The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 Validasi Dan Verifikasi Hasil Uji Sun Protection Factor (SPF) Pada Sediaan Sunblock Dan Sunscreen Bermerk Dengan Metode Spektrofotometri Ni Putu Rahayu Artini Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Universitas Bali Internasional Email:artinirahayu967@gmail. ABSTRACT Tanggal Submit: 5 April 2020 Tanggal Review: 4 Mei 2020 Tanggal Publish Online: 5 Juni 2020 Tests for the determination of SPF value were calculated from the seven sunblock and brandes sunscreen preparation which were analyzed using 96% etanol solvent and kloroform, ranging from 17. The results of the VA-14 sample calculation have the lowest SPF value (SPF = 17. and the ES30 sample has the largest SPF value calculation results from the seven samples (SPF ES-30 = 26. The seven samples are samples that have well-known brands in Indonesia. Of the seven cosmetics samples, six samples had a% recovery in accordance with the standard between 80-120%, but one product, namely SA-35, had a recovery rate of 73. Organoleptic test results showed that the overall type of cream was m / a, fragrance, color from milky white, light brown, and light green. The pH value 5 according to the quality standard of sunscreen preparations in SNI 16-4399-1966, the pH value for sunscreen preparations is 4. Thus, the results of the seventh pH of the sample are still within good standard limits for cream preparations containing sunscreen. Keyword : cosmetics. SPF, % recovery, and pH PENDAHULUAN Sinar matahari sebagai sumber dan resiko terjadinya kanker pada kulit. Sinar UV pada dasarnya memiliki cahaya alami memiliki peranan yang manfaat dalam pembentukan vitamin D3 sangat penting bagi keberhasilan hidup (Cholecalcifero. yang digunakan untuk semua makhluk hidup. Selain memberi metabolisme pembentukan tulang dan manfaat, sinar matahari juga dapat sistem imun. Selain itu, radiasi sinar UV juga dapat digunakan untuk terapi Paparan sinar matahari secara berlebih penyakit TBC, psoriasis, dan vitiligo. merupakan mediator eksogen utama Akan tetapi, paparan sinar UV secara terjadinya kerusakan pada kulit yang terus-menerus justru dapat memberikan dapat mempercepat terjadinya penuaan Artini. Validasi Dan Verifikasi Hasil Uji Sun Protection Factor (SPF) Pada Sediaan Sunblock Dan Sunscreen Bermerk Dengan Metode Spektrofotometri. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 efek buruk bagi kesehatan (L. Mbanga, timbul dua tipe reaksi melanin, seperti et al. , 2. penambahan melanin secara cepat ke Sinar UV dibagi menjadi tiga daerah, yaitu: UV C . -290 n. UV tambahan melanin baru. Akan tetapi. B . - 320 n. , dan UV A . -400 apabila kulit terpapar sinar UV secara n. dimana sinar UV C dapat tersaring oleh lapisan atmosfer dan tidak dapat hiperpigmentasi yang dapat memicu sampai ke permukaan bumi. UV B dapat timbulnya noda hitam pada kulit dan menetrasi lapisan permukaan kulit yang kerusakan kulit lainnya, seperti penuaan dini dan kanker kulit (Trenggono, 2. terjadinya kerusakan DNA dan terbakar Oleh karena itu, untuk menjaga surya, dan sinar UV A yang dapat kulit dari efek buruk radiasi sinar UV, menetrasi lapisan kulit lebih dalam menggunakan tabir surya (Maloney F. Tabir surya merupakan sediaan kerusakan DNA akibat adanya senyawa maksud memantulkan atau menyerap oksigen reaktif atau ROS (Reactive secara aktif cahaya matahari terutama Oxcygen Specie. Efek buruk jika pada daerah dengan emisi gelombang terpapar sinar UV terlalu lama dapat ultraviolet dan inframerah, sehingga menyebabkan terjadinya kanker kulit, dapat mencegah terjadinya gangguan terbakar surya, kerusakan mata seperti kulit karena sinar UV (Draelos dan katarak dan melanoma, penuaan kulit Thaman, 2. Berdasarkan kandungan secara prematur, pigmentasi, eritema, dan kerusakan sistem imun (Ansel, dibedakan menjadi dua yaitu sunblock dan sunscreen. Sunblock merupakan Kulit manusia pada dasarnya sediaan tabir surya yang mekanisme memiliki mekanisme tersendiri untuk kerjanya secara fisik memantulkan sinar melindungi dari bahaya sinar UV, yaitu UV, sedangkan sunscreen secara kimia butirbutir pigmen . yang akan menyerang sel kulit. memantulkan kembali sinar UV. Jika Pada kulit terpapar sinar matahari, maka akan dilakukan analisis perbandingan nilai Artini. Validasi Dan Verifikasi Hasil Uji Sun Protection Factor (SPF) Pada Sediaan Sunblock Dan Sunscreen Bermerk Dengan Metode Spektrofotometri. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 SPF yang tertera pada etiket sunblock Prosedur Kerja SPF Uji organoleptis. Evaluasi ini dilakukan berdasarkan hasil pengujian dengan langsung secara visual pada sediaan UV. yang meliputi bentuk, warna, dan bau Hasil analisis ini merupakan suatu krim yang dihasilkan (Lidya, dkk. Pengujian tipe krim. Tipe krim diuji Adapun pada penelitian ini menggunakan methylene blueyang larut dilakukan menggunakan tiga pelarut dan dalam fase air. Jika medium pendispers perbandingan pelarut yang berbeda. berwarna biru merata, maka krim bertipe M/A (Lidya, dkk. , 2. Pengujian pH. Evaluasi pH dilakukan METODE PENELITIAN Sampel Penelitian. Sampel Sebanyak dilarutkan dengan aquades bebas CO2 sunscreen bermerk yang beredar di hingga 20 ml. Elektroda pada pH meter dicuci terlebih dahulu dengan akuades, digunakan pada penelitian ini adalah Instrumentasi. selanjutnya pH meter distandardisasi Bahan kimia yang digunakan pada dengan larutan standar pH 4, pH 7, dan pH 10. Elektroda dicelupkan kedalam perbandingan etanol 96% dan kloroform pH sediaan diketahui dari angka . , perbandingan etanol 96% dan yang ditunjukkan oleh pH meter (Lidya, kloroform . dan etanol 96% dan Pengujian Bahan . Peralatan SPF. Penentuan digunakan pada penelitian ini terdiri dari efektivitas perlindungan terhadap sinar peralatan berupa beker glass 100 ml. UV dilakukan secara in vitro dengan spatula, pipet tetes, pipet volume, dan UV-Vis. Masing-masing krim sunblock digunakan pada penelitian ini adalah dan sunscreen ditimbang sebanyak 0,05 gram dan diencerkan dengan etanol Alat-alat 96%, perbandingan etanol 96% dan kloroform . dan etanol 96% dan Artini. Validasi Dan Verifikasi Hasil Uji Sun Protection Factor (SPF) Pada Sediaan Sunblock Dan Sunscreen Bermerk Dengan Metode Spektrofotometri. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 . gelombang 290-320 nm serta interval 5 sehingga menjadi larutan 5000 ppm. Hasil absorbansi dicatat kemudian Setelah itu, larutan tersebut dimasukkan dalam kuvet dan larutan pada kuvet tersebut dibaca dengan bantuan alat (Trenggono, 2. SPF Mansyur spektrofotometer UV dengan panjang = Faktor koreksi = Spektrum intensitas matahari = Spektrum efek eritema Abs = Absorbansi sampel Dimana,CF adalah faktorkoreksi bernilai 10,EE () adalah efek eritmogenik radiasi pada panjang gelombang dan Abs () adalah nilai absorbansi spektrofotometri UV. HASIL DAN PEMBAHASAN yang diuji sebanyak tujuh Uji Organoneplis Sediaan Kosmetik sampel yang diambil di daerah Denpasar Sampel produk kosmetik yang dan Badung. Uji organoleptik meliputi diuji pada penelitian ini adalah kosmetik uji bau, warna, tekstur, dan tipe krim. yang mengandung sunscreen Hasil dapat dilihat pada Tabel 1. SPF yang tertera pada etiket. Jumlah Tabel 1 Hasil uji organoleptis dan tipe krim pada sampel kosmetik No. Uji Organoleptis Bau Warna Tekstur MO-31 m/a Wangi Coklat muda Krim lembut SA-35 m/a WangiPutih susu Krim lembut WA-15 m/a Wangi Hijau muda Krim lembut VH-14 m/a WangiPutih susu Krim lembut WL-15 m/a Wangi Coklat muda Krim lembut PB-30 m/a Wangi Coklat muda Krim lembut ES-30 m/a Wangi Hijau muda Krim lembut Produk kosmetik yang diuji mengandung sunscreen berupa SPF Sampel ID Tipe Krim pada penelitian ini adalah kosmetik yang yang tertera pada etiket. Jumlah sampel Artini. Validasi Dan Verifikasi Hasil Uji Sun Protection Factor (SPF) Pada Sediaan Sunblock Dan Sunscreen Bermerk Dengan Metode Spektrofotometri. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 yang diuji sebanyak tujuh sampel yang berwarna putih susu sebanyak dua buah, diambil di daerah Denpasar dan Badung. warna coklat muda sebanyak tiga buah. Uji organoleptik meliputi uji bau, warna, dan warna hijau muda sebanyak dua tekstur, dan tipe krim. Hasil dapat dilihat Secara keseluruhan tujuh sampel pada Tabel 1. Dari hasil uji organoleptis memberikan hasil yang baik untuk ke-tujuh sampel secara keseluruhan organoleptis, sehingga konsumen dapat memiliki bau khas yang wangi dan nyaman untuk menggunakan produk tekstur yang lembut. Tekstur yang tersebut tanpa mengurangi nilai kemasan lembut menyatakan bahwa sampel krim produk yang bagus. yang diuji bersifat homogen. Tidak Nilai pH Sediaan Kosmetik lengket, wangi, dan secara keseluruhan Pengujian pH ke-tujuh sampel meresap di kulit. Warna krim bervariasi kosmetik diperoleh rata-rata mulai dari dari warna putih susu hingga hijau muda pH 6,0-8,0 yang disajikan pada Tabel 2. dan coklat muda. Jumlah sampel yang Tabel 2 Nilai pH pada sampel No. Sampel ID MO-31 SA-35 WA-15 VH-14 WL-15 PB-30 ES-30 Pengujian pH ke-tujuh sampel sampel berada antara rentang 6,8-7,8. kosmetik diperoleh rata-rata pH mulai pH ini masuk dalam kategori pH netral dari pH 6,0-8,0 yang disajikan pada atau mendekati pH kulit (Lidya, 2. Tabel 2. Menurut standar mutu sediaan Pengujian Nilai SPF (Sun Protection tabir surya dalam SNI 16-4399-1966. Facto. nilai pH untuk sediaan tabir surya Tujuh sebesar 4,5-8,0. Sehingga, hasil pH ke- tujuh sampel masih dalam batas standar yang baik untuk krim sediaan yang dengan berbagai pelarut pada panjang gelombang 290-320 nm. Pada penelitian berdasarkan hasil pengujian nilai pH ini dipergunakan metode analisis dengan SPF Artini. Validasi Dan Verifikasi Hasil Uji Sun Protection Factor (SPF) Pada Sediaan Sunblock Dan Sunscreen Bermerk Dengan Metode Spektrofotometri. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 Pelarut 96% dan kloroform . , perbandingan pelarut etanol 96% dan kloroform . dipergunakan pada penelitian ini adalah serta perbandingan pelarut etanol 96% etanol 96% dan metode perbandingan dan kloroform . Hasil analisis nilai pelarut yang digunakan pada penelitian SPF disajikan pada Tabel 3 sampai ini adalah perbandingan pelarut etanol Tabel 6. Tabel 3 Nilai SPF sampel kosmetik dengan pelarut etanol 96% No. Sampel ID MO-31 SA-35 WA-15 VH-14 WL-15 PB-30 ES-30 Tujuh 25,33 25,27 18,00 17,21 17,98 25,25 26,88 SPF Penelitian SPF Etiket % Recovery 81,71 72,20 120,00 114,73 119,86 84,17 89,60 100% untuk analisis SPF, ada beberapa kosmetik yang tidak larut sempurna SPFnya menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil SPF diperkirakan karena kandungan bahan disajikan pada Tabel 3. Ketujuh sampel pada formula suatu kosmetik seperti kosmetik yang mengandung tabir surya emolien dan pengemulsi yang berfungsi diuji secara spektrofotometri dengan sebagai bahan penstabil produk sehingga kelarutan menjadi sempurna (Lidya, pada panjang gelombang 290-320 nm. Hasil analisis pada sampel menunjukkan Sampel yang diuji memiliki bahwa panjang gelombang maksimum nilai SPF antara 14 sampai 50. Namun, adalah 310 nm, karena memiliki serapan berdasarkan pengujian yang dilakukan menunjukkan hasil yang berbeda antara panjang gelombang 315 telah terjadinya hasil pengujian di laboratorium dengan penurunan serapan. hasil SPF yang tertera pada etiket Sedangkan Penggunaan etanol 96% sebagai Berdasarkan pelarut, pada beberapa sampel kosmetik recovery yang diperoleh antara 70%- Persentase recovery yang baik Artini. Validasi Dan Verifikasi Hasil Uji Sun Protection Factor (SPF) Pada Sediaan Sunblock Dan Sunscreen Bermerk Dengan Metode Spektrofotometri. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 adalah antara 80-120% (Niazy, 2. penyimpangan yang jauh antara nilai Dari hasil yang diperoleh, ke-enam SPF yang tertera pada etiket dengan nilai SPF hasil penelitian. Berikut hasil perolehan kembali, namun satu sampel % recovery nilai SPF pada sediaan menunjukkan nilai perolehan kembali perbandingan pelarut etanol 96% dan 70%-72%. Hal Tabel 4 Nilai SPF sampel kosmetik dengan pelarut etanol 96% dan kloroform . No. Sampel ID SPF Penelitian SPF Etiket 26,03 19,01 17,34 17,87 25,01 26,32 MO-31 SA-35 WA-15 VH-14 WL-15 PB-30 ES-30 % Recovery 82,01 73,23 120,23 115,02 118,38 83,90 88,23 Tabel 5 Nilai SPF sampel kosmetik dengan pelarut etanol 96% dan kloroform . No. Sampel ID SPF Penelitian SPF Etiket 26,87 26,42 19,13 17,68 18,01 25,65 26,99 MO-31 SA-35 WA-15 VH-14 WL-15 PB-30 ES-30 % Recovery 82,68 74,31 121,06 115,83 119,96 84,37 89,76 Tabel 6 Nilai SPF sampel kosmetik dengan pelarut etanol 96% dan kloroform . No. Sampel ID SPF Penelitian SPF Etiket % Recovery MO-31 SA-35 WA-15 VH-14 WL-15 PB-30 29,97 28,63 19,23 17,98 18,45 26,65 88,67 77,23 121,13 123,34 123,96 86,47 ES-30 27,05 89,98 Penelitian dilakukan modifikasi campuran fase air tetapi juga terdiri atas pelarut untuk penentuan SPF karena fase minyak. Jumlah fase minyak yang lebih banyak dibandingkan fase air Artini. Validasi Dan Verifikasi Hasil Uji Sun Protection Factor (SPF) Pada Sediaan Sunblock Dan Sunscreen Bermerk Dengan Metode Spektrofotometri. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 menyebabkan kelarutan dari SPF tidak tambahan lainnya, seperti ester, emolien Modifikasi tersebut dapat dan pengemulsi yang digunakan dalam berupa campuran antara pelarut polar formulasi (Ansel, 2. Karena, tabir Pelarut nonpolar dipilih karena fase minyak menyebabkan kelarutan lebih tinggi efektivitas tabir surya. Di sisi lain, penting bahwa memilih SPF harus benar murni pelarut polar seperti etanol mapun untuk jenis prototype pada masing- methanol pada penelitian ini (Kaur et al, masing individu. Penerapan tabir surya Ada . i seluruh tubuh, sebelum paparan sinar mempengaruhi penentuan nilai SPF, matahari dan diterapkan kembali secara teratu. dan dalam jumlah yang benar, dilakukan dengan benar sekitar 2g / cm2. (Arief, 2. metode yang tepat untuk mengevaluasi produk tabir surya, kombinasi dan SIMPULAN konsentrasi tabir surya, penggunaan Berdasarkan pelarut yang berbeda di mana tabir surya Warna dihitung dari ketujuh sampel fisika, tidak hanya absorbansi UV dari krim bervariasi Penentuan hasil nilai SPF yang asi. , perumus harus memahami prinsip 6,8-7,8 dan klasifikasi IV . ata-rata tipe kulit nilai pH berada antara rentang digunakan oleh prototipe IV Fitzpatrick muda dan coklat muda dengan dengan keamanan yang lebih baik dan warna putih susu hingga hijau mengembangkan formulasi kosmetik SPF keseluruhan meresap di kulit. pH, viskositas dan emulsi (Garg, 2. memiliki tekstur sampel yang penambahan bahan aktif lainnya,sistem Oleh Ketujuh seperti ester, emolien dan pengemulsi interaksi komponen tambahan lainnya Artini. Validasi Dan Verifikasi Hasil Uji Sun Protection Factor (SPF) Pada Sediaan Sunblock Dan Sunscreen Bermerk Dengan Metode Spektrofotometri. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 3. No. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist Vol. 3 No. Mei2020 p-ISSN: 2597-3681 e-ISSN:2614-2805 berkisar dari 17,21-26,88. Hasil DAFTAR RUJUKAN VA-14 Anief. SPF terendah (SPF = 17,. dan ES-30 perhitungan hasil nilai SPF Ansel HC, 2008. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi Keempat. Jakarta. UI Press. terbesar dari ketujuh sampel (SPF ES-30= 26,. Ketujuh Baran, sampel merupakan sampel yang memiliki brand terkenal di Indonesia. sampel memiliki % recovery sesuai dengan standar antara 80- James. CN and Midleton. Determination of Sun Protection Factor in the Heirless Mouse Intern. Cosm Sci 3. 120%, namun satu produk, yaitu SA-35 memiliki % recovery sebesar 73,23%. Kaur LP. Garg R. Gupta GD. Development and Evaluation of Topical Gel of Monoxidil from Different Polymer Bases in Aplication Alopecia. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Science, 2010, 2. : 43-47. SARAN