Vol 2 No. 5 September 2025 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 130 - 142 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/r29dqm04 PENGARUH CURRENT RATIO (CR). DEBT TO EQUITY RATIO (DER). RETURN ON EQUITY (ROE). DAN UMUR PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM Suci Herawati a*. Dicky Arisudhana b a Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi, 2132520145@student. Universitas Budi Luhur. Jakarta b Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi dicky. arisudhana@budiluhur. Universitas Budi Luhur. Jakarta Korespondensi ABSTRACT This study aims to examine the effect of Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Equity. Company Age on Stock Price. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Equity. Company Age as independent While Stock Price as the dependent variable. This study uses secondary data with a population of 44 companies, namely nickel sub-sector mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 20212024, as many as 13 . companies that are research samples with observation years 2021-2024. The sampling technique used is purposive sampling with multiple linear regression analysis methods. The results of this study indicate that simultaneously Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Equity. Company Age have an effect on Stock Price. Partially Current Ratio. Return On Equity. Company Age have no effect on Stock Price while Debt to Equity Ratio has an effect on Stock Price. Keywords: Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return on Equity. Company Age. Stock Price. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Equity. Umur Perusahaan terhadap Harga Saham. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Equity. Umur Perusahaan sebagai variabel independent. Sedangkan Harga Saham sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan populasi 44 perusahaan, yaitu Perusahaan pertambangan sub sektor nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2024, sebanyak 13 . iga bela. Perusahaan yang menjadi sampel penelitian dengan tahun pengamatan 2021-2024. Teknik sampling yang digunakan adalah pusposive sampling dengan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan Current ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Equity. Umur Perusahaan berpengaruh terhadap Harga Saham. Secara parsial Current Ratio. Return On Equity. Umur Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Harga Saham sedangkan Debt to Equity Ratio berpengaruh tehadap Harga Saham. Kata Kunci: Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Equity. Umur Perusahaan. Harga Saham. PENDAHULUAN Pasar modal merupakan sistem keuangan terorganisasi yang mencakup lembaga keuangan dan perdagangan surat berharga, termasuk saham sebagai instrumen investasi yang mencerminkan kepemilikan perusahaan (Sjahrial, 2009. Darmadji & Fakhruddin, 2. Harga saham dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal, salah satunya dapat dianalisis melalui rasio keuangan seperti Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Return on Equity (ROE), serta faktor umur perusahaan (Robert Ang, 1. Current Ratio mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek. Debt to Equity Ratio menunjukkan proporsi hutang terhadap modal, sedangkan Return On Equity mencerminkan efisiensi pengelolaan modal sendiri. Umur perusahaan juga berpengaruh karena pengalaman dan reputasi dapat Naskah Masuk 24 Agustus, 2025. Revisi 25 Agustus, 2025. Diterima Agustus 26, 2025. Tersedia 27 Agustus 2025 Suci Herawati dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 130 Ae 142 meningkatkan kepercayaan investor. Penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang beragam terkait pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap harga saham. Industri nikel memiliki peran strategis bagi Indonesia sebagai produsen terbesar dunia dengan kontribusi 48,48% dari produksi global pada 2022 (USGS. Tempo, 2. Nikel digunakan dalam pembuatan baja tahan karat, baterai kendaraan listrik, dan berbagai produk industri. Kebijakan pembatasan ekspor nikel mentah bertujuan meningkatkan nilai tambah dalam negeri sekaligus mengurangi dampak lingkungan (Tsirwiyati, 2. Berdasarkan peran penting nikel dan adanya perbedaan temuan penelitian sebelumnya, studi ini bertujuan menguji pengaruh CR. DER. ROE, dan umur perusahaan terhadap harga saham pada perusahaan pertambangan sub sektor nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2024. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi empiris dan menjadi referensi bagi investor maupun manajemen dalam pengambilan keputusan keuangan. Berikut grafik yang menunjukkan rata-rata harga saham perusahaan nikel dari tahun 2021-2024. Gambar 1. Sumber : Data diolah sendiri dari w. com berdasarkan populasi Grafik batang di atas menunjukkan perkembangan rata-rata harga saham perusahaan pertambangan sub sektor nikal yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2021 Ae 2024. Setiap batang mempresentasikan rata Ae rata harga saham tahunan, yang mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Tahun 2021 rata Ae rata harga saham tertinggi yaitu sebesar 1. 700, ini menunjukkan kondisi pasar saham yang masih kuat untuk perusahaan nikel pada tahun tersebut. Tahun 2022 harga saham mengalami penurunan 451, turun sekitar 14,6% dibanding tahun sebelumnya, ini bisa di sebabkan oleh tekanan ekonomi global atau koreksi pasar setelah pemulihan pasca pandemi. Tahun 2023 harga saham kembali menurun menjadi 1. 394 penurunan lebih kecil dibanding tahun sebelumnya sekitar 3,9%. Tahun 2024 Rata Ae rata harga saham turun menjadi 1. 211 yang merupakan angka terendah dalam periode pengamatan, penurunan ini sebesar 13,1% dibandingkan tahun 2023. Dengan mempertimbangkan fenomena harga saham pada perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel Periode 2021-2024 dan adanya research gap pada hasil Ae hasil penelitian sebelumnya, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Equity dan Umur Perusahaan berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2021-2024. Dari rumusan masalah tersebut yang telah diuraikan, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Equity dan Umur terhadap harga saham pada perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 20212024. Berikut adalah hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini H1: Current Ratio tidak berpengaruh terhadap Harga Saham pada perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2021-2024. H2: Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap Harga Saham pada Pengaruh Current Ratio (CR). Debt To Equity Ratio (DER). Return On Equity (ROE). Dan Umur Perusahaan Terhadap Harga Saham (Suci Herawat. Suci Herawati dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 130 Ae 142 perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 20212024. H3: Return On Equity tidak berpengaruh terhadap Harga Saham pada perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2021-2024. H4: Umur Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Harga Saham pada perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2021-2024. TINJAUAN PUSTAKA Landasan Teori Landasan teori ini bertujuan untuk memberikan informasi dan penjabaran teori-teori yang mendukung hipotesis kepada pembaca serta sangat berguna dalam analisis hasil penelitian serta perumusan hipotesis. Banyak faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan. Teori Sinyal (Signalling Theor. Menjelaskan bahwa perusahaan menyampaikan informasi keuangan maupun nonkeuangan sebagai isyarat . mengenai kondisi perusahaan kepada pihak eksternal (Brigham & Houston, 2. Sinyal dapat berupa good news seperti EPS. CR, dan ROA yang tinggi, yang mencerminkan kinerja positif dan menarik minat investor, maupun bad news seperti DER tinggi yang menunjukkan risiko keuangan. Menurut Ross dalam Dewi . , teori ini berangkat dari adanya asimetri informasi antara manajemen yang memiliki informasi lebih lengkap dan investor yang memiliki informasi terbatas. Teori Keagenan (Agency Theor. Menjelaskan hubungan antara principal . emilik moda. yang mendelegasikan wewenang kepada agent . untuk mengelola perusahaan (Triyuwono, 2. Perbedaan kepentingan dapat menimbulkan konflik, di mana principal berorientasi pada peningkatan laba . isk take. , sedangkan agent cenderung menghindari risiko besar . isk avers. Konflik ini diperkuat oleh asymmetric information, karena manajer memiliki informasi lebih mengenai kondisi internal perusahaan dibanding pemegang saham. Kondisi tersebut memunculkan agency problem yang menuntut pengawasan kinerja manajer dan dapat menimbulkan agency cost, yaitu biaya yang dikeluarkan pemegang saham untuk meminimalkan konflik dan memaksimalkan kemakmuran mereka (Andini & Santoso, 2. Pecking Order Theory Menjelaskan bahwa adanya asymmetric information membuat manajemen memiliki informasi lebih lengkap dibanding investor terkait kondisi dan prospek perusahaan. Teori ini menyatakan bahwa perusahaan cenderung memprioritaskan pendanaan internal . aba ditaha. dibandingkan pendanaan eksternal, memilih utang berisiko rendah dibanding utang berisiko tinggi, dan menempatkan penerbitan saham biasa sebagai pilihan terakhir. Likuiditas dan profitabilitas berpengaruh terhadap kebijakan pendanaan, di mana perusahaan dengan likuiditas tinggi cenderung menghindari utang karena memiliki dana internal yang cukup. Peningkatan profitabilitas meningkatkan modal internal sehingga penggunaan utang menjadi minimal (Sutomo et al. , 2020. Kamila, 2. Harga Saham Menurut Widiatmodjo dan Jogiyanto . Harga Saham adalah Ausuatu harga atau nilai yang ditetapkan berdasarkan interaksi permintaan dan penawaran di pasar modal. Harga saham dapat dibedakan menjadi beberapa kategori, seperti harga tertinggi, terendah, dan harga penutupan yang semuanya berperan dalam menentukan nilai saham di pasar. Sedangkan pendapat Brigham dan Houston . Harga Saham adalah harga saham menentukan kekayaan pemegang saham. Harga saham pada satu waktu tertentu akan bergantung pada arus kas yang diharapkan diterima di masa depan oleh investor. Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung Harga Saham: Current Ratio Menurut Anisa dan Febyansyah . Current Ratio merupakan salah satu rasio yang paling umum digunakan untuk mengukur likuditas atau kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tanpa menghadapi kesulitan, rasio lancar yang rendah menandakan perusahaan mempunyai masalah likuiditas, sedangkan rasio lancar yang terlalu tinggi menunjukkan adanya dana menganggur, rasio ini merupakan salah satu bentuk pengukuran tingkat keamanan suatu perusahaan. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 130 - 142 Suci Herawati dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 130 Ae 142 Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung Curent Ratio: Aset Lancar Current Ratio = Hutang Lancar Debt To Equity Ratio Menurut Gustmair dan Mariani . Debt to Equity Ratio(DER) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang dengan modal sendiri. Nilai DER sangat diperhatikan oleh para investor karena dapat menunjukan komposisi pendanaan dalam membiayai aktivitas operasional perusahaan atau memanfaatkan hutang-hutangnya. Semakin rendah Debt to Equity Ratio menandakan modal yang digunakan dalam operasional perusahaan semakin besar, sehingga resiko yang ditanggung investor juga akan semakin kecil dan mampu meningkatkan harga saham. Sebaliknya, semakin besar Debt to Equity Ratio menunjukan struktur modal lebih memanfaatkan hutang sehingga beban perusahaan dan ketergantungan perusahaan terhadap pihak luar sehingga tingkat resikonya menjadi semakin besar. Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung Debt to Equity Ratio: Return On Equity Menurut Kasmir . Return On Equity (ROE) merupakan rasio untuk mengukur suatu laba bersih sesudah pajak di perusahaan dibandingkan dengan modal atau Equity perusahaan. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih yang tersedia bagi pemilik investor. Semakin maksimal laba perusahaan yang tercermin dari tingginya harga saham, maka semakin besar juga minat investor dalam menanamkan modalnya. Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung Return On Equity: Umur Perusahaan Menurut Bestivano danDalam Darma . Umur Perusahaan adalah lamanya sebuah Perusahaan berdiri, berkembang dan bertahan. Umur Perusahaan merupakan hal yang dipertimbangkan investor dalam menamkan modalnya, umur Perusahaan mencermintkan Perusahaan tetap survive dan menjadi bukti bahwa Perusahaan mampu bersaing dan dapat mengambil kesemoatan bisnis yang ada dalam perekonomian. Perusahaan yang telah lama berdiri akan meningkat labanya karena adanya pengalaman dari manajemen sebelumnya dalam mengelola bisnisnya. Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung umur perusahaan : Umur Perusahaan = Tahun Penelitian Ae Tahun Perusahaan Didirikan Kerangka Teoritis Kerangka pemikiran yang diajukan untuk penelitian ini berdasarkan hasil pada telaah teoritis seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Kerangka pemikiran akan lebih memudahkan pemahaman dalam mencermati arah pembahasan penelitian ini, yang disertai dengan paradigma penelitian untuk memberikan gambaran secara lebih rinci dan jelas mengenai keterkaitan antar variabel penelitian yang digunakan. Kerangka pemikiran ini pun disusun berdasarkan penjelasan teoritis dan hasil penelitian sebelumnya. Dalam kerangka pemikiran ini menjelaskan secara singkat mengenai keterkaitan antara Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Return On Equity (ROE). Umur Perusahaan terhadap Harga Saham. Pengaruh Current Ratio (CR). Debt To Equity Ratio (DER). Return On Equity (ROE). Dan Umur Perusahaan Terhadap Harga Saham (Suci Herawat. Suci Herawati dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 130 Ae 142 Gambar 2. 1 Kerangka Teoritis Sumber : Data diolah sendiri . METODOLOGI PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis menggunakan tipe penelitian menggunakan metode kausal dengan pendekatan penelitian ini berfokus pada pengukuran dan analisis data numerik untuk memahami pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan sub sektor nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2021-2024 melalui website id dengan populasi sebanyak 44 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik purposive sanpling teknik dengan melakukan penentuan kriteria pada sampel. Berikut ini kriteria yang digunakan untuk menentukan sampel pada penelitian ini adalah : Perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode Perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel yang menerbitkan laporan keuangan tahunan secara lengkap pada periode tahun 2021-2024. Perusahaan pertambangan Sub Sektor Nikel yang menebitkan laporan keuangan tahunan periode 20212024 dalam mata uang rupiah. Data penelitian didapat dari sumber sekunder, yaitu berupa laporan keuangan pada Perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021-2024 yang dipublikasi melalui website w. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Uji statistik digunakan untuk memberikan gambaran data yang diteliti sehingga akan lebih mudah untuk mengetahui paparan data secara lebih terperinci dan jelas. Dalam penelitian ini uji statistik deskriptif berfungsi untuk memberikan gambaran atau deskripsi data penelitian yang dilihat dari nilai minimum, maksimum, rata-rata . dan standar deviasi. Berikut ini hasil uji statistik deskriptif. Tabel 2. Hasil Statistik Deskriptif Descriptive Statistics CURRENT RATIO DEBT TO EQUITY RATIO RETURN ON EQUITY UMUR PERUSAHAAN HARGA SAHAM Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber : Hasil diolah dengan SPSS 20. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 130 - 142 Suci Herawati dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 130 Ae 142 Data penelitian ini berjumlah 52. Variabel Current Ratio memiliki nilai terendah adalah 0,01. Nilai tertinggi sebesar 9,58. Serta nilai rata-rata sebesar 2,0610 dan nilai standar deviasi sebesar 1,92473. Variabel Debt to Equity Ratio memiliki nilai terendah 0,06. Nilai tertinggi sebesar 10,42. Serta nilai ratarata sebesar 1,1852 dan nilai standar deviasi sebesar 1,76984. Variabel Return On Equity memiliki nilai terendah -7,56. Nilai tertinggi sebesar 0,58. Serta nilai rata-rata sebesar -0,0679 dan nilai standar deviasi 1,25066. Variabel Umur Perusahaan memiliki nilai terendah 10,00. Nilai tertinggi sebesar 56,00. Serta nilai rata-rata sebesar 56,00 dan nilai standar deviasi 15,28359. Variabel Harga Saham memiliki nilai terendah 3,29. Nilai tertinggi sebesar 9,22. Serta nilai rata-rata sebesar 6,4192 dan nilai standar deviasi 1,41046. Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik pada penelitian ini terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedasitas, uji autokorelasi, dan uji multikolinearitas. Pengujian asumsi klasik diperlukan untuk mengetahui apakah hasil dari regresi yang dilakukan benar-benar bebas dari adanya gejala multikolinearitas, heteroskedastisitas dan gejala Model rergesi ini akan dapat dijadikan paramenter yang memang dapat dipertanggung jawabkan atau akurat. Uji Normalitas Uji Normalitas data dilakukan unuk mengetahui apakah dalam model regresi, nilai residual atau kesalahan pengganggu berdistribusi normal. Sebuah model regresi dikatakan valid apabila residual yang dihasilkan menunjukkan pola distribusi normal. Dalam pengujian statistic seperti uji T dan uji F, terdapat asumsi bahwa residual berdistribusi normal jika asumsi ini tidak terpengaruhi, maka validitas statistik yang digunakan menjadi diragukan. Untuk menguji distribusi normalitas data, digunakan Uji KolmogorovSmirnov leih besar 5% . > 0,. , maka data dianggap berdistribusi normal. Perlu diperhatikan bahwa uji normalitas ini tidak dilakukan terhadap masing-masing variabel independent maupun dependen, melainkan terhadap nilai residual yang dihasilkan dari model regresi. Tabel 3. Hasil Uji Normalitas OneAeSample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Absolute 0E-7 1,29632157 ,078 Most Extreme Differences Positive Negative ,075 -,078 Kolmogorov-Smirnov Z ,561 Asymp. Sig. -taile. ,911 Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber : Hasil diolah dengan SPSS 20. hasil pengolahan data diperoleh nilai signifikan (Si. unstandardized residual yaitu 0,911, artinya nilai signifikan (Si. > 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian ini berdistribusi normal dan dapat dilanjutkan untuk pengujian selanjutnya. Uji Multikolinearitas Menurut Sriningsih M . Uji Multikolinearitas merupakan metode pengujian statistik dalam menganalisis korelasi antar variabel bebas padahal seharusnya variabel bebas itu sesuai namanya yang berarti bebas atau independent. Uji Multikolinearitas itu sendiri termasuk salah satu asumsi klasik, tujuannya sesuai namanya yaitu mengevaluasi adanya kondisi multikolinearitas pada model regresi. Multikolineritas di dalam model regresi adalah sebagai berikut : Pengaruh Current Ratio (CR). Debt To Equity Ratio (DER). Return On Equity (ROE). Dan Umur Perusahaan Terhadap Harga Saham (Suci Herawat. Suci Herawati dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 130 Ae 142 Apabila nilai Variance Inflation Factor (VIF) berada di bawah 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas. Sebaliknya, apabalia nilai VIF melebihi 10, maka terdapat indikasi adanya multikolinearitas di antara variabel independen. Jika nilai tolerenace lebih lebik dari 0,10, maka dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi multikolinearitas. Sebaliknya, nilai tolerance yang melebihi 0,10 mengindikasikan adanya multikolinearitas antara variabel independent. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model (Constan. CURRENT RATIO DEBT TO EQUITY RATIO RETURN ON EQUITY UMUR PERUSAHAAN Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig Collinearity Statistics Toleran VIF Dependent Variable: HARGA SAHAM Sumber : Hasil diolah dengan SPSS 20. nilai tolerance dari masing-masing variabel independent yaitu Current Ratio (X. Debt to Equity Ratio (X. Return On Equity (X. > 0,1 dan nilai variance inflation factor (VIF) < 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antar variabel independent tidak terjadi masalah multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Menurut Ghozali . Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji model regresi memiliki ketidaksamaan varians dari satu residual pengamatan ke pengamatan lainnya. Heteroskedastisitas muncul karena adanya varian pada variabel model regresi yang tidak sama. Koefsien signifikansi harus dibandingkan dengan Tingkat signifikansi yang ditetapkan sebelumnya . = 5%). Apabila koefisien signifikansi lebih besar dari Tingkat signifikansi yang ditetapkan, maka dapat disimpulkan tidak terjadi Jika koefisien signifikansi lebih kecil dari Tingkat signifikansi yang ditetapkan, maka dapat disimpulkan terjadi heteroskedastisitas. Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model (Constan. CURRENT RATIO DEBT TO EQUITY RATIO RETURN ON EQUITY UMUR PERUSAHAAN Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients ,149 Std. Error ,039 Beta -,010 ,007 -,212 -,006 ,011 ,008 ,011 -,107 ,151 -,002 ,001 -,270 Sig 3,789 1,385 -,668 ,989 1,888 ,000 ,172 ,507 ,328 ,065 Dependent Variable: ABS_RES5 Sumber : Hasil diolah dengan SPSS 20. hasil signifikansi Current Ratio (X. 0,172. Debt to Equity Ratio (X. 0,507 . Return On Equity (X. 0,328. Umur Perusahaan (X. 0,065 . Semua hasil signifikansi menunjukkan nilai > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada penelitian ini, sehingga model regresi layak digunakan. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 130 - 142 Suci Herawati dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 130 Ae 142 Uji Autokorelasi Menurut Singgih . Uji autokorelasi merupakan uji yang digunakan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode sebelumnya pada model regresi yang digunakan. Model regresi yang baik adalah model regresi yang bebas dari autokerelasi. Ada beberapa cara atau teknik yang dapat digunakan untuk mencari ada atau tidaknya autokorelasi, salah satunya adalah dengan uji Durbin Watson (DW Tes. Uji Durbin Watson digunakan untuk autokorelasi Tingkat satu dan menzsyaratkan konstanta dalam model regresi, dasar Keputusan dalam pengujian autokorelasi Durbin Watson adalah jika dU < DW < 4 Ae dU maka tidak terjadi autokorelasi. Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors : (Constan. Current Ratio. Return On Equity. Umur Perusahaan. Debt to Equity Ratio Dependen Variabel : Harga Saham Sumber : Hasil diolah dengan SPSS 20. diperoleh nilai DW dari model regresi ini adalah 2,186 sedangkan nilai dari tabel DW dengan signifikan 0,05 dengan jumlah sampel (N) = 52 serta berjumlah variabel independent (K) = 4 diperoleh nilai di dL sebesar 1,3929 dan dU sebesar 1,7223. Berdasarkan tabel Durbin Watson hasil yang diperoleh adalah dL = 1,3929 dan dU = 1,7223. Nilai DW = 2,186 lebih besar dari batas . U) 1,7223 dan kurang dari 2,2777 . dU). Hasil autokorelasi dengan uji Durbin - Watson digambarkan sebagai berikut dU < DW < 4 - dU = 1,7223 < 2,186 < 2,2777. Sehingga dapat disimpulan bahwa tidak terjadi autokorelasi pada data penelitian Analisis Pengujian Hipotesis Uji Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear adalah suatu cara matematis yang digunakan untuk mengetahui pola hubungan antara dua atau lebih variabel. Analisis regresi lebih akurat dengan dilakukannya analisis korelasi Yuliara . Menggunakan analisis regresi, perkiraan nilai variabel terikat pada nilai variabel bebas yang lebih akurat. Dikarenakan hasil regresi memiliki nilai prediksi, maka nilai itu belum tentu tepat dengan nilai riilnya, semakin sedikit penyimpangan nilai prediksi dengan nlai riilnya, maka persamaan hasil regresi semakin tepat dengan kondisi riil. Variabel independent dilambangkan X 1. X2. X3, dan X4 sedangkan variabel dependen dilambangkan dengan Y. Tabel 7. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients (Constan. 6,201 CURRENT RATIO -,060 DEBT TO EQUITY -,257 RATIO RETURN ON -,092 EQUITY UMUR ,022 PERUSAHAAN Dependent Variable: HARGA SAHAM Sumber : Hasil diolah dengan SPSS 20. Model regresi berikut : Sig. -,081 10,786 -,548 ,000 ,586 ,124 -,323 -2,072 ,044 ,167 -,081 -,550 ,585 1,689 ,098 Std. Error ,575 ,109 ,013 Standardized Coefficients Beta ,235 Harga Saham = a 1 Current Ratio 2 Debt To Equity Ratio 3 Return On Equity 4 Umur Perusahaan e Pengaruh Current Ratio (CR). Debt To Equity Ratio (DER). Return On Equity (ROE). Dan Umur Perusahaan Terhadap Harga Saham (Suci Herawat. Suci Herawati dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 130 Ae 142 Berdasarkan output SPSS Tabel 7. Hasil Analisis Linier Berganda diatas, diperoleh persamaan regresi Linier Berganda dalam penelitian ini yaitu: Harga Saham = 6,201 -0,060 (Current Rati. -0,257 (Debt To Equity Rati. - 0,092 (Return On Equit. 0,022 (Umur Perusahaa. e Persamaan regresi di atas, dapat di jelaskan sebagai berikut : Equity Konstanta sebesar 6,201 artinya jika Current Ratio (X. Debt To Equity Ratio (X. Return On (X. , dan Umur Perusahaan (X. nilainya adalah 0, maka nilai Harga Saham (Y) adalah 6,201. Koefisien regresi variabel Current Ratio (X. sebesar -0,060 karena tidak ada pengaruh signifikan antara Current Ratio terhadap Harga Saham. Koefisien regresi variabel Debt To Equity Ratio (X. sebesar -0,257 karena ada pengaruh signifikan antara Debt to Equity Ratio terhadap Harga Saham. Koefisien regresi variabel Return On Equity (X. sebesar -0,092 karena tidak ada pengaruh signifikan antara Return On Equity terhadap Harga Saham. Koefisien regresi varibel Umur Perusahaan (X. sebesar 0,022 karena tidak ada pengaruh signifikan antara Umur Perusahaan dengan Harga Saham. Uji Koefisien Determinasi (Uji R. Uji Koefisien determinan (R. dilakukan untuk mengatahui seberapa jauh ketertarikan atau keeratan variabel, antara variabel dependen dengan variabel independen. Koefisien korelasi berganda biasanya diberi symbol R2 (Ghozali, 2016:. Untuk refresi dengan lebih dari dua variabel bebas digunakan Adjusted R Square sebagai koefisien determinasi. Koefisien determinasi . digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi X terhadap naik turunnya Y. Koefisien determinasi sama dengan 1 atau 100% berarti variabel dependen dapat ditafsirkan oleh variabel independen secara sempurna tanpa error. Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Model Summaryb R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Predictors: (Constan. CURRENT RATIO. DEBT TO EQUITY RATIO. RETURN ON EQUITY. UMUR PERUSAHAAN Dependent Variable: HARGA SAHAM Sumber : Hasil diolah dengan SPSS 20. nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. adalah 0,097, yang berarti sekitar 9,7% dari variabilitas dalam Harga Saham dapat dijelaskan oleh variabel-variabel predictor yang disertakan dalam model ini. Hal ini menunjukkan bahwa presentase kontribusi variabel Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Equity, dan Umur Perusahaan terhadap Harga Saham sebesar 9,7%. Uji Kelayakan Model (Uji Statistik F) Menurut Imam Ghozali . menyatakan bahwa uji hipotesis seperti ini dinamakan uji signifikan secara keseluruhan terhadap garis regresi yang diobservasi maupun estimasi, apakah Y berhubungan linear terhadap X1. X2, dan X3. Pengujian secara simultan atau uji F adalah metode statistic yang digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel independent secara Bersama-sama . memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen dalam model regresi linier berganda. Tabel 9. Hasil Uji Kelayakan Model (Uji Statistik F) Model Regression Residual Sum of Squares 3,636 4,434 ANOVAa Mean Square 0,909 0,904 9,634 Sig. ,000b JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 130 - 142 Suci Herawati dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 130 Ae 142 Total 8,070 Dependent Variable: HARGA SAHAM Predictors: (Constan. UMUR PERUSAHAAN. RETURN ON EQUITY. CURRENT RATIO. DEBT TO EQUITY RATIO Sumber : Hasil diolah dengan SPSS 20. Hasil Uji Anova atau Uji F test tersebut. Fhitung sebesar 9,634 sedangkan Ftabel dengan Tingkat signifikan 5% diperoleh Ftable sebesar 2,57. Dalam hal ini maka Fhitung > Ftabel dan nilai probabilitas yaitu 0,000 . ,000 < 0,. maka artinya model ini layak untuk digunakan dalam Uji Parsial (Uji-. Menurut Imam Ghozali . uji t dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independent secara individual dalam menerangkan pengaruh variabel independent terhadap variabel dependen secara parsial dengan derajat ketepatan 5%. Uji Parsial, yang juga dikenal sebagai Uji-t, adalah metode statistik yang digunakan untuk menguji signifikansi koefisien regresi dalam model regresi Uji ini bertujuan untuk menentukan apakah variabel independen tertentu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen, dengan mempertimbangkan variabel independen lainnya dalam Tabel 10. Hasil Uji Parsial (Uji-. Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients (Constan. 6,201 CURRENT RATIO -,060 DEBT TO EQUITY -,257 RATIO RETURN ON -,092 EQUITY UMUR ,022 PERUSAHAAN Dependent Variable: HARGA SAHAM Sumber : Hasil diolah dengan SPSS 20. Sig. -,081 10,786 -,548 ,000 ,586 ,124 -,323 -2,072 ,044 ,167 -,081 -,550 ,585 1,689 ,098 Std. Error ,575 ,109 ,013 Standardized Coefficients Beta ,235 Berdasarkan tabel 9 diatas maka dapat dijelaskan koefisien regresi sebagai berikut : Pengujian Koefisien Regresi Variabel Current Ratio (X. terhadap Harga Saham (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Current Ratio Independen terhadap Harga Saham diperolah nilai sig. sebesar 0,586 . ,586 > 0,. dan nilai t hitung . 0,548 < t tabel 2,011. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan H1 ditolak karena tidak ada pengaruh signifikan antara Current Ratio terhadap Harga Saham. Pengujian Koefisien Regresi Variabel Debt to Equity Ratio (X. terhadap Harga Saham (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Debt to Equity Ratio terhadap Harga Saham diperoleh nilai sebesar 0,044 . ,044 < 0,. dan nilai t hitung . 2,072 > t tabel 2,011. Maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan H2 diterima bahwa, karena ada pengaruh signifikan antara Debt to Equity Ratio terhadap Harga Saham dengan arah negatif. Pengujian Koefisien Regresi Variabel Return On Equity (X. terhadap Harga Saham (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Return On Equity terhadap Harga Saham diperoleh nilai sig. Sebesar 0,585 . ,585 > 0,. dan nilai t hitung . 0,550 < t tabel 2,011. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho terima dan H3 ditolak, karena tidak ada pengaruh signifikan antara Return On Equity terhadap Harga Saham. Pengujian Koefisien Regresi Variabel Umur Perusahaan (X. terhadap Harga Saham (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Umur Perusahaan terhadap Harga Saham diperoleh nilai sig. Sebesar 0,098 . ,098 > 0,. dan nilai t hitung . 1,689 < t tabel 2,011. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan H4 ditolak, karena tidak ada pengaruh signifikan antara Umur Perusahaan dengan Harga Saham. Pengaruh Current Ratio (CR). Debt To Equity Ratio (DER). Return On Equity (ROE). Dan Umur Perusahaan Terhadap Harga Saham (Suci Herawat. Suci Herawati dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 130 Ae 142 Pembahasan Hasil Penelitian Pengaruh Current Ratio terhadap Harga Saham Dalam penelitian ini hasil tersebut menunjukkan Curent Ratio tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Hal ini menunjukkan bahwa Current Ratio tidak digunakan oleh investor untuk mempertimbangkan dalam mengambil Keputusan untuk membeli saham, dan juga tinggi rendahnya nilai Current Ratio tdak dapat mempengaruhi pergerakan Harga Saham. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Niluh Sri Yuniari. Wiwin Sultraeni, dan Ilham Akbar Gasuru . yang menyatakan bahwa Current Ratio (CR) berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Dan penelitian ini juga tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Assyfa Putri Utami. Muhammad Jusman Syah . dengan hasil Current Ratio (CR) berpengaruh signfikan terhadap Harga Saham. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Harga Saham Dalam penelitian ini hasil berpengaruh terhadap Harga Saham. Hal ini menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) digunakan oleh investor untuk mempertimbangkan dalam mengambil Keputusan untuk membeli saham, dan juga tinggi rendahnya nilai Debt to Equity Ratio (DER) dapat mempengaruhi pergerakan Harga Saham, bahwa investor cenderung tidak menggunakan analisis fundamental dalam pengambilan Keputusan melainkan investor menggunakan kelompok referensi, pengalaman, dan mengikuti pergerakan bandar . dalam berinvestasi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Silvia Ari. Immas Nurhayati, dan Diah Yudhawati . yang menyatakan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Dan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zulfa Fitria dan Dedi Suselo . dengan hasil Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Pengaruh Return On Equity terhadap Harga Saham Dalam penelitian ini hasil tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Hal ini menunjukkan bahwa Return On Equity digunakan oleh investor untuk mempertimbangkan dalam mengambil Keputusan untuk membeli saham, dan juga tinggi rendahnya nilai Return On Equity (ROE) dapat mempengaruhi pergerakan Harga Saham, bahwa investor mengambil peranan yang cukup penting dalam pengambilan Keputusan investasi dan tidak menggunakan analisis fundamental dalam pengambilan keputusannya. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sigit Sanjaya dan Susi Yuliastanty . yang menyatakan bahwa Return On Equity (ROE) berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Dan penelitian ini juga tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ajeng Syuhada Alawiyah dan Aprilia Puspasari . dengan hasil Current Ratio (CR) berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Pengaruh Umur Perusahaan terhadap Harga Saham Dalam penelitian ini Hasil tersebut menunjukkan Umur Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Hal ini menunjukkan bahwa Umur Perusahaan tidak digunakan oleh investor untuk mempertimbangkan dalam mengambil Keputusan untuk membeli saham, dan juga lamanya Umur Perusahaan tdak dapat mempengaruhi pergerakan Harga Saham. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Eli Marlina dan Ade Imam Muslim . yang menyatakan bahwa Umur Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Dan penelitian ini juga tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Cindi Pelicia Andiyani Putri dan Yulianto . dengan hasil Umur Perusahaan berpengaruh signfikan terhadap Harga Saham. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan data yang diperoleh maupun hasil pengujian data yang telah dilakukan serta pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa Kesimpulan bahwa : Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan tidak ada pengaruh antara Current Ratio terhadap Harga Saham. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan ada pengaruh anrara Debt To Equity Ratio terhadap Harga Saham. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan tidak ada pengaruh anrara Return On Equity terhadap Harga Saham. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan tidak ada pengaruh antara Umur Perusahaan terhadap Harga Saham. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 130 - 142 Suci Herawati dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 130 Ae 142 Saran berdasarkan penelitian yang telah diuraikan, temuan dari studi ini memerlukan kajian yang lebih mendalam di masa mendatang dengan mengurangi atau mengatasi segala keterbatasan yang ada. Oleh karena itu, penulis memberikan saran sebagai berikut untuk Perusahaan. Investor, dan penelitian Untuk Perusahaan Melalui penelitian ini penulis mengharapkan bisa memberikan manfaat dan masukan kepada perusahaan bisa mengaplikasikan variabel-variabel penelitian ini sebagai bahan pertimbangan untuk mengevaluasi, memperbaiki, dan meningkatkan kinerja manajemen di masa mendatang agar operasional perusahaan bisa berjalan dengan optimal sehingga bisa menjamin keberlangsungan hidup serta perkembangan perusahaan di masa mendatang. Bagi Investor Harapan dari penelitian ini dapat bermanfaat untuk investor sebagai pertimbangan dan analisis untuk pengambilan keputusan bijak akan investasi yang ingin dilakukan kepada perusahaan sehingga keputusan untuk berinvestasi dapat mendapatkan keuntungan atau return yang maksimal. Untuk penelitian selanjutnya Disarankan untuk menggunakan alat ukur tambahan selain Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Equity, dan Umur Perusahaan. Misalnya. Earning Per Share. Net Profit Margin. Return On Asset. Ukuran Perusahaan, serta indikator lainnya, agar memperoleh gambaran yang lebih luas. Untuk peneliti yang akan datang melakukan penelitian selanjutnya, agar mencari dan membaca sumber referensi lain yang lebih banyak lagi sehingga hasil penelitian selanjutnya akan semakin lebih baik serta dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang baru. Bagi peneliti agar menyiapkan diri dalam melakukan penelitian agar hasil penelitian akan lebih baik dari yang sekarang DAFTAR PUSAKA . Assyfa Putri Utami. Muhammad Jusman Syah. Pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Assets, dan Total Asset Turnover terhadap Harga Saham (Study Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2. Jurnal penelitian Manajemen dan Inovasi Riset Vol. 2 No. 5 September 2024. Hal 418-426. Ajeng Syuhada Alawiyah. Aprilia Puspasari, 2024. Pengaruh Return On Assets dan Return On Equity Terhadap Harga Saham Perusahaan Sektor Infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2021-2023. Jurnal Cakrawala Akademika (JCA) Vol. 1 No. 3 Oktober 2024. Hal 840-855. Cindi Pelicia Andiyani Putri. Yulianto,2023. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Umur Perusahaan dan Kinerja Lingkungan terhadap Harga Saham. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen. Vol. No. Desember 2023. Eli Marlina. Ade Imam Muslim, 2024. Pengaruh Risiko Sistematis (BETA). Ukuran Perusahaan (Firm Siz. , dan Umur Perusahaan (Firm Ag. terhadap Harga Saham (Studi pada Perusahaan Manufaktur di BEI Periode 2013-2. Vol. 4 No. 2 Oktober 2024. Niluh Sri Yuniari. Wiwin Sultraeni. Ilham Akbar Gasuru. Pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio dan Return On Equity terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2018-2022. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. Mei 2024. Hal. Sigit Sanjaya. Susi Yuliastanty, 2018. Pengaruh Earning Per Share (EPS). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham. Unes Journal Of Social and Economics Research Vol. Issue 1. June 2018. Hal 1-13. Silvia Ari. Immas Nurhayati. Diah Yudhawati, 2020. Pengaruh Earning Per Share (EPS). Return On Equity (ROE) dan Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Retail Trade. Jurnal Manager Vol. 3,No. Mei 2020. Hal. Zulfa Fitria. Dedi Suselo, 2022. Pengaruh CR. DER. ROE dan EPS Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Pertambangan. Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis, dan Sosial (EMBISS) Vol. No. Mei 2022. Hal 275-283. Indra Firmansyah. Aprilia Maharani, 2021. Pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham pada perusahaan Sektor Infrastruktur. Utilitas, dan Transportasi yang terdaftar di BEI. Land Journal. Volume 2, nomor 1. Januari 2021. Intan Dwi Yuniarti, 2022. Pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Equity terhadap Harga Saham pada perusahaan Farmasi. EBISMEN. Vol. No. September 2022. Pengaruh Current Ratio (CR). Debt To Equity Ratio (DER). Return On Equity (ROE). Dan Umur Perusahaan Terhadap Harga Saham (Suci Herawat. Suci Herawati dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 130 Ae 142 . Egita Nur Fadila. Febritya Ayu Wahyuni. Fradana Yudistiya Aldiyansa, 2023. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Umur Perusahaan, dan Profitabilitas perusahaan terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. Januari 2023. Desy Mariani. Desy Anggraini. Suryani, 2023. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang dengan Pendekatan Pecking Order Theory dan Agency Theory pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Journal Of Social Science Research. Volume 3 Nomor 4 Tahun 2023 Page5747-5758. Mario Ascaryo Septyadi. Theresia Hesti Bwarleling, 2020. Pengaruh Volume Perdagangan Saham. Leverage, dan Kebijakan Dividen terhadap Volatilitas Harga Saham. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan. Vol. No. 3, 2020. Hal 149-162. Ade Amirullah. Andar Febyansyah, 2024. Pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio dan Net Profit Margin Terhadap Harga Saham. Jurnal Sketsa Bisnis. Vol. No. September 2024. Hal 191-211. Mitha Christina Ginting, 2017. Pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap Financial Distress pada Perusahaan Property & Real Estate di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen. Vol. No. Hal 37-44. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 130 - 142