JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 13. No. Tahun 2025 https://doi. org/10. 21067/jrma. Pengaruh Inflasi. Suku Bunga, dan Nilai Tukar Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Khoiril Imana1. Asnaa2. Rita Indah Mustikowatia3* Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Indonesia 3 ritaindah@unikama. *Rita Indah Mustikowati3 Received: 25 Juni 2025. Revised: 30 November 2025. Accepted: 1 Desember 2025 Abstrak Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi sejauh mana inflasi, suku bunga, dan nilai tukar memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019Ae2023. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan rancangan penelitian eksplanatori. Data diperoleh dari publikasi resmi BEI dan Bank Indonesia sebanyak 60 data bulanan. Analisis dilakukan melalui regresi linier berganda dengan dukungan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa ketiga variabel tersebut secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap IHSG, menegaskan peran penting stabilitas makroekonomi dalam mendukung pergerakan pasar modal nasional. Kata kunci Ae Inflasi. Suku Bunga. Nilai Tukar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Abstract This study aims to analyze the impact of inflation, interest rates, and exchange rates on the Indonesia Composite Stock Price Index (IHSG) on the Indonesia Stock Exchange during the 2019Ae2023 period. A quantitative approach with an explanatory research design was used. The data, consisting of 60 monthly observations, were obtained from the Indonesia Stock Exchange and Bank Indonesia. Multiple linear regression and SPSS were used for the The findings show that the three variables collectively have a significant effect on IHSG, highlighting the importance of macroeconomic stability in supporting market performance. Keywords Ae Inflation. Interest Rates. Exchange Rates. Composite Stock Price Index (IHSG) How To Cite : Iman. Asna. , & Mustikowati. Pengaruh Inflasi. Suku Bunga, dan Nilai Tukar Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 13. , 314Ae https://doi. org/10. 21067/jrma. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 314 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Iman. Asna. Mustikowati PENDAHULUAN Pasar modal memiliki peran strategis dalam mendukung laju pertumbuhan serta menjaga stabilitas perekonomian suatu negara. Perannya terbagi menjadi dua fungsi utama. Pertama. Pasar modal menjadi satu dari sekian sumber dana penting bagi perusahaan, di mana para investor menanamkan dananya sebagai bentuk investasi, yang kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, menambah modal kerja, melakukan ekspansi, dan keperluan lainnya (Nadjima et al. , 2. Peranan kedua. Pasar modal juga memberikan peluang masyarakat berinvestasi melalui sejumlah instrumen financial, seperti reksa dana, saham, obligasi, dan instrumen pasar modal Investasi di pasar modal bersifat internasional, sehingga dapat dilakukan dari berbagai lokasi, termasuk melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), yang menggunakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai indikator utamanya. IHSG, yang juga dikenal dengan sebutan Composite Stock Price Index, merupakan suatu indikator yang dibentuk melalui perhitungan tertentu guna merepresentasikan kecenderungan atau arah umum pergerakan harga saham di pasar modal (Tjen, 2. Indeks ini berfungsi sebagai alat analisis yang berguna untuk mengamati serta membandingkan perubahan nilai saham dari satu periode ke periode lainnya (Jogiyanto, 2. Secara lebih luas. IHSG mencerminkan dinamika pasar saham melalui fluktuasi harga yang terjadi secara kolektif. Peningkatan nilai IHSG pada umumnya diartikan sebagai cerminan dari kondisi pasar yang cenderung stabil dan terkendali (Silalahi & Sihombing, 2. Pergeseran nilai dalam IHSG tidak hanya merepresentasikan perubahan angka semata, tetapi juga mencerminkan sentimen pelaku pasar dan kondisi ekonomi secara menyeluruh (Putri & Fadila, 2. Secara umum IHSG menggambarkan kondisi perusahaan atau sektor industri di suatu negara, tapi juga bisa mencerminkan kondisi ekonomi secara keseluruhan. (Sari, 2. Jika IHSG suatu negara turun, hal itu mungkin disebabkan oleh masalah ekonomi yang sedang dihadapi. Sebaliknya, kenaikan IHSG bisa menunjukkan peningkatan kinerja ekonomi negara tersebut (Maharani, 2. Tabel 1 Data IHSG 2016-2023 Tahun IHSG 5296,71 6355,65 6194,49 6299,53 5979,07 6581,48 6850,62 7272,80 Sumber: http://w. ihsg-idx. (Data diolah, 2. Menurut tabel 1. IHSG mengalami kondisi perkembangan yang berbeda-beda dari tahun 2016 Pada periode tahun 2016 hingga 2017. IHSG mengalam kenaikan yang signifikan. Namun, pada tahun 2018 terjadi penurunan IHSG. Setelah itu. IHSG menunjukkan trend kenaikan pada tahun Di tahun 2020. IHSG menunjukkan penurunan yang cukup signifikan di akibatkan oleh efek pandemi yang terjadi sehingga mengakibatkan lesunya investasi sehingga mempengaruhi IHSG. Pada tahun 2021 sampai dengan 2023 di era pemulihan pandemi covid IHSG gabungan mulai menunjukkan trend kenaikan harga yang cukup signifikan yang menandakan para investor mulai menanamkan modalnya Kembali dipasar modal. (Istinganah & Hartiyah, 2. Secara umum fluktuasi IHSG juga disebabkan oleh sejumlah hal yang mempengaruhi yaitu Inflasi. Nilai Tukar hingga Suku Bunga. Sejalan dengan studi yang dilakukan oleh Riska & Purwanti . Hasil temuan ini menerangkan Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 315 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Iman. Asna. Mustikowati yakni: faktor-faktor seperti inflasi, nilai tukar, serta suku bunga berpengaruh pada pergerakan IHSG. Diantara sejumlah aspek yang memiliki dampak pada IHSG adalah inflasi, ini terjadi saat nilai jasa dan barang naik signifikan dan dominan pada masa dan tempo tertentu (Sukirno, 2. Tingginya inflasi bisa melemahkan daya beli masyarakat, sekaligus menambah bisa beban biaya produksi bagi perusahaan (Azzahra, 2. Dampaknya, penjualan cenderung menurun, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan laba perusahaan. Ketika laba perusahaan menurun, kemampuan mereka untuk membayar dividen kepada pemegang saham juga berkurang. Ketika ini terjadi, nilai atau harga saham perusahaan di pasar dapat turun karena laba yang dihasilkan bisa mempengaruhi harga saham Kondisi ini dapat memicu turunnya harga saham pada perusahaan. Dampak lain dari turunnya laba akan mengurangi daya tarik bagi investor, sehingga keinginan berinvestasi ikut menurun (Hanafi & Halim, 2. , sehingga hal ini dapat menyebabkan IHSG menurun. Ardian et al. juga membuktikan bahwasanya inflasi berpengaruh terhadap IHSG. Interest Rate atau bisa disebut juga dengan Suku bunga adalah parameter yang dapat dijalankan oleh investor guna memperkirakan potensi keuntungan dari suatu investasi. Suku bunga merupakan imbalan atas uang yang telah dipinjamkan atau diinvestasikan yang dinyatakan dalam jumlah persentase jumlah uang tersebut (Sukirno, 2. Perubahan suku bunga dapat memengaruhi keputusan investor dalam mengelola dananya (Marbun et al. , 2. Kondisi ini turut berkontribusi terhadap fluktuasi IHSG. Ketika suku bunga telah ditentukan Bank Indonesia, mengalami kenaikan yang signifikan, hal ini dapat berdampak pada berbagai aspek perekonomian, termasuk pasar saham, dan Ketika pasar saham mengalami penurunan maka investor akan menarik dana dan akan memindahkan ke bentuk investasi lainnya yang di anggap lebih aman dan menguntungkan, seperti tabungan atau deposito. Hal ini disebabkan oleh anggapan bahwa berinvestasi pada pasar saham mempunyai risiko yang lebih besar dibandingkan dengan instrumen berbunga tetap. Akibatnya, permintaan terhadap saham menurun dalam jangka pendek, berimplikasi pada menurunnya pergerakan IHSG. Keadaan tersebut selaras dengan pernyataan Juniantari et al. yakni suku bunga berdampak signifikan pada IHSG. Terakhir, diantara aspek yang berpengaruh pada pergerakan atau fluktuasi IHSG di pasar BEI yakni Nilai tukar atau kurs. Kurs menjadi aspek yang menerangkan seberapa besar nilai satu mata uang berbanding pada mata uang lain (Hanisah & Syarvina, 2. Perubahan keadaan ekonomi suatu negara dapat menyebabkan fluktuasi kurs yang signifikan. Berubahnya kondisi ekonomi suatu negara akan mempengaruhi nilai tukar atau kurs yang cukup signifikan (Ekananda, 2. Berbanding dengan melemahnya harga dollar AS maka nilai tukar rupiah akan menguat yang mengakibatkan investor akan memindahkan invstasinya dalam bentuk mata uang. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan saat nilai tukar kembali menguat, di mana mereka bisa menukarkan dolar tersebut ke rupiah dengan nilai yang lebih tinggi. Namun, jika rupiah melemah, mereka yang sudah berinvestasi di pasar saham cenderung menarik dananya dan mengalihkannya ke instrumen lain demi menghindari potensi kerugian. Ketidak stabilan nilai tukar rupiah inilah yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan investor, sehingga dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan pelemahan IHSG. Pernyataan ini dibuktikan dengan temuan dari research Wulandari et al. bahwa nilai tukar berdampak signifikan dan dominan pada IHSG. METODE Penelitian ini menjelaskan desain explanatory research berparadigma kuantitatif untuk menguji hubungan antar variabel (Suwarto & Aliana, 2. Populasi penelitian mencakup data historis IHSG yang dipublikasikan BEI, serta data makro ekonomi meliputi tingkat inflasi, nilai tukar Rupiah, serta suku bunga dengan mengacu pada ketentuan Bank Indonesia. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan mengambil nilai closing bulanan untuk seluruh variabel selama periode lima tahun (Januari 2019-Desember 2. , menghasilkan 60 observasi bulanan sebagai data Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 316 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Iman. Asna. Mustikowati Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 2 Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Unstandarized Standardized Variabel Independen Coefficints Coefficients Std Error Beta (Constan. 12,718 3,777 Inflasi (X. 0,053 0,012 0,580 Suku Bunga (X. 0,003 0,015 0,021 Nilai Tukar (X. -0,431 0,396 -0,138 0,292 Adjustd R2 0,254 Fhitung 7,707 Sig 0,000 Sumber: Output SPSS . Sig. 3,367 4,251 0,171 -1,090 0,001 0,000 0,865 0,280 Dari tabel 3. Tersebut, dapat ditentukan bentuk persamaan regresi yakni: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 e Y = 12,718 0,053X1 0,003X2 (-0,. X3 3,777 UJI HIPOTESIS Uji Simultan (Uji F) Dari hasl uji statistik F yang ditampilkan dalam Tabel 3, dengan tingkat signifikansi sebesar = 0,05, didapat nilai F table: 2,76, sementara nilai F hitung mencapai 7,707. Karena F lebih/sama dengan F tabel . ,707 Ou 2,. dan nilai signifikansi yang diperoleh senilai 0,000 di bawah batas 0,05, sehingga simpulan yang dipeoleh, secara simultan variabel inflasi (X. , suku bunga (X. , serta nilai tukar (X. memberikan pengaruh yang bermakna pada IHSG (Y). Oleh karena itu, hipotesis pertama (HCA) dinyatakan terbukti dan dapat diterima sebagai kesimpulan yang tepat. Uji Parsial (Uji . Uji t berfungsi guna menguji sejauh mana tiap variabel bebas, yakni inflasi (X. , nilai tukar (X. , dan suku bunga (X. , secara individual memberikan pengaruh terhadap variabel terikat berupa IHSG (Y). Pengujian ini bertujuan menilai pengaruh parsial tiap variabel independen mengartikan variasi pada variabel dependen. Tabel 4 Hasil Uji Parsial (Uji . Variabel Bebas Signifikansi Keterangan Inflasi (X. 4,251 0,000 Signifikan Suku Bunga (X. 0,171 0,865 Tidak Signifikan Nilai Tukar (X. -1,090 0,280 Tidak Signifikan ttabel = 2,000 Sumber: Output SPSS . Uji statistic T bertujuan mengukur pengaruh variabel independen pada variabel Kesimpulan analisa menerangkan: Inflasi (XCA) menunjukkan hasil statistik dengan nilai T hitung 4. 251 melampaui nilai T table 000 yang sig didapatkan yaitu 0. 000 < 0. Temuan ini mengonfirmasi adanya pengaruh parsial signifikan pada pergerakan IHSG, sehingga hipotesis kedua (HCC) Diterima Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 317 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Iman. Asna. Mustikowati Suku Bunga (XCC) mencatat T hitung 0. 171 secara statistik lebih kecil terhadap T table 2. yang sig didapatkan yaitu 0. 865 > 0. 05 T table. Nilai signifikansi yang melebihi batas maksimal ini menanadakan inflasi tidak berpengaruh parsial terhadap IHSG, sehingga hipotesis ketiga (HCE) ditolak. Nilai Tukar (XCE) mempunyai nilai T hitung -1. 090 yang tidak mencapai signifikansi statistik T hitung < T table 2. 000 yang sig didapatkan yaitu 0. 280 > 0. 05 tabel. Hasil ini menegaskan penolakan hipotesis keempat (HCE), dapat ditentukan, bahwa nilai tukar tidak berdampak pada IHSG. Koefisien Determinasi (Uji R. Hasil analisis regresi mengungkapkan nilai Adjusted RA sebesar 0. 254, yang mengindikasikan bahwa 25. 4% variasi dalam pergerakan IHSG mampu diterangkan secara statistik oleh model regresi dengan mencakup variabel inflasi (XCA), suku bunga (XCC), dan nilai tukar (XCE). Nilai tersebut mengartikan variabel makroekonomi tersebut memberikan kontribusi yang signifikan, meskipun terbatas, terhadap fluktuasi IHSG. Sisanya sebesar 74. 6% variasi IHSG diterangkan oleh aspek lain, selain model penelitian ini. PEMBAHASAN Pengaruh Inflasi. Suku Bunga, dan Nilai Tukar Terhadap IHSG Penelitian dijalankan guna mengukur determinasi makro ekonomi berupa inflasi, suku bunga, serta nilai tukar rupiah atau kurs yang memengaruhi IHSG di pasar modal Nasional. Menurut hasil analisis dengan analisis regresi linier berganda, nilai tukar, suku bunga serta inflasi berpengaruh/berdampak pada IHSG secara simultan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa dinamika ekonomi makro sangat menentukan kinerja pasar modal. Inflasi yang stabil dan suku bunga yang kompetitif mampu menumbuhkan keyakinan Namun, fluktuasi nilai tukar yang signifikan dapat menimbulkan risiko tambahan, terutama bagi perusahaan yang sangat mengandalkan impor/investasi asing. Keputusan investor untuk membeli, menahan, atau menjual saham sangat dipengaruhi oleh ekspektasi mereka terhadap perkembangan ketiga indikator ini, sehingga perubahan pada variabel makro ekonomi tersebut langsung tercermin pada fluktuasi IHSG. Hasil analisa dan simpulan research ini, selaras dengan simpulan oleh Riska & Purwanti . Ardian et al. Wulandari et al. , yang menegaskan bahwa inflasi, nilai tukar, serta tingkat suku bunga berdampak sangat dominan bagi IHSG. Pengaruh Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Pembahasan ini berguna mengukur dampak inflasi pada IHSG. Berdasarkan pengujian AuAnalisis regresi linier bergandaAy yang menunjukkan kesimpulan inflasi berdampak pada IHSG. Dapat di simpulkan untuk uji hipotesis H2 diterima. Pengaruh inflasi pada IHSG, dijabarkan melalui mekanisme penurunan daya beli dan ekspektasi investor. Inflasi yang meningkat dapat mengurangi kemampuan masyarakat dan perusahaan dalam berinvestasi di pasar saham, maka menurunkan permintaan terhadap saham. Selain itu, inflasi seringkali dipandang sebagai keadaan yang buruk bagi investor sebab berakibat naiknya biaya produksi perusahaan. Ketika laju kenaikan biaya produksi melampaui pertumbuhan harga jual, maka akan terjadi kerugiaan dikarenakan tingginya biaya produksi. Kondisi ini memicu penurunan laba dan berakibat pada minimnya investasi dari investor dan investor lebih memilih untuk menghindari pasar saham dan akan mimilih ke instrumen yang lain. Yang akan mengakibatkan menurunnya harga saham. Hasil ini selaras dengan research Riska & Purwanti . Ardian et al. , dan Juniantari et al. , yang menerangkan IHSG dipengaruhi inflasi. Pengaruh Suku Bunga Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Riset ini menentukan pengaruh suku bunga pada IHSG. Pengujian stastistik dilakukan dengan metode AuAnalisis regresi linier bergandaAy. Hasilnya menerangkan suku bunga secara parsial tidak Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 318 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Iman. Asna. Mustikowati memengaruhi IHSG. H3 dinyatakan ditolak. Perubahan suku bunga dari periode ke periode bisa dibilang cukup stabil. Pergerakan suku bunga pada saat tahun penelitian ini juga tidak ada fluktuasi atau lonjakan suku bunga yang cukup Diawali pada tahun 2019 suku bunga relatif stabil di angka 5. pada awal tahun 2020 dengan semakin berkembangnya covid-19 yang semakin luas menyebar ke berbagai penjuru dunia termasuk masuk ke indonesia yang membuat Bank Indonesia menetapkan suku bunga di 4%. Penurunan suku bunga ini diharapkan dapat menekan biaya bunga yang dibebankan kepada Pada tahun 2021 ketika memasuki era pemulihan covid-19 Bank Indonesia kembali menetapkan suku bunga sebesar 3. 75% dengan harapan setelah lesunya kondisi perekonomian nasional dan mulai normalnya kondisi ekonomi banyak investor atau kreditur yang kembali meminjam modal di bank dengan harapan bisa dimasukan ke pasar uang yang bisa digunakan sebagai tambahan modal bagi perusahan dan juga bisa menekan biaya bunga yang harus dibayarkan serta bisa digunakan sebagai operasional perusahaan. Suku bunga juga berpengaruh pada laba yang dihasilkan oleh perusahaan, sebab suku bunga adalah beban perusahaan yang harus keluarkan atau dibayarkan, tingginya tingkat suku bunga berdampak naiknya biaya bunga yang harus dikeluarkan perusahaan serta berpengaruh pada laba perusahaan, karena laba digunakan guna membayar beban bunga dengan demikian semakin rendah juga laba perusahaan yang dihasilkan karena difungsikan membayar bunga. Tingkat Suku bunga yang mempengaruhi laba juga akan mempengaruhi kondisi perusahaan secara umum, baik berupa harga saham. Suku bunga juga dapat mempengaruhi psikologi investor karena Ketika suku bunga mempengaruhi laba yang didapatkan investor akan memikirkan Kembali untuk menanamkan dananya atau membeli saham pada perusahaan tersebut. Tingkat suku bunga yang tinggi bisa dikatakan sebagai keadaan negatif pada nilai saham. Hal tersebut dapat mempengaruhi para investor untuk menarik dananya di pasar saham serta akan di investasikan pada sektor lain seperti tabungan, depsoito maupun ke obligasi, atau juga bisa mengalihkan investasinya ke riil asset sehingga akan mempengaruhi harga saham karena lesunya investasi di pasar saham. Temuan ini selaras dengan simpulan research oleh Ivena . Paryudi et . Sutandi et al. , dan Wulandari et al. yang sama-sama menerangkan suku bunga tidak menimbulkan pengaruh pada IHSG. Pengaruh Nilai Tukar Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Research ini bertujuan mengukur seberapa besar dampak nilai tukar pada pergerakan IHSG. Hasil analisis regresi linear berganda menerangkan: secara parsial, nilai tukar tidak berdampak yang besar pada IHSG. maka hipotesis keempat (H. Nilai tukar atau kurs setiap tahunnya terjadi perubahan atau fluktuasi yang cukup siginifikan, terutama pada 5 tahun terakhir pada tahun 2019 nilai tukar cenderung stabil di Rp 14. tahun 2020 dimana terjadinya pandemi Covid-19 membuat nilai tukar atau kurs melemah sampai di titik terendah di angka Rp 16. efek dari pandemi covid yang cukup terasa bagi nilai tukar karena dihentikannya aktivitas ekspor dan import efek dari lockdown yang diberlakukan diberbagai negara. dan produksi nasional juga terhenti akibat dari pandemi yang mengakibatkan melemahnya perekonomian dan berpengaruh terhadap nilai tukar. Pada tahun 2021 ketika era pemulihan covid dengan semakin pulihnya perekonomian dan dibukanya kembali di sektor ekspor dan import membuat nilai tukar atau kurs kembali menguat dan kembali stabil di angka Rp 14. Pelemahan nilai tukar rupiah pada dolar AS berakibat naik signifikannya nilai barang impor, terutama bagi perusahaan yang banyak mengandalkan produk dari luar negeri. Ketika perusahaan harus membeli lebih banyak bahan impor, biaya produksi atau operasional pun ikut naik, yang pada akhirnya bisa mengurangi laba perusahaan. Penurunan laba yang terjadi secara terus-menerus bisa membuat perusahaan menghadapi risiko kehilangan minat investor. Mereka mungkin memilih menanamkan modal di perusahaan lain yang menawarkan keuntungan lebih tinggi, atau bahkan beralih ke instrumen pasar uang yang dapat mengakibatkan turunnya harga saham, dengan turunnya Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 319 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Iman. Asna. Mustikowati nilai saham akan berpengaruh pada IHSG. Hal ini menandakan nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar AS maka investor akan lebih memilih berinvestasi pada pasar uang atau valuta asing dari pada berinvestasi pada pasar saham karena keuntungannya lebih besar Namun, simpulan ini sesuai hasil riset Juniantari et al. dan Sutandi et al. yang menerangkan nilai tukar tidaak berdampak besar pada IHSG. Keadaan tersebut diakibatkan sejumlah aspek berpengaruh pada pasar modal, di mana pengaruh nilai tukar ditentukan atau berdasarkan variabel-variabel makro ekonomi lainnya. KESIMPULAN Dari analisa komprehensif sebelumnya, simpulan yang dapat diambil yakni: variabel inflasi, suku bunga, serta nilai tukar dengan bersamaan memiliki dampak/pengaruh pada pergerakan IHSG di BEI selama periode 2019 hingga 2023. Secara parsial, inflasi menunjukkan adanya hubungan yang penting pada IHSG. Sebaliknya, baik suku bunga maupun nilai tukar, ketika diuji secara individu, tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap fluktuasi IHSG dalam kurun waktu yang diteliti di lingkungan pasar modal Indonesia. Investor sebelum berinvestasi disarankan untuk mempertimbangkan indikator makro ekonomi khusunya inflasi, sebelum melakukan investasi baik di pasar saham, pasar uang maupun instrumen lainnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh determinan inflasi terhadap IHSG. Dimana peningkatan inflasi akan menyebabkan turunnya IHSG, perilaku investor apabila terjadi inflasi akan menurunkan minat investasi sehingga berdampak pada turunya harga saham dan mempengaruhi IHSG. Untuk pengembangan riset atau penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menambahkan variable yang belum pernah diteliti. Dengan harapan penelitian berikutnya dapat menyumbangkan hasil yang lebih dari sebelumnya. Dan temuan fakta bahwa varibel yang diteliti memilki kontribusi yang kecil kepada variabel independent yakni Inflasi. Suku Bunga , kurs atau Nilai tukar pada variabel dependen yakni IHSG. Daftar Pustaka