237 Beby Dwi Febriyanti, et. P-ISSN : 2502-8383 E-ISSN : 2808-3954 Vol. 10 No. 2 , 2025 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ ANALYSIS OF THE MESSAGE OF CHILDRENS STORIES BY PGMI STUDENTS AS AN ALTERNATIVE LITERATURE LEARNING MATERIAL IN ELEMENTARY SCHOOLS Beby Dwi Febriyanti1 1Politeknik Negeri Banyuwangi. Email: bebydwi@poliwangi. Article Info Corresponding Author: Beby Dwi Febriyanti bebydwi@poliwangi. Keywords: childrenAos stories. childrenAos PGMI Kata kunci: cerita anak. bahan ajar. PGMI Naskah. Diterima : 13 /09 /2025 Direvisi : 20 /09/ 2025 Disetujui : 27/09/ 2025 Abstract (Garamond . This study aims to analyze the moral messages contained in childrenAos stories written by students of the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education (PGMI) program as an alternative literary learning material in elementary schools. This research employed a descriptive qualitative approach with data drawn from childrenAos story manuscripts written by 10 third-semester PGMI students at the Islamic University of Jember. The analysis focused on narrative passages and dialogues containing moral values, using Miles and HubermanAos model of data reduction, display, and conclusion drawing. The results show that all student-created stories included moral messages that are appropriate as role models for pupils. The messages were conveyed both explicitly and implicitly, encompassing character values such as honesty, responsibility, religiosity, hard work, and gratitude. These findings suggest that PGMI studentsAo literary works can serve as alternative teaching materials that are contextual, engaging, and relevant for fostering positive character development in elementary students. Thus, student-created childrenAos stories not only act as a medium of creative expression but also contribute significantly to character education and literacy in primary schools. Abstrak (Garamond 13 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis amanat yang terkandung dalam cerita anak karya mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebagai alternatif bahan ajar sastra di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa naskah cerita anak yang ditulis oleh 10 mahasiswa PGMI semester i Universitas Islam Jember. Analisis difokuskan pada narasi dan dialog tokoh yang memuat amanat, menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh cerita anak karya mahasiswa memuat amanat yang layak dijadikan teladan bagi peserta didik. Amanat disampaikan secara eksplisit maupun implisit, dengan muatan nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, religiusitas, kerja keras, dan rasa Temuan ini mengindikasikan bahwa cerita karya mahasiswa PGMI dapat dijadikan alternatif bahan ajar sastra yang kontekstual, menarik, serta relevan untuk membentuk karakter positif siswa sekolah dasar. Dengan demikian, karya sastra mahasiswa tidak hanya menjadi media ekspresi kreatif, tetapi juga berkontribusi pada pendidikan karakter dan literasi di sekolah dasar. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Beby Dwi Febriyanti, et. PENDAHULUAN Selama ini, sebagian besar guru menyampaikan materi dengan mengandalkan buku cetak dari pemerintah atau penerbit yang bekerja sama dengan sekolah. Upaya pemerintah dalam menyediakan buku teks bagi guru dan peserta didik patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia(Sholikhah et al. , 2. Buku tersebut digunakan sepenuhnya, mulai dari materi hingga soal penilaian. Kondisi ini terjadi karena beban administrasi guru cukup tinggi sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk mengembangkan bahan ajar sendiri. Materi sajian yang didapat dari buku cetak hasil pembelian tersebut, tentu sudah melalui tahap penyuntingan apabila ada kesalahan atau ketidaktepatan. Sayangnya, masih sering terjadi keluputan koreksi dari materi yang diberikan. Materi terkadang terlalu susah sehingga menyulitkan peseta didik untuk memahaminya. Selain itu, beberapa kasus juga pernah ditemukan adanya sajian cerita untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, menyalahi aturan perkembangan usia anak. Dengan kata lain, belum tentu semua yang ada di buku cocok dan baik untuk diterapkan. Kemudahan akses terhadap bahan ajar tidak seharusnya membuat guru menerimanya tanpa Sebagaimana dicatat dalam penelitian oleh Rosita et al. , . pengembangan bahan ajar teks sastra untuk MI kelas I yang mempertimbangkan perkembangan kognitif siswa meliputi penyusunan materi yang konkret, penggunaan bahasa dan ilustrasi yang sesuai usia, serta kehadiran tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, guru perlu aktif melakukan koreksi terhadap cerita dalam buku teks bila materi tersebut terlalu abstrak atau tidak cocok secara psikologis dan usia siswa, menggantinya dengan cerita yang lebih layak dan sesuai kebutuhan Pembelajaran sastra di sekolah dasar memiliki peran penting tidak hanya dalam menumbuhkan kepekaan rasa, membentuk karakter, tetapi juga dalam mengembangkan kreativitas siswa. Sebagai contoh, (Oktasari & Kasanova, 2. menunjukkan bahwa sastra anak memberi dampak nyata pada kepekaan moral dan kepribadian peserta didik di sekolah dasar melalui nilai-nilai yang terkandung dalam cerita anak. Melalui karya sastra, khususnya cerita anak, peserta didik dapat memperoleh pengalaman estetik sekaligus nilai-nilai moral yang relevan dengan kehidupan seharihari. Cerita anak menjadi media efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan secara menyenangkan karena mengandung tokoh, alur, dan konflik sederhana yang mudah dipahami oleh anak usia sekolah dasar. Nilai karakter tersebut kemudian ditanamkan agar dapat dirasakan . oral feelin. dan dibiasakan dalam perilaku anak . oral actio. (Triaristina & Mukhlis, 2. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Beby Dwi Febriyanti, et. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa bahan ajar sastra di sekolah dasar sering kali terbatas pada teks yang tersedia dalam buku paket. Literasi siswa terhadap materi sastra dalam buku pelajaran hanya sebagian kecil . ekitar 30 %) yang benar-benar mengandung konsep sastra mendalam, sedangkan sebagian besar berupa bacaan teks dan soal-soal isi semata (Ningrum, 2. Keterbatasan tersebut mengakibatkan variasi dan kekayaan materi bacaan menjadi kurang beragam. Padahal, anak-anak membutuhkan teks sastra yang tidak hanya sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif dan emosional mereka, tetapi juga mengandung amanat atau pesan moral yang membangun karakter positif. Berdasarkan studi bahan ajar yang dikembangkan dengan memasukkan unsur lokal dan karakter terbukti lebih menarik, kontekstual, dan efektif bagi siswa (Hidayat et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan ajar sastra yang lebih kontekstual, menarik, dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Cerita, baik yang terdapat dalam buku maupun sumber lain, memang tidak bisa dipisahkan dari dunia anak-anak karena memiliki kekuatan untuk memasukkan nilai moral dan karakter ke dalam diri mereka. (Aisah & Damayanti, 2. menemukan bahwa cerita rakyat dalam buku tematik kelas IV memuat nilai-nilai seperti hubungan manusia dengan Tuhan, alam, sesama, dan diri sendiri, yang relevan sebagai pendidikan karakter siswa dasar. Cerpen sebagai wujud prosa fiksi memiliki unsur intrinsik yang mendasar seperti tema, alur, penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat, yang bersama-sama membentuk kesatuan yang utuh dalam karya sastra pendek (Saragih et , 2. Amanat dalam cerita anak memegang peran krusial sebagai sarana pembentukan karakter dan nilai moral. Trisnawati . tentang cerita fabel menemukan bahwa amanat tidak hanya berfungsi sebagai pesan inti yang ingin disampaikan oleh pengarang, tetapi juga sebagai elemen pendidikan karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, rendah hati, dan toleransi yang harus dipahami pembaca sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu. Nurulanningsih & Anggraini . menegaskan bahwa amanat tersirat dan tersurat dalam cerita rakyat memiliki implikasi positif terhadap pembentukan karakter siswa, khususnya siswa kelas rendah, dan membantu guru dalam memupuk rasa cinta terhadap kebudayaan serta nilai-nilai lokal. Oleh karena itu, cerita anak yang baik harus memuat amanat yang jelas, baik tersurat maupun tersirat, agar tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik dan membentuk karakter moral peserta didik. Anak-anak cenderung meniru secara alami tindakan tokoh dalam cerita yang mereka baca, sehingga cerita yang disajikan harus memuat tokoh yang menjadi panutan positif. Ditemukan bahwa buku-cerita anak resmi memuat berbagai nilai karakter seperti religiusitas, kerja keras. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Beby Dwi Febriyanti, et. tanggung jawab, dan kepedulian sosial, serta gaya penokohan langsung dan tidak langsung yang mempengaruhi bagaimana anak meniru sifat tokoh cerita (Iswanda et al. , 2. Mengenai kondisi cerita yang terdapat dalam buku yang melanggar ciri khas sastra atau dalam hal ini khususnya cerita anak, memang tidak boleh diberikan. Anak merupakan peniru ulung, sehingga apa yang biasanya ditemuinya akan coba dicontoh dan diikuti. Banyak anak yang menjadilkan tokoh dalam cerita sebagai model tiruan yang menurutnya bagus untuk diikuti. Salah satu sumber yang berpotensi dikembangkan adalah karya mahasiswa, khususnya mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Cerita anak karya mahasiswa PGMI tidak hanya memuat imajinasi dan kreativitas, tetapi juga sarat dengan amanat yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar. Dengan melakukan analisis terhadap amanat yang terkandung dalam cerita tersebut, guru dapat memilih dan memanfaatkannya sebagai bahan ajar alternatif yang relevan dengan tujuan pendidikan karakter sekaligus literasi siswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan mengungkap amanat dalam cerita anak karya mahasiswa PGMI secara alamiah tanpa manipulasi data. Pendekatan kualitatif deskriptif dipandang tepat untuk menganalisis karya sastra karena memungkinkan peneliti memahami makna dan pesan yang terkandung secara mendalam (Sugiyono. Data berupa naskah cerita anak yang ditulis oleh 10 mahasiswa PGMI semester i Universitas Islam Jember, dipilih dari total 22 mahasiswa yang diberi tugas menulis cerita. Analisis difokuskan pada potongan kalimat narasi maupun dialog antartokoh yang memuat amanat. Peneliti berperan sebagai instrumen utama, mulai dari menentukan fokus penelitian, mengumpulkan data, hingga menganalisis dan menyimpulkan hasil. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi . embaca dan mengamati naskah cerita secara berulan. dan dokumentasi . engarsipkan serta menyeleksi teks cerita untuk dianalisi. Peneliti kualitatif memang berfungsi sebagai instrumen utama karena kedekatan peneliti dengan data memungkinkan interpretasi yang lebih akurat (Moleong, 2. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Model ini dipandang relevan karena memberikan kerangka kerja sistematis untuk memahami data kualitatif secara mendalam (Miles. Huberman, & Saldaya, 2. Keabsahan data dijaga melalui ketekunan pengamatan, triangulasi teori, serta diskusi dengan teman sejawat. Teknik ini sejalan dengan pendapat Creswell . yang menekankan Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Beby Dwi Febriyanti, et. pentingnya validitas dalam penelitian kualitatif agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Amanat dalam Cerita Salah satu unsur penting dalam cerita anak adalah nilai pendidikan. Karena itu, penulis cerita anak berkewajiban menyisipkan informasi dan nilai-nilai pendidikan dalam pesan yang Dengan demikian, setiap cerita anak pasti memuat amanat sebagai tujuan utama pengarang kepada pembaca. Lebih lanjut berikut sepuluh naskah cerita yang telah dibuat oleh mahasiswa PGMI untuk dianalisis isi amanatnya. Data . HN: Jalan menuju ke hutan mereka harus melewati sungai, ketika sampai di sungai mereka masih bermainAemain dan mencari ikan. Budi: wahh, sungainya bersih dan jernih ya! Wati: iya, bagus sekali. Soleh: sangat disayangkan saya tidak bisa menikmati pemandangan ini . engan wajah yang tertunduk dan menyesa. Udin: jangan begitu kawan. Allah memberi kamu seperti ini pasti ada Hikmahnya. Wati: iya betul, pasti ada hikmah di balik ini semua. Data . HN: Ikan yang mereka tangkap di bungkus plastik dan di bawa ke hutan untuk mencari kelinci,ketika dalam perjalanan ke hutan, mereka menemuka gua, dan tanpa berpikir panjang mereka masuk kedalam gua dikarenakan turun hujan yang sangat lebat. Soleh: Tuhan tidak adil,menurunkan hujan disaat kami mau bermain dan mencari kelinci Wati: husst. jangan bilang seperti itu, tidak boleh Udin dan budi: iya tidak boleh Berdasarkan data . dapat diambil amanat bahwa tidak boleh terlalu meratapi kesedihan karena setiap yang Tuhan berikan kepada hambanya akan selalu ada hikmah. Dalam ceria ini digambarkan bahwa Soleh merupakan anak yang memiliki kekurangan secara fisik yaitu kebutaan. Namun dengan kondisi itu Soleh sering sekali mengeluh kepada teman-temannya saat bermain. Hal ini juga kembali dicontohkan Data . bagaimana sifat Soleh yang juga mengeluh karena Tuhan menurunkan hujan yang menghambat mereka mencari kelinci. Data . HN: Didalam gua. Udin. Budi dan Wati ketakutan. wati ingat pesan dari pak ustadz ketika bertemu dengan makhluk gaib agar supaya membaca ayat suci Al-quran dengan harapan jin atau syetan akan panas bila mendengar bacaan atau lantunan ayat suci Alquran. Dengan suara keras Wati dan temannya membacakan ayat suci Al-quran dan Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Beby Dwi Febriyanti, et. apa yang terjadi Jin tersebut kepanasan mendengar lantunan dam membuat Jin tersebut terbakar dan lama kelamaan menghilang. Dari data . dapat diambil amanat bahwa penting untuk manusia sebagai orang yang beragama selalu mengingat dan sering membaca Al-Quran dimanapun mereka berada. Sebagai umat muslim, sebaiknya memiliki kebiasaan baik dan bertindak atas dasar agama untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Data . ZF: Terahir kali mereka berantem karena Azka menyembunyikan boneka tedy milik Tina, yang dimana boneka itu adalah boneka kesayangan dari Tina. Akibat hal itu. Tina marah dan tidak mau bermain bersama Azka selama satu minggu. Azka selalu merasa kehilangan dan kesepian. Dari data . memberikan amanat kepada anak bahwa jangan menjadi anak yang jahil. Kejahilan dapat membuat tidak nyaman teman-teman di sekitarnya karena mereka merasa dirugikan dan terganggu. Menjadi anak yang harusnya berhati-hati pada barang milik temannya agar tidak terjadi pertengkaran. Data . ZF: Tina hanya menangis sesenggukan, ia sangat menyesal akan sikapnya yang terlalu pemarah, sehingga mengakibatkan ia kehilangan teman kecilnya, teman karibnya, teman bermainnya sedari mereka berdua kecil bersama. Tina sunguh menyesal dan ia berjanji pada dirinya untuk tidak menjadi gadis pemarah lagi. Data . amanat yang dapat diambil adalah menjadi anak harus lebih sabar lagi, tidak boleh memiliki sifat mudah marah. Hal ini ditunjukkan dengan penyelasan tokoh Tina yang kahirnya berpisah dengan teman sedari kecilnya tanpa berpamitan karena dipengaruhi oleh amarah. Amanat utama yang disampaikan oleh penulis ZF adalah sesame teman harus saling sayang, saling menghormati dan meminta maaf dan memafaakan apabila ada yang melakukan kesalahan. Tidak boleh memendam amarah dan merugikan orang lain agar pertemana tetap terjaga. Data . AK: AuUdah-udah cepet suit keburu sore nantiAy ucap Arif. AuIya iya bentar. Ayo Fahmi kita suit, kertas batu guntingAy kata si Hadi sembari mereka berdua melakukan suit dan hasilnya suit tersebut dimenangkan oleh Fahmi dan dia berkata Aukan benar apa kataku kamu yang jagaAy. Data . menunjukkan bahwa pentingnya bermain dengan aturan yang sudah disepakati. Hal ini dapat menghindari konflik sesama teman dan membuat permainan berjalan dengan seru dan Hal itu digambarkan dengan tokoh yang memulai permainan dengan cara yang sudah diajarkan orang sekitarnya tanpa melakukan kecurangan. Data . AK: Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Beby Dwi Febriyanti, et. Setelah beberapa saat mencari dan akhirnya si Hadi berhasil menemukan temannya Auyess dalam waktu yang cepat aku dapat menemukan kalianAy ujarnya sembari tertawa bersama teman-temannya. Aueh udah-udah ini sudah sore nihAy ucap si Putri. Aueh iya ya waktunya Shalat Ashar nih terus kita mengajiAy sahut Huda. AuAyok kita pulang terus berangkat mengaji bersamaAy lanjut si Hadi. Kemudian mereka pun pulang ke rumah masing-masing dikarenakan waktu sudah sore. Hari yang sangat menyenangkan bersama teman-teman Data . menyampaikan amanat bahwa saat bermain tidak boleh lupa waktu, seseru apapun permainananya perlu berhenti saat waktu sholat tiba. Sehingga anak-anak bisa bermain tanpa harus melewatkan waktu sholat sebagaimana kewajiban umat muslim. Amanat utama yang disampaikan oleh pengarang AK adalah perlunya menjaga hubungan baik dengan teman bermain agar hubungan harmonis dan dapat melakukan permainan dengan seru. Serta tidak boleh meninggalkan kewajiban sebagaimana umat beragama saat ada aktivitas lain. Data . RK: Anak: AuAamien. iya bu. maafkan aku juga bu. yang selalu menangis di malam hari tanpa tau apa itu AoBersyukur. Ao Mulai hari ini dan detik ini Aku akan bersyukur atas Nikmat ini meski berkekurangan akubersyukur. Semoga doa kita hari ini bisa terkabul. Amien. Ay Data . dapat diambil pesan bahwa menjadi anak harus banyak bersyukur dengan kondisi Tidak boleh sering menangis dan perlunya berdoa kepada Tuhan agar tercapai apa yang Data . RK: Ibu pun langsung bersujud syukur atas rezeki yang diberikan Alloh Swt. Keesokan harinya ibu dan anak langsung menjual emas batangan itu ke toko emas yang ada di kota yang senilai 50jt. Kebetulan sepulang menjual emas ia melihat toko sembako di kota yang disewakan, lantas ibu langsung menyewa toko tersebut. Sesampai di rumah ia membagi hartanya dengan orang yang membutuhkan. Data . menyampaikan pesan bahwa jangan lupa bersyukur atas rezeki yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Memanfaatkan peluang yang ada untuk bekerja dan berusaha memperbaiki Tidak lupa pentingnya berbagai karena sebagian rezeki Tuhan yang diberikan kepada kita ada hak orang lain yang membutuhkan. Amanat utama karangan RK adalah teruslah berdoa, berusaha dan selalu mengsyukuri nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita, baik dari rezeki ataupun rohani dan jangan sampai lupa untuk memberi apa yang menjadi hak orang lain . Data . MF: AuAkhirnya rencanaku berhasil, hahahaAy, ucap merpati. Setelah itu merpati melihat kerbau dan monyet membawa makanan banyak, merpati pun melahapnya dengan Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Beby Dwi Febriyanti, et. rakus sampai tak tersisa. Besoknya merpati tetap menyuruh kerbau dan monyet mencarikannya makanan. A Dalam perjalanan pulang, monyet melihat merpati sudah bisa terbang tinggi. Data . menunjukkan potongan cerita bahwa merpati berupura-pura jatuh dan tidak dapat terbang, sehingga memanfaatkan temannya untuk mencarikan makanan. Sampai pada akhirnya monyet mengetahui kebohongan merpati tentang kesakitan yang dialaminya. Amanatnya adalah kita tidak boleh melakukan perbuata membohongi teman karena itu tidak baik dan pasti akan Data . MF: AuKali ini aku menabrak pohon beneranAy . ambil menangi. Tapi kerbau dan monyet pun pergi tak menghiraukan merpati lagi. Akhirnya merpati yang pemalas dan suka berbohong itupun benar-benar kesakitan dan tak bisa terbang Data . MF menyamaipan amanat bahwa sekali kita berbohong mengakibatkan orang lain tidak percaya lagi pada kita. Meskipun kondisi kita jujur teman akan susah percaya. Jadi, penting menjadi anak yang jujur ke sesama teman agar dapat dipercaya. Cerita buatan MF amanat utama yang disampaikannya adalah jangan menjadi orang yang Harus mau bekerja dan memenuhi keperluan sendiri tanpa melakukan perbuatan curang dengan berbohong untuk memanfaatkan orang lain. Akibat dari perbuatan bohon orang akan kehilangan kepercayaan dan menjadi doa yang tidak baik yang akhirnya bisa terjadi hal-hal yang dikarangnya dan itu merugikan diri sendiri. Data . RR: Kisah pohon manggis mengajarkan kita tentang kesetiaan seorang sahabat yang tak lekang oleh waktu. Data . kalimat pertama yang disampaikan penulis adalah secara langsung menunjukkan amanat yang ingin disampaikannya melalui cerita pohon manggis dan seorang anak. Penulis mengamanatkan sebuah kesetiaan dalam pertemanan hingga waktu yang memisahkan. Data . RR: Hampir setiap hari anak itu habiskan waktunya untuk memanjat dan menikmati manisnya buah manggis. Ketika anak mulai remaja, ia pun sudah tidak bermain-main lagi di bawah pohon manggis tersebut. Pohon manggis pun merasa sedih dan dan Sampai suatu ketika sang anak datang lagi saat anak itu kepalaran pohon mengizinkannya untuk mengambil buah manggis dan menjualnya ke pasar. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Beby Dwi Febriyanti, et. Pohon manggis kembali menolongnya diambillah beberapa batang pohon manggis sebagai pondasi rumah yang baru. Data . menunjukkan amanat bahwa saat ada teman yang mengalami kesusahan atau kemalangan harus diberikan bantuan. Saat menjalin pertemanan kita harus saling tolong menolong tanpa pamrih. Data . RR : Anak kecil yang sudah tua itu menghembuskan nafas terakhirnya di bawah pohon Bahkan, ia dimakamkan tepat di samping pohon manggis tersebut. Data . menunjukkan bukti mengenai amanat utama yang ingin disampaikan oleh penulis, yaitu menjaga pertemanan hingga tidak mengenal waktu. Saling setia melengkapi dengan dan menjaga hubungan dengan baik sampai kapanpun. Data . DS: Pagi pun tiba. Kirana terbangun karna mencium bau masakan dari sang ibu AuAhA astaga, jangan itu lagi, aku bosan memakannya berulang-ulangAy ucap kirana. Ibu kirana menjawab dengan perasaan sedih. AuMaafkan ibu anakku, tapi kita miskin. Ibu tidak bisa memberikanmu lebih. Ay AuAku benci menjadi miskinAy teriak kirana. Data . memberikan amanat pada kita agar mensyukuri apa yang kita punya. Salah satunya dengan tidak membuang-buang makanan meskipun itu menjadi menu yang sering dinikmati di Sebagai anak, kita juga tidak boleh berbicara dengan berteriak pada ibu. Menjadi anak harus patuh dan menghargai apapun kondisi keluarga. Tidak boleh membeli barang mahal apabila tidak memiliki kemampuan dan apabila keinginan itu tidak tercapai hindari pertengkaran dengan orang Data . DS: Sesampainya Kirana di dalam rumah AuIbu, ibuAy teriak Kirana sambil memanggil sang Ibu. AuAda apa anakkuAy ucap Ibu Kirana AuMaafkan Kirana. Ibu, yang sering membuat kecewa IbuAy ucap Kirana dengan menangis sesenggukan dipelukan sang Ibu. Data . amanat yang disampaikan penulis adalah apabila seorang anak membuat salah kepada orang tua, harus segera meminta maaf. Sebab orang tua tidak akan pernah tega dan akan selalu sayang kepada anak meski terkadang anaknya menjadi nakal. Karena dengan ketulusan dalam meminta maaf, maka seseorang akan memafkan kesalahan kita. Data . AS: Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Beby Dwi Febriyanti, et. Melihat penampilan ibu yang begitu sederhana, penjaga tokopun dalam hati bergumam Aumemangnya ibu punya uang buat belanja ditoko ini?Ay. Namun karena sebagai pelayan sudah berkewajiban melayani pengunjung dengan ramah. Data . pengarang memberikan amanat pada kita bahwasanya dilarang menilai seseorang dari tampilan luarnya saja terlebih pada orang yang baru kita kenal atau ketahui. Sebab, kita tidak pernah tahu bagaimana kelebihan orang tersebut. Karena, bisa jadi orang itu lebih baik dari kita. Jadi, kita harus menghilangkan prasangka buruk pada seseorang dari penampilannya. Data . AS: Si pelayan dan manager hanya bisa terpana melihat pemandangan yang ada. Aulain kali tolong layani pembeli dengan baik, jangan karena ia menggunakan pakaian yang sederhana lantas kalian merendahkannya. Jika kalian ulangi hal seperti ini, akan saya keluarkan kalian dari tempat iniAy tegas ibu virza kepada karyawannya. Ausudah lah nak, maafkan saja. Jangan marahi merekaAy ucap si ibu kepada putrinya. Dengan tertunduk malu bercampur rasa bersalah dan takut, mereka berdua menjawab Aubaik bu, maafkan kamiAy. Pada data . ini penulis ingin menyamaikan pesan bahwa sebaiknya kita memberikan maaf kepada orang yang berbuat salah kepada kita. Seperti tokoh ibu yang meminta anaknya yang ternyata justru sebagai pemilik toko untuk memberikan maaf dan berhenti memarahi pegawainya. Data . AS: Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak menilai seseorang hanya dari luarnya saja, karena bisa jadi orang yang kita anggap redah ternyata memiliki derajat yang lebih tinggi dari pada kita namun tidak mau menunjukkannya kepada orang lain apa lagi sampai memerkannya dengan rasa kesombongan. Pada data . merupaka kalimat penutup yang diberikan pengarang di akhir ceritanya. Dengan jelas pengarang menyampaikan pesannya kepada pembaca agar tidak menjadi seseorang yang sombong sehingga merendahkan orang lain, padahal bisa jadi orang yang direndahkan justru lebih baik dari yang merendahkan. Data . MN : Tak terasa hari mulai gelap dan merekapun takut untuk kembali ke rumah mereka. Akhirnya mereka bertiga mencari tempat istirahat, tidak lama kemudian mereka melihat sebuah gubuk untuk beristirahat. Haripun semakin gelap dan mereka mulai merasa lapar. Ajay dan Amin mulai mengeluh kelaparan kepada Sitokek AuTokek aku merasa lapar sekaliAy ( Sambil memegang perutnya ) Au Kalian berdua lapar? Baiklah aku akan coba cari makanan dulu tapi aku ingin menitipkan sesutau pada kalian Au Melalui data . pengarang MN ingin menyampaikan pesan bahwa saat ada orang yang memerlukan bantuan kita dan apabila kita memiliki kesanggupan untuk membantu, maka berikan Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Beby Dwi Febriyanti, et. pertolongan pada orang tersebut. Seperti yang dilakukan Tokek yang mau mencarikan makanan untuk Ajay dan Amin. Data . MN : Akhirnya Ajay mulai membuka kotak peti itu tanpa sepengetahuan Amin, akan tetapi Setelah dia membukanya dia terkejut karena isi dari kotak peti itu adalah ular dan langsung menggigitnya. Ajaypun berteriak untuk meminta tolong. Pada data . pengarang MN ingin menyampaikan pesan bahwa saat kita diberikan amanat dari orang, sudah seharusnya menjaga amanat tersebut. Serta janganlah kita menggunakan benda milik orang lain tanpa seizinnya. Hal ini digambarkan pengarang melalui kelakuan Ajay yang membuka peti titipan dari Tokek dan justru Ajay mendapatkan hukumannya. Tujuan utama pengarang MN adalah memberikan amanat kepada pembaca agar tidak mengambil sesuatu yang bukan milik sendiri tanpa izin orang yang memiliki sebab dari apa yang kita lakukan selalu ada Jika menanam baik maka memetik baik, begitu pula sebaliknya. Data . SH: Syalu keluar dari rumah dan bermain dengan teman temannya, pada saat itu ada yang mengejek baju buatan ibudanya bahwa baju itu jelek "Syalu itu baju kamu kok jelek" . atapan yang mengeje. "Enak aja ini bagus ya, ini buatan sendiri dari bundaku" . yalu pun tidak terim. "Mungkin kain nya itu ambil dari rongsokan, hahaha kan maklum anak yang gak punya" . etawa teman temanny. Syalu pun menangis dan langsung menghindar pada teman temannya dan pergi dari tempat bermain tersebut. Melalui data . penulis ingin menyampaikan pesan bahwa kita tidak boleh mengejek sesuatu yang dimiliki oleh teman kita. Kita juga tidak boleh merendahkan teman entah dari latar belakang apapun keluarga atau orang tua teman kita. Sebab, melalui ejekean tersebut dapat membuat perasaan orang menjadi sedih. Data . SH: Ayah dan putrinya si Syalu bersama Ibunda pun segera menuju tempat makan dan melihat apa saja yang ada di meja makan tersebut. "Wahh banyak sekali masakan bunda sekarang" ujar ayah dengan muka senangAy. AuIya dong Yah. Alhamdulillah rezeki kita yang kemaren banyak, jadi bisa beli banyak makanan" ujar Bunda tersenyum. Dari data . penulis ingin menyampaikan pesan bahwa kita harus beryukur dengan rezeki yang sudah diterima. Rasa syukur itu bisa disampaikan secara verbal dan perilaku. Seabagimana yang digambakan pengarang keluarga itu tidak lupa mengucapkan syukur dan menghargai pemberian Tuhan dengan makan bersama dengan bahagia. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Beby Dwi Febriyanti, et. Data . SH: Keluarga kecil ini pun hidup bahagia meskipun kehidupan sederhana tetapi saling melengkapi, bahwa buat apa banyak harta jika berkeluarga tapi tidak harmonis. Pada data . merupakan pesan utama yang disampaikan oleh pengarang pada akhir ceritanya yang digunakan sebagai penutup kisah. Bahwa harta belum menjadi jaminan keluarga itu harmonis, yang penting bisa saling sayang dan melengkapi. Berdasarkan hasil analisis dari 10 naskah cerita dan diambil data sebanyak 24, maka dapat disimpulkan bahwa setiap naskah cerita anak yang dibuat sudah memuat unsur amanat. Amanat yang disampaikan pengarang tercermin dari setiap adegan dan kesimpulan akhir cerita. Melalui penyampaian amanat ini yang nantinya dapat dimanfaatkan pembaca untuk menambah wawasan dan dapat dicontoh oleh anak sebagai penikmat karya sastra. Cara Penyampaian Amanat Berdasarkan teori yang ada mengenai cara pengungkapan amanat ada dua, yaitu secara eksplisit dan implisit. Kedua cara penyampaian amanat ini ditemukan pada 10 naskah yang dibuat Ada mahasiswa yang menjabarkan dan menuliskan pesannya di bagian awal maupun akhir cerita secara jelas. Ada juga mahasiswa yang menyampaikan amanatnya secara implisit yang bisa dimaknai dari setiap adegan, peristiwa, dialog tokoh. Dari 10 naskah itu, ada 3 yang menggunakan penyampaian amanat secara eksplisit dan 7 lainnya menggunakan cara implisit. Adapun pengarang yang menyampaikan amananya secara eksplisit ditunjukkan pada data . RR, data . AS, dan data . SH. Dari cerita yang dibuat oleh RR. RR mencoba menyampaikan pesan/amanatnya secara jelas. Kalimat yang dijadikan sebagai pesan ini diletakkan oleh RR di awal cerita. Peletakan pesan di awal ini dengan tujuan pengarang ingin kemudian memberikan contoh pentingnya menjaga kesetian pertemanan melalui kisah pohon manggis dan anak kecil. Penjelasan amanat yang disampaikan langsung oleh pengarang AS diletakkan sebagai kalimat penutup cerita. Pengarang secara jelas menyampaikan pesannya kepada pembaca untuk pentingnya menjaga diri dari kesombongan dan tidak boleh merendahkan orang lain hanya dari segi penampilannya saja. Pengarang SH juga secara jelas menyampaikan amanatnya yang disampaikan di bagian akhir ceritanya. Umumnya memang pada bagian akhir merupakan kesimpulan yang dapat diambil dari jalinan cerita. Sehingga pengarang memanfaatkan hal ini untuk menyampaikan pesannya secara jelas agar mudah diterima oleh pembaca. Sedangkan 7 pengarang yang menyampaikan amanat dengan cara implisit adalah pengarang dengan kode HN. ZF. AK. RK. MF. DS. MN. Setelah dilakukan analisis, justru dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian besar pengarang tidak menjelaskan secara jelas amanatnya, melainkan Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Beby Dwi Febriyanti, et. disampaikan melalui dialog tokoh dan peristiwa-peristiwa yang terjadi. Dengan cara ini, pembaca diajak untuk lebih aktif berpikir dalam memaknai cerita agar dapat diterima pesan pengarang SIMPULAN Karya sastra mahasiswa PGMI dalam bentuk cerita anak terbukti memuat amanat yang baik dan layak dijadikan teladan bagi anak-anak. Amanat disampaikan secara beragam, baik eksplisit maupun implisit, namun tetap memenuhi ciri khas sastra anak tanpa melanggar aspek pantangan, penyajian, maupun terapan. Penyajian amanat yang lebih banyak secara implisit, tentu perlu bimbingan guru untuk melatih kepekaan siswa dalam mendalami cerita. Sebab siswa diajak berpikir kritis dalam menemukan setiap aspek amanat yang ada di ilustrasi adegan maupun dialog tokoh. Oleh karena itu, kesepuluh cerita mahasiswa dapat dijadikan alternatif bahan ajar dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar, tanpa harus bergantung pada buku teks semata. DAFTAR RUJUKAN Aisah. , & Damayanti. Nilai Moral Pada Materi Cerita Anak Tema 8 Sebagai Pendidikan Karakter Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 9. Creswell. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches . th ed. Sage Publications. Hidayat. Sudiana. , & Putrayasa. Pengembangan Bahan Ajar Sastra Anak Bermuatan Kearifan Lokal Situbondo Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 5. , 978Ae995. https://doi. org/10. 53299/jppi. Iswanda. Harun. , & Fitriani. Nilai Karakter dalam Enam Cerita Anak Terbitan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbu. Jurnal Master Bahasa, 7. , 321Ae330. Miles. Huberman. , & Saldaya. Qualitative data analysis: A methods sourcebook . rd ed. Sage Publications. Moleong. Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revis. PT Remaja Rosdakarya. Ningrum. Literature on Student Book and its Effect for Developing Elementary School Teaching Materials. Lingua Cultura, 12. , 209Ae214. https://doi. org/10. 21512/lc. Nurulanningsih. Amanat Dalam Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara Karya Tira Ikranegara Dan Implikasi Pada Pembentukan Karakter Siswa. Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 8. , 111-123. Oktasari. , & Kasanova. Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar Melalui Sastra Anak. Journal on Education, 5. , 12017-12025. https://doi. org/10. 31004/joe. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Beby Dwi Febriyanti, et. Rosita. Pengembangan Bahan Ajar Teks Sastra Bahasa Indonesia Madrasah Ibtidaiyah Berbasis Moderasi Beragama. ALFABETA: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya, 6. Saragih. Sinaga. Simamora. , & Mustika. Contextualizing extrinsic and intrinsic elements of short stories in Indonesian textbooks for primary school level. Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa. Sastra. Seni, dan Pengajarannya, 50. , 6. Sholikhah. Mumpuni. , & Sunarsih. Kesesuaian Materi Dan Evaluasi dengan Kompetensi Dasar pada Buku Teks Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah KONTEKSTUAL, 3. , 107Ae115. https://doi. org/10. 46772/kontekstual. Sugiyono. Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta. Trisnawati. Analisis Nilai Pendidikan Karakter Tokoh dan Amanat dalam Cerita Anak Fabel. BASASTRA: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia, 9. , 296Ae310. https://doi. org/10. 24114/bss. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025