PENGARUH DIVERSIFIKASI. UKURAN PERUSAHAAN DAN LEVERAGE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA Beatus Marco Sebastian Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak Email: beatusmarcos97@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diversifikasi, ukuran perusahaan dan leverage terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini hingga tahun 2017 berjumlah 153 Perusahaan Sektor Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Penelitian dilakukan pada 105 sampel perusahaan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengujian dengan permodelan linear berganda. Tahapan analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, persamaan regresi linear berganda, korelasi, koefisien determinasi, uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, sedangkan ukuran perusahaan dan leverage tidak berpengaruh. Kemampuan permodelan dalam menjelaskan perubahan nilai perusahaan yaitu sebesar 4,2 persen. KATA KUNCI: Diversifikasi, ukuran, leverage, nilai perusahan PENDAHULUAN Setiap perusahaan akan menghadapi berbagai permasalahan yang menjadi penghambat bagi tercapainya tujuan perusahaan. Terdapat permasalahan yang dapat dikendalikan . aktor interna. dan permasalahan yang tidak terkendali oleh manajemen perusahaan . aktor ekterna. Pengelolaan keuangan perusahaan yang baik diharapkan dapat meminimumkan permasalahan internal perusahaan sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan ekspektasi investor. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan pada harga saham yang berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. Diversifikasi pada segmen usaha merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk menjamin keberlangsungan hidupnya. Perusahaan dengan segmen yang luas akan menopang usaha dan mendorong peningkatan pada kinerja keuangan Logikanya adalah perusahaan dengan segmen yang luas, akan memiliki keterjangkauan pasar yang lebih luas pula sehingga kinerja keuangan perusahaan akan lebih stabil. Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan pula pada nilai (Amihud dan Lev, 1981. Errunzadan Senbet, 1981. Encaua et al, 1986. Gertner et al, 1994. Maksimovic dan Phillips, 2002. serta Lee et al, 2. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Ukuran perusahaan dapat memberikan informasi tentang besar kecilnya perusahaan yang dapat diukur melalui total aset. Ukuran perusahaan yang semakin besar cenderung memiliki prospek bisnis yang baik. Kondisi tersebut dapat menaikkan nilai perusahaan (Pratama dan Wiksuana, 2016. Wulandari dan Wiksuana, 2. Perusahan yang memiliki rasio leverage (DER) yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki utang yang besar sehingga memiliki resiko yang besar pula yang dapat memberikan dampak pada menurunnya nilai perusahaan (Prastika, 2012. Pratama dan Wiksuana, 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh diversifikasi, ukuran perusahaan, dan leverage pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Pemilihan memperhatikan perkembangan industri tersebut di Indonesia. KAJIAN TEORITIS Mempertahankan dan menjamin keberlangsungan hidup perusahaan merupakan faktor penting. Keberlanjutan tersebut akan menyangkut kesejahteraan pemegang saham yang dapat digambarkan melalui nilai perusahaan. Nilai perusahaan dapat diartikan sebagai persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan juga membuat nilai perusahaan tinggi. Nilai perusahaan yang tinggi juga dapat membuat para investor percaya kepada perusahaan tidak hanya melihat kinerjanya saat ini namun pada prospek perusahaan di masa depan. Menurut Harmono . 1: . : AuNilai perusahaan dapat diukur melalui nilai harga saham di pasar, berdasarkan terbentuknya harga saham perusahaan di pasar, yang merupakan refleksi penilaian oleh publik terhadap kinerja perusahaan secara riilAy. Nilai perusahaan yang tinggi dapat mencerminkan harga saham yang tinggi. Para investor cenderung akan lebih memilih berinvestasi pada perusahaan memiliki kinerja yang baik. Dengan melakukan investasi pada perusahaan yang bernilai tinggi, maka para investor mengharapkan tingkat pengembalian yang tinggi. Harga saham menjadi cerminan nilai perusahaan. Jika harga saham meningkat maka nilai perusahaan juga ikut bertambah. Nilai perusahaan yang bertambah juga memberi dampak positif bagi pemegang saham yang dapat dibuktikan dengan tingginya return bagi pemegang saham. Menurut Sudana . 1: . : AuHarga pasar saham Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 mencerminkan nilai perusahaan dengan demikian jika nilai suatu perusahaan meningkat, harga pasar saham tersebut juga naik. Ay Nilai perusahaan dapat diukur dengan rasio TobinAos Q. Menurut Weston dan Copeland . 0: . : Rasio TobinAos Q didefinisikan sebagai nilai pasar seluruh surat berharga dibagi dengan biaya penggantian aktiva. Jika rasio TobinAos Q di atas satu, menunjukkan bahwa investasi dalam aktiva menghasilkan laba yang memberikan nilai yang lebih tinggi daripada pengeluaran aset. Menurut Jogiyanto . 6: . : Nilai perusahaan dicerminkan melalui harga saham tentunya akan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti indeks harga saham, tingkat suku bunga, dan kondisi fundamental perusahaan. Pada kondisi fundamental merupakan kondisi yang berkaitan dengan kondisi internal dari perusahaan. Faktor fundamental erat kaitannya dengan kondisi keuangan suatu perusahaan yang dicerminkan melalui kinerja keuangan perusahaan. Nilai perusahaan yang tinggi dalam hal ini mencerminkan kemampuan keberlangsungan usaha perusahaan. Keberlangsungan usaha dapat terjamin apabila perusahaan melakukan diversifikasi usaha Menurut Lewellen . : Diversifikasi usaha dapat meningkatkan kapasitas utang, mengurangi kemungkinan kebangkrutan dengan masuk ke produk atau pasar baru. Diversifikasi usaha suatu perusahaan dapat diketahui melalui laporan segmen. Menurut Baker, et al . 6: . : Diversifikasi usaha dan pasar multinasional selama tahun 1990-an menciptakan kebutuhan informasi yang terpisah dari masing-masing segmen atau komponen perusahaan yang mendorong akuntan untuk mengembangkan dan mengungkap informasi yang diperlukan untuk mencerminkan perbedaan-perbedaan yang mendasar serta dapat menyajikan standar akuntansi untuk pelaporan komponen operasi, kegiatan usaha luar negeri dan pelanggan utama dari suatu entitas yang dalam bentuk laporan segmen. Menurut Lee, et al . : Diversifikasi usaha akan mendukung pasar yang lebih baik sehingga mendorong semakin meningkatnya penjualan dan kinerja perusahaan akan meningkat. Perusahaan bisa melakukan diversifikasi usaha sebagai salah satu cara untuk mempertahankan keberlangsungan usaha, karena dengan melakukan diversifikasi usaha perusahaan menciptakan target pasar baru sehingga perusahaan dapat meningkatkan penjualannya yang berdampak pada meningkatnya nilai perusahaan. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Menurut Fauver, et al . : Diversifikasi usaha mungkin lebih berharga bagi perusahaan di pasar dimana meningkatkan modal eksternal masih mahal dan sulit. Selanjutnya menurut Rumelt . : Diversifikasi usaha sebagai sarana dimana perusahaan berkembang dari bisnis intinya ke pasar produk lainnya. Perusahaan yang melakukan diversifikasi akan mengakibatkan perusahaan berkembang dari bisnis intinya sehingga menciptakan pasar baru lainnya yang berarti perusahaan melakukan diversifikasi usaha yang dapat menciptakan pasar baru. Terciptanya pasar baru dapat meningkatkan penjualan perusahaan dan dapat membawa perusahaan mencapai titik tertinggi pada penjualan. Peningkatan penjualan juga meningkatkan return dan laba yang diterima perusahaan lebih maksimal. Diversifikasi usaha juga dapat memberi manfaat bagi perusahaan sebagaimana menurut Pandya . : Keterampilan yang dikembangkan dalam satu bisnis ditransfer ke bisnis lain, dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan modal. Perusahaan yang terdiversifikasi dapat mentransfer dana dari unit surplus tunai ke unit defisit kas tanpa pajak atau biaya transaksi, sehingga menyebabkan tenaga kerja lebih terampil dapat diartikan tenaga kerja lebih produktif membuat perusahaan memiliki kinerja keuangan yang baik. Adanya kinerja keuangan yang baik tersebut maka dapat mendorong peningkatan nilai perusahaan Hal tersebut didukung oleh penelitian Amihud dan Lev . Errunzadan Senbet . Encaua et al . Gertner et al . Maksimovic dan Phillips . , serta Lee et al . yang menyatakan bahwa diversifikasi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis pertama yang dibangun dalam penelitian ini adalah: H1: Diversifikasi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya aset yang dimiliki oleh suatu Ukuran perusahaan yang besar cenderung lebih menarik bagi para investor untuk melakukan investasi. Menurut Hartono . 8: . : Perusahaan yang besar dianggap mempunyai risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil. Perusahaan dengan aset yang besar dianggap dapat memberikan laba yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang kecil. Peningkatan laba suatu perusahaan maka juga akan meningkatkan nilai perusahaan di mata investor, sehingga investor akan lebih tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut karena investor mengharapkan tingkat pengembalian yang tinggi. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Ukuran perusahaan yang semakin besar juga akan berkaitan erat dengan keputusan pendanaan yang akan diterapkan oleh perusahaan, agar perusahaan maksimal dalam mengunakan dana untuk meningkatkan nilai perusahaan. Menurut Riyanto . : Perusahaan yang besar dengan sebaran saham perusahaan yang besar pula akan memiliki dampak yang kecil terhadap hilangnya kontrol dari pihak dominan terhadap perusahaan, sehingga perusahaan yang besar cenderung lebih berani untuk mengeluarkan saham baru guna memenuhi kebutuhan perusahaan dibandingkan dengan perusahaan kecil. Investor dalam hal ini akan lebih yakin menanamkan modalnya perusahaan yang berukuran lebih besar sehingga dapat dikontrol dan dapat dipantau perkembangan perusahannya sehingga kondisi tersebut akan berdampak juga pada meningkatnya nilai perusahaan. Hal tersebut didukung oleh penelitian Pratama dan Wiksuana . , serta Wulandari dan Wiksuana . yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis kedua yang dibangun dalam penelitian ini adalah: H2: Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Investor berinvestasi tidak hanya melihat dari ukuran perusahaan saja tetapi juga dapat melihat dari aspek yang lainnya. Salah satu aspek yang dapat diperhatikan adalah Menurut Syamsuddin . : Leverage dapat diartikan rasio yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menggunakan aktiva atau dana yang mempunya beban tetap . ixed cost asset or fund. untuk memperbesar tingkat penghasilan . bagi pemilik perusahaan. Besarnya sumber pendanaan yang yang diperoleh dari utang tersebut menjadi cerminan risiko yang dihadapi oleh perusahaan sehingga investor akan cenderung memperhatikan leverage perusahaan. Rasio leverage dapat diukur menggunakan DER dengan menbandingkan total kewajiban dan total ekuitas. Argumen tersebut sebagaimana oleh Kasmir . 1: 157. : DER merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini berfungsi untuk mengetahui setiap jumlah Rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang. Semakin besar rasio DER menunjukkan semakin besar utang yang digunakan perusahaan untuk menjalankan operasinya. Semakin tinggi rasio tersebut maka penggunaan sumber pendanaan dari utang perusahaan juga semakin tinggi dalam membiayai aset perusahaan. Peningkatan pada DER juga menurunkan kemampuan ekuitas dalam menjamin pembayaran keseluruhan kewajiban. Argumen tersebut Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 sebagaimana oleh Fahmi . 5: . : AuPenggunaan utang yang tinggi akan membahayakan perusahaan karena perusahaan akan masuk kategori extreme leverage . tang ektre. yaitu perusahaan terjebak dalam tingkat utang yang tinggi dan sulit untuk melepas utang tersebut. Ay Semakin tinggi rasio leverage menunjukkan semakin besar dana yang didapat dari berhutang. Exterm leverage juga dapat menyebabkan perusahaan kesulitan untuk melunasi utang yang banyak dan menyebabkan perusahaan tidak sehat. Hal tersebut akan membuat investor berhati-hati dalam berinvestasi di perusahaan karena semakin tinggi rasio leverage semakin tinggi juga risiko Perusahaan yang memperbesar tingkat leverage berarti ketidakpastian . dari return yang akan diperoleh akan semakin tinggi, tetapi pada saat yang sama hal tersebut juga akan memperbesar jumlah return yang akan Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat leverage berarti semakin tinggi ketidakpastiannya. Ketidakpastian akan memberi risiko tinggi bagi investor sehingga membuat investor untuk mempertimbangkan untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Kondisi tersebut dapat mendorong menurunya nilai perusahaan. Hal tersebut juga didukung oleh Prastika . serta Suwardika dan Mustanda . yang menunjukan bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis ketiga yang dibangun dalam penelitian ini H3: Leverage berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan bentuk kausalitas untuk melihat apakah terdapat pengaruh antara variabel independen . iversifikasi, ukuran perusahaan dan leverage terhadap variabel dependen . ilai perusahaa. Peneliti menggunakan variabel dummy sebagai alat ukur diversifikasi. Ln total aset untuk menghitung ukuran perusahaan. DER untuk mengukur leverage dan TobinAos Q Ratio untuk mengukur nilai perusahaan. Perhitungan variabel penelitian didasarkan pada laporan keuangan perusahaan. Pengolahan data dengan menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi Jumlah sampel dalam penelitian adalah sebanyak 109 perusahaan dan jumlah data Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 penelitian adalah sebanyak 525 data. Teknik analisis data dilakukan adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda dan uji hipotesis. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Hasil analisis statistik deskriptif dapat dilihat pada Tabel 1 sebagai berikut: TABEL 1 PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA STASTISTIK DESKRIPTIF Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation 8,1046 25,2156 33,3202 28,502363 1,6404784 LEV 319,1445 -225,0449 94,0997 0,827191 10,923454 38,9359 0,2155 39,1514 2,530822 5,1473472 Valid N . Sumber: Data Output SPSS 21, 2019 Frequency Percent Diversifikasi Tidak Diversifikasi Total Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui bahwa rata-rata ukuran perusahaan adalah sebesar 28,502363. Nilai tersebut menunjukkan bahwa secara rata-rata Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia memiliki aset setara dengan Rp10. Sedangkan DER memiliki nilai minimum sebesar225,0449. Angka tersebut tidak mencerminkan keadaan yang sesungguhnya dikarenakan nilai negatif tidak menunjukkan bahwa tingkat utang perusahaan rendah melainkan menunjukkan bahwa posisi ekuitas perusahaan dalam keadaan negatif yang mungkin terjadi karena perusahaan menderita kerugian sehingga kerugian yang diderita lebih besar dari setoran modal yang dimiliki perusahaan. Perusahaan yang tidak melakukan diversifikasi . sebanyak 258 perusahaan . ,1 perse. , sedangkan perusahaan yang melakukan diversifikasi . sebanyak 267 perusahaan . ,1 perse. Apabila dibandingkan per tahun maka pada tahun 2014 adalah tahun dimana paling banyak perusahaan melakukan diversifikasi dan pada tahun 2016 ada tahun dimana paling banyak perusahaan yang tidak melakukan Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Uji Asumsi Klasik Hasil pengujian asumsi klasik menunjukkan residual berdistribusi normal. Model regresi juga bebas dari multikolinearitas, heteroskedastisitas dan masalah autokorelasi sehingga dapat dilanjutkan untuk analisis regresi linear berganda dan pengujian hipotesis. Pengaruh Diversifikasi. Ukuran Perusahaan dan Leverage terhadap Nilai Perusahaan. Berikut ini merupakan rekapitulasi hasil pengujian persamaan yang dibangun dalam penelitian ini: TABEL 2 HASIL REGRESI CONSTANT 1,9210*** ,5. DIVERSIFIKASI -0,2200*** ,0. UKURAN PERUSAHAAN -0,0280 ,0. LEVERAGE 0,0040 ,0. 0,047 Adj R2 0,042 F-Value 8,628*** Catatan: Untuk hasil uji regresi, nilai yang ditampilkan di luar kurung adalah nilai beta koefisien. Nilai yang ditampilkan di dalam kurung adalah nilai standard error. Tanda *, **, dan *** secara berurutan mengindikasikan tingkat signifikansi pada 10%, 5%, dan 1%. Persamaan Regresi Linear Berganda Tabel 2 menunjukkan hasil pengujian yang dilakukan terhadap model regersi linear berganda yang telah dirumuskan. Persamaan regresi yang dapat dibangun sebagai berikut: NP=1,921-0,220DIF-0,028UK 0,04LEV e Koefisien Determinasi Penelitian lebih lanjut melihat keandalan model estimasinya melalui nilai koefisien korelasi. Berdasarkan Tabel 2, nilai koefisien determinasi (R squar. pada penelitian ini sebesar 0,047 dan apabila mengacu pada koefisien determinasi yang disesuaikan . djusted R squar. maka diperoleh nilai 0,042. Nilai tersebut menunjukkan kemampuan diversifikasi, ukuran perusahaan, dan Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 leverage dapat memberikan penjelasan terhadap perubahan nilai perusahaan yaitu sebesar 4,2 persen. Analisis Pengaruh Diversifikasi. Ukuran Perusahaan. Leverage terhadap Nilai Perusahaan Hasil uji F pada Tabel 2, diperoleh nilai F sebesar 8,628. Hasil pengujian tersebut menunjukkan model regresi yang menguji pengaruh diverrsifikasi, ukuran perusahaan, dan leverage terhadap nilai perusahaan merupakan model persamaan regresi yang layak untuk dianalisis. Berdasarkan Tabel 2, hasil regresi menunjukkan adanya pengaruh positif diversifikasi terhadap nilai perusahaan pada tingkat signifikansi satu persen Nilai koefisien variabel diversifikasi menunjukkan -0,220 yang berarti bahwa perbedaan nilai perusahaan antara perusahaan yang tidak terdiversifikasi dengan perusahaan yang terdiversifikasi adalah -0. Hal ini juga menunjukkan nilai perusahaan akan mengalami penurunan sebesar 0,220 apabila diversifikasi Perusahaan terdiversifikasi memiliki nilai perusahaan yang lebih baik daripada perusahaan yang terdiversifikasi. Untuk variabel ukuran perusahaan, nilai koefisiennya menunjukkan nilai sebesar -0,028 namun, tidak menunjukkan ada pengaruh. Kesimpulan yang serupa ditemukan untuk variabel leverage. Koefisien leverage memiliki nilai positif sebesar 0,004, tetapi tidak signifikan secara statistik. Artinya, leverage tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. PENUTUP Kesimpulan dari hasil penelitian adalah diversifikasi berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, sedangkan ukuran perusahaan dan leverage tidak Saran bagi calon investor, sebaiknya memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan dan bagi peneliti berikutnya dapat melakukan penelitian pada sektor usaha lain atau lebih memfokuskan pada sektor atau jenis perusahaan yang akan diteliti seperti misalkan perusahaan BUMN, dan multinasional terkait variabel Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 DAFTAR PUSTAKA