JURNAL ILMIAH M-PROGRESS VOL. NO. Juni 2022 PENGARUH PELATIHAN DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEMAMPUAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT. SUPRA PRIMATAMA NUSANTARA Vera Sylvia Saragi Sitio Dosen Manajemen Unsurya sitio@gmail. Abstrak Ada beberapa factor yang mendukung peningkatan kinerja karyawan yaitu kompetensi, pelatihan serta kemampuan kerja karyawan. Kemampuan kerja karyawan yang memadai diharapkan dapat memberikan implikasi terhadap peningkatan kinerja karyawan sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas secara efisien, efektis serta professional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan kompetensi terhadap kinerj akaryawan dengan kemampuan kerja sebagai variabel intervening. Populasi pada penelitian ini berjumlah 150 karyawan dengan sampel yang digunakan sebanyak 109 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Penelitian yang digunakan adalah explanatory dengan pendekatan kuantitaf. Metode penelitian yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM- PLS) dengan menggunakan PLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh langsung pelatihan terhadap kinerja dan kompetensi terhadpa kinerja. Namun terdapat tidak ada pengaruh tidak langsung pelatihan dan kompetensi terhadap kinerja karyawan dengan kemampuan kerja sebagai variabel intervening . Kata Kunci : Pelatihan . Kompetensi. Kinerja Karyawan dan Kemampuan Kerja PENDAHULUAN Perusahaan PT. Supra Primata Nusantara selaku kegiatan usaha sangat berkaitan erat dengan penggunaan sumber daya manusia sebagai kunci sukses bagi perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan . Oleh karena kemampuan infrastruktur ditengah era digitalisasi dan era sumber daya manusia perlu disesuaikan Namun, pada kenyataannya masih dengan kebutuhan perusahaan agar karyawan terdapat permasalahan kinerja dimana masih Kinerja banyak tidak tercapai target karyawan dalam melaksanakan tugas, tanggung jawab serta keberhasilan karyawan atas pelaksanaan tugas pelayanan kepada konsumen. dalam periode tertentu yang dibandingkan Berikut ini data pencapaian kinerja dengan hasil kerja atau kriteria tertentu karyawan divisi customer service di PT Supra (Suroso, 2. Kinerja karyawan yang Primata. meningkat dapat membawa kemajuan bagi 150 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS VOL. NO. Juni 2022 diinginkan perusahaan. Oleh karenanya, kemampuan kerja SDM dapat ditingkatkan dengan membuat perencanaan SDM melalui program pelatihan, menyangkut pelatihan untuk meningkatkan dinamika kelompok, team building maupun pelatihan yang bersifat professional skill . ang Berdasarkan data permasalahan diatas, pengambilan keputusan, manajemen konflik, terlihat bahwa rata- rata target kinerja tidak keterampilan kerja atau operasional serta tercapai pada tahun 2021 adalah 61 persen. Artinya target kinerja karyawan yang tercapai terutama bagi karyawan baru (Ekarendyka, dibawah 50 persen. Salah satu penyebab Pelatihan tersebut bertujuan untuk sering terjadi target kinerja tidak tercapai memperbaiki penguasaan keterampilan dan adalah karyawan tidak menguasai tugas dan teknik pelaksanaan kerja tertentu , terinci dan rincian pekerjaan terkait permasalahan serta Pernyataan ini didukung oleh penelitian pengaduan yang disampaikan oleh pelanggan. yang telah dilakukan oleh (Ginanti. Made Perusahaan Galuh, 2. yang menyatakan bahwa meningkatkan kinerja karyawan. terdapat pengaruh pelatihan terhadap kinerja Ada beberapa factor yang mendukung Dengan demikian pelatihan- pelatihan kompetensi, pelatihan serta kemampuan kerja mampu memberikan peningkatan kompetensi Kemampuan kerja karyawan yang dan wawasan baru bagi karyawan karyawan sehingga karyawan dapat menyerap ilmu pengetahuan dan hal ini akan berimplikasi pelaksanaan tugas secara efisien, efektis serta Kompetensi sebagai motor pengerak dari professional dalam menjalankan tugas dan suatu kinerja, baik dan buruk dari pelaksanaan tanggungjawab yang diberikan (Ginanti, kegiatan tertentu. Semakin sering karyawan Made Galuh, 2. Kemampuan kerja yang melakukan pekerjaan yang sama, maka dimiliki akan digunakan secara maksimal menyelesaikan pekerjaan tersebut. Pernyataan 151 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS VOL. NO. Juni 2022 tersebut didukung oleh penelitian yang mempergunakan prosedur sistematis dan dilakukan (Wicaksono, 2. bahwa terdapat managerial mempelajari pengetahuan dan Ae keterampilan teknis dalam tujuan terbatas. Berdasarkan Pelatihan sangat penting dilakukan sehingga sumber daya manusia yang bekerja dapat mengetahui peengaruh secara langsung dan dikembangkan untuk memiliki pengetahuan, tidak langsung dari pelatihan dan kompetensi kemampuan dan keterampilan yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang. PT Supra Primatama Nusantara. Pelatihan kerja merupakan suatu proses tertentu serta sikap agar karyawan semakin TINJAUAN PUSTAKA terampil dan mampu untuk melaksanakan Kinerja Karyawan Definisi tanggung-jawabnya dengan semakin baik (Mangkunegara, 2. adalah pretasi kerja yang dicapai oleh seseorang baik terkait kualitas maupun kuantitas dalam karyawan melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang berikan perusahaan kepadanya. Kinerja adalah hasil pekerjaan yang dicapai sesuai standar yang telah ditentukan oleh perusahaan (Mangkunegara, 2. Menurut (Mangkuprawira, 2. pelatihan merupakan sebuah proses mengajarkan pengetahuan dan keahlian tertentu, serta sikap agar karyawan semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan semakin baik sesuai dengan standar. persyaratan pekerjaan (Wilson, 2. Indikator- indikator pelatihan meliput : Indikator- indikator kinerja dalam (Mangkunegara, tercapainyat target, dan tepat waktu. Menurut (Wilson, 2. indikator dari kinerja adalah kuantitas hasil pekerjaan, kualitas hasil kemampuan kerja sama. digunakan, kemampuan instruktur pelatihan, sarana atau prinsip- prinsip pembelajaran , peserta pelatihan dan evaluasi pelatihan. Menurut (Mangkunegara, 2. indikator dari pelatihan adalah sebagai berikut menunjang pekerjaan, pengetahuan dan keterampilan, penguasaan materi dan kreativitas. Pelatihan Pelatihan Kompetensi 152 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Kompetensi VOL. NO. Juni 2022 Indikator- indikator kemampuan kerja kemampuan individu dalam melaksanakan adalah pengetahuan, pelatihan, pengalaman, keterampilan Ae keterampilan, sikap-sikap, dan (Robbins, 2. nilai Ae nilai pribadi. Kompetensi juga diartikan sebagai dasar keilmuan yang KERANGKA PEMIKIRAN dimiliko oleh karyawan baik dari pendidikan Tolak ukur keberhasilan perusahaan dalam mencapi tujuan perusahaan adalah karyawan mampu menjalankan pekerjannya. melalui pemberdayaan SDM yang maksimal Menurut (Rivai, 2. kompetensi merupakan yaitu dengan mengadakan pelatihan dan kompetensi karyawan. Kegiatan tersebut akan pengetahuan, keterampirlan, dan sikap dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan perform yang ditetapkan. menjalankan tugas dan tanggung jawab dari Indikator- Jika kemampuan kerja karyawan meliputi sikap, kemampuan / keterampilan, meningkat, maka akan dapat membantu kepercayaan diri, dan ide. Menurut (Rivai, meningkatkan kinerja perusahaan . indikator kompetensi adalah sebagai berikut: keterampilan, pengetahuan , perasn social, citra diri, trait dan motif. Kemampuan Kerja Kemampuan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan berupa pengetahuan dan penguasaan atas tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Dalam HIPOTESIS (Robbins, 2. mengartikan kemampuan kerja adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dan merupakan bawaan sejak lahir atau merupakan hasil latihan maupun praktek. Menurut (Hasibuan, 2. kemampuan kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan Hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai sebagai berikut : : Terdapat pengaruh secara langsung pelatihan terhadap kinerja : Terdapat pengaruh secara langsung kompetensi terhadap kinerja. : Terdapat pengaruh secara langsung pelatihan terhadap kemampuan kerja atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. 153 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS VOL. NO. Juni 2022 : Terdapat pengaruh secara langsung karyawan divisi Customer Service. kompetensi terhadap kemampuan kerja Terdapat berjumlah 150 karyawan yang terdiri dari Sampel kemampuan kerja terhadap kinerja menggunakan teknik probability sampling : Terdapat pengaruh secara tidak dengan metode simple random sampling yang langsung pelatihan terhadap kinerja dengan dapat diperoleh dengan menggunakan rumus Simple random sampling adalah teknik yang digunakan untuk mendapatkan sampel langsung secara acak yang dilakukan : Terdapat pengaruh secara tidak langsung kompetensi terhadap kinerja dengan pada unit sampling. Berdasarkan slovin , jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 109 karyawan . METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan menggunakan penelitian explanatory dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian explanatory bertujuan untuk menjelaskan variabel Ae variabel yang hendak di teliti dan kemudian menguji hipoteisis. Menurut (Sugiyono, 2. penelitian explanatory adalah penelitian yang menjelaskan kedudukan variable - variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain . Metode penelitian ini menggunakan Struktural Equation Modelling dengan Partial Penelitian ini dilaksanakan pada tahun Least Square (SEM-PLS). Penelitian SEM 2021 yang beralamat di Tecnovillage Bukit dengan PLS ini merupakan suatu teknik Golf Riverside. Gunung Putri. Bogor. Adapun alternatif pada analsis SEM dimana data yang devisi yang menjadi fokus pada penelitian ini dipergunakan tidak harus terdistribusi normal adalah divisi customer service. SEM dengan PLS terdiri dari tiga Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek / subjek yang Model structural inner model. Model ini menggambarkan model hubungan antar tertentu yang ditetapkan oleh penelitia untuk variabel laten yang dibentuk berdasarkan substansi teori. tahapan yaitu (Sugiyono,2. Populasi pada penelitian ini 154 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Model pengukuran . uter mode. Model VOL. NO. Juni 2022 Pengukuran menunjukkan bagaimana variabel yang diteliti variabel laten dengan variabel manifest Dalam pengukuran ini menunjukkan . hubungan antara variabel laten dengan Analisis SEM dengan efek mediasi. indikator-indikatornya HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Karakteristik Responden Convergent Validity Penelitian ini dilakukan pada 109 Convergent karyawan divisi costumer service. Adapun mengukur nilai korelasi antar konstruk dengan data karakteristik responden pada penelitian variabel laten. Parameter dan kriteria yang ini disajikan pada Tabel di bawah ini : digunakan untuk uji convergent validity antara lain outer loading dimana kriteria yang harus dipenuhi > 0,7 , average variance extracted (AVE) kriteria yang harus dipenuhi > 0,5 dan dengan kriteria yang harus dipenuhi > 0,5. Nilai Ae nilai ini menunjukkan persentasi konstruk mampu menerangkan variasi yang adad alma indikator. Tabel dibawah ini menunjukkan nilai AVE. Berdasarkan karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas karyawan yang berkerja di divisi costumer service berada pada rentang usia 2030 dengan berjenis kelamin perempuan dan pada masa kerja paling banyak di rentang 1- 5 Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan tahun dengan pendidikan S1 sebanyak 79 bahwa semua variabel dalam penelitian ini memenuhi syarat uji dan kriteria dimana nilai dari AVE > 0,5 sehingga penelitian ini dapat Evaluasi Outer Model dilakukan analisis lebih lanjut. 155 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS VOL. NO. Juni 2022 Discriminant Validity Discriminant validity berasal dari model pengukuran reflektif indikator yang dievaluasi dengan cross loading lalu dibandingkan AVE (Fathurahman, 2. Paramater dan kriteria Composite Reliability yang diguankan untuk uji discriminant Pengujian composite reliability harus validity adalah sebagai berikut: akar AVE dan memenuhi syarat uji yaitu nilainya > 0,6 dapat korelasi variabel laten dengan kriteria akar diterima dan nilai > 0,8 sangat memuaskan. AVE > korelasi variabel laten dan cross Pada tabel 4 diatas dapat dilihat bahwa seluruh loading dengan kriteria > 0,7 dalam satu nilai composite reliability nilainya diatas > Hasil uji discriminant validity pada 0,8. Hal ini menunjukkan bahwa semua penelitian ini disajikan pada tabel 4 dibawah dinyatakan reliabel. Cronbach Alpha Nilai Cronbach Alpha yang harus dipenuhi adalah nilainya >0,6 . Tabel 4 menunjukkan nilai Cronbach Alpha masing Ae masing viarabel telah memenuhi Berdasarkan hasil uji discrimant validity dilihat dari nilai cross loading bahwa semua kriteria uji sehingga dapat dinyatakan bawah variabel pada penelitian ini adalah reliabel. variabel memenuhi kriteria yaitu > 0,7. Hal ini menunjukkan bahwa setiap indikator telah tepat untuk menjelaskan konstruk dependen masing Ae masing dan membuktikan bahwa seluruh item yang dinilai dengan discriminant validity adalah valid. Evaluasi Model Struktural (Inner Mode. Evaluasi Model struktural dievaluasi dengan menggunakan nilai R Square untuk konstruk Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan parameter uji yaitu composite reliability dan Cronbach Alpha. Berdasarkan hasil uji, nilai composite reliability dapat di lihat pada tabel 5 dibawah ini : Stone Geisser Q Square test untuk Q2 predictive relevance , uji signifikansi dari koefisien parameter jalur struktrual, index quality dan Sobel test untuk uji mediasi (Fathurahman. Evaluasi nner mode. dilakukan dengan 156 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS VOL. NO. Juni 2022 menggunakan software smart PLS 3. 0 melalui Perhitungan Q-square Q-Square = 1 -[. Oe . Oe = 1- [. Oe 0,388 . Oe 0,356 . ] = 1- [. ,612 x 0,. ] = 1 Ae 0,394 = 0,606 Hasil perhitungan GOF menunjukkan nilai 0,606 yang artinya tingkat keragaman model yang ditunjukkan variabel independent dalam menjelaskan variabel dependen sebesar 0,606 atau 60,6 % sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam model. Uji Hipotesis Pengaruh Langsung Goodness of Fit Uji ini dilakukan untuk menguji apakah suatu Menilai Goodnes of Fit merupakan hipotesis diterima atau ditolak. Pengujian tujuan utama dalma Structural Equation Modelling (SEM) untuk mengetahui sejauh mana model yang dihipotesiskan cocok t-statistik dan p-value. Tabel 7 dengan sampel data. dibawah ini menunjukkan nilai koefisien jalur untuk hasil pengujian . Perhitungan nilai Goodness Of Fit diperoleh dari nilai Q- Square. Nilai Q-Square coefficient determination (R-Squar. pada analisis regresi. Dimana semakin tinggi nilai Q-Square, semakin baik pula model yang dibentuk atau dapat dikatakan semakin fit dengan data. Berdasarkan hasil uji analisis hipotesis melalui nilai koefisien jalur path melihat pemenuhan kriteria pengujian bahwa 157 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS VOL. NO. Juni 2022 nilai t hitung > t tabel . dan p Ae value < 0,05. Menurut (Widodo, 2. pelatihan 0,05. Tabel 7 diatas menunjukkan bahwa merupakan serangkaian aktivitas individu terdapat 2 hipotesis yang ditolak yaitu kemampuan kerja terhadap kinerja dan pelatihan terhadap kemampuan kerja. mampu memiliki kinerja yang professional Uji Hipotesis Pengaruh Tidak Langsung Kegiatan Hasil pengujian hipotesis untuk pengaruh diselenggarakan oleh PT Supra Nusantara tidak langsung dapat dilihat pada tabel 8 dilakukan secara rutin dan berkala pada dibawah ini masing-masing divisi. Khusus divisi costumer sebelum berinteraksi dengan pelanggan dan diberikan materi yang berhubungan dengan costumer service sehingga karyawan memiliki pengetahuan dan bekal untuk menyelesaikan complain dari pelanggan. Oleh karenanya, pelatihan memliki hubunganyang sangat kuat dengan kinerja Hasil perhitungan PLS menunjukkan bahawa hipotesis pengaruh tidak langsung ditolak mengadakan pelatuha untuk meningkatkan kinerja karyawan . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh terhadap kinerja melalui kemampuan kerja (Fathurahman, demikian juga variabel pelatihan tidak pengaruh signifikan pelatihan sumber daya terdapat pengaruh tidak langsung terhadap manusi terhadpa kinerja karyawan. kinerja melalui kemampuan kerja. PEMBAHASAN Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan Hasil pengujian statistic menunjukan Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Karyawan Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh langsung dan signifikan bahwa H1 diterima dimana terdapat pengaruh dengan demikian dapat dinyatakan bahwa H2 dan signifikan pelatihan terhadap diterima dengan nilai t hitung . < t tabel kinerja karyawan dimana nilai t hitung . dan p Ae value . < 0,05. Karyawan > t tabel . dengan nilai p value . < yang mampu bekerja dengan baik apabila 158 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS VOL. NO. Juni 2022 memiliki minat, keterampilan dan memahami p value . < 0,05. Hal ini menyatakan apa yang telah dilatih oleh perusahaan akan bahwa H4 di terima diamna terdapat penagruh karyawan sehingga kompetensi karyawan Kompetensi dapat memperdalam akan meningkat dan akan berdampak kepada dan memperluas kemampuan kerja seseorang. peningkatan kinerja karyawan . Semakin pekerjaan yang sama, maka semakin terampil Pengaruh Pelatihan Kemampuan Kerja Karyawan Terhadap dan semakin cepat pula orang tersebut menyelesaikan pekerjaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H3 ditolak artinya bahwa tidak terdapat pengaruh pelatihan terhadap kemampuan kerja karyawan diman anilai t hitung . < t tabel . dan p value . > 0. Hal ini diartikan bahwa pelatihan yang rutin tidak PT Supra Primata dalam merekrut karyawan memiliki kriteria dimana minimal latar bekakang pendidikan S1. Dengan adanya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. memberikan pengaruh kepada kemampuan kerja karyawan Penelitian yang dilakukan oleh (Suroso, 2. menyatakan pelatiahan Pengaruh Kemampuan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan kurang optimal yang diberikan kepada Kemampuan kerja menurut Blanchard karyawan akan berdampak kepada tidak dan Hersey dalam (Kristiani. Pradhanawati, & berpengaruhnya terhadap kemampuan kerja Wijayanto, 2. adalah sebagai berikut . Kemampuan kerja karyawan akan kemampuan teknis berkaitan penguasaan meningkat apabila dikembangkan melalui terhadap peralatan pekerjaan dan system computer, penguasaan prosedur dan metode kerja , memahami peraturan tugas atau karyawan dalam menguasai pekerjannya. pekerjaan, . kemampuan konseptual . Oleh karenanya, pelatihan yang diberikan oleh PT Supra Primata harus sesuai dengan perusahaan, tujuan perusahaan dan target kebutuha karyawan serta bidang pekerjaan perusahaan, . kemampuan social berkaitan dengan bekerjasama dengan teman sejawat meningkatkan kemampuan kerja karyawan tanpa konflik, kemampuan bekerja dalma tim, dan kemampuan untuk berempati. Pengaruh Kompetensi Kemampuan Kerja Karyawan Terhadap Kemampuan kerja karyawan dapat diikutin dengan baik apabila seseorang Hasil uji statistic menunjukkan bahwa ni t hitung ( 8,. > t tabel . dengan nilai didapatnya untuk diterapkan dalam bentuk 159 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS VOL. NO. Juni 2022 ukuran atau capaian atas pekerjaan yang dilaksanakan (Khoiriyah, 2. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa nilai t hitung . < t tabel ( 1,. dengan Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p- value . < 0,05 sehingga dapat H5 ditolak dimana tidak terdapat pengaruh disimpulkan bahwa H6 di tolak dan tidak langsung kemampuan kerja terhadap kinerja Nilai t hitung . < t tabel langsung tidak terdapat pengaruh kompetensi . dengan nilai p value . > 0,05. Artinya kemampuan kerja yang dimiliki kemampuan kerja. karyawan baik secara teknis, konseptual dan Supra Primata men-syarat social tidak akan mempengaruhi kinerja penerimaan karyawan dijenjang pendidikan karyawan dalam bekerja. Sarjana (S. , namun pada kenyataannya masih terdapat banyak karyawan yang berada Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kemampuan Kerja Sebagai Variabel Intervening Hasil uji statistic menunjukkan bahwa nilai t Ae hitung . < t tabel . dengan nilai p Ae value . > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H7 ditolak dan tidak artinya tidak terdapat pengaruh tidak langsung pelatihan terhadap kinerja karyawan dengan kemampuan kerja sebagai SMA Sehingga kompetensi yang dimiliki karyawan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui kemampuan kerja. Disisi lain, masih banyak terdapat karyawan yang memiliki masa kerja < 1 tahun , sehingga pengalaman dan kemampuan karyawan dalam melakukan pekerjaan yang sama dan terampil juga variabel intervning. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Wicaksono, 2. dalam signifikan antara variabel pelatihan terhadap kinerja karyawan. Hal ini dikarenakan, karyawan sangat membutuhkan pelatihan mendukung jon description sehingga dapat berimplikasi meningkatkan kinerja karyawan KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Adapun kesimpulan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : Terdapat pengaruh secara pelatihan terhadap kinerja karyawan PT Supra Primata Terdapat pengaruh secara kompetensi terhadap kinerja karyawan PT Supra Primata Tidak terdapat pengaruh secara langsung Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kemampuan Kerja Sebagai Variabel Intervening pelatihan terhadap kemampuan kerja karyawan PT Supra Primata 160 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Terdapat VOL. NO. Juni 2022 aspek kompetensi yaitu konseptual dan kompetensi terhadap kemampuan kerja social sehingga dapat meningkatkan karyawan PT Supra Primata kinerja karyawan dan kemampuan kerja Tidak terdapat pengaruh secara langsung karyawan PT Supra Primata DAFTAR PUSTAKA