Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim STRATEGI GURU PAI DALAM MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN IBADAH SHOLAT FARDHU PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNAGRAHITA DI SLB Nurin Hurum Maqshuroh1 Fahmi Maulana2 1,2STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan Email : 1nurinhurumm255@gmail. 2maulanafahmi2@gmail. Received: 05-09-2024 DOI: Accepted: 25-10-2024 Published: 30-10-2024 Abstrak: Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Tunagrahita memiliki keterbatasan intelektual sehingga memerlukan pembelajaran yang tepat untuk menumbuhkan kemandirian mereka dalam menjalankan ibadah sholat fardhu. Dalam memberikan pembelajran terhadap ABK Tunagrahita, guru PAI perlu menggunakan strategi khusus. Strategi guru PAI adalah suatu rencana yang dilaksanakan oleh pendidik untuk mengoptimalkan potensi peserta didik. Sehingga peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mencapai hasil yang diinginkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan bentuk metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru PAI dalam menumbuhkan kemandirian ibadah sholat fardhu pada anak berkebutuhan khusus tunagrahita Hasil dari penelitian ini adalah, strategi pembelajaran yang diterapkan guru PAI guna menumbuhkan kemandirian ibadah sholat fardhu anak berkebutuhan khusus tunagrahita, antara lain, pendekatan psikologi, menyesuaikan kemampuan serta pembiasaan ibadah. Untuk hambatannya banyaknya materi lain pada mata pelajaran PAI, mata pelajaran PAI hanya satu kali dalam sepekan, rendahnya tingkat kemauan anak, orang tua tidak mencontohkan, kurangnya bahan ajar. Solusi yang ditawarkan oleh guru PAI dan pihak sekolah diantaranya, pemberian kartu kendali sholat, sabar dan telaten, serta guru PAI menjalin kerjasama dengan wali siswa. Kata Kunci: Strategi. Kemandirian Ibadah Sholat. Tunagrahita. PENDAHULUAN Manusia dilahirkan dengan potensi pendidik dan dapat dididik. Manusia dilengkapi dengan fitrah Tuhan dalam beberapa bentuk atau wadah, dan sesuai dengan statusnya sebagai makhluk yang mulia, dapat diisi dengan Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober Nurin Hurum Maqshuroh. Strategi Guru PAI dalam Menumbuhkan Kemandirian Ibadah Sholat Fardhu pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita di SLB) berbagai keterampilan dan keterampilan yang dapat dikembangkan. Pikiran, perasaan dan kemampuan untuk bertindak mengelola bagian dari alam ini, sebagaimana firman Allah Q. Ar-Rum ayat 30 yang berbunyi. AuMaka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah (Isla. Fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut . tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itula. agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak Ay (Q. Ar-Rum:30/. Strategi guru PAI adalah suatu rencana yang dilaksanakan oleh pendidik untuk mengoptimalkan potensi peserta didik. Sehingga peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mencapai hasil yang diinginkan. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya di sini bahwa arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan, sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Namun sebelumnya perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya (Haudi, 2. Saat ini banyak masyarakat yang menyadari perlunya mulai menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih untuk tumbuh kembang anak. Hasil yang diharapkan dari proses ini adalah anak kemudian dapat bertumbuh dengan baik dan mandiri. Cirinya adalah seorang anak dikatakan mandiri apabila ia mampu melakukan segala sesuatunya sendiri, dapat mengambil keputusan sendiri dan berani bertanggung jawab atas keputusan yang Secara umum ada dua jenis pendidikan, reguler dan pendidikan khusus. Dalam pendidikan reguler atau yang biasa disebut sekolah negeri, sistem pendidikann terfokus pada suatu kurikulum yang harus diikuti oleh guru dan Sedangkan, untuk sekolah berkebutuhan khusus atau biasa disebut sekolah luar biasa (SLB) merupakan wadah bagi anak-anak yang menderita gangguan fisik, mental, emosional, dan perilaku. Sistem pendidikan khusus, juga berbasis pada kemampuan atau fleksibel bagi siswanya. Umumnya guru banyak memberikan bimbingan kepada siswa untuk mengoptimalkan kemampuan siswa. Di antara sekian banyak petunjuk tersebut, tentunya pelajaran agama atau ibadah sangat penting dan wajib diajarkan bagi seorang muslim sejak dini. Salah satu ibadah wajib adalah sholat, dan tentunya dilakukan oleh semua orang yang memeluk Islam alias muslim karena hukum melaksanakannya itu fardu . Oleh karena itu, siapapun yang masuk Islam, termasuk ABK, tetap diwajibkan menunaikan ibadah tersebut. Menangani Anak Berkebutuhan Khusus , tidak sama antara yang satu dengan yang lainnya. Maksudnya anak autis, tunarungu, tunanetra dan lainnya memiliki cara atau metode sendiri dalam meyampaikan pembelajarannya. Khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Karena itu sangat dibutuhkan suatu strategi ataupun metode dalam menangani anak Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Nurin Hurum Maqshuroh. Strategi Guru PAI dalam Menumbuhkan Kemandirian Ibadah Sholat Fardhu pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita di SLB berkebutuhan khusus dalam proses pembelajaran. Hambatan internal dari anak tunagrahita dalam proses komunikasi, karena menyukai dunianya sendiri dan takut untuk bersosial. Hal itu disebabkan karena mental dan kecerdasan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam keadaan tersebut menyebabkan anak tunagrahita mengalami kesulitan dalam proses penyesuaian diri dengan lingkungannya serta dalam proses pembelajaran. Anak berkebutuhan khusus secara fisik, psikis, sosial-emosional sebenarnya dapat dikenali melalui kekhasan, perbedaan, serta kekurangan dan kelebihan dari anak normal pada umumnya. Anak dikatakan mengalami kelainan sebenarnya lebih banyak ditengarai oleh adanya perbedaan fungsi dari pertumbuhan fisiknya dan juga perkembangan dari fungsi kegunaan organ tubuh tersebut (Sulthon, 2. Anak Berkebutuhan Khusus adalah istilah lain untuk menggantikan kata AuAnak Luar BiasaAy Yang menandakan adanya kelainan khusus. Anak berkebutuhan khusus mempunyai karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan lainnya (Oki Dermawan, 2. Anak tunagrahita atau termasuk dalam kategori Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan individu yang memiliki keterbatasan kemampuan intelektual dan belajar. Mereka cenderung mengalami kesulitan dalam pemahaman bahasa, komunikasi, hingga keterampilan akademik lainnya. Tuna grahita adalah anak yang secara nyata mengalami hambatan keterbelakangan mental-intelektual jauh di bawah rata-rata sedemikian rupa sehingga mengalami kesulitan dalam tugas tugas akademik, komunikasi, maupun sosial dan karenanya memerlukan layanan pendidikan khusus. Ketunagrahitaan berarti bahwa fungsi kecerdasan mental secara signifikan lebih rendah dari rata-rata normal. Dalam penghitungannya, kecerdasan seseorang biasanya diukur dengan tes kecerdasan. Dalam hal ini para ahli pendidikan Indonesia menggunakan klasifikasi ketunagrahitaan didasarkan pada jumlah IQ yaitu. Tuna grahita ringan IQ-nya 50-70 (Debi. Tuna grahita sedang IQ-nya 30-50 (Imbisi. Tuna grahita berat dan sangat berat IQ-nya kurang dari 30 (Idio. Mengacu pada Hasil penelitian Ruzaipah. Muhammad Munir, dan MaAosum Agus Aljauhari yang berjudul AuStrategi Pembelajaran Shalat Oleh Pendidikan Guru Agama Islam terhadap Anak Tunadaksa di SDLB Negeri PangkalpinangAy (Journal of Education Islamic Research. Vol 1 No. 02, th. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi pembelajaran sholat oleh guru PAI terhadap anak tunadaksa di SDLB Negeri Pangkalpinang. Studi pendahuluan dalam penelitian ini yaitu permasalahan yang menyelidiki lebih dalam mengenai strategi pembelajaran, seperti. Seberapa efektifkah strategi pembelajaran yang digunakan dalam penelitian sebelumnya dalam meningkatkan pemahaman dan praktik sholat anak tunadaksa, dan Adakah strategi lain yang lebih efektif dalam mengajarkan sholat kepada anak tunadaksa dengan kondisi fisik yang berbeda-beda. Kesamaan dalam penelitian ini adalah Penelitian tersebut menggunakan Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Nurin Hurum Maqshuroh. Strategi Guru PAI dalam Menumbuhkan Kemandirian Ibadah Sholat Fardhu pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita di SLB) metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualititatif. Fokus penelitian ini adalah strategi guru PAI dan sholat. Kemudian variabel penelitian pada Riset diatas yakni Anak berkebutuhan khusus. Sedangkan perbedaan dalam penelitian ini adalah penelitian tersebut berfokus pada tunadaksa bukan tunagrahita, serta di dalam penelitian ini tidak membahas ibadah sholat fardhu. Berdasarkan uraian diatas untuk pembatasan lingkup penelitian maka peneliti memutuskan untuk mengambil satu rumusan masalah yaitu bagaimana strategi guru PAI dalam menumbuhkan kemandirian ibadah sholat fardhu anak berkebutuhan khusus tunagrahita. Tujuannya untuk mengetahui strategi apa yang digunakan oleh guru PAI dalam menumbuhkan kemandirian ibadah sholat fardhu anak berkebutuhan khusus tunagrahita. METODE PENELITIAN Penelitian bertempat di Sekolah Luar Biasa Yayasan Keluarga Kependidikan (SLB YKK) PACITAN yang beralamat di Desa Sumberharjo. Kecamatan Pacitan. Kabupaten Pacitan. Prov. Jawa Timur. Lokasi sekolah berdekatan dengan permukiman warga, selain itu sekolah juga dekat dengan pusat pemerintahan desa. Adapun kelas yang dijadikan sebagai lokasi riset adalah Kelas VII,Vi,IX. Riset dilakukan selama 4 . bulan, terhitung mulai bulan Maret 2024 sampai bulan Juni 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran atau riset yang objektif, faktual dan sistematis mengenai strategi guru PAI dalam menumbuhkan kemandirian ibadah sholat fardhu pada anak berkebutuhan khusus tunagrahita di SLB Yayasan Keluarga Kependidikan Pacitan. Maka dari itu penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui alat-alat prosedur statistik atau alat-alat kuantifikasi lainnya. Penelitian kualitatif berfokus meneliti individu, sistem, kelompok, organisasi serta Pada penelitian kualitatif, lebih diarahkan pada kondisi asli subjek penelitian berada. Strategi penelitian kualitatif yang digunakan dalam riset ini adalah studi kasus. Fokus studi kasus melekat pada paradigma yang bersifat Studi kasus lebih banyak digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana, mengapa, dan pada tingkat tertentu juga menjawab pertanyaan apa dan apakah. Adapun sumber data yang lain, didapat oleh peneliti berdasarkan observasi dan meminta data dari pihak lembaga, mulai dari data tenaga pendidik, jumlah siswa, dan jadwal kegiatan Pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi (Sugiyono. Dalam penelitian ini, observasi dilakukan di semua kelas/kegiatan . SMPLB Tunagrahita Yayasan Keluarga Kependidikan Pacitan. Dalam penelitian ini wawancara diajukan kepada kepala sekolah dan guru PAI yang bertujuan untuk mencari data lebih detail mengenai kondisi sekolah, mengenai bagaimana starategi guru PAI dalam menumbuhkan kemandirian ibadah sholat fardhu pada anak berkebutuhan khusus tunagrahita. Kemudian dalam Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Nurin Hurum Maqshuroh. Strategi Guru PAI dalam Menumbuhkan Kemandirian Ibadah Sholat Fardhu pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita di SLB dokumentasi, dokumen digunakan untuk mencari dan memperoleh struktur organisasi sekolah luar biasa, kurikulum, visi dan misi sekolah, jumlah siswa, jumlah guru, dan data sekolah lainnya SLB Yayasan Keluarga Kependidikan Pacitan. Untuk menetapkan keabsahan/kevalidan . data diperlukan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Ada empat kriteria yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan . , keteralihan . , kebergantungan . , dan kepastian . Pengecekan keabsahan data berguna untuk menguji keabsahan data agar data yang telah dikumpulkan akurat dan sesuai, maka peneliti menggunakan teknik triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Teknik triangulasi dalam pengujian kredibilitas atau keabsahan data atau kevalidan data dalam penelitian diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber, berbagai cara dan berbagai waktu. Tujuan triangulasi adalah untuk meningkatkan ke teoritis, metodologis, maupun interpretatif dari penelitian kualitatif(Arnild Augina Mekarisce, 2. Tujuan dari triangulasi bukanlah untuk mencari kebenaran tentang beberapa fenomena, tetapi lebih pada peningkatan pemahaman peneliti terhadap apa yang ditemukan. Dengan menggunakan triangulasi dalam keabsahan data, maka data yang diperoleh akan lebih konsisten, tuntas, dan pasti. Dalam hal ini penulis menggunakan analisis data kualitatif, dimana data dianalisis melalui metode analisis deskriptif, yaitu untuk menggambarkan gejala peristiwa, atau peristiwa yang sedang terjadi, atau untuk memfokuskan pada masalah yang sebenarnya seperti pada saat melakukan penelitian. Analisis data ini digunakan untuk menyusun, mengolah, dan menghubungkan semua data yang diperoleh dari lapangan sehingga menjadi sebuah kesimpulan atau teori. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil wawancara terkait strategi guru PAI yang digunakan oleh guru PAI SLB YKK Pacitan. Saniah, dapat disimpulkan bahwa beliau berencana membuat jadwal sholat dan mengirimkannya kepada orang tua Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada murid dalam mempraktikkan sholat secara langsung di rumah dengan bimbingan orang tua (Vygotsky, 1. Jadi selain dari bimbingan guru di sekolahan, peran orang tua dirumah juga sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Guru PAI juga akan meminta nomor telepon orang tua murid agar lebih mudah berkomunikasi dengan mereka. Sedangkan dalam proses pembelajaran, strategi yang digunakan oleh guru PAI SLB YKK Pacitan adalah menggunakan strategi merayu murid untuk belajar sholat. Hal ini dilakukan karena murid dengan kebutuhan khusus membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan murid normal. Anak tuna grahita atau cacat mental membutuhkan sebuah tindakan psikologi yang lebih intens yang membuat anak tersebut nyaman untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Seperti dalam teori pendekatan berpusat pada murid, guru harus menciptakan suasana kelas yang inklusif Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Nurin Hurum Maqshuroh. Strategi Guru PAI dalam Menumbuhkan Kemandirian Ibadah Sholat Fardhu pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita di SLB) dimana semua anak berkebutuhan khusus tunagrahita merasa dihargai dan dihormati (Carl Rogers, 1. Guru PAI juga berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan Hal ini penting karena setiap murid memiliki kebutuhan yang berbedabeda. Guru PAI memahami bahwa memaksakan murid untuk belajar sholat tidak akan efektif. Oleh karena itu, guru PAI akan bersabar dan terus berusaha untuk membantu murid belajar sholat. Meskipun diklasifikasikan tunagrahita, kemampuan setiap anak berbeda-beda. Seperti halnya dalam proses pembelajaran dan pengaplikasian. Guru PAI mengungkapkan tak jarang anak tunagrahita punya kecenderungan tempramental atau mudah marah, jika dipaksa melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan kehendaknya. Oleh sebab itu. Guru PAI secara mandiri memahami setiap karakter anak dalam memberikan materi maupun permintaan praktek sholat, sederhananya adalah menyesuaikan dengan kemampuan anak. Hal ini sesuai dengan teori pembelajaran diferensiasi intruksional, bahwa "serangkaian keputusan yang dibuat guru untuk menyesuaikan pembelajaran agar dapat memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa" yang menekankan pada pentingnya menyediakan berbagai pilihan cara belajar, terlibat, dan menunjukkan pemahaman bagi siswa (Carol Tomlinson, 2. Kepala sekolah menjelaskan strategi kompleks yang diterapkan sekolah untuk PAI mempertimbangkan berbagai jenis kebutuhan mereka : . Tunarungu: Sekolah menyediakan penerjemah untuk membantu murid tunarungu memahami materi pembelajaran. Tunagrahita: Untuk murid tunagrahita dengan IQ rendah, sekolah melibatkan tenaga pendidik khusus . on-PLB) dalam proses belajar mengajar. Tunanetra: Pembelajaran baca Al-Qur'an menggunakan metode Braille. Sekolah menyadari keterbatasan guru PAI dalam membaca AlQur'an Braille. Kepala sekolah menunjukkan komitmen dan kepemimpinan dalam memastikan murid berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan PAI yang berkualitas. Sekolah menerapkan strategi yang tepat dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, termasuk kolaborasi dengan pihak eksternal. Tabel 1. Pedoman Wawancara Kepala Sekolah Guru Pendidikan Agama Islam Bagaimana Apa saja strategi pembelajaran PAI di SLB konkret yang digunakan YKK Pacitan. Khususnya guru pai untuk membantu dalam pelaksanaan ibadah anak-anak berkebutuhan khusus dalam memahami dan melaksanakan ibadah AuUntuk disini sholat secara mandiri? kompleks mbak. Ada anak-anak khusus AuPengelompokan berdasarkan Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Nurin Hurum Maqshuroh. Strategi Guru PAI dalam Menumbuhkan Kemandirian Ibadah Sholat Fardhu pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita di SLB tunanetra, dan tunagrahita. kalau untuk tunarungu itu betul ada penerjemahnya. untuk anak yang IQ nya rendah tunagrahita itu bisa tenaga pendidik yang notabennya non PLB nah yang paling khusus itu untuk pembelajaran baca Al-QurAoan yang tunanetra itu pake braille. sementara guru PAI di sini saya kira belum mampu untuk baca al-qurAoan braille itu, untuk itu pengalaman kemarin saya itu mengirim anak-anak tunanetra ke semarang setelah itu dia bisa, lha itu nanti apabila anak-anak yang belum bisa baca akan mendatangkan alumni dari sini. Kalau kemandirian untuk anak'' siap bisa. ada musholanya disini jadi setiap hari anak'' itu sholat wajib dhuhur itu kita arahkan ke mushola. Dan sudah berjalanAy kemampuan, pengelompokan sesuai tuna. disini tunanetra cuma satu itupun ganda, jadi masuknya ke C. dia dikasih hari ini nanti lupa lagi. cuma satu itupun ngga tunanetra ini biasanya cepat nangkap IQnya jalan kan matanya tertutup cepet hafal makanya kayak tak kasihkan braille itu seumpama huruf Hijaiyah apal ini ini, aku seumpama hari ini diajari a, ba, tsa. yaudah besuk lagi ngga ingat blas sama sedangkan sekarang udah kelas 2 SMA huruf abjad biasa aja Ndak hafal. emang ganda anaknya jadi ya harap maklum aja. kita kalo udah ganda kek gitu yang penting kita ngasih materi aja lha memang udah berbuih'' ngomong nya besuk pagi ditanya udah ngga inget gimana dipaksa kan juga Ndak bisa emang anak begituAy Tabel 2. Hasil Analisis Interaktif dan Hasil Analisis Mengalir Hasil Analisis Interaktif Hasil Analisis Mengalir Beberapa faktor yang diduga 1. Dalam terakhir, berdasarkan penurunan kemauan anak hasil analisis mengalir, melaksanakan ibadah sholat, waktu ke waktu: beribadah pada anak Kurangnya pemahaman berkebutuhan khusus. tentang makna dan 2. Strategi manfaat sholat: Anak Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Nurin Hurum Maqshuroh. Strategi Guru PAI dalam Menumbuhkan Kemandirian Ibadah Sholat Fardhu pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita di SLB) secara mendalam makna dan manfaat sholat. Hal ini dapat menyebabkan melaksanakan sholat. Kesulitan melaksanakan gerakan Anak gerakan sholat karena keterbatasan fisik atau intelektual mereka. Hal mereka merasa frustasi Kurangnya teladan dari orang tua atau orang Anak tunagrahita sering kali belajar dengan meniru orang tua atau orang Jika orang tua atau orang dewasa di sekitar mereka tidak kemungkinan besar juga tidak akan sholat. Kurangnya dukungan dan pembinaan dari keluarga, sekolah, dan Anak Kurangnya dukungan ABK ABK menerima materi jika berulangulang atau pembiasaan. Pihak sekolah belum jadwal beribadah pada ABK keterbatasan waktu jam maksimal pukul 11. WIB. Oleh sebab itu, berdasarkan sumber yang diperoleh, metode analisis mengalir. Pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran PAI yang dilakukan setiap pekan mendorong ABK untuk melaksanakan beribadah. Setiap pekan berlalu. ABK cenderung belum dapat memahami secara utuh materi maupun praktek beribadah sholat fardhu dilakukan pembiasaan, baik melalui pembelajaran di kelas, maupun praktek langsung setiap memasuki jadwal sholat. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Nurin Hurum Maqshuroh. Strategi Guru PAI dalam Menumbuhkan Kemandirian Ibadah Sholat Fardhu pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita di SLB dan pembinaan dari keluarga, sekolah, dan menyebabkan mereka semakin sulit untuk Berdasarkan analisis di atas, berikut beberapa solusi yang anak tunagrahita dalam melaksanakan ibadah sholat: Meningkatkan makna dan manfaat sholat: Orang tua, guru, memberikan penjelasan yang mudah dipahami makna dan manfaat Hal ini dapat contoh nyata. Membantu melaksanakan gerakan sholat: Orang tua, guru, melaksanakan gerakan Hal ini dapat memberikan panduan, contoh, dan bantuan fisik jika diperlukan. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Nurin Hurum Maqshuroh. Strategi Guru PAI dalam Menumbuhkan Kemandirian Ibadah Sholat Fardhu pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita di SLB) Memberikan yang baik kepada anak tunagrahita: Orang tua, guru, dan orang dewasa secara rutin. Hal ini akan memotivasi anak mengikuti jejak mereka. Meningkatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat: Keluarga, sekolah, dan masyarakat pembinaan kepada anak Hal ini dapat mengadakan kegiatan untuk anak tunagrahita, yang ramah tunagrahita, pelatihan kepada orang tua dan guru tentang cara membimbing anak KESIMPULAN Strategi guru PAI adalah suatu rencana yang disusun secara terstruktur dan sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran PAI yang telah ditetapkan, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, materi pembelajaran, dan kondisi lingkungan belajar (Nurul Huda, 2. Strategi guru PAI secara Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Nurin Hurum Maqshuroh. Strategi Guru PAI dalam Menumbuhkan Kemandirian Ibadah Sholat Fardhu pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita di SLB global bertujuan untuk memberikan pembelajaran agama yang bermakna, relevan, dan memotivasi bagi siswa mereka, dengan memperhatikan kebutuhan dan karakteristik individu siswa serta konteks sosial dan budaya di mana mereka belajar. Strategi guru PAI merujuk pada pendekatan, metode, dan teknik yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam mengajar materi agama kepada siswa mereka. Ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemilihan materi pelajaran hingga cara penyampaian yang efektif. Dalam hal ini seyogyanya pendidik faham bahan pertimbangan untuk menentukan strategi pembelajaran. Beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi guru PAI untuk menumbuhkan kemandirian ibadah sholat fardhu pada anak berkebutuhan khusus tunagrahita, antara lain, . Menerapkan pembelajaran kooperatif: membagi anak berkebutuhan khusus tunagrahita menjadi kelompok-kelompok kecil untuk belajar sholat bersama, . Menggunakan media pembelajaran yang interaktif: seperti video, gambar, dan permainan untuk membantu anak berkebutuhan khusus tunagrahita memahami konsep sholat, . Memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus tunagrahita untuk mempraktekkan sholat secara langsung: dengan bimbingan dan arahan dari guru. Hakikat strategi guru PAI adalah tentang bagaimana guru menggunakan pendekatan yang tepat, teknik, dan metode pembelajaran yang dirancang khusus untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam mata pelajaran pendidikan agama islam. Ini mencakup pemahaman mendalam tentang materi pelajaran, kebutuhan siswa, dan konteks pembelajaran. Berikut adalah beberapa inti dari hakikat strategi guru PAI. Berdasarkan hasil penelitian tentang Strategi Guru PAI dalam Menumbuhkan Kemandirian Ibadah Sholat Fardhu pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita di SLB dapat diambil beberapa kesimpulan, yakni strategi pembelajaran yang diterapkan guru PAI guna menumbuhkan kemandirian ibadah sholat fardhu anak berkebutuhan khusus tunagrahita, antara lain, pendekatan psikologi. , penyederhanaan komunikasi, pengulangan kegiatan atau materi, menyesuaikan kemampuan serta pembiasaan ibadah dengan cara pemberian kartu kendali sholat. DAFTAR PUSTAKA