ISSN : 2985-6450 Volume 7 Nomor 2 (Juli 2. Dampak Stres Kerja terhadap Produktivitas Karyawan di Hypermart Cibubur Junction Veony Fransisca. Yuniria Zendrato Email : veonyfransiscaa31@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh stress kerja terhadap kinerja karyawan pada Hypermart Cibubur Junction. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada Hypermart Cibubur Jucntion. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Sampling Jenuh, dimana semua populasi dalam penelitian ini dijadikan sampel dan sampelnya seluruh karyawan Hypermart Cibubur Junction yang berjumlah 57 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket . Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan menggunakan SPSS 27. Berdasarkan hasil yang diperoleh ,kedua variabel ini memiliki arah hubungan antara stress kerja dan kinerja karyawan berjenis searah yang dimana Koefisien regresi X sebesar 0. 359 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai stress kerja , maka nilai kinerja bertambah sebesar 0. Persentase pengaruh variabel stress kerja memiliki nilai R square sebesar 0. 575 atau 57. Sisa persentase sebesar 42. 5% variabel kinerja karyawan di sebabkan dari variabel selain variabel yang diteliti. Uji Hipotesis yang merupakan pengujian terakhir mendapatkan hasil nilai t-hitung untuk variable stress kerja (X)8. 621> dan T tabel 2. dengan nilai signifikasi yang didapat 0,00 < sig. a = 0,05. Berdasarkan hipotesis dan dasar pengambilan Keputusan dapat disimpulan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yaitu stress kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci : Stress Kerja dan Kinerja Karyawan ABSTRACT The purpose of this study was to determine and analyze the effect of job stress on employee performance at Hypermart Cibubur Junction. The population in this study were all employees at Hypermart Cibubur Jucntion. The sampling technique in this study was the saturated sampling technique, where all the population in this study was sampled, and the sample was all employees of Hypermart Cibubur Junction, totaling 57 people. Data collection techniques in this study are using a questionnaire. Data analysis techniques in this study use descriptive analysis and SPSS 27. Based on the results obtained ,hese two variables have the direction of the relationship between work stress and employee's performance in a kind of direction where the X regression coefficient of 0. 359 states that every addition of 1% of the work stress value, then the performance value increases by 0. The percentage of work stress variable influence has a square value of 0. 575 or 57. The remaining 42. 5% of the employee performance variable is due to variables other than the variable studied. Hypothesis testing which is the last test gets the results of the t-count value for the work stress variable (X) 621> and t-table 2. 004 with a significance value obtained 0. 00 < sig. a = 0. Based on the hypothesis and the basis for making decisions, it can be concluded that H0 is rejected and H1 is accepted, namely work stress affects employee performance. Key Word : Work Stress and Employee Performance ISSN : 2985-6450 Volume 7 Nomor 2 (Juli 2. rasionalisasi sendiri yaitu Rasionalisasi adalah reorganisasi suatu Perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Ini dapat mencakup perubahan kebijakan, perubahan strategi, atau perluasan atau pengurangan ukuran perusahaan. Seperti Perusahaan memerlukan rasionalisasi untuk menurunkan biaya, meningkatkan Dengan adanya kebijakan Perusahaan untuk melakukan rasionalisasi akan berdampak pengurangan karyawan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional , hal tersebut juga dapat menyebabkan ketakutan dan stress terjadinya pengurangan karyawan. Halhal ini dapat menyebabkan stres kerja, yang dapat memengaruhi kinerja karyawan. Stres kerja dapat muncul ketika tugas yang tidak sebanding dengan kemampuan fisik atau keahlian seseorang, serta waktu kerja yang Jika karyawan mengalami stres saat bekerja dan berpengaruh negatif terhadap kinerja mereka, hal itu dapat merugikankelangsungan hidup perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka peneliti tertarik untuk mengkaji lebih jauh tentang sumber stress kerja pengarunya terhadap kinerja karyawan dengan judul : AuPengaruh Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Hypermart Cibubur JunctionAy Identifikasi Masalah Dalam penelitian ini identifikasi masalah yang dapat dikemukakan adalah sebagai Adanya stress kerja dikalangan karyawan yang disebabkan adanya tanggung jawab dan beban kerja Kinerja yang menuru bila karyawan berhadapan pada tekanan Ada kekawatiran karyawan terkena dapak dari rasionalisasi Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah AuBagaimana pengaruh stress kerja PENDAHULUAN Latar Belakang Sumber daya manusia adalah hal terpenting bagi perusahaan karena merupakan kunci keberhasilan perusahaan dan aseet yang Perusahaan harus selalu memperhatikan kebijakan yang diambil untuk memberikan kesempatan bagi berkembangbersama-sama untuk mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik antara perusahaan dan karyawan untuk mencapai Untuk memastikan bahwa karyawan memiliki keseimbangan kehidupan yang sehat untuk mencapai kinerja terbaik mereka, perusahaan harus dapat mengelola tingkat stres kerja mereka. Stres adalah bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dihindari dan dapat terjadi pada setiap orang dan setiap saat. Jika manusia tidak dapat menyesuaikan apa yang mereka katakan dengan kenyataan dan keinginan mereka, mereka cenderung mengalami Stress dari pekerjaan merupakan bagian dari stress kehidupan ,dan jika tingkat stres yang dialami melampaui batas toleransi, hal itu akan menyebabkan ketidaknyamanan fisik dan mental. Karyawan akan mengalami penurunan kinerja karena stres yang berlebihan. Salah satu istilah untuk tingkat keberhasilan seseorang dalam melakukan tugasnya adalah tingkat Orang yang memiliki tingkat prestasi tinggi berarti mereka produktif, dan orang yang memiliki tingkat prestasi rendah berarti mereka kurang produktif. Permasalahan Hypermart Cibubur Junction yaitu banyaknya intensitas pekerjaan yang harus dikerjakan oleh karyawan ,beban pekerjaan yang berlebih dan karyawan juga harus mampu membackup pekerjaan yang lainnya sehingga memungkinkan pekerjaan lainnya menumpuk. Selain itu, karyawan juga mengalami ketakutan untuk terkena dampak dari rasionalisasi . Pengertian ISSN : 2985-6450 Volume 7 Nomor 2 (Juli 2. terhadap kinerja karyawan di Hypermart Cibubur Junction ?Ay Tujuan Penelitan Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh stress kerja terhadap kinerja karyawan pada Hypermart Cibubur Junction. Manfaat Penelitan Manfaat Praktisi dari penelitian ini yaitu. Bagi Perusahaan, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan gambaran dan masukan bagi pihak manajemen Perusahaan agar dapat memperhatikan mengenai Stress kerja dan kinerja karyawan karena hal itu akan mempengaruhi keberlangsungan dan kemajuan Perusahaan. Manfaat Teoritis dari penelitian ini yaitu bagi Universitas Mitra Bangsa . Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi tambahan bagi peneliti lain yang ingin meneliti untuk memperdalam pengetahuan di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia khususnya bagaimana cara memperbaiki stress kerja dan kinerja Manfaat bagi penulis, untuk menambah ilmu pengetahuaan dalam mengembangkan wawasan keilmuan dan kemampuan dalam bidang ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, khususnya bagaimana cara memperbaiki stress kerja dan kinerja tersedia dalam suatu organisasi, baik organisasi pemerintah maupun swasta. Sumber Daya Manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang memiliki akal, perasaan, keinginan, kemampuan, keterampilan, pengetuahuan, dorongan, daya dan karya. Sumber Daya Manusia adalah satu-satunya sumber daya yang memiliki rasio, rasa, dan karsa. Semua potensi sumber daya manusia tersebut sangat berpengaruh terhadap Upaya organisasi dalam pencapaian tujuannya. Kecanggihan teknologi. informasi yang pesat, ketersediaan modal , dan bahan Ae bahan yang memadai dalam organisasi tidak akan bisa mencapai tujuan Perusahaan tanpa di dukung oleh sumber daya manusia yang potensial. Manajemen Kinerja Konsep manajemen kinerja dibentuk pada tahun 1980-an di Amerika Serikat. Michael Armstrong . alam Wirawam , 2012 : . mendefinisikan manajemen kinerja sebagai proses yang bertujuan meningkatkan kinerja individu karyawan, kinerja tim kerja, dan kemudian meningkatkan kinerja Proses dari manajemen kinerja Bersama Manajemen kinerja bertujuan mengembangkan sejumlah aspek kinerja. Pertama. Manajemen kinerja berupaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi atau Perusahaan. Tujuan tersebut dicapai melalui partisipasi karyawan dalam mencapai tujuan dari tugas yang hasilnya berupa kinerja karyawan. Manajemen kinerja ini berupaya untuk selalu meningkatkan kinerja karyawan. Kedua. Manajemen kinerja berupaya untuk meningkatkan pengetahuan , keterampilan, dan kompetensi karyawan secara terus Ae Ketiga. Manajemen kinerja berupaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses pencapaian tujuan. Keempat. Manajemen kinerja mengukur kinerja individu karyawan, tim kerja, dan kinerja Perusahaan secara periodik. KAJIAN TEORI Manajemen Sumber Daya Manusia Mangkunegara . mendefinisikan manajemen sumber daya manusia sebagai suatu perencanaan, pengorganisasian, pengembangan, pemberian balas jasa, pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia diatas secara sederhana yaitu mengelola manusia. Sumber Daya Manusia adalah yang terpenting dan sangat menentukan dari seluruh sumber daya yang ISSN : 2985-6450 Volume 7 Nomor 2 (Juli 2. Stress Kerja Menurut Mangkunegara (Dalam Amellia 2021 :. Stres kerja adalah AuPerasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaanAy. Stress kerja ini dapat menimbulkan sulit tidur , perasaan yang tidak tenang, emosi tidak stabil, ganguan pencernaan , tegang, gugup , tidak bisa rileks , tekanan darah meningkat dan mengalami gangguan pencernaan. Menurut Beehr dan Newman ( dalam Indriani et al. , 2. mengatakan bahwa Austres kerja adalah kondisi yang muncul dari interaksi antara manusia dan pekerjaan serta dikarakterisasikan oleh perubahan manusia yang memaksa mereka untuk menyimpang dari fungsi normal merekaAy. Menurut Hamali (Amas Lahat et al. Stres di tempat kerja merupakan, perhatian yang tumbuh pada keadaan ekonomi sekarang, di mana para karyawan menemui kondisi-kondisi kelebihan kerja, ketidaknyamanan kerja, tingkat kepuasan kerja yang rendah, ketiadaan otonomi. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa stress kerja merupakan keadaan Ketika seseorang karyawan dihadapkan sebuah peluang atau tantangan yang dapat memberikan ketegangan dan perubahan perilaku. Stress kerja juga dapat mempengaruhi ketidakseimbangan fisik dan psikis, proses berfikir , dan dapat memberikan pengaruh terhadap kinerja Hani Handoko (Tunjungsari, 2. mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah kondisi kerja yang sering menyebabkan stress bagi para karyawan , diantarnya adalah: Beban kerja yang berlebihan Tekanan atau desakan waktu Kualitas supervisi yang jelek Iklim politis yang tidak aman Umpan balik tentang pelaksanaan kerja yang tidak memadai Kemenduaan peranan Frustasi Konflik antar pribadi dan kelompok Perbedaan antara nilai-nilai perusahaan dan karyawan Berbagai bentuk perusahaan. Indikator Stres Kerja menurut Robbins . alam Ahmad et al. , 2. Tuntutan tugas Tuntutan peran Tuntutan antar pribadi Struktur organisasi Kepemimpinan organisasi Kinerja Karyawan Menurut Mangkunegara (Lestary & Harmon, 2. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Menurut Hasibuan (Lestary & Harmon, 2. kinerja adalah suatu hasil yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Menurut Riniwati (Dalam Yandra Rivaldo ,2022:. kinerja adalah proses tingkah laku orang menghasilkan sebuah pemikiran atau produk dalam mencapai tujuan yang dia Tingkat keberhasilan seseorang dalam pekerjaannya disebut kinerja. Sebuah tingkat keberhasilan didefinisikan sebagai tingkat keberhasilan. Dan pada umumnya kinerja di beri Batasan sebagai kesuksesan orang dalam melaksanakan tugas atau Jadi kinerja adalah hasil yang di capai seseorang menurut ukuran yang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja menurut (Dalam Surya Akbar, 2. Motivasi Merupakan faktor pendorong penting yang menyebabkan manusia bekerja adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi Kepuasan kerja. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Tingkat stres Stres merupakan suatu kondisiketegangan yang mempengaruhi ISSN : 2985-6450 Volume 7 Nomor 2 (Juli 2. emosi, proses berpikir dan kondisi Tingkat stres yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungan sehingga pekerjaan mereka. Kondisi pekerjaan Kondisi pekerjaan yang dimaksud dapat mempengaruhi kinerja disini adalah tempat kerja, ventilasi, serta penyinaran dalam ruang Sistem Pemberian kompensasi harus benar dan sesuai dengan kontrak kerja, agar karyawan melakukan pekerjaannya sesuai deng SOP yang berlaku dan lebih semangat untuk bekerja. Desain pekerjaan . Desain pekerjaan harus jelas supaya karyawan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan pekerjaan yang telah diberikan Sebuah perusahaan didirikan tentunya dengan suatu tujuan tertentu. Sementara tujuan itu sendiri tidak sepenuhnya akan dapat dicapai jika karyawan tidak memahami tujuan dari pekerjaan yang Artinya, pencapaian tujuan dari setiap pekerjaan yang dilakukan oleh menyeluruh terhadap tujuan perusahaan Oleh karena itu, seorang karyawan harus memahami indikator-indikator kinerja sebagai bagian dari pemahaman terhadap hasil akhir dari pekerjaannya. Robbins (Dalam Wiranawata, 2020 ) mengatakan terdapat enam indikator untuk mengukur kinerja yaitu sebagai berikut: Kualitas kerja Kuantitas kerja Ketepatan waktu Efektivitas Kemandirian Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kinerja Stress kerja memiliki pengaruh yang cukup tinggi terhadap kinerja karyawan. Ketika stress kerja berada pada tingkat optimal akan menstimulus seseorang unntuk bereaksi dan meningkatkan Tetapi sebaliknya jika semakin tingi tingkat stress yang di alami oleh karyawan maka karyawan tersebut akan merasa memiliki beban dan kehilangan focus untuk bekerja. Dan hal tersebut akan berdampak pada penurunan kinerja karyawan dan target-target Perusahaan tidak akan dapat tercapai. Menurut Rahardja dan Wijaya . alam Wartono, 2. hubungan antara stres dengan kinerja pegawai dapat digambarkan dengan kurva berbentuk U terbalik . nverted U). Hubungan antara stres kerja dengan kinerja pegawai dapat dilihat dari beberapa tingkatan, diantaranya: Pada tingkat stres yang rendah kinerja pegawai juga rendah, hal ini disebabkan karena pegawai merasa tidak memiliki tantangan sehingga menimbulkan kebosanan karena understimulation. Stres pada titik optimal menghasilkan kinerja yang baik. Pada Tingkat stress ini akan menciptakan ide-ide yang inovatif,antusiasme, dan ouput yang Pada tingkat stres yang tinggi kinerja pegawai juga rendah. Tingkat stres yang berlebihan menyebabkan pegawai merasa tertekan karena tidak mampu mengatasi tugas yang terlalu berat. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa stres kerja dan kinerja karyawan sangatlah berhubungan . Oleh sebab itu Perusahaan harus mampu mengubah dan mengelola stres yang berdampak negatif menjadi dampak yang positif terhadap kinerja karyawan dengan cara mengenali dan mengerti kondisi karyawan tersebut seperti pendekatan personal kepada para karyawan,mengadakan refreshing, dan bahkan memberi bonus tunjangan yang dapat meningkatkan semangat mereka dalam bekerja, sehingga hal tersebut diharapkan mampu mengurangi tingkat kejenuhan atau stres kerja para karyawan. Tetapi tanggung jawab mengelola stres ini juga tidak hanya dibebankan kepada perusahaan, tetapi juga individu pegawai ISSN : 2985-6450 Volume 7 Nomor 2 (Juli 2. agar tercipta keseimbangan dan tercapainya tujuaan Perusahaan. Mengingat pentingnya stres kerja di tempat kerja dan hubunganya dengan kinerja perusahaan maka dirasa penting untuk mengidentifikasi hal tersebut. Dalam digambarkan , stress kerja dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan. KINERJA KARYAWAN (Y) Kuantitas pekerjaan Kualitas pekerjaan Ketepatan waktu Efektivitas Kemandirian penelitian ini peneliti menggunakan Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif. Menurut sugiyono (Dalam Mahendra et al. mendefinisikan metode penelitian kuantitatif sebagai berikut : AuMetode penelitian kuantitatif dapat diartikan digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Hypermart Cibubur Junction yang berjumlah 57 orang . Sampel Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Sampling Jenuh, dimana semua populasi dalam penelitian ini dijadikan sampel. Sampel yang diambil adalah seluruh karyawan Hypermart Cibubur Junction yang jumlah populasi sebanyak 57 orang. Jenis dan Sumber Data Data Primer Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya, yaitu data karyawan pada Hypermart Cibubur Junction , data yang berasal dari arsip resmi yang telah disetujui oleh semua penelitian ini. Data Sekunder Data sekunder yang di dapat dalam penelitian ini diperoleh dari hasil pencarian diinternet, membaca buku literatur, membaca jurnal dan penelitian lainnya. Metode pengumpulan data Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode survey dan Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket . uesioner )yang diwujudkan dalam bentuk pertanyaan dan dibagikan melalui media elektronik yaitu Google Form . Adapun STRESS KERJA (X) Tuntutan tugas Tuntutan peran Struktur Organisasi kepemimpinan organisasi Hubungan kerja / tuntutan antar pribadi ( pikiran yang tidak sejalan denngan rekan Keamanan kerja (Job securit. atau Jaminan Gambar 1 Kerangka Berfikir Berdasarkan gambar 2 kerangka berfikir , menjelaskan tentang 2 variabel yaitu stress kerja dan kinerja karyawan dengan masing-masing indikatornya. Tanda padah pada gambar menjelaskan bahwa variabel stress kerja mempengaruhi variabel kinerja karyawan. Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Berdasarkan latar belakang, dan kajian Pustaka yang telah diuraikan diatas maka dapat diajukan hipotesis sebagai jawaban sementara untuk masalah penelitian sebagai H1 : Ada Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PadaHypermart Cibubur Junction H0 :Tidak ada Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Hypermart Cibubur Junction METODELOGI PENELITIAN Desain Penelitian Menurut Jonathan Sarwono, pengertian dari desain penelitian seperti sebuah peta jalan bagi peneliti yang menunutun serta menentukan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pada ISSN : 2985-6450 Volume 7 Nomor 2 (Juli 2. skala yang digunakan peneliti dalam instrumen ini adalah skala likert. Analisis Data Teknik digunnakan untuk mengelola data dalam penelitiaan ini menggunakan software SPSS dengan cara memasukan hasil dari variabel yang akan diuji. Penelitian kuantitatid menghasilkan ouput berupa angka stastistik . Metode yang digunakan seperti uji kualitas data ,uji asumsi klasik, analisis kuantitatif dan uji hipotesis. inyatakan vali. Jika r-hitung < r-tabel maka instrument atau item-item pertanyaan tidak berkorelasi . inyatakan tidak vali. Dengan Corrected Item Ae Total Corecction apabila nilai tiap variable lebih besar dari r tabel maka dapat disimpulkan bahwa butir instrument tersebut valid. Rumus untuk membandingkan mencari rtabel adalah df = n Ae 2 . Dimana n adalah jumlah data. Diperoleh r tabel yaitu df = 57 Ae 2 = 55 dengan alpha = 5% maka nilai r tabel sebesar 0. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran umum Hypermart Hypermart adalah salah satu hipermarket ritel modern Indonesia untuk keluarga kelas menengah yang berkembang secara nasional, dengan banyaknya pilihan produk yang ditawarkan, mulai dari groseri, produk segar. Bazaar. Softlines dan barangbarang elektronik. Hypermart berdiri dengan tujuan untuk menyediakan penawaran ritel berstandar internasional dengan suasana dan pengalaman berbelanja yang konsisten di setiap gerainya di seluruh wilayah Indonesia. Dan Strategi Hypermart di Cibubur hadir pada tahun 2005. Hypermart pertama yang berdiri adalah Hypermart Cibubur Junction terletak di Jalan Jambore pada 28 Juli 2005. Tabel 1 Uji Validitas Stress Kerja Analisis Data Uji Instrumen Penelitian Uji validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan suatu kuesioner yang telah dijawab oleh Untukmengetahui apakah suatu dalampenelitian ini dilakukan pengujian dengan bantuan software komputer pengolahan data SPSS 27. 0 dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk tingkat signifikansi 5%. Adapun ketentuan perhitungan uji validitas menurut Priyono. yaitu sebagai Jika r-hitung > r-tabel maka instrument atau item-item R hitung R tabel Keterangan 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid Sumber data primer yang diolah Berdasarkan Tabel 1 yakni uji validitas atas variabel stress kerja , dari 10 pertanyaan yang diuji semua dikatakan valid karena nilai Rhitung lebih dari Rtabel. Tabel 2 Uji Validitas KinerjaKaryawan No R hitung R tabel Keterangan 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid 2609 Valid ISSN : 2985-6450 Volume 7 Nomor 2 (Juli 2. Berdasarkan Tabel 1 yakni uji validitas atas variabel Kinerja Karyawan , dari 10 pertanyaan yang diuji semua dikatakan valid karena nilai Rhitung lebih dari Rtabel. Uji Reliabelitas Pengujian reliabilitas dilakukan dalam memastikan bahwa instrumen variabel yang digunakan didalam penelitian memiliki konsistensi sebagai alat ukur sehingga tingkat kehandalannya dapat Pengujian reliabilitas instrument ini dapat CronbachAos Alpha. Menurut Sugiyono (Dalam (Mahendra et al. , 2. mengatakan bahwa uji reliabilitas dapat dilakukan secara Bersama-sama terhadap seluruh butir atau item pertanyaan dalam angket . yang ada didalam sebuah penelitian. kriteria sebagai berikut: Jika nilai CronbachAos Alpha () > 0,6 maka dinyatakan reliabel. Jika nilai CronbachAos Alpha () < 0,6 maka dinyatakan tidakreliabel Tabel 3 Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Keterangan Alpha Stress Kerja 0. Reliabel Kinerja Reliabel Karyawan Sumber data primer yang diolah tahun Tabel 4 Uji Deskriptif Sumber data primer yang diolah tahun Berdasarkan hasil analisis deskriptif diatas, dapat digambarkan distribusi data yang di dapat oleh peneliti yaitu : Variable Stress Kerja (X) , dari data tersebut bisa dideskirpsikan bahwa nilai minimum sebesar 24 sedangkan nilai maksimum sebesar 42 , nilai rata-rata 95, dan std deviation sebesar Variabel Kinerja Karyawan (Y) dari data tersebut bisa dideskirpsikan bahwa nilai minimum sebesar 35 sedangkan nilai maksimum sebesar 49, nilai ratarata sebesar 42. 81, dan std deviation Uji Asumsi Klasik Uji normalitas Ghozali (Dalam Kusuma Sansoethan, 2016 ) Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data yang akan digunakan dalam model regresi berdistribusi normal atau tidak. Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas dapat dilihat dari nilai probabilitas uji Kolmogrov-Smirnov yaitu: Jika nilai probabilitas > 0, 05 maka residual berdistribusi normal. Jika nilai probabilitas < 0,05 maka residual tidal berdistribusi normal. Bedasarkan hasil Uji Reliabilitas diperoleh dari seluruh variable memiliki CronbachAos Alpha > 0. 60 maka angket disimpulkan reliabel maka angket dapat dikumpulkan untuk mengumpulkan data . Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2019 : . Dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah data yang diambil berdistribusi normal atau tidak menggunakan bantuan software komputer pengolahan data SPSS ISSN : 2985-6450 Volume 7 Nomor 2 (Juli 2. Tabel 5 Uji Normalitas b = koefisien regresi . emiringan ) besaran response yang di timmbulkan predictor Teknik analisis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber stress kerja terhadap kinerja karyawan Pada Hypermart Di Kota Cibubur Tabel 6 Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean Paramete Std. Deviation Most Absolute Extreme Positive Differenc Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Monte Sig. Carlo Sig. Lower . -taile. d Confi Bound Upper Interv Bound Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Lilliefors' method based on 10000 Monte Carlo samples with starting seed 1314643744. Sumber data primer yang diolah tahun 2024 Berdasarkan hasil analisis linier sederhana tersebut diperoleh hasil sebagai Persamaan regresi Y = a bX Y = 29. Persamaan tersebut dapat diterjemahkan : Konstanta sebesar 29. 540, mengandung arti bahwa nilai konsisten variable kinerja karyawan adalah sebesar 29. Koefisien regresi X sebesar 0. menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai stress kerja , maka nilai kinerja bertambah sebesar 0. Koefisien regresi tersebut bernilai positif , sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variable stress kerja terhadap kinerja karyawan adalah positif. Koefisien Determinasi (R. Menurut Imam Ghozali (Dalam Jusmansyah et al. , 2. Uji Koefisien Determinasi (RA) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerapkan variasi variabel dependen. Koefisien determinasi berfungsi untuk mengetahui persentase besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel Tabel 7 Uji Koefisien Determinasi Model Summary Sumber data primer yang diolah tahun Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui nilai signifikasi 0. 07 > 0. 05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal Analisis Kuantitatif Uji Regresi Linier Sederhana Analisi regresi linier sederhana adalah metode statistik yang berfungsi untuk menguji sejauh mana hubungan sebab akibat antara variabel faktor penyebab . terhadap variabel akibat . Faktor penyebab pada umumnya di lambangkan dengan sedangkan varibel akibat di lambangkan dengan Y. Regresi liner sederhana merupakan merupakan salah satu metode statistik yang di gunakan dalam produksi untuk melakukan karakteristik kualitas maupun kuantitas. Model persamaan teknik analisis regresi linier sederhana menggunakan rumus sebagai Y = a bX Dimana: y = Kinerja Karyawan x = Stress Kerja a = konstanta Model Square Adjusted Square Predictors: (Constan. , stress kerja Std. Error of Estimate Sumber data primer yang diolah tahun ISSN : 2985-6450 Volume 7 Nomor 2 (Juli 2. Berdasarkan tabel diatas yaitu koefisien determinasi (R. dalam penilitian ini dan dapat diketahui bahwa korelasi yang terjadi antara variable bebas dengan variable terikat sebesar R=. Hal ini menunjukkan bahwa stress kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan pada Hypermart Cibubur Junction yaitu sebesar 0. 575 atau 57. sedangkan sisanya sebesar 42. 5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini seperti kompensasi kerja, kepuasan kerja, suasana kerja , kompetensi kerja, disiplin kerja, reward dan punishment karyawan , pelatihan kerja, iklim kerja, pengaruh budaya organisasi, pengaruh etos kerja , pengaruh komitmen organisasi, pengaruh komunikasi organisasi , pengaruh dimensi kecerdasan emosional , pengaruh pengembangan karir, pengaruh keselamatan dan Kesehatan kerja ,loyalitas kerja , dan faktor lainnya. Analisis Koefisien Korelasi Menurut Sugiyono (Dalam Indrawan Sanny et al. , 2. Koefisien korelasi merupakan angka hubungan kuatnya antara dua variabel atau lebih. Arah diyatakan dalam bentuk hubungan positif atau negatif, sedangkan kuat atau lemahnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi. Tabel 8 Interprestasi terhadap koefesien Interval Nilai Koefisien Korelasi 0,000 - 0,199 Tabel 9 Uji Koefesien Korelasi Correlations 0,200 - 0,399 0,400 - 0,599 Sedang 0,600 - 0,799 Kuat 0,800 Ae 1,00 Sangat Kuat Pearson Correlation Sig. Pearson Correlation Sig. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . Sumber data primer yang diolah tahun Berdasarkan tabel 8 interprestasi terhadap koefesien korelasi diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,758 dengan nilai signifikansi 0,000 yang mana lebih kecil dari 0,05 . Berdasarkan tabel 8 interprestasi terhadap koefesien korelasi makna R korelasi nilai 0,758 termasuk ke dalam tingkatan hubungan yang kuat sehingga dari hasil koefisiensi korelasi memiliki kesimpulan terdapat hubungan positif antara stress kerja dan kinerja karyawan dengan tingkat hubungan yang kuat. Tingkat Hubungan Sangat Rendah Rendah Uji Hipotesis Uji parsial (Uji T) Dalam penelitian ini uji t dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh stress kerja terhadap kinerja karyawan. Kriteria hipotesis dapat diterima atau ditolak dalam uji t apabila dengan ketentuan sebagai berikut: Jika signifikan t < level of signifikansi (=0,. , maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya adalah secara parsial ada pengaruh yang signifikan antara variabel stress kerja terhadap kinerja karyawan Jika signifikan t > level of signifikansi (=0,. , maka Ho di terima dan H1 ditolak, artinya adalah secara parsial tidak Sugiono , 2008 Dari pengumpulan dan pengolahan data yang diambil dan setelah melewati tahapan uji validias dan reliabilitas, maka selanjutnya menganalisis koefisien korelasi antara stress kerja dan kinerja karyawan menggunakan SPSS. Berikut tabel 9 Korelasi ISSN : 2985-6450 Volume 7 Nomor 2 (Juli 2. ada pengaruhyang signifikan antara variabel stress kerja terhadap kinerja Tabel 10 Uji Parsial Tujuan penelitian ini yaitu unutk mengetahui dan menganalisis pengaruh stress kerja terhadap kinerja karyawan pada Hypermart Cibubur Jucntion. Dengan mengetahui stress kerja karyawan maka Perusahaan akan melihat dan menilai sejauh mana stress yang dialami karyawan sehingga akan ada perbaikan bagi Perusahaan tersebut untuk menangani permasalahan tersebut. Berdasarkan hasil pengujian metode regresi linier sederhana. Pengujian regresi linier sederhana menghasilkan persamaan 540 0. 359X Konstanta sebesar 29. mengandung arti bahwa nilai konsisten variable kinerja karyawan adalah sebesar Koefisien regresi X sebesar 0. menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai stress kerja , maka nilai kinerja bertambah Koefisien regresi tersebut bernilai positif , sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel stress kerja terhadap kinerja karyawan adalah positif. Berdasarkan pengujian menggunakan Uji T Parsial menunjukan bahwa nilai t-hitung untuk variable stress kerja (X) = memiliki nilai t hitung 8. 621> dan T tabel 2. 004 dengan nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,00 yaitu . 621>2. Jadi dapat di simpulkan bahwa secara parsial ada pengaruh positif antara variabel stress kerja terhadap kinerja karyawan pada Hypermart Cibubur Junction maka kinerja H1 diterima H0 ditolak. Dan stres kerja berpengaruh positif yaitu jika stres kerja semakin baik maka kinerja karyawan Skor nilai tertinggi pada variable stress kerja berada pada indicator yaitu pada indicator kepemimpinan organisasi yaitu membutuhkan dorongan berupa motivasi dari pemimpin ataupun Perusahaan agar saya dapat maju dengan skor sebanyak . Hal ini berarti kurangnya pemberian dorongan kerja dan motivasi dari Perusahaan terhadap individu dari karyawan dalam menjalankan tuntutan Dengan adanya tuntutan tugas yang diberikan tetapi tidak adanya motivasi yang diberikan pemimpin dalam menyelesaikan tugas tersebut hal tersebut dapat menimbulkan stress kerja bagi karyawan. Dengan adanya hal tersebut Perusahaan harus dapat meningkatkan Sumber data primer yang diolah tahun Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa tabel tersebut merupakan Uji T Parsial yaitu nilai t-hitung untuk variable stress kerja (X) = memiliki nilai t hitung 8. 621> dan T tabel 004 dengan nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,00 yaitu . 621>2. Jadi dapat di simpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, artinya adalah secara parsial ada pengaruh antara variabel stress kerja terhadap kinerja karyawan pada Hypermart Cibubur Junction. Interprestasi hasil Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Hypermart Cibubur Junction Berdasarkan hasil Uji T Parsial yaitu nilai t-hitung untuk variable stress kerja (X= memiliki nilai t hitung 8. 621> dan T tabel 004 dengan nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,00 yaitu . 621>2. Jadi dapat di simpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, artinya adalah secara parsial ada pengaruh yang positif antara variabel stress kerja terhadap kinerja karyawan pada Hypermart Cibubur Junction. Dan stress kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan pada Hypermart Cibubur Junction yaitu 575 atau 57. 5% sedangkan sisanya 5%dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini seperti kompensasi kerja, kepuasan kerja, suasana kerja , kompetensi kerja, disiplin kerja, reward dan punishment karyawan , pelatihan kerja, iklim kerja, pengaruh budaya organisasi, pengaruh etos kerja , pengaruh komitmen organisasi, pengaruh komunikasi organisasi , pengaruh dimensi kecerdasan emosional , pengaruh pengembangan karir, pengaruh keselamatan dan Kesehatan kerja ,loyalitas kerja , dan faktor lainnya Pembahasan Hasil Penelitian ISSN : 2985-6450 Volume 7 Nomor 2 (Juli 2. berjudul Au Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Telkomsel Area 3Ay . Dimana hasil penelitiannya menyatakan bahwa stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. atau memberikan dorongan kerja agar stress kerja karyawan dapat diatasi. Dengan adanya dorongan kerja yang diberikan Perusahaan kepada karyawan yang menjalankan tugas maka stress kerja akan dapat diatasi. Menurut Wibowo . stres kerja adalah respon fisik dan emosional pada kondisi kerja yang berbahaya termasuk lingkungan dimana pekerjaan memerlukan kapabilitas sumber daya atau kebutuhan pekerja lebih banyak. Menurut King . alam Asih, et al. , 2018:. AuStres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis, yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi seorang karyawan. Stres pada pekerjaan (Job Stres. adalah pengalaman stres yang berhubungan dengan pekerjaanAy Menurut Mangkunegara (Dalam Amellia 2021 :. Stres kerja adalah AuPerasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaanAy. Bedasarkan pendapat-pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa stress kerja merupakan suatu proses yang dapat mempengaruhi kondisi psikologi dan juga dapat mengganggu atau menghambat seseorang di dalam melakukan pekerjaanya Dan stress kerja dapat berdampak positif dan Berdampak positif jika para pekerja merasa tuntutan yang diberikan perusahaan adalah sebuah kesempatan bagi dirinya untuk mengasah kemampuannya, sehingga individu tersebut akan terus berusaha sebaik mungkin dalam bekerja, dan berdampak negatif apabila pekerja menganggap tuntutan kerja dari Perusahaan. Jadi stress kerja dapat dikelola atau dikurangi dengan aktif dalam kegiatan organisasi atau Perusahaan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Tri Wartono . , yang berjudul AuPengaruh Stress Kerja terhadap Kinerja Karyawan (Study Pada Majalah Mother And Bab. Ay. Dimana hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan yang sangat kuat atau positif antara stres kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan Nabila Rifqayani Ilham dan Arif Partono Prasetio . , yang PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pembahasan tentang pengaruh stress kerja terhadap kinerja karyawan pada Hypermart Cibubur Junction dapat disimpulkan sebagai Terdapat pengaruh antara Stress Kerja Kinerja Karyawan Hypermart Cibubur Junction Hasil Pengujian Hipotesis membuktikan terdapat pengaruh antara Stress Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Dilihat dari hasil perhitungan yang telah diperoleh Uji T Parsial menunjukan bahwa nilai t-hitung untuk variable stress kerja (X) = memiliki nilai t hitung 8. 621> dan T tabel 2. dengan nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,00 yaitu . 621>2. Berdasarkan Stress Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan pada Hypermart Cibubur Junction. Keterbatasan Penelitian Variabel bebas yang diteliti untuk menguji pengaruh terhadap kinerja karyawan hanya 1 . Sedangkan masih banyak faktor lain yang mempengaruhi kinerja karyawan Rekomendasi Setelah melakukan penelitian pada Hypermart Cibubur Junction , berdasarkan variable stress kerja hasil penelitian ini menunjukan bahwa responden lebih cenderung mengalami stress yang disebabkan oleh variable kepemimpinan organisasi maka penulis mengemukakan Perusahaan memperhatikan serta menjaga stabilitas stress kerja yang disebabkan oleh faktor stress variable kepemimpinan organisasi . ISSN : 2985-6450 Volume 7 Nomor 2 (Juli 2. dengan memberikan dorongan kerja kepada karyawan yang menjalankan tugas maka stress kerja akan teratasi. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti lebih dalam mengenai DAFTAR PUSTAKA