Journal of Accounting and Business Issues (JABI) Volume 04 Nomor 02 Tahun 2025 Hal : 1-14 https://ojs. id/index. php/jabi ISSN Online 2828-1411 ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF SELF-EFFICACY AND SOCIAL SUPPORT ON STUDENT ACADEMIC ACHIEVEMENT (CASE STUDY: STIE SUTAATMADJA STUDENT) Lingga Larasati Ilmira1 Diaz Salsafa2 1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja. Indonesia 2 Universitas Mandiri. Indonesia linggalarasatiilmira@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRACT Histori Artikel : Tgl. Masuk : 03-02-2025 Tgl. Diterima : 05-05-2025 Tersedia Online : 31-05-2025 Keywords: The advancement of higher education is closely tied to the quality of human resources it produces, with both internal and external factors significantly influencing studentsAo academic success. This study aims to evaluate the extent to which self-efficacy and social support affect academic achievement among university students. Selfefficacy refers to a studentAos belief in their capability to successfully carry out academic tasks, while social support encompasses emotional and instrumental assistance from the surrounding environment, including family, peers, and This research investigates the impact of these two variables both individually . and collectively . in enhancing academic performance. The study was conducted using a sample of 52 students from STIE Sutaatmadja, specifically from the Accounting and Management departments. The findings are expected to provide valuable insights into the psychological and social factors that shape the learning process and to serve as a foundation for developing more effective support strategies in higher education institutions. Self-Efficacy. Social Support. Academic Achievement. University Students. Educational Psychology. PENDAHULUAN Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya Pendidikan merupakan kunci utama dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul. Pendidikan merupakan suatu proses terstruktur yang menggunakan pendekatan dan metode pengetahuan, memperluas pemahaman, serta membentuk kemampuan dalam bertindak secara reflektif dan bertanggung Pendidikan merupakan salah satu bidang utama administrasi publik. Indonesia, sistem pendidikan nasional hierarkis yang mencakup pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan Setiap pendidikan memiliki peran yang vital dalam mengembangkan kemampuan intelektual, sosial, dan emosional siswa secara progresif dan berkesinambungan. Proses pembelajaran di tingkat membangun pondasi keilmuan dan keterampilan fundamental yang diperlukan sebagai dasar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Terdapat masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa, masa transisi ini merupakan periode krusial bagi sebagian besar siswa. dihadapkan pada tantangan akademik yang lebih kompleks serta diharuskan untuk mengembangkan kemandirian dan Volume 04. No. kemampuan berpikir kritis guna memenuhi tuntutan yang ada di perguruan tinggi. Perbedaan proses pembelajaran pada perguruan tinggi dengan pendidikan sebelumnya menjadi tantangan bagi Di sisi lain selama masa studi, mahasiswa sering kali menghadapi memengaruhi perkembangan dan capaian akademik mereka, baik dalam konteks non-akademik. Permasalahan akademik yang umum kesulitan dalam memahami materi kuliah, tekanan untuk mencapai prestasi tinggi, serta kecemasan terhadap ujian dan tugas-tugas permasalahan non-akademik, seperti tekanan sosial, masalah keuangan, atau kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan mempengaruhi kesejahteraan mahasiswa secara keseluruhan. Mahasiswa dituntut untuk dapat mengelola berbagai factor yang dapat mempengaruhi proses belajar mereka. Self-Efficacy dan dukungan sosial menjadi factor internal dan eksternal yang dapat Self-efficacy merujuk pada keyakinan individu terhadap kemampuan diri untuk berhasil dalam menjalani tugas atau mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan tinggi, self-efficacy dapat memengaruhi cara mahasiswa mengatasi tantangan akademik, seperti menyelesaikan tugas, mengikuti ujian, dan mengelola beban belajar. Dukungan social sebagai factor eksternal turut memegang peranan krusial dalam menunjang prestasi akademik mahasiswa. Dukungan sosial ini dapat berasal dari berbagai pihak, seperti keluarga, teman, dosen, maupun sesama mahasiswa, dan dapat berupa motivasi psikologis, bantuan dalam pembelajaran, atau dorongan semangat untuk terus KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Self-Efficacy Menurut Badura . menjelaskan self-efficacy merupakan persepsi individu akan keyakinan kemampuannya melakukan tindakan yang diharapkan. Menurut Sari . self-efficacy seseorang merasa, berpikir, memotivasi dirinya dalam berkelakuan. Keyakinan berdampak melalui empat aspek yakni kognitif, motivasi, afektif dan aspek lain. Self-efficacy tidak hanya membentuk persepsi seseorang terhadap tantangan, tetapi juga menentukan seberapa gigih menghadapi rintangan untuk meraih Efikasi diri merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan tertentu, dan memainkan peran penting dalam pembentukan serta pengaturan motivasi secara kognitif. Individu dengan tingkat efikasi diri yang tinggi cenderung memandang tantangan sebagai peluang untuk berkembang, bukan sebagai ancaman yang harus Mereka lebih berani menghadapi kesulitan, menunjukkan semangat dan ketekunan, serta berusaha lebih keras untuk mencapai target yang telah Sebaliknya, individu yang kemampuannya cenderung menghindari situasi menantang, menetapkan tujuan yang rendah, dan menunjukkan komitmen yang lemah. Tingkat efikasi diri seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis dan tingkat kesulitan tugas yang dihadapi, penghargaan atau pengakuan dari lingkungan sosial, peran atau status yang dimiliki dalam masyarakat, serta informasi atau pengalaman yang dimiliki terkait kemampuan diri. Sebagaimana dijelaskan oleh Badura . terdapat aspek-aspek yang membuat efikasi diri pada setiap individu berbeda, yaitu: Magnitude . ingkat tuga. , yaitu masalah yang berkaitan dengan derajat kesulitan tugas individu. Individu cenderung memilih tugas yang sesuai dengan Journal of Accounting and Business Issues (JABI) kemampuan diri dan menghindari tugas yang dianggap melebihi batas kemampuannya Strength . ekuatan keyakina. , yaitu aspek yang berkaitan individu atas kemampuannya. Semakin kuat keyakinan tersebut, semakin besar kemauan individu untuk terus berusaha meskipun belum memiliki pengalaman yang Sebaliknya, keyakinan yang lemah cenderung mudah goyah jika dihadapkan pada pengalaman negatif Generality . , yaitu hal yang berkaitan dengan luas cakupan tingkah laku diyakini oleh individu mampu dilaksanakan. Generality menunjukkan cakupan luas keyakinan efikasi diri, yakni apakah seseorang hanya percaya diri dalam situasi tertentu atau dalam berbagai konteks dan aktivitas yang beragam. Dukungan Sosial Keberadaan menjadi faktor esensial yang berfungsi Menurut Sarason, levine. Basham (Dalam Kirana, mendefinisikan dukungan social sebagai transaksi interpersonal yang melibatkan salah satu faktor atau lebih dari karakterisik berikut ini yaitu afeksi, penegasan, dan bantuan. Menurut Sari . Dukungan sosial adalah suatu bentuk perhatian berupa motivasi atau dorongan yang diberikan orang lain kepada individu yang berada dalam tekanan dan masalah yang sifat menolong agar individu yang berada dalam masalah merasa diperhatikan, dihargai, dicintai dan disayangi. Dukungan sosial berperan ganda kemampuan adaptasi terhadap stres sekaligus memperbaiki kondisi mental. Selain bersifat instrumental, dukungan ini juga bersifat afektif dengan menciptakan rasa memiliki, kenyamanan psikis, dan validasi diri. Capaian Akademik Capaian/Prestasi akademik dapat dipahami sebagai representasi nyata dari hasil yang diperoleh individu setelah pembelajaran yang berlangsung secara sistematis dalam lingkungan pendidikan Hasil ini mencerminkan tingkat keterampilan, dan kompetensi yang telah diajarkan, serta umumnya diukur melalui indikator seperti nilai ujian, indeks prestasi kumulatif (IPK), atau bentuk evaluasi akademik lainnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Prestasi merupakan hasil yang telah dicapai atau dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya. Capaian seseorang melewati proses pembelajaran. Menurut Kesi . Belajar dipandang sebagai suatu proses aktif dan semata-mata sebagai hasil akhir atau tujuan yang harus Kegiatan belajar tidak terbatas pada aktivitas mengingat informasi, melainkan mencakup pengalaman yang lebih luas dan mendalam yang melibatkan keterlibatan emosional, kognitif, serta tindakan nyata. Oleh karena itu, hasil dari proses belajar tidak hanya diukur dari kemampuan menguasai materi atau latihan semata, tetapi lebih penting lagi ditunjukkan melalui adanya perubahan perilaku, cara berpikir, serta sikap individu setelah menjalani proses pembelajaran Kerangka Pemikiran Pendidikan dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul. Mahasiswa di perguruan tinggi menghadapi tantangan akademik dan non-akademik yang lebih kompleks, sehingga menuntut kemandirian dan kemampuan berpikir kritis. Self-efficacy menjadi faktor internal yang memperkuat Volume 04. No. mencapai prestasi akademik. Sementara itu, dukungan sosial dari keluarga, teman, dan dosen berfungsi memberikan motivasi dan mengurangi tekanan psikologis. Kedua faktor ini berperan penting dalam menunjang capaian akademik mahasiswa di perguruan tinggi. Self-Efficacy (X. Dukungan Sosial (X. Capaian Akademik Mahasiswa (Y) Gambar 1 Kerangka Pemikiran Sumber: Peneliti, 2025 Berdasarkan kerangka pemikiran mengasumsikan bahwa self-efficacy (X. dan dukungan sosial (X. berpengaruh langsung terhadap capaian akademik mahasiswa (Y). Hubungan antar variabel tersebut digambarkan dalam model konseptual di mana kedua variabel bebas . elf-efficacy dan dukungan sosia. secara simultan maupun parsial berkontribusi terhadap peningkatan capaian akademik. Selanjutnya, capaian akademik yang diperoleh mahasiswa dianalisis untuk memahami sejauh mana self-efficacy dan dukungan sosial mempengaruhi hasil kesimpulan mengenai pentingnya faktor psikologis dan sosial dalam mendukung keberhasilan mahasiswa di perguruan Hipotesis Penelitian: H1: Self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap capaian akademik H2: Dukungan Sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap capaian akademik H3: Self-efficacy dan dukungan social berpengaruh positif terhadap capaian akademik mahasiswa METODOLOGI PENELITIAN Penelitian pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif verifikatif yang mencoba menafsirkan fenomena yang terjadi sesuai data yang ada di lapangan. Menurut Sugiyono . dalam bukunya Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D, pendekatan kuantitatif digunakan untuk generalisasi yang dapat diterapkan secara Pengukuran variable self-efficacy dilakukan dengan menggunakan indikator keyakinan, dan cakupan keyakinan lintas Sedangkan, pengukuran variable dukungan sosial dilakukan dengan emosional, dukungan dari keluarga, dan dukungan dari teman sebaya. Hasil data yang diperoleh kemudian diproses menggunakan perangkat lunak statistik SPSS. Menurut Sugiyono . Populasi generalisasi yang meliputi objek atau subjek dengan karakteristik dan sifat tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti dan diambil kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang melakukan studi di STIE Sutaatmadja. Sampel merupakan bagian dari populasi yang menjadi sumber data dalam penelitian dan digunakan untuk menjawab hasil dari penelitian. Sampel dapat mewakili seluruh populasi yang diteliti dan biasanya digunakan untuk menarik kesimpulan yang akan di generalisasi terhadap populasi. Tenik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Menurut Sugiyono . Simple Random Sampling adalah teknik pengambilan sampel dari anggota populasi yang memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 52 orang mahasiswa aktif di STIE Sutaatmadja Subang. Journal of Accounting and Business Issues (JABI) Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner responden . ahasiswa STIE Sutaatmadja Suban. Kuesioner berisi seperangkat pertanyaan tertulis dengan pilihan jawaban yang telah distandardisasi, sehingga memudahkan responden dalam memberikan respons dan peneliti dalam melakukan analisis data. Tabel berikut menyajikan statistik deskriptif untuk tiga variabel utama dalam penelitian ini, yaitu Self-Efficacy (X. Dukungan Sosial (X. , dan Capaian Akademik (Y). HASIL DAN PEMBAHASAN X1 52 25 60 51,44 X2 52 16 50 39,56 40 31,58 Sumber: Data Diolah, 2025 Hasil Penelitian Data penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner tertutup yang dirancang menggunakan skala Likert 5 poin, dengan rentang nilai dari 1 . angat tidak setuj. hingga 5 . angat setuj. Instrumen ini dibagikan kepada responden yang merupakan mahasiswa aktif, dengan total jumlah sampel sebanyak 52 orang. Proses pengumpulan data dilaksanakan selama tujuh hari, yakni mulai tanggal 28 Juni 2025 hingga 4 Juli 2025. Seluruh kuesioner yang memenuhi syarat telah diperiksa kelengkapan pengisiannya dan dikategorikan sebagai sampel valid. Dengan demikian, hanya data dari kuesioner yang lengkap dan relevan yang digunakan dalam analisis Ringkasan distribusi responden berdasarkan data tersebut disajikan pada tabel berikut: Tabel 1 Distribusi Kuisioner berdasarkan program studi Program Jumlah Presentase Studi Akuntansi 73,08% Manajemen 26,92% Total Sumber: Data Diolah, 2025 Analisis Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai minimum, maksimum, rata-rata . , dan standar deviasi dari masing-masing Tabel 2 Hasil Uji Statistik Deskriptif Variabel N Min Max Mean Std. Deviation 6,740 7,868 5,256 Uji Kualitas Data Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana item-item pernyataan dalam kuesioner mampu mengukur variabel yang seharusnya Validitas item diuji menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment antara skor masing-masing item dengan total skor dari konstruk variabel terkait. Kriteria pengambilan keputusan dalam uji validitas ini adalah membandingkan nilai rhitung dengan r-tabel pada taraf signifikansi 5% ( = 0,. Dengan jumlah responden sebanyak 52 orang, maka nilai r-tabel sebesar 0,273. Tabel 3 Hasil Uji Validitas terhadap item Pernyataan R-Hitung R-Tabel Hasil Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Volume 04. No. Sumber: Data Diolah, 2025 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan hasil perhitungan yang disajikan pada tabel di atas, terlihat bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai rhitung > r-tabel . Hal ini kuesioner dinyatakan valid, karena mampu menunjukkan korelasi yang signifikan dengan total skor variabel yang Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian ini telah memenuhi syarat validitas, dan seluruh pernyataan dalam kuesioner layak digunakan untuk mengukur variabelvariabel dalam penelitian ini. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan teknik Alpha CronbachAos. Jika suatu konstruk dikatakan memiliki reliabilitas yang baik apabila nilai Cronbach's Alpha lebih besar dari 0,60. Semakin mendekati angka 1, maka reliabilitas instrumen semakin tinggi. Tabel 4 Uji Reliabilitas terhadap item kuisioner. Variabel Self-Efficacy Dukungan Sosial Cronbach's Alpha Hasil Reliabel Reliabel Variabel Cronbach's Alpha Capaian Akademik Sumber: Data Diolah, 2025 Hasil Reliabel Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel memiliki nilai CronbachAos Alpha di atas 0,900, yang menunjukkan bahwa masingmasing variabel memiliki konsistensi internal yang sangat tinggi. Variabel SelfEfficacy menunjukkan nilai tertinggi yaitu 0,925, diikuti oleh Dukungan Sosial . dan Capaian Akademik . Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data residual dalam model regresi terdistribusi normal atau Uji ini penting dilakukan karena salah satu asumsi dasar dalam analisis regresi linear klasik adalah bahwa residual harus terdistribusi normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan dengan menggunakan metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Kriteria pengambilan keputusan dalam uji normalitas adalah sebagai berikut: Jika nilai Exact Sig. -taile. > 0,05, maka data berdistribusi Jika nilai Exact Sig. -taile. O 0,05, maka data tidak berdistribusi Tabel 3 Hasil Uji Normalitas Unstandardized Residual 0,0000000 Mean Std. Normal Deviation 3,3740759 Parameters 0,159 Absolute Most 0,093 Positive Extreme Negative -0,159 Differences 0,159 Test Statistic Asymp. Sig. -taile. 0,129 Exact Sig. -taile. Point Probability 0,000 Journal of Accounting and Business Issues (JABI) Sumber: Data Diolah, 2025 Berdasarkan hasil uji KolmogorovSmirnov, diketahui bahwa nilai Exact Sig. -taile. 129 > 0. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data residual terdistribusi normal. Normalitas distribusi data juga dapat terlihat pada histogram dibawah ini: Gambar 2 Histogram Hasil Uji Normalitas interpretasi pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji ini dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Adapun kriteria pengambilan keputusan dalam uji ini adalah sebagai Tolerance < 0,10 atau VIF > 10, maka terjadi multikolinearitas. Tolerance > 0,10 dan VIF < 10, maka tidak terjadi multikolinearitas. Sumber: SPSS Histogram di atas menunjukkan distribusi dari nilai residual yang dihasilkan dalam analisis regresi terhadap variabel dependen Capaian Akademik (Y). Garis lengkung hitam pada grafik menunjukkan bentuk kurva distribusi normal yang ideal. Sebagian besar nilai residual berada di sekitar nilai nol, yang merupakan indikator awal bahwa distribusi data relatif simetris. Puncak distribusi berada pada tengah, yaitu mendekati nilai residual 0 hingga 1, dengan frekuensi tertinggi sekitar 16Ae17 Meskipun ketidakseimbangan pada sisi kiri . dan kanan . , bentuk kurva masih cukup mendekati distribusi normal. Nilai mean residual OO 0 (Oe5. 62EOe. dan standar deviasi OO 0,980, menunjukkan bahwa residual terdistribusi secara seimbang dan tidak bias secara ekstrem. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan linear yang tinggi antar variabel independen . dalam model regresi. Multikolinearitas yang tinggi dapat menyebabkan bias dalam estimasi parameter regresi dan mempersulit Tabel 4 Uji Multikolinearitas Variabel Tolerance VIF /VIF) Self-Efficacy (X. Dukungan Sosial (X. Sumber: Data Diolah, 2025 Berdasarkan hasil uji di atas, nilai Tolerance untuk kedua variabel adalah sebesar 0,920 dan nilai VIF sebesar 1,087, yang masih berada jauh di bawah batas Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi. Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan Model regresi yang baik seharusnya tidak memiliki gejala heteroskedastisitas Dalam penelitian ini, uji heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan uji Glejser, di mana nilai absolut residual digunakan sebagai independen yang sama dengan model regresi awal digunakan sebagai variabel Jika probabilitas signifikansi (Sig. ) dari variabel independen lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Volume 04. No. Tabel 5 Hasil Uji Heterokedastisitas Variabel Sig. Self-Efficacy (X. Dukungan Sosial (X. Sumber: Data Diolah, 2025 Berdasarkan Uji Heteroskedastisitas metode Glejser diperoleh informasi mengenai pengaruh variabel independen terhadap nilai absolut residual. Untuk variabel Self Efficacy (X. , nilai signifikansi (Sig. ) yang diperoleh adalah sebesar 0,163. Karena nilai 0,163 lebih besar dari tingkat signifikansi =0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Self Efficacy (X. tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai absolut residual. Demikian pula untuk variabel Dukungan Sosial (X. , nilai signifikansi (Sig. ) adalah sebesar 0,432. Nilai ini juga lebih besar dari =0,05, yang mengindikasikan bahwa variabel Dukungan Sosial (X. tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai absolut residual. Dengan demikian, karena nilai independen (Self Efficacy (X. dan Dukungan Sosial (X. ) secara individual lebih besar dari 0,05, dapat disimpulkan heteroskedastisitas dalam model regresi Hal ini menunjukkan bahwa asumsi homoskedastisitas terpenuhi, di mana varians residual adalah konstan. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linier berganda merupakan metode statistik inferensial yang digunakan untuk menguji dan menganalisis pengaruh simultan maupun parsial dari dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel Dalam penelitian ini, analisis regresi linier berganda diterapkan untuk menguji hipotesis mengenai pengaruh variabel Self Efficacy dan Dukungan Sosial Capaian Akademik. Model regresi yang terbentuk gambaran kuantitatif mengenai arah dan masing-masing variabel independen terhadap variabel Tabel 6 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Dependen: Capaian Akademik Keterangan Koefisien Sig. -0,038 0,992 Konstanta Self-Efficacy (X. 0,582 0,000 Dukungan Sosial 0,042 0,510 (X. 34,943 F-hitung 3,187 F-tabel F-test Sig. R-Square Sumber: Data Diolah, 2025 Berdasarkan Tabel diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,588. Artinya, sebesar 58,8% variabilitas dalam variabel Capaian Akademik (Y) dapat dijelaskan oleh variabel Self-Efficacy (X. dan Dukungan Sosial (X. Sementara itu, sisanya sebesar 41,2% . %Oe58,8%) dijelaskan oleh faktor lain di luar model yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan nilai koefisien dan nilai konstanta pada Tabel 6, maka dapat disusun persamaan regresi sebagai Y=Oe0,038 0,582X1 0,042X2 Persamaan menunjukkan interpretasi sebagai berikut: Konstanta (-0,. : Jika nilai SelfEfficacy (X. dan Dukungan Sosial (X. dianggap konstan atau tidak mengalami perubahan . ernilai no. , maka rata-rata Capaian Akademik (Y) adalah sebesar 0,038 satuan. Koefisien Regresi Self-Efficacy (X1 = 0,. : Jika Self-Efficacy (X. meningkat sebesar satu satuan, maka Capaian Akademik (Y) akan meningkat sebesar 0,582 satuan, dengan asumsi nilai Dukungan Journal of Accounting and Business Issues (JABI) Sosial (X. Hal ini menunjukkan bahwa Self-Efficacy memiliki pengaruh positif yang Capaian Akademik signifikansinya 0,000 (<0,. Koefisien Regresi Dukungan Sosial (X2 = 0,. : Jika Dukungan Sosial (X. meningkat sebesar satu satuan, maka Capaian Akademik (Y) akan meningkat sebesar 0,042 satuan, dengan asumsi nilai Self-Efficacy (X. Namun, nilai signifikansi variabel ini sebesar 0,510 (>0,. , sehingga pengaruhnya terhadap Capaian Akademik tidak signifikan secara statistik pada tingkat signifikansi 5%, meskipun arah pengaruhnya tetap positif. yang signifikan terhadap Capaian Akademik (Y). Hal mengindikasikan bahwa tinggi rendahnya Self-Efficacy individu secara nyata memengaruhi tingkat Capaian Akademik yang diperoleh. Nilai hasil analisis, nilai signifikansi (Sig. ) untuk variabel Dukungan Sosial (X. adalah sebesar 0,510. Nilai 0,510 ini lebih besar dari tingkat signifikansi =0,05. Dengan bahwa variabel Dukungan Sosial (X. secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Capaian Akademik (Y). Ini berarti bahwa variasi dalam Dukungan Sosial tidak secara statistik memengaruhi Capaian Akademik secara individual dalam model ini. Uji Parsial (Uji T) Uji Simultan (Uji-F) Uji signifikansi parsial atau Uji t digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing . ecara individua. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Pengujian membandingkan nilai signifikansi (Sig. yang diperoleh dari hasil analisis statistik dengan tingkat signifikansi () yang telah 0,05. Kriteria sebagai berikut: Uji signifikansi simultan atau Uji F digunakan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen yang digunakan dalam model secara bersamasama . memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Pengujian ini penting untuk menentukan Pengambilan keputusan dalam Uji F didasarkan pada perbandingan antara nilai signifikansi (Sig. ) yang diperoleh dari hasil analisis dengan tingkat signifikansi () yang telah ditetapkan, yaitu 0,05, atau dengan membandingkan nilai F-hitung dengan F-tabel. Jika F-hitung > F-tabel, maka variabel-variabel secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Jika F-hitung < F-tabel, maka variabel-variabel secara simultan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika nilai Sig. <0,05, maka variabel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika nilai Sig. >0,05, maka variabel independen secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, diperoleh: Nilai signifikansi (Sig. ) untuk variabel Self-Efficacy (X. adalah sebesar 0,000 atau dari tingkat =0,05. Dengan bahwa variabel Self-Efficacy (X. secara parsial memiliki pengaruh Berdasarkan hasil Uji F yang disajikan dalam tabel ANOVA, diketahui bahwa nilai F-hitung sebesar 34,943 lebih besar dari nilai F-tabel sebesar 3,187. Selain itu, nilai Volume 04. No. signifikansi yang diperoleh adalah 0,000, yang secara signifikan lebih kecil dari tingkat signifikansi =0,05. Temuan ini secara konsisten menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara variabel Self-Efficacy (X. dan Dukungan Sosial (X. terhadap Capaian Akademik (Y). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model regresi yang telah dibentuk layak untuk digunakan dalam analisis lebih lanjut, dan hipotesis yang menyatakan bahwa kedua variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen dapat Pembahasan Pengaruh Self-efficacy terhadap Capaian Akademik Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan pada hipotesis pertama (H. dapat diketahui bahwa variabel SelfEfficacy (X. memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap variabel Capaian Akademik (Y). Hal tersebut dapat dibuktikan oleh analisis regresi berganda dengan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,000, yang jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi =0,05. Ini berarti variabel X1 berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y. Selain itu, nilai koefisien regresi menunjukkan arah hubungan positif sebesar 0,582, sehingga hipotesis H1 yang menyatakan pengaruh positif Self-Efficacy terhadap Capaian Akademik dapat diterima. Temuan ini konsisten dengan berbagai teori dan penelitian sebelumnya yang menekankan peran penting Self-Efficacy dalam pencapaian akademik. Self-Efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk mengorganisasi diperlukan untuk mencapai hasil yang Dalam konteks akademik, mahasiswa dengan Self-Efficacy yang tinggi cenderung lebih gigih dalam menghadapi tugas-tugas sulit, memiliki motivasi intrinsik yang kuat, dan mampu mengatur strategi belajar secara efektif. Sejalan dengan hasil penelitian ini, studi yang dilakukan oleh Hermin Arista dengan judul "PENGARUH SELFEFFICACY DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA" dalam "Jurnal PenKoMi: Kajian Pendidikan dan Ekonomi" juga menemukan bahwa Self-Efficacy memiliki pengaruh signifikan terhadap Hasil Belajar Mahasiswa. Oleh karena itu, pentingnya SelfEfficacy bagi mahasiswa tidak hanya pembelajaran, tetapi juga terkait dengan pembentukan mentalitas yang tangguh dan adaptif. Dengan bekal Self-Efficacy yang kuat, mahasiswa diharapkan mampu menghadapi berbagai tuntutan akademik, mengelola stres, dan pada akhirnya mencapai Capaian Akademik yang Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Capaian Akademik Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan pada hipotesis kedua (H. , diketahui bahwa variabel Dukungan Sosial (X. memiliki koefisien regresi positif sebesar 0,042. Namun, nilai probabilitas signifikansi yang diperoleh adalah 0,510, yang lebih besar dari tingkat signifikansi =0,05. Hal ini berarti variabel X2 secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y, sehingga hipotesis H2 yang menyatakan pengaruh positif Dukungan Sosial terhadap Capaian Akademik ditolak secara statistik. Meskipun Dukungan Sosial tidak terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap Capaian Akademik, secara teoritis, dukungan sosial seringkali dianggap sebagai faktor penting dalam lingkungan akademik. Dukungan sosial merujuk pada ketersediaan bantuan dan sumber daya dari individu lain, seperti keluarga, teman sebaya, atau dosen, yang dapat berbentuk dukungan emosional, informasi, instrumental, atau penilaian. Dalam konteks akademik, dukungan ini diharapkan dapat mengurangi stres, meningkatkan motivasi, dan memfasilitasi proses belajar mahasiswa. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan dengan beberapa penelitian Sebagai contoh, studi yang Journal of Accounting and Business Issues (JABI) dilakukan oleh Hermin Arista . dengan judul "PENGARUH SELFEFFICACY DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA" dalam "Jurnal PenKoMi: Kajian Pendidikan dan Ekonomi" justru menemukan bahwa Dukungan Sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Hasil Belajar Mahasiswa. Perbedaan hasil ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti karakteristik institusional, jenis dukungan sosial yang dominan dirasakan, atau bahkan metode pengukuran variabel yang mungkin memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap hubungan antar variable. Pengaruh Self-efficacy dan Dukungan Sosial terhadap Capaian Akademik Hipotesis (H. yang menguji apakah Self-Efficacy (X. dan Dukungan Sosial (X. secara simultan berpengaruh terhadap Capaian Akademik (Y) telah Berdasarkan hasil uji F dalam analisis regresi berganda, diperoleh nilai F-hitung sebesar 34,943, yang lebih besar dari nilai F-tabel sebesar 3,187. Selain itu, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 . ang jauh lebih kecil dari 0,. , dapat disimpulkan bahwa secara simultan, kedua variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap Capaian Akademik. Dengan demikian, model regresi ini layak digunakan untuk analisis, dan hipotesis (H. yang menyatakan bahwa kedua variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen dapat diterima. Keberhasilan Capaian Akademik mahasiswa sangat bergantung pada kombinasi antara keyakinan diri terhadap kemampuan pribadi dan dukungan yang diterima dari Self-Efficacy memberikan landasan psikologis yang kuat bagi seorang mahasiswa dalam mengembangkan strategi belajar yang Sementara itu. Dukungan Sosial akademik melalui penyediaan bantuan emosional, informasi, atau sumber daya yang diperlukan. Interaksi positif antara keyakinan internal mahasiswa dan lingkungan pendukung eksternal ini menjadi krusial dalam mendorong peningkatan dan optimalisasi hasil belajar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat ditarik beberapa simpulan terkait pengaruh Self-Efficacy dan Dukungan Sosial terhadap Capaian Akademik mahasiswa. Secara mengindikasikan bahwa Self-Efficacy (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan Capaian Akademik (Y), sebagaimana ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi positif sebesar 0,582, sehingga hipotesis yang diajukan diterima. Namun, untuk variabel Dukungan Sosial (X. , meskipun menunjukkan arah koefisien positif sebesar 0,042, pengaruhnya terhadap Capaian Akademik (Y) tidak terbukti signifikan secara statistik, dengan nilai signifikansi 0,510, sehingga hipotesis parsial yang berkaitan dengan variabel ini Meskipun demikian, secara simultan. Self-Efficacy (X. dan Dukungan Sosial (X. secara bersama-sama terbukti memiliki pengaruh yang signifikan Capaian Akademik (Y), sebagaimana ditunjukkan oleh nilai Fhitung sebesar 34,943 yang lebih besar dari F-tabel . dan nilai signifikansi 0,000. Hal ini menegaskan bahwa model regresi yang dibentuk layak digunakan. Koefisien determinasi sebesar 0,588 juga menunjukkan bahwa 58,8% variabilitas dalam Capaian Akademik dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut. Dengan demikian, keberhasilan akademik mahasiswa merupakan interaksi kompleks antara keyakinan diri intrinsik dan dukungan dari lingkungan eksternal. IMPLIKASI DAN KETERBATASAN Volume 04. No. Hasil analisis yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara SelfEfficacy dan Dukungan Sosial terhadap Capaian Akademik memberikan sejumlah implikasi penting, baik secara teoritis maupun praktis, yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan kebijakan dan praktik di lingkungan pendidikan tinggi. Implikasi Teoritis Secara teoritis, temuan penelitian ini memperkuat teori psikologi pendidikan dan motivasi belajar dengan menegaskan bahwa Capaian Akademik mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh faktor substansial oleh faktor non-kognitif seperti Self-Efficacy . ebagai dorongan interna. dan Dukungan Sosial . ebagai penguatan Hasil ini memperkaya literatur dengan bukti empiris mengenai kontribusi sinergis keyakinan diri akademik dan khususnya pada generasi muda yang dihadapkan pada dinamika perkuliahan. Implikasi Praktis Implikasi praktis dari penelitian ini A Bagi Institusi Pendidikan: Perguruan tinggi disarankan untuk mengembangkan dan memperkuat Self-Efficacy mahasiswa . isalnya, pelatihan menciptakan iklim kampus yang inklusif dan suportif untuk fostering dukungan sosial. A Bagi Dosen Tenaga Kependidikan: Dosen diharapkan Self-Efficacy mahasiswa melalui umpan balik konstruktif dan penugasan yang menantang namun realistis. Selain pembentukan komunikasi interpersonal yang suportif akan A menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Bagi Orang Tua dan Keluarga: Keluarga memegang peranan komunikasi yang terbuka, dan terhadap tantangan akademik yang dihadapi mahasiswa. Bagi Mahasiswa: Mahasiswa didorong untuk secara proaktif Self-Efficacy dalam aktivitas akademik mereka dan membangun relasi sosial yang Kombinasi Self-Efficacy yang tinggi dengan Dukungan Sosial memfasilitasi pengelolaan stres belajar, dan optimalisasi Capaian Akademik. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam menginterpretasi hasil dan menarik Ruang Lingkup Variabel. Penelitian hanya mengkaji dua variabel independen, yaitu selfefficacy dan dukungan sosial. Meskipun berpengaruh secara determinasi (RA sebesar 58,8%) terdapat 41,2% variabilitas capaian akademik yang dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Desain Penelitian. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional membatasi kesimpulan kausal secara pasti. Keterbatasan Sampel. Sampel terbatas pada mahasiswa dari satu institusi atau program generalisasi hasil perlu dilakukan dengan hati-hati dan hanya pada Journal of Accounting and Business Issues (JABI) dengan karakteristik Metode Pengumpulan Data. Data diperoleh melalui kuesioner self-report yang rentan terhadap bias persepsi atau kecenderungan respon sosial, meskipun instrumen telah divalidasi dan reliabel. Variasi Pengaruh Dukungan Sosial. Dukungan menunjukkan pengaruh signifikan Hal kemungkinan dipengaruhi oleh konteks lingkungan akademik atau bentuk dukungan yang diterima Keterbatasan ini diharapkan menjadi perhatian dalam penelitian selanjutnya untuk mengembangkan model yang lebih metodologis dan variasi sampel yang lebih REFERENCES