PEMANFAATAN MEDIA TANYA DAN TEMPEL (TAPEL) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA DALAM MATERI MENGENAL NEGARA-NEGARA ASEAN DI KELAS Vi A SMP NEGERI 1 PUHEPELEM SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2022/2023 USE OF ASK AND TAPEL (TAPEL) MEDIA TO INCREASE STUDENT ACTIVITIES IN GETTING TO KNOW ASEAN COUNTRIES IN CLASS Vi A SMP NEGERI 1 PUHEPELEM EVEN SEMESTER ACADEMIC YEAR 2022/2023 Danar Rismiono SMPN 1 Puhpelem. Puhpelem. Wonogiri. Jawa Tengah Email: danarapta@gmail. Diterima: 1 Februari 2024 Direvisi: 23 Oktober 2024 Disetujui:24 Desember 2024 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Aktivitas Belajar IPS dengan penerapan Penggunaan Tapel pada Kelas Vi A SMP Negeri 1 Puhpelem Semester 1 Tahun Pelajaran 2022/2023 untuk materi Mengenal Negara-negara ASEAN. Pengumpulan data yang diperoleh melalui pengamatan dan tes hasil belajar disusun, dijelaskan, dan akhirnya di analisis dalam dua tahapan yaitu: Reduksi Data dan Display Data. Sesuai ketentuan dalam Penelitian Tindakan Kelas, subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas Kelas Vi A SMP Negeri 1 Puhpelem Tahun Pelajaran 2022/2023. Siswa kelas Vi A menjadi subjek dalam penelitian ini karena berdasarkan hasil observasi awal, guru menemukan sebuah permasalah dalam kelas ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada materi Mengenal Negara-Negara ASEAN. Metode Pengunaan Tapel merupakan metode yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan aktif menemukan solusi atas berbagai masalah dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai cara mempelajari suatu topik melalui investigasi. Demokratis teaching adalah proses pembelajaran yang dilandasi oleh nilai-nilai demokrasi, yaitu penghargaan terhadap kemampuan, menjunjung keadilan, menerapkan persamaan kesempatan, dan memperhatikan keberagaman peserta didik. Hasil yang di dapatkan setelah melaksanakan tahapan pada siklus 1 dan siklus 2 adalah Penggunaan Tapel berdampak positif bagi peningkatan aktivitas pembelajaran mata pelajaran IPS khususnya pada Materi Konsep Mengenal Negara-negara ASEAN. Terlihat dari perbandingan jumlah siswa yang tuntas belajar dari pra siklus hingga siklus 2 yaitu pada pra siklus terdapat 7 siswa yang tuntas belajar, kemudian pada siklus 1 meningkat menjadi 16 siswa dan pada siklus 2 menjadi 18 siswa. Dengan Penggunaan Alat Peraga dapat lebih mudah memahami pelajaran yang di sampaikan guru. Kata Kunci : Aktivitas belajar. Media pembelajaran. Tanya dan Tempel (Tape. ABSTRACT This research aims to determine the improvement in social studies learning outcomes by implementing the use of Tapel in Class Vi A of SMP Negeri 1 Puhpelem Semester 1 for the 2022/2023 academic year for the material Getting to Know ASEAN Countries. The data collected through observations and tests on learning outcomes are compiled, explained, and finally analyzed in two stages, namely: Data Reduction and Data Display. In accordance with the provisions in Classroom Action Research, the subjects in this research were students in Class Vi A of SMP Negeri 1 Puhpelem for the 2022/2023 academic year. Class Vi A students were the subjects of this research because based on the results of initial observations, the teacher found a problem in this class, namely the low student learning outcomes in the material Getting to Know ASEAN Countries. The Tapel Method is a method that provides the widest possible opportunity for students to be directly and actively involved in finding solutions to various problems in the learning process, from planning to studying a topic through investigation. Democratic teaching is a learning process that is based on democratic values, namely respect for abilities, upholding justice, implementing equality of opportunity, and paying attention to the diversity of students. The results obtained after Pemanfaatan Media Tanya Dan Tempel (Tape. Danar Rismiono carrying out the stages in cycle 1 and cycle 2 were that the use of Tapel had a positive impact on the learning process for social studies subjects, especially on the Concept Material of Getting to Know ASEAN Countries. It can be seen from the comparison of the number of students who completed their studies from pre-cycle to cycle 2, namely that in the pre-cycle there were 7 students who completed their studies, then in cycle 1 it increased to 16 students and in cycle 2 to 18 By using teaching aids, it is easier to understand the lessons taught by the teacher. Keywords: learning activities, learning media. Ask and Stick (Tape. PENDAHULUAN Salah pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran IPS adalah dengan menggunakan media Hal ini sesuai dengan Sudjana menyatakan bahwa tujuan pemanfaatan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan aktivitas kegiatan belajar. Oleh mengenai hal tersebut juga menjadi sangat penting untuk diterapkan di setiap sekolah Sekolah Menengah Pertama. Pada saat menduduki bangku SMP kelas Vi, seorang siswa sedang menginjak usia remaja, dimana pada usia remaja seseorang sangat membutuhkan masukan-masukan ilmu Tentu saja hal tersebut bertujuan untuk mengarahkan siswa menjadi generasi penerus bangsa yang santun dan bermoral. Pembelajaran mengenai Mengenal Negara-negara ASEAN juga diterapkan di SMP Negeri 1 Puhpelem, tepatnya pada semester Genap di kelas Vi A tahun pelajaran 2022/2023. Melalui beberapa pengamatan, guru IPS menemukan beberapa permasalahan yang terjadi di kelas Vi A SMP Negeri 1 Puhpelem. Pada saat proses KBM berlangsung, khususnya pada pelajaran IPS guru menemukananyak sekali siswa yang tidak memperhatikan pelajaran yang sedang disampaikan guru. Beberapa di antaranya adalah sikap negatif seperti mengantuk saat KBM berlangsung, siswa asyik bercerita di dalam kelas, bosan, kurang aktif dalam pembelajaran dan banyak yang tidak bisa menjawab pertanyaan umpan dari guru. Siswa cenderung diam dan tidak antusias. Beberapa menyebabkan banyak mendapat nilai rendah dalam ulangan Kemudian guru menyimpulkan bahwa rendahnya nilai siswa adalah akibat dari metode yang kurang kreatif dari guru. Maka dari itu guru IPS, berupaya memperbaiki sistem pembelajaran dengan cara merubah metode pembelajaran. Sebelumnya, guru IPS menggunakan metode konvensional atau ceramah dalam Dalam rangka memperbaiki IPS menerapkan Pemanfaatan Tapel di kelas Vi A SMP Negeri 1 Puhpelem. Metode Pembelajaran Menggunakan Tapel memberikan Peragaan dan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan aktif dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai cara mempelajari suatu topik Democratic teaching adalah proses pembelajaran yang dilandasi oleh nilai-nilai demokrasi, yaitu penghargaan keberagaman peserta didik. LANDASAN TEORI Mata Pelajaran IPS Ilmu pengetahuan sosial (IPS) merupakan salah satu pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SD sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 2 Ae Desember 2024 generalisasi yang berkaitan. Pada jenjang SMP Mata Pelajaran IPS (IPS terpad. secara tersirat memuat materi geografi, sejarah, sosiologi dan ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. (Depdiknas, 2006: . Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: mengenal konsep-konsep masyarakat dan lingkungannya. memiliki kemampuan dasar untuk berpikir klogis, kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah dan ketrampilan dalam kehidupan sosial. Memiliki komitmen dan kesadaran nilai-nilai . Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat nasional maupun global. ( Depdiknas, 2006 : . Melalui proses belajar mengajar diharapkan tujuan-tujuan tersebut diatas dapat tercapai. Proses belajar mengajar yang dapat mencapai tujuan diatas adalah proses belajar-mengajar yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektifitas layanan dan pengembangan sebagai pendidikan, serta proses belajar mengajar yang melatih siswa baik secara indifidu menggali dan menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara holistik, bermakna, otentik, dan aktif. Media Tapel Menurut Winkel . 1: . Auproses pembelajaran adalah suatu aktivitas psikis atau mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam perubahan-perubahan pemahaman, keterampilan dan nilai Ay Kegiatan kegiatan aktif siswa untuk membangun makna/pemahaman objek/peristiwa. Sedangkan kegiatan mengajar merupakan upaya kegiatan menciptakan suasana yang mendorong inisiatif, motivasi, dan tanggung jawab siswa untuk selalu menerapkan seluruh potensi diri dalam membangun gagasan melalui kegiatan belajar sepanjang hayat. Dibawah ini disajikan gambar kerucut pengalaman belajar Dengan Tapel pembelajaran bisa lebih aktif kreatif dan Inovatif meningkatkan aktivitas belajar mata pelajaran IPS. Pengertian Tapel adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien (Sudjana, 2002 :. Tapel dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat Bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang Proses belajar mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode dan alat, serta Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau tehnik untuk mengantarkan sebagai bahan pelajaran agar sampai tujuan. Dalam pencapain tersebut, peranan alat Bantu atau Tapel memegang peranan yang penting sebab dengan adanya Tapel ini bahan dengan mudah dapat dipahami oleh siswa. Tapel sering disebut audio visual, dari pengertian alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga. Alat tersebut berguna agar pelajaran yang disampaikan guru lebih mudah dipahami oleh siswa. Dalam proses belajar mengajar Tapel dipergunakan dengan tujuan membantu guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien. Berikut ini beberapa tujuan dan manfaat Tapel disebutkan sebagai berikut: Pemanfaatan Media Tanya Dan Tempel (Tape. Danar Rismiono Tapel pendidikan bertujuan agar proses pendidikan lebih efektif dengan jalan meningkatkan semangat belajar siswa. Tapel pendidikan memungkinkan lebih sesuai dengan perorangan, dimana para berlangsung sangat menyenangkan bagi masing-masing individu. Tapel pendidikan memiliki manfaat agar belajar lebih cepat segera bersesuaian antara kelas dan diluar kelas, . Tapel memungkinkan mengajar lebih sistematis dan teratur METODE PENELITIAN Berikut ini adalah penjelasan dari masing Ae masing langkah kegiatan: Planning Pada tahap perencanaan, peneliti merencanakan kegiatan yang akan dilakukan, adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam perencanaan adalah sebagai berikut : C Membuat C Membuat lembar pengamatan C Membuat soal dan penilaian Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan Pra Siklus dilaksanakan selama 2 x 40 menit Pelaksanaan berdasarkan RPP terlampir. Pengamatan Pada sebagai guru pengajar melakukan Materi Interaksi Sosial. Pengamatan dilakukan oleh guru IPS yang disini berperan sebagai Dengan menggunakan mengamati hasil Pemahaman Siswa Pada Materi Mengenal Negara-negara ASEAN Pada Siswa Kelas Vi A SMP Negeri 1 Puhpelem Tahun Pelajaran 2022/2023. Refleksi Pada tahap refleksi, peneliti mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilaksanakan pada tahap pra siklus, kemudian bila perlu merevisi tindakan sebelumnya untuk dilaksanakan pada tahap Dalam Inggris Perencanaan dalam setiap siklus disusun untuk pelaksanaan perbaikan dalam pembelajaran di kelas. Didalam perencanaan tidak hanya berisi tujuan atau kompetensi yang pembelajaran melainkan seorang guru harus menunjukkan secara lebih spesifik terhadap perlakuan khusus pembelajaran dan perencanaan yang merupakan pedoman bagi guru seutuhnya dalam proses pembelajaran (Sanjaya,2010:. Kegiatan planning terdiri dari, identifikasi masalah, perumusan masalah dan analisis pengembangan intervensi. Acting . elaksanaan tindaka. Pelaksanaan tindakan adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh guru berdasarkan perencanaan yang telah Perlakuan yang dilakukan seorang guru diarahkan sesuai dengan Tindakan merupakan upaya yang guru lakukan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Tindakan bukan hanya sekedar dilaksanakan sesuai dengan program (Sanjaya,2010:. Pelaksanaan tindakan yaitu sebuah aktualisasi ide-ide atau penerapan tindakan kelas. (Arikunto,2006:. Observing . Observasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengumpulkan berbagai informasi mengenai proses Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 2 Ae Desember 2024 pembelajaran yang dilakukan oleh guru sesuai dengan penyusunan Dalam mengumpulkan berbagai informasi tugas observer adalah mencatat Ae Hasil dari catatan observer dapat dijadikan sebagai masukan Ae masukan terhadap guru untuk melakukan kegiatan refleksi untuk penyusunan rencana ulang untuk melangkah ketahap siklus berikutnya. (Sanjaya, 2010:. Reflecting . Refleksi adalah kegiatan melihat dan mengamati kekurangan Ae kekurangan yang guru lakukan dalam Refleksi dilakukan dengan mengadakan kerjasama dan diskusi dengan observer yang biasa dilakukan oleh sesama teman atau rekan dari LPTK. Dari hasil refleksi, jika ada kekuranganAe kekurangan maka guru dapat menjadikan kekurangan itu sebagai dasar dalam penyusunan rencana ulang. (Sanjaya,2010:. Prosedur Penelitian Prasiklus Perencanaan Pada tahap perencanaan, peneliti merencanakan kegiatan yang akan dilakukan pada Penelitian, adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam perencanaan adalah sebagai berikut : C Membuat rencana pelaksanaan C Membuat lembar pengamatan C Membuat soal dan penilaian Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan Prasiklus dilaksanakan selama 2 x 40 menit Pelaksanaan Prasiklus. Pada tahap refleksi, peneliti mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilaksanakan pada tahap Prasiklus, kemudian bila perlu merevisi tindakan sebelumnya untuk dilaksanakan pada tahap berikutnya. Prosedur Penelitian Siklus I Perencanaan Pada merumuskan dan mempersiapkan: rencana jadwal pelaksanaan tindakan, rencana pelaksanaan pembelajaran, materi/bahan pelajaran sesuai dengan pokok bahasan, lembar tugas siswa, lembar penilaian hasil belajar, instrumen lembar observasi, dan mempersiapkan kelengkapan lain yang diperlukan dalam rangka analisis data. Pelaksanaan Tindakan Saat terhadap perilaku siswa. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui sikap dan perilaku siswa terhadap peningkatan Pemahaman Siswa Pada Materi Mengenal Negara-negara ASEAN Pemanfaatan Tapel. Pelaksanaan pengamatan mulai awal pembelajaran ketika guru melakukan apersepsi sampai akhir pembelajaran. Refleksi merupakan kegiatan menganalisis semua data atau informasi yang dikumpulkan dari penelitian tindakan yang dilaksanakan, sehingga dapat diketahui berhasil atau tidaknya tindakan yang telah dilaksanakan dengan tujuan yang diharapkan. Prosedur Penelitian Siklus II Perencanaan Sebagai tindak lanjut siklus 1, dalam siklus 2 dilakukan perbaikan. Peneliti yang dalam hal ini adalah guru IPS mencari kekurangan dan kelebihan pada peningkatan Pemahaman Siswa Pada Materi Mengenal Negara-negara ASEAN menggunakan Tapel pada siklus 1. Kelebihan yang ada pada siklus 1 dipertahankan pada siklus 2, sedangkan Peneliti pembelajaran berdasarkan siklus 1. penulis juga menyiapkan pedoman wawancara, lembar observasi untuk mengetahui Pemahaman Siswa Pada Materi Mengenal Negara-negara ASEAN Menggunakan Tapel Pemanfaatan Media Tanya Dan Tempel (Tape. Danar Rismiono Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan Siklus dilaksanakan selama 2 x 40 menit . Pertemua. Proses tindakan pada siklus 2 pengalaman hasil dari siklus 1. Dalam tahap ini peneliti melaksanakan proses pembelajaran berdasarkan Tindakan pada siklus 1, perbedaannya adalah pada siklus 2 dilaksanakan dengan cara memberikan ulasan materi Mengenal Negara-negara ASEAN. Adapun yang diamati pada siklus 2 sama seperti siklus 1, meliputi: hasil tes dan nontes . engamatan dan wawancar. Pedoman pengamatan pada siklus 2 memperhatikan instrumen serta kriteria seperti yang terdapat pada siklus 1. Refleksi merupakan kegiatan menganalisis semua data atau informasi yang dikumpulkan dari penelitian tindakan yang dilaksanakan, sehingga dapat diketahui berhasil atau tidaknya tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus 2 dengan tujuan yang diharapkan. Cara pengumpulan data Teknik analisis data yang digunakan secara deskreptif yaitu hanya mengumpulkan data yang diperoleh melalui pengamatan dan tes hasil belajar disusun, dijelaskan, dan akhirnya di analisis dalam tiga tahapan yaitu: Reduksi Data Reduksi data merupakan suatu proses pemilihan, pemusatan dan perbaikan pada penyederhanaan data. Pada tahap reduksi data pengamatan Interaksi Sosial . Display Data (Penyajian Data ) Data yang diperoleh melalui pengamatan dan tes hasil belajar berbentuk tabel dan kalimat sederhana setiap putaran. Indikator Kinerja Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan hasil pembelajaran IPS Materi Menggenal Negara-negara ASEAN menggunakan Pemanfaatan Tapel. Maka, yang menjadi indikator kinerja dalam penelitian ini adalah Pengunaan Tapel pembelajaran yang efektif kepada siswa pada Materi Mengenal Negara-negara ASEAN. Untuk mengukur keberhasilan penelitian ini, maka indikator kinerja berikutnya apabila hasil penelitian ini dengan valid dapat menunjukkan : Indikator kinerja dapat dibuat tabel sebagai berikut: Tabel 1. Indikator Kinerja Variabel Aktivitas Hasil Belajar Nilai Harapan Minimal 75% siswa aktif yaitu 75% siswa Kriteria Ketuntasan Minimal Kondisi di siklus I hasil naik . Kondisi di siklus II hasil naik hasil naik . hasil naik Indikator kinerja pada penelitian ini adalah ditunjukkan pada variabel aktivitas diharapkan 75% siswa dapat mencapai minimal kategori aktif yaitu Ditargetkan kondisi yang diharapkan di siklus I hasilnya naik 10% dari kondisi awal . dan siklus II hasilnya naik 10% dari kondisi siklus I. Variabel hasil belajar diharapkan 75% siswa dapat tuntas yaitu 70. Ditargetkan kondisi yang diharapkan di siklus I hasilnya naik 10% dari kondisi awal . dan siklus II hasilnya naik 10% dari kondisi siklus I. Terjadi pembelajaran Materi Mengenal Negaranegara ASEAN. Kesesuaian pembelajaran dengan materi yang di ajarkan yaitu Materi Mengenal Negara-negara ASEAN. Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 2 Ae Desember 2024 HASIL PEMBAHASAN Sesuai ketentuan dalam Penelitian, subyek dalam penelitian berdasarkan hasil observasi awal, guru menemukan sebuah permasalah dalam kelas ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada materi Mengenal Negara-Negara ASEAN. Hal tersebut dapat terlihat dari rendahnya hasil belajar siswa. Data siswa di kelas Vi A SMP Negeri 1 Puhpelem terdiri dari 22 siswa yang terdiri dari siswa perempun sejumlah 13 siswa dan siswa laki-laki yang berjumlah 9 siswa. Hasil Penelitian Prasiklus Dengan mengadakan pembelajaran Materi Mengenal Negara-negara ASEAN dengan metode yang biasa di lakukan yaitu metode konvensional . eramah kemudian prakte. Kegiatan Prasiklus 1ni bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Materi Pengenalan Negara-negara ASEAN sebelum diterapkan Pembelajaran dengan Tapel. Tahap Perencanaan Prasiklus . Membuat instrument penelitian yang Pemahaman Siswa Pada Materi Mengenal Negara-negara ASEAN, pedoman wawancara, dan penilaian hasil belajar . Membuat RPP Pelaksanaan. Kegiatan Prasiklus dengan menggunakan metode yang biasa di lakukan yaitu metode konvensional . eramah kemudian prakte. dalam pembelajaran Mengenal Negara-negara ASEAN. Kegiatan Prasiklus 1ni dilaksanakan dengan alokasi waktu 4 X 40 JP (Jam Pelajara. atau 2 kali pertemuan. Adapun pelaksanaan dari kegiatan Prasiklus dimulai dengan kegiatan awal, selanjutnya kegiatan inti dan terahir kegiatan penutup. 1 Kegiatan Awal Pengucapan sapaan salam Doa bersama Absensi kehadiran siswa di dalam Merumuskan tujuan yang ingin Menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan. Kegiatan Inti Meyakinkan memahami tujuan yang akan Guru memberikan penjelasan tentang Negara-negara ASEAN Guru Negara-negara ASEAN Kegiatan Penutup Guru menilai tugas siswa membimbing siswa untuk menarik materi pelajaran yang baru saja mengetahui kemampuan siswa menguasai materi pembelajaran yang baru saja disampaikan Salam penutup Pengamatan Pada kegiatan observasi awal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dalam kelas dan Pemahaman Siswa Pada Materi Mengenal Negara-negara ASEAN. Kemudian dari hasil tindakan Prasiklus serta pengamatan langsung dalam kegiatan pembelajaran menunjukkan bahwa rata-rata siswa dalam kegiatan pembelajaran Materi Mengenal-Negaranegara ASEAN pada kegiatan Prasiklus belum mencapai standart KKM yang telah ditentukan oleh sekolah yaitu skor 68 untuk mata pelajaran IPS. Aktivitas siswa dalam belajar juga masih rendah. Refleksi: Berdasarkan hasil dari kegiatan Prasiklus diatas diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran yang bersifat ceramah dan pemberian tugas kurang mampu Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Materi Mengenal Negara-negara ASEAN pada siswa. Pemanfaatan Media Tanya Dan Tempel (Tape. Danar Rismiono Tabel 2. Data Prosentasi Aktivitas Siswa pada Prasiklus NO Keterangan Sangat Aktif Aktif Tidak Aktif Sangat Tidak Aktif Jumlah Jumlah Siswa 4,55% 36,36% 36,36% 22,73% Dari data pengamatan aktivitas siswa, kriteria dibagi menjadi 2. Kriteria aktif dan sangat aktif termasuk kategori aktif, sedangkan kriteria tidak aktif dan sangat tidak aktif termasuk kategori tidak Hasil Penelitian Siklus 1 Perencanaan Pada pembelajaran menggunakan Tapel dengan maksud membantu siswa yang memiliki pemahaman secara heterogen dalam memahami mata pelajaran IPS pada Materi mengenal Negara-negara ASEAN. Pelaksanaan Pelaksanaan pembelajaran siklus 1 Tapel. Tapel memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan aktif dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai cara mempelajari suatu topik melalui investigasi. Adapun perincian pelaksanakan tindakan ini sebagai berikut: Adapun rincian RPP Siklus 1 pertemuan 1 dan 2 adalah : Kegiatan Awal . Meni. Peserta menyampaikan salam. Salah satu peserta didik memimpin doa . isesuaikan dengan kultur sekola. kemudian guru memastikan peserta didik siap untuk belajar. Guru memberikan apersepsi mengenai teori Negara-negara ASEAN. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi yang dicapai dalam pertemuan pertama ini adalah peserta didik mampu negara-negara tergabung dalam ASEAN. Manfaat yang diperoleh setelah mempelajari negara-negara ASEAN adalah peserta didik akan memahami letak geografis, astronomis serta karakteristik setiap negara yang tergabung dalam ASEAN sehingga menambah wawasan mengenai negaranegara ASEAN serta mengetahui potensi setiap negara. Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan. Teknik penilaian yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah tes dan observasi . enilaian guru terhadap peserta didik dalam pembelajara. Motivasi: menyanyikan lagu Tanah Airku Kegiatan Inti ( 55 menit ) Orientasi peserta didik pada masalah Guru menunjukkan Logo ASEAN pada peserta didik Gambar 1. Logo ASEAN Peserta didik mengamati Gambar 1 AuLogo ASEANAy. Guru menyampaikan masalah yang akan dipecahkan peserta didik Apa tujuan dibentuknya kelompok negara ASEAN? Peserta didik mendiskripsikan gambar yang di tunjukkan Guru. Mengorganisasikan peserta didik untuk Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 2 Ae Desember 2024 g. Guru menyiapkan Peta Buta Negaranegara ASEAN dan di tempel dipapan Gambar 2. Peta Buta Negara-negara ASEAN Peserta didik diminta mengamati peta buta wilayah ASEAN di papan tulis Peserta didik dibagi menjadi 4 Tiap kelompok terdiri atas 3-4 orang. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok. Guru membagi potongan-potongan profil secara acak (Nama Negara. Bendera. Nama Ibukota. Astronomis. Letak geografis, mata uang, bahasa, hari kemerdekaa. dari semua negara di ASEAN Peserta didik mengklasifikasikan profil negara-negara ASEAN Siswa menempel Profil negara-negara ASEAN ke Peta yang di tempel di Papan Tulis Mengembangkan dan menyajikan hasil Guru memantau diskusi kelompok dan membimbing penyelesaian tugas untuk masalah dan hasilnya dipresentasikan/ Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Guru membimbing presentasi dan mendorong kelompok memberikan penghargaan serta masukan kepada kelompok lain. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi. Peserta Setiap melakukan presentasi, kelompok yang lain memberikan apresiasi. Kegiatan membuat kesimpulan sesuai dengan masukan yang diperoleh dari kelompok Kegiatan Penutup . Guru memberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum Guru beserta peserta didik menyusun Guru memberi pesan nilai dan moral. Guru memberikan tes tertulis. Guru memberikan tugas membuat gambar Peta negara yang masuk dalam ASEAN Di kertas A4 . ikerjakan diruma. Foto hasil tugas proyek dikumpulkan melalui link pengumpulan tugas proyek. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari untuk pertemuan yang akan datang. Peserta didik memimpin doa dan guru mengucapkan salam. Pengamatan Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, peneliti bertindak sebagai observer yang bertugas mengamati kegiatan pembelajaran dengan mengisi lembar observasi yang telah disusun Hal ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan Pemahaman Siswa Pada Materi Mengenal Negaranegara ASEAN pada mata pelajaran IPS. Pada kegiatan belajar mengajar ini guru menggunakan Tapel untuk membantu siswa dalam meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Materi Mengenal Negaranegara ASEAN. Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3. Data Prosentasi Aktivitas Siswa pada Siklus 1 NO Keterangan Jumlah Siswa Sangat Aktif 22,73% Aktif Pemanfaatan Media Tanya Dan Tempel (Tape. Danar Rismiono 45,45% Tidak Aktif 31,82% Sangat Tidak Aktif Jumlah Berdasarkan data prasiklus aktivitas siswa Sangat aktif . ,73%). Aktif . Siswa Tidak Aktif . ,82%). Dari data tersebut bias diketahui bahwa siswa belum Maka perlu tindakan lebih lanjut ke siklus 2. Hasil Penelitian Siklus 2 Perencanaan Perencanaan memfokuskan pembahasan pada pokok bahasan Materi mengenal negara-negara ASEAN dengan kriteria sebagai berikut : Peserta didik dapat Menjelaskan Secara mendalam secara detail profil negara-negara anggota ASEAN Peserta didik dapat Mengetahui Profil negara Indonesia Secara baik dan Peserta didik dapat Memahami kemajemukan Indonesia serta pulaupulau yang ada di Indonesia Pelaksanaan Pelaksanaan siklus 2 sama dengan pelaksanaan pada siklus 1 yaitu memberikan pembelajaran Mengenal negara-negara ASEAN menggunakan Tapel dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan aktif dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai cara mempelajari suatu topik melalui investigasi. Adapun rincian RPP Siklus 2 pertemuan 1 dan 2 adalah : Kegiatan Awal . Meni. Peserta menyampaikan salam. Salah satu peserta didik memimpin doa . isesuaikan dengan kultur sekola. kemudian guru memastikan peserta didik siap untuk belajar. Guru Negara-negara ASEAN. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya sehari-hari. Kompetensi yang dicapai dalam pertemuan pertama ini adalah peserta didik mampu mengenali negaranegara yang tergabung dalam ASEAN. Manfaat yang diperoleh setelah mempelajari materi mengenal negara-negara ASEAN adalah peserta didik akan memahami letak geografis, astronomis serta karakteristik setiap negara yang tergabung dalam ASEAN wawasan mengenai negara-negara ASEAN serta mengetahui potensi setiap negara. Guru menyampaikan lingkup dan Teknik penilaian yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah tes dan observasi . enilaian guru terhadap peserta didik dalam Motivasi: menyanyikan lagu Tanah Airku Kegiatan Inti ( 55 menit ) Orientasi peserta didik pada masalah Guru menunjukkan Peta Wilayah ASEAN pada peserta didik Gambar 3. Peta Indonesia Peserta didik mengamati Gambar AuPeta Wilayah ASEANAy. Guru menyampaikan masalah yang akan dipecahkan peserta didik Negara mana yang merupakan negara paling luas di kawasan ASEAN? Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 2 Ae Desember 2024 d. Peserta didik mendiskripsikan gambar yang di tunjukkan Guru. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar. Guru menyiapkan Peta Buta wilayah negara pulau di Indonesia sebagai negara terluas di Indonesia dan di tempel dipapan tulis. Gambar 4. Pulau Jawa Gambar 5. Pulau Sumatra Gambar 6. Pulau Kalimantan Gambar 7. Pulau Papua Gambar 8. Pulau Sulawesi Gambar 9. Pulau Bali Peserta didik diminta mengamati pulau-pulau Indonesia sebagai anggota ASEAN terluas di papan tulis Peserta didik dibagi menjadi 6 Tiap kelompok terdiri atas 2 orang. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok. Guru mengacak pemilihan peta buta pulau di negara Indonesia untuk bisa diindentifikasi peserta didik Guru membagi Stick Notes kosong kepada peserta didik untuk Peserta didik menuliskan Profil berupa nama propinsi, nama gubernur, ibukota propinsi, sumber daya alam, jumlah penduduk, suku bangsa. Dan agama mayoritas Siswa menempel hasil tulisan di stick notes ke Peta yang di tempel di Papan Tulis Mengembangkan menyajikan hasil karya Guru memantau diskusi kelompok dan membimbing penyelesaian tugas pemecahan masalah dan hasilnya dipresentasikan/ disajikan Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Guru membimbing presentasi dan mendorong kelompok memberikan penghargaan serta masukan kepada kelompok lain. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi. Peserta didik Setiap kelompok melakukan presentasi, kelompok yang lain memberikan apresiasi. Pemanfaatan Media Tanya Dan Tempel (Tape. Danar Rismiono Kegiatan merangkum/ membuat kesimpulan sesuai dengan masukan yang diperoleh dari kelompok lain Kegiatan Penutup . Guru memberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum Guru beserta peserta didik menyusun Guru memberi pesan nilai dan moral. Guru memberikan tes tertulis. Guru memberikan tugas mencari artikel negara-negara ASEAN Yaitu Malaysia dan Singapura. Unggah tugas link pengumpulan tugas proyek. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari untuk pertemuan yang akan Peserta didik memimpin doa dan guru mengucapkan salam. Penerapan Pembelajaran dengan Tapel memberikan kesempatan seluasluasnya kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan aktif dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai cara mempelajari suatu topik melalui investigasi. Sehingga menuntun dan mendorong siswa dalam keterlibatan Metode ini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam keterampilan proses kelompok . roup process skill. Hal ini dibuktikan dengan perolehan aktivitas dan hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan dimulai dari pelaksanaan Prasiklus sampai pada siklus 2 sebagaimana dijabarkan dalam tabel perosentase dibawah ini. Tabel 4. Data Prosentasi Aktivitas Siswa pada Siklus 2 Keterangan Jumlah Siswa Sangat Aktif 31,82% Aktif 54,55% Tidak Aktif 13,64% Sangat Tidak Aktif Jumlah Berdasarkan data siklus 2 aktivitas siswa Sangat Aktif . ,82%). Sswa Aktif . ,55%). Siswa Tidak Aktif . ,64%) dan learning logs dapat disimpulkan sudah Sehingga dilakukan tindakan siklus berikutnya. KESIMPULAN Dari deskripsi hasil penelitian yang telah diuraikan maka peneliti membuat kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan di Kelas Vi A SMP Negeri 1 Puhpelem Tahun Pelajaran 2022/2023, yaitu pembelajaran menggunakan Tapel dapat meningkatkan Aktivitas belajar. Hal ini dibuktikan dengan data perbandingan jumlah siswa yang tuntas belajar dari pra siklus hingga siklus 2 yaitu pada pra siklus terdapat 7 siswa yang tuntas belajar, kemudian pada siklus 1 meningkat menjadi 16 siswa dan pada siklus 2 menjadi 18 siswa. Dengan Pembelajaran menggunakan Tapel siswa dapat lebih mudah memahami pelajaran yang di sampaikan guru. Dampak yang lain, dengan pembelajaran menggunakan Tapel dapat berlangsung kondusif dan berjalan dengan lancar. Siswa lebih tertarik dengan materi yang diajarkan guru, sebelumnya pada guru melaksanakan pembelajaran menggunakan metode yang biasa di lakukan yaitu metode ceramah pada pra Hasil yang di dapatkan setelah melaksankan tahapan tahapan pada siklus Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 2 Ae Desember 2024 1 dan siklus 2 adalah pembelajaran Mengunakan Tapel berdampak positif bagi proses pembelajaran mata pelajaran IPS khususnya pada Materi Mengenal Negara-negara ASEAN. Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Sujatmiko. DAFTAR PUSTAKA