Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 61-70 Contents list available at JKP website Jurnal Kesehatan Perintis Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/JKP Isolasi Bakteri Asam Laktat Dari Tapai Beras Ketan Hitam (Oryza sativa L Var. Glutinos. dan Uji Aktivitas Enzim Protease Epi Supri Wardi1. Bastian Nova2*. Diza Sartika1. Fahrul Rozi1 . Fakultas Farmasi. Univeristas Perintis Indonesia. Sumatera Barat. Indonesia . Fakultas Teknologi Pertanian. Kampus Limau Manis. Universitas Andalas. Sumatra Barat. Indonesia Article Information : Received 19 May 2025 . Accepted 28 June 2025. Published 30 June 2025 *Corresponding author: bastiannova@ae. ABSTRAK Bakteri Asam Laktat merupakan golongan bakteri yang dapat menghasilkan asam laktat sebagai produk akhir fermentasi serta beberapa jenis enzim yang terlibat dalam proses Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas enzim protease pada bakteri asam laktat dari tape beras ketan hitam serta melakukan identifikasi secara molekuler menggunakan gen 16S rRNA terhadap bakteri asam laktat yang memiliki aktivitas enzim protease tertinggi. Lima isolat bakteri asam laktat berhasil diperoleh melalui tahap pemurnian, kemudian dipilih 3 isolat bakteri asam laktat untuk pengujian aktivitas enzim protease dengan kode 11, 13 dan 14. Hasil pengujian aktivitas enzim protease menunjukkan bahwa dari 3 isolat yang dipilih hanya 1 isolat memiliki aktivitas enzim protease . ona benin. yaitu isolat 11 dengan diameter rata-rata 8 mm, sedangkan kontrol positif berdiameter ratarata 30 mm. Hasil diidentifikasi molekuler dengan gen 16S rRNA terhadap isolat yang memiliki aktivitas enzim proteasemenunjukkan bahwa isolat 11 memiliki homologi 100% dengan Weissela confuse strain 1841. Kata kunci : Bakteri asam laktat, protease,tape beras ketan hitam, gen 16S rRNA ABSTRACT Lactic Acid Bacteria are a group of bacteria capable of producing lactic acid as the end product of fermentation and several types of enzymes involved in their metabolic processes. This study aims to isolate and test the protease enzyme activity of lactic acid bacteria from black glutinous rice tape and to perform molecular identification using the 16S rRNA gene on the lactic acid bacteria with the highest protease enzyme activity. Five lactic acid bacteria isolates were obtained through purification steps, and then three isolates were selected for protease enzyme activity testing, labeled as isolates 11, 13, and 14. The results of the protease enzyme activity test showed that out of the three selected isolates, only one isolate exhibited protease enzyme activity . lear zon. , which was isolate 11 with an average diameter of 8 mm, whereas the positive control had an average diameter of 30 mm. Molecular identification using the 16S Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 61-70 rRNA gene for the isolate with protease enzyme activity revealed that isolate 11 has 100% homology with Weissela confuse strain 1841. Key words: Lactic acid bacteria, protease, , black glutinous rice tape, 16S rRNA gene PENDAHULUAN Tape makanan yang mengandung mikroba non patogen yang masih hidup dan secara aktif bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan dengan menjaga keseimbangan dalam usus (Mambrasar 2. Probiotik adalah polisakarida tak tercernakan yang berperan sebagai pendukung pertumbuhan dan aktivitas mikroflora saluran pencernaan dan terbukti memberikan efek menguntungkan dalam metabolisme, probiotik biasanya terdapat pada bakteri asam laktat Bakteri asam laktat merupakan bakteri Gram positif memiliki bentuk bulat atau batang, tidak berspora, suhu A 40oC, tidak motil, bersifat anaerob, tidak membentuk gelembung dan oksidase positif serta asam laktat sebagai produk utama fermentasi Bakteri asam laktat (BAL) dikenal sebagai bakteri yang bermanfaat bagi industri makanan dan minuman, contohnya yoghurt, tape, tempe, keju, oncom (Susilawati 2. Pada peneltian Suliasti 2020, dari hasil penelitiannya mengatakan bahwa tempe dan tape mengandung banyak macam bakteri asam laktat dengan karakter fisiologi yang Bakteri metabolit, juga memiliki daya menghasilkan suatu enzim protease disekitar dinding sel, membran sitoplasma atau di dalam sel (Arulmani 2. Enzim protease dapat memutuskan ikatan peptida pada protein (Yulianti 2. Enzim protease sangat bermanfaat dan mempunyai nilai jual yang baik karena peranannya yang sangat luas, contoh industri pengguna enzim protease antara lain industri deterjen, kulit, tekstil, makanan, pengolahan susu, farmasi, bir dan Pada bidang keahlian seperti farmasi, deproteinasi yaitu proses menghilangkan protein, dimana deproteinasi secara biologis dilakukan dengan menggunakan enzim protease, yaitu enzim yang mampu menghidrolisis ikatan peptida dalam protein (Abun Proses diterapkan dalam pembuatan chitosan. Chitosan merupakan bahan alami yang bermanfaat sebagai pengawet makanan karena tidak beracun dan aman bagi kesehatan dan juga dapat digunakan sebagai pembungkus kapsul karena mampu melepaskan obatnya ke dalam tubuh secara Enzim protease bisa diisolasi dari hewan, tanaman serta mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Penggunaan mikroorganisme untuk pembuatan enzim, khususnya protease memiliki banyak keuntungan, seperti mudah diproduksi dalam jumlah besar, efisien waktu dan dapat dibuat secara berkesinambungan dengan biaya yang murah. Mikroorganisme yang dapat menghasilkan protease dapat berupa bakteri, kapang maupun khamir. Protease dari bakteri merupakan jumlah yang paling banyak dibandingkan dengan sumber lain (Naiola dan Widhyastuti 2. Pada penelitian yang dilakukan oleh Lestari . , isolat bakteri yang diisolasi dari sampel oncom merah pasca fermentasi 72 jam, terdapat satu isolat bakteri yaitu isolat IROD3, yang menunjukan aktivitas protease diketahui dengan adanya zona bening berdiameter 78 mm di sekeliling koloni bakteri disekitar media Skim Milk Agar, kemudian penelitian yang dilakukan oleh Koriasih . menunjukan bahwa fermentasi tape Beras Ketan Hitam terdapat bakteri asam laktat dan berperan sebagai itupenelititertarik untuk melakukan penelitian yang membahas tentang tape beras ketan hitam karena belum ada pelaporan mengenai aktivitas yang dapat menunjukan enzim protease pada tape beras ketan Hitam. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi Bakteri Asam laktat dari fermentasi tape beras ketan hitam dan mengindetifikasi secara molekuler dengan Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 61-70 metode 16s rRNA terhadap isolat bakteri yang memiliki aktivitas protease. METODOLOGI PENELITIAN Isolasi Bakteri Asam Laktat 5 gram tape yang dibeli di pasar Lubuk Buaya kota Padangdihomogenkan dengan 45 mL NaCl 0,9% lalu dihomogenkan dengan vortex. Pengenceran secara bertahap dilakukan dari 10-1- 10-6. Selanjutnya, hasil pengenceran 10-4-10-6 menggunakan pipet sebanyak masing-masingnya 1 mL dan ditanam dan ditaburkan kedalam media DeMan Rogosa Sharp agar (MRSA) pada cawan petri. Petri yang berisi kultur dimasukan dalam inkubator pada suhu 37AC A 48 jam. Pemurnian Dipilih 3 koloni yang diidentifikasi sebagai bakteri asam laktat yang mana nantinya akan ditanam pada media MRS agar pada cawan petri yang berbeda lalu diinkubasi pada suhu 37AC A 48 jam yang diulangi sebanyak 2 kali. Identifikasi Bakteri Asam Laktat Pewarnaan Gram Aquades steril pada tetes kan diatas gelas obyek laludibubuhi 1 ose bakteri umur 48 jam & diratakan pada bagian atas kaca Selanjutnya preparat difiksasi sampai terbentuk noda. Diatas noda tadi diteteskan pewarna kristal violet . r A) dandibiarkan selama 1 menitlalupada cuci menggunakan Selanjutnya ditetesi menggunakan larutan mordan atau lugol . r B) & dibiarkan selama 1 menitlalu dicuci menggunakan air mengalir & dikering anginkan. Tahap selanjutnya merupakan ditetesi menggunakan alkoholaseton . r C) hingga cat luntur dan tidak Tahap pengecatan gr ini merupakan ditetesi menggunakan pewarna safranin . r D) selama 30 detik, lalu dicuci menggunakan air mengalir & dikeringkan. Objek gelas ditutup menggunakan deck glass dan diamati dibawah mikroskop menggunakan perbesaran 1000x. Isolat BAL menunjukkan warna ungu dibawah mikroskop. Uji Motilitas Isolat bakteri ditusukkan kedalam SIM memakai ose lancip, kemudian diinkubasi dalam suhu 37EE selama 48 jam. pertumbuhan bakteri menyebar maka bakteri tadi bersifat motil &apabila pertumbuhan bakteri tidak menyebar, hanya berupa garis sepanjang tusukan saja maka bakteri tadi bersifat non motil. Uji Katalase Aquades steril diteteskan diatas objek gelas lalu dibubuhi 1 ose bakteri umur 48 jam dan gelaskemudian ditetesi dengan H2O3 3%, didiamkan selama 1 menit. Jikamuncul gelembung udara menandakan katalase positif dan ketika tidakmuncul gelembung udara menandakan katalase negatif. Pewarnaan Endospora Objek gelas difiksasi diatas bunsen lalu NaCl ditambahkan pada gelas objek setelah itu diberi ose bakteri 48 jam dan diratakan pada bagian gelas objek. Preparat difiksasi dengan melewatkannya diatas bunsen beberapa kali. Preparat yang telah difiksasi digenangi menggunakan pewarna malakit hijau dan dipanaskan . ijaga agar pewarna tidak kerin. , lalu dicuci menggunakan aquadest. Langkah selanjutnya diteteskan safranin dikaca objek serta dicuci menggunakan aquadest dan dikeringanginkan. Preparat diamati memakai . agar mengetahui adanya spora pada sel . Isolat BAL tidak ada spora dalam sel. Uji Aktivitas Enzim Protease Seleksi bakteri asam laktat proteolitik dilakukan dengan uji aktivitas proteolitik pada media agar dengan menggunakan 1% susu skim (Nespolo et al. , 2. Uji aktivitas proteolitik menggunakan cara kerja Benson . memakai kultur cair isolat yang didapat dari hasil isolasi setelah itu di inokulasikan ke paper disc blank sebanyak 10 L pada media susu skim agar . %), diinkubasi pada temperatur 30AC dengan memakan waktu 1-3 hari. Inokulasi bakteri memakai cara dengan memasukkan paper disc ke dalam kultur cair isolat bakteri memakai pinset. Aktivitas proteolitik tampak Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 61-70 jika zona jernih di sekitar paper disc. Uji aktivitas proteolitik pengamatan dilakukan dengan waktu 48 jam. Berdasarkan tiap kemampuan menghidrolisis protein yang masing-masing ditunjukkan berupa zona jernih Identifikasi BAL Secara Molekuler Isolasi DNA Isolat bakteri asam laktat terpilih di media miring diambil menggunakan pipet mikro dan ke dalam tabung eppendorf yang berisi buffer GP1 sebanyak 400 L, kemudian Selanjutnya sampel dalam tabung thermoblock pada temperatur 60 C dengan waktu 15 menit. Tabung kemudian disentrifugasi . Sampel kemudian dimasukkan buffer GP2 sebanyak 100 L, dan didinginkan dalam freezer 1 menit, disentrifugasi 2 menit pada 10. Supernatan dipindahkan pada tabung spin column, dan ditambahkan buffer GP3 sebanyak 750 L. Sebagian dari supernatan dipindahkan pada colection tube beserta spin column lalu disentrifugasi dengan 000 rpm selama 1 menit. Ditambahkan sisa supernatan yang ada GP3. Selanjutnya 000 rpm dengan waktu 1 menit, filtrat dibuang. Ditambahkan buffer W1 sebanyak 400 L ke dalam tabung spin column disentrifugasi pada kecepatan 000 rpm selama 1 menit. Setelah itu filtrat dibuang lalu dilakukan pencucian kedua dengan mencampurkan wash buffer sebanyak 600 L sentrifugasi kecepatan 000 rpm 1 menit. Sementara itu elutionbufferdipanaskan pada thermoblock pada tempratur 60EE. Setelah sentrifugasi selesai, membran dengan DNA dipindahkan ke tabung eppendorf baru dan dikeringanginkan lebih kurang 2 menit. Membran ditambahkan elution buffer sebanyak 100 L ke tabung collection tube dan spin column. Terakhir disentrifugasi pada kecepatan 000 rpm waktu yg dibutuhkan 1 menit Sekuensing Gen 16S rRNA dan Analisis Data Proses sekuensing dilakukan dengan mengirim data ke 1st BASE Malaysia melalui PT. Genetika Science. Hasil sekuensing dianalisis menggunakan metode BLAST http//w. HASIL DAN PEMBAHASAN Bakteri Asam Laktat hasil isolasi dilakukan pemurnian untuk mendapatkan biakan murni dengan menginokulasi 1 ose bakteri yang tumbuh pada media MRSA, diinkubasi pada temperatur 37oC waktu 48 Rusmana . menyatakan bahwa meningkat dengan waktu inkubasi . -48 ja. dan menurut Agus . bakteri memiliki variasi dalam suhu optimal untuk pertumbuhan dan pembentukan asam. Kebanyakan bakteri dalam kultur laktat memiliki suhu optimal 30AC, namun terdapat beberapa kultur yang dapat menghasilkan asam dengan kecepatan yang sama baik pada suhu 37AC maupun 30AC. Sebagai produk akhir fermentasi, bakteri asam laktat (BAL) menghasilkan sejumlah besar asam laktat, baik secara homofermentatif (>95% asam laktat dari glukos. maupun heterofermentatif . enghasilkan asam asetat, etanol, dan karbon dioksida selain asam lakta. Hasil isolasi menunjukkan koloni yang terpisah, yaitu koloni murni dengan satu karakteristik morfologi yang sama. Dari proses pemurnian ini, diperoleh lima isolat bakteri asam laktat murni. Masing-masing isolat diberi kode 11, 12, 13, 14, dan 15. Kelima isolat ini berhasil tumbuh pada media agar MRSA dan dilanjutkan dengan uji pendahuluan secara fenotipik. Menurut Ontario . ), karena sifat probiotik terkait dengan strain, disarankan agar identifikasi strain . engetikan geneti. dilakukan dengan metodologi seperti elektroforesis gel medan pulsa (PFGE). Direkomendasikan agar uji fenotipik dilakukan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan uji identifikasi genetik menggunakan metode seperti hibridisasi DNA/DNA atau pengurutan RNA Uji pendahuluan secara fenotipik dalam penelitian ini meliputi morfologi koloni dan morfologi sel. Tujuan dari uji pendahuluan ini adalah untuk memastikan bahwa bakteri yang diperoleh memiliki karakteristik bakteri asam laktat (BAL). Morfologi makroskopik, termasuk bentuk, tepian. Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 61-70 elevasi, dan warna. Morfologi sel diamati secara mikroskopik, meliputi pewarnaan Gram, pembentukan endospora. Karakterisasi dapat dilakukan berdasarkan sifat morfologi koloni, morfologi sel dan biokimia (Ismail Hasil identifikasi morfologi secara makroskopis menunjukkan bahwa kelima isolat bakteri asam laktat mempunyai bentuk bulat, elevasi cembung, warna putih dan berukuran yang berbeda-beda, ada yang memiliki ukuran kecil dan besar. Hasil tersebut sesuai dengan pernyataan Putri . membuktikan BAL akan tumbuh ketika diinkubasi pada temperatur 37oC memiliki ciri-ciri putih , berbentuk bundar dan tidak memiliki serat. Hasil identifikasi secara morfologi mikroskopis dengan pengamatan secara Pewarnaan Gram. Uji Katalase. Uji Motilitas dan Uji Endospora. Pada pewarnaan gram menunjukkan hasil bahwa kelima isolat bakteri asam laktat merupakan bakteri gram positif yang ditunjukkan dengan koloni berwarna ungu (Tabel . Bakteri gram positif ditunjukkan dengan adanya koloni berwarna ungu karena bakteri gram positif mampu mempertahankan zat warna utama dalam pewarnaan Gram, yaitu kristal violet sehingga tampak warna ungu saat pengamatan dikarenakan dinding sel kelompok bakteri ini tersusun oleh sebagian besar peptidoglikan yang tebal yang mampu mengikat zat warna dan tidak merusak saat dicuci dengan alkohol. Bakteri gram positif pertahanan dari gangguan fisik maupun patogen dalam jaringan inang, jika dilihat dari struktur dan komposisi dinding sel, bakteri gram positif relatif lebih sederhana dibandingkan dengan bakteri gram negatif yang lebih kompleks (Rosiatul 2. Tabel 1. Hasil uji pewarnaan Gram Kode Isolat Pewarnaan Gram Bentuk Positif Basil Positif Basil Positif Basil Positif Kokobasil Positif Basil Hasil pewarnaan Gram menunjukkan bahwa bakteri yang diperoleh berupa basil dan kokobasil. Perbedaannya terletak pada bentuk bakteri, di mana basil berbentuk batang dan kokobasil berbentuk batang Pengujian menunjukkan bahwa bakteri tidak bersifat motil, karena tidak ada pergerakan yang menyerupai awan pada media (Tabel . Hasil ini didukung oleh pernyataan dari Haspianti . yang melaporkan bahwa isolat bakteri asam laktat setelah diisolasi mempunyai sifat non motil yang ditandai dengan tidak adanya pergerakan bakteri yang menyerupai rambatan-rambatan akar disekitar daerah tusukan. Tabel 2. Hasil uji motilitas Kode Isolat Motilitas Non Motil Non Motil Non Motil Non Motil Non Motil Uji katalase merupakan uji untuk mengetahui adanya enzim katalase pada bakteri, enzim ini berperan dalam memecah H2O2 menjadi air dan oksigen. Amaliah . mengatakan gelembung mengindikasikan bakteri positif mengindikasikan bakteri negatif katalase. Bakteri (BAL) menunjukkan aktivitas katalase atau tidak menghasilkan gelembung saat terpapar H2O2. Penelitian yang dilakukan oleh Mergypta . telah membuktikan bahwa BAL merupakan katalase negatif, memiliki toleransi terhadap lingkungan asam, dan bersifat anaerob. Hasil pengujian katalase menunjukan hasil katalase positif pada isolat 15 (Tabel ). Tabel 3. Hasil uji katalase Kode Isolat Katalase Katalase Negatif Katalase Negatif Katalase Negatif Katalase Negatif Katalase Positif Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 61-70 Isolat 15 tidak dilanjukan untuk pengujian Pada pengujian endospora dari keempat isolat yang tersisa menunjukan hasil bahwa isolat bakteri tidak satupun terbentuk spora ketika diamati dibawah mikroskop (Tabel . Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Laily . BAL saat diamati di mikroskop tidak membentuk pengamatan yang tampak adalah sel vegetative dari bakteri yang menghasilkan warna merah muda pada akhir tahap menunjukkan bahwa isolat bakteri asam laktat dengan kode 11 memiliki zona bening di sekitar kertas cakram dengan rata-rata diameter 8 mm. Sebagai perbandingan, kontrol positif menunjukkan zona bening dengan rata-rata diameter 30 mm (Gambar Untuk menilai tingkat aktivitas enzim protease, dilakukan perhitungan indeks proteolitik (PI, proteolytic inde. dengan Tabel 4. Pengujian uji endospora Namun, karena menggunakan kertas cakram dan bukan koloni langsung, maka diameter cakram digunakan sebagai pengganti diameter koloni. Dalam hal ini, diameter cakram adalah 6 mm, dan zona bening untuk isolat 11 adalah 8 mm, sehingga PI dapat dihitung sebagai berikut: Kode Isolat Endospora Tidak berspora Tidak berspora Tidak berspora Tidak berspora Pengujian aktivitas enzim protease dilakukan pada tiga isolat bakteri asam laktat yang dipilih dengan kode berbeda, yaitu 11, 13, dan 14, menggunakan kertas cakram pada media skim milk agar. Kertas cakram pertumbuhan bakteri dan memungkinkan pengukuran diameter zona bening. Skim milk agar merupakan media yang berpotensi menunjukkan aktivitas protease, yang ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar kertas cakram pada media tersebut (Afifah 2. Hasil pengujian setelah inkubasi selama 48 jam PI= PI= yaycnycaycoyceycyceyc ycycuycycayco . cycuycuyca ycayceycuycnycuyci ycoycuycoycuycuyc. Oe yaycnycaycoyceycyceycycoycuycoycuycuycn yaycnycaycoyceycyceyc ycoycuycoycuycuycn ycoycoOe 6 ycoyc. 6 ycoyco = 0,33 Berdasarkan perhitungan tersebut, aktivitas enzim protease dari isolat 11 dikategorikan sebagai lemah(Tabel . Hal ini menunjukkan bahwa meskipun isolat tersebut mampu menghasilkan enzim mendegradasi protein pada media masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan kontrol positif (PI = 4,. , yang menghasilkan zona bening jauh lebih besar. Tabel 5. Kategori aktivitas enzim (Hengkengbala et al. Kode Isolat PI<1,0 PI1,01 - 2,0 PI > 2,01 Gambar 1. Hasil uji aktivitas enzim protease isolat 11 dengan3 kali ulangan, merupakanhasil uji untuk kontrol positif Endospora Lemah Sedang Kuat Timbulnya zona bening disebabkan oleh bakteri yang tumbuh menghasilkan enzim protease, yang mampu memutuskan ikatan protein pada susu skim. Bakteri proteolitik mengkonsumsi sumber karbon sederhana yang terkandung di dalam Jumlah karbon yang rendah dan persentase protein yang tinggi mendorong pembentukan enzim protease. Ketika kadar karbon sedikit, bakteri proteolitik akan Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 61-70 menghasilkan enzim protease untuk menguraikan protein menjadi sumber karbon yang dapat digunakan (Asoodeh. Isolat bakteri asam laktat dengan kode 11, yang menunjukkan aktivitas enzim protease, dilanjutkan untuk uji genetik dengan identifikasi molekuler menggunakan gen 16S rRNA. Proses identifikasi molekuler mikroorganisme melibatkan empat tahap utama, yaitu ekstraksi DNA. PCR (Reaksi Rantai Polimeras. , elektroforesis, dan Tahap ekstraksi DNA bertujuan untuk memisahkan DNA dari komponen sel lainnya, sehingga menghasilkan DNA murni yang dapat digunakan untuk analisis lebih Ekstraksi DNA diperoleh dengan cara memecahkan dinding sel sehingga DNA keluar dari dalam sel (Harvianti, 2. Setelah DNA, berikutnya adalah proses PCR, yang bertujuan untuk melipatgandakan suatu fragmen DNA menjadi banyak salinan. Terdapat 3 reaksi berantai pada proses PCR yaitu denaturasi . C) annealing . C) dan extension . C) (Rosiatul 2. Tahap selanjutnya adalah elektroforesis DNA, mereka (Rosiatul 2. Hasil elektroforesis menunjukkan adanya pita-pita DNA yang terpisah dan sejajar dengan marka 1500 bp (Gambar . Hal ini mengindikasikan bahwa fragmen-gen yang teramplifikasi memiliki ukuran yang sesuai dengan panjang nukleotida dari gen 16S rRNA, yaitu 1500 bp (Rinanda 2. Gambar 2. Hasil elektroforesis CNCCTTAAGAACGGCTGGCTcGAAGGTTAcACCGGCtgTGTTACACAAC TCTCATGGTGTGACgCGGTGTGTACAAGAcgAACGTATTCACCGCGGCGTG CTGATCCGCGATTACTAGCGATTCCGACTTCATGTAGGCGAGTTGCAGCCTACAATCCG AACTGAGACGTACtAAGAGATTAGCTCAcTCGCgTTGGCAACTCGTTGTATAC GCCATTGTAGCACGTGTGTAGcAGGTCATAAgCATGATGAtGACGTCATCC CCACCTTCCTCCGGtGTCACCGGCAGTCTCACTAGAGTGcAACTGAATGCTGGC AACTAGTAATAAgTTGCGCTCGTTGCgACTTAAcAACATCTCACGACACGAG CTGACGACAACCATGCACCACCTGTCACCTTGTcGAAgAACGCTCCATCTCTG GAGTTGTCAAgATGTCAAGACCTGGTAAGGTTCTTCGCGTTGCTTCGAATTaCCA CATGCTCCACCGCTTGTGCgTcGTCAATTCCtGAGtCAACCTTGCGGTCG TACTcAGGCGGAGTGCTTAATGCGTTAGCTGCGGCACTTAAgCGGacTC aCACCTAGCACTCATCGtACGGTGTGGACTACCAgTATCTAATCCTGtGCT AcACACtCGAGCCTCAACGTCAGTTACAGTCCAGaGCCGCCTTCGCCACTGG TGTTCTTCCATATATCTACGCAtCACCGCTACACATGGAGTTCCACtCCTCTACTG CACTCAAGTCATCCAGtCCaGCAATTCCTCAGTTGAGCTGAgCtCACTTCA GACTTaTAACCGTCTGCGCTCGCtACGcAATaTCCGGATAACGCTTGGAAC ATACGTATTACCGCGGCTGCTGGCACGTAtAGCCGTTCCtCTGGTAAGATACCGT CACACATTGAACAGTTACTCTCAATGTCATTCTTCTCTTACAACAGTGtACGAGCCG acTTCATCACACACGCGGCGTTGCTCCATCAGGCtCGcATTGTGGAAGATC CCTACTGCTGCCTcGTAGGAATATgCCGTGTCTCAGTcATTGTGGCCGATCA GTCTCTACACTCGGCTTNCATCATCGCCTTGGaCCATTACCTTACCACTAACTAATGC CCGCgANANTCCTTATGGaCAGAACCTCtaC Gambar 3. Urutan nukleotida gen 16S rRNA isolat 11 Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 61-70 Gambar 4. Hasil BLAST isolat 11 Hasil PCR dilanjutkan untuk proses sekuensing, yang memiliki peran penting dalam menentukan urutan nukleotida pada fragmen DNA yang terdeteksi dari hasil visualisasi DNA yang teramplifikasi dalam proses PCR. Urutan nukelotida gen 16S rRNA isolat 11 terlihat pada Gambar 3. Sekuensing gen 16S rRNA memungkinkan identifikasi spesies bakteri yang resisten dengan menganalisis hasil elektroforesis isolat dan menentukan kemiripan urutan nukleotida gen 16S rRNA. Analisis dilakukan secara menyeluruh di 1st BASE Malaysia melalui PT. Genetika Science. Pada sekuen tersebut, dilakukan pencarian kesamaan menggunakan program BLAST-N (Basic Local Alignment Search Tool-Nucleotid. Analisis BLAST dilakukan dengan tujuan membandingkan hasil sekuen DNA dengan sekuen DNA yang ada di seluruh dunia yang telah didokumentasikan dalam database Gen Bank. Melalui analisis BLAST, kita dapat memperoleh informasi tentang bakteri yang memiliki kesamaan dengan urutan DNA sampel, yang dapat sangat berguna dalam proses identifikasi Hasil analisis BLAST dari isolat bakteri asam laktat kode 11 menunjukkan bahwa spesies bakteri asam laktat yang diisolasi adalah Weissella confuse Strain 1841, dengan tingkat kesamaan nukleotida 100%. Weissella confuse merupakan bakteri asam laktat yang memiliki ciri-ciri berbentuk bulat, tersusun dalam susunan pasangan seperti rantai, dan termasuk dalam golongan bakteri gram positif. Selain karakterisasi morfologi dan genetik. Weissella confuse juga memiliki potensi pemanfaatan yang luas, terutama sebagai probiotik. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa Weissella spp. dapat memberikan manfaat kesehatan dengan cara meningkatkan memperkuat sistem imun, dan menekan Oleh karena itu, isolat W. confuse ini berpotensi dikembangkan sebagai probiotik untuk aplikasi dalam produk pangan fungsional, seperti yoghurt, susu fermentasi, atau produk olahan lainnya (Onur and ynnly 2. Di bidang pangan. Weissella confuse juga dikenal dapat berkontribusi pada proses fermentasi tradisional dengan menghasilkan senyawa bioaktif seperti asam laktat dan bakteriosin yang dapat memperpanjang umur simpan produk serta meningkatkan keamanan mikrobiologis. Selain itu, kemampuannya memproduksi enzim protease, seperti yang diuji pada aplikasinya dalam industri pangan untuk meningkatkan nilai gizi dan tekstur produk fermentasi (Al-Kharousi 2. Di bidang farmasi, probiotik dari genus Weissella mulai dieksplorasi untuk potensi penggunaan dalam terapi pencegahan dan pengobatan penyakit gastrointestinal, serta pengembangan produk farmasi berbasis mikroorganisme hidup. Oleh sebab itu, isolat Weissella confuse ini tidak hanya penting dari segi taksonomi, tetapi juga memiliki nilai tambah potensial untuk aplikasi di bidang kesehatan dan pangan, yang membuka Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 61-70 mengoptimalkan manfaat tersebut (Ahmed et al. KESIMPULAN Terdapat lima isolat bakteri asam laktat dari hasil isolasi tape beras ketan hitam, yang diberi kode isolat 11, 12, 13, 14, dan 15, memiliki morfologi bakteri serupa, yaitu bulat, kecil, cembung, dan berwarna Isolat 11 menunjukkan kemampuan aktivitas enzim protease. Hasil identifikasi molekuler menggunakan gen 16S rRNA pada isolat bakteri 11 menunjukkan homologi 100% dengan Weissela confuse REFERENSI