Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 32-39 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Tingkat Employabilty Skills Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Ditinjau Dari Aspek Kognitif. Afektif, dan Psikomotorik This is an open access article distributed under the creative commons attribution license cc-by-nc-4. 0 A2020 by author . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/ ). (Received: January-2025. Reviewed: February-2025. Accepted: Maret-2025. Available online: April-2025. Published: April-2. Amirullah1*. Aswar2. Hastriani Rahayu3 Universitas Negeri Makassar,Bimbingan dan Konseling Email: amirullah14@unm. Universitas Negeri Makassar,Bimbingan dan Konseling Email: aswar. bk@unm. Universitas Negeri Makassar. Bimbingan dan Konseling Email: hastrianirahayu073@gmail. Abstract. The background of this study is the development of the 21st Century career paradigm that focuses on the development of employability The purpose of this study is to obtain an overview and information about the level of employability skills of students in Vocational High Schools in the review of cognitive, affective, and psychomotor aspects. The research design used in this study is descriptive-analytic with a quantitative approach. Descriptive-analytic research aims to provide factual references regarding the phenomena of the population being The variables used in this study are single variables that only express one idea in a study, namely the variable employability skills of Vocational High School Students. The findings of this study indicate that the level of employability skills of Vocational High School students reviewed from each aspect is in the category of quite capable, which means that most students have understanding, attitudes, and skills that are in the moderate or not optimal category. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan paradigma karier Abad ke-21 yang memberi perhatian terhadap pengembangan employability skill. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dan informasi tentang tingkat kemampuan employability skill siswa di Sekolah Menengah Kejuruan di tinjua dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitik dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif-analitik bertujuan untuk memberikan pencadasan secara faktual mengenai fenomena dari populasi yang diteliti. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan variabel tunggal yang hanya mengungkapkan satu gagasan saja dalam suatu penelitian, yakni variable employability skills Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa level employability skills siswa Sekolah Menengah Kejuruan ditinjau dari setiap aspek berada pada kategori cukup mampu, yang berarti sebagian besar siswa memiliki pemahaman, sikap, dan keterampilan yang berada pada kategori sedang atau belum optimal. 32 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 32-39 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. PENDAHULUAN Karier di Abad ke-21 berada dalam mode yang lebih dinamis, sehingga karier tidak dapat diprediksi, rentan, dan bersifat multidireksional (Baruch, 2006. Brewer, 2. Pandangan karier di Abad ke-21 lebih menekankan pada aspek yang melekat secara individual, dimana karier seseorang sangat ditentukan dengan sejauh mana kapasitas individu itu sendiri untuk berkembang (Baruch, 2006. Soejono, 2007. Gati, & Kulcsyr, 2. Tuntutan Abad ke-21 bergeser dari tuntutan yang knowhow menjadi learn-how, dari paradigma job security menjadi employability, serta tuntutan untuk tidak mengabaikan nilai, hasrat, dan ambisi personal pada bidang pekerjaan (Hasanah, 2. Konsep 21st Century Skills merupakan keterampilan penting untuk dimiliki peserta didik khususnya dalam mempersiapkan mereka ke dalam era ekonomi global. Salah skill yang dibutuhkan adalah employability skills yang juga merupakan bagian penting dalam paradigma karier Abad ke-21 (Hasanah. Employability skills menurut Cambridge University . merupakan suatu istilah yang menggambarkan tidak hanya terkait kualifikasi, keterampilan teknis, atau pengetahuan tertentu, tapi juga menggambarkan atribut personal dan professional yang perlu dimiliki sehingga seseorang mampu berpartisipasi secara efektif di dunia kerja dan meraih pengembangan yang optimal dalam perjalanan karier mereka. Dunia kerja pasca covid-19 semakin terasa kebutuhannya terkait dengan employability skills (Mahajan, et. al, 2. Hal ini didasari karena Employability skills merupakan kemampuan dasar yang diperlukan untuk mendapatkan dan mempertahankan pekerjaan, serta mengerjakan tugas dalam pekerjaan dengan baik (Robinson, 2. Employability skills yang dimiliki oleh seseorang akan membantu untuk dapat kembali ke dunia kerja dan mendapatkan pekerjaan lain ketika berhenti atau diberhentikan (Brewer, 2. Lebih lanjut dijelaskan oleh Yorke & Knight . bahwa employability skills merupakan kemampuan adaptif seseorang yang berhubungan dengan kehidupan kariernya dalam meningkatkan kemampuan kognitif, afeksi dan perilaku, serta mampu untuk menyesuaikan bidang ilmu dengan pekerjaannya. Overtoom . menggambarkan bahwa employability skills merupakan seperangkat keterampilan inti yang bersifat transferable terdiri dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja Abad ke-21. Lebih jauh Overtoom menjelaskan bahwa employability skills dibutuhkan oleh semua jenis pekerjaan dari semua jenjang pendidikan (Overtoom. Yahya, dkk. Oleh karena itu penting memberikan bekal kepada siswa yang akan berkompetisi di duniakerja agar memiliki kompetensi yang mumpuni, terutama pada jenjang sekolah kejuruan yang memang dipersiapkan agar mampu bersaing di dunia kerja. Paradigma karier pada Abad ke-21 memiliki perbedaan dengan pandangan tradisional tentang karier dan tentu hal ini berdampak terhadap upaya yang perlu dilakukan dalam rangka mempersiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan untuk dapat bersaing di dunia kerja. Salah satu yang substansial dari perubahan dunia kerja pada Abad ke-21 adalah berubahnya struktur perusahaan, instansi, atau institusi dari orientasi organisasi menjadi orientasi individu (Soejono, 2007. Volmer & Spurk, 2. Informasi ini mengindikasikan pentingnya mempersiapkan bekal employability skills. Perhatian terkait pengembangan employability skills di Indonesia saat ini terpusat di perguruan tinggi untuk mengakomodir kebutuhan para calon sarjana yang akan terjun pada dunia kerja (Saputra, 2015. Isbah, et. al, 2023. Mursitama, 2. Padahal di Indonesia saat ini terdapat jenjang Pendidikan kejuruan setingkat sekolah menengah yang juga menjadi pioneer dalam mempersiapkan alumni-alumni kompeten yang siap kerja, atau dikenal dengan sebutan Sekolah Menengah Kejuruan (Yahya, et. al, 2. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan jenjang Pendidikan yang juga mempersiapkan lulusannya untuk tampil 33 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 32-39 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. kompetetitif di dunia kerja setelah lulus (Hanafi, 2. , oleh karena itu, perhatian terkait employability skill juga menjadi urgen untuk para siswa di Sekolah Menengah Kejuruan, utamanya dalam merespon realitas paradigma karier di Abad ke-21. Pelajar membutuhkan mekanisme pendidikan dan pelatihan yang dapat memberikan pengetahuan, keterampilan, sikap kerja dan pengalaman yang berguna untuk menemukan pekerjaan yang cocok untuk karir masa depan mereka (Sila, 2. Dalam konteks ini, sekolah menengah kejuruan melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada praktik kerja di industri diharapkan mampu mengembangkan employability skills siswa sesuai dengan kebutuhan dan perubahan persyaratan pasar. Sudira . berpendapat bahwa sejatinya lulusan SMK dapat mencapai kualitas yang dipersyaratkan oleh dunia kerja, jika dibekali dengan pengetahuan teknis, keterampilan dan sikap yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dan informasi tentang tingkat kemampuan employablity skill siswa di Sekolah Menengah Kejuruan, serta tingkat kemampuan setiap aspek dari employability skill Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan. Secara teoretis temuan penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan tentang bimbingan karier di sekolah, khususnya pada Sekolah Menengah Kejuruan. Temuan penelitian juga diharapkan menjadi landasan pengembangan employability skills di siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Selain itu, temuan penelitian dapat menjadi bahan rujukan penelitian selanjutnya yang terkait dengan bimbingan karier dan pengembangan employability skills di siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Secara praksis, temuan penelitian diharapkan menjadi landasan dan rujukan dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengembangkan praktik bimbingan karier untuk pengembangan employability skills siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Pemahaman dan pengembangan employability skills di Sekolah Menengah kejuruan penting dilakukan sebagai upaya optimalisasi praktik layanan bimbingan karier dalam rangka membantu siswa mengoptimalkan potensi diri serta persiapan diri memasuki dunia kerja pada Abad ke-21. METODE Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk mengumpulkan data mengenai kemampuan employability skills siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian Survei menurut Creswell . adalah suatu upaya memberikan deskripsi kuantitatif atau numerik tentang tren, sikap, atau opini suatu populasi dengan mempelajari sampel populasi tersebut. Desain Penelitian Partisipan penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan Telkom Makassar, yang terletak di Jl. Pettarani No. Kota Makassar. Sulawesi Selatan. Responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 432 orang siswa yang dipilih secara acak, namun tetap mempertimbangkan keterwakilan bidang kejuruan. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument employability skill yang telah dikembangkan sebelumnya dan telah melalui proses uji validitas dan realibitas dengan menggunakan Rasch Model (Supriatna, et. Instrumen ini meninjau employability skills dari 3 domain dasar, yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik yang kemudian diadaptasi istilahnya menjadi basic aspek, personal aspek, dan interpersonal aspek. 34 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 32-39 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Analisis Data Penelitian Analisis data yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. AuData kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data yang diangkakanAy (Sugiyono, 2. Pendekatan kuantitatif ini mengolah data menjadi angka-angka untuk mengukur suatu variabel dalam sebuah penelitian. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan variabel tunggal yang hanya mengungkapkan satu gagasan saja dalam suatu penelitianAy. Adapun gagasan yang dimaksud dalam penelitian ini terkait dengan level kemampuan employability skills siswa di Sekolah Menengah Kejuruan. Penyajian Data Penelitian Penyajian data penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitik. Deskriptif analitik menurut Sugiyono . , yaitu suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran suatu objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah dikumpulkan sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Menurut Sadikin Bogdan & Biklen . , pendekatan ini memiliki karakteristik sumber data langsung dalam satu situasi yang normatif, beorientasi pada proses, bersifat deskriptif, serta analisis data dilakukan secara deskriptif, dan menfokuskan pada makna dari analisis data yang didapatkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitian mengungkapkan bahwa seluruh aspek employability skills siswa di Sekolah Menengah Kejuruan berada pada kategori cukup mampu. Artinya secara umum level employability skills siswa Sekolah Menengah Kejuruan berada pada kategori baik yang ditandai dengan pencapaian pada aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik yang sedang atau belum optimal. Pada aspek kognitif, hampir seluruh siswa berada pada kategori cukup mampu dengan persentase sebesar 89% atau sebanyak 303 orang siswa. Sebagian kecil siswa berada pada kategori mampu dan kurang mampu, yaitu masingmasing sebesar 9% atau sebanyak 32 orang pada kategori mampu dan sebesar 2% atau sebanyak 7 orang pada kategori kurang mampu. Pada aspek afekfif, mayoritas siswa berada pada kategori . angat bai. cukup mampu yaitu sebesar 71% atau sebanyak 243 orang. Selanjutnya pada kategori mampu sebesar 29% atau sebanyak 98 orang, dan hanya terdapat satu orang siswa atau dengan persentase 0% yang berada pada kategori kurang mampu. Demikian juga pada aspek psikomotorik, sebagian besar siswa berada pada kategori cukup mampu sebesar 67% atau sebanyak 232 orang, kemudian disusul pada kategorisasi mampu sebesar 32% atau sebanyak 108 orang siswa, dan hanya terdapat dua orang siswa atau dengan persentase 1% yang berada pada kategori kurang mampu. level employability skills siswa Sekolah Menengah Kejuruan pada setiap program kejuruan, selanjutnya dipaparkan level employability skill siswa Sekolah Menengah Kejuran berdasarkan kategorisasi aspek, yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Secara visual level employability skills pada setiap aspek digambarkan pada gambar berikut. 35 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 32-39 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Gambar 3. Level Employability Skills Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setiap Aspek Adapun skor rata-rata pada setiap aspek employability skills siswa Sekolah Menengah Kejuruan diuraikan sebagai berikut: Tabel 3. 1 Capaian Rerata Aspek Employability Skills Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Aspek Employability Skills Rata-rata Skor Rata-rata Presentase Aspek Kognitif Aspek Afektif Aspek Psikomotorik Tabel 3. menunjukkan capaian rata-rata skor dan persentase skor dari skor ideal pada setiap aspek employability skills. Skor aspek employability skills siswa Sekolah Menengah Kejuruan berada pada kisaran 67% - 80%. Capaian skor menunjukkan aspek afektif mendapatkan rerata skor tertinggi sebesar 81% dan aspek kognitif mendapatkan capaian rerata skor terendah sebesar 67%. Pembahasan Employability skills terdiri atas tiga aspek, yaitu: aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Ditinjau dari setiap aspek, maka level employability skills siswa Sekolah Menengah Kejuruan berada pada kategori cukup mampu. Artinya, siswa Sekolah Menengah Kejuruan memiliki pemahaman, sikap, dan keterampilan yang berada pada kategori sedang pada setiap aspek employability skills sehingga belum mencapai optimal. Capaian level employability skills siswa di Sekolah Menengah Kejuruan menunjukkan bahwa rerata skor tertinggi siswa berada pada aspek afektif dengan rerata persentase 81% dari skor Kemudian diikuti oleh aspek psikomotorik dengan capaian rerata skor 80% dari skor ideal. Sedangkan pada aspek kognitif, siswa memperoleh capaian skor terendah dengan rerata skor sebesar 67% dari skor ideal. 36 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 32-39 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Aspek kognitif merupakan kemampuan yang menggambarkan tentang pemahaman dan daya nalar siswa. Indikator dari aspek kognitif cukup penting untuk dikembangkan karena menjadi salah satu kemampuan yang dibutuhkan di di era global. Kemampuan berpikir kritis dan inovatif, serta pemecahan masalah menjadi hal penting yang dikembangkan sebagai sebuah kompetensi professional di dunia kerja pada Abad ke-21 (Joynes, et al, 2. Laporan tahunan dari Global Education Monitoring (GEM), yang dirilis oleh United Nations Educational. Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menjelaskan bahwa kecakapan seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, kerja tim, pemahaman menyeluruh, serta keterampilan komunikasi dan presentasi, memiliki kemungkinan yang lebih besar yang dibutuhkan dalam dunia kerja dan menjadi faktor penting untuk mendapat pekerjaan di masa depan (Unesco, 2. World Economic Forum juga memasukkan kemampuan berpikir kritis dan inovatif, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan menjadi top 10 skills yang dibutuhkan pada tahun 2022. (World Economic Forum, 2. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya yang berkelanjutan dan komprehensif untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan karier yang semakin kompetitif. Penelitian yang dilakukan oleh Widarto. Pardjono, dan Widodo . menunjukkan bahwa ketiga aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik memiliki peran besar untuk menghasilkan produktifitas dalam dunia kerja. Penelitian Widarto. Pardjono, dan Widodo . mengungkapkan bahwa pimpinan perusahaan memberikan pendapat aspek kognitif berperan sebesar 23%, aspek afektif berperan sebesar 28,33%, dan aspek keterampilan berperan sebesar 22,33% dalam menghasilkan produk yang berkualitas di dunia kerja SIMPULAN DAN SARAN Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa level employability skills siswa di Sekolah Menengah Kejuruan berada pada kategori cukup mampu, yang berarti siswa Sekolah Menegah Kejuruan memiliki pemahaman, sikap, dan keterampilan yang berada pada kategori sedang atau belum optimal tentang employability skills. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa level employability skills siswa Sekolah Menengah Kejuruan ditinjau dari ssetiap aspek berada pada kategori cukup mampu, yang berarti sebagian besar siswa memiliki pemahaman, sikap, dan keterampilan yang juga berada pada kategori sedang atau belum optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya yang sistematis untuk dapat mengoptimalkan level employability skills siswa di Sekolah Menengah Kejuruan. Dengan kata lain, agar mampu mempersiapkan peserta didik menjadi pekerja yang sukses di tempat kerja, lembaga pendidikan kejuruan tidak saja dituntut untuk mampu mengembangkan kecakapan teknikal dan kognitif kepada para peserta didik tetapi juga harus mampu mengembangkan sikap dan kebiasaan kerja yang positif. Meskipun berhasil mengungkap dan mendapatkan gambaran level employability skilss Siswa di Sekolah Menenga Kejuruan, penelitian ini masih memilih keterbatasan karena masih dilaksanakan dalam konteks populasi siswa kejuruan yang terbatas. Penelitian ini dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan dengan latar belakang Program kejuruan teknik telekomunikasi, padahal Sekolah Kejuruan di Indonesia memiliki keberagaman ditinjau dari latar belakang kejuruan dan kekhususan pembelajaran. Penelitian selanjutnya diharapakan dapat mengakomodir keberagaman tersebut dengan menggunakan populasi penelitian yang lebih luas dan beragam dari berbagai latar belakang sekolah kejuruan yang ada di Indonesia. 37 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 32-39 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. DAFTAR RUJUKAN Baruch. Career development in organizations and beyond: Balancing traditional and contemporary viewpoints. Human Resource Management Review, 16. , 125Ae138. Brewer. , "What is a Career in the 21st Century?". Careers: Thinking. Strategising and Prototyping (The Future of Wor. Emerald Publishing Limited. Leeds, pp. https://doi. org/10. 1108/978-1-83867-207-220191003 Brewer. Enhancing youth employability: What? Why? and How? Guide to core work skills . Geneva. Switzerland: ILO. Bogdan & Biklen, . Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya Cambridge University . retrieved from: https://languageresearch. org/images/Employability/TheCambridge-Employability-Framework-_-gen. Gati. , & Kulcsyr. Making better career decisions: From challenges to opportunities. Journal of Vocational Behavior, 126, 103545. Hanafi. Re-Orientasi Keterampilan Kerja Lulusan Pendidikan Kejuruan. Jurnal Pendidikan Vokasi, 2. , 107Ae116. Hasanah. Karir pada organisasi tanpa batasan . areer in the boundaryless organizatio. Jurnal Manajemen Terapan Dan Keuangan, 3. , 498Ae508. Isbah. Kustiningsih. Wibawanto. Artosa. Kailani. , & Zamjani. Strategies to Enhance the Employability of Higher Education Graduates in Indonesia: A Way Forward. Society, 11. , 398-414. Joynes. Rossignoli. , & Amonoo-Kuofi. 21st Century Skills: evidence of issues in definition, demand and delivery for development contexts. Mahajan. Gupta. , & Misra. Employability skills framework: a tripartite approach. Education Training, 64. Mursitama. Setiawan. Princes. Chandra. Tunardi. , & Limto. The Impact of Indonesia's Higher Education Program on Improving Students' Competence in Achieving Global Employability. Journal of Higher Education Theory & Practice, 22. Overtoom. , . AuEmployability Skills: An UpdateAy. Center on Education and Training for Employment. ERIC Digest no. Robinson. , . AuWhat are Employability Skills?Ay Alabama Cooperative Extension System. Saputra. Februar. EmployersAo needs for employability skills of engineering graduates in Indonesia. In 3rd UPI International Conference on Technical and Vocational Education and Training . Atlantis Press. Sila. Relationship between training and performance: a case study of Kenyan women finance trust eastern Nyanza region. Kenya. European Journal of Business and Social Sciences, 3. , 95Ae117. Soejono. Karir dalam Organisasi Selular (Career in Celullar Organization. Jurnal Manajemen Maranatha, 6. , 1Ae Sudira. Filosofi dan teori pendidikan vokasi dan kejuruan. Yogyakarta: UNY. Sugiyono. Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. 38 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 32-39 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Supriatna. Amirullah. , & Budiamin. Analysis of Employability Skills Scale Vocational High School Students. International Journal of Recent Technology and Engineering (IJRTE), 8, 515-522. Unesco Dan Unicef. Asia-Pacific End Of Decade Notes On Education For All. Life Skills And Lifelong Learning. Bangkok: Unesco Bangkok. Unicef Eapro And Unicef Rosa. Volmer. , & Spurk. Protean and boundaryless career attitudes: Relationships with subjective and objective career Zeitschrift Fyr ArbeitsmarktForschung, 43. , 207Ae218. Widarto. Pardjono. , & Widodo. Pengembangan model pembelajaran soft skills dan hard skills untuk siswa SMK. Jurnal Cakrawala Pendidikan, . World Economic Forum. The Future of Jobs Report. Geneva: World Economic Forum. Diakses dari http://reports. org/future-of-jobs2018/workforce-trends-and-strategies-for-the-fourth-industrialrevolution/ Yahya. Iskandar. , & Sunardi. Technical skills and employability skills of vocational high school students in Indonesia. Journal of Scientific Research and Studies, 4. , 148Ae155. Yorke. , & Knight. Employability in higher education. EUA Bologna Handbook: making Bologna work, 4-1. 39 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar