ekonomi ABSTRACT This study seeks to assess the efficacy of the Token Economy technique in enhancing the learning concentration of Class A student at Cempaka Kindergarten. This study includes 20 students as participants and aims to sustain student focus during learning activities to enhance intrinsic motivation. The employed data gathering method was an observation The research findings indicate that the mean level of student concentration prior to the intervention was 4. 93%, which increased to 6. 05% subsequent to the intervention. The findings demonstrate that the token economy method markedly enhanced the learning focus of Class A students at Cempaka Kindergarten. The implementation of rewards for students upon answering the right questions and the accumulation of points has effectively enhanced students' learning focus. The research findings suggest the possible use of the token economy method across many educational levels, particularly in improving students' focus and motivate to learn. Keywords: kindergarten student, learning focus, token economy http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 7 No. Februari 2025 ISSN . ISSN . PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang ditujukan untuk anak-anak prasekolah dengan tujuan membantu mereka mencapai potensi penuh mereka sesegera mungkin untuk memungkinkan perkembangan anak yang normal. Dengan menekankan pada gagasan bermain yang menyenangkan dan bermakna, pendidikan anak usia dini haruslah menarik (Lestariningrum, 2. Untuk mendorong anak-anak berpartisipasi dalam proses pembelajaran dan untuk memastikan bahwa mereka memahami tujuan dari kegiatan yang harus diselesaikan, guru harus menyediakan media dan objek yang menarik (Madiarti 2. Suyanto . menyatakan bahwa pembelajaran pada anak usia dini didasarkan pada konsep bermain, bernyanyi, dan belajar. Musyadad . menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini dilaksanakan dengan cara yang mendorong kebebasan anak untuk memilih, bahagia, dan beraktivitas. Anak-anak memperoleh pengetahuan melalui interaksi dengan orang, alat, dan benda-benda bermain. Anak-anak belajar dengan cara bersenang-senang sambil bermain. Menurut Teori dari Gardner, ketika anak-anak terlibat dalam kegiatan belajar yang menarik bagi semua indera mereka, hasil belajar mereka akan meningkat. Salah satu sumber daya utama yang dapat membantu seorang siswa memahami materi yang disajikan di sekolah adalah fokus belajar. Menurut teori perkembangan kognitif Piaget, anak-anak dapat memperdalam pemahaman mereka melalui interaksi langsung dengan lingkungan belajar yang mendukung fokus dan perhatian. Untuk meningkatkan kemampuannya untuk fokus di kelas, seorang siswa harus dapat melatih perhatiannya pada materi yang relevan dengan bantuan dari lingkungan yang terstruktur dan menarik. Selain itu, fokus pikiran harus lebih banyak pada materi yang diberikan oleh guru sehingga siswa dapat menyerap pengetahuan dengan lebih baik, sementara gangguan dari topik yang tidak terkait diminimalkan. Konsentrasi belajar merupakan kapasitas untuk fokus pada materi pembelajaran. Fokus ini tidak hanya pada konten dari materi tersebut tetapi juga pada proses mendapatkan pengetahuan dari materi itu sendiri (Dimyati & Mudjiono, 2. Adapun definisi lain menurut Sumarno . , fokus belajar adalah kemampuan siswa untuk menumpuk perhatian pada proses pembelajaran dan mengerti isi materi yang http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 7 No. Februari 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 disampaikan sehingga menjadi aspek penting dari perilaku belajar. Hal ini melibatkan keterlibatan aktif dalam setiap tahapan kegiatan belajar, yang memungkinkan siswa untuk menyerap dan memproses informasi yang diberikan oleh pendidik. Anak-anak pada tingkat taman kanak-kanak, khususnya usia 4-6 tahun, berada dalam tahap perkembangan di mana kemampuan perhatian mereka masih berkembang. Menurut teori perkembangan kognitif Piaget, anak usia dini berada pada tahap praoperasional, di mana mereka memiliki rentang perhatian yang relatif singkat dan cenderung mudah terdistraksi oleh lingkungan sekitar. Selain itu. Vygotsky melalui teori zone of proximal development (ZPD) menyatakan bahwa dukungan dan panduan dari orang dewasa sangat penting dalam membantu anak mempertahankan fokus belajar. Fokus yang rendah pada anak usia dini dapat menghambat mereka dalam memahami materi, berinteraksi dengan teman sebaya, dan mengikuti instruksi guru secara optimal. Menurut Vygotsky, dengan bantuan penguatan dan bimbingan yang tepat, anak-anak dapat mengembangkan perhatian yang lebih baik dan meningkatkan kemampuan mereka dalam belajar. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya strategi pengajaran yang didesain untuk mengoptimalkan fokus dan perhatian anak dalam lingkungan belajar formal, terutama di usia taman kanak-kanak. Anak-anak pada tingkat taman kanak-kanak atau rentang usia 4Ae6 tahun memiliki tingkat perhatian yang masih berkembang dan sering kali mengalami kesulitan untuk mempertahankan fokus mereka dalam aktivitas belajar di sekolah formal. Anak usia dini sering menghadapi tantangan dalam meningkatkan perhatian dan fokus mereka, terutama dalam aktivitas pembelajaran. Menurut Piaget, anak-anak pada tahap ini berada dalam tahap praoperasional saat proses belajar melalui pengalaman konkret dan pemanfaatan interaksi dengan lingkungan sebagai cara untuk memahami dunia di sekitar Teori pendukung lain seperti Montessori juga menekankan bahwa anak-anak usia dini belajar lebih efektif melalui pendekatan berbasis pengalaman yang melibatkan aktivitas multisensori untuk meningkatkan fokus dan pemahaman mereka. Fokus yang rendah pada usia anak-anak dapat menghambat kemampuan mereka dalam memahami materi pembelajaran, berinteraksi dengan teman sebaya, dan mengikuti instruksi guru dengan baik. http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 7 No. Februari 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Pada rentang usia tersebut, anak-anak sering kali penasaran dan mudah teralihkan, baik oleh teman-teman sebayanya maupun lingkungan sekitarnya. Banyak upaya yang telah dirancang untuk meningkatkan fokus mereka pada pembelajaran. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah penerapan metode token ekonomi yang dirancang untuk memperkuat perilaku positif dengan memberikan penghargaan sebagai Token ekonomi merupakan metode modifikasi perilaku yang bertujuan untuk memperkuat perilaku positif dan mengurangi perilaku negatif melalui pemberian token. Setiap kali individu menunjukkan perilaku yang diinginkan, mereka akan langsung mendapatkan token. Token tersebut kemudian dapat dikumpulkan dan ditukar dengan berbagai jenis hadiah setelah mencapai jumlah tertentu dalam periode yang telah Menurut Miltenberger dalam (Fahrudin, 2. tujuan utama dari token adalah untuk meningkatkan perilaku yang disukai atau perilaku baik dan mengurangi perilaku yang tidak disukai atau buruk. Meskipun metode token ekonomi telah mendapat perhatian yang cukup besar terkait dengan perkembangan perilaku positif dan motivasi belajar siswa di berbagai jenjang pendidikan, namun masih sangat sedikit penelitian yang berfokus pada anak usia dini di Indonesia. Penelitian yang ada lebih sering berfokus pada siswa di tingkat sekolah dasar atau lebih tinggi. Hal ini bisa disebabkan karena tahap perkembangan siswa sekolah dasar dianggap lebih stabil dalam mengikuti metode token ekonomi dibandingkan dengan anak usia taman kanak-kanak yang berada pada tahap perkembangan awal. Selain itu, siswa SD dirasa membutukan strategi untuk fokus pada pengembangan perilaku positif dan motivasi belajar lebih sebagai upaya membentuk modal akademis siswa di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kesenjangan ilmiah diatas dengan menerapkan metode token ekonomi pada anak usia taman kanak-kanak dikaitkan dengan pengaruhnya pada fokus belajar siswa TK. Penelitian ini akan memberikan wawasan perihal penerapan metode ini dalam konteks lokal, mengevaluasi dampak jangka panjangnya, dan mengkaji peran guru dalam penerapannya. Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan panduan terhadap rancangan praktis bagi para pendidik mengenai salah satu metode pengajaran efektif yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan anak usia dini. http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 7 No. Februari 2025 ISSN . ISSN . METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Taman Kanak-kanak Cempaka yang berlokasi di salah satu kecamatan di Kota Malang. Partisipan penelitian terdiri dari siswa-siswi TK Cempaka berjumlah 9 orang yang berusia kurang lebih 4-6 tahun. Sebelum pelaksanaan penelitian, izin resmi dari orang tua siswa diperoleh melalui pemberian formulir persetujuan . nformed consen. yang menjelaskan tujuan, prosedur, manfaat, serta potensi risiko penelitian. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen yaitu analisis perbedaan dengan membandingkan efek perlakuan yang berbeda dalam kondisi yang serupa dengan memperhatikan perbedaan variabel independen. Pendekatan eksperimental digunakan untuk mengevaluasi dampak intervensi spesifik pada variabel terpilih di bawah kondisi yang dikontrol secara ketat. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan jenis One Group Pretest-Posttest Design. Pada desain eksperimen ini kelompok yang sama diuji sebelum intervensi . dan sesudah intervensi . untuk mengukur perbedaan akibat perlakuan yang Rancangan praeksperimen adalah eksperimen yang tidak melibatkan randomisasi dan tidak memiliki kelompok kontrol. Seluruh partisipan yang terlibat dalam penelitian ini akan mendapatkan perlakuan token ekonomi. Metode token ekonomi merupakan suatu bentuk penguatan positif yang dirancang untuk memperkuat perilaku yang diinginkan melalui pemberian imbalan yang dapat ditukarkan dengan hadiah yang lebih besar. Dalam konteks penelitian ini, token diberikan kepada siswa setelah mereka berhasil menjawab pertanyaan atau menyelesaikan tugas dengan baik. Token tersebut kemudian dapat ditukarkan dengan hadiah kecil yang disukai siswa seperti stiker atau mainan kecil. Pendekatan ini berhasil membuat siswa lebih termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dan mempertahankan fokus belajar lebih lama. Peneliti akan memeriksa perbedaan perilaku sebelum dan sesudah perlakuan dengan cara menganalisis data dari observasi dalam bentuk checklist yang digunakan sebagai alat ukur. Tahapan eksperimen yang dilakukan dijelaskan pada tabel 1. http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 7 No. Februari 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Tabel 1. Tahapan Eksperimen Metode Token Ekonomi Langkah Menyepakati Perilaku Menyiapkan Token Memberikan Reward Memberikan Sanksi Deskripsi Kegiatan Guru dan siswa menyepakati perilaku belajar yang diharapkan, seperti mengikuti instruksi, menyelesaikan tugas, dan memperhatikan guru. Guru menyediakan hadiah stiker bergambar bintang sebagai alat tukar token. A Jika siswa mengikuti instruksi, menyelesaikan tugas, dan memperhatikan guru, maka stiker akan ditempelkan pada papan mading. A Pemberian token dilakukan setelah aktivitas selesai. A Jika siswa tidak memperhatikan guru, bermain sendiri, atau tidak menyelesaikan tugas, siswa tidak mendapatkan stiker. A Jika siswa melanggar, bintang yang telah diperoleh sebelumnya dapat diambil sebagai bentuk denda. Penelitian ini menggunakan checklist observasi yang secara khusus dirancang untuk mencatat perilaku anak selama penelitian berlangsung. Analisis checklist dilakukan dengan menjelaskan setiap item pengamatan yang meliputi fokus perhatian anak, tingkat keterlibatan dalam proses pembelajaran, dan respon terhadap media pembelajaran. Data yang diperoleh dari checklist akan diolah dengan metode analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan pola perubahan perilaku anak secara sistematis. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan pola perilaku anak sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang diperoleh dari checklist akan dihitung frekuensi dan prosentase lalu dibandingkan untuk melihat perubahan yang terjadi. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat mengevaluasi efektivitas teknik token ekonomi terhadap fokus belajar anak selama proses pembelajaran. HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 6 Ae 23 Mei 2024, dengan jumlah 17 siswa kelas A dan 1 guru kelas. Dari jumlah tersebut, hanya 9 siswa yang dipilih sebagai sampel penelitian berdasarkan beberapa kriteria seperti keaktifan dalam kelas, tingkat kehadiran yang tinggi dan kemampuan mengikuti instruksi guru. Siswa yang terpilih dianggap mewakili populasi kelas sebagai bentuk respon terhadap metode token http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 7 No. Februari 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Penelitian ini menggunakan analisis statistik parametrik dengan uji pairedsample t-test yang bertujuan untuk mengukur apakah terdapat perbedaan signifikan dalam nilai rata-rata antara pretest dan posttest dari responden penelitian yang terlibat. Hasil uji paired-sample t-test dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Hasil Uji Paired-sample t-test Sebelum diberikan perlakuan Sesudah diberikan perlakuan Paired Samples Statistics Mean Std. Deviation Std. Error Mean Hasil diatas menunjukan hasil rata-rata fokus siswa sebelum diberikan perlakuan adalah sebesar 4,93. Sesudah diberikan perlakukan rata-rata fokus adalah sebesar 6,05 dengan selisih skor 1,1 yang berarti ada perbedaan. Hipotesis yang diajukan oleh peneliti yaitu metode token ekonomi memiliki efek yang baik dalam meningkatkan fokus belajar siswa dinyatakan terbukti. Hasil uji korelasi diperoleh nilai p value < 0,05, sehingga data dinyatakan memiliki korelasi yang signifikan. Hasil uji korelasi dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Uji Korelasi Fokus Belajar Siswa Nilai mean menunjukkan selisih sebelum dan sesudah diberi perlakuan menunjukkan selisih sebesar 1. 1, untuk menunjukkan bahwa selisih 1. 1 tersebut memiliki arti yang signifikan, pada kolom t terdapat angka sebesar 9. <0. Hasil ini menunjukan kesimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah diberi perlakuan selama perlakuan dengan metode token ekonomi, sehingga metode ini dinyatakan efektif. Studi ini menggunakan metode token ekonomi dengan pemberian simbol-simbol sementara, seperti kartu bintang, koin plastik, atau stiker, yang dapat dikumpulkan oleh siswa berdasarkan perilaku positif mereka. Simbol-simbol tersebut kemudian dapat http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 7 No. Februari 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 ditukar dengan berbagai hadiah atau insentif yang telah disediakan, seperti alat tulis, waktu bermain tambahan, atau hadiah kecil lainnya yang sesuai dengan preferensi siswa. Pelaksanaan di lapangan dilakukan dengan cara mengintegrasikan sistem token ekonomi ke dalam kegiatan pembelajaran. Guru terlebih dahulu menjelaskan kepada siswa tentang perilaku yang dinilai, seperti mendengarkan dengan baik, menyelesaikan tugas tepat waktu, atau bekerja sama dalam kelompok. Setiap perilaku positif diberi token sebagai penghargaan. Token-token ini dikumpulkan siswa hingga mencapai jumlah tertentu, yang kemudian dapat ditukar dengan hadiah yang telah disepakati bersama. Penelitian ini menggunakan modul pelaksanaan berupa panduan yang mencakup kriteria perilaku yang dinilai, bentuk token yang digunakan, jenis hadiah yang disediakan, serta aturan penukaran token. Modul ini dirancang untuk memastikan pelaksanaan yang konsisten dan sesuai tujuan penelitian, yaitu mendorong partisipasi aktif siswa dan memperkuat perilaku positif mereka selama proses pembelajaran. Inti dari sistem token ekonomi adalah untuk merangsang partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Penelitian oleh Triplett mendukung hal ini, dengan menyatakan bahwa individu akan menunjukkan kinerja yang lebih baik ketika ada penghargaan atau kehadiran orang lain. Selain itu. Kazhim . menegaskan pemberian hadiah dapat diartikan sebagai cara untuk mengakui dan mendukung perilaku positif serta pencapaian yang telah diraih oleh anak. Selain itu, hadiah berperan sebagai lambang penting yang mendorong anak untuk mempertahankan dan menghargai perilaku baik dan keberhasilan yang telah mereka capai (Muriyawati & Rohmah, 2. DISKUSI Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode token ekonomi efektif meningkatkan fokus belajar siswa kelas A TK Cempaka. Hasil ini dikuatkan oleh penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa metode token ekonomi efektif meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran (Fahrudin. Heryanto & Mulyasari, 2. Pada penelitian ini, siswa yang sebelumnya kesulitan menjaga fokus saat pembelajaran menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah penerapan metode ini. Peningkatan ini diukur melalui observasi langsung dan http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 7 No. Februari 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 wawancara dengan guru yang mengamati perubahan perilaku siswa selama periode Fokus belajar adalah hal penting yang harus dimiliki oleh semua siswa. Namun, konsentrasi mereka sering kali mudah teralihkan oleh berbagai hal, seperti kebosanan dengan metode pembelajaran atau gangguan dari teman sekelas. Oleh karena itu, guru perlu mencari solusi untuk meningkatkan fokus belajar siswa. Salah satunya dengan metode token ekonomi yang mendorong siswa merasa senang dan termotivasi untuk mendapatkan hadiah atau penghargaan seperti yang didapatkan teman-temannya (Mustafia dkk. , t. Selain metode pembelajaran yang tepat, guru juga perlu memperhatikan keadaan siswa sebelum belajar sehingga guru dapat menerapkan strategi belajar yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi siswa. Aktivitas pribadi siswa menjadi alasan utama menurunnya fokus belajar sehingga guru harus mampu menarik kembali perhatian dengan metode pembelajaran yang mudah dan menyenangkan sehingga siswa tidak merasa tertekan secara psikologis dan tidak mengalami kebosanan selama belajar (Aningsih et al. , 2. Salah satunya dengan menerapkan metode token ekonomi. Hasil analisis data menunjukkan rata-rata peningkatan fokus belajar sebesar 1,1 Peningkatan fokus belajar siswa ini disebabkan adanya efek penguatan dari token yang diberikan yang secara langsung memotivasi siswa untuk terus berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan teori motivasi yang menyatakan bahwa penguatan positif dapat meningkatkan perilaku yang diinginkan melalui pemberian hadiah atau insentif (Skinner, 1. Hurlock berpendapat bahwa pemberian hadiah kepada siswa bisa menjadi pendorong untuk meningkatkan perilaku mereka. Siswa yang mendapatkan poin dari menjawab pertanyaan dengan benar akan menerima hadiah Pendekatan ini efektif dalam membantu siswa untuk lebih terlibat dan berkonsentrasi dalam proses belajar mengajar. Meskipun pada awalnya siswa mungkin termotivasi hanya oleh reward, namun jika metode ini diterapkan secara konsisten, mereka akan terbiasa untuk fokus dan konsentrasi pada materi pelajaran. Menurut Skinner, penerapan teknik ekonomi token dalam modifikasi perilaku bisa memperkuat disiplin siswa dengan cara memberikan penguatan yang bisa berupa verbal atau nonverbal (Heryanto & Mulyasari, 2. http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 7 No. Februari 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Hasil observasi dan analisis selama penerapan token ekonomi menunjukkan terdapat peningkatan fokus belajar siswa selama dikelas. Temuan ini sejalan dengan penelitian Indrizati . melalui metode tabungan kepingan terbukti bermanfaat bagi berbagai kelompok umur. Dalam kondisi yang menuntut pengawasan yang lebih ketat, metode ini menawarkan solusi intervensi yang efisien. Ini menunjukkan bahwa mengumpulkan tabungan secara bertahap adalah strategi yang efektif dan dapat diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan finansial yang berbeda-beda. Selain itu. Winto. Probowati & Atmadji . juga menekankan bahwa penerapan prosedur penguatan positif merupakan teknik terbaik untuk meningkatkan dan mempertahankan perilaku. Proses ini melibatkan pemberian stimulus . enda atau kejadia. sebagai konsekuensi dari suatu perilaku yang berhasil meningkatkan, mengulang, atau mempertahankan perilaku tersebut, dan disebut sebagai penguatan positif (Prima & Lestari, 2. Penerapan metode token ekonomi efektif dalam meningkatkan fokus belajar anak usia dini selaras dengan kebutuhan perkembangan mereka. Anak-anak TK berada dalam tahap perkembangan di mana motivasi utama mereka adalah dorongan untuk bermain dan mendapatkan penghargaan langsung . mmediate gratificatio. Oleh karena itu, pemberian token berupa stiker atau penghargaan lainnya menjadi daya tarik yang kuat, karena memenuhi kebutuhan intrinsik mereka untuk merasa dihargai secara langsung atas perilaku baik yang mereka tunjukkan. Fokus metode ini melalui pemberian penguat positif yang dirancang untuk memperkuat perilaku yang diinginkan, seperti mendengarkan guru, menyelesaikan tugas, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Token ini memberikan rasa menyenangkan bagi anak, yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka yang lebih memprioritaskan pengalaman belajar berbasis kesenangan dibandingkan pencapaian akademik formal. Fokus pada anak usia dini juga sangat dipengaruhi oleh cara pengajaran yang menarik dan interaktif. Dengan menggunakan token ekonomi, anak-anak diajarkan untuk memusatkan perhatian mereka pada kegiatan yang produktif tanpa merasa tertekan oleh tuntutan prestasi yang terlalu formal. Hal ini sesuai dengan prinsip pendidikan anak usia dini yang menekankan pada pengalaman belajar yang bermakna dan menggembirakan. Kesimpulan akhir menunjukkan bahwa metode token ekonomi bukan hanya metode penguatan perilaku, tetapi juga strategi yang dirancang secara psikologis untuk http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 7 No. Februari 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 meningkatkan fokus belajar anak sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Dengan demikian, metode ini memberikan landasan yang kuat bagi anak untuk mengembangkan kebiasaan belajar yang baik dan membangun keterlibatan aktif dalam proses KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, subjek penelitian hanya melibatkan satu kelas di TK Cempaka, sehingga validitas eksternal masih terbatas atau hasil yang diperoleh belum dapat digeneralisasi untuk populasi yang lebih luas. Kedua, durasi penelitian relatif singkat, sehingga belum mampu menunjukkan dampak jangka panjang dari penerapan metode token ekonomi terhadap fokus belajar anak. Selain itu, ada keterbatasan dalam mengendalikan variabel-variabel sekunder yang memengaruhi fokus belajar anak, seperti kondisi lingkungan rumah, hubungan dengan orang tua, atau keadaan emosional anak selama proses pembelajaran belum dilakukan. Meskipun demikian, penelitian ini memberikan implikasi praktis yang signifikan bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini. Temuan ini menunjukkan bahwa metode token ekonomi efektif meningkatkan fokus belajar anak, dan dapat diadaptasi oleh pendidik di sekolah lain dengan menyesuaikan jenis token serta sistem penghargaan yang sesuai dengan karakteristik siswa. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan penguatan positif untuk mendorong motivasi belajar anak, yang juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan modul pembelajaran berbasis penguatan positif. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di TK Cempaka, tetapi juga dapat menjadi acuan dalam merancang pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan untuk anak usia dini. DAFTAR PUSTAKA