Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 PROFIL KEANEKARAGAMAN HAYATI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT Shofiyah*1. Eldy Indra Purnawan2. Renhart Jemi3 Anita Delina4. Syahyani5. Fitriyana6 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Anta Kusuma. Kabupaten Kotawaringin Barat. Provinsi Kalimantan Tengah. Jurusan Kehutanan. Fakultas Pertanian. Universitas Palangka Raya. Kalimantan Tengah. UPT. KPHP Kotawaringin Barat Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Barat. Provinsi Kalimantan tengah. Indonesia. E-Mail: shofiyah. untama@gmail. com (*Corresponding autho. Submit: 07-02-2025 Revisi: 27-02-2025 Diterima: 05-03-2025 ABSTRAK Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat. Studi ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 29 Tahun 2009 Tentang Pedoman Konservasi Keanekaragaman Hayati di daerah yaitu dilakukan secara eksplorasi dengan kombinasi metode Focus Group Discussion (FGD) untuk mengumpulkan data keanekaraman hayati. Hasil studi menunjukan bahwa keanekaragaman hayati Kabupaten Kotawaringin Barat cukup tinggi, dimana jenis liar daratan dan perairan yang belum bernilai ekonomi teridentifikasi untuk jenis tumbuhan sebanyak 532 jenis dan satwa sebanyak 879 Jenis. Jenis liar daratan dan perairan yang sudah bernilai ekonomi dari jenis tumbuhan teridentifikasi 15 jenis dan satwa sebanyak 39 Jenis. Jenis yang sudah dibudidayakan teridentifikasi sebanyak 134 jenis. Jenis tumbuhan obat berdasarkan pengetahuan tradisional ditemukan sebanyak 90 jenis Keanekaragaman hayati di Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi aset dalam pembangunan daerah. Dilain sisi, bertambahnya jumlah penduduk akan berbanding lurus terhadap aktifitas pemanfaatan sumberdaya hayati. Hal ini dapat menjadi ancaman terhadap keanekaragaman hayati jika pemanfaatannya dilakukan secara tidak Terganggunya keanekaragaman hayati akan berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan lingkungan yang berdampak pada munculnya penyakit dan bencana alam. Karena itu, penting menjaga kestabilannya dengan cara melakukan pematauan secara berkelanjutan melalui pembaharuan data tahunan. Kata kunci : Jenis Liar. Keanekaragaman Hayati. Konservasi. Nilai Ekonomi. ABSTRACT Biodiversity Profile of West Kotawaringin Regency. This study was conducted based on the Regulation of the Minister of State for the Environment Number 29 of 2009 concerning Guidelines for Biodiversity Conservation in the region, which was conducted through exploration with a combination of Focus Group Discussion (FGD) methods to collect biodiversity data. The study results show that The biodiversity of West Kotawaringin Regency is quite high, where wild types of land and water that have no economic value have been identified for 532 types of plants and 879 types of There are 15 wild species of land and water that have economic value, including 15 species of plants and 39 species of animals. There are 134 types that have been cultivated. There are 90 types of medicinal plants based on traditional knowledge. Biodiversity in West Kotawaringin Regency is an asset in regional development. On the other hand, the increase in population will be directly proportional to the activities of utilizing biological resources. This can be a threat to biodiversity if its use is carried out unwisely. Disruption of biodiversity will have the potential to cause environmental imbalance which will result in the emergence of disease and natural disasters. Therefore, it is important to maintain its stability by carrying out continuous monitoring through annual data Key words : Biodiversity. Conservation. Economic Value. Wild Species. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Profil Keanekaragaman Hayati A PENDAHULUAN Keanekaragaman hayati memiliki peranan penting dalam menjaga kestabilan Keanekaragaman hayati dibagi dalam tiga kategori yaitu ekosistem, spesies dan genetik (Mokodompit et al. Keanekaragman hayati pada setiap wilayah berbeda susuai dengan tipe iklim dan bentang alamnya. Keanekaragaman hayati pada suatu wilayah tergantung habitatnya (Nasihin dan Rohmatullayaly. Keanekaragaman merupakan aset bagi pembangunan. Keanekaragaman modal penting dalam suatu pembangunan (Hadi et al. , 2. Dokumen keanekaraman hayati disebut dengan Profil Keanekaragaman Hayati. Profil Keanekaragaman Hayati dibuat sebagai arahan dalam penyusunan profil keanekaragaman hayati pada daerah di Indonesia yang diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 29 tahun 2009 tentang Pedoman Konservasi Keanekaragaman Hayati di Daerah. Profil Keanekaragaman Hayati Daerah terbagi menjadi dua yaitu Profil Keanekaragaman Hayati Provinsi dan Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup, 2. Berdasarkan peraturan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 29 tahun 2009 Kabupaten Kotawaringin Barat berkewajiban melakukan pantauan dokumen Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten. Pemantauan bertujuan untuk mengetahui kondisi keanekaragaman hayati. Hasil kajian dokumen Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat ini juga dapat menjadi tolak ukur kualitasi dan kealamian Keanekaragaman hayati dapat dijadikan parameter keseimbangan dan kualitas lingkungan (Hayat, 2. Pada daerah yang terganggu dan rusak tidak banyak jenis tumbuhan yang dijumpai Shofiyah et al. bahkan muncul beberapa jenis invasi. Gangguan dapat menyebabkan perubahan komposisi spesies atau terkadang penggantian total spesies tumbuhan (Malav et al. , 2. Namun pada kenyataannya belum tersedia dokumen terbaru pantauan profil keanekaragaman hayati Kotawaringin Barat. Sebaiknya dokumen profil pemantauan paling sedikit satu kali tahunnya (Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Hasil Kabupaten Kotawaringin Barat sebelumnya, telah diketahui data jenis keanekaragaman hayati yang sudah dibudidayakan (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Barat, 2. , belum teridentifikasi data mengenai jenis liar yang belum bernilai ekonomi, jenis liar yang sudah diketahui nilai ekonominya dan pengetahuan tradisional tumbuhan Inventarisasi data pantauan profil keanekaraman hayati yang komprehesif menjadi perhatian agar dapat menjadi dasar yang kuat dalam pengelolaan Penyusunan dokumen profil keanekaragaman hayati perlu didukung agar dapat dilakukan secara berkelanjutan (Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, 2. Dokumen profil keanekaragaman hayati keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh daerah tersebut (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur, 2. Penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat ini penting sebagai pemutakhiran data. Penyusunan dokumen Profil Keaneragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat ini dilakukan sebab merupakan amanah dari peraturan dan menjadi gambaran kondisi terkini keanekaragaman hayati di Kabupaten Kotawaringin Barat. Inventasrisasi data This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Profil Keanekaragaman Hayati ini dilakukan dengan ekplorasi dan Focus Group Discussion (FGD). METODA PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Kabupaten Kotawaringin Barat. Provinsi Kalimantan Tengah. Pada bulan Mei - Agustus 2024. Bahan dan Alat Alat dan bahan yang digunakan untuk mendapatkan data primer panduan saat wawancara langsung dengan masyarakat, alat tulis untuk mencatat data serta kamera ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Metode Penelitian Metode penelitian ini mengacu pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 29 Tahun 2009 Tentang Pedoman Konservasi Keanekaragaman Hayati di daerah yaitu dilakukan secara eksplorasi . elacakan atau penjelajaha. dengan kombinasi metode Focus Group Discussion (FGD) untuk mengumpulkan data keanekaraman hayati. Eksplorasi dilakukan dengan cara Ground Check pada lokasilokasi yang dipilih secara sengaja dengan alur sebagaimana Gambar Hasil Studi KEHATI Analisis Data KEHATI: Data FGD Pengumpulan Data KEHATI: FGD dengan Stakeholder Ground Check Gambar 1. Alur Metode Penelitian 1 Focus Group Discussion (FGD) Focus Group Discussion (FGD) dilakukan untuk mengumpulkan data Keanekaragaman Hayati yang ada pada stakeholder pemegang data Keanekaramanan Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat. Kelompok FGD biasanya terdiri dari 5 sampai 10 peserta (Hennink, 2. , yang dianggap dapat mewakili tujuan pengumpulan data. 2 Eksplorasi Melakukan keanekaragaman hayati langsung di lapangan dengan teknik yang disajikan pada Tabel 1 dan Lokasi Ground Check (Pengecekan Lapanga. Tumbuhan dan Satwa ditampilkan pada Gambar 2 berikut. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Profil Keanekaragaman Hayati A Shofiyah et al. Tabel 1. Teknik Eksplorasi Keanekaragaman Hayati. No. Jenis Data Keanekaragaman Hayati Jenis liar yang belum bernilai ekonomi Jenis liar yang sudah diketahui nilai ekonominya Jenis yang sudah dibudidayakan Pengetahuan tradisional sumber daya hayati Teknik Eksplorasi FGD dan Ground Check FGD dan Ground Check FGD dan Ground Check FGD dan Ground Check Gambar 2. Peta Lokasi Ground Check Tumbuhan dan Satwa. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1 KEBIJAKAN DAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN Peraturan daerah yang mengatur keanekaragaman hayati di Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah Peraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabuaten Kotawaringin Barat Tahun 2017-2037. Adapun lembaga Pemerintan dan Non Pemerintah keanekaragaman hayati di Kabupaten Kotawaringin Barat antara lain. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah 2 Pangkalan Bun. Balai Taman Nasional Tanjung Puting. Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kabupaten Kotawaringin Barat Dinas Kehutanan Provinsi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat. Dinas Perikanan dan Ketahahan Pangan Kabupaten Kotawaringin Barat. Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat. Universitas Antakusuma Pangkalan Bun. NGO Orangutan Foundation International (OFI). NGO - Orangutan Foundation - UK (OF-UK). Yayasan Yayorin. Yayasan FNPF. PBPH Hutan Alam. PBPH Hutan Tanaman. Perkebunan Kelapa Sawit. Persetujuan Pengelolaan Perhutanan Sosial. Tata Ruang 1 Kawasan Konservasi Kawasan kawasan dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta pemanfaatan secara lestari This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. terhadap sumberdaya alam hayati dan Kawasan Pelestarian Alam. Kawasan pelestarian alam yaitu Suaka Marga Satwa Sungai Lamandau dan Suaka Alam Laut . awasan padang lamun yang berada di sepanjang garis pantai Desa Teluk Bogam. Desa Sungai Bakau. Gosong Senggora dan Sepagar seluas kurang lebih 35. Kawasan sebaran terumbu karang berada di Sei Sungai Cabang Timur. Gosong Senggora dan Sepagar. Daerah perlindungan laut khususnya ikan, berada di Gosong Senggora Tanjung Keluang. Kawasan Suaka Alam. Kawasan yang merupakan kawasan Kabupaten Kotawaringin Barat yaitu: . Taman Nasional Tanjung Puting secara Kabupaten Seruyan. Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) berada di Kecamatan Kumai seluas kurang 546 hektar. Taman Wisata Alam Tanjung Keluang berada di Kecamatan Kumai seluas kurang lebih 2. 563 hektar. Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan. Kawasan cagar budaya yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat Istana Kuning/Keraton Lawang Agung Bukit Indera Kencana. Astana Mangkubumi di Kecamatan Arut Selatan. Astana AlNursari. Makam dan Masjid Kyai Gede dan Makam Raja Kuta Tanah di Kecamatan Kotawaringin Lama. Di Kecamatan Arut Utara yaitu Rumah Adat. Batu Patahan. Tiang Pantar. Balai Pinyang Laman. Batu Dahiang Burung. Sapundu. Rumah Betang Kuning. Batu Lancang. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tempayan Hermaung Yadana dan Monumen Iskandar Sambi. Kawasan Lindung Kawasan yang memberikan . utan mempunyai skor lereng, jenis tanah, curah hujan > 175 . kemiringan > 40 % dan ketinggian > 500 m dpl. Kawasan yang dibawahnya,terdiri dari : Hutan Lindung Hutan lindung di Kabupaten Kotawaringin Barat seluas hutan lindung persebarannya terletak disebagian Kecamatan Arut Utara dengan luas kurang 754 hektar dan Pulau Kelapa. Pulau Samudera Kecil. Pulau Batimbul. Pulau Bengaris. Pulau Seluluk, dan Pulau Terusan Pulau Samudera di Desa Tanjung Putri. Kawasan Bergambut dan Resapan Air Kawasan Bergambut Kawasan bergambut berada diantara Sungai Arut dan Sungai Lamandau Kecamatan Arut Selatan Kecamatan Kotawaringin Lama seluas kurang lebih 132. 927 hektar. Kawasan Resapan Air Kawasan resapan air di Kabupaten kotawaringin Barat 991 hektar yang berada di Kecamatan Arut Selatan seluas 491 hektar. Kecamatan Kumai 000 hektar, 4. 500 hektar. Kecamatan Arut Utara seluas 000 hektar dan Kecamatan Kotawaringin Lamaseluas 000 hektar. Kawasan Perlindungan Setempat This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Profil Keanekaragaman Hayati A Kawasan Perlindungan Setempat adalah kawasan di hutan yang ditetapkan dengan fungsi utama memberikan perlindungan pada lokasi sempadan pantai, sempadan sungai, kawasan sekitar danau atau waduk, kawasan sekitar mata air dan kawasan perlindungan. Kawasan Sempadan Pantai. Kawasan sempadan pantai ini membentang di bagian selatan wilayah pesisir Kabupaten Kotawaringin Barat, mulai dari Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kecamatan Kumai sampai wilayah pesisir selatan Kecamatan Arut Selatan. Panjang kurang lebih 156 Km, sehingga sempadan pantai adalah 1. Kawasan Sempadan Sungai. Sungai besar yang perlu Kabupaten Kotawaringin Barat yaitu Sungai Kumai. Sungai Arut dan Sungai Lamandau. Perlindungannya sekurang-kurangnya 100 meter dari kiri dan kanan sungai dan 50 meter bagi anak sungai diluar sungai dan anak sungai tersebut perlindungannya adalah 10-50 meter di kiri-kanan sungai. Sempadan Sungai di Kabupaten Kotawaringin Barat mempunyai luas kurang lebih 725 KmA. DAS Arut luas sempadan sungai sekitar 250 KmA, sedangkan DAS Lamandau yang mengalir dari Kabupaten Lamandau memiliki sempadan sungai yang harus dilindungi seluas 325 KmA DAS Kumai merupakan kumpulan anak 152 Shofiyah et al. anak sungai memiliki luas 150 KmA. Kawasan Sempadan Danau/Rawa. Danau-danau yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat adalah Danau Kenambui dan Sulung di Kecamatan Arut Selatan serta Danau Gatal dan Danau Masorayan Kecamatan Kotawaringin Lama. Areal yang perlu dilindungi adalah selebar 50100 meter dari bibir danau ke arah darat. Kawasan air terjun. Kawasan air terjun patih mambang di desa keraya Kecamatan Kumai. Kawasan kearifan lokal lainnya. Kawasan kearifan lokal lainnya meliputi Desa Pasir Panjang Kecamatan Arut Selatan. Rencana Pola Ruang Kawasan Budidaya Terdapat banyak kriteria budidaya pertanian dalam arti luas. Beberapa diantaranya adalah: Kepmentani No. 837/Kpts/UM/II/1980 dan No. 683/Kpts/UM/8/1981 jumlah bobot nilai dari ketiga faktor fisik . ereng, jenis tanah dan curah huja. haruslah berbobot < 124, dan juga kriteria land system yang berpedoman pada kesesuaian lahan dan berdasarkan kriteria fisik Kawasan Peruntukan Hutan Produksi Kawasan kebutuhan kayu serta keperluan industri, baik untuk tujuan lokal, nasional maupun ekspor. Kawasan Hutan Produksi This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. terdiri dari 3 kawasan, yaitu Kawasan Hutan Produksi Tetap (HP) seluas 485 hektar. Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 582 hektar dan Hutan Produksi yang dapat di Konversi (HPK) seluas 160. Kawasan Hutan Rakyat (HTR) Kawasan peruntukan hutan Kabupaten Kotawaringin Barat seluas kurang lebih 668 hektar berada di Kecamatan Arut Utara yang meliputi Desa Nanga Mua. Desa Pangkut. Desa Sukarami. Desa Kerabu, dan Desa Gandis. Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lain (KPPL). Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lain kawasan dengan peruntukan kegiatan budidaya, pemukiman kota, desa, industri, pariwisata, pertanian tanaman pangan, perkebunan dan hutan rakyat, serta penggunaan lain selain Kawasan Pemukiman Kawasan Kabupaten Kotawaringin Barat seluas kurang lebih 35. 854,76 Terbagi menjadi dua yaitu Kawasan Permukiman Perdesaan (PD) 677,65 hektar dan Kawasan Permukiman Perkotaan (PK) 177,11 Kawasan pemukiman tersebut tersebar pada enam kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kecamatan Arut Selatan. Kecamatan Arut Utara. Kecamatan Kotawaringin Lama. Kecamatan Kumai. Kecamatan Pangkalan Banteng ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 dan Kecamatan Lad. Pangkalan Data Keanekaragaman Hayati Daerah 1 Keanekaragaman Ekosistem Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan daerah dengan beberapa tipe ekosistem yaitu ekosistem hutan rawa dan ekosistem hutan dataran rendah. Peta sebaran tutupan lahan pada tipe ekosistem di Kabupaten Kotawaringin Barat di tampilkan pada Gambar 4. Ekosistem Hutan Dataran Rendah Ekosistem rendah di Kabupaten Kotawaringin Barat terdapat di Kecamatan Arut Utara. Kecamatan Pangkalan banteng dan Kecamatan Pangkalan Lada. Ekosistem hutan dataran rendah tumbuh berkembang di wilayah dataran rendah yang memiliki ketinggian antara 5 hingga 000 mdpl. Pada umumnya, struktur hutan di wilayah yang rendah sangat beragam dan kompleks sering disebut hutan hujan tropis dimana terdapat dipterocarpaceae dari marga Vatica. Drobalanops. Cotylelobium. Shorea. Hopea. Balanocarpus. Parashorea. Dipterocarpus, dan Anisoptera. Ekosistem Hutan Gambut Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dan terakumulasi pada rawa. Ekosistem gambut merupakan tatanan unsur gambut yang merupakan satu kesatuan utuh menyeluruh yang saling mempengaruhi dalam membentuk This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Profil Keanekaragaman Hayati A keseimbangan, stabilitas, dan sungai, diantara sungai dan laut, dan/atau pada rawa. Berbagai flora fauna hidup di lahan gambut, beberapa diantara termasuk spesies langka dan terancam Beberapa flora khas ekosistem hutan gambut diantaranya Jelutung Rawa (Dyera costulat. Ramin (Gonystylus Punak (Tetramerista Kempas (Kompassia malaccensi. Pulai Rawa (Alstonia pneumatophor. Bintangur (Callophylum sp. Nyatoh (Palaquium sp. Meranti Rawa (Shorea pauciflor. , dan Rengas (Melanorrhoea walichi. Sementara fauna khas ekosistem gambut yaitu Buaya Sinyulong (Tomistoma schlegeli. Orang Utan (Pongo Beruang Madu (Helarctos malayanu. Sementara itu di wilayah administrasi Kabupaten Kotawaringin Barat, gambut berada di Kecamatan Arut Selatan. Kecamatan Kumai. Kecamatan Kotawaringin Lama. Ekosistem Hutan Kerangas Ekosistem hutan kerangas . eath fores. yang umumnya berdampingan dengan hutan rawa gambut tumbuh pada tanah spodosol, podsolik dan tanah oksisiol yang telah Jenis tumbuhan khas pada ekosistem ini, antara pelawan. Shofiyah et al. alau, gerunggang, ujung atap, kantong Ekosistem Mangrove Hutan mangrove tumbuh di sepanjang pesisir pantai, muara sungai, bahkan ada yang tumbuh di rawa gambut. Komunitas dan pertumbuhan hutan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor alam, misalnya tipe tanah, salinitas, dan pasang surut serta hempasan gelombang air laut. Pasang surut air laut telah membentuk formasi atau zona ekosistem Pada wilayah selalu tergenang yaitu pada bagian depan ditumbuhi Avicennia alba dan Sonneratia alba pada media tumbuh pasir, sementara pada subtrat berlumpur bagian depan didominasi oleh Rhizopora mucronate. Areal yang digenangi pasang surut air laut sedang adalah jenis-jenis Rhizopora yang lebih dikenal sebagai bakau. Adapun wilayah yang hanya digenangi pada saat pasang tertinggi didominasi oleh spesies Bruguiera sp. dan Xylocarpus sp. , wilayah ini berada di bagian yang paling dekat Kabupaten Kotawaringin Barat, ekosistem hutan mangrove terdapat di Kecamatan Kumai. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Gambar 3. Peta Sebaran Tutupan Lahan pada Tipe Ekosistem di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2024. Keanekaragaman Spesies dan Genetik Jumlah Jenis . Jenis liar yang belum bernilai ekonomi Berdasarkan hasil analisis data dikatahui bahwa di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat teridentifikasi jenis liar yang belum diketahui nilai ekonominya terbagi dalam 2 . yakni tumbuhan dan satwa pada daratan, serta tumbuhan dan satwa pada perairan. Data jenis liar yang belum diketahui nilai ekonominya tersebut dapat dilihat pada grafik di Gambar 4. Tumbuhan Satwa Jenis Liar Daratan Tumbuhan Satwa Jenis Liar Perairan Gambar 4. Jenis Liar yang Belum Diketahui Nilai Ekonominya Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2024. Berdasarkan Gambar 4 tampak bahwa terdapat perbedaan yang cukup besar antara jumlah jenis liar yang belum bernilai ekonomi di wilayah daratan dan Hal keterbatasan data sekunder dan data primer jenis liar pada saat ground check, serta untuk melakukan pengamatan di perairan cukup sulit, dimana perlu memperhitungkan waktu dan sarana dalam melakukan pengambilan data, serta menyesuaikan kondisi perubahan cuaca yang ekstrim . idak terdug. Pada pengamatan di wilayah daratan kegiatan inventarisasi lebih mudah untuk dilakukan penyesuaian kondisi akses dan iklim yang ada. Selain itu, keanekaragam jenis di wilayah daratan dengan keunikan dan karateristiknya memungkinkan lebih beragamnya jenis-jenis yang tumbuh dan Data jenis liar yang belum diketahui nilai ekonominya secara rinci ditampilkan pada Gambar 5 berikut. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Profil Keanekaragaman Hayati A Shofiyah et al. Tumbuhan Air . O Ikan . O Ikan Laut dan Ikan Sungai Mamalia . Reptil . Amfibi . Pesisir . erumbu karang, padang lamun, dl. Sungai . asau, enceng gondok, terna. Kupu-Kupu . Gambar 5. Data Spesifik Jenis Liar yang Belum Diketahui Nilai Ekonominya Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2024. Adapun jenis liar yang belum bernilai ekonomi secara keseluruhan dari daratan dan perairan berjumlah 419 jenis, dimana dari total beberapa jenis liar dilindungi, terancam terancam/endemik ditampilkan dalam Tabel 2. Tabel 2. Data Jenis Liar Dilindungi. Terancam dan Terancam/Endemik Tahun 2024. Jenis Liar Daratan Kelompok Tumbuhan Spesifik Jenis Dilindungi Pohon Epifit Satwa Amfibi Burung Kupu-Kupu Mamalia Reptil Perairan Tumbuhan Tumbuhan Air Satwa Ikan Sumber data: Data Primer dan Sekunder Setelah Diolah, 2024 Terlihat pada Tabel 2. terdapat satu jenis pohon yang dilindungi, yakni Ulin (Eusideroxylon zwager. Sedangkan dua jenis pohon yang terancam namun juga endemik yaitu Ramin (Gonystylus bancanu. dan Jelutung (Dyera lowi. Jenis satwa liar daratan yang Terancam Terancam/Endemik dilindungi dari jenis burung, beberapa diantaranya yaitu Elang Tikus (Elanus caeruleu. Dara Laut Batu (Sterna Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicu. Betet ekor panjang (Psittacula longicaud. Cucak Ijo (Chloropsis sonnerat. dan Luntur This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Kalimantan (Harpactes whitehead. Selain itu, terdapat juga dari jenis amfibi, mamalia dan reptil dengan status dilindungi diantaranya Jenis Amfibi. Katak (Limnonectes paramacrodo. Penyu Hijau (Chelonia myda. dan Penyu Sisik (Eretmochelys Jenis Mamalia. Orangutan (Pongo Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus wurbi. Bekantan (Nasalis larvatu. Tupai Tanah (Tupaia tan. dan Babi Berjenggot (Sus barbatus barbatu. Jenis Reptil. Bunglon Kalimantan ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 (Gonocephalus borneensi. Cekibar (Draco Buaya (Tomistoma schlegeli. dan Baning Dayak (Orlitia borneensi. Jenis liar perairan terdapat beberapa jenis ikan yang memiliki status terancam seperti Kerandang (Channa Mihau (Channa bankanensi. dan Seluang (Brevibora Berikut beberapa gambar jenis liar yang belum bernilai ekonomi tumbuhan dapat dilihat pada Gambar 6 dan satwa dapat dilihat pada Gambar 7. Gambar 6. Beberapa Jenis Tumbuhan Liar yang Belum Diketahui Nilai Ekonominya. Lamun (Enhalus acoroide. Nipah (Nypa frutican. , . Gerunggang (Cratoxylum arborescen. , . Gambar 7. Beberapa Jenis Satwa Liar yang Belum Dikehatui Nilai Ekonominya. Orangutan (Pongo pygmaeu. , . Penyu Hijau (Chelonia myda. , . Dara Laut Batu (Sterna anaethetu. Jenis liar yang sudah diketahui nilai ekonominy Berdasarkan hasil analisis data dikatahui bahwa di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat teridentifikasi jenis liar yang sudah diketahui nilai ekonominya terbagi dalam 2 . yakni tumbuhan dan satwa pada daratan, serta tumbuhan dan satwa pada Data jenis liar yang sudah diketahui nilai ekonominya tersebut dapat dilihat pada grafik di Gambar 8. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Profil Keanekaragaman Hayati A Shofiyah et al. Jumlah Jenis Satwa Tumbuhan Tumbuhan Jenis Liar Daratan Satwa Jenis Liar Perairan Gambar 8. Jenis Liar yang Sudah Diketahui Nilai Ekonominya di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Berdasarkan Gambar 8 tampak bahwa terdapat perbedaan yang cukup besar pada jenis satwa antara wilayah daratan dan peraiaran. Hal ini dikarenakan masyarakat Kotawaringin Barat pada umumnya untuk memenuhi kebutuhan protein diperoleh dari hasil Satwa 4 Jenis (Jangkrik. Sapi Lokal. Rusa Sambar. Lebah Kelulu. Sedangkan untuk tumbuhan jenis liar perairan selain keberadaannya yang terbatas, jenis-jenis yang dimanfaatkan oleh masyarakat juga sangat terbatas baik untuk dikonsumsi ataupun dibudidayakan, sehingga masyarakat lebih banyak memanfaatkan tumbuhan liar daratan. Tumbuhan Air . O (Rumput Laut. Nipah. Pandan Lau. Gambar 9. Data Spesifik Jenis Liar yang Sudah Diketahui Nilai Ekonominya di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2024 Secara keseluruhan jenis liar yang sudah diketahui nilai ekonominya baik tumbuhan maupun satwa dari daratan . dan perairan . berjumlah 54 Dari total keseluruhan jenis yang ditemukan merupakan jenis-jenis yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara rinci ditampilkan pada Tabel 3. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 3. Data Jenis Liar yang Bernilai Ekonomi Tahun 2024. Jenis Liar Kelompok Daratan Tumbuhan Spesifik Jenis Tidak Dilindungi Endemik Bambu Perdu Pohon Rotan Semak Satwa Mamalia Serangga Perairan Tumbuhan Palm Semak Satwa Cumi Ikan Kepiting Kerang Udang Sumber : Data Primer dan Sekunder Setelah diolah Tahun 2024 Berdasarkan Tabel 3. tumbuhan liar yang bernilai ekonomi di wilayah daratan diantaranya yaitu Rotan Saga (Calamus caesiu. Bambu Puring (Giganto chloaapu. Bawang Dayak (Eleutherine bulbos. dan Kelakai (Stenochlaena Palustri. Jenis satwa liar yang bernilai ekonomi beberapa diantaranya yaitu Jangkrik (Gryllus bimaculatu. Ulat Bambu (Tenebrio molito. dan Babi Hutan (Sus scrof. Adapun jenis tumbuhan liar yang bernilai ekonomi di wilayah perairan untuk kelompok tumbuhan ditemukan 3 . jenis tumbuhan perairan yang dimanfaatkan oleh 3 . jenis tersebut yaitu Rumput Laut (Euchema cottoni. Nipah (Nypa fructican. dan Pandan Laut (Pandanus odorife. Sedangkan untuk jenis satwa liar yang bernilai ekonomi di wilayah perairan beberapa diantaranya yaitu Kerang Lokan (Geloina Eros. Tengiri (Scomberomorus commerso. Tapah Introduksi (Wallago Senangin (Eleutheronema Toman (Channa micropelte. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergi. dan Rajungan (Portunus pelagicu. Terbatasnya jumlah jenis satwa liar yang bernilai ekonomi telah dimanfaatkan tanpa adanya upaya perlindungan dan budidaya sehingga jumlahnya mengalami penurunan populasi akibat dari pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat secara terus Beberapa jenis liar yang bernilai ekonomi yang saat ini memiliki status dilindungi diantaranya Rusa Sambar (Rusa unicolo. Trenggiling (Manis javanic. Cucak Ijo (Chloropsis sonnerati ) dan lainlain. Jenis yang sudah dibudidayakan Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan ditemukan jenis tumbuhan dan satwa yang sudah dibudidayakan berjumlah 134 jenis. Data jenis dibudidayakan tersebut secara rinci dapat dilihat pada Gambar 10. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Profil Keanekaragaman Hayati A Tanaman Pangan 6 . agung, ubi, padi, kacang, tala. Industri 3 jenis (Karet,Eukaliptus. Sawi. Perkebunan 5 jenis . elapa, kopi, jambu mente, are. Shofiyah et al. Hortikultura 51 Jenis . awi, terong, timun, cabe, bawang semangka melon, alpukat, dl. Tanaman Kehutanan 3 Jenis . ati, jelutung. Perairan Air Tawar 7 Jenis . kan mas, nila, gurame, patin, lele, baung, bawa. Gambar 10. Jumlah Jenis yang Sudah Dibudidayakan di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2024. Gambar 10, menunjukan jenis yang sudah dibudidayakan didominasi oleh hortikultura dan peternakan. Hal ini dikarenakan pada jenis tersebut secara umum masyarakat lebih mudah untuk memanfaatkannya untuk dikonsumsi sebagai pemenuhan kebutuhan vitamin, gizi dan protein. Berdasarkan hasil menurut kelompok jenis budidaya . Tanaman Pangan. Padi Ladang (Oryza sativ. dan Jagung Hibrida (Zea may. Perkebunan. Kopi (Coffea liberic. dan Kelapa Hijau (Cocos Nucifer. Hortikultura. Cabe Rawit (Capsicum Semangka (Citrullus lanatu. Pakan Ternak. Rumput Gajah (Pennisetum purpureu. dan Gamal (Glyricideae sepiu. Obat dan Rempah. Jahe (Zingiber officinal. dan Kunyit (Curcumae Domesticae Rhizom. Tanaman Industri. Ekaliptus (Eucalyptus pellit. Sawit (Elaeis ) dan Karet (Hevea brasiliensi. Peternakan. Ayam Broiler (Gallus domesticu. dan Sapi Bali (Bos javanicus domesticu. Tanaman Kehutanan. Jati (Gmelina arbore. dan Gaharu This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. (Aquilaria malaccensi. Perairan Laut. Bandeng (Chanos chano. dan Kepiting (Scylla sp. Perairan Air Tawar. Patin (Pangasius pangasiu. dan Nila (Oreochromis niloticu. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Herba. Kusip kantong (Curculigo Kecombrang (Achasma Pudak Pukung (Plocoglottis . Liana. Akar kuning (Fibraurea (Smilax zeylanic. dan Bejakah (Spatholobus littorali. Palm. pinang sulai (Areca sp. Perdu. Pasak Bumi (Eurycoma longifoli. Ketepeng (Cassia alat. dan Sembung (Blumea . Pohon. Mengkudu (Morinda Pelawan (Tristaniapsis whitean. dan Rosak (Vatica umbonat. Semak. Paku simbar layang (Drymaria Ketepeng (Tabernaemontana pauciflor. Beberapa berdasarkan pengetahuan tradisional dapat digunakan sebagai tumbuhan obat ditampilkan dalam grafik pada Gambar 10. 2 Pengetahuan Tradisional Tumbuhan Obat Pengetahuan tumbuhan obat merupakan bagian dimensi tubuh tumbuhan yang digunakan masyarakat lokal secara turun-temurun sebagai ramuan bahan obat dalam upaya penyembuhan penyakit tertentu. Suku Dayak cenderung banyak memanfaatkan tumbuhan sebagai ramuan obatobatan. Suku Dayak Tomun di Kabupaten Kotawaringin Barat menggunakan tumbuhan sebagai Berdasarkan hasil inventarisasi jenis yang paling mendominasi . Epifit. Sarang (Myrmecodia tuberos. Jumlah Jenis Epifit Herba Liana Palm Perdu Pohon Semak Gambar 11. Grafik Jenis Tumbuhan Obat Berdasarkan Pengetahuan Tradisional di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2024. 3 Potensi Keanekaragan Hayati Pembangunan Kabupaten Kotawaringin Barat Tingginya Kabupaten Kotawaringin Barat memerlukan perhatian yang lebih dari keberadaan dan kelestariannya. Karena keragaman hayati dapat digunakan sebagai dasar referensi dalam rencana pengelolaan wilayah dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT), khususnya pada kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) sesuai dengan kewenangan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Profil Keanekaragaman Hayati A Daerah. Sebagai contoh delineasi rencana detail Tata Ruang pada Lanskap Sekonyer yang memperhatikan NKT (Keputusan Bupati Kotawaringin Barat No. 134/PUPR. V, 2. Wilayah NKT Daerah dapat berada di dalam dan di luar area Perizinan Berusaha. Kriteria Wilayah NKT berdasarkan Peraturan Bupati Kotawaringin Barat Nomor 66 Tahun 2022 Tentang Pengelolaan Wilayah Bernilai Konservasi Tinggi yaitu . Keanekaragaman jenis. Ekosistem ekosistem dan bentang alam. Hutan . Ekosistem dan habitat. Jasa . Kebutuhan masyarakat. Nilai kultural. Penetapan Wilayah NKT Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat akan menjadi dukungan terhadap komitmen target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia sebesar 29% . saha sendir. -41% . engan kerjasama internasiona. pada Tahun 2030 dibandingkan dengan baseline emisi gas rumah kaca (Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 98, 2. KESIMPULAN Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi sebagaimana hasil inventarisasi, karena itu dapat diambil kesimpulan sebagaimana berikut: Jenis liar daratan dan perairan yang belum bernilai ekonomi teridentifikasi jenis tumbuhan sebanyak 532 jenis dan satwa sebanyak 879 Jenis. Jenis liar daratan dan perairan yang sudah bernilai ekonomi dari jenis tumbuhan teridentifikasi 15 jenis dan satwa sebanyak 39 Jenis. Jenis yang sudah dibudidayakan dari tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, pakan ternak, obat dan rempah, tanaman industri, peternakan, tanaman kehutanan, perairan laut dan Shofiyah et al. perairan tawar teridentifikasi sebanyak 134 jenis. Jenis tumbuhan obat berdasarkan pengetahuan tradisional dari epifit, herba, liana, palm, perdu, pohon dan semak teridentifikasi sebanyak 90 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah 2 Pangkalan Bun. Balai Taman Nasional Tanjung Puting. Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kabupaten Kotawaringin Barat Dinas Kehutanan Provinsi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat. Dinas Perikanan dan Ketahahan Pangan Kabupaten Kotawaringin Barat. Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat. Universitas Antakusuma Pangkalan Bun dan Non-Governmental Organization (NGO) - Orangutan Foundation - UK (OF-UK) yang telah berkontribusi memberikan data dan Juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Global Environment Facility (GEF). UNDP dan KalFor Project yang telah mendanai studi, serta CV Eastern Bangun Perkasa yang telah memberikan kepercayaan kepada tim penulis untuk mengerjakan dan menyelesaikan studi. Tidak lupa ucapan terima kasih kepada Bapak Minal Aidin selaku pendamping tim peneliti dan Bapak Jojon Surianata atas kontribusi dalam pembuatan konten kreatif dalam artikel. DAFTAR PUSTAKA