Jurnal Kajian Islam Dan Sosial Keagamaan Vol. 1 No. 4 April - Juni 2024 Hal. https://jurnal. id/index. php/jkis/index ISSN : 3026-2003 Hadist Ditinjau Dari Kualitas Sanad Dan Matan (Hadist Shohih. Hasan. Dhoi. Maulana Abdul Hamid Muhammad. Mumtaza Ilma Afkarina. Syaridatus Shalsabila. Shofil Fikri Universitas Islam Negeri Malang Email: lanahamid50@gmail. com , mumtaza34afkarina@gmail. com , syaridatussalsa20@gmail. com, h_anada@uin-malang. ABSTRAK Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Quran. Oleh karena itu, memahami dan mengkaji hadis secara mendalam menjadi hal yang sangat penting bagi umat Islam. Salah satu aspek penting dalam studi hadis adalah mengevaluasi kualitas hadis berdasarkan kritik sanad dan matan. Dalam hal rujukan, hadits yang shahih menjadi dasar dalam menentukan suatu hukum. Hadis shahih, hasan, dan dhaif merupakan kategori penting dalam ilmu hadis, yang membantu menentukan kualitas dan keaslian hadis yang disebutkan. Definisi dan syarat-syarat hadis shahih, hasan, dan dhaif sangat penting untuk dipahami oleh para ulama dan ahli hadis. Dengan mengetahui kategori-kategori tersebut, mereka dapat memahami kualitas dan keaslian hadis yang disebutkan, sehingga dapat memastikan keaslian hadis tersebut. Artikel ini menggunakan metode penelitian systematic literature review. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencari dan mengumpulkan beberapa jurnal-jurnal serta diambil semua kesimpulan lalu ditelaah secara mendalam melalui cara yang rinci agar mandapatkan hasil akhir yang sesuia dengan apa yang diharapkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pentingnya memahami dan mengerti tentang sanad dan matan untuk menentukan keandalan hadis. Dengan memahami dan menganalisis kualitas sanad dan matan, kita dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dalam menerima atau menolak kebenaran pada sebuah hadis. Kata Kunci: Hadist. Matan. Sanad. PENDAHULUAN Hadits bermakna sebagai salah satu sumber hukum islam yang membarikan pemahaman lebih lanjut mengenai ajaran dan tindalan Nabi sebagai teladan bagi umat islam. Hadits juga memiliki pengertian yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW semata melainkan juga segala yang di sandarkan kepada sahabat dan tabiAoin. Hadits yang diterima oleh para sahabat dengan cepat tetrsebar luas di kalangan masyarakat karena mayoritas sahabat s angat antusias dalam mencari dan menyampaikan Hadits Nabi kepada orang lain(Wicaksono & Santoso, 2. Hadits merupakan landasan hukum Islam yang kedua setelah al-QurAoan. Hadits sebagai sumber kedua ini ditunjukkan oleh tiga hal, yaitu. al-Qur`an sendiri, kesepakatan . jma`) ulama, dan logika akal sehat . a`qu. AlQuran menekankan bahwa Rasulullah berfungsi menjelaskan maksud firman-firman Allah. Karena itu apa yang disampaikan Nabi harus diikuti, bahkan perilaku Nabi sebagai rasul harus diteladani oleh kaum Muslimin. Tulisan ini menemukan bahwa fungsi hadist terhadap al-Quran adalah sebagai bayan dan muhaqiq . enjelas dan pengua. bagi al-Quran. (Yusuf, 2. Hadits memegang peranan penting dalam menentukan hukum islam setelah Al-QurAoan, karena hadits berfungsi sebagai penjelas makna dalam teks suci tersebut. Terutama pada ayat -ayat yang masih samar dan ambigu, seorang penafsir seringkali menggunakan hadits untuk memu dahkan pemahaman, seiring dengan perkembangan ilmu hadits, ada kelompok yang serius dalam mempelajari hadits dengan bertujuan mengklasifikasikannya berdasarkan kualitas, baik dari segi isi maupun sanadnya. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasikan hadits yang dapat dijadikan sebagai landasan hukum yang kuat, serta hadits yang tidak dapat digunakan sebagai landasan hukum. Dengan demikian, kedudukan hadits dalam sumber hukum islam menjadi sangat penting. (Fikri, 2. Munculnya produk hadits yang sangat melimpah itu, sejumlah ulama mengumpulkan, menyaring, dan men-sistematisir dengan melakukan perjalanan menjelajah seluruh dunia Islam saat itu . isebut Aupencarian haditsA. Akhir abad ke-3 . ermulaan 10 M) telah dihasilkan beberapa koleksi hadits. Pada masa itu juga muncul pengkategorian hadits untuk menyaringnya. Terdapat macam-macam hadist menurut sanad dan matan yaitu: hadits shahih, hadits yang benar, sah, dan tidak cacat. Hadist hasan, hadis yang pada sanadnya tidak terdapat orang yang tertuduh dusta. Hadist dhoif, dhaif berarti lemah sebagai lawan dari kata qawiy yang artinya kuat. Maka dari itu artikel ini menjelaskan tentang Hadis Shahih. Hasan dan DhoAoif ditinjau dari kualitas sanad dan matan. (Solihin, 2. METODE Artikel ini menggunakan metode penelitian systematic literature review. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencari dan mengumpulkan beberapa jurnal-jurnal serta diambil semua kesimpulan lalu ditelaah secara mendalam melalui cara yang rinci agar mandapatkan hasil akhir yang sesuai dengan apa yang diharapkan Kajian ini mendalami dan menjelaskan secara rinci tiga jenis hadis berdasarkan kualitas sanad dan matan: hadis shahih, hadis hasan, dan hadis dha'if. (Andriani, 2. Jurnal Kajian Islam Dan Sosial Keagamaan Vol. 01 No. 04 April Ae Juni 2024 Jurnal Kajian Islam Dan Sosial Keagamaan Vol. 1 No. 4 April - Juni 2024 Hal. https://jurnal. id/index. php/jkis/index ISSN : 3026-2003 PEMBAHASAN Pengertian sanad dan matan Sanad berarti sandaran, yang kita bersandar padanya, dan dapat dipercayai, dan berarti keseluruhan rawy dalam suatu hadist dengan sifat dan bentuk yang ada. Sanad adalah konsep keilmuan yang berfungsi sebagai silsilah keilmuan yang bersambung sampai kepada matan, rawi-rawi yang meriwayatkan matan hadits dan menyampaikannya, menentukan kualitas dan otentisitas informasi berupa hadits. Matan menurut bahasa berarti punggung jalan tanah keras dan tinggi, sedangkan matan menurut istilah adalah bunyi atau kalimat yang terdapat dalam hadits yang menjadi isi riwayat, berbentuk qaul, fiAoil, dan taqrir dari Rasulullah Saw. Hadis dibagi menjadi 2 golongan yang telah memenuhi syarat-syarat qobul hadis yang diterima atas kebenaran dan kejujuran orang dalam meriwayat. Hadis Maqbul terdiri atas Hadis Shahih dan Hadis Hasan, dan Hadis Mardud adalah hadis yang tidak memenuhi syarat-syarat qobul, yang tidak diterima kebenarannya dan tidak boleh dijadikan hujjah. Hadist mardud terdiri atas hadist dhaif. (Rahman, 2. Macam-macam hadist maqbul Hadist shohih Pengertian Hadits shahih sering dianggap sebagai hadits yang "sehat" dan bebas dari "sakit". Menurut Shubhi al-Shalih, secara bahasa, hadits shahih adalah hadits yang benar, sah, dan tidak cacat. Secara khusus, hadits shahih menurutnya adalah hadits dengan sanad yang terus menerus, diteruskan oleh periwayat yang adil dan terpercaya, hingga mencapai Rasulullah atau sahabat tanpa kejanggalan atau cacat. (Salmi, 2. Imam Ibn al-Shalah juga mendefinisikan hadits shahih sebagai hadits yang disandarkan pada Nabi, dengan sanad yang terus menerus, diteruskan oleh periwayat yang adil dan terpercaya, tanpa kejanggalan atau cacat. Ibn Hajar al-AoAsqalani lebih singkat dalam definisinya, menyebutkan bahwa hadits shahih adalah hadits yang diteruskan oleh periwayat yang adil, memiliki kualitas terpercaya, dengan sanad yang terus menerus, tanpa cacat atau kejanggalan. Syarat hadist shohih: (KITAB, n. Keterhubungan Sanad: Tiap rangkaian perawi memiliki koneksi guru-murid, yang dapat dikonfirmasi melalui biografi perawi dalam kitab rijal atau melalui informasi tentang perjalanan ilmiah mereka. Tanpa Syadz: Syadz adalah keadaan di mana hadis bertentangan dengan versi yang lebih baik kualitasnya dari perawi yang sama. Bebas dari Illat: Illat adalah cacat yang muncul dalam sebuah hadis akibat kesalahan tidak disengaja, yang dapat diidentifikasi dengan membandingkan versi perawi yang terpercaya. Keadilan Perawi: Seorang perawi yang adil adalah yang menjaga ketakwaan dan menjauhi dosa kecil, dengan lima syarat yang harus dipenuhi. Keandalan Perawi: Dhabith dibagi menjadi dua jenis: dhabith shadr, yang menunjukkan kekuatan hafalan, dan dhabith kitab, yang menandakan tulisan yang dijaga dengan baik oleh penulisnya. Konsep 'am mitslihi dan muAotamidun fii dhabthihi wa naqlihi mengacu pada kepercayaan pada keandalan perawi dan ketepatan penyaluran informasi mereka. Pembagian dan contoh hadist shahih:(Wahab, 2. Pada pembagian ini hadist shahih di bagi menjadi 2 bagian yaitu: Hadis Shahih LidzatihiAy dan AuHadis Shahih Li-ghairihiAy C Hadist shahih lidzatihi adalah hadist yang telah memenuhi kelima syarat syarat hadist shahih tersebut. Berikut contoh hadist shahih lidzatihi: e aOEa eE ae EaOa aE asea a a a A a EeI aOA AOaOe aO aeIe OaOe aO aIaU A a aA: eA asaEa aOEaO a aeAU AO eIA e U AE aO eIA a aAsEa aeE a EeI a eI aaeAA a AsE aI a EaA a aAOAU AO eIA a AEA a AA e Aea eOI EeAU AsEa aEA AOA a aU AesOe E a aEE eac Ee aOEaO aa EA a aAeaa eea ea eaa Ee OA Autelah mengabarkan kepadaku yahya bin yahya, ia berkata: aku membacakan kepada malik, dari safwan bin sulaim, dari athaAo bin yasar, dari saAoid al-khudri, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Aumandi pada hari jumAoat hukumnya wajib, yakni bagi yang telah bermimpi . ang telah bali. Ay (HR. Musli. C Hadis Shahih Li-ghairihi adalah kualitas hadis shahih yang disebabkan oleh perawinya yang memiliki kekurangan dari kriteria hadis shahih. Hadis ini bisa naik kualitasnya terhadap hadis shahih apabila ada dalil yang lebih shahih untuk mendukung hadis tersebut. Berikut ini adalah contoh hadist shahih Lighairihi: Aase OEE a aEeO eaE EA: "AaeaEe OIaaE eaE OO EA u AoAosOE UaO eaIae aEC sI aEC UaE OE eaEA AuRasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Aujuallah kepada kami seekor unta dengan beberapa ekor unta muda dari unta zakat sesuai dengan hitungannyaAy, maka ia mengambil seekor unta jantan ditukar dengan dua ekor unta muda atau tiga ekor unta betinaAy (HR. Ahmad dan Baihaqi Kedudukan dan hukum hadist shahih Jurnal Kajian Islam Dan Sosial Keagamaan Vol. 01 No. 04 April Ae Juni 2024 Jurnal Kajian Islam Dan Sosial Keagamaan Vol. 1 No. 4 April - Juni 2024 Hal. https://jurnal. id/index. php/jkis/index ISSN : 3026-2003 Hadits Shahih mempunyai kedudukan posisi yang di dalam Islam sebagai landasan hukum yang kuat yang dapat dijadikan pedoman dalam menafsirkan dan menegakkan hukum Islam. Hadits Shahih dikatakan mempunyai kedudukan yang sama dalam menetapkan hukum Islam dengan Al - Qur'an. maka Al -Qur'an menempati kedudukan pertama sedangkan hadist shahih meempati kedudukan kedua. Hadits Shahih sangat penting untuk menjelaskan dan mencerahkan poin-poin yang tidak dijelaskan secara jelas dalam Al - Qur'an. Penjelasan yang jelas mengenai ajaran Nabi menjadikan hukum Islam dapat dipahami dan tidak mungkin mempunyai makna lain. (Tasbih, 2. Hadist hasan Pengertian Menurut bahasa, hadist hasan berarti baik dan bagus. Sebagian ulama hadis mendefenisikan hadis hasan ialah. Hadis yang pada sanadnya tidak terdapat orang yang tertuduh dusta, tidak terdapat kejanggalan pada matannya dan hadis itu diriwayatkan tidak dari satu jurusan yang sepadan maknanya. (Muntadhira. Menurut Imam at-Tirmidzi, hadis hasan ialah. Tiap-tiap hadis yang tidak terdapat pada sanadnya perawi yang tertuduh dusta, pada matannya tidak terdapat kejanggalan, dan hadis itu diriwayatkan tidak hanya dengan satu jalan yang sepadan dengannya. Menurut At-Thibi, hadis hasan adalah AuHadis musnad . uttasil dan marfuA. yang sanad-sanadnya mendekati derajat tsiqah, atau hadis mursal yang sanad sanadnya tsiqah, tetapi pada keduanya ada perawi lain, dan hadis itu terhindar dari syydz . dan illat . Ay Abdul Majid Khon mendefenisikan hadis hasan adalah AuHadis yang bersambung sanadnya, diriwayatkan oleh orang adil, kurang sedikit ke-dhabit-annya, tidak ada keganjilan . dan tidak ada illatAy. Mayoritas ulama ahli hadis berpendapat bahwa hadis hasan adalah : AuHadis yang dinukilkan oleh seorang yang adil, . tak begitu kokoh ingatannya, bersambung-sambung sanadnya dan tidak terdapat Aoillat serta kejanggalan pada matannya. Ay. (Damanik, 2. Dari defenisi-defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa hadis hasan hampir sama dengan hadis shahih, hanya saja terdapat perbedaan dalam soal ingatan Pada hadis hasan ingatan atau daya hafalannya kurang sempurna. Syarat-syarat hadist hasan Secara rinci syarat-syarat hadis hasan adalah sebagai berikut:(Syamsudin, 2. Bersambung sanadnya. Rawinya adil. Rawinya dhabith, tetapi kualitas ke-dhabit-annya di bawah kedhabit-an perawi hadis shahih. Tidak terdapat kejanggalan atau syydz. Tidak terdapat illat . Macam-macam Hadis Hasan Para ulama ahli hadis membagi hadis hasan kepada dua macam, yaitu. (Hading, 2. Hadis hasan lidzytihi, artinya hadis hasan karena dzatnya atau dirinya. Secara terminologi, hadis hasan lidzytihi sebagaimana pengertian diatas, yaitu hadis yang sanadnya bersambung dari permulaan sampai akhir, diriwayatkan oleh orang-orang yang adil tetapi ada yang kurang dhabith, serta tidak ada syudzudz dan Ibnu al-Shalah memberikan batasan hadis jenis ini dengan. Aubahwasanya para perawinya masyhur/terkenal dengan kejujurannya, amanah, meskipun tidak mencapai derajat perawi hadis shahih, karena keterbatasan kekuatan dan kebagusan hafalannya. Meskipun demikian, hadis yang diriwayatkannya tidak termasuk kedalam golongan yang munkarAy Contoh hadist hasan lidzatihi: A aO eIA AsEa e a ea A e eA aIa aeEa eEaee aIa aa eI ea aeIA:AsO eea a s eaE eaEsO aA a AA a ase AO eI aaE aa e E a EeI aaEA eAe a E EA AIEa E A eA a aaE O eEa aeAa eeaa ea E EA aAea ea AEe OaOe Ea E aE E ea A a aea aAsE aE UEAa A a e a AsaE e aE aE aOI ae E eaaI e e Ea Oaea e a a asea e a E aEOA a aa AOEa eEA a Aea EA Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dia berkata. AyTelah menceritakan kepada kami Qutaibah, ia berkata,Ao Telah menceritakan kepada kami JaAofar bin Sulaiman Adh DhubaAoi dari Abu Imran Al Jauni dari Abu Bakr bin Abu Musa Al AsyAoari ia berkata. AyAku mendengar ayahku berkata saat di hadapan musuh. AyRasulullah A Abersabda. AySesungguhnya pintupintu surga berada di bawah naungan pedangAAy Hadis hasan li ghairii Hasan li ghairihi, artinya. hasan karena yang lainnya. Maksudnya, suatu hadis menjadi hasan karena dibantu dari jalan lain. Hasan li ghairihi menurut istilah ialah satu hadis yang dalam sanadnya ada perawi yang mastur, atau perawi yang kurang kuat hafalannya, atau perawi yang tercampur hafalannya karena sudah lanjut usia, atau perawi yang mudallis atau perawi yang pernah keliru dalam meriwayatkan, atau perawi yang pernah salah dalam meriwayatkan, lalu dikuatkan dengan jalan lain yang sebanding dengannya Jurnal Kajian Islam Dan Sosial Keagamaan Vol. 01 No. 04 April Ae Juni 2024 Jurnal Kajian Islam Dan Sosial Keagamaan Vol. 1 No. 4 April - Juni 2024 Hal. https://jurnal. id/index. php/jkis/index ISSN : 3026-2003 Tingkatan hadis hasan li ghairihi adalah tingkatan yang paling rendah diantara hadis maqbul. Dengan demikian, hadis hasan lighairih adalah hadis yang kualitas hadisnya pada dasarnya berada dibawah derajat hadis hasan. Ia berada pada derajat hadis dhaAoif. Hadis dhaAoif yang bisa naik kedudukannya menjadi hadis hasan hanya hadishadis yang tidak terlalu lemah, sementara hadis-hadis yang sangat lemah, seperti hadis maudhuAo hadis munkar dan hadis matruk, betapapun adanya syahid dan muttabiAo kedudukannya tetap sebagai hadis dhaAoif tidak bisa berubah menjadi hadis hasan. Contoh hadist hasan li ghairihi: Hasan Lighoirihi diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, yaitu: AOI O aE a I O E I a a sa E O EI a a I Os a I a e OI a E A es sI a E e O aaE O EOA A sa a a EO a O E E a s EE E sI I asa a E I a a E E a E aN E I E A Dari SyuAobah, dari AoAshim bin AoUbaidillah dari Abdullah bin AoAmir bin RabiAoah, dari ayahnya, bahwa seorang wanita dari Bani Fazarah menikah dengan mahar sepasang sandal. Maka Rasulullah SAW bersabda,AyApakah engkau merelakan dirimu sedangkan engkau hanya mendapat mahar sepasang sandal?Ay Wanita tersebut menjawab,AyYa. Ay Maka Rasulullah SAW membolehkannya. Ay Kedudukan dan hukum hadist hasan Hadits Hasan menempati posisi yang kedua setelah Al-Qur'an dalam kehujjahan hukum Islam. Hal ini menunjukkan bahwa hadits hasan sangat penting dalam menentukan dan menetapkan hukum Islam. Hadist hasan hampir memiliki kesamaan dengan hadist shahih, kecuali dalam hal perawinya yang tidak sebanding dengan perawi hadits shahih. Hadits Hasan mempunyai posisi yang berada diantara hadist shahih dan hadist dhaif. (Wahab, 2. HADIST MARDUD Hadist dhoif Pengertian Menurut Bahasa, dhaif berarti lemah sebagai lawan dari kata qawiy yang artinya kuat. Secara istilah, menurut imam an-nawawi hadist dhaif adalah hadist yang kehilangan satu syarat atau lebih syarat-syarat hadist shahih atau hasan. Abdul qadir hassan juga mendefinisikan hadist dhaif yaitu hadist yang terputus sanadnya atau diantara rawi-rawinya ada yang bercatat. (Agung, n. C Pembagian hadist dhaif Al-iraqi, membagi hadist dhaif menjadi 42 macam, sementara muhadditsun lainnya mengatakan jumlahnya lebih banyak dari itu, bahkan ada yang membaginya sampai 129 macam. Para ulama hadist mengatakan bahwa terdapat dua keadaan yang membuat suatu hadist itu dhaif, yaitu karena putus sanadnya dan karena tercacat seorang rawi atu beberapa rawinya. (Arifin, 2. Hadist karena putus sanadnya: (Khaeruman, 2. Hadis muAoallaq Menurut bahasa muAoallaq adalah isim mafAoul dari kata Aoallaqa, yang artinya menghubungkan dan menjadikannya sebagai sesuatu yang bergantung. Satu sanad di katakan muAoallaq karena dia hanya bersambung dengan bagian dari arah atas saja dan terputus di bagian bawah, sehingga seolah-olah dia merupakan sesuatu yang bergantung pada suatu atap dan lain Hadis muAodhal Menurut bahasa muAodhal adalah isim mafAoul dari kata AuaAodhalaAy, semakna dengan kata AuaAoyay, yang berarti memayahkan. Secara istilah, hadis muAodhal ialah: AuHadis yang gugur dari sanadnya dua orang perawi atau lebih secara berturut-turut. Ay Hadis munqathiAo Kata munqathiAo adalah bentuk isim faAoil dari kata AuinqataAoaAy, mashdar-nya al-inqithaAo lawan kata Aual-ittishalAy, yang berarti terputus lawan kata bersambung. Sebagian ulama hadis mengatakan bahwa hadis munqathiAo ialah: AyHadis yang gugur seorang rawinya sebelum sahabat pada satu tempat, atau gugur dua orang pada dua tempat dalam keadaan tidak berturut-turut. Ay Hadis mursal Kata mursal adalah isim mafAoul dari kata AuarsalaAy yang berarti AuathlaqaAy, yakni. Seakan-akan hadis mursal itu melepas sanadnya, dan tidak mengikatnya dengan perawi yang dikenal. Muhammad Ajjaj al-Khatib mengatakan bahwa hadis mursal ialah. AuHadis yang diangkat langsung oleh tabiAoin kepada Rasulullah SAW, berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrir . , baik itu tabiAoin kecil maupun tabiAoin besar. Ay Hadis mudallas Kata al-mudallas adalah isim mafAoul dari kata dallasa yang berarti tersimpannya cacat harta dagangan dari si pembeli. Kata dallasa, yudallisu, tadlis berarti gelap atau campuran yang gelap, seakan-akan sebuah hadis menjadi mudallas karena ia tertutup bagi seseorang yang ingin mengetahui hadis itu, keadaannya menjadi lebih gelap sehingga hadis tersebut menjadi mudallas yakni hadis yang menyimpan cacat. Daif karena cacat rawi Hadis dhaAoif sebab tercacat rawi terbagi kepada dua macam, yaitu. cacat keadilan rawi dan karena cacat kedhabitan rawi. DhaAoif sebab cacat keadilan. Jurnal Kajian Islam Dan Sosial Keagamaan Vol. 01 No. 04 April Ae Juni 2024 Jurnal Kajian Islam Dan Sosial Keagamaan Vol. 1 No. 4 April - Juni 2024 Hal. https://jurnal. id/index. php/jkis/index ISSN : 3026-2003 DhaAoif sebab cacat keadilan rawi, terdiri dari tiga macam, yaitu. Matruk Hadis matruk ialah satu hadis yang diriwayatkan oleh orang yang tertuduh berdusta serta tidak diketahui hadis itu melainkan dari jurusan dia saja. Mubham Abdul Qadir Hassan mengatakan bahwa hadis mubham adalah satu hadis yang pada matannya atau sanadnya ada seorang yang tidak disebutkan namanya. Majhul Hadis majhul adalah hadis yang di dalam sanad-nya terdapat seorang rawi yang tidak dikenal jati dirinya atau tidak dikenal orangnya. DhaAoif karena cacat kedhabitan DhaAoif karena cacat kedhabitan terdiri dari. Munkar Secara istilah, hadis munkar ialah hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang lemah dan bertentangan dengan riwayat perawi yang tsiqah. MuAoallal Menurut Abdul Qadir Hassan, hadis muAoallal ialah hadis yang zhahirnya sah, tetapi setelah diperiksa terdapat cacatnya. Mudraj Hadis mudryj menurut istilah ialah hadis yang asal sanadnya berubah atau matannya tercampur dengan sesuatu yang bukan bagiannya tanpa ada pemisah. Maqlub Sebagian ahli hadis mendefenisikan hadis maqlyb, yaitu AuHadis yang terjadi mukhalafah . enyalahi hadis lai. disebabkan mendahulukan dan mengakhirkan. Mudhtarib Secara istilah hadis mudhtharib adalah hadis yang diriwayatkan dari jalur yang berbeda-beda serta sama dalam tingkat kekuatannya, dimana satu jalur dengan yang lainnya tidak memungkinkan untuk disatukan dan tidak mungkin pula untuk dipilih salah satu yang terkuat. Syadz Sebagian muhadditsun mendefenisikan hadis syadz ialah AuHadis yang diriwayatkan oleh seorang yang maqbul . menyalahi riwayat orang yang lebih rajih . , lantaran mempunyai kelebihan kedhabitan atau banyaknya sanad atau lain sebagainya dari segi pentarjihan. Ay Mushahhaf Menurut sebagian muhadditsyn, hadis mushahhaf ialah hadis yang mukhalafahnya karena perubahan titik kata, sedangkan bentuk tulisannya tetap. Muharraf Sebagian muhadditsun mengatakan hadis muharraf ialah AuHadis yang mukhalafahnya terjadi disebabkan karena perubahan syakal kata . , dengan masih tetapnya bentuk tulisannya. Ay Mukhtalith Hadis mukhtalith ialah Hadis yang rawinya buruk hafalannya, disebabkan sudah lanjut usia, tertimpa bahaya, terbakar atau hilang kitab-kitabnya. (Kholis, 2. Kedudukan dan hukum hadist dhaif Hadits dhaif menduduki posisi yang rendah dalam kehujjahan hukum Islam. dan tidak dapat dijadikan sebagai sumber hukum yang kuat dan tidak boleh digunakan dalam permasalahan hukum akidah, hukum syariat, dan hukum halal dan haram. Hadits dhaif boleh digunakan dalam fadhail a'mal , seperti keutamaan amal , namun tidak ada kaitannya dengan hukum halal dan haram , akidah , dan hukum syariah, juga tidak ada hubungannya dengan kualitas rawi nya. (Rambe et al. , 2. Kesimpulan Dari anlisis tentang kualitas sanad dan matan dalam artikel diatas, dapat disimpulkan bahwa sanad berarti sandaran, yang bersandar padanya dan dapat dipercaya, dan berarti keseluruhan mentah dalam suatu hadist dengan sifat dan bentuk yang ada. Sanad adalah konsep keilmuan yang berfungsi sebagai silsilah keilmuan yang bersambung sampai ke matan, rawi-rawi yang meriwayatkan matan hadits dan menyampaikannya, menentukan kualitas dan otentisitas informasi berupa hadits. Hadis dibagi menjadi 2 golongan yang telah memenuhi syaratsyarat qobul hadis yang diterima atas kebenaran dan kejujuran orang dalam meriwayat. Hadis maqbul terdiri atas Hadis Shahih dan Hadis Hasan, dan Hadis Mardud adalah hadis yang tidak memenuhi syarat-syarat qobul, yang tidak diterima kebenarannya dan tidak dapat dijadikan hujjah. Hadist hasan berarti baik dan bagus, yaitu tidak Jurnal Kajian Islam Dan Sosial Keagamaan Vol. 01 No. 04 April Ae Juni 2024 Jurnal Kajian Islam Dan Sosial Keagamaan Vol. 1 No. 4 April - Juni 2024 Hal. https://jurnal. id/index. php/jkis/index ISSN : 3026-2003 terdapat orang tertuduh dusta, tidak terdapat kejanggalan pada mat, dan hadis itu diriwayatkan tidak dari satu arah yang sesuai maknanya. Menurut Imam at-Tirmidzi, hadis hasan adalah musnad yang sanad-sanadnya mendekati derajat tsiqah, atau hadis mursal yang sanad sanadnya, tetapi pada keduanya ada perawi lain, dan hadis itu terhindar dari syydz . dan illat . Hadis hasan hampir sama dengan hadis shahih, hanya terdapat perbedaan dalam soal ingatan perawi. Dengan memahami dan menganalisis kualitas sanad dan matan, kita dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dalam menerima atau menolak kebenaran pada sebuah hadis. DAFTAR PUSTAKA