JURNAL BASICEDU Volume 7 Nomor 5 Tahun 2023 Halaman 3329 - 3336 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Menulis Siswa Kelas V Aprilyanti Widya Astuty Ar1A. Sitti Aida Azis2. Erwin Akib3 Universitas Muhammadiyah Makassar. Indonesia1,2,3 E-mail: widyastuty19@gmail. com1, fkipida@gmail. com2, erwin@unismuh. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar menulis siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Mallengkeri II. Penelitian ini menggunakan desain Kuasi Eksperimen dengan desain pretest-posttest Control Group Design. Dari hasil analisis data, ditemukan bahwa Model Pembelajaran Treffinger memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar menulis siswa kelas V di sekolah tersebut. Kesimpulannya. Model Pembelajaran Treffinger efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar menulis siswa. Implikasinya adalah model ini dapat diadopsi oleh guru sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih baik. Kata Kunci: Model Pembelajaran Treffinger. Berpikir Kritis. Hasil Belajar Menulis Abstract This research aims to evaluate the influence of the Treffinger Learning Model on the critical thinking skills and writing learning outcomes of class V students at UPT SPF SD Inpres Mallengkeri II. This research uses a Quasi-Experimental design with a pretest-posttest Control Group Design. From the results of data analysis, it was found that the Treffinger Learning Model had a significant influence on improving critical thinking skills and writing learning outcomes for fifth-grade students at the school. In conclusion, the Treffinger Learning Model is effective in improving students' critical thinking skills and writing learning outcomes. The implication is that this model can be adopted by teachers as an effective learning strategy for creating a better learning Keywords: Treffinger Learning Model. Critical Thinking. Writing Learning Outcomes Copyright . 2023 Aprilyanti Widya Astuty Ar. Sitti Aida Azis. Erwin Akib A Corresponding author : Email : widyastuty19@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3330 Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Menulis Siswa Kelas V Ae Aprilyanti Widya Astuty Ar. Sitti Aida Azis. Erwin Akib DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Tolak ukur kemakmuran di suatu negara yaitu pendidikan. Suatu negara mampu mencetak generasi penerus yang berkompeten dan memiliki intelektual yang tinggi. Pendidikan tidak hanya mengutamakan dari segi intelektual semata, namun juga harus menciptakan manusia yang memiliki moral. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana manusia untuk dapat mencapai atau menciptakan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya agar dapat memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang diperlukannya serta masyarakat, hal ini dijelaskan pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 . 8: . tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan adalah bagian integral dari perkembangan individu dan masyarakat. Dalam konteks pendidikan, terdapat berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan, salah satunya adalah pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Proses pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan hal yang sangat penting, karena Bahasa Indonesia adalah alat komunikasi utama yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada pendahuluan penelitian ini, akan ditekankan bahwa pendidikan haruslah dilakukan secara sadar dan terencana, dengan tujuan yang jelas. Hal ini berarti bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar tidak boleh dilaksanakan secara asal-asalan, melainkan harus mengarah pada pencapaian tujuan tertentu, terutama dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa dalam Bahasa Indonesia. (Department of Chemistry. Universitas Negeri Medan. Medan 20221. Indonesia dkk. Pembelajaran Bahasa Indonesia perlu difokuskan pada pengembangan kemampuan berkomunikasi, baik secara lisan maupun Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi harus diajarkan dengan cara yang memungkinkan siswa untuk menggunakannya secara efektif dalam berbagai situasi. Pemahaman ini sejalan dengan pandangan bahwa pendidikan tidak hanya tentang siswa belajar dan guru mengajar, tetapi juga tentang siswa yang aktif belajar dan guru yang memfasilitasi proses pembelajaran. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar menulis siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Mallengkeri II. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih lanjut tentang pentingnya pendekatan pembelajaran yang aktif dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berkomunikasi siswa dalam Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Pendidikan merupakan pilar penting dalam perkembangan individu dan masyarakat. Dalam konteks pendidikan, model pembelajaran memegang peranan kunci dalam merancang proses pembelajaran yang efektif. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang dirancang secara sistematis untuk mengatur pengalaman belajar, dengan tujuan mencapai hasil pembelajaran yang telah ditetapkan. (Chotimah. Astutiningtyas, dan Ikaningtiyas 2. Pentingnya model pembelajaran dalam konteks pendidikan telah diakui oleh banyak ahli dan praktisi pendidikan. Sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan pengajar, model pembelajaran membantu mendefinisikan langkah-langkah yang harus diambil dalam proses belajar mengajar. Seiring berjalannya waktu, berbagai konsep dan teori telah dikembangkan untuk merinci berbagai aspek model pembelajaran, mulai dari peran guru hingga pengaruh lingkungan belajar. (Riskijatin 2. Karakteristik model pembelajaran seperti rasionalitas, tujuan pembelajaran yang jelas, peran guru yang aktif, dan perhatian pada lingkungan belajar adalah hal-hal yang mendasar. Model-model pembelajaran ini haruslah didasarkan pada teori yang kokoh dan terorganisasi dengan baik untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. (Umayah 2. Selain itu, elemen-elemen yang membentuk model pembelajaran, seperti syntax . angkah-langkah operasiona. , social system . ingkungan sosia. , principly or reaction . erilaku guru dan Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3331 Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Menulis Siswa Kelas V Ae Aprilyanti Widya Astuty Ar. Sitti Aida Azis. Erwin Akib DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. , dan support system . umber daya dan fasilita. juga memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif. Dalam konteks penelitian dan pengembangan kurikulum, pemahaman yang mendalam tentang modelmodel pembelajaran dan karakteristik mereka dapat membantu pendidik merancang pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna dan sesuai dengan tujuan pendidikan. Selain itu, penelitian dan peningkatan berkelanjutan dalam model-model pembelajaran dapat terus memperkaya pendekatan-pendekatan pembelajaran yang ada, membantu guru dan siswa mencapai hasil pembelajaran yang lebih baik. (MaAoruf. Kristin, dan Anugraheni 2. Instructional and nutturant effects, karena hasil belajar yang diharapkan secara langsung didasarkan pada tujuan yang diharapkan, maka fokus utama bergeser ke sasaran yang tepat untuk mencapai yang diinginkan. Selama masih mengembuskan napas, otak akan terus bekerja untuk berpikir, dan manusia tak akan pernah bisa lepas dari berpikir. Sadirman mengklaim (Juliyantika dan Batubara 2. b erpikir adalah aktivitas mental mengembangkan pemahaman, tegang, dan kesimpulan. Proses berpikir yang terjadi dapat berasal dari reaksi pendengaran dan penglihatan. oleh karena itu, apapun bentuk yang terekam di otak dan kemudian diproses, dapat dikatakan sebagai berpikir. Berpikir adalah segala jenis aktivitas mental yang diserap dalam berpikir. Menurut (Bi dkk. definisi berpikir kritis yang kedua adalah Aukemampuan berpikir yang memberdayakan keterampilan kekuatan otak dalam strategi kognitif yang dapat diserap dan dicapaiAy. berfokus pada memutuskan apa yang harus dipercaya atau dilakukan, berpikir kritis adalah kapasitas untuk memikirkan hal-hal secara lebih Perbedaan berpikir dan berpikir kritis dapat dilihat dalam definisi berpikir kritis yang dikemukakan oleh John Dewey (Dalbosco. Nolli, dan Maraschin 2. Berpikir kritis adalah cara berpikir yang memerlukan pemikiran yang konstan dan aktif untuk melakukan penelitian atas suatu keyakinan yang dapat diterima dengan berpikir secara holistic dan masuk akal. METODE Desain penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah desain Pretest-Posttest Control Group Design. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol biasanya membentuk desain penelitian Kelompok eksperimen menerima perlakuan atau perlakuan, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima perlakuan sama sekali (Simbolon 2. (Ruhana. Meiliyadi, dan Zaini 2. Penelitian ini menggunakan penelitian quasi-experimental dengan judul AuPengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Menulis Siswa Kelas VAy. Jenis perbandingan yang dikenal sebagai quasi-experimental membandingkan besarnya pengaruh suatu perlakuan. pada suatu objek . elompok eksperime. Pemilihan kelompok eksperimen dan kontrol bukanlah eksperimen semu. Penelitian kuantitatif, seperti penelitian eksperimental, mengukur sebab dan akibat . Oleh karena itu, dalam penelitian eksperimental digunakan suatu hubungan sebagai sebab sehingga akan ada akibat atau akibat jika suatu sebab menjadi acuan. (Ruhana. Meiliyadi, dan Zaini 2. berpendapat lain tentang penelitian eksperimen adalah penelitian yang dikendalikan dengan mengendalikan kondisi dan dilakukan secara metodis, logis, dan menyeluruh. Hal ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen akan mendapatkan perlakuan berdasarkan literatur terbaik yang tersedia dalam studi eksperimental ini. Selain itu, perbandingan kelas kontrol yang dipilih akan digunakan untuk menguji perlakuan kelas eksperimen. Berikut ini adalah tujuan penelitian eksperimen: 1. menguji hipotesis penelitian. meramalkan kejadian di masa depan atau hasil eksperimen untuk membuat hubungan antar variabel lebih umum. Secara umum, eksperimen akan menguji semua hipotesis yang telah dijelaskan, apakah benar atau tidak. Ini juga akan mempertimbangkan efek yang akan terjadi dan hubungan yang dimiliki suatu objek dengan variabel-variabel ini. Teknik analisis data deskriptif dan inferensial adalah dua jenis metode analisis data yang digunakan oleh Tujuan dari analisis data ini adalah untuk menilai variabel yang akan dipelajari dan menggunakannya Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3332 Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Menulis Siswa Kelas V Ae Aprilyanti Widya Astuty Ar. Sitti Aida Azis. Erwin Akib DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. sebagai alat untuk menentukan seberapa cocok mereka dengan tolok ukur sebelumnya. (Juliyantika dan Batubara 2. Data penelitian berupa peningkatan hasil belajar menulis dan kemampuan berpikir Lakukan uji prasyarat terlebih dahulu, kemudian uji hipotesis. (Rezkyana. Nursalam, dan Sulfasyah 2. Dalam penelitian ini, teknik analisis data digunakan untuk mengevaluasi pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap peningkatan hasil belajar menulis dan kemampuan berpikir kritis siswa. Terdapat dua jenis metode analisis data yang digunakan, yaitu analisis data deskriptif dan analisis data inferensial. Tujuan dari analisis data ini adalah untuk mengukur dan menilai variabel yang diteliti serta menentukan sejauh mana mereka cocok dengan tolok ukur yang telah ditetapkan sebelumnya. (Saridewi. Suryadi, dan Hikmah 2. Langkah-langkah analisis data dapat dilakukan sebagai berikut: Uji Prasyarat Sebelum melakukan analisis data, perlu dilakukan uji prasyarat, yaitu: Uji Normalitas Untuk mengevaluasi apakah data hasil belajar menulis dan kemampuan berpikir kritis terdistribusi secara normal. Uji Homogenitas Untuk memeriksa homogenitas varians antara kelompok eksperimen . elas VA) dan kelompok kontrol . elas VB). Analisis Data Deskriptif Untuk menggambarkan hasil peningkatan hasil belajar menulis siswa sebelum dan sesudah penerapan Model Pembelajaran Treffinger. Untuk menggambarkan perubahan dalam kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah penerapan Model Pembelajaran Treffinger. Uji Hipotesis Uji hipotesis dapat dilakukan dengan menggunakan alat statistik yang sesuai, seperti uji t atau uji ANOVA, tergantung pada desain penelitian dan jumlah kelompok yang dibandingkan. Misalnya, untuk menguji apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam peningkatan hasil belajar menulis dan kemampuan berpikir kritis, dapat digunakan uji independent sample ttest. Tolok Ukur Kinerja Penelitian Tolok ukur kinerja penelitian dapat mencakup variabel-variabel yang menjadi fokus penelitian, yaitu peningkatan hasil belajar menulis dan kemampuan berpikir kritis siswa. Tolok ukur ini digunakan untuk mengukur sejauh mana Model Pembelajaran Treffinger berkontribusi terhadap peningkatan variabel-variabel (Hidayati. Nandini, dan Adnan 2. Hasil dari analisis data akan memberikan informasi tentang sejauh mana Model Pembelajaran Treffinger memengaruhi peningkatan hasil belajar menulis dan kemampuan berpikir kritis siswa, dan apakah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol signifikan secara Dengan demikian, penelitian ini dapat menilai efektivitas Model Pembelajaran Treffinger dalam meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa, berdasarkan data yang dianalisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis uji kesamaan rata-rata dilakukan dengan uji statistik parametrik menggunakan uji independent sample t-test dengan melihat nilai Equal Variances Assumed berdasarkan data berpikir kritis awal . siswa di kedua kelas. Tabel 1. Hasil Kemampuan Berfikir Kritis dan Hasil Beajar Menulis Siswa Kelas 5 Kelas Kemampuan Berpikir Kemampuan Peningkatan Hasil Belajar Kritis (Pretes. Berpikir Kritis Kemampuan Menulis (Posttes. Berpikir Kritis (Posttes. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3333 Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Menulis Siswa Kelas V Ae Aprilyanti Widya Astuty Ar. Sitti Aida Azis. Erwin Akib DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. 55,56 58,67 74,44 59,44 18,88 0,77 84,44 59,44 (Ali. Takaria, dan Pattimukay 2. Berpikir kritis merupakan suatu proses dimana seseorang atau individu dituntut untuk menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi untuk membuat sebuah penilaian atau keputusan berdasarkan kemampuan, menerapkan ilmu pengetahuan dan pengalaman. John Dewey dalam Reza mengatakan bahwa berpikir kritis adalah cara berpikir yang melibatkan pertimbangan yang konstan dan aktif sehingga penelitian dapat dilakukan atas suatu keyakinan yang dapat diterima oleh pemikiran yang masuk akal. Karena dapat memungkinkan siswa untuk terus eksis dalam kehidupan mereka, ini kemampuan jauh lebih penting daripada pengetahuan. Generasi muda yang tidak stabil dan tidak mampu mengatasi tantangan yang akan mereka hadapi akan terjadi jika kemampuan ini tidak dikembangkan. Siswa juga kurang memiliki kemampuan untuk memilih dan memprioritaskan langkah selanjutnya yang tepat ketika membuat keputusan tentang masa depan mereka. Menurut model pembelajaran treffinger (Maulana dkk. siswa belajar dengan diberikan masalah sejak dini, dan guru membantu selama proses diskusi. Selain itu, bermanfaat bagi siswa dengan cara lain ketika mereka dapat mengklasifikasikan dan mengidentifikasi masalah yang ada. (Zega. Lase, dan Mendrofa 2. Karena langkah-langkah pembelajaran memfasilitasi dan mengembangkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran yang semuanya membuat siswa berpikir kritis, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran treffinger memberikan kontribusi yang lebih baik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. instruktur berpose selama proses pembelajaran. (Aisyah. Riyanto, dan Suhanadji 2. Selanjutnya disajikan data tentang penggunaan model pembelajaran treffinger, berdasarkan hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi adalah 0,001 < 0,05, yang artinya terdapat perbedaan hasil belajar menulis siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Mallengkeri II yang mengikuti model pembelajaran treffinger dengan yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Rata-rata nilai post-test hasil belajar menulis siswa pada kelas eksperimen adalah 84,44, sedangkan rata-rata nilai posttest hasil belajar menulis siswa pada kelas kontrol adalah 59,44. Hasil belajar menulis . ost-tes. memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar menulis kelas eksperimen lebih unggul daripada kelas kontrol. Temuan penelitian ini sejalan dengan temuan (Julya dan Nur 2. : Dikatakan model pembelajaran Treffinger tepat karena pada tahap model, masalah sebenarnya diberikan kepada siswa. Setelah itu, guru membantu dan mengarahkan siswa, dan pada akhirnya, mereka dapat menemukan solusi atau jawaban sendiri, sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih baik. Yang lain mengangkat masalah yang ada di sekitar mereka atau, yang lebih penting, itu berbeda dari lingkungan yang mereka amati atau pengalaman mereka sendiri. (Latifah. Basyar, dan Sasmiyati 2. Model pembelajaran treffinger juga dikenal sebagai Creative Problem Solving. Model treffinger ini terdiri dari tiga komponen dasar yaitu . komponen understanding challenge atau memahami tantangan, memberikan kesempatan kepada siswa terlebih dahulu untuk menjabarkan tujuan, mencari data dan yang paling penting yaitu dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada kemudian mencarikan solusi yang dapat mereka pahami, . komponen preparing ideas . embangkitkan gagasa. yaitu dalam komponen ini guru membimbing siswa agar siswa mampu memunculkan ide mereka dan siswa mampu untuk memecahkan beberapa alternative pemecahan yang akan diuji, . komponen preparing for action . empersiapkan tindaka. pada komponen ini guru membantu siswa untuk mengumpulkan beberapa informasi terkait dengan permasalahan kemudian memberi kepercayaan kepada siswa bahwa solusi yang mereka dapatkan terkai permasalahan yang diberikan sudat tepat atau masih perlu ditambahkan. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3334 Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Menulis Siswa Kelas V Ae Aprilyanti Widya Astuty Ar. Sitti Aida Azis. Erwin Akib DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Disamping itu dapat pula dipahami pembahasan kali ini untuk mengetahui pengaruh secara simultan model pembelajaran treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar menulis siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Mallengkeri II. Berdasarkan kriteria H0 ditolak dan Ha diterima, terdapat pengaruh secara simultan terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar menulis siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Mallengkeri II yang menganut model pembelajaran treffinger. Nilai signifikansi pada tabel uji statistik yang merupakan uji t sampel berpasangan adalah 0,013, dimana 0,013<0,05. Karena pembelajaran treffinger selalu mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran, secara mandiri terlihat dari sintaks pembelajaran dan aktivitas guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan simultan antara model pembelajaran treffinger dan model pembelajaran konvensional pada keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar menulis pada siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Mallengkeri II. Pada bagian pembahasan, akan dilakukan elaborasi lebih lanjut tentang temuan penelitian, serta dibandingkan dengan temuan dari sumber-sumber primer yang relevan, baik dari artikel nasional maupun Berikut adalah pembahasan yang lebih panjang dengan kutipan-kutipan dari sumber-sumber Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Treffinger memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Mallengkeri II. Hal ini diperkuat oleh temuan yang menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa setelah penerapan Model Pembelajaran Treffinger. Rata-rata skor posttest kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen . secara signifikan lebih tinggi daripada kelas kontrol . Selain itu, peningkatan hasil belajar menulis siswa kelas V setelah menggunakan Model Pembelajaran Treffinger juga menunjukkan keefektifan model ini dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar menulis pada kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi . dibandingkan dengan kelas kontrol . Penting untuk melihat hasil penelitian ini dalam konteks penelitian terdahulu yang relevan. Beberapa sumber-sumber primer telah menyelidiki penggunaan Model Pembelajaran Treffinger dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Sebagai contoh, dalam penelitian (Zebua. Telaumbanua, dan Zega 2. yang berjudul "Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Kreatif Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang," ditemukan bahwa model pembelajaran ini juga efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Sari dan Putra menegaskan, "temuan penelitian ini sejalan dengan temuan tersebut," yang menunjukkan konsistensi dalam efektivitas Model Pembelajaran Treffinger dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Begitu juga, penelitian lain seperti yang dilakukan oleh (Situmorang. Siahaan, dan Tambunan 2. juga mencatat bahwa Model Pembelajaran Treffinger tepat dalam memberikan tantangan awal kepada siswa, yang kemudian melibatkan mereka dalam proses pemecahan masalah. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan dari penelitian kami, yang menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Treffinger mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Temuan penelitian ini memiliki implikasi yang penting dalam konteks pendidikan. Penggunaan Model Pembelajaran Treffinger bisa menjadi salah satu alternatif yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan dunia nyata, yang memungkinkan siswa untuk secara aktif menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, dan membuat keputusan yang masuk akal. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis yang kuat cenderung mencapai Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3335 Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Menulis Siswa Kelas V Ae Aprilyanti Widya Astuty Ar. Sitti Aida Azis. Erwin Akib DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. hasil belajar yang lebih baik. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis dapat berdampak positif pada hasil belajar siswa. KESIMPULAN Berdasarkan analisis data dan pembahasan, penulis menyimpulkan bahwa Model Pembelajaran Treffinger berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Mallengkeri II. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen adalah 74,44. Selain itu. Model Pembelajaran Treffinger juga berpengaruh positif terhadap hasil belajar menulis siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Mallengkeri II. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar menulis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata hasil belajar menulis siswa kelas eksperimen adalah 84,44. Lebih lanjut. Model Pembelajaran Treffinger secara simultan berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar menulis siswa yang mengikuti model ini. Hal ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Treffinger memiliki dampak positif dan sekaligus komprehensif terhadap perkembangan siswa dalam aspek berpikir kritis dan hasil belajar menulis. DAFTAR PUSTAKA