E-ISSN 2798-3846 Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 PENGUATAN PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM PENDIDIKAN ANAK DI MASA NEW NORMAL Maria Edistianda Eka Saputri1*. Irene Brainnita Oktarin1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gentiaras *mariaedistianda@gmail. com, irenebrainnita. ib@gmail. ABSTRAK Pembelajaran di sekolah pada era new normal menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) tanpa terkecuali di Desa Gunung Pasir Jaya. PTMT lebih efektif dibandingkan pembelajaran daring selama pandemi covid Ae 19 namun tetap memiliki masalah seperti waktu yang terbatas sehingga ada kemungkinan besar bahwa materi tidak tersampaikan kemudian dipelajari secara mandiri dan dapat berakibat learning loss. Peran orang tua sangat besar saat siswa belajar secara mandiri. Orang tua berperan dalam pendampingan dan sebagai motivator, serta memfasilitasi keterlibatan kegiatan pengajaran dalam pendidikan anak. Kegiatan bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya peran ibu rumah tangga dalam pendidikan anak dimasa new normal di Dusun 3 Desa Gunung Pasir Jaya. Lampung Timur. Kegiatan dilakukan dengan tahapan persiapan, penyuluhan, dan evaluasi. Setelah dilaksanakan kegiatan terdapat peningkatan pemahaman tersebut. Peran ibu rumah tangga dalam pendidikan anak harus disertai hal-hal berikut: kecakapan teknologi. menjaga kesehatan anak. mengelola emosi. dan meminta bantuan pihak lain saat merasa kesulitan. Sekolah masih menerapkan PTMT di tahun ajaran berikutnya, maka kegiatan ini sebaiknya terus dilakukan dengan peserta ibu rumah tangga yang lebih banyak dan perlu ada pendampingan berkelanjutan dari ahli agar ibu yang masih merasa stres walaupun telah mengikuti kegiatan ini dapat berkonsultasi dengan ahli tersebut sehingga bisa ditemukan solusi terbaik. Kata Kunci: Ibu Rumah Tangga. Pendidikan Anak. PTMT. New Normal ABSTRACT Learning at school in the new normal era applies limited face-to-face learning (PTMT) including for schools in Desa Gunung Pasir Jaya. PTMT is more effective than online learning during the covid-19 pandemic but still has problems such as limited time, so there is a high possibility that the material is not delivered to be studied independently and can result in student's learning loss. The role of parents is very important when students learn independently. Parents have some roles including mentoring and as motivators, as well as facilitating the involvement of teaching activities in children's education. This activity aims to provide an understanding of the importance of the housewives' role in the childrenAos education in the new normal era in Dusun 3. Desa Gunung Pasir Jaya. East Lampung. Activities carried out with the stages of preparation, counseling, and evaluation. After the activity was carried out there was an increase in this understanding. The roles of housewive in the childrenAos education must be accompanied by the following: technological skills. maintaining children's health. taking the time. managing emotions. and ask for help from other parties when feel difficult. Schools are still implementing PTMT in the next academic year, so this activity should continue to be carried out with more housewives participating and needs to be ongoing assistance from experts so that the housewife who still feel stressed even though they have participated in this activity can consult with these experts and they can be found the best solution. Keywords: Housewife. The ChildrenAos Education. PTMT. New normal Masuk: 25 Juli 2022 Diterima: 5 Mei 2023 Halaman: 1-13 Saputri dan Oktarin Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 telah dinyatakan sebagai endemi di Indonesia, kehidupan masyarakat berangsur-angsur mulai normal kembali termasuk dalam dunia pendidikan. Pembelajaran masuk ke era new normal dengan aturan-aturan baru. Keputusan bersama 4 . Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi covid-19 terkait kondisi kelas, jumlah hari dan jam tatap muka, perilaku wajib di lingkungan sekolah, kondisi medis, dan kegiatan lain selain pembelajaran menjadi patokan dalam pelaksanaan pembelajaran era ini. Mulai tahun 2022 seluruh sekolah diberbagai tingkatan wajib menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas sesuai panduan tersebut tanpa terkecuali sekolah di Desa Gunung Pasir Jaya. Sekolah-sekolah di Desa Gunung Pasir Jaya ataupun sekitarnya telah melaksanakan aturan dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) seperti: . jarak dan jumlah terbanyak siswa dalam satu kelas. jam pembelajaran yang dikurangi dari . penggunaan masker saat di sekolah dan pencucian tangan atau penggunaan . peserta didik yang merasa kurang enak badan dengan ciri-ciri gejala covid tidak diperbolehkan mengikuti PTMT. Widianingrum et al. , . mengungkapkan bahwa PTMT lebih efektif dibandingkan pembelajaran daring selama pandemi covid-19 disebabkan guru dapat mengetahui materi yang tidak dipahami siswa, dan penilaian dalam bentuk teori dan praktek dapat diberikan sesuai dengan situasi saat itu meski hasilnya tidak maksimal akibat pandemi. Walaupun demikian, pelaksanaan PTMT memiliki beberapa masalah. Pertama. PTMT memiliki waktu terbatas, jam pembelajaran dikurangi karena keterbatasan kelas dan dengan alasan mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Jumlah maksimal siswa di kelas hanya 18 sehingga dalam satu kelas dibagi 2 shift dan berakibat berkurangnya jam pelajaran dalam satu hari. Hal ini membuat penyampaian materi tidak maksimal, jika telah dirancang pembelajaran dalam satu pertemuan dengan waktu normal tetapi ketika pelaksanaan jam pembelajaran dibatasi maka ada kemungkinan besar bahwa materi yang telah disusun tidak tersampaikan secara keseluruhan. Kedua, materi pembelajaran yang tidak tersampaikan saat PTMT akan dipelajari dirumah secara mandiri, hal inilah salah satu penyebab learning loss siswa. Hal ini terjadi karena kesenjangan yang terus menerus terjadi atau diskontinuitas dalam pendidikan. Guru Saputri dan Oktarin Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 hanya memberikan tugas secara daring untuk mengejar materi yang belum tersampaikan (Juwita et al. , 2. Kondisi setiap siswa berbeda-beda, untuk siswa dengan kemampuan kognitif tinggi akan dengan mudah mempelajari materi secara mandiri, tetapi tidak demikian untuk siswa dengan kognitif rendah yang mengalami kesulitan. Ketiga kondisi kesehatan siswa yang menjadi syarat masuk sekolah, jika siswa terdapat indikasi sakit walau ringan seperti batuk maka siswa diharuskan belajar dari rumah. Akibatnya kembali lagi pada masalah di poin sebelumnya. Masalah-masalah tersebut sejalan dengan yang diungkapkan Rofiyah . bahwa masalah yang dapat muncul saat PTMT terkait hal-hal berikut: . permasalahan pada perangkat pembelajaran, . permasalahan pada penyampaian materi pembelajaran, . permasalahan pada manajemen kelas, serta . permasalahan dalam pemberian tugas baik teknik maupun jumlah. permasalahan inilah yang menunjang terjadinya masalah sebagai dampak PTMT. Berdasarkan masalah yang disebutkan terlihat bahwa walaupun pembelajaran sudah bukan tatap maya meski terbatas, siswa tetap harus mempelajari materi di rumah untuk lebih memahami dan melengkapi konsep yang telah diberikan saat tatap muka. Peran terbesar terletak di tangan orang tua dalam situasi tersebut, hal ini diungkapkan pula oleh Lilawati (Nurlaili et al. , 2. yang menyatakan bahwa orang tua mempunyai peranan terhadap pembelajaran di rumah selama masa pandemi dalam pendidikan anak seperti dalam pendampingan sekaligus pemberian motivasi. Begitu besarnya peran orang tua pada pendidikan anak di era new normal menandakan keadaan orang tua baik dari sisi latar belakang pendidikan hingga waktu yang tersedia dirumah. Jika dikaitkan dengan pendampingan anak dirumah, maka ibu rumah tangga mempunyai kapasitas lebih besar karena lebih banyak waktu yang tersedia Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 4 Juli 2022, ibu rumah tangga di Dusun 3 Desa Gunung Pasir Jaya sebagian besar bekerja sebagai petani dan pedagang rata-rata bekerja dari pukul 8 pagi hingga 4 sore sehingga memiliki waktu senggang dirumah sekitar 5 jam. Pendidikan akhir yang mereka tempuh beraneka ragam, mulai dari SD. SMP dan SMA. Ibu-ibu tersebut memiliki anak yang mana sebagian besar masih bersekolah ditingkat SD dan SMP. Kemampuan teknologi yang dimiliki ibu-ibu sekitar A 50%. Fakta-fakta ini menimbulkan kendala dalam pendampingan belajar siswa dirumah oleh orang tua terutama ibu-ibu seperti kurangnya pemahaman terhadap materi Saputri dan Oktarin Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 pelajaran, tidak memiliki waktu yang cukup untuk mendampingi anak belajar, kurang sabar saat mendampingi anak belajar, sera sulit mengoperasikan perangkat elektornik (Purnomo & Ningsih, 2. STIE Gentiaras sebagai salah satu perguruan tinggi mempunyai tugas membantu mengatasi permasalahan yang terjadi dimasyarakat menjadi ikut tergerak ketika melihat Pengabdi penyuluhan/sosialisasi dengan tema AuPenguatan Peran Ibu Rumah Tangga Dalam Pendidikan Anak Dimasa New normalAy dengan tujuan membuat para ibu rumah tangga semakin paham dan sadar tentang pentingnya peran yang harus diambil dalam mendampingi anak sekolah walaupun pembelajaran sudah berjalan secara tatap muka terbatas di masa new normal karena ibu rumah tangga dapat menyediakan waktu lebih banyak untuk mendampingi, mengawasi dan memahami keadaan anak saat di luar METODE Program PKM ini dilakukan di Dusun 3 Desa Gunung Pasir Jaya. Lampung Timur dengan sasaran para Ibu Rumah Tangga pada hari Senin, 11 Juli 2022 bertempat di Balai Desa Gunung Pasir Jaya. Melalui kegiatan ini diharapkan para ibu rumah tangga lebih memahami peran penting mereka dalam mendampingi anak belajar di Era New normal. Mitra akan diberikan penyuluhan/sosialisai tentang pentingnya peran Ibu Rumah Tangga dalam pendidikan anak di masa new normal. Tahapan kegiatan meliputi: . Persiapan, diawali dengan pengumpulan informasi tentang latar belakang pendidikan Ibu Rumah Tangga, waktu/ keberadaan dirumah bersama anak, identifikasi kendala yang dialami oleh Ibu Rumah Tangga di Dusun 3 Desa Gunung Pasir Jaya dalam mendampingi anak-anak di era New normal dan perizinan kegiatan. Penyuluhan, meliputi pemaparan tentang beberapa solusi yang dapat dilakukan Ibu Rumah Tangga di Dusun Gunung Pasir Jaya dalam mendampingi anak belajar di era New normal. Dengan pelatihan ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan Ibu Rumah Tangga di Dusun 3 Desa Gunung Pasir Jaya. Evaluasi, meliputi penilaian terhadap pelaksanaan program yang diberikan oleh mitra sehingga kedepannya dapat diperbaiki dan dikembangkan. Saputri dan Oktarin Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Ibu rumah tangga memiliki peran dalam mendampingi dan membimbing anak belajar saat dirumah. Dalam mendampingi anak sekolah saat PTMT dimana masih banyak dituntut untuk belajar secara daring karena waktu tatap muka disekolah sangat dibatasi, banyak orang tua merasa kesusahan dalam mengarahkan anak agar belajar (Sabiq, 2. , akibatnya mereka mudah mengalami stress, khususnya bagi para ibu yang tetap harus berada di samping anaknya saat belajar dalam kondisi apapun walau merasa Dalam kegiatan PKM ini disampaikan beberapa hal penting yang harus dimiliki atau dilakukan agar ibu rumah tangga bisa maksimal dalam pendidikan anak. Keterbatasan kemampuan dalam pemakaian teknologi menjadi sebuah kendala pada sistem pembelajaran di era new normal ini. Ibu Rumah Tangga pada keadaan tersebut diwajibkan untuk tetap membimbing anaknya selama pembelajaran daring, diwaktu yang sama para ibu juga harus bekerja keras agar dapat memenuhi kebutuhan anaknya yang ingin belajar, yaitu gadget dan kuota internet yang merupakan salah satu pendukung pembelajaran daring. Gadget bukan menjadi masalah bagi orang tua yang terbiasa memakai teknologi karena mampu memenuhi kebutuhan anaknya dalam belajar daring, tetapi bagi mereka yang buta dalam pemakaian teknologi menjadi tantangan sulit dalam membimbing anaknya pada masa transisi sistem pembelajaran ini. Oleh karena itu Ibu Rumah Tangga teknologi/gadget mengaplikasikannya dalam hal positif untuk membantu anaknya dalam belajar di era new normal. Pada era new normal ini, demi memastikan anak sehat para Ibu Rumah Tangga harus selalu menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat. Kurniati. Alfaeni dan Andriani . mengatakan bahwa orang tua terus merasa khawatir akan kondisi kesehatan anaknya. Orang tua khususnya Ibu Rumah Tangga harus menuntun anak untuk taat pada protokol kesehatan agar kesehatan anaknya tetap terjaga. Ibu Rumah Tangga harus selalu memberikan contoh perilaku hidup sehat dan menjaga protokol seperti rajin membasuh tangan, makan makanan bergizi, serta tetap memakai masker jika berpergian keluar rumah. Anak belajar dengan lebih cepat melalui cara meniru sekitarnya, oleh karena itu penting bagi orang tua untuk menjalankan hidup sehat saat kegiatan seharihari. Segala perilaku Orang tua terutama Ibu Rumah Tangga yang notabenenya sebagai Saputri dan Oktarin Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 lingkungan terdekat anak dan selalu bersama anak akan selalu diperhatikan bahkan diikuti olehnya. Penerapan Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) oleh sekolah merupakan isyarat bahwa Ibu Rumah Tangga masih tetap berperan sebagai pendidik sementara waktu dalam mendampingi kegiatan belajar anak. Anak akan memaknai secara lebih spesial jika ibu meluangkan waktu dalam mendampingi kegiatan belajar. Anak akan merasa diperhatikan dan disayangi. Selain itu, bagi Ibu Rumah Tangga kegiatan mendampingi kegiatan belajar dapat menjadi sarana pembimbingan anak. Kegiatan belajar yang menyenangkan akan tercipta di rumah, jika terjalin kerjasama dan komunikasi yang baik antara Ibu Rumah Tangga dan anak. Kebersamaan antara anak dan orang tua diperlukan sebagai sarana interaksi, komunikasi dan saling mengenal lebih dalam (Harmani, 2. Di masa ini, peran orang tua terutama Ibu Rumah Tangga sungguh menjadi syarat utama terciptanya kesuksesan serta kebahagiaan belajar anak. Hurlock . mengatakan apa yang dilakukan orang tua terhadap anak akan berpengaruh terhadap perilaku dan sikap anak. Bagaimana orang tua mengasuh dan bagaimana cara orang tua berkomunikasi dalam lingkungan keluarga mempunyai dampak positif ataupun negatif pada perkembangan anak. Anak yang mendapatkan toleransi akan belajar menjadi pribadi penyabar. anak yang banyak mendapatkan pujian positif akan lebih menghargai diri sendiri maupun orang lain. anak yang sering mendapatkan celaan akan menjadi pribadi introvert. begitu juga anak yang sering mendapatkan kritikan akan belajar bahwa menyalahkan orang lain adalah hal yang mudah (Kuswanti. Munadhil. Zainal & Oktarina, 2. Di sisi lain, pandemi yang menuntut anak untuk belajar dirumah dapat membuat stress baik orang tua khususnya Ibu Rumah Tangga maupun anak. Stress akademik dapat dialami anak akibat tekanan terkait tuntutan tugas sekolah yang bermacam-macam dan begitu banyak (Muslim, 2. Jika situasi penuh tekanan akibat stress baik dari anak maupun orang tua terjadi terus menerus, maka stress pengasuhan dapat dengan mudah muncul dan berakibat pada kemerosotan efektivitas dan kualitas pengasuhan, seperti berkurangnya kehangatan perilaku dan bertambahnya pendisiplinan yang tegas dari orang tua kepada anak (Lestari, 2. Akibatnya terhadap anak adalah masalah emosi dan perilaku tidak baik akan meningkat (Sarwar, 2. Oleh karena itu, diharapkan para Saputri dan Oktarin Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 Ibu Rumah Tanga dapat meningkatkan kesabaran mereka dalam mendampingi anak Pengelolaan emosi dapat dilakukan sebelum atau ketika tengah berinteraksi dengan anak. Ibu Rumah Tangga diingatkan untuk sejenak berhenti, mengurangi stres dengan cara-cara mudah seperti menarik nafas, mencuci muka, minum teh dahulu, atau melihat tanaman-tanaman hijau diluar terlebih dahulu. Tujuannya untuk menghindarkan anak dari kekerasan fisik maupun verbal yang mungkin terjadi karena pengelolaan emosi yang kurang baik pada Ibu Rumah Tangga. Hal-hal buruk dapat terjadi ketika Ibu Rumah Tangga lepas kendali seperti terucapnya kata-kata kasar dan akan mempengaruhi psikologis anak, bahkan kemungkinan terburuk adalah terjadinya kekerasan fisik. Di sisi lain, orang tua khususnya Ibu Rumah Tangga harus menjadi narasumber yang baik bagi anak dengan memberikan contoh tentang pengelolaan emosi. Orang tua yang belum mampu mengelola emosi saat bersama anak, akan sangat mungkin memunculkan negative of mirror of effect pada perkembangan perilaku anak (Ismaniar & Utoyo, 2. Mirror of effect adalah perilaku anak hasil cerminan perilaku lingkungannya. Anak akan berperilaku buruk akibat buruknya perilaku lingkungan sekitar, begitupun sebaliknya. Ketidakberhasilan anak dalam belajar dapat diakibatkan orang tua yang mengabaikan pendidikan anaknya (Putri, dkk, 2. Sebaliknya, orang tua yang terus memperhatikan anaknya, terlebih saat kegiatan belajar di rumah, akan menjadikan anak termotivasi sehingga lebih tekun dan lebih bersemangat karena anak tersebut paham bahwa orang tuanya memiliki keinginan agar anaknya maju sama seperti keinginannya. Hasil belajar yang diraih oleh anakpun menjadi lebih meningkat. Pengawasan dan pemberian bantuan selama proses pengerjaan tugas sekolah merupakan salah satu cara orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah. Orang tua yang memiliki background pendidikan tinggi tentu marasa tidak ada masalah dalam membantu belajar Tetapi berbeda dengan yang dirasakan orang tua dengan pendidikan rendah. Orang tua khususnya Ibu Rumah Tangga dapat meminta bantuan dari pihak lain atau fasilitator, apabila mengalami kesulitan dalam membantu anak menyelesaikan tugas Motivasi adalah bentuk penguatan atau dorongan yang dirasakan anak sehingga terpacu untuk lebih giat belajar. Orang tua harus memotivasi anaknya dalam Saputri dan Oktarin Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 situasi apapun saat sedang belajar di rumah agar selama proses belajar mereka merasa bahwa orang tua peduli dan pemberi dukungan terbesar terhadapnya. Kegiatan PKM berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir dan diikuti 13 ibu rumah tangga. Materi disusun dengan sistematis agar peserta yang merupakan ibu rumah tangga dapat semakin paham akan perannya dalam pendidikan anak di masa sekarang sehingga dapat mengurangi atau menyelesaikan masalah yang dapat timbul dalam pembelajaran PTMT disekolah. Peserta terlihat antusias saat pemateri menjelaskan dan tidak sungkan bertanya saat ada hal yang mengganjal pikirannya. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah bagaimanakah harus bersikap pada anak yang selalu bermain game atau media sosial. Pemateri menegaskan bahwa peran ibulah yang dapat mengubah prilaku anak dalam bermain game atau media sosial, ibu adalah orang terdekat bagi anak, ibu diminta untuk berbicara dari hati ke hati, mendekati anak secara lebih personal dari sebelumnya, dan menjelaskan secara perlahan bahwa anak harus bisa membagi waktu antara belajar dan bemain demi pendidikannya sebagai bekal masa depan. Setelah semua materi dipaparkan dan sharing pengalaman ibu-ibu tersebut selesai, maka kegiatan dilanjutkan dengan pengisian kuesioner postest untuk melihat apakah para ibu semakin paham akan perannya dalam mendampingi dan membimbing anak belajar di era new Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan pengetahuan yang diperoleh peserta dengan bantuan kuesioner. Hasil evaluasi ditampilkan dalam grafik di bawah ini: Saputri dan Oktarin Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 Grafik 1. Tingkat Pemahaman Peran Ibu Rumah Tangga Terlihat dari Grafik 1 di atas, tingkat pemahaman pada aspek aturan PTMT, peran ibu dalam mendampingi, pentingnya menjaga kesehatan, pentingnya meluangkan waktu, pentingnya mengelola emosi, dan perlunya bantuan orang lain para ibu rumah tangga mengalami peningkatan dari sebelum hingga setelah kegiatan dimana nilai rata-rata setelah kegiatan di atas 4 . ilai maksimal = . PTMT merupakan solusi setelah pembelajaran daring pasca pandemi Covid-19, namun bukan berarti tidak muncul masalah. Masalah yang muncul di sekolah seperti kurang maksimalnya penyampaian pembelajaran serta ancaman kesehatan anak dapat teratasi dengan kontribusi ibu rumah tangga. Yulianingsih et al. , . mengungkapkan pembelajar anak, pemenuh kebutuhan anak, pemahaman spritual, pengawasan, motivasi, serta penyedia fasilitas anak merupakan peran orang tua. Jika dilihat dari proporsi waktu Saputri dan Oktarin Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 dalam mendampingi anak, maka ibu rumah tangga memegang peranan lebih besar dalam proses perkembangan anak di bidang pendidikan saat anak berada di rumah. Ibu rumah tangga tentunya telah terbiasa dalam mendampingi anak belajar serta menjaga kesehatan anak. Namun terkadang ibu rumah tangga tidak menyadari bahwa perannya adalah faktor utama dalam kesuksesan pendidikan anak saat dirumah. Adakalanya para ibu merasa cukup puas saat melihat anaknya sedang belajar, tetapi tidak melihat lebih jauh apa yang anak pelajari, apakah anak kesulitan, apakah anak mempelajari konsep dengan baik. Adakalanya pula para ibu merasa kesulitan saat tidak paham materi yang dipelajari anak. Selain itu adakalanya juga para ibu merasa anak sehat-sehat saja walaupun protokol kesehatan sedikit kendor, padahal virus masih ada disekitar anak saat sekolah. Adlienerz dalam Hidayati et al. , . mengatakan adanya poverty learning yang dialami siswa saat pembelajaran di rumah dapat disebabkan oleh ketidakmampuan orang tua dalam mengikuti pembelajaran anak dikarenakan tidak memiliki pendidikan yang cukup, gagap teknologi, fasilitas elektronik yang terbatas, sulitnya akses jaringan, dan juga ketidaksabaran orang tua sehingga menyebabkan sebagian orang tua menjadi stres hingga memilih untuk menyerah dalam mendampingi Berdasarkan hal yang telah diungkapkan terkait kemungkinan penyebab kekurangan yang dapat di alami siswa saat belajar di rumah, tim pengabdi memberikan penguatan kepada para ibu rumah tangga melalui sosialisasi tentang berbagai peran yang dapat ibu rumah tangga jalani untuk menunjang dalam meningkatkan pendidikan anak seperti ibu yang cakap teknologi, ibu yang harus selalu menjaga kesehatan anak, ibu yang menyediakan waktu, ibu yang dapat mengelola emosi, dan ibu yang tidak sungkan meminta bantuan dari pihak lain saat kesulitan. Penguatan ini bertujuan agar para ibu bisa menyesuaikan diri dengan keadaan, mengelola situasi agar tidak stress dan menjadikannya hal positif seperti semakin kuat kedekatan ibu dengan anaknya, dan semakin kreatif serta produktif karena berbagai cara yang diusahakan agar anak dapat belajar dengan baik. Saputri dan Oktarin Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan terlaksana dengan lancar serta tetap menerapkan protokol kesehatan, semua materi yang disusun sesuai dengan keadaan mitra pengabdian tersampaikan dengan baik. Setelah dilaksanakan kegiatan terdapat peningkatan pemahaman ibu rumah tangga Dusun 3 Desa Gunung Pasir Jaya tentang perannya dalam pendidikan anak di masa new normal. Pemahaman ibu rumah tangga mengenai aturan yang dipakai sekolah dalam PTMT, peran dalam mendampingi dan membimbing anak belajar di rumah, pentingnya menjaga kesehatan anak saat ini, pentingnya meluangkan waktu serta mengelola emosi dalam mendampingi dan membimbing anak belajar, dan perlunya meminta bantuan pihak lain meningkat dengan nilai rata-rata untuk masing-masing poin di atas 4 . ilai maksimum . Ketika mendampingi dan membimbing anak belajar Peran para ibu rumah tangga dalam pendidikan anak harus disertai hal-hal berikut: . kecakapan teknologi. menjaga kesehatan anak. meluangkan waktu. meminta bantuan pihak lain saat merasa kesulitan. Adapun kekurangan dalam kegiatan ini adalah terbatasnya jumlah peserta sehingga tidak semua ibu rumah tangga Dusun 3 Desa Gunung Pasir Jaya dapat mengikuti Beberapa saran yang dapat disampaikan adalah dikarenakan peserta yang mengikuti masih terbatas dan sekolah masih menerapkan PTMT di tahun ajaran berikutnya, maka kegiatan ini sebaiknya terus dilakukan dengan jumlah peserta ibu rumah tangga yang lebih banyak. Selain itu perlu ada pendampingan berkelanjutan dari ahli seperti psikolog agar para ibu yang masih merasa stres walaupun telah mengikuti kegiatan ini dapat berkonsultasi dengan ahli sehingga bisa ditemukan solusi terbaik. UCAPAN TERIMAKASIH Kami berterimakasih kepada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gentiaras Lampung yang telah memberikan pendanaan pada kegiatan ini. Terimakasih juga kami ucapkan kepada Ibu Rumah Tangga Dusun 3 Desa Gunung Pasir Jaya. Lampung Timur yang telah bersedia hadir dalam kegiatan. Saputri dan Oktarin Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 DAFTAR PUSTAKA