Journal for Quality in Women's Health Vol. 5 No. 1 March 2022 | pp. 90 - 98 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: https://doi. org/10. 30994/jqwh. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dan Dukungan Suami dengan Kecemasan Ibu Hamil dalam menghadapi Persalinan Shinta Novelia*. Rukmaini. Umayah Program Studi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nasional Jakarta * Corresponding author: Shinta Novelia . novelia@civitas. Received: Februari 26 2022. Accepted: Maret 22 2022. Published: Maret 29 2022 ABSTRAK Latar Belakang: Angka Kematian Ibu adalah jumlah kematian Ibu yang disebabkan oleh karena peristiwa kehamilan, persalinan dan masa nifas pada tahun yang sama per jumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama dikali seratus ribu. Kecemasan pada kehamilan merupakan reaksi emosional yang terjadi pada ibu hamil terkait dengan kekhawatiran ibu dengan kesejahteraan diri dan janinnya, keberlangsungan kehamilan, persalinan, masa setelah persalinan dan ketika telah berperan menjadi ibu. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan di wilayah kerja puskesmas kilasah tahun 2019. Metodologi: penelitian menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida trimester i yang melakukan pemeriksaan kehamilannya di wilayah kerja puskesmas kilasah tahun 2019 sebanyak 610 orang dengan sampel sebanyak 241 orang. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan nilai p= . , dukungan suami dengan nilai p= . terhadap kecemasan ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan. Simpulan dan saran: Mayoritas responden memiliki kecemasan ringan sebanyak178 orang . ,9%), mayoritas responden dengan pengetahuan kurang sebanyak 191 orang . ,3%) dan mayoritas responden dengan suami yang tidak mendukung kehamilan sebanyak 185 orang . ,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan. Diharapkan puskesmas kilasah memberikan penyuluhan kesehatan tentang kehamilan agar tingkat kecemasan pada ibu hamil dapat diturunkan. Kata kunci: dukungan suami, kecemasan, pengetahuan This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dan Dukungan Suami PENDAHULUAN Angka Kematian Ibu adalah jumlah kematian Ibu yang disebabkan oleh karena peristiwa kehamilan, persalinan dan masa nifas pada tahun yang sama per jumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama dikali seratus ribu. Jumlah Kematian Ibu di Provinsi Banten pada tahun 2011 adalah 168. 8 / 100. 000 kelahiran hidup (Susilawati. Karyanah. Kusumapradja, 2. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan angka kematian ibu di tahun 2010 yang mencapai 191/ 100. 000 kelahiran hidup. Penurunan angka kematian Ibu ini banyak dipengaruhi oleh program Aeprogram yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan seperti : ANC terpadu, pemantapan kelas ibu hamil, pembinaan kemitraan bidan dengan dukun, persalinan oleh tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan Ibu lainnya. Kehamilan adalah masa yang diawali dengan terjadinya pembuahan antara sel telur dan sperma hingga janin siap dilahirkan. Selama masa kehamilan adalah masa-masa dimana tubuh wanita mengalami perubahan-perubahan yang begitu nyata. Tidak hanya perubahan tubuh, namun perubahan psikologipun turut mengambil peran penting. Kecemasan pada kehamilan merupakan reaksi emosional yang terjadi pada ibu hamil terkait dengan kekhawatiran ibu dengan kesejahteraan diri dan janinnya,keberlangsungan kehamilan, persalinan, masa setelah persalinan dan ketika telah berperan menjadi ibu. Salah satu aktivitas untuk mengurangi kecemasan ibu hamil dengan cara membaca buku kehamilan atau mencari informasi agar ibu mengetahui seberapa normalkan kehamilannya sehingga tidak perlu dicemaskan. Melakukan aktivitas yang dapat membuat ibu merasa nyaman, seperti senam hamil, berenang, rekreasi. Selain itu, yang paling penting ibu hamil memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali selama masa kehamilan. 1 kali ketika trimester pertama . -3 bula. , 1 kali pada trimester ke 2 . -6 bula. dan 2 kali pada trimester ke 3 . Ae 9 bula. agar kehamilan terkontrol dan dapat terdeteksi dini bila ada masalah dalam kehamilan dan ibu dapat mengetahui perkembangan janinnya sehigga mengurangi kecemasan (Choirunnisa & Syahputri, 2. Dampak yang ditimbulkan akibat kecemasan selama kehamilan diantaranya adalah depresi post partum, persalinan prematur, operasi caesar, gangguan cemas perpisahan. GPPH . angguan pemusatan perhatian dan hiperaktivita. , dan gangguan perilaku pada anak (Novelia. Sitanggang, & Yulianti, 2018. Parung. Novelia & Suciawati, 2. Depresi dan kecemasan pada ibu hamil trimester tiga secara signifikan berhubungan dengan risiko Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Pengetahuan tentang persalinan dapat mempengaruhi kecemasan ibu hamil menjelang persalinan, karena pada ibu yang memiliki pengetahuan kurang akan memandang proses persalinan sebagai sesuatu yang Journal for Quality in Women's Health Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dan Dukungan Suami Kecemasan akan berdampak negatif pada ibu hamil mulai dari kehamilan hingga persalinan, menghambat pertumbuhan, menguras kontraksi otot rahim, dan lain-lain. Dampak tersebut dapat membahayakan ibu dan janin (Novitasari, 2. Sebuah penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa ibu hamil dengan tingkat kecemasan tinggi berisiko melahirkan bayi prematur bahkan keguguran (Astria, 2. Selain berdampak pada proses persalinan, kecemasan pada ibu hamil juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Stres yang terjadi terutama pada trimester ketiga dapat menyebabkan penurunan berat badan lahir (Shahhosseini et al. , 2. Hasil penelitian Zamriati. Hutagaol dan Wowiling . menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, paritas dan pengalaman traumatis dengan tingkat kecemasan ibu, sedangkan tingkat pendidikan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan ibu. Berdasarkan data yang di peroleh dari wilayah kerja puskesmas kilasah padatahun 2018 terdapat kunjungan k1 akses / baru sebanyak 916 ibu hamil . %), kunjungan k1 murni sebanyak 853 ibu hamil . ,1 %) dan kunjungan k4 sebanyak 658 ibu hamil . ,8 %). Pada bulan januari-april tahun 2019 terdapat kunjungan k1 akses / baru sebanyak 996 ibu hamil . %), k1 murni sebanyak415 ibu hamil . %), kunjungan k4 sebanyak 610 ibu hamil . ,6%). Dengan masih kurangnya kunjungan ibu hamil maka akan beresiko meningkatkan kecemasan pada ibu hamil dalam menghadapi persalinan nantinya. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil dan dukungan suami dengan kecemasan. METODE Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain penelitian dengan metode survey analitik dengan pendekatan waktu secara Cross sectional. Populasidalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida trimester i yang melakukan pemeriksaan kehamilannya di wilayah kerja puskesmas kilasah tahun 2019 sebanyak 610 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode teknik sampling berupa Random sampling yaitu sampel diambil secara acak dengan menggunakan rumus slovin, didapatkan sampel sebanyak 241 orang. Lokasi penelitian ini di lakukan di wilayah kerja puskesmas kilasah, penelitian dilakukan pada bulan juli 2019. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan dukungan suami sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kecemasan ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Journal for Quality in Women's Health Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dan Dukungan Suami Hubungan 2 variabel dianalisis menggunakan statistik non parametrik yaitu spearman rank HASIL Tabel 1. Distribusi frekuensi responden berdasarkan kecemasan Kecemasan ibu hamil Frekuensi . Persentase (%) Tidak Ada Kecemasan Kecemasan Ringan Kecemasan Sedang Kecemasan Berat Kecemasan Sangat Berat Total Berdasarkan tabel 1. 1 diatas menyatakan bahwa dari 241 responden, mayoritas responden memiliki kecemasan ringan yaitu 178 orang . ,9%). Tabel 1. Distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil Pengetahuan Ibu Hamil Frekuensi . Persentase (%) Pengetahuan Kurang Pengetahuan Baik Total Berdasarkan tabel 1. 2 diatas menyatakan bahwa dari 241 responden, mayoritas responden dengan pengetahuan kurang yaitu 191 orang ( 79,3%). Tabel 1. Distribusi frekuensi dukungan suami Dukungan Suami Frekuensi . Persentase (%) Tidak Mendukung Mendukung Total Berdasarkan tabel 1. 3 diatas menyatakan bahwa dari 241 responden, mayoritas responden memiliki suami yang tidak mendukung kehamilan ibu yaitu 185 orang . ,8%). Journal for Quality in Women's Health Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dan Dukungan Suami Tabel 1. Hubungan pengetahuan dengan kecemasan Kecemasan Pengetahuan Tidak ada Kecemasan Kecemasan Kecemasan Kecemasan sangat berat Total Baik 0,024 Total Kurang Berdasarkan tabel 1. 4 diatas menyatakan bahwa dari 191 responden dengan pengetahuan kurang, mayoritas responden mengalami kecemasan ringan yaitu 144 orang . ,4%), dilanjutkan 30 orang . ,7%) dengan kecemasan sedang, 12 orang . ,3%) dengan kecemasan berat, 3 orang . ,6%)dengan kecemasan sangat berat dan 2 orang . %) dengan tidak ada kecemasan. Sedangkan dari 50 responden dengan pengetahuan baik, minoritas responden mengalami kecemasan ringan yaitu 34 orang . ,0%), dilanjutkan 6 orang . %) dengan kecemasan sedang, 5 orang . %) dengan kecemasan sangat berat, 3 orang . %) dengan kecemasan berat dan 2 orang . %) dengan tidak ada kecemasan. Hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0,024, probabilitas < . maka dapat disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Tabel 1. Hubungan dukungan suami dengan kecemasan Kecemasan Dukungan Suami Tidak ada Kecemasan Kecemasan Kecemasan Kecemasan Total Tidak Mendukung Mendukung Total 0,004 Berdasarkan tabel 1. 5 diatas menyatakan bahwa dari 185 responden dengan suami yang tidak mendukung kehamilan, mayoritas repsonden mengalami kecemasan ringan yaitu 138 orang . ,6%), dilanjutkan 30 orang . ,2%) dengan kecemasan sedang, 13 orang . %) dengan kecemasan berat,2 orang . ,1%) dengan kecemasan sangat berat dan 2 orang . ,1 %) dengan tidak ada kecemasan. Sedangkan dari 56 responden dengan suami yang mendukung Journal for Quality in Women's Health Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dan Dukungan Suami kehamilan, minoritas responden mengalami kecemasan ringan yaitu 40 orang . ,4%), dilanjutkan 6 orang . ,7%) dengan kecemasan sedang, 6 orang . ,7%) dengan kecemasan berat, 2 orang . ,6%) dengan kecemasan berat dan 2 orang . ,6%) tidak ada kecemasan. Hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0,004, probabilitas < . maka dapat disimpulkan ada hubungan antara dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. PEMBAHASAN Kecemasan pada ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dari 241 responden, mayoritas responden memiliki kecemasan ringan yaitu 178 orang . ,9%). Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahmitha . tentang tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester ketiga di puskesmas kecamatan Tamalanrea Makasar bahwa mayoritas responden yang mengalami kecemasan ringan sebanyak 11 orang . ,7%). Penelitian oleh Novelia et al. , . mendapatkan hasil bahwa 48. 2% dari total 122 Ibu hamil mengalami kecemasan sedang. Kecemasan adalah kondisi kejiwaan yang penuh dengan kekhawatiran dan ketakutan akan apa yang mungkin terjadi, baik berkaitan dengan permasalahan yang terbatas maupun hal-hal yang aneh (Rahmaiah, 2. Pengetahuan pada ibu hamil Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dari 241 responden, mayoritas responden dengan pengetahuan kurang yaitu 191 orang . ,3%). Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Walangdi etal . tentang hubungan pengetahuan ibu hamil primigravida trimester i dengan tingkat kecemasan ibu menghadapi persalinan di poli KIA Puskesmas Tuminting, mayoritas responden dengan pengetahuan memiliki pengetahuan kurang yaitu 23 orang . ,9%). Menurut teori Notoatmodjo . yang menyatakan bahwa pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan Peneliti berasumsi, setelah dilakukan penelitian di puskesmas kilasah bahwa tingkat pengetahuan responden dipuskesmas tersebut masih sangat kurang tentang kecemasan dalam menghadapi persalinan karena pengetahuan responden sangat mempengaruhi tentang keadaan Dukungan Suami Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dari 241 responden, mayoritas Journal for Quality in Women's Health Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dan Dukungan Suami responden dengan suami yang tidak mendukung kehamilan yaitu 185 orang . ,8%). Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Mayasari et al . tentang analisis faktor-faktor yang berperan pada kecemasan ibu hamil primigravida trimster i di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado bahwa mayoritas responden dengan suami yang mendukung kehamilan sebanyak 48 ibu hamil . ,3%). Dukungan suami adalah sikap, tindakan penerimaan suami terhadap anggota keluarganya . yang berupa dukungan informasional, penilaian, instrumental dan dukungan emosional (Nurianti. Saputri. Sitorus, 2. Peneliti berasumsi, setelah dilakukan penelitian di puskesmas kilasah bahwa responden yang tidak memiliki dukungan dari suaminya mengenai kehamilan dipuskesmas tersebut masih sangat kurang sehingga kecemasan dalam menghadapi persalinan masih banyak terjadi pada responden yang tidak memiliki dukungan dari suami tentang kehamilannya. Hubungan pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa dari 241 responden, mayoritas responden dengan pengetahuan kurang miliki kecemasan ringan sebanyak 144 orang . ,4%). Hasil uji statistik dengan menggunakan chi-square diperoleh nilai p-value = 0,024 dimana probabilitas < . maka dapat disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan di wilayah kerja puskesmas kilasah tahun 2019. Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Walangdi et al . tentang Au hubungan pengetahuan ibu hamil primigravida trimester i dengan tingkat kecemasan ibu menghadapi persalinan di poli KIA Puskesmas Tuminting, berdasarkan hasil uji statistik di peroleh nilai p = 0,000, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkatkecemasan ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan. Notoatmodjo . menyatakan bahwa pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Peneliti berasumsi, setelah dilakukan penelitian di Puskesmas Kilasah diketahui bahwa masih banyak responden yang memiliki pengetahuan kurang mengalami kecemasan ringan dikarenakan walaupun ibu tidak mengetahui bahwa memeriksa kehamilan sangat di perlukan akan tetapi ibu tetap melakukannya dan tidak membawa pikiran apapun yang terjadi dan yang dilihat selama kehamilan. Sedangkan ibu primigravida yang memiliki pengetahuan kurang baik dan mengalami kecemasan berat karena ibu merasa sangat khawatir selama kehamilan dan ibu Journal for Quality in Women's Health Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dan Dukungan Suami tidak mengetahui apapun tentang kehamilan dikarenakan beberapa ibu primigravida tidak memiliki orang tua lagi, sedangkan beberapa diantaranya berada jauh dari orang tuanya. Hubungan Dukungan Suami Dengan Kecemasan Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa dari 241 responden, mayoritas responden dengan suami yang tidak mendukung kehamilan memiliki kecemasan ringan sebanyak 138 orang . ,6%). Hasil uji statistik dengan menggunakan chi-square diperoleh nilai p-value = 0,004 dimana probabilitas < . maka dapat disimpulkan ada hubungan antara dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan di wilayah kerja puskesmas kilasah tahun 2019. Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Mayasari . tentang analisis faktor-faktor yang berperan pada kecemasan ibu hamil primigravida trimster i di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado, berdasarkan hasil uji statistik di peroleh nilai p = 0,000, hal inimenunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil primigravida trimester i di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado Tahun 2016. Menurut asumsi peneliti, dukungan suami sangat berhubungan dengan kecemasan ibu hamil karena ibu yang memiliki dukungan penuh atas kehamilannya dari suamiakan menjalani kehamilan terebut dengan tenang, senang dan nyaman karena suami selalu memperhatikan segala sesuatu yang istrinya perlukan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang faktor-faktor yangmempengaruhi kecemasan ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinandi wilayah kerja puskesmas kilasah tahun 2019 dapat diambil kesimpulan bahwa Mayoritas responden memiliki kecemasan ringan sebanyak 178 orang . ,9%), mayoritas responden dengan pengetahuan kurang sebanyak 191 orang . ,3%)dan mayoritas responden dengan suami yang tidak mendukung kehamilan sebanyak 185 orang . ,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan . = 0,. dan dukungan suami . =0,. dengan kecemasan ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar lebih memperhatikan variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil REFERENSI