DIANMAS BHAKTI: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI E-ISSN: x-x. Vol 1 No 1 Tahun 2024 GERAKAN SADAR STUNTING: MENUJU MASA DEPAN INDONESIA BERKUALITAS 1Monica Angelina 1Siswadi 2Aris Setiawan*. Fakultas Hukum. Program Studi Ilmu Hukum. Universitas Panca Bhakti . Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Akuntansi. Universitas Panca Bhakti *Coresponding author: arissetiawan@upb. E-ISSN: x-x DOI: VOLUME: 1 Article history: Received : 10 Sep 2024 Revised : 19 Sep 2024 Accepted : 21 Okt 2024 Abstract The Stunting Awareness Movement: Toward a Quality Future for Indonesia is a community service program aimed at raising public awareness about the dangers of stunting and the importance of fulfilling childrenAos nutritional needs from an early age. Stunting is a serious health issue that can impede childrenAos physical and cognitive development and negatively impact the quality of future human This program encompasses various activities, such as outreach, nutritional education, and training for communities and families, especially for pregnant women and families with young Through a participatory approach and collaboration with healthcare professionals, this movement aims to enhance public understanding of stunting and promote behavioral changes towards healthy living. The results of this initiative show an increase in community knowledge about stunting, as well as greater concern for child health and the importance of balanced nutrition. Keywords: Stunting, community service, child health, balanced nutrition, public awareness Abstrak Gerakan Sadar Stunting: Menuju Masa Depan Indonesia Berkualitas adalah sebuah program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya stunting dan pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini. Stunting merupakan masalah kesehatan serius yang dapat menghambat perkembangan fisik dan kognitif anak, serta berdampak negatif terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Program ini melibatkan berbagai kegiatan, seperti sosialisasi, edukasi gizi, dan pelatihan untuk masyarakat dan keluarga, khususnya pada ibu hamil dan keluarga dengan anak balita. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan, diharapkan gerakan ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting dan mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup sehat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting, serta kepedulian yang lebih besar terhadap kesehatan anak dan pentingnya gizi seimbang. Kata Kunci: Stunting, pengabdian masyarakat, kesehatan anak, gizi seimbang, kesadaran masyarakat DIANMAS BHAKTI: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI E-ISSN: x-x. Vol 1 No 1 Tahun 2024 PENDAHULUAN Stunting, masalah gizi kronis yang menghambat tumbuh kembang anak, merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Kondisi ini tak hanya merugikan anak-anak sebagai generasi penerus, tetapi juga berdampak negatif bagi kemajuan bangsa secara Anak-anak yang mengalami stunting memiliki kecerdasan yang terhambat, daya tahan tubuh lemah, dan rentan terhadap penyakit. Hal ini berakibat pada rendahnya kualitas sumber daya manusia dan menghambat potensi Indonesia untuk berkembang secara maksimal. Kondisi stunting di Indonesia masih memprihatinkan. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 30,8%. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak anak Indonesia yang terancam masa depannya karena kekurangan gizi . Melihat permasalahan ini, kesadaran kolektif menjadi kunci untuk melawan Gerakan Sadar Stunting bertujuan untuk membangun pemahaman yang komprehensif mengenai stunting, mulai dari penyebab, dampak, hingga solusi yang efektif . Gerakan ini mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, tenaga kesehatan, pendidik, orang tua, maupun masyarakat umum, untuk bersinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Melalui Gerakan Sadar Stunting, kami ingin membangun momentum baru dalam mewujudkan Indonesia bebas stunting. Gerakan ini akan diwujudkan melalui berbagai program edukasi, pelatihan, dan kampanye yang menarik dan mudah dipahami . Kami akan melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan media massa, dalam menyebarkan pesan-pesan penting tentang stunting. Kesadaran yang kuat tentang stunting merupakan langkah pertama untuk mewujudkan Indonesia yang berkualitas. Dengan memahami penyebab, dampak, dan solusi yang tepat, kita dapat bersama-sama menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berpotensi tinggi. Gerakan Sadar Stunting merupakan langkah nyata untuk menciptakan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Masalah malnutrisi di Indonesia merupakan masalah kesehatan yang belum bisa diatasi sepenuhnya oleh Hal ini terbukti dari data- data survei dan penelitian seperti Riset Kesehatan Dasar . yang menyatakan bahwa prevalensi stunting severe . angat pende. di Indonesia adalah 19,3%, lebih tinggi disbanding tahun 2013 . ,2%) dan tahun 2007 . %). 2 Bila dilihat prevalensi stunting secara keseluruhan baik yang mild maupun severe . endek dan sangat pende. , maka prevalensinya sebesar 30,8% . Laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 menunjukkan penurunan prevalensi stunting di tingkat nasional sebesar 6,4% selama 5 tahun, yaitu dari 37,2% . menjadi 30,8% . Proporsi status gizi. pendek dan sangat pendek pada seseorang, mencapai 29,9% atau lebih tinggi dibandingkan target rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2019 sebesar 28% . Dari hasil Studi status gizi Indonesia (SSGI) yang dilaksanakan tahun 2019 prevlensi stunting di indonesia sebesar 27,6%. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Menjalin. Marijan mengatakan, angka stunting di Menjalin sejak tahun 2019 terus mengalami penurunan, yang mana angka stunting pada tahun 2021 sebesar 21% persen turun menjadi 18,4% persen pada tahun 2022, dan pada tahun 2023 stunting Kabupaten Landak kembali turun menjadi 16% persen. Sedangkan berdasarkan data per tahun 2024 periode Febuari ini terdapat sebanyak 14%. "Berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat . pada bulan Febuari 2024. Marijan optimis dengan kerja sama antar bidang dan intansi. DIANMAS BHAKTI: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI E-ISSN: x-x. Vol 1 No 1 Tahun 2024 status zero stunting bisa tercapai di tahun 2024 mendatang . "Untuk mengejar zero stunting, tentunya bukan hanya tenaga kesehatan saja yang bekerja, namun ada peran dari desa, khususnya desa Re`es. Kecamatan Menjalin. Kabupaten Landak. Yang mana bedasarkan data dari Rekapitulasi Pencatatan Dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat melalui Ektronik . -PPGBM), data anak stunting di desa Re`es pada tahun 2024 ini Disdukcapil Kabupaten Landak dan semua sektor agar setiap balita yang baru lahir tercukupi gizinya, terpantau kesehatan dan pertumbuhannya dengan mendatangi puskesmas, polindes maupun klinik agar bisa ditimbang, diukur Panjang dan berat badan balita," ujarnya . Sementara itu, kader posyandu sebagai garis terdepan dalam penurunan angka stunting. AKI dan AKB, karena kader posyandu ini posisinya paling dekat dengan masyarakat dan yang sehari-harinya mereka juga mengetahui kondisi ibu hamil dan bayi balita di wilayah kerjanya masing-masing. Stunting itu lebih banyak dipengaruhi faktor psikis, makanya jika semua bisa digerakan, peduli dan merasa diperhatikan, maka stunting di Desa Re`es akan jauh lebih turun lagi . Berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat . -PPGBM) pada Desember 2024, jumlah balita pendek dan sangat pendek di Kecamatan Menjalin terus menurun setiap tahunnya. Stunting adalah suatu kondisi pada seorang yang memiliki panjang atau tinggi badan kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Stunting adalah kondisi tinggi badan seseorang lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umunya atau yang seusia . Kasus stunting merupakan permasalahan global dan tidak hanya terjadi di Indonesia. Menurut . Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan . rowth falterin. akibat akumulasi ketidak cukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan . Tinggi badan merupakan salah satu jenis pemeriksaan antropometri dan menunjukkan status gizi Adanya stunting menunjukkan status gizi yang kurang . dalam jangka waktu yang lama . Desa ReAoes merupakan salah satu desa di Kecamatan Menjalin yang menghadapi permasalahan stunting, dimana hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang stunting, keterbatasan tenaga Kesehatan dalam mensosialisasikan tentang stunting, kurangnya kesadaran keluarga yang beresiko stunting . bu hamil, ibu pascasalin atau menyusui, ibu balit. berkunjung ke posyandu. METODE PENGABDIAN Metode pelaksanaan KKN BKKBN MBKM Tematik Universitas Panca Bhakti Pontianak meliputi. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, pola makan yang baik, perawatan anak, dan faktor-faktor penyebab stunting. Mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam hal pola makan, pemenuhan gizi, dan perawatan anak untuk mencegah stunting. Meningkatkan akses masyarakat, terutama ibu hamil dan anak-anak, ke pelayanan kesehatan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan gizi. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi program-program gizi serta pencegahan stunting. Membangun kapasitas masyarakat untuk berperan aktif dalam Upaya pencegahan dan penanggulangan stunting, termasuk pelatihan dan pendidikan mengenai gizi dan kesehatan anak. Menilai dampak dan efektivitas program KKN stunting melalui pemantauan secara berkala, evaluasi hasil, dan penyesuaian strategi bila diperlukan. Mendorong pembentukan atau penguatan lembaga atau komite yang berfokus pada pencegahan stunting dalam jangka panjang. DIANMAS BHAKTI: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI E-ISSN: x-x. Vol 1 No 1 Tahun 2024 Menjadi kontributor dalam peningkatan kualitas hidup anak-anak dan keluarga di wilayah yang terdampak stunting. Membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha dan kegiatan ekonomi yang berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga dan akses terhadap makanan yang berkualitas. Pentingnya tindakan pencegahan melalui kegiatan KKN stunting yang efektif dan berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Rencana aksi yang di program dalam kegiatan KKN BKKBN telah dapat dilaksanakan secara baik. Pelaksanaan rencana aksi kegiatan di mulai tanggal 1 Agustus dan berakhir tanggal 31 Agustus 2023. Adapun kegiatan yang dilaksanakan antara lain. Membantu kegiatan ke Posyandu. Bakti Sosial. Penyuluhan/ sosialisasi. Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). kegiatan lainya yang juga dilaksanakan antara lain mengikuti sosialisasi Tentang KDRT, upacara 17 agustus, jalan santai yang dilaksanakan kecamatan. Kegiatan yang terkait stunting, membantu ke posyandu balita sekaligus praktek DASHAT. Dalam kegiatan ini kampus bekerja sama dengan pihak BKKBN dalam rangka PENTING (Peduli Stuntin. , dalam kegiatan ini mahasiwa memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting, baik saat ibu hamil maupun saat anak masih balita, di sini pentingnya menjaga nutrisi dan gizi pada anak, sehingga kebutuhan gizi anak terpenuhi, dengan kebutuhan anak yang terpenuhi, maka dapat mencegah stunting, sehingga dapat dikatakan bahwa dengan menjaga nutrisi dan gizi pada anak, anak tidak akan mengalami stunting, dan tidak hanya ketika balita, anak ketika di dalam kandungan harus diberikan nutrisi melalui makanan yang di makan ibunya, sehingga ibu harus memakan makanan yang sehat dan bergizi. Tidak hanya melakukan penyuluhan pada masyrakat, para mahasiwa juga langsung melakukan praktek masak, dimana kegiatan tersebut sambil menjelaskan makanan yang sehat dan bergizi, seperti menjelaskan kandungan yang ada di dalam sayur maupun buah. Dan tidak hanya makanan yang sehat, akan tetapi di kegiatan ini mahasiwa juga memberikan kreasi makanan sehat, sehingga anak anak yang tidak suka makan sayur tetap dapat diberikan sayur yang sehat, dengan cara mengolah sayur dan makanan sehat lainya dengan berbagai kreasi, sehingga anak anak mau memakan sayuran tersebut. Adapun menu dalam praktek DASHAT antara lain nugget tahu dan telur dadar daun kelor. Ternyata kedua menu ini sangat di minati oleh ibu Ae ibu yang hadir dalam kegiatan tersebut. DIANMAS BHAKTI: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI E-ISSN: x-x. Vol 1 No 1 Tahun 2024 Tidak sedikit langkah yang perlu dilakukan dalam upaya mencegah stunting, salah satunya melakukan penyuluhan perubahan perilaku bagi keluarga, masyarakat hingga tehadap para pengambil kebijakan. Penanganan stunting,menjadi perhatian serius pemerintah desa ReAoes untuk mewujudkan generasi berkualitas dimasa datang sebagai penerus pembangunan berkelanjutan, kata Lilik Sudarmasih. Sos. Msi. Selaku Penyuluh KB Desa ReAoes, saat menyampaikan sambutannya pada penyuluhan percepatan penurunan stunting bersama mahasiswa KKN BKKBN Universitas Panca Bhakti. Stunting disebabkan beberapa faktor diantaranya kekurangan gizi, salahnya pola pengasuhan serta dapat disebabkan lingkungan kurang sehat, guna menekan atau menghindari potensi stunting perlu dilakukan komunikasi perubahan perilaku,Ay Wella feronika di desa ReAoes. Rabu, 02/8. Perubahan perilaku memiliki tujuan yang spesifik dan bervariasi antar setiap kelompok, dan dilakukan secara terus menerus dengan menginventarisir kelompok Kelompok primer, sekunder dan kelompok tersier. Kelompok primer seperti, ibu hamil, ibu menyusui, kelompok baduta dan balita serta tenaga pendamping. Kelompok tersier adalah pihak-pihak yang terlibat sebagai lingkungan pendukung bagi upaya percepatan pencegahan stunting, terdapat pengambil kebijakan/keputusan, baik di tingkat nasional maupun Tingkat provinsi, kabupaten, kota, dan desa. Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dunia usaha dan media massa. Sementara kelompok sekunder adalah kelompok yang berpotensi untuk melahirkan, mencegah, dan mengoreksi anak stunting di masa mendatang dan kelompok penyedia layanan kesehatan seperti, wanita usia subur (WUS), remaja, lingkungan pengasuh anak terdekat . akek, nenek, aya. , pemuka masyarakat dan pemuka agama. SIMPULAN Faktor utama anak mengalami stunting karena kurangnya gizi yang diperoleh, baik dalam masa kandungan hingga setelah mereka lahir. Banyak juga yang beranggapan bahwa makanan yang penuh gizi adalah makanan yang mahal, padahal hal tersebut kuranglah tepat. Yang sangat disayangkan yaitu ketika sang ayah lebih memilih menghabiskan uangnya untuk membeli rokok daripada untuk membeli makanan yang Begitu juga bagi sang ibu, banyak yang tidak memberikan ASI eksklusif bagi sang buah hati hingga 2 tahun. Memuat tentang rekomendasi kepada pemangku kepentingan mulai dari tingkat desa sampai dengan pusat terkait program percepatan penurunan stunting dan BKKBN sebaiknya melakukan dan melaksanakan strategi public relations secara menyeluruh dan utuh sesuai dengan tahapan-tahapan strategi public relations hingga tahap kedua. Sebaiknya BKKBN di daerah menjadikan rancangan program komunikasi yang diberikan DIANMAS BHAKTI: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI E-ISSN: x-x. Vol 1 No 1 Tahun 2024 BKKBN pusat sebagai panduan dan acuan dalam merancang program komunikasi dan melaksanakan atau melanjutkan fase strategi public relations secara utuh hingga fase Sehingga program-program yang dihasilkan dapat besinergi dengan programprogram dimasa yang akan datang. DAFTAR PUSTAKA