Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Vol. No. 1 April 2022 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal 107-120 Karakteristik Ibu Menyusui Dalam Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Waplau Kabupaten Buru Asih Dwi Astuti1. Siti Rochmaedah2. Rahma Tunny3. Rosita Laitupa4 STIKes Maluku Husada Jl. Kebun Cengkeh. Batu Merah. Kec. Sirimau. Kota Ambon. Maluku Korespondensi penulis: astutiasih_eub@yahoo. Abstract To reduce infant morbidity and mortality, children must be given exclusive breastfeeding for the first 6 month and complementary foods are given after 6 months, breastfeeding continues until the child is 2 years old. Breastfeeding can reduce global child montality by 10% every year. Promotion of exclusive effort to reduce montality. The purpose of this study was to identify the characteristics of breasfeeding mothers in the working area of the waplaau Public Health Center. Buru Regency. The method used is descriptive quantitative with cross sectional approach. The sample is breastfeeding monthers whose babies are 7 Ae 12 months old. The sample size of 71 breastfeeding mothers was analyzed using univariate analysis. Results : Age of breastfeeding mothers in the non Ae risk category ( 20 Ae 35 year. , education in the elementary school category, housewife work, parity in the primipara category, family economy category < district minimum wage and not exclusive breastfeeding for breastfeeding monther in the work area of the waplau health center. Keywords : Exclusive breastfeeding, age, education, employment status, parity, family Abstrak Untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian bayi maka anak harus diberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama dan makanan pendamping ASI diberikan setelah 6 bulan, pemberian ASI berlanjut sampai dengan anak berusia 2 tahun. Pemberian ASI dapat menurunkan angka kematian anak secara global sebesar 10% setiap tahun. Promosi ASI eksklusif adalah upaya intervensi yang efektif untuk mengurangi kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmsa Waplaau Kabupaten Buru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel adalah ibu menyusui yang usia bayinya 7-12 bulan. Besar sampel 71 ibu menyusui dianalisa dengn menggunkan analisa univariat. Hasil: Umur Ibu menyusui dengan kategori tidak berisiko . -35 tahu. Pendidikan kategori Sekolah Dasar. Pekerjaan Ibu Rumah Tangga. Paritas kategori primipara, ekonomi keluarga kategori < Upah Minimum Kabupaten dan Tidak memberikan ASI eksklusif pada Ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Waplau. Kata kunci: ASI eksklusif. Umur, pendidikan, status pekerjaan, paritas, ekonomi Received Febuari 07, 2022. Revised Maret 2, 2022. April 22, 2022 * Asih Dwi Astuti, astutiasih_eub@yahoo. Karakteristik Ibu Menyusui Dalam Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Waplau Kabupaten Buru LATAR BELAKANG Di Indonesia, program pembangunan kesehatan masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok yang rentan kesehatan, yaitu ibu hamil, bersalin, dan bayi pada masa perinatal (Kemenkes RI, 2. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada ASI merupakan sekresi dari kedua belah kelenjar payudara ibu berupa suatu emulsi lemak dalam larutan lactose, garam organik dan protein, sebagai makanan utama bagi bayi (Arief, 2. Untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian bayi makaUnited Nations ChildrenAos Fund (UNICEF) dan WHO merekomendasikan bahwa anak harus diberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama dan makanan pendamping ASI diberikan setelah 6 bulan, pemberian ASI berlanjut sampai dengan anak berusia 2 tahun. Angka kematian bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi indikator kesehatan suatu Bangsa. Angka kematian bayi (AKB) di Indonesia telah menglami penurunan dimana pada tahun 2002 adalah 35 per 1. 000 KelahiranHidup (KH), tahun 2017 menjadi 24 per 1. 000 KH dan penurunan angka kematian balita dari 46 per 1. KH tahun 2002 menjadi 32 per 1. 000 KH tahun 2017. Angka tersebut masih cukup jauh dari target tahun 2024, dimana angka kematian neonatal diharapkan turun menjadi 10 000 KH dan angka kematian bayi menjadi 16 per 1. 000 KH (Kemenkes, 2. Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi yaitu 359/100. 000 kelahiran hidup (KH) (SDKI, 2. , target RPJMN tahun 2015-2019 menurunkan sampai 306/100. 000 KH dan pada tahun 2030 diharapkan dapat mengurangi AKI hingga dibawah 70/100. 000 KH (SDGs, 2. UNICEF mendukung langkah yang diambil pemerintah untuk meningkatkan angka menyusui, termasuk mengeluarkan peraturan kesehatan yang melarang promosi makanan atau minuman pengganti ASI di fasilitas kesehatan, dan hak perempuan untuk menyusui telah didukung pemerintah dengan adanya peraturan. Hukumakan memungkinkan menciptakan negara yang memperdayakan perempuan untuk menyusui secara eksklusif selama enam bulan pertama dan terus menyusui selama dua tahun atau lebih (UNICEF, 2. ASI eksklusif mencapai puncaknya pada 3-4 bulan pertama. Periode awal postpartum, hampir setengah dari ibu yang disurvei memberikan ASI JURRIKES - VOLUME 1. NO. APRIL 2022 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Vol. No. 1 April 2022 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal 107-120 kurang dari delapan kali sehari, saran pemberian ASI adalah 8-12 kali per hari. Saran