Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI Kompetensi Literasi Informasi Siswa di Era Digital (Studi Kasus Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangeran. Heriyanto Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten heriyanto@stabn-sriwijaya. Sugianto Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten sugianto@stabn-sriwijaya. Saputro Edi Hartono Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten edisaputro@stabn-sriwijaya. E-ISSN: 3026-2860 P-ISSN: 2086-8391 Recieved: 31-05-2024 Revised: 31-05-2024 Accepted: 31-05-2024 Yodi Susanto Universitas IPWIJA yodisusanto@ipwija. Persis Haryo Winasis Universitas IPWIJA persisharyo@ipwija. Abstract The research problem of this study is how the information literacy competence of students in the digital era at Setia Bhakti Vocational High School Tangerang. The purpose of the research is to determine the information literacy competence of students in the digital era at Setia Bhakti Vocational High School Tangerang. The level of information literacy competence is categorized . igh, medium, and lo. and measured using dimensions of information literacy. This type of research is descriptive research with a quantitative approach. The subjects of the study are students of Setia Bhakti Vocational High School for the academic year 2022/2023, totaling 161 students. The object of the research is the information literacy competence of The sample was determined using random sampling. Data collection was done using a non-test technique with a questionnaire. The questionnaire was distributed using Google Forms. The research location is at Setia Bhakti Vocational High School Tangerang. The questionnaire uses four classifications on a Likert scale. Data analysis techniques include descriptive statistical techniques using mean values and standard deviations. The results of the study indicate that the level of information literacy competence in the digital era among students at Setia Bhakti Vocational High School Tangerang is 65. 37%, which falls into the sufficient category. The information literacy competence for each student is 13% in the high category, 73% in the medium category, and 14% in the low category. The level of Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI information literacy competence in the digital era among students at Setia Bhakti Vocational High School Tangerang for the Task Definition dimension is 72. 49%, the Information Seeking Strategies dimension is 76. 36%, the Location and Access dimension is 64. 44%, the Use of Information dimension is 68. 40%, the Synthesis dimension is 67. 64%, and the Evaluation dimension is 71%. Keys word: Literacy. Information. Digital. Students Abstrak Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah kompetensi literasi informasi siswa di era digital pada Sekolah Mengengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang. Tujuan penelitian untuk mengetahui kompetensi literasi informasi siswa di era digital pada Sekolah Mengengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang. Tingkat kompetensi literasi informasi dilakukan dengan memberikan kategori . inggi, sedang, dan renda. yang diukur menggunakan dimensi literasi informasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti tahun pelajaran 2022/2023, berjumlah 161 orang. Objek penelitian adalah kompetensi literasi informasi Penentuan sampel dilakukan dengan random sampling. Pengumpulan data dengan teknik non tes menggunakan kuesioner. Kuesioner disebarkan menggunakan Google Formulir (Google Form. Lokasi penelitian yaitu pada Sekolah Mengengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang. Kuesioner menggunakan empat klasifikasi skala Likert. Teknik analisis data dengan teknik statistik deskriptif menggunakan nilai ratarata dan standar deviasi. Hasil penelitian menyatakan tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang sebesar 65,37%, termasuk dalam kategori cukup. Kompetensi literasi informasi untuk setiap siswa sebesar 13% kategori tinggi, sebesar 73% kategori sedang, dan sebesar 14% pada kategori rendah. Tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Task Definition sebesar 72,49%, dimensi Information Seeking Strategies sebesar 76,36%, dimensi Location and Access sebesar 64,44%, dimensi Use of Information sebesar 68,40%, dimensi Synthesis sebesar 67,64%, dan dimensi Evaluation sebesar 71%. Kata kunci: Literasi. Informasi. Digital. Siswa Pendahuluan Perkembangan media digital dan berbagai bentuk media baru . ew medi. menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam aktivitas keseharian masyarakat. Masyarakat modern dengan segala aspek perkembangannya bergerak begitu cepat semakin terintegrasi dengan berbagai bentuk produk teknologi, pemanfaatan media digital dalam berbagai kegiatan, komunikasi, dan menyelesaikan tugas menjadi sebuah Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI kebutuhan yang harus terpenuhi. Dengan dukungan teknologi internet, new media terus berkembang, bertrasformasi, membentuk pola baru, menjadi sumber sumber informasi yang dapat diakses dengan mudah. Internet menjadi sebuah pemicu bermunculannya media dan peralatan digital. Website, media, dan jejaring sosial, aplikasi kirim mengirim pesan instan, dan surat kabar online merupakan media digital yang menjadi kebutuhan masyarakat sekarang ini, tidak sekadar dukungan melainkan alat utama dalam mengimplementasi dan mencapai tujuan yang diinginkan. Tidak hanya itu, dunia kerja dan industri secara serentak bermigrasi dengan memanfaatkan media digital untuk mendukung manajemen dan proses bisnis utamanya. Dalam berbagai kegiatan dan aktivitasnya, masyarakat mulai meninggalkan cara-cara lama dan menuju integrasi dan pemanfaatan teknologi. Produk-produk teknologi dengan dukungan internet menjadi sebuah alat untuk mengakses berbagai Laptop. Komputer Tablet, dan smartphone menjadi peralatan teknologi yang sering digunakan dalam mendapatkan dan menyebarkan informasi. Informasi dapat diakses kapan saja dan dimana saja, tidak terbatas pada waktu dan ruang tertentu. Pola komunikasi berubah kearah integrasi dan pemanfaatan teknologi. Komunikasi, kolaborasi, diskusi, dan hubungan sosial dapat dilakukan dengan pemanfaatan produk Pemanfaatan teknologi dan interaksi yang dilakukan akan membawa masyarakat pada keadaan yang semakin digital. Kebutuhan masyarakat secara cepat berganti dipelopori oleh perkembangan teknologi digital yang semakin mendisrupsi. Perkembangan teknologi dengan ciri akses dan kemudahan mendapatkan informasi tidak hanya berdampak positif bagi masyarakat, dampak negatif pun mulai Kenyataan yang ada, akses informasi yang diberikan belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Beberapa permasalahan terjadi dalam mengidentifikasi dan menentukan informasi yang dibutuhkan. Strategi mencari sumber informasi dan menentukan sumber terbaik menjadi salah satu permasalahan yang belum sepenuhnya terimplementasi dalam masyarakat sekarang ini. Fenomena yang jelas terjadi adalah rendahnya pemikiran kritis masyarakat terhadap informasi . ttps://ugm. id/id/berita/20024-kompetensi-literasi-digital-masyarakat-indonesiamulai-berkemban. New media menjadikan informasi yang diterima masyarakat sudah tidak dapat lagi dapat dibatasi. Informasi sosial, politik, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan informasi yang dibutuhkan dalam mendukung dunia kerja dapat diakses dengan Bentuk new media seperti media sosial bukan hanya wadah untuk berkomunikasi atau berbagi konten saja, melainkan juga untuk mendapatkan Hasil survei Katadata Insight Center dan Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan masyarakat Indonesia mengakses informasi di media sosial, persentasenya yakni mencapai 73% (KIC & Kominfo, 2. , dengan demikian penggunaan dan akses informasi dengan menggunakan new media telah menjadi budaya dan aktivitas keseharian masyarakat. Konsep masyarakat informasi terus bergerak dinamis sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap informasi dalam masa tertentu. Dalam mendapatkan dan mengakses informasi, adopsi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital menjadi kunci. Agar dapat mencari informasi dengan baik, keterampilan menggunakan Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI dan memanfaatkan berbagai bentuk teknologi digital perlu dikuasai. Pemanfaatan teknologi digital dengan baik akan membawa dampak langsung terhadap keterampilan literasi informasi di era sekarang. Literasi merupakan keterampilan untuk mengerti kebutuhan informasi, menemukan dan mengevaluasi kualitas informasi yang didapatkan, menyimpan dan menemukan kembali, membuat dan menggunakan informasi secara etis dan efektif, serta mengomunikasikannya. Kebutuhan akan informasi membawa kita pada beragam pilihan media yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi. Literasi informasi menjadi sebuah keterampilan yang harus Pada kenyataannya, ketersediaan informasi tidak menjamin seseorang dapat mencari, mendapatkan, dan memanfaatkan informasi dengan baik. Survei di 34 provinsi yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkapkan 56,1 % tidak mengetahui hoaks, dan 13,9 . ttps://id. com/status-literasi-digital-indonesia-2. , bahkan Sebanyak 11,9% mengakui telah turut menyebarkan berita hoaks, karena ketidaktahuan informasi secara mendalam (KIC & Kominfo, 2. Dalam dunia pendidikan, pendidikan menengah menghadapi tantangan yang Teknologi dan pemanfaatan media digital menjadi keharusan untuk mendukung proses pembelajaran, khususnya dalam mendapatkan informasi akademik. Adapatasi yang baik sangat dibutuhkan dalam kaitannya agar selaras terhadap perkembangan media digital. Dengan kemampuan literasi yang baik, media digital menjadi sarana mendapatkan informasi, interaksi, komunikasi, dan kolaborasi untuk mendukung Digital library, sumber berita online, media pembelajaran dengan pemanfaatan internet, berbagi file melalui e-mail, sumber belajar dengan e-book, interaksi dan kolaborasi melalui media dan jejaring sosial, menulis dan berbagi informasi melalui blog, serta search engine internet yang dapat digunakan untuk mencari referensi pembelajaran merupakan kontribusi positif media digital terhadap bidang pendidikan yang tentunya dapat terjadi dengan dukungan kompetensi mumpuni dari literasi informasi. Dengan kondisi pertumbuhan penggunaan intrernet dan media digital yang memberikan kemudahan dalam mencari, mendapatkan, dan menggunakan informasi, hasil observasi dalam pembelajaran masih ditemukan kemampuan siswa yang kurang dalam penggunaan mesin pencari internet untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan . nternet searchin. Siswa kurang memperhatikan kredibilitas sumber informasi, melainkan hanya melihat topik yang dibutuhkan saja, hal demikian memberikana pemandangan bahwa kurangnya daya kritis siswa yang merupakan komponen penting dalam literasi, dengan kata lain literasi informasi siswa masih harus Kurangnya pemahaman siswa dalam mensistesis informasi yang didapatkan juga menjadi permasalahan yang sering ditemui. Pada pembelajaran di masa pandemi covid-19 juga masih ditemukan data hasil penelitian menggambarkan . ttps://databoks. id/datapublish/2020/07/04/ini-sejumlah-tantangansiswa-belajar-di-ruma. Urgensi yang ada adalah siswa harus dapat mencari, mengevaluasi, dan menganalisis informasi. Siswa harus memiliki kemampuan mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, menyusun, menciptakan, menggunakan. Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI dan mengkomunikasikan informasi kepada orang lain untuk menyelesaikan atau mencari jalan keluar suatu permasalahan pembelajaran atau untuk mendukung Dengan melihat berbagai permasalahan akan kebutuhan untuk meliterasi informasi di era digital, menjadi dasar penulis untuk melakukan penelitian dengan judul AuKompetensi Literasi Informasi Siswa di Era Digital (Studi Kasus Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangeran. Ay. Belum dipahaminya bagaimanakah kompetensi literasi informasi siswa di era digital menjadi permasalahan tersendiri dalam penelitian ini. Pemilihan lokasi penelitian di Tangerang didasarkan pada belum adanya hasil penelitian di Tangerang, baik kota dan kabupaten yang berkaitan dengan tingkat kompetensi literasi informasi siswa di era digital. Tangerang juga merupakan daerah urban dengan tingkat pemakaian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang cukup tinggi, juga dalam hal penggunaan dan akses internet (Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Survei Penggunaan TIK Tahun 2. Kota Tangerang merupakan wilayah yang termasuk ke dalam provinsi Banten dengan penggunaan internet cukup tinggi, mencapai 9. 725 Juta (Laporan Survei Internet Apjii 2019 Ae 2. Sedangkan pemilihan lokasi penelitian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikarenakan penggunaan internet untuk kegiatan belajar siswa usia 5 24 tahun terus meningkat. Pada 2020, ada 59,33% siswa yang menggunakan Angka ini tumbuh pesat dari 33,98% pada 2016. Menurut jenjang pendidikan SMK/sederajat pertumbuhan penggunaan meningkat 91,01% (BPS, 2016-2. Lokasi di Kota Tangerang, jumlah jurusan, dan banyaknya siswa menjadi dasar penulis untuk melakukan penelitian di SMK Setia Bhakti Tangerang, juga dengan pertimbangan siswa SMK sebagai calon tenaga kerja dan mengembangkan eksistensi sesuai dengan kompetensi keahlian yang telah dipilih. Penelitian diarahkan untuk lebih berfokus pada pengembangan proses pendidikan khususnya dalam melengkapi berbagai kebutuhan data dan informasi yang didapatkan dengan cara-cara ilmiah melalui penelitian, dengan harapan akan dapat berguna dalam meningkatkan berbagai proses peningkatan mutu pendidikan. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap kebijakan, penelitian lanjutan, dan kebutuhan masyarakat terhadap data dan informasi berkaitan dengan kompetensi literasi informasi siswa di era digital. Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian terdiri dari satu variable kompetensi literasi informasi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang. Penelitian dilakukan bulan April s. bulan Desember Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober s. bulan Desember Lokasi Penelitian pada Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang, yang beralamat di Jl. Kisamaun No. RT. 01/RW. Sukasari. Kec. Tangerang. Kota Tangerang. Subjek penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti tahun pelajaran 2022/2023, berjumlah 161 orang. Objek penelitian ini yaitu kompetensi literasi informasi siswa. Kompetensi literasi informasi dispesifikkan pada kompetensi yang berkaitan dengan kebutuhan informasi pembelajaran dan data akademik siswa. Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI Variabel penelitian ini yaitu kompetensi literasi informasi siswa. Kompetensi literasi informasi di era digital diukur dengan menggunakan model Big Six Skills (Big. yang dikembangkan oleh Mike Eisenberg dan Robert Berkowitz dengan menetapkan 6 langkah, yaitu: Task Definition. Information Seeking Strategies. Location and Access. Use of Information. Synthesis. Evaluation. Populasi penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti kelas X. XI, dan kelas XII berjumlah 161 orang. Siswa yang menjadi populasi yaitu siswa aktif pada tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik non tes menggunakan kuesioner. Kuesioner menggunakan empat klasifikasi berdasarkan skala Likert. Jawaban setiap item instrumen mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Instrumen dikembangkan berdasarkan indikator dan dimensi teori Keterampilan Literasi Informasi. Skor jawaban yang diberikan memiliki bobot nilai yaitu: Sangat tidak setuju/ tidak pernah= 1 . Tidak setuju/ jarang= 2 . Setuju/ sering= 3 Sangat setuju/ selalu= 4. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik statistik deskriptif dengan menggunakan mean dan standar deviasi untuk menentukan kategori tingkat kompetensi literasi informasi menjadi tinggi, sedang, dan rendah (Sudijono, 2. Sedangkan persentase tingkat kompetensi literasi informasi didapatkan melalui membagi skor total jawaban responden dengan skor total maksimal jawaban responden, kemudian dikalikan dengan 100. Pengolahan data dengan menggunakan software SPSS dan Microsoft Office Excel. Hasil dan Diskusi Kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang Kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang dalam persentase didapatkan melalui membagi skor total jawaban responden dengan skor total maksimal jawaban, kemudian dikalikan Perkalian 100 dilakukan untuk mendapatkan angka persentase. skor total jawaban responden ycycoycuyc ycycuycycayco ycoycaycoycycnycoycayco ycycaycycaycaycaycu ycyceycycyycuycuyccyceycu Tingkat kompetensi litarasi informasi = 100 = 65,37% Tingkat kompetensi literasi informasi = Hasil pengolahan data penelitian menghasilkan tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang sebesar 65,37%. Berkaitan dengan tingkat pengetahuan, tingkat kompetensi literasi informasi siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang sebesar 65,37% berada pada ketegori cukup. Tingkat persentase pengetahuan dan pemahaman bernilai baik jika lebih besar dari 75% (>75%), 60% sampai dengan 75% dikatakan cukup . % s. 75%), dan lebih kecil 60% (<60%) termasuk dalam kategori kurang (Arikunto, 2006: . Tingkat kompetensi Literasi Informasi di Era Digital setiap Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI Tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang dapat diketahui untuk setiap siswa dengan melakukan kategorisasi. Kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang dapat dikategorikan menjadi tinggi, sedang, dan kategori rendah. Kategorisasi dilakukan dengan menggunakan mean dan standar deviasi data penelitian. Untuk selanjutnya pemberian ranking dapat dilakukan dengan melihat skor total jawaban responden penelitian. Nilai mean sebesar 149, 05 dan standar deviasi sebesar 22,79. Mean Standar Deviasi = 149,05 22,79 = 181,84. Mean Oe Standar Deviasi = 149,05 Oe 22,79 = 126,26. Kategori Tinggi: Ou 171,84. Kategori Sedang: 126,26 s. 171,83. Kategori Rendah < 126,26. Kategori Kompetensi Literasi Informasi setiap Responden Tinggi Sedang Rendah Gambar 1. Kategori Kompetensi Literasi Informasi setiap Responden Gambar 1. menampilakan kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang. Kompetensi literasi informasi sebesar 13% kategori tinggi, sebesar 73% kategori sedang, dan sebesar 14% pada kategori rendah. Kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk setiap dimensi Kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang sebesar 65,37%, dapat diturunkan untuk melihat tingkat kompetensi pada setiap dimensi literasi informasi. Dimensi literasi informasi merupakan keterampilan literasi informasi yang dapat digunakan untuk mengukur pemahaman dan keterampilan literasi informasi, yaitu: dimensi Task Definition. Information seeking strategies. Location and Access. Use of Information. Synthesis, dan Evaluation. Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI Tingkat Kompetensi Literasi Informasi Dimensi Task Definition 11,18% 12,42% 76,40% Tinggi Sedang Rendah Gambar 2. Tingkat Kompetensi Literasi Informasi Dimensi Task Definition Gambar 2. menampilkan tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Task Definition, yaitu sebesar 72,49%, yang didapatkan melalui membagi skor total jawaban responden dengan skor maksimal jawaban responden, kemudian mengkalikannya dengan 100. Sedangkan kategori tingkatan pemahaman untuk setiap responden dalam menjawab item angket penelitian dimensi Task Definition berada pada 12,42% kategori tinggi, 76,40% kategori sedang, dan 11,18% kategori rendah. Tingkat Kompetensi Informasi Dimensi Information Seeking Strategies 12,42% 17,39% 70,19% Tinggi Sedang Rendah Gambar 3. Tingkat Kompetensi Literasi Informasi Dimensi Information Seeking Strategies Gambar 3. menampilkan tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Information Seeking Strategies sebesar 76,36%, yang didapatkan melalui membagi skor total jawaban responden dengan skor maksimal jawaban responden, kemudian mengkalikannya Sedangkan kategori tingkatan pemahaman untuk setiap responden dalam menjawab item angket penelitian dimensi Information seeking strategies berada pada 17,39% kategori tinggi, 70,19% kategori sedang, dan 12,42% kategori rendah. Sedangkan gambar 4. menampilkan tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Location and Access sebesar 64,44%, yang didapatkan melalui membagi skor total jawaban responden dengan skor maksimal jawaban responden, kemudian mengkalikannya dengan 100. Kategori tingkatan pemahaman untuk setiap responden Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI dalam menjawab item angket penelitian dimensi Location and Access berada pada 11,18% kategori tinggi, 72,67% kategori sedang, dan 16,15% kategori rendah. Tingkat Kompetensi Informasi Dimensi Location and Access 16,15% 11,18% Tinggi Sedang 72,67% Rendah Gambar 4. Tingkat Kompetensi Literasi Informasi Dimensi Location and Access Tingkat Kompetensi Informasi Dimensi Use of Information 11,80% 15,53% Tinggi Sedang Rendah 72,67% Gambar 5. Tingkat Kompetensi Literasi Informasi Dimensi Use of Information Sedangkan gambar 5. menampilkan tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Use of Information sebesar 68,40%, yang didapatkan melalui membagi skor total jawaban responden dengan skor maksimal jawaban responden, kemudian mengkalikannya Kategori tingkatan pemahaman untuk setiap responden dalam menjawab item angket penelitian dimensi Use of Information berada pada 15,53% kategori tinggi, 72,67% kategori sedang, dan 11,80% kategori rendah. Tingkat Kompetensi Literasi Informasi Dimensi Synthesis 18,63% 14,29% 67,08% Tinggi Sedang Rendah Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI Gambar 6. Tingkat Kompetensi Literasi Informasi Dimensi Synthesis Gambar 6. merupakan tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Synthesis sebesar 67,64%, yang didapatkan melalui membagi skor total jawaban responden dengan skor maksimal jawaban responden, kemudian mengkalikannya dengan 100. Sedangkan kategori tingkatan pemahaman untuk setiap responden dalam menjawab item angket penelitian dimensi Synthesis berada pada 14,29% kategori tinggi, 67,08% kategori sedang, dan 18,63% kategori rendah. Pada gambar 7. merupakan tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Evaluation sebesar 71,07%, yang didapatkan melalui membagi skor total jawaban responden dengan skor maksimal jawaban responden, kemudian mengkalikannya Kategori tingkatan pemahaman untuk setiap responden dalam menjawab item angket penelitian dimensi Evaluation berada pada 13,66% kategori tinggi, 70,81% kategori sedang, dan 15,53% pada kategori rendah. Tingkat Kompetensi Literasi Informasi Dimensi Evaluation 15,53% 13,66% 70,81% Tinggi Sedang Rendah Gambar 7. Tingkat Kompetensi Literasi Informasi Dimensi Evaluation Dalam proses Pendidikan di era teknologi informasi dan komunikasi ini, siswa dihadapkan pada berbagai permasalahan kontekstual yang harus diikuti dengan berbagai upaya dan tindakan untuk pemecahan masalah. Literasi informasi memberikan langkah konkret dan keterampilan untuk mendorong penyelesaian masalah yang terintegrasi dengan berbagai komponen Pendidikan di sekolah. Informasi pembelajaran merupakan materi yang dikomunikasikan dalam proses pembelajaran yang melibatkan Sekolah. Guru, dan Siswa. Keterampilan mengidentifikasi kebutuhan, memilih sumber-sumber yang kredibel, mendapatkan dan menggunakan informasi, menggabungkan berbagai informasi menjadi pengetahuan baru, serta mengevaluasi efektivitasnya merupakan keterampilan yang harus dikuasai siswa dalam proses pembelajaran pada pendidikan masa sekarang. Kompetensi literasi informasi siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Setia Bhakti Tangerang sebesar 65,37% berada pada ketegori cukup. Dengan kategori tinggi sebesar 13%, kategori sedang sebesar 73%, dan kategori rendah sebesar 14%. Kompetensi literasi informasi siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Setia Bhakti Tangerang berada pada ketegori cukup kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain yang berkorelasi erat dengan keterampilan literasi informasi untuk setiap dimensi. Pemahaman yang Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI terwujud dalam keterampilan literasi informasi di era yang semakin digital seperti sekarang ini berkaitan erat dengan kompetensi lain yang harus terimplementasi dalam Kompetensi literasi digital seperti internet searching dan hypertextual navigation berkaitan erat dengan cara- cara siswa mendapatkan informasi pembelajaran. Kemungkinan pemahaman terhadap kompetensi literasi digital menjadi salah satu faktor pemahaman kompetensi literasi informasi siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Setia Bhakti Tangerang sebesar 65,37%. Pemahaman siswa dalam penggunaan mesin pencari internet . earch engin. telah menjadi budaya dan keseharian siswa. Penggunaan Google Chrome untuk mencari informasi dalam menyelesaikan tugas, penggunaan media sosial, dan pemanfaatan aplikasi berkirim pesan seperti WhatsApp untuk berkomunikasi, berdiskusi, dan berkolaborasi menjadi aktivitas siswa dalam pembelajaran. Walaupun pemanfaatan media dan integrasi teknologi cukup tinggi dalam proses pembelajaran, belum sepenuhnya siswa memiliki pemahaman yang baik dalam mendapatkan informasi melalui sumber-sumber yang berlangganan dan berkenajutan. Pencarian informasi tidak terdokumentasi dengan baik dan insidental hanya pada saat membutuhkan informasi untuk proses dan tugas pembelajaran. Dimensi information seeking strategis seperti memahami daftar sumber informasi dan Question & Answer (Q&A) dalam sumber digital seperti pada halaman sebuah website. Penjelasan di atas, juga sejalan dengan data penelitian untuk tingkat pemahaman siswa pada dimensi location and access yang berada lebih rendah dibandingkan dengan dimensi lainnya. Dengan mengacu pada data penelitian tersebut, kemungkinan menjadi faktor penyebab pemahaman kompetensi literasi informasi siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Setia Bhakti Tangerang berada pada kategori cukup. Tabel 1. Kategorisasi Dimensi Literasi Informasi Dimensi Literasi Informasi (%) Tinggi (%) Sedang (%) Rendah (%) Task Definition 72,49 12,42 76,40 11,18 Information seeking strategies 76,36 17,39 70,19 12,42 Location and Access 64,44 11,18 72,67 16,15 Use of Information 68,40 15,53 72,67 11,80 Synthesis 67,64 14,29 67,08 18,63 Evaluation 71,07 13,66 70,81 15,53 Perkembangan paradigma pendidikan, modernisasi, dan globalisasi membawa pada kondisi keharusan beradaptasi terhadap perkembangan tersebut. Integrasi teknologi dalam pembelajaran dalam bentuk model, metode, pendekatan, strategi, dan media pembelajaran harus membawa pada efektivitas pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk itu, keterampilan penggunaan dan pemanfaatan berbagai bentuk peralatan teknologi perlu terimplementasi dengan baik pada seluruh proses Bentuk nyata pemahaman dan keterampilan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran yang erat kaitannya dengan kompetensi literasi informasi Memahami video instruksional. kemampuan untuk menyalin dan mengunggah informasi dari website. mengutip sumber dengan benar. Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI kemampuan untuk membuat daftar poin-poin penting dalam sebuah artikel, bab, atau website. mengutip sumber, rujukan, referensi, dan pustaka dengan baik dan benar. kemampuan men-download artikel atau karya tulis ilmiah yang dijadikan sebagai informasi untuk pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, tidak membedakan kompetensi antara siswa laki-laki dan perempuan, diharapkan kompetensi literasi informasi mampu diimplementasikan dalam proses pembelajaran seluruh siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Setia Bhakti Tangerang. Deskriptif pemahaman literasi informasi Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dapat menjadi dasar dalam melakukan penerapan metode dan pendekatan yang secara teknis dilakukan guru dalam proses pembelajaran. Gambar 8 menampilkan pemahaman literasi informasi Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang sebesar 65,29% dengan kategorisasinya 14% tinggi, 70% kategori sedang, dan 16% kategori rendah. Kategorisasi Pemahaman Literasi Informasi Siswa Laki-Laki Tinggi Sedang Rendah Gambar 8. Tingkat Kompetensi Literasi Informasi Siswa Laki-laki Kategorisasi Pemahaman Literasi Informasi Siswa Perempuan Tinggi Sedang Rendah Gambar 9. Tingkat Kompetensi Literasi Informasi Siswa Perempuan Sedangkan gambar 9. menampilkan pemahaman literasi informasi Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk siswa laki-laki sebesar 65,43%, dengan kategorisasi 12% tinggi, 76% kategori sedang, dan 12% kategori rendah. Kesimpulan Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI Hasil analisis data dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: Kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang sebesar 65,37%, berada pada ketegori cukup. Untuk setiap siswa sebesar 13% kategori tinggi, sebesar 73% kategori sedang, dan sebesar 14% pada kategori rendah. Tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Task Definition, yaitu sebesar 72,49%. Kategori tingkatan pemahaman untuk setiap siswa berada pada 12,42% kategori tinggi, 76,40% kategori sedang, dan 11,18% kategori rendah. Tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Information Seeking Strategies sebesar 76,36%. Kategori tingkatan pemahaman siswa berada pada 17,39% kategori tinggi, 70,19% kategori sedang, dan 12,42% kategori rendah. Tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Location and Access sebesar 64,44%. Kategori tingkatan pemahaman 11,18% pada kategori tinggi, 72,67% kategori sedang, dan 16,15% kategori rendah. Tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Use of Information sebesar 68,40%. Kategori tingkatan pemahaman 15,53% pada kategori tinggi, 72,67% kategori sedang, dan 11,80% kategori rendah. Tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Synthesis sebesar 67,64%. Kategori tingkatan pemahaman siswa 14,29% berada pada kategori tinggi, 67,08% kategori sedang, dan 18,63% pada kategori rendah. Tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Evaluation sebesar 71%. Kategori tingkatan pemahaman siswa untuk 13,66% kategori tinggi, 70,81% kategori sedang, dan 15,53% pada kategori rendah Referensi