DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. Gambaran Metode HOT-FIT dalam Evaluasi e-Puskesmas di UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan Overview of the HOT-FIT Method in Evaluating e-Puskesmas at UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan Luh Yulia Adiningsih1 Putu Erma Pradnyani2 Putu Chrisdayanti Suada Putri3 Coelestina Astri Bhoko4 1,2,3,4Program Studi Diploma IV Manajemen Informasi Kesehatan. Politeknik Kesehatan Kartini Bali Jl. Piranha No. Pegok. Sesetan. Denapasar Selatan. Bali E-mail : lyauno19@gmail. Abstract e-Puskesmas is a multi-user application with web-based technology that allows it to be used by more than one user at the same time. e-Puskesmas makes it easier to record and collect patient data because it is done electronically. Puskesmas I Denpasar Selatan stated that there were still problems regarding the implementation of e-Puskesmas. The aim of this research is to see an overview of the HOT-FIT method in evaluating e-Puskesmas at Puskesmas I Denpasar Selatan. The research method used in this research is descriptive quantitative. The research subjects of this study were all officers who used e-Puskesmas, totaling 32 respondents. The research variables are the HOT-FIT components (Human. Organization. Technology, and Net Benefi. This research was conducted at Puskesmas I Denpasar Selatan. The results of this research showed that in the Human aspect, 62. 5% said it was good, in the Organizational aspect it was 56% good, in the Technology aspect it was 50% each good and bad, and in the Net benefit aspect it was 68% good. Overall, the description of the HOT-FIT method in evaluating e-Puskesmas at Puskesmas I Denpasar Selatan can be said to be working well, but in the technological aspect it still needs to be improved. Keywords: e-Puskesmas. HOT-FIT, evaluation Abstrak e-Puskesmas merupakan aplikasi multi user dengan teknologi berbasis web yang memungkinkan untuk digunakan oleh lebih dari satu orang pengguna pada saat yang e-Puskesmas mempermudah pencatatan dan pendataan pasien karena dilakukan secara elektronik. Puskesmas I Denpasar Selatan menyatakan bahwa masih terdapat permasalahan mengenai penerapan e-Puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran metode HOT-FIT dalam evaluasi e-Puskesmas di UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif Subjek penelitian dari penelitian ini adalah seluruh petugas yang menggunakan e-Puskesmas yang berjumlah 32 responden. Variabel penelitian merupakan komponen HOT-FIT (Human. Organization. Technology, dan Net Benefi. Penelitian ini dilakukan di UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pada aspek Human yang menyatakan baik sebesar 62,5%, pada aspek Organisasi yang menyatakan baik 56%, pada Aspek Teknologi yang menyatakan baik dan kurang masing-masing 50%, dan pada aspek Net benefit yang menyatakan baik sebesar 68,8%. Secara keseluruhan gambaran metode HOT-FIT dalam evaluasi e-Puskesmas di UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan dapat dikatakan sudah berjalan baik, namun dalam aspek teknologi masih perlu ditingkatkan lagi. Kata kunci: e-Puskesmas. HOT-FIT, evaluasi Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Pendahuluan Elektronik Puskesmas . -Puskesma. adalah salah satu aplikasi untuk pelayanan kesehatan di puskesmas yang bertujuan untuk memberikan pelayanan dasar kepada Masyarakat. Aplikasi ini juga memiliki tujuan meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan (Adiningsih et al. , 2. e-Puskesmas memiliki fungsi pencatatan dan pendataan dengan sistem elektronik sehingga memudahkan Dinas Kesehatan dalama memonitoring data Kesehatan e-Puskesmas multiuser berbasis web yang penggunanya bisa lebih dari satu orang pada saat yang Sistem e-Puskesmas dapat dilihat langsung dari komputer yang terkoneksi ke internet dengan menggunakan browsera seperti Internet Explorer. Mozilla Firefox dan lainnya e-Puskesmas dibuat pelayanan (Saputro, 2. Keunggulan e-Puskesmas antara lain dapat memicu seluruh puskesmas jadi bisa saling bersaing dalam memberikan dan menghasilkan mutu layanan terbaik kepada berkompetisi untuk memperbaharui system pelaporan data. Selain itu masyarakat juga bisa terlayani dengan maksimal dan seluruh data terhimpun dalam e-Puskesmas (Hayati et al. , 2. Suatu instansi pemberi pelayanan kesehatan saat menerapkan suatu sistem atau aplikasi untuk berbagai keperluan, tentu diharapkan akan digunakan dengan Sehingga pengukuran tingkat ketersiapan pengguna menjadi penting guna memastikan kondisi ini. Human Organization and Technology (HOT-FIT) yang dikembangkan oleh Yusof et al . yang dikembangkan dari teori model Is Success Model yang dibuat oleh DeLone dan McLean . Kajian ini menjelaskan HOT-FIT sebagai salah satu model untuk memahami aspek-aspek penting dalam penerapan aplikasi dan Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. pemanfaatannya dalam pengukuran tingkat Metode ini memiliki empat aspek teknologi serta keseimbangan hubungan tiap aspeknya (Jambago et al. , 2022. Sari & Maisharoh, 2. Metode HOT-FIT komponen yang tidak hanya berfokus pada sistem tetapi berfokus juga pada lingkungan Ada beberapa kelebihan Kajian-kajian Indikator menggunakan metode HOT-FIT dapat pula pengukuran (Tawar et al. , 2. Metode HOT-FIT merupakan gabungan dari model kesuksesan informasi dari DeLone dan McLean dan IT Organization Fit Model dari Morton. HOT-FIT merupakan salah satu teknik yang biasa digunakan untuk mengevaluasi implementasi system yang sudah ada pada institusi. Kelebihan metode HOT-FIT ini adalah mampu memberikan solusi untuk setiap kesulitasn serta tidak hanya berfokus pada komponen sistem yang dievaluasi sendiri, tetapi juga pada komponen pendukung tambahan yang membuat model ini cocok untuk digunakan pengembangan aplikasi (Djohan, 2. Metode HOT-FIT ini terbagi menjadi 4 aspek yaitu dari aspek Human. Organization. Technologi, dan Net Benefit (Tawar et al. Puskesmas I Denpasar selatan merupakan salah satu puskesmas yang menerapkan e-Puskesmas sejak Maret 2021. Berdasarkan dilakaukan pada pihak Puskesmas I Denpasar Selatan menyatakan bahwa masih terdapat permasalahan mengenai penerapan e-Puskesmas. Penerapan e-Puskesmas ini mengalami kendala di lapangan, yaitu kendala jaringan, aplikasi yang kadang tidak terkoneksi dengan BPJS, petugas belum dapat merasakan manfaat Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. dari penerapan aplikasi, tidak adanya SK (Surat Keputusa. penetapan penganggung jawab ePuskemas serta pelaporan yang masih dilakukan secara manual. Selain itu pada Puskesmas I Denpasar Selatan belum penerapan system e-Puskesmas. Hal ini akan berdampak pada kegiatan operasional dalam palayanan serta kondisi system yang belum sepenuhnya sesuai dengan prosedur akan menjadi permasalahan pada mutu pelayanan itu sendiri. Sehingga berdasarkan pemaparan diatas, kegiatan evaluasi ini perlu dilakukan untuk menghasilkan pengetahun yang dapat digunakan untuk peningkatan penggunaan system informasi (Venable, dalam Cronholm dan Gobel, 2. Selain itu, kegiatan evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya dari penerapan suatu system informasi. Hal ini membantu pihak manajemen untuk mengetahui system yang digunakan saat ini mengahsilkan pelayanan yang optimal atau konvensional sebelumnya. Evaluasi juga digunakan untuk mengetahui aspek positif yang mendorong penggunaan system dan menimbulakn kendala maupun hambatan saat pengimplementasian (Leonard, 2. Hasil penelitian dari Saudina . di Puskesmas Malaka Sari menyatakan bahwa evaluasi dengan metode HOT-FIT pada e-Puskesmas mampu memberikan masukan terkait kesesuaian antara manusia, teknologi, dan organisasi. Penelitian dari Jambago . juga menyatakan bahwa e-Puskesmas Kabupaten Siak dilihat dari segi sumber daya manusia (SDM), organisasi dan teknologi belum berjalan optimal serta Hasil penelitian lain juga menunjukkan bahwa pelaksanaan SIMPUS di Puskesmas Sipatana sudah baik berdasarkan metode HOT-FIT, namun masih ada beberapa kendala yang ditemukan seperti kurangnya pemahaman Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. mengenai sistem yang digunakan dan kendala jaringan (Mohi, et al. Metode Adapun digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Desain penelitian menggunakan rancangan cross sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasional, atau pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas 1 Denpasar Selatan. Denpasar. Provinsi Bali dan waktu penelitian ini yaitu Juli-Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas/staf di Puskesmas I Denpasar Selatan sebanyak 32 orang dengan teknik Total Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket tertutup dengan skala likert untuk melihat gambaran karakteristik sosial demografi dan gambaran dari variabel HOTFIT (Human, organization, technology, dan net benefi. sebagai evaluasi e-Puskesmas di Puskesmas I Denpasar Selatan. Kuesioner yang digunakan sudah diuji validitas dan Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden . etugas di puskesmas baik secara online dan offlin. Data ini kemudian diolah melalui beberapa tahap yaitu pengkodean data, penyuntingan data, pemasukan data, dan pembersihan data untuk kemudian selanjutnya dianalisis menggunakan analisis univariat dengan bantuan software SPSS 25 untuk melihat masing-masing variabel HOTFIT dalam hal evaluasi e-Puskesmas di Puskesmas 1 Denpasar Selatan. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian menemukan bahwa dari 32 responden, karakteristik demografi Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. responden dari segi usia, rata-rata usia petugas di Puskesmas adalah 41 tahun. Usia minimal petugas puskesmas yang menjadi responden adalah 25 tahun dan usia maksimal adalah 57 tahun. Dilihat dari jenis kelamin responden, sebagian besar . ,3%) adalah perempuan dan pendidikan diploma . ,8%). Rata-rata lama bekerja responden di puskesmas adalah 13 tahun (Tabel . Tabel 1. Karakteristik Sosial Demografi Responden Variabel Usia (MeanASD) Distribusi Frekuensi Persentase . (%) 41,1 . Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Diploma Profesi/S2 Pendidikan Lama Bekerja (MeanASD) Sumber data : Primer 13,9 . Gambaran evaluasi dengan metode HOTFIT menunjukkan bahwa dari aspek Human, yang paling banyak dijawab setuju hingga sangat setuju adalah pernyataan mengenai petugas memiliki keahlian dan perlu adanya pengembangan aplikasi. Gambar 1. Evaluasi Aspek Human Namun, masih terdapat 25% responden yang mengaku tidak setuju dengan adanya e-Puskesmas, pernyataan tidak setuju juga muncul pada aspek keseluruhan aplikasi e-Puskesmas sudah sesuai dengan harapan pengguna/petugas Kesehatan serta tingkat kepuasan pengguna belum sangat puas. Hal ini serupa dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pelatihan bagi SDM penting dilakukan guna menunjang pelayanan yang maksimal (Ganing et al. Gambaran evaluasi dengan metode HOTFIT menunjukkan bahwa dari aspek Organisasi, masih terdapat 12% responden yang mengaku tidak setuju dengan adanya pernyataan mengenai adanya struktur organisasi dalam pengelolaan e-Puskesmas. Hal ini menandakan sosialisasi atau struktur organisasi ini belum diketahui beberapa Aspek yang paling banyak disetujui oleh responden adalah pelatihan e-Puskesmas dan perlu adanya peningkatan penggunaan e-Puskesmas (Gambar . Hal ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang menyebutkan perlu adanya pelatihan yang berkelanjutan dalam menggunakan e-Puskesmas sehingga ePuskemas lebih mudah digunakan (Hidayatullah et al. Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. Gambar 2. Evaluasi Aspek Organisasi Gambar 3. Evaluasi Aspek Teknologi Gambaran evaluasi dengan metode HOTFIT menunjukkan bahwa dari aspek Teknologi, terdapat harapan e-Puskesmas dapat dimanfaatkan lebih baik lagi. Namun, masih terdapat lebih dari 50% menyatakan tidak e-Puskesmas mengalami eror. Hal ini menandakan bahwa aplikasi e-Puskesmas di Puskesmas I Denpasar Selatan sering mengalami eror. Hal sebelumnya yang menyatakan petugas masih mengeluh mengenai jaringan, karena sistem online jadi kendalanya adalah jaringan sehingga sistem tidak cukup stabil digunakan dan sering terjadi eror (Mohi et , 2. Gambaran HOT-FIT menunjukkan bahwa dari aspek Net Benefit, terdapat jawaban setuju bahwa keberadaan e-Puskesmas dapat mendukung visi misi puskesmas sebesar 56,3%, e-Puskesmas mengurangi kesalahan data sebesar 62,5% dan e-Puskesmas membantu mencapai tujuan dengan efektif sebesar 56,3%. Net benefit sendiri dapat ditandai dengan efek pekerjaan, efektif dan efisien. Hal ini juga menjadi gambaran keseimbangan antara dampak positif dan negative dari suatu sistem informasi (Istianah, 2. Gambar 4. Evaluasi Aspek Net Benefit Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Gambaran HOT-FIT sebagian besar evaluasi dari aspek human, organisasi, dan net benefit dalam kategori baik, hanya aspek teknologi seimbang antara baik dan kurang. Melihat hal ini Puskesmas meningkatkan lagi dukungan pada aspek teknologi misalnya seperti peningkatan Tidak keberadaan teknologi bertujuan untuk mempermudah pekerjaan dari pengguna itu Tabel 2. Evaluasi Metode HOTFIT terhadap e-Puskesmas Variabel HOTFIT Distribusi Frekuensi Persentase . (%) Human Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Organisasi Teknologi Net Benefit Sumber data : Primer . ata diola. Gambaran metode HOTFIT berdasarkan hasil pemaparan diatas menunjukkan bahwa dari aspek human, aspek organisasi, aspek teknologi terhadap net benefit harus sama-sama seperti e-Puskesmas. Sehingga sistem dapat berjalan efektif dan produktif dan banyak hasil kajian yang menyatakan bahwa metode HOTFIT sangat tepat diterapkan untuk melakukan evaluasi terhadap suatu sistem (Tawar, 2. Simpulan dan Saran Berdasarkan menunjukkan bahwa evaluasi e-Puskesmas dengan menggunakan metode HOTFIT secara keseluruhan dapat dikatakan baik. Namun pada aspek Teknologi tentunya perlu ditingkatkan, baik dari sarana prasana. Guna memudahkan pengguna e-Puskesmas. Puskesmas I Denpasar Selatan diharapkan mampu memberikan fasilitas sarana dan prasarana yang optimal. Misalnya seperti peningkatan jaringan memberikan pelayanan yang optimal. Ucapan Terima Kasih Terima kasih penulis ucapkan kepada Kemendikbudristekdikti Peneliti menyampaikan terima kasih atas dukungan Politeknik Kesehatan Kartini Bali. Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dan Puskesmas I Denpasar Selatan. Daftar Pustaka