PUBLIPRENEUR POLIMEDIA: JURNAL ILMIAH JURUSAN PENERBITAN POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2021. Hal. Submitted: 4 Oktober 2021 Revised: 5 November 2021 Accepted: 10 Desember 2021 DAMPAK IKLAN DALAM KEPUTUSAN KONSUMEN UNTUK MEMBELI SABUN MERK LIFEBOUY DI JAKARTA SELATAN (Studi Kasus Pada Masyarakat Kelurahan Srengseng Sawa. Dadang Syaputra1 Jurusan Penerbitan. Politeknik Negeri Media Kreatif. E-Mail : syaputradadang36@gmail,com1 ABSTRACT This study aims to determine the impact of advertising on consumer decisions to buy Lifebouy brand soap in South Jakarta. The population in this study were all people who live in South Jakarta with the sample in this study were 110 respondents and the technique used was the random sampling technique . andom samplin. Data collection techniques used in this study were interviews with the help of questionnaires and documentation. The answers given by the respondents were analyzed quantitatively using the SPSS program. The quality of the research data was tested by means of validity and reliability tests before the linear regression analysis was carried out. From the results of the analysis, all indicators in this study are declared valid and reliable and advertising variables are stated to have a positive impact on consumer decision variables to buy Lifebouy Brand Soap but do not have a significant impact. The author's suggestion is that PT. Unilever must maintain and even increase the variable of advertising so that it will have an impact on purchasing decisions for Lifebouy brand soap. PT. Unilever must fix the problem related to the advertising variables applied by PT. Unilever, especially regarding the indicators of interest, which is related to the positive perceptions of consumers about the product after the advertisement was displayed, there were still some respondents who disagreed with the statement. PT. Unilever must also fix and improve action indicators related to purchases that are based on information obtained and are also related to the suitability of the product with the advertisements displayed because there are still some respondents who give negative responses as seen from the statements distributed. Keywords: Advertising. Consumer Decisions. Quantitative Research ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Dampak Iklan Dalam Keputusan Konsumen Untuk Membeli Sabun Merk Lifebouy di Jakarta Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berdomisili di Jakarta Selatan dengan sampel dalam penelitian ini adalah 110 responden dan teknik yang digunakan adalah teknik sampel acak . andom samplin. Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan bantuan kuisioner Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2021. Hal. dan dokumentasi. Jawaban yang diberikan oleh responden dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan program SPSS. Data penelitian diuji kualitasnya dengan uji validitas dan reliabilitas sebelum dilakukan uji analisis regresi linier. Dari hasil analisis, semua indikator dalam penelitian ini dinyatakan valid dan reliabel serta variabel iklan dinyatakan memiliki dampak positif terhadap variabel keputusan konsumen untuk membeli Sabun Merk Lifebouy tetapi tidak memiliki dampak yang Saran penulis adalah PT. Unilever harus mempertahankan bahkan meningkatkan variabel periklanan sehingga akan berdampak terhadap keputusan pembelian sabun Merk lifebouy dan. PT. Unilever harus membenahi masalah berkaitan dengan variabel periklanan yang diterapkan oleh PT. Unilever, khususnya mengenai indikator interest yaitu yang berkaitan dengan persepsi positif dari konsumen mengenai produk setelah iklan di tampilkan yang masih ada beberapa responden yang menyatakan tidak setuju terhadap pernyataan tersebut. PT. Unilever juga harus membenahi dan memperbaiki indikator action yang berkaitan dengan pembelian yang didasarkan informasi yang di dapat dan berkaitan juga dengan kesesuaian produk dengan iklan yang di tayangkan karena masih ada beberapa responden yang memberikan respon yang negatif dilihat dari pernyataan yang Kata Kunci : Iklan. Keputusan Konsumen, penelitian kuantitatif PENDAHULUAN Situasi pasar yang kompetitif menjadikan kondisi dimana tidak ada suatu bisnis yang mampu bertahan lama tanpa didukung oleh bauran komunikasi pemasaran seperti iklan yang efektif dan Iklan sebagai salah satu sarana pemasaran produk barang atau jasa harus mampu tampil menarik dan Semakin jumlah penduduk, maka semakin besarnya kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menjadi suatu konsekuensi bagi para produsen yang hadir dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam tuntutan yang tidak dapat dihindari demi sebuah produk yang ditawarkan kehidupan masyarakat. Representasi iklan produk yang ditampilkan dalam berbagai ruang dan media baik maupun elektronik, sebagian dari penanda verbal maupun nonverbal tidak memiliki hubungan antara produk barang atau jasa yang Sehingga mempengaruhi keputusan pembelian kebutuhan, keinginan, motivasi, dan pengaruh likungkungan sekitar. Menurut Djayakusuma . 1: . , iklan adalah pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui suatu media. Menurut kotler . 2: . , keputusan pembelian adalah sikap konsumen dalam menentukan arah dan tujuan akhir dalam proses pembelian suatu produk. Sudah sangat jelas bahwa keputusan pembelian merupakan tahap palingan penting yang di lakukan konsumen dalam mengambil sikap dan tindakan untuk memilih apa yang diinginkan Sabun Lifebouy merk sabun dari berbagai produk yang dihasilkan oleh PT. Unilever Tbk. Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2021. Hal. dengan konsep positioning sebagai sabun keluarga Indonesia. Sabun Lifebouy ini mempunyai beragam varian sesuai dengan karakter penggunaan yang Begitupun masyarakat di Kelurahan Srengseng Sawah Jagakarsa Jakarta Selatan yang lebih banyak memilih dan menggunakan merk sabun Lifebouy, konsumen memilih sabun Merk Lifebuy salah satunya adalah budaya turun terbentuk dari kepercayaan konsumen yang dari dulu sudah mempercayai produk Unilever terutuama Sabun Merk Lifebouy. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di masyarakat masih banyak permasalahan keputusan konsumen Libebouy diantaranya disebabkan oleh iklan sabun, dimana konsumen banyak kecewa dengan iklan sabun lifebouy yang menyatakan bahwa terdapat uang di dalam sabun lifebouy sebesar seratus Tetapi pada kenyataannya belum ada konsumen yang ditemui dan menjadi responden mendapatkan uang di dalam sabun lifebouy. dengan iklan lagi, ada asumsi masyarakat yang menyatakan bahwa lifebouy yang beragam varian tapi lebih mengidentifikasikan ke fungsi yang sama yaitu mengatasi kuman. Berdasarkan belakang terbatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : Dampak Iklan terhadap Keputusan Konsumen Dalam Membeli Sabun Merk Lifebouy di Jakarta Selatan. Rumusan penelitian ini adalah bagaimana dampak iklan terhadap keputusan konsumen dalam membeli sabun merk Lifebouy di Jakarta Selatan ? Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui dampak iklan terhadap keputusan konsumen dalam membeli sabun merk Lifebouy di Jakarta Selatan. LITERATUR REVIEW Menurut Kotler dan Keller . , iklan dapat menjadi cari cara yang efektif untuk menyebarkan pesan, baik untuk membangun preferensi merk atau untuk mendidik masyarakat. Tujuan iklan adalah untuk mengkomunikasikan secara spesifik apa yang harus diselesaikan dengan target pelanggan selama jangka waktu tertentu. Menurut kasali . 1: . , iklan adalah pesan yang menawarkan suatu masyarakat melalui suatu media. Periklanan dapat disajikan dalam berbagai bentuk dan media sebagai Media Cetak: Surat kabar, brosur, leaflet, direct mail Media elektronik: media elektronik adalah media yang paling efektif dan banyak digunakan oleh perusahaan karena media ini dapat menjangkau semua laporan masyarakat. Media elektronik terdiri atas media audio dan audio visual. Media Outdoor: Bilboard, signboard. Umbul-umbul dan Stiker Ralph dalam Jefkins . 7, . Association Marketing Association (AMA), bahwa empat pokok batasan, yaitu : Penyajian gagasan terhadap barang, yaitu suatu bentuk iklan yang ditampilkan berdasarkan konsep Iklan ditujukan kepada khalayak, yaitu iklan dapat menjangkau masyarakat kelompok besar yang dipersempit menjadi kelompok Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2021. Hal. Iklan mempunyai sponsor yang jelas, yaitu terciptanya iklan atas Iklan dikenai biaya penyajian, yaitu dalam penyebaran, penerbitan dan penayangan atas biaya perusahaan. Fungsi iklan dalam pemasaran kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk untuk mencapai pemenuhan kepuasannya. Agar iklan berhasil meransang tindakan pembeli, menurut Djayakusumah . 1: . setidaknya harus memenuhi kriteria AIDA yaitu: Attention . engandung daya tari. Interest . engandung perhatian dan Desire . emunculkan keinginan untuk mencoba atau memilik. Action . engarah tindakan untuk Kasali . 1: . , keputusan pembelian konsumen merupakan sikap konsumen dalam menentukan arah dan tujuan akhir dalam proses pembelian suatu produk Menurut Scifman dan Kanuk dalam Saladin . 8: . , keputusan pembelian adalah suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif. Dengan kata lain agar seseorang membuat keputusan maka harus ada pilihan alternatif yang tersedia. Menurut Kotler dan Amstrong . 2: . , keputusan pembelian adalah konsumen secara aktual melakukan pembelian produk. Proses pengambilan keputusan pembelian terdiri dari lima tahap yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, pengevaluasian alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku setelah pembelian. Dengan demikian keputusan pembelian dapat menjadi ukuran tercapai atau tidaknya tujuan suatu perusahaan. Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian adalah keadaan dimana memilih beragam keputusan dan akan berdampak baik terhadap perusahaan. Menurut Kotler 2: . keputusan pembelian dari pembeli psikologis dari pembeli : Faktor Budaya Faktor pengaruh paling luas dan dalam peranan yang dimainkan oleh budaya, sub budaya dan kelas sosial Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya adalah kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, dipelajari oleh seseorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. Faktor Sosial Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta peranan dan status sosial konsumen. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung. Definisi kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau Keluarga mempengaruhi perilaku pembelian. Keluarga pembelian konsumen yang paling Keputusan tergantung pada produk, iklan dan Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2021. Hal. Seseorang selama hidupnya keluarga, klub. Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat diidentifikasi dalam peran dan status. Setiap peran mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat Faktor Pribadi Keputusan pribadi seperti umur dan tahapan daur hidup, pekerjaan, situasi kepriabadian dari konsep diri Konsumsi seseorang juga dibentuk oleh tahapan siklus hidup Beberapa tahapan-tahapan dalam siklus hidup Faktor Psikologis Pemilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologis, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan Motivasi merupakan kebutuhan yang cukup seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Beberapa biogenik, kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu, seperti rasa lapar, rasa haus, rasa Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain bersifat psikogenik yaitu kebutuhan yang timbul dari keadaan fisiologis tertentu, seperti kebutuhan untuk diakui, kebutuhan harga atau kebutuhan diterima. Menurut Kotler dan Armstrong . tahap-tahap pengambilan keputusan adalah sebagai Pengenalan Kebutuhan . eed Pengenalan kebutuhan merupakan tahap pertama proses keputusan adanya perbedaan antara keadaan aktual dan sejumlah keadaan yang kebutuhan ini dapat dipicu oleh stimulan internal ketika salah satu kebutuhan normallapar,haus,seks-naik ketingkat yang cukup tinggi sehingga menjadi Selain rangsangan eksternal. Pencarian informasi Pencarian informasi merupakan tahap proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen tergerak untuk mencari informasi tambahan, mungkin pula mencari informasi secara aktif. Pengevaluasian alternatif Pengevaluasian merupakan tahap proses keputusan alternatif di dalam serangkaian Cara konsumen memulai usaha mengevaluasi alternatif pembelian individual dan situasi pembelian Dalam beberapa kasus, konsumen menggunakan kalkulasi yang cermat dan pikiran yang logis. Dalam waktu yang lain, konsumen bersangkutan mengerjakan sedikit atau tidak mengerjakan evaluasi Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2021. Hal. sama sekali, melainkan mereka membeli secara implusif atau bergantung pada intuisi. Menentukan pembelian Menentukan pembelian merupakan dimanakonsumen secara aktual Secara umum, keputusan pembelian konsumen akan membeli merek yang paling disukai, tetapi ada dua faktor kecenderungan pembelian. Perilaku setelah pembelian Perilaku merupakan tahap proses keputusan kepuasan atau ketidak puasan Menurut Kotler dan Armstrong . 2: . , yang menentukan puas tidak puasnya pembelian terletak pada hubungan antara harapan konsumen dan kinerja produk yang dirasakan. Jika produk jauh dibawah harapan konsumen maka konsumen kecewa, jika produk terpuaskan, jika melebihi harapanya maka konsumen akan sangat senang. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Jakarta Selatan yaitu di Kelurahan Srengseng Sawah. Jagakarsa, yang Jl. Srengseng Sawah. Jagakarsa. Jakarta 12640. Dengan waktu penelitian selama 3 . Menurut Sekaran . 9: . Jenis data yang digunakan dalam penelitian terdiri dari : Data Primer Data primer adalah data yang dikumpulkan untuk penelitian dari tempat aktual terjadinya peristiwa. Dalam penelitian ini data primer berupa hasil wawancara penulis Srengseng Sawah Jagakarsa Jakarta Selatan Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang telah ada dan tidak perlu dikumpulkan sendiri oleh peneliti. Dalam hal ini data sekunder yang diperoleh penulis berupa keadaan dan kultur yang ada di masyarakat. Penelitian ini membutuhkan data primer yang lebih banyak dibandingkan dengan data sekunder. Data primer dengan bantuan kuesioner yang tersedia. Data sekunder diperoleh dari berbagai referensi yang terkait dengan penelitian baik laporan, jurnal atau beberapa referensi penelitian yang terdahulu yang relevansi kajian yang dilakukan. Perolehan data lainnya dilakukan melalui pengamatan langsung dan pengamatan terlibat memberikan banyak kemungkinan bagi peneliti untuk menemukan fenomena yang sebenarnya. Hal memberikan gambaran tentang objek penelitian secara lebih mendalam. Teknik Penentuan Sampel Responden penelitian adalah masyarakat Jakarta Selatan terkhusus adalah masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Srengseng Sawah, maka dalam penelitian ini penentuan sampel yang digunakan adalah teknik sampel acak . andom samplin. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan Penulis untuk memperoleh Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2021. Hal. dan mengumpulkan data penelitian yang diperlukan. Menurut Sugiyono . Studi Lapangan . Wawancara Yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara bertanya langsung dengan pihakpihak yang dianggap membantu dalam mendapatkan data yang . Dokumentasi Yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengutip catatan-catatan yang penelitian yang kemudian diolah menjadi data penunjang dalam . Observasi Yaitu metode pengumpulan data yang melalui pengamatan dan pencatatan oleh pengumpul data terhadap gejala / peristiwa yang diselidiki pada obyek Studi Kepustakaan Yaitu metode pengumpulan data dengan cara mempelajari literatur yang berhubungan dengan objek yang diteliti melalui teori yang dipelajari pada mata kuliah Sistem Informasi Manajemen, buku-buku, pedoman, dan literatur yang Teknik Analisis Data Pengujian Validitas Data Menurut Sugiyono . 7: . , pengujian validitas tiap butir digunakan mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total. Kevalidan itu perlu sebab prosesing data yang tidak sahih/valid atau bias akan menghasilkan kesimpulan bukan dari objek. Suatu instrumen dapat dinyatakan valid, jika instrumen tersebut mampu mengukur apa yang hendak diungkapkannya dalam penelitian. Uji validitas ini dapat dilakukan terhadap nilai setiap variabel dengan teknik korelasi skor item atau butir penyataan dengan skor total item, dengan menggunakan koefisien korelasi Product Momen Pearson . Item yang akan dimasukkan dalam analisis akhir adalah item yang memiliki nilai r lebih dari nilai kritis atau nilai tabel dengan taraf nyata a= 0. %). - Jika nilai Sig . -taile. < dari nilai = 5% maka pernyataan valid & bisa digunakan dalam penelitian. - Jika nilai Sig . -taile. > dari nilai = 5% maka pernyataan tidak valid & tidak bisa digunakan dalam penelitian selanjutnya. Pengujian Reliabilitas Data Uji reliabilitas dimaksud untuk mengetahui adanya konsistensi alat ukur Menurut Sugiyono . 7: . , menyatakan reliabilitas kurang dari 0,6 dianggap buruk, kehandalan dalam kisaran 0,7 bisa diterima dan lebih dari 0. 8 adalah baik. Kehandalan kekonsistenan jawaban jika diujikan berulang pada sampel yang berbeda. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha . Suatu konstruk dikatakan reliabel jika memberikan nilai Alpha Cronbach > 0,60. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengetahui reliabilitas instrumen adalah rumus Alpha Cronbach Arikunto . ya r11. aOe. Oe Keterangan : yca yua yc Ocyua = Reliabilitas instrumen Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2021. Hal. Ocyua yua yc yca = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal = Jumlah varians butir = Varians total Model analisis ini digunakan untuk melihat pengaruh beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat dengan model dasar sebagai berikut : Y = yu yaAycU e Keterangan : = Keputusan Konsumen = konstanta yuycn = koefisien variabel bebas = Iklan = Error term Nilai koefisien regresi di sini sangat menentukan dalam proses analisis, mengingat penelitian ini bersifat fundamental method. Hal ini berarti jika koefisien b bernilai positif ( ) maka dikatakan terjadi pengaruh searah antara variabel bebas dengan variabel terikat, setiap kenaikan variabel bebas akan mengakibatkan kenaikan variabel terikat. Demikian pula sebaliknya, bila koefisien b bernilai negatif (-), hal ini menunjukkan adanya pengaruh negatif dimana mengakibatkan penurunan nilai variabel Analisis Korelasi Analisis korelasi digunakan tujuan hubungan . antara variabel, untuk melihat besar kecilnya hubungan antar variabel, dan untuk memperoleh hubungan tersebut signifikan atau tidaknya signifikan. Untuk mencari yea Oc yeoyeoOe Oc yeo Oc yeo Ooyea Ocyeo yaOe(Oc ye. ya Ooyea Oc yeoya Ae(Oc ye. ya Keterangan : Rxy Ocx2 Ocy2 = koefisien korelasi = jumlah subyek / responden = nilai skor butir / nilai skor tertentu = nilai skor total = jumlah kuadrat nilai X = jumlah kuadrat nilai Y Hipotesis dalam penelitian ini : Variabel iklan tidak memiliki dampak terhadap keputusan konsumen dalam membeli sabun Merk Lifebouy di Jakarta Selatan : Variabel iklan dampak terhadap keputusan konsumen dalam membeli sabun Merk Lifebouy di Jakarta Selatan Kriteria penilaian : H0 diterima : sig t > 0,05 atau t hitung O t tabel H0 ditolak : sig t < 0,05 atau t hitung > t tabel DISKUSI Deskripsi responden Tabel 3. Deskripsi Responden Jenis Kelamin Jumlah Prosentase Responden (%) Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber: Data Primer, diolah 2019 45,45 54,55 Dari data di atas dapat dijelaskan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yakni 54,55% atau 60 responden dan sebanyak 50 orang atau 45,45% berjenis kelamin laki-laki. Hasil Uji Intrumen Data Uji Validitas Variabel Iklan dan Keputusan Konsumen Item kepuasan mahasiswa terdiri dari 12 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2021. Hal. pengolahan data primer dengan program SPSS, uji validitas instrumen penelitian untuk variabel iklan dengan 12 item pertanyaan adalah sebagai berikut : Tabel 4 Hasil olah Validitas Variabel Iklan No. Item X_1 X_2 X_3 X_4 X_5 X_6 X_7 X_8 X_9 X_10 X_11 X_12 Corrected Item-Total Correlation 0,629 0,659 0,752 0,685 0,739 0,203 0,530 0,363 0,246 0,250 0,207 0,196 ( = 5%) 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 Hasil Uji Validitas Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Hasil olah program SPSS . Dari hasil pengolahan data menggunakan bantuan program SPSS menunjukkan hasil uji validitas dari 12 item pertanyan/pernyataan variabel Periklanan tersebut valid pada taraf nyata () = 5% yang berarti semua item pertanyaan/pernyataan yang ada pada instrumen tersebut dapat dijadikan sebagai alat ukur yang valid dalam analisis selanjutnya. Y_1 Y_2 Y_3 Y_4 Y_5 Y_6 Y_7 Y_8 Y_9 Y_10 Corrected ItemTotal Correlation 0,383 0,339 0,315 0,268 0,447 0,318 0,236 0,268 0,353 0,322 ( = 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 Tabel 6 Hasil Uji Reliabilitas No. Variabel Keputusan Konsumen Iklan CronbachAos Alpha Item 0,631 Nilai Alpha Hasil Uji Reliabilitas 0,600 Reliabel 0,626 0,600 Reliabel Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS Hasil Uji Validitas Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Analisis Regresi Linier Sederhana Analisis digunakan untuk melihat besaran dampak iklan (X) terhadap keputusan konsumen (Y). Hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS ditampilkan dalam tabel sebagai berikut : Tabel 5 Hasil olah Validitas Variabel Keputusan Konsumen Item Uji Reliabilitas Data Reliabilitas pengertian bahwa suatu instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat Pengujian reliabilitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan batasan nilai kritis product moment () sebesar 0,6. Dari hasil pengolahan data menggunakan bantuan program SPSS for Windows menunjukkan bahwa semua variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini mempunyai nilai cronbachAos alpha di atas 0,6. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa semua indikator tersebut dapat dijadikan sebagai alat ukur yang reliabel dalam analisis Berdasarkan hasil pengolahan data primer dengan SPSS, uji validitas instrumen penelitian untuk variabel keputusan konsumen dengan 15 item pertanyaan adalah : No. item pertanyan/pernyataan variabel Keputusan Pembelian (Y) tersebut valid pada taraf nyata () = 5% yang berarti semua item pertanyaan/pernyataan yang ada pada instrumen tersebut dapat dijadikan sebagai alat ukur yang valid dalam analisis selanjutnya. Sumber : Hasil olah program SPSS Dari hasil pengolahan data menggunakan bantuan program SPSS menunjukkan hasil uji validitas dari 10 Tabel. 7 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sig. Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2021. Hal. (Constan. Std. Error 44,550 Beta 1,791 Iklan 3,090 ,038 Dependent Variable: kepuasan Konsumen ,224 24,871 ,000 2,389 ,019 Dari hasil analisis regresi dengan menggunakan bantuan program SPSS sederhana sebagai berikut : ycU = yu Bx e ycU = 44,550 3,0907X Dari persamaan regresi dapat digambarkan bahwa : Konstanta sebesar 44,550 berarti jika tidak ada peningkatan dalam Iklan maka keputusan Konsumen adalah sebesar 44,550 satuan skor . Nilai koefisien periklanan sebesar 3,090 berarti bahwa jika variabel Iklan meningkat sebesar 1 satuan skor maka variabel keputusan Konsumen juga meningkat sebesar 3,090 satuan Analisis Korelasi Analisis korelasi . digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya derajat hubungan antara variabel yang Tinggi rendahnya derajat keeratan tersebut dapat dilihat dari koefisien korelasinya. Adapun untuk hasil perhitungan korelasi dalam bab ini dapat dilihat dari tabel 8 dibawah ini : Tabel 8 Hasil Uji Korelasi Correlations Keputusan Konsumen Iklan Pearson Correlation Kualitas Layanan Kepuasan Mahasiswa ,224* Sig. -taile. Pearson Correlation ,019 ,224* Sig. -taile. ,019 Berdasarkan didapatkan nilai pearson correlation sebesar 0,224. Dari penafsiran terhadap diketahui bahwa terjadi hubungan positif yang lemah periklanan dan keputusan Uji Hipotesis Uji mengetahui apakah variabel bebas variabel terikat atau untuk mengetahui apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat atau Dari tabel 7 dapat dilihat bahwa terhadap keputusan konsumen (Y) adalah sebesar 0,019, hal ini berarti nilai sig < 0,05 . ,019 <0,. , oleh karena nilai sig < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya iklan memiliki dampak yang signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli Sabun Merk Lifebouy di Jakarta Selatan. PEMBAHASAN Penulis akan menjabarkan tentang implementasi hasil penelitian dampak iklan terhadap keputusan konsumen dalam membeli Sabun Merk Lifebouy di Jakarta Selatan, dengan responden berjumlah 110 responden. Hasil temuan di lapangan bagi pihak-pihak yang terkait adalah simpulan yang diperoleh variabel iklan tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli sabun Merk Lifebouy di Jakarta Selatan. Jika di bandingkan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Muhammad Akmal. Jumidah Alfianasari, dan muhammad edris memiliki kesamaan hasil penelitian menyatakan variabel Iklan memiliki pengaruh atau dampak yang kuat dan signifikan terhadap variabel keputusan Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2021. Hal. konsumen, sedangkan dalam penelitian ini variabel iklan memiliki dampak yang positif tetapi tidak signifikan. SIMPULAN Setelah mempelajari data yang pembahasan yang dilakukan, maka simpulan hasil penelitian yaitu : Hasil uji validitas, di dapat setiap butir pertanyaan/ pernyataan di nyatakan valid baik variabel kualitas pertanyaan/pernyataan yang ada pada instrumen tersebut dapat dijadikan sebagai alat ukur yang valid dalam analisis selanjutnya. Hasil uji reliabilitas, nilai cronbachAos alpha di atas 0,6. Dari hasil tersebut indikator tersebut dapat dijadikan sebagai alat ukur yang reliabel dalam analisis selanjutnya. Hasil sederhana, nilai koefisien periklanan sebesar 3,090 berarti bahwa jika sebesar 1 satuan skor maka variabel meningkat sebesar 3,090 satuan skor dan memiliki pengaruh yang positif atau searah. Hasil uji korelasi, nilai pearson correlation sebesar 0,224, dengan begitu nilai pearson correlation berada pada interval 0,199- 0,299 sehingga dari penafsiran terhadap koefisien korelasi tersebut dapat diketahui bahwa terjadi hubungan positif yang mempengaruhi antara periklanan terhadap keputusan pembelian Variabel periklanan (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat keputusan pembelian Sabun Merk Lifebouy Pada Kelurahan Srengseng Sawah Jakarta Selatan. DAFTAR PUSTAKA