IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Digitalisasi Layanan Publik Melalui Platform Terintegrasi Berbasis Laravel Mari Rahmawati1. Adi Supriyatna2. Sulthan Adly3. Rani Suryani4. Saridawati5 Etika Sabariah6. Wahyu Indrarti7 Universitas Bina Sarana Informatika e-mail: mari. mrw@bsi. id, 2adi. asp@bsi. id, 3sulthanadly2@gmail. com, 4rani. rsy@bsi. sti@bsi. id, 6etika. esb@bsi. id, 7wahyu. wii@bsi. Diterima 20-12-2025 Direvisi 05-01-2026 Disetujui 21-01-2026 Abstrak- Pelaporan infrastruktur di tingkat desa umumnya masih dilakukan secara manual sehingga menimbulkan berbagai kendala, antara lain keterlambatan penanganan, risiko kehilangan data, serta minimnya transparansi antara masyarakat dan pemerintah desa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang sistem pelaporan infrastruktur desa berbasis web menggunakan framework Laravel yang memudahkan warga melaporkan kerusakan fasilitas umum secara mandiri, cepat, dan terstruktur. Sistem dikembangkan dengan metode Rapid Application Development (RAD) yang memungkinkan proses pengembangan berlangsung efisien melalui tahapan iteratif serta keterlibatan langsung pengguna. Hasil penelitian menunjukkan sistem berjalan sesuai kebutuhan tiga peran utama, yaitu warga, admin desa, dan kepala desa. Fitur yang disediakan meliputi validasi laporan, unggah bukti foto, pemantauan status, serta rekapitulasi data dalam format PDF. Penerapan metode RAD terbukti meningkatkan efisiensi waktu pengembangan dan menghasilkan sistem yang adaptif. Secara keseluruhan, sistem ini mampu meningkatkan transparansi, partisipasi masyarakat, serta akuntabilitas pengelolaan infrastruktur desa secara berkelanjutan dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data bagi pemerintah desa dan masyarakat lokal setempat. Kata Kunci: Infrastruktur. RAD. Laravel Abstract- Infrastructure reporting at the village level is generally still carried out manually, causing various problems, including delays in handling, risk of data loss, and limited transparency between the community and the village government. To address these issues, this study aims to design a web-based village infrastructure reporting system using the Laravel framework, which allows residents to independently, quickly, and systematically report public facility damages. The system was developed using the Rapid Application Development (RAD) method, which enables an efficient development process through iterative stages and direct user involvement. The research results show that the system operates according to the needs of the three main roles: residents, village admins, and the village head. The features provided include report validation, photo evidence upload, status monitoring, and data recap in PDF format. The implementation of the RAD method has been proven to improve time efficiency. Keywords: Infrastructure. RAD. Laravel PENDAHULUAN Pembangunan infrastruktur di desa merupakan aspek vital dalam menunjang aktivitas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam proses pelaporan kerusakan infrastruktur masih banyak dilakukan secara manual, baik melalui pencatatan di buku maupun penyampaian lisan kepada perangkat desa (Yudistira et al. , 2. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan, seperti keterlambatan penanganan, kurangnya dokumentasi, serta rendahnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan di tingkat pemerintahan desa meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat dan terbuka, dibutuhkan sistem pelaporan yang lebih efisien dan partisipatif. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi solusi strategis untuk mempercepat proses pelaporan, meningkatkan akurasi data, serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa. Sistem berbasis web dapat menjadi media yang menjembatani komunikasi antara warga dan pemerintah desa dalam hal pelaporan infrastruktur secara real time dan terdokumentasi (Sumarno & Mubarok, 2. Masyarakat yang kini semakin akrab dengan penggunaan teknologi juga menunjukkan harapan Seiring dengan perkembangan teknologi dan yang lebih tinggi terhadap layanan publik yang This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X responsif dan transparan. Sejalan dengan kebutuhan tersebut, sistem pelaporan berbasis web tidak hanya mempercepat proses komunikasi antara warga dan pemerintah desa, tetapi juga memungkinkan pelibatan masyarakat secara langsung dalam pemantauan Melalui platform digital, warga dapat melaporkan kerusakan infrastruktur secara real time, sementara pemerintah desa dapat menangani laporan tersebut secara terstruktur mulai dari verifikasi, tindak lanjut, hingga evaluasi sehingga tercipta tata kelola desa yang lebih modern, partisipatif, dan akuntabel (Aldien et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pelaporan infrastruktur desa berbasis web dengan Rapid Application Development (RAD). Metode ini dipilih karena mampu mempercepat proses pengembangan sistem melalui pendekatan iteratif dan kolaboratif dengan Dengan penerapan RAD, sistem yang dihasilkan diharapkan lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna, mudah digunakan, dan siap untuk diimplementasikan dalam mendukung tata kelola infrastruktur desa yang lebih transparan dan efisien (Alia Sutriani et al. , 2. perubahan, dan efektif dalam memperbaiki layanan publik berbasis web. pengembangan sistem pelaporan warga berbasis website menggunakan metode RAD, dan menemukan bahwa partisipasi masyarakat meningkat signifikan setelah sistem diimplementasikan. Sistem ini memungkinkan laporan dikirim secara online, diverifikasi oleh petugas, dan ditindaklanjuti secara Hasil tersebut menguatkan bahwa RAD cocok digunakan untuk membangun sistem pelaporan desa karena dapat menyesuaikan kebutuhan pengguna secara cepat, efisien, dan berorientasi pada solusi (Alfonsius et al. , 2. Selain itu, implementasi metode RAD juga berhasil diterapkan dalam konteks digitalisasi desa di bidang layanan administrasi. Studi oleh Gautama dkk. melaporkan penerapan RAD pada sistem informasi pembuatan surat pengantar di Desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pendekatan prototipe RAD, pengembangan sistem berlangsung lebih cepat, data pengantar tertangani secara sistematis, dan pelayanan desa menjadi lebih efisien serta akuntabel (Galuh Aji Gautama et al. , 2. Temuan ini semakin menguatkan bahwa RAD cocok digunakan dalam lingkungan desa karena sifatnya yang modular. METODE TINJAUAN PUSTAKA Metode Rapid Application Development (RAD) merupakan pendekatan pengembangan perangkat lunak yang menekankan pada kecepatan dan iterasi cepat melalui pembuatan prototipe. RAD memiliki tahapan yang fleksibel, melibatkan pengguna secara langsung dalam proses perancangan, serta memfokuskan pada kecepatan penyampaian sistem yang dapat digunakan (Handayani & Astuti. Dalam konteks sistem informasi publik. RAD terbukti efektif dalam membangun aplikasi yang adaptif terhadap kebutuhan pengguna, seperti dalam pengembangan sistem perpustakaan berbasis web (Musvina et al. , 2. Digitalisasi desa telah menjadi tren strategis dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya pada aspek pelaporan dan pengelolaan infrastruktur. Penerapan teknologi informasi di desa mendukung prinsip good governance dengan mempercepat memperkuat pengawasan pembangunan desa (Lailiyah. Selain Keberhasilan pembangunan infrastruktur desa sangat dipengaruhi oleh sistem pelaporan yang terstruktur dan partisipatif, yang memungkinkan identifikasi kebutuhan serta penanganan masalah dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan melibatkan peran aktif masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan (Fitrianti et al. Beberapa studi juga menyoroti pentingnya sistem pelaporan yang dapat digunakan oleh warga secara Salah http://jurnal. id/index. php/imtechno Penelitian ini menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) pengembangan sistem. RAD (Rapid Application Developmen. mengusung metode pengembangan perangkat lunak dengan pendekatan berbasis objek. Metode pembangunan sistem, mencakup tahap perencanaan, perancangan, hingga penerapan, jika dibandingkan dengan metode tradisional yang cenderung lebih lambat (Setiawan Putra et al. , 2. Dengan RAD, tim pengembang langsung melibatkan pengguna desa melalui workshop desain dan pembuatan prototipe cepat sehingga masukan mereka dapat diimplementasikan sejak awal. Pendekatan ini terbukti efektif untuk sistem di Desa, karena interaksi intens dan kemampuan sistem menyesuaikan fitur secara fleksibel sejak tahap konstruksi sangat implementasi (Masaid et al. , 2. RAD mampu menghasilkan aplikasi secara cepat melalui iterasi prototipe, keterlibatan pengguna secara aktif, dan proses pengembangan yang fleksibel terhadap perubahan kebutuhan (Hossain, n. Terdapat tiga tahapan utama dalam metode RAD yang diterapkan dalam proyek ini, yaitu: IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Design Workshop Gambar 1. Diagram Tahapan Metode Rapid Application Development (RAD) Sumber: (Hossain, n. Requirement Planning Setelah kebutuhan dikumpulkan, dilakukan tahap perancangan sistem. Pada tahap ini, dibuat berbagai model desain untuk menggambarkan alur sistem, relasi antar entitas, serta interaksi antara pengguna dengan sistem (APLIKASI PELAPORAN KERUSAKAN JALAN Suyanto et al. , n. Perancangan dilakukan secara iteratif dan melibatkan pengguna untuk mendapatkan masukan sebelum implementasi dilakukan. Pada tahap ini, dilakukan pengumpulan kebutuhan sistem melalui kombinasi metode observasi di lapangan, wawancara terstruktur, serta studi dokumentasi (Sismadi, n. Teknik triangulasi ini digunakan untuk memastikan kebutuhan sistem yang dihasilkan valid dan sesuai kondisi riil desa. Pengumpulan kebutuhan sistem dilakukan secara langsung di Desa melalui observasi lapangan dan wawancara dengan warga serta perangkat desa. Temuan awal dari proses ini mencakup pada permasalahan seperti proses pelaporan kerusakan yang lambat, kurang terdokumentasi, dan tidak Berdasarkan masukan pengguna . arga dan perangkat des. , kebutuhan sistem yang dikumpulkan meliputi: Fitur registrasi dan login untuk mengidentifikasi peran pengguna. Fasilitas pengiriman laporan infrastruktur lengkap dengan foto sebagai bukti. Mekanisme verifikasi laporan oleh admin desa. Sistem manajemen status laporan . iterima, diproses, selesa. Fitur rekapitulasi dan pencetakan laporan PDF untuk keperluan pelaporan dan evaluasi kepala Pendekatan yang sistematis ini didukung literatur metodologi pengembangan sistem desa. Pratiwi & Hasdiana (Pratiwi, 2. menekankan bahwa teknik observasi dan wawancara adalah metode yang efektif untuk mengidentifikasi kebutuhan fungsional dan non-fungsional pada sistem desa berbasis Laravel. Demikian pula. Sutriani & Siahaan (Alia Sutriani et , 2. menunjukkan bahwa pengumpulan kebutuhan berbasis prototipe memperkuat akurasi requirement planning dalam sistem informasi desa. Tahapan ini berfungsi sebagai fondasi utama untuk seluruh siklus RAD, karena hasil dari Requirement Planning menjadi dasar desain, pengembangan, dan evaluasi sistem. Keterlibatan pengguna sejak awal meningkatkan akseptabilitas dan relevansi sistem terhadap konteks lokal (Mantik & Singgalen, 2. http://jurnal. id/index. php/imtechno Gambar 2. Use Case Diagram untuk Warga. Kepala Desa. Sumber: (Penelitian, 2. Diagram ini menunjukkan interaksi pengguna warga dan kepala desa dengan sistem, seperti membuat laporan, melihat status, dan mencetak rekap. Gambar 3. Use Case Diagram untuk Admin Desa Sumber: (Penelitian, 2. Menampilkan tugas admin seperti verifikasi laporan, perubahan status, dan unggah bukti penyelesaian. IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Gambar 4. Class Diagram Sistem Sumber: (Penelitian, 2. Menampilkan struktur kelas objek dalam sistem, mencakup entitas pengguna, laporan, status, dan peran Gambar 6. Activity Diagram untuk Kepala Desa Sumber: (Penelitian, 2. Memperlihatkan alur kerja proses kepala desa, mulai dari login hingga menghasilkan file rekap laporan. Gambar 5. Activity Diagram untuk Warga Sumber: (Penelitian, 2. Menggambarkan proses yang dilalui warga saat menggunakan sistem, mulai dari login hingga memantau laporan. http://jurnal. id/index. php/imtechno Gambar 7. Activity Diagram untuk Admin Sumber: (Penelitian, 2. Memperlihatkan alur kerja admin, mulai dari login hingga mengupload bukti perbaikan. IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Gambar 8. Entity Relationship Diagram (ERD) Sumber: (Penelitian, 2. Diagram ini menjelaskan hubungan antar tabel dalam basis data, seperti pengguna, laporan, status, dan bukti. Gambar 10. Gantt Chart Pengembangan Sistem Pelaporan Infrastruktur Desa Sumber: (Penelitian, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Sistem pelaporan infrastruktur desa telah berhasil dikembangkan sesuai dengan metode Rapid Application Development (RAD). Pada tahap akhir, dilakukan pengujian fungsionalitas serta evaluasi kinerja proyek dari sisi waktu dan biaya. Bagian ini menjelaskan hasil pengujian sistem, tampilan antarmuka yang telah dibangun, dan analisis efisiensi proyek. Hasil Pengujian Fungsionalitas Gambar 9. Logical Relationship Schema (LRS) Sumber: (Penelitian, 2. Menampilkan struktur logis dan hubungan field antar tabel database untuk mendukung implementasi sistem. Pengujian dilakukan dengan metode Blackbox Testing untuk memastikan bahwa seluruh fitur utama bekerja sesuai dengan spesifikasi tanpa meninjau kode program (Nafanda & Ngafidin, n. Pengujian ini mencakup fitur registrasi, login, pengiriman laporan, verifikasi laporan, dan pencetakan rekap laporan. Tabel 1. Hasil Pengujian Blackbox Testing Implementation Tahap implementasi dilakukan menggunakan framework Laravel untuk pengembangan backend. Blade sebagai templating engine frontend, serta MySQL sebagai database sistem. Implementasi dilakukan secara bertahap berdasarkan prototipe yang telah dirancang sebelumnya. Perencanaan Waktu Proyek Untuk memastikan sistem selesai tepat waktu, digunakan Gantt Chart sebagai alat bantu pengelolaan jadwal proyek. Pengembangan dilakukan selama 82 hari dengan pembagian waktu mulai dari analisis, desain, pengembangan, hingga pengujian. http://jurnal. id/index. php/imtechno Skenario Uji Registrasi Warga Login (Warga/ Admin/ Kade. Buat Laporan (Warg. Verifikasi Laporan (Admi. Upload Bukti (Admi. Langkah dan input Isi form dengan data valid, klik "Daftar" Masukkan e-mail & password Ie klik "Login" Login Ie Buat Laporan Ie Isi form Ie Kirim Login Admin Ie Pilih laporan Ie Ubah status AuDiprosesAy Pada status AuDiprosesAy Ie Upload Ekspektasi Hasil Ket Notifikasi berhasil, ke Sesuai Valid Masuk sesuai role Sesuai Valid Laporan AuMenunggu Ay Status berubah ke AuDiprosesAy Sesuai Valid Sesuai Valid Status jadi AuSelesaiAy,bu Sesuai Valid IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Unduh Login Kades Rekap Ie Klik PDF AuUnduh (Kade. PDFAy Sumber: (Penelitian, 2. File PDF berisi rekap & grafik Sesuai Valid Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur utama sistem berjalan dengan baik dan dapat digunakan sesuai kebutuhan masing-masing peran. Tampilan Antarmuka Sistem Sistem ini dibangun dengan desain antarmuka yang sederhana dan ramah pengguna. Terdapat tiga peran utama dalam sistem, yaitu warga, admin desa, dan kepala desa. Setiap peran memiliki tampilan dan fitur yang berbeda sesuai dengan fungsinya. Gambar 13. Form Laporan Sumber: (Penelitian, 2. Form laporan ini digunakan oleh warga untuk melaporkan infrastruktur yang rusak. Gambar 14. Halaman Verifikasi Laporan oleh Admin Sumber: (Penelitian, 2. Gambar 11. Tampilan Form Login Pengguna Sumber: (Penelitian, 2. Form login ini digunakan oleh semua jenis pengguna . arga, admin, kepala des. untuk mengakses sistem. Terdapat validasi data sederhana untuk keamanan awal sebelum masuk ke dashboard masing-masing. Admin desa dapat melihat daftar laporan masuk, melakukan verifikasi terhadap laporan warga, mengunggah bukti perbaikan, serta memperbarui status laporan secara langsung melalui tampilan ini. Gambar 15. Fitur Cetak Rekap PDF oleh Kepala Desa Gambar 12. Dashboard Warga Setelah Login Sumber: (Penelitian, 2. Pada halaman ini, warga dapat melihat status laporan yang sudah dikirim, membuat laporan baru, dan mengakses riwayat laporan yang telah dikonfirmasi oleh pihak desa. Sumber: (Penelitian, 2. Kepala desa dapat mencetak rekap laporan infrastruktur dalam bentuk file PDF sebagai dokumentasi dan bahan laporan pertanggungjawaban kepada pihak yang Evaluasi Kinerja Proyek Untuk mengukur efisiensi proyek secara kuantitatif, digunakan metode Earned Value Management (EVM). Evaluasi ini mencakup nilai pekerjaan yang direncanakan (Planned Value/PV), nilai pekerjaan yang telah dicapai (Earned Value/EV), serta biaya aktual yang dikeluarkan (Actual Cost/AC) (Muhammad Annas et al. , n. http://jurnal. id/index. php/imtechno IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X verifikasi oleh admin desa, dan pencetakan rekap oleh kepala desa, yang telah diuji dan berjalan sesuai fungsinya. Nilai-nilai ini digunakan untuk menghitung: Cost Variance (CV) = EV Ae AC, menunjukkan apakah biaya proyek hemat atau membengkak . ositif = hema. Schedule Variance (SV) = EV Ae PV, menunjukkan apakah proyek tepat waktu . ositif = lebih cepat, nol = sesuai jadwa. Cost Performance Index (CPI) = EV / AC, indikator efisiensi biaya . deal Ou 100%). Schedule Performance Index (SPI) = EV / PV, indikator efisiensi waktu . deal Ou 100%). Tabel 2. Ringkasan Perhitungan Earned Value Management (EVM) Akronim Nilai Keterangan Rp40. Nilai pekerjaan yang telah diselesaikan Rp40. Nilai pekerjaan yang Rp38. Biaya aktual proyek Rp2. Variansi biaya . ositif = Rp0 Variansi waktu . epat CPI Efisiensi biaya SPI Efisiensi waktu KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan implementasi, dan evaluasi terhadap sistem pelaporan infrastruktur desa menggunakan metode RAD, maka dapat disimpulkan: Metode Rapid Application Development (RAD) terbukti efektif dalam pengembangan sistem karena mampu mempercepat proses pembangunan dengan tahapan iteratif dan melibatkan pengguna secara langsung. Sistem pelaporan berbasis web yang dikembangkan menyediakan fitur utama seperti pembuatan laporan oleh warga, http://jurnal. id/index. php/imtechno Hasil pengujian menggunakan Blackbox Testing menunjukkan bahwa seluruh fitur sistem berfungsi sesuai dengan spesifikasi tanpa ditemukan kesalahan yang signifikan. Evaluasi Earned Value Management (EVM) menghasilkan nilai CPI sebesar 105,3% dan SPI sebesar 100%, yang berarti proyek berjalan efisien dan tepat waktu. Sistem ini mampu meningkatkan partisipasi infrastruktur, mempercepat proses penanganan, akuntabilitas di tingkat pemerintahan desa. Saran Agar sistem ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan memberikan dampak yang lebih optimal, maka penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut: Integrasi Notifikasi Real-time: Perlu ditambahkan fitur notifikasi . isal: melalui email atau WhatsAp. agar warga mendapat informasi ketika laporan mereka diverifikasi atau diselesaikan. Pengembangan Versi Mobile: Sistem dapat dikembangkan dalam bentuk aplikasi mobile Android/iOS untuk menjangkau pengguna yang lebih luas dan meningkatkan aksesibilitas. Peningkatan Keamanan Sistem: Perlu ditambahkan fitur enkripsi data dan pengamanan autentikasi seperti captcha atau One Time Password (OTP) untuk mencegah penyalahgunaan akun. Dashboard Statistik: Penambahan grafik statistik laporan berdasarkan waktu, jenis kerusakan, dan wilayah dapat membantu kepala desa dalam mengambil keputusan berbasis data. Penyediaan Fitur Layanan Pengaduan Lain: Sistem dapat diperluas untuk tidak hanya melaporkan infrastruktur, tetapi juga melayani pengaduan publik lainnya seperti sampah, air bersih, atau keamanan lingkungan. REFERENSI