ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA GOOGLE CLASSROOM DAN WHATSAPP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SMAN 1 WOLOWAE MOSES RIKU SMAN 1 Wolowae e-mail: rikumoses@gmail. ABSTRAK Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada Mata pelajaran Kimia di SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021 maka dilakukan penelitian guna mengidentifikasi pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp. Penelitian dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021 sebanyak 24 orang terdiri dari 6 orang laki- laki dan 18 orang perempuan. Hasil tes yang diperoleh pada pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp merupakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021 pada materi Teori Atom mengalami peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp terjadi peningkatan dari 70,83% pada siklus pertama menjadi 87,50% pada siklus kedua. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae tahun pelajaran 2020/2021 pada mata pelajaran Kimia dengan materi Teori Atom meningkat sebesar 16,67%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dapat meningkatkan hasil belajar Kimia pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021. Pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dapat menjadi solusi dan aternatif dalam pelaksanaan proses pembelajaran selama masa pandemi Covid-19. Kata Kunci: Google Classroom. WhatsApp. Teori Atom. ABSTRACT To improve student learning outcomes in Chemistry subjects at SMA Negeri 1 Wolowae for the 2020/2021 academic year, research was conducted to identify online learning using Google Classroom and WhatsApp media. The research was conducted using the Classroom Action Research method which was carried out in two cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The research subjects were students of class X IPA SMA Negeri 1 Wolowae in the academic year 2020/2021 as many as 24 people consisting of 6 boys and 18 girls. The test results obtained in online learning using Google Classroom and WhatsApp media are the data collection techniques in this study. Based on the results of the study, it was found that online learning using Google Classroom and WhatsApp media in class X IPA students of SMA Negeri 1 Wolowae in the 2020/2021 academic year on Atomic Theory material experienced an increase. The results showed that student learning outcomes in online learning using Google Classroom and WhatsApp media increased from 70. 83% in the first cycle to 87. 50% in the second cycle. This shows that the learning outcomes of class X science students at SMA Negeri 1 Wolowae for the academic year 2020/2021 in Chemistry subjects with Atomic Theory material increased by 16. Based on the results of the study, it can be concluded that online learning using Google Classroom and WhatsApp media can improve chemistry learning outcomes in class X science students at SMA Negeri 1 Wolowae in the 2020/2021 academic year. Online learning using Google Classroom ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 and WhatsApp media can be a solution and alternative in implementing the learning process during the Covid-19 pandemic. Keywords: Google Classroom. WhatsApp. Atomic Theory. PENDAHULUAN Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh situasi dan sistem pendidikan di negara itu sendiri. Ketika proses pendidikan di suatu negara berada dalam situasi normal sudah tentu bangsa atau negara tersebut menjadi maju. Dampak pandemi Covid-19 telah membuat pendidikan di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia menjadi pincang. Pendidikan dalam hal ini pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka yang biasanya dilakukan di sekolah, selama masa pandemi nyaris mengalami kelumpuhan pada semua jenjang mulai dari tingkat TK. SD. SMP. SMA/MA sampai Perguruan Tinggi. Mengatasi masalah dampak pandemi Covid-19. Kementerian pendidikan telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Dalam Surat Edaran dinyatakan bahwa pembelajaran jarak jauh atau yang dikenal sebagai pembelajaran dalam jaringan . dapat dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa selama masa pandemi Covid-19 (Kemendikbud,2. Berbagai upaya dilakukan guru untuk mengatasi masalah pelaksanaan proses pembelajaran di kelas selama masa darurat pandemi Covid-19. Telah dilakukan model pembelajaran dalam mengatasi masalah proses pelaksanaan pembelajaran selama masa darurat pandemi Covid-19 yang telah dilakukan peneliti sebelumnya yakni model pembelajaran blended learning. Model pembelajaran ini jika dilakukan secara optimal pada masa pandemi Covid-19 dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa (Hamela & Salim,2. Selain model pembelajaran blended learning, pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dapat mengatasi masalah pembelajaran selama masa darurat pandemi Covid-19. Pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp merupakan pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan internet selama proses pembelajaran berlangsung. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat saat ini telah membantu kehidupan manusia termasuk mengatasi masalah pelaksanaan proses pembelajaran selama masa pandemi Covid-19. Para pendidik baik dosen maupun guru telah memanfaatkan media/ platform untuk membantu pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 seperti Google Classroom, rumah belajar, dan media/platform dalam bentuk video konferens lainnya seperti Google Meet ataupun Zoom Meet. Penggunaan media/platform pembelajaran seperti Google Classroom sangat membantu guru dalam mengelola pembelajaran dan menyampaikan informasi secara tepat dan akurat terhadap siswa (Hardiyana, 2. Media Google Classroom dan WhatsApp merupakan jenis aplikasi yang dirancang untuk mempermudah interaksi guru dengan siswa dalam proses pembelajaran. Dipilihnya media Google Classroom dan WhatsApp karena kedua media ini dianggab paling mudah dalam pengoperasiannya baik bagi guru maupun siswa. Sebelum pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dilaksanakan, proses pembelajaran selama masa pandemi Covid-19 di SMA Negeri 1 Wolowae pada umumnya dan pembelajaran kimia pada khususnya banyak mengalami kendala. Salah satu faktor penyebab adalah pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka terbatas yang berlangsung di rumah siswa. Guru harus mengujungi siswa dari rumah ke rumah untuk memberikan materi pembelajaran ataupun tugas-tugas lainnya. Dengan adanya model pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp, setidaknya tugas guru menjadi sedikit lebih ringan dan jauh lebih Demikian halnya dengan siswa akan merasa lebih mudah dalam mengakses materi pembelajaran ataupun menyelesaiakan tugas-tugas pembelajaran yang diberikan guru. Aplikasi Google Classroom telah memberikan ruang atau kesempatan kepada para pendidik untuk mengeksplorasi gagasan keilmuan yang dimilikinya kepada siswa dan atau mahasiswa (Afrianti,2. ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Pembelajaran daring memiliki keutungan bagi siswa diantaranya siswa diberi ruang/ kesempatan yang lebih luas dan lebih luwes dalam menemukan konsep, materi ataupun tugas pembelajaran lainnya. Penggunaan aplikasi Google Classroom dalam pembelajaran daring pada masa wabah Covid-19 dirasa sudah cukup baik dan efektif (Suhada, dkk. , 2. Dengan diberlakukan pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 membuat guru memiliki banyak waktu/ kesempatan yang cukup untuk mempersiapkan pembelajaran secara baik karena bekerja langsung dari rumah. SMA Negeri 1 Wolowae dalam pelaksanaan proses pembelajaran baik sebelum maupun setelah diberlakukan pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp telah menerapkan pembelajaran berbasis Kurikulum 2013. Dengan diberlakukannya pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp bagi semua guru dan siswa di kalangan SMA Negeri 1 Wolowae selama masa pandemi Covid-19 maka tujuan pembelajaran dalam Kurikulum 2013 dimaksud setidaknya dapat tercapai. Walaupun hanya dengan melakukan pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dari rumah baik guru maupun siswa, namun model pembelajaran ini sangat-sangat membantu pelaksanaan proses pembelajaran pada SMA Negeri 1 Wolowae dibandingkan pembelajaran sebelumnya yakni dengan cara melakukan kunjungan rumah . ome Hal ini sejalan dengan pendapat Hammi . pada penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa media/platform Google Classroom dapat memudahkan komunikasi antara guru dan siswa serta menjadi sarana dalam mendistribusikan dan mengumpulkan tugas pembelajaran dari para peserta didik/siswa. Dengan demikian pelaksanaan proses pembelajaran di kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae pada umumnya dan proses pembelajaran kimia pada khususnya selama masa pandemi Covid-19 dengan model pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp diharapkan dapat menjadi salah satu aternatif dan merupakan solusi terbaik dalam pelaksanaan proses pembelajaran selama masa pandemi Covid-19. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Researc. yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah instrumen berupa tes hasil belajara siswa pada pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp yang dilakukan pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan materi pembelajaran Teori Atom. Hasil tes yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif didukung data kuantitatif untuk mengetahui ketercapaian hasil belajar siswa. Subyek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae yang berjumlah 24 orang terdiri dari 6 orang laki- laki dan 18 orang perempuan. Tampilan menu awal pembelajaran daring dengan media Google Classroom pada kelas X IPA dapat dilihat pada gambar 1. ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Gambar 1. Menu awal pembelajaran Daring dengan Google Classroom Teknik analisis data yang dilakukan dalam Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Researc. ini meliputi reduksi data . ata reductio. , penyajian data . ata displa. , dan penarikan kesimpulan/verifikasi data . onclusion drawing/verificatio. , (Sugiyono dalam Wilandari, 2. Hasil belajar siswa pada pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021 adalah berupa data hasil belajar yang diperoleh dari nilai hasil tes pada materi Teori Atom. Untuk mengetahui ketuntasan belajar maka hasil belajar siswa . ilai te. dianalisis dan selanjutnya membandingkan nilai hasil tes tersebut dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang berlaku di SMA Negeri 1 Wolowae. Aturan kurikulum pada SMA Negeri 1 Wolowae telah mengisyaratkan bahwa seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar apabila nilai yang diperoleh siswa pada Kelas X harus telah memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yakni 75 atau lebih. Persentase ketuntasan belajar siswa dihitung dengan cara membandingkan jumlah siswa yang telah tuntas belajar dengan jumlah siswa seluruhnya kemudian dikali dengan 100%. Peningkatan hasil belajar Kimia pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021 pada materi Teori Atom dapat dilihat dari capaian hasil belajar siswa, sebagai implementasi pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp yakni dengan melihat perbandingan persentase ketuntasan belajar siswa pada pada siklus pertama dan siklus kedua. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Sebelum dilakukan tindakan pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp maka dilakukan kegiatan pra-tindakan berupa pengumpulan data awal hasil belajar siswa mata pelajaran kimia kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae. Setelah tahapan pengumpulan data awal selesai dilakukan maka tahapan selanjutnya adalah menyiapkan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dimaksudkan adalah perangkat pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp. Pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom berbasis internet merupakan pembelajaran yang bertujuan untuk memudahkan penyusunan, penyebaran dan penilaian tugas secara online (Wicaksono, 2. Pada tahapan ini peneliti melaksanakan kegiatan pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dengan instrumen pengumpulan data antara lain. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan Lembar Penilaian Diri (LPD) siswa serta instrumen/butir soal evaluasi untuk masing-masing siklus yang ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 telah dipersiapkan sebelumnya. Pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dilakukan dalam dua siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yakni. pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, observasi pembelajaran dan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan pada masing-masing siklus. Materi pembelajaran dalam penelitian ini adalah Teori Atom dan merupakan materi pokok/ materi utama dalam pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp. Materi pembelajaran ini mengacu pada muatan Kurikulum 2013 pada Kompetensi Dasar Pengetahuan nomor Au3. 1 menganalisis perkembangan model atom mulai dari model atom Bohr sampai Mekanika Gelombang dan Kompetensi Dasar Keterampilan nomor 4. 1 menjelaskan fenomena alam atau hasil percobaan menggunakan model atomAy. Kedua kompetensi dasar ini merupakan kompetensi dasar sebagaimana tercantum dalam Kompetensi Dasar Kimia Kelas X SMA pada Data hasil belajar siswa dan ketuntasan belajar kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae pada pra-tindakan pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dilaksanakan adalah nilai rata-rata mencapai 60,50 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 58,33%. Berdasarkan hasil penelitian pada pra-tindakan pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp perolehan nilai hasil belajar siswa masih berada di bawah styndar ketuntasan. Hal ini disebabkan karena model pembelajaran yang dilakukan guru . masih menggunakan model pembelajaran dengan teknik kunjungan dari rumah ke rumah . ome visi. Pada saat guru melakukan kunjungan ke rumah siswa, kebanyakan dari mereka tidak siap dalam menerima materi pembelajaran yang diberikan. Untuk mengatasi keterlambatan serta kedangkalan materi pembelajaran pada semester berjalan, guru mengambil langkah dengan memberikan tugas-tugas pembelajaran yang harus dikerjakan oleh siswa dan nantinya akan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya. Hasil belajar siswa ataupun tugas-tugas lainnya selama pembelajaran dengan sistem home visit dijemput oleh guru di rumah/ tempat tinggal siswa pada pertemuan minggu berikutnya. Hasil penelitian pada siklus pertama. pada siklus pertama jumlah siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae yang mengikuti pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp berjumlah 24 orang yang terdiri dari 6 orang laki- laki dan 18 orang Dari jumlah tersebut ada sebanyak 7 orang siswa yang belum mencapai nilai styndar ketuntasan belajar secara individu yaitu mereka yang memperoleh nilai di bawah 75, sedangkan siswa yang telah memenuhi ketuntasan belajar dengan memperoleh nilai Ou 75 berjumlah 17 orang dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 70,83 %. Hasil penelitian yang diperoleh pada pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp siklus pertama dapat dikatakan belum tercapai karena persentase ketuntasan belajar masih berada di bawah 85%. Suatu penelitian yang berkaitan dengan hasil belajar siswa dapat dikatakan telah berhasil atau selesai apabila persentase siswa yang tuntas belajar secara klasikal sekurang-kurangnya telah mencapai 85 % (Trianto, 2. Setelah siklus pertama pembelajaran daring menggunakan Google Classroom dan WhatsApp dilakukan dan ternyata belum mencapai styndar ketuntasan belajar secara kasikal maka peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil refleksi, peneliti menemukan beberapa kelemahan di antaranya berupa persiapan guru yang kurang matang dalam pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp. Sebagai salah satu contoh guru jarang memberikan motivasi lewat chatingan baik di Google Classroom maupun di WhatsApp. Data Hasil pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp pada siklus pertama dapat dilihat pada Tabel 1. ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 No. Tabel 1: Hasil belajar siswa pada siklus pertama. Uraian Nilai % Siswa Terrendah 4,17 Tertinggi 8,33 Rata-Rata 65,83 Data hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus pertama pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp ini menjadi acuan sekaligus sebagai bahan revisi/perbaikan yang harus ditindaklanjuti oleh peneliti pada pelaksanaan pembelajaran pada siklus kedua. Hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus pertama ini menjadi gambaran awal dan dapat memacu guru untuk mempersiapkan pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp pada siklus kedua secara lebih baik. Kelemahan-kelemahan yang terjadi di siklus pertama seperti pengelolaan kelas selama pembelajaran daring menggunakan Google Classroom dan WhatsApp, misalnya pemberian motivasi dari guru kepada siswa selama proses pembelajaran yang masih kurang, maupun kekurangan lainnya yang berkaitan dengan kelengkapan administrasi pembelajaran daring seperti RPP dan alat evaluasi perlu segera ditindaklajuti, dilengkapi dan diperbaiki oleh peneliti agar hasil belajar siswa pada pembelajaran daring yang diperoleh di siklus berikutnya . iklus kedu. mengalami Hasil penelitian pada siklus kedua. pada siklus kedua jumlah siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae yang mengikuti tes pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp masih tetap sama banyak jumlahnya yakni berjumlah 24 orang yang terdiri dari 6 orang laki- laki dan 18 orang perempuan. Dari ke 24 orang peserta tes tersebut terdapat 3 orang siswa yang belum mencapai nilai styndar ketuntasan belajar secara individu karena nilai hasil belajar yang mereka peroleh masih berada di bawah 75. Sedangkan siswa yang telah memenuhi ketuntasan belajar dan memperoleh nilai Ou 75 berjumlah 21 orang dengan persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah mencapai 87,50 %. Berdasarkan hasil belajar siswa yakni hasil tes pada pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp pada siklus kedua terlihat sudah ada perbedaan dimana hasil belajar siswa yang diperoleh sudah mulai meningkat dibandingkan siklus pertama. Adanya peningkatan hasil belajar siswa pada siklus kedua ini disebabkan karena peneliti sudah melaksanakan tindakan di siklus kedua dengan melakukan perbaikan-perbaikan seperlunya yang menjadi kelemahan/ kekurangan yang dilakukan peneliti pada siklus sebelumnya . iklus Pada siklus kedua peneliti lebih memberikan motivasi belajar dan petunjuk teknis lainnya selama pelaksanaan pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dengan cara memberikan dan merespon balik chatingan siswa baik di Google Classroom maupun WhatsApp dan lebih fokus lagi pada kegiatan perbaikan indikator instrumen/ soal sebagai alat untuk evaluasi hasil pembelajaran. Sebagaimana lazimnya sebuah penelitian ilmiah yakni apabila hasil belajar siswa yang diperoleh dalam suatu penelitian sudah mencapai ketuntasan secara klasikal maka penelitian boleh dihentikan dan tidak perlu dilanjutkan lagi ke siklus berikutnya. Karena hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus kedua telah memenuhi kriteria ketuntasan belajar secara kasikal . ,50%), maka penelitian ini dinyatakan selesai dan tidak perlu dilanjutkan tindakan ke siklus berikutnya . iklus ketig. Data hasil pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan materi pembelajaran Teori Atom pada siklus kedua dapat dilihat pada Tabel Tabel 2: Hasil belajar siswa pada siklus kedua. Uraian Nilai % Siswa Terrendah 8,33 Tertinggi 4,17 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Rata-Rata 80,63 Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp yang diperoleh baik pada siklus pertama maupun siklus kedua diperoleh bahwa, telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021. Perbandingan hasil belajar siswa pada pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp pada kedua siklus dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3: Perbandingan hasil belajar siswa Nilai Siklus Pertama Siklus Kedua Terendah Tertinggi Rata-Rata 65,83 80,63 Prosentase Ketuntasan 70,83% 87,50% Jika disajikan dalam bentuk Gambar maka hasil belajar siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021 pada pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dengan materi pokok pembelajaran Teori Atom, dapat dilihat pada Gambar 1. Nilai Terendah Nilai Tertinggi Nilai Rata-Rata Siklus I Siklus II Gambar 1: Hasil Belajar Siswa siklus pertama dan siklus kedua Pembahasan Pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021 dilaksanakan pertama kali semenjak diberlakukannya masa tanggab darurat pandemi Covid-19. Pembelajaran yang dilakukan dengan teknik siswa dan guru belajar dan bekerja dari rumah sesungguhnya tidak mengurangi makna pembelajaran tatap muka sesungguhnya yang biasanya berlangsung di kelas/sekolah. Model pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dapat membantu siswa dalam mendapatkan pengetahuan walaupun tidak langsung berhadapan dengan guru. Slameto . , dalam penelitiannya berpendapat bahwa alat atau media belajar erat hubungannya dengan cara belajar siswa, sehingga alat belajar yang kurang mendukung proses belajar mengajar dapat menyebabkan siswa sulit menerima materi pelajaran. Hasil penelitian yang diperoleh dalam pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021 yang sudah dilakukan baik siklus pertama maupun siklus kedua terbukti telah menunjukan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Kimia dengan materi pokok Teori Atom secara signifikan. Hasil refleksi peneliti terhadap pembelajaran daring menggunakan media pembelajaran khususnya Google Classroom pada siklus pertama adalah bahwa hasil belajar siswa masih rendah, hal ini disebabkan antara lain dari aspek kesiapan siswa. kemampuan siswa dalam mengoperasikan perangkat berkaitan dengan teknologi informatika media Google Classroom di kalangan siswa masih beragam. Pada pembelajaran daring dengan media Google Classroom, sejauh pengamatan peneliti ada beberapa siswa dengan sangat mudah mengoperasikan media Google Classroom namun ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 ada sebagian siswa lainnya yang perlu dibantu baik oleh guru maupun oleh teman sebaya. Selain itu hampir semua siswa belum familiar dengan pembelajaran menggunakan media Google Classroom. Untuk meminimalisir kelemahan dan kekurangan yang dialami oleh siswa maka peran guru . di sini sangat diperlukan. Salah satu cara yang dilakukan peneliti adalah dengan mengoptimalkan penggunaan media WhatsApp dalam pembelajaran untuk mentransferkan informasi kepada siswa, yaitu sebagai media informasi dalam menjelaskan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan Google Classroom. Guru memberikan chatingan dan mengirimkan file-file pembelajaran dan juga instrumen tes melalui media WhatsApp, dan diprioritaskan kepada siswa yang mengalami kesulitan membuka atau mengupload file hasil/ tugas belajar mereka ataupun hal teknis lainnya seperti masalah jaringan. Dari aspek kesiapan guru. pada pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp yang dilakukan pada siklus pertama guru belum menyiapkan materi pembelajaran secara baik. Guru masih lebih fokus menyiapkan LKPD dan membuat tugas mandiri yang nantinya dikirimkan kepada siswa melalui media Google Classroom dan/atau WhatsApp. Selain itu komunikasi antara guru dan siswa selama proses pembelajaran hampir tidak berjalan secara intens, dimana guru hanya memberikan informasi berkaitan dengan tugastugas pembelajaran yang harus dikerjakan siswa pada hari itu di awal pertemuan. Walaupun demikian namun masih ada siswa yang ketika mengalami kesulitan dalam pembelajaran ataupun dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dapat berkomunikasi langsung dengan guru mata pelajaran melalui telepon seluler dan media WhatsApp. Kekurangan yang terjadi pada siklus pertama pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp seperti inilah yang harus ditindaklanjuti pada pembelajaran di siklus berikutnya . iklus kedu. Walau pada pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp di siklus pertama masih terdapat sebanyak 7 orang siswa yang belum mencapai nilai styndar ketuntasan belajar secara individu dan peresentase ketercapaian hasil belajar siswa baru mencapai 70,83% namun hasil belajar siswa yang diperoleh sudah menunjukkan jauh lebih baik jika dibandingkan sebelum dilakukan pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp. Faktor penyebab yang mempengaruhi hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus pertama adalah bahwa siswa telah diberikan ruang . yang lebih banyak untuk belajar dan melakukan/ mengerjakan tugas-tugas pembelajaran yang diberikan oleh guru menggunakan media Google Classroom. Hasil penelitian pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp pada siklus kedua. jumlah siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae yang mengikuti pembelajaran masih tetap sama banyak jumlahnya yakni berjumlah 24 orang yang terdiri dari 6 orang laki- laki dan 18 orang perempuan. Dari jumlah siswa tersebut, yang belum mencapai nilai styndar ketuntasan belajar secara individu semakin berkurang yakni tinggal 3 Ketiga orang siswa tersebut adalah mereka yang memperoleh nilai dibawah 75, dan setahu peneliti ketiga siswa tersebut memang memiliki kemapuan di bawah rata-rata. Sedangkan siswa yang telah memenuhi ketuntasan belajar dengan memperoleh nilai Ou 75 sudah bertambah menjadi 21 orang dan hasil yang diperoleh bervariasi nilainya. Pada siklus kedua ini persentase ketuntasan belajar siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae secara klasikal meningkat menjadi 87,50 %. Hasil belajar siswa dengan model pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp pada siklus kedua. di siklus kedua ini hasil belajar siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae pada mata pelajaran Kimia dengan materi Teori Atom sudah mengalami peningkatan secara signifikan dibandingkan siklus pertama. Salah satu faktor penyebabnya adalah selain siswa diberi ruang . yang cukup untuk belajar dan melakukan/ mengerjakan tugas-tugas pembelajaran sebagaiman halnya pada pembelajaran daring menggunakan Google Classroom dan WhatsApp pada siklus pertama, disisi lainnya adalah bahwa siswa sudah terbiasa menggunakan/ mengoperasikan Google Classroom serta lebih familiar dengan pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 WhatsApp. Pada siklus kedua pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp hasil belajar siswa sudah meningkat disebabkan guru lebih fokus dalam menyiapkan pembelajaran secara lebih baik untuk menjawabi permasalahan/ kelemahan yang terjadi di siklus pertama. Pada siklus isi tidak hanya persiapan proses pembelajaran tetapi guru menyiapkan modul pembelajaran disertai LKPD dan tugas mandiri yang harus dikerjakan oleh siswa secara lebih rinci. Selain itu guru lebih cepat merespon chatingan-chatingan di Google Classroom dan WhatsApp dari siswa-siswi yang bermasalah dan atau mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas. Pada siklus kedua ini jumlah siswa yang bertanya kepada guru baik melalui chatingan di Google Classroom maupun melalui media WhatsApp semakin banyak dan semakin sering frekwensinya. Penelitian sejenis berkaitan dengan pembelajaran menggunakan media berbasis elektronik yang telah dilakukan peneliti sebelumnya menunjukkan bahwa hasil pembelajaran yang diakses melalui kelas virtual menggunakan media Google Classroom mendapatkan respon positif dari para mahasiswa. Sebagian dari mereka memberikan alasan bahwa pembelajaran dengan media Google Classroom, waktu pembelajaran menjadi lebih banyak dalam memperdalam materi pembelajaran serta medianya mudah diakses kapanpun dan dimana saja selama terkoneksi/ terhubung dengan jaringan internet (Ashoumi & Shobirin, 2. Wilandari . dalam penelitiannya menyatakan bahwa pembelajaran yang diakses melalui kelas virtual menggunakan media Google Classroom dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Selain itu hasil penelitian lainnya yang dilakukan oleh Thahir . menunjukkan bahwa ada pengaruh pembelajaran daring berbasis Google Classroom terhadap hasil belajar mahasiswa program studi pendidikan Biologi. Menurut Amlin . , pembelajaran daring dengan media Google classroom dan WhatsApp pada masa pandemi Covid-19 dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika. Oleh karena itu berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dan juga hasil penelitian sejenis yang telah dilakukan peneliti lain sebelumnya maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dalam pembelajaran Kimia dengan materi Teori Atom dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae. Selain itu pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dapat membangkitkan antusias siswa dan motivasi belajar bagi para siswa disebabkan siswa merasa lebih AunyamanAy dengan model pembelajaran daring berbasis elektronik dibandingkan pembelajaran model konvensional. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dapat dikatakan bahwa pembelajaran daring menggunakan media pembelajaran berbasis elektronik dapat meningkatkan hasil belajar dan minat belajar siswa. Pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Kimia kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021 pada materi pokok Teori Atom. Ketuntasan belajar siswa yang diperoleh pada pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp pada penelitian ini secara klasikal. pada siklus pertama mencapai 70,83 % dan meningkat menjadi 87,50 % pada siklus kedua. Adanya peningkatan hasil belajar siswa disebabkan oleh penerapan model pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dalam pembelajaran selama masa pandemi Covid-19. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu pembelajaran berbasis media elektronik khususnya pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dapat dijadikan alternatif dan solusi terbaik dalam pembelajaran jarak jauh pada masa darurat pandemi Covid-19. ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 DAFTAR PUSTAKA