The Existence Of Palm Oil Middlemen (Tengkula. And Its Impact On The Presence Of Palm Oil Weighing Scales Eksistensi Toke Sawit (Tengkula. Terhadap Hadirnya Ramp Timbangan Sawit Agil Anggara . Ahmad Soleh . Muhammad Rahman Febliansa . 1,2,. Program Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dehasen Bengkulu Email: . Anggaraagil@gmail. com ,2 ahmadsoleh@unived. id ,3 rahmanfebliansa@unived. ARTICLE HISTORY Received . April 2. Revised . May 2. Accepted . May 2. KEYWORDS Palm Oil Middlemen. Toke Sawit. Palm Oil Weighing Ramp. Transparency. Palm Oil Trade. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun masalah perbedaan harga dan perdagangan ilegal sering kali terjadi. Salah satu fenomena yang sering terjadi adalah adanya peran tengkulak atau "toke sawit" dalam rantai pasokan sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi tengkulak sawit . oke sawi. terhadap hadirnya ramp timbangan sawit dan dampaknya terhadap petani dan industri kelapa sawit secara umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan observasi lapangan untuk memahami hubungan antara peran tengkulak dan pengaruhnya terhadap sistem pemasaran serta transparansi dalam timbang sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan ramp timbangan sawit dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak, meningkatkan transparansi harga, dan mendorong perdagangan yang lebih adil. Namun, di sisi lain, praktik ini tidak sepenuhnya menghilangkan peran tengkulak yang tetap berperan penting dalam penghubungan petani dengan perusahaan besar. ABSTRACT The palm oil plantation sector plays a significant role in Indonesia's economy. however, issues such as price discrepancies and illegal trade often arise. One common phenomenon is the role of middlemen, or "toke sawit," in the palm oil supply chain. This study aims to examine the existence of palm oil middlemen . oke sawi. in relation to the introduction of palm oil weighing ramps and its impact on farmers and the palm oil industry in general. The research employs a qualitative approach, utilizing literature review and field observation to understand the relationship between the role of middlemen and their influence on the marketing system as well as transparency in palm oil weighing practices. The results show that the presence of weighing ramps can reduce farmers' dependency on middlemen, enhance price transparency, and promote fairer trade. However, on the other hand, this practice does not entirely eliminate the role of middlemen, who remain crucial in connecting farmers with large companies. PENDAHULUAN Kelapa sawit merupakan komoditas utama ekspor Indonesia yang memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian negara. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia dikelola oleh berbagai pihak, mulai dari perusahaan besar hingga petani-petani kecil. Pada tahun 2023 Indonesia menyumbang 405 juta Ton minyak sawit (Direktorat Jenderal Perkebunan,2. , ini mencatat hampir setengah dari minyak sawit dunia disumbang oleh negara indonesia,di Provinsi Bengkulu total Produksi minyak kelapa sawit mencapai 1. 068 juta ton ( Direktorat Jendral Perkebunan,2. dan Kabupaten Mukomuko menyumbang 452,36 Ribu Ton Minyak sawit ( BPS, 2. Saat ini perkebunan kelapa sawit di Provinsi Bengkulu terhitung dari tahun 2021-2023. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perkebunan. Luas Areal Kelapa Sawit Menurut Provinsi di Indonesia,2021-2023. Pada tahun 2021 luas areal kelapa sawit tahun 2021 seluas 426. 083 Hektar, sedangkan pada tahun 2022 seluas 426. Hektar dan pada tahun 2023 seluas 426. 083 Hektar. Mukomuko terkenal dengan penghasil minyak kelapa sawit, tidak heran jika masyarakat memliki lahan perkebunan kelapa sawit, biasanya satu rumah tangga minimal memiliki 2 Hektar perkebunan kelapa sawit. Saat ini luas perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko pada tahun 2023 seluas 944 Hekta (BPS Luas Areal Perkebunan Kelapa sawit 2. Perkebunan kelapa sawit merupakan komoditas yang dapat dijadikan sebagai substitusi untuk menciptakan lapangan kerja yang cukup bagi perusahaan perdagangan, jasa dan industri. Hal ini terlihat dari ladang kelapa sawit di Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko pada tahun 2023 seluas 5. 530 Hektar (BPS Kabupaten Mukomuko 2. Tentu perkebunan tersebut tidak dimiliki oleh petani yang sudah sejahtera saja, ada sebagian dimiliki oleh petani-petani kecil yang tidak memiliki sarana untuk menjual sendiri hasil panennya. Sehingga petani sawit lebih mempercayakan toke sawit ( tengkula. untuk menimbang hasil panennya. Namun, dalam praktiknya, petani kelapa sawit sering kali dihadapkan pada ketidakadilan harga dan Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 May 2025 page: 3325 Ae 328 | 325 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 masalah distribusi hasil panen yang disebabkan oleh adanya peran tengkulak atau "toke sawit" yang menguasai pemasaran hasil sawit. Tengkulak sering kali memainkan peran yang sangat dominan dalam sistem distribusi sawit, yang mengarah pada ketimpangan harga di tingkat petani. Pada Tahun 2020 Kehadiran ramp timbangan sawit dikabupaten mukomuko menjadi angin segar bagi penati sawit karena transparansi dan akurasi hasil timbangan sangat membantu Masyarakat untuk peningkatan hasil LANDASAN TEORI Peran Tengkulak dalam Sistem Perdagangan Sawit Tengkulak atau toke sawit adalah perantara antara petani kelapa sawit dan perusahaan pengolahan atau industri besar. Peran tengkulak dalam perdagangan sawit sering kali menjadi topik yang kontroversial karena adanya ketidakadilan harga yang terjadi di tingkat petani. Menurut Fajri . , tengkulak memiliki kekuatan untuk menentukan harga jual sawit yang jauh lebih rendah dari harga pasar, dengan alasan faktor transportasi, biaya administrasi, dan risiko usaha yang dihadapi. Hal ini membuat petani kecil sering kali terjebak dalam posisi yang merugikan, meskipun kelapa sawit adalah komoditas yang cukup menguntungkan di pasar global. Ramp Timbangan Sawit: Solusi untuk Transparansi Harga Ramp timbangan sawit merupakan alat yang digunakan untuk mengukur berat kelapa sawit dengan cara yang lebih transparan dan standar. Menurut Hidayat dan Taufik . , ramp timbangan yang telah distandarisasi dapat meningkatkan transparansi dalam transaksi jual beli sawit antara petani dan perusahaan pengolahan. Dengan adanya ramp timbangan yang terukur dan jelas, petani dapat memastikan bahwa hasil panen mereka ditimbang dengan akurat sesuai dengan ketentuan yang berlaku di pasar. Pranata . menyatakan bahwa ramp timbangan sawit dapat mengurangi praktek manipulasi oleh tengkulak yang sering kali mengurangi jumlah sawit yang ditimbang, sehingga petani mendapatkan harga yang tidak sesuai dengan kualitas dan kuantitas hasil panennya. Selain itu, ramp timbangan juga memungkinkan perusahaan pengolahan sawit untuk memperoleh data yang lebih akurat tentang produksi, yang pada gilirannya mendukung perencanaan yang lebih baik dalam proses distribusi dan Pengaruh Ramp Timbangan terhadap Sistem Pemasaran Sawit Penggunaan ramp timbangan sawit memiliki dampak positif terhadap sistem pemasaran sawit secara keseluruhan. Sutrisno . menekankan bahwa ramp timbangan yang transparan tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga dapat membantu perusahaan pengolahan sawit dalam memperoleh pasokan bahan baku yang lebih berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan. Hal ini mengarah pada terciptanya sistem perdagangan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Yanti dan Sukarto . menyebutkan bahwa meskipun ramp timbangan memberikan keuntungan signifikan bagi petani, implementasinya tidak selalu mudah di seluruh daerah. Banyak petani yang masih belum memiliki akses langsung ke fasilitas timbangan yang terstandarisasi. Di beberapa daerah, ramp timbangan yang tersedia masih belum mencakup seluruh wilayah perkebunan sawit kecil, yang membuat mereka tetap bergantung pada tengkulak yang memiliki kontrol lebih besar atas harga dan distribusi sawit. Tantangan dan Peluang dalam Implementasi Ramp Timbangan Sawit Implementasi ramp timbangan sawit tidak lepas dari berbagai tantangan. Putra . mencatat bahwa kendala utama dalam penerapan ramp timbangan adalah infrastruktur yang terbatas di beberapa daerah yang jauh dari pusat-pusat perdagangan sawit. Petani yang berada di daerah terpencil sering kali kesulitan untuk mengakses fasilitas timbangan yang sesuai dengan standar. Noprianto . juga menyebutkan bahwa ada peluang besar untuk mengembangkan ramp timbangan di daerah-daerah penghasil sawit kecil. Pemerintah dan perusahaan pengolahan sawit perlu bekerja sama untuk meningkatkan aksesibilitas fasilitas tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun ramp timbangan di lokasi-lokasi yang strategis dan mendekatkan petani dengan pasar yang lebih luas. Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit dan Dampaknya terhadap Ekonomi Petani Sutrisno . menjelaskan bahwa pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia harus dilakukan dengan memperhatikan kesejahteraan petani kecil. Oleh karena itu, pengurangan peran tengkulak dan peningkatan transparansi harga melalui penggunaan ramp timbangan dapat menjadi salah 326 | Agil Anggara. Ahmad Soleh. Muhammad Rahman Febliansa. The Existence Of Palm Oil Middlemen (Tengkula. satu langkah penting untuk mewujudkan keberlanjutan industri kelapa sawit. Dengan sistem yang lebih transparan dan adil, industri sawit Indonesia dapat berkembang lebih pesat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Agustina . mengingatkan bahwa meskipun ramp timbangan dapat meningkatkan transparansi, keberhasilan implementasi ramp timbangan juga tergantung pada kebijakan pemerintah dan dukungan dari pihak-pihak terkait. Dalam hal ini, pendidikan dan penyuluhan kepada petani sangat penting agar mereka dapat memanfaatkan fasilitas timbangan dengan optimal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan observasi lapangan untuk mendapatkan data tentang kondisi pasar kelapa sawit dan pengaruh ramp timbangan terhadap sistem pemasaran sawit. Data yang digunakan terdiri dari artikel, laporan riset, serta wawancara dengan petani sawit dan pekerja di industri pengolahan sawit. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Toke Sawit dalam Keberadaan Ramp Timbangan Berdasarkan hasil wawancara dengan toke sawit, sebagian besar mereka menyadari pentingnya keberadaan ramp timbangan dalam mendukung kelancaran distribusi dan penjualan kelapa sawit. Ramp timbangan berfungsi untuk memastikan bahwa berat tandan buah segar (TBS) yang dikirim ke pabrik pengolahan tercatat dengan akurat. Toke sawit yang memiliki ramp timbangan cenderung lebih mudah dalam mengatur proses pengiriman, menghindari potensi kecurangan, dan memastikan hasil panen mereka terhitung dengan adil. Pengaruh Eksistensi Ramp Timbangan terhadap Praktik Pengelolaan Kelapa Sawit Pengelolaan kelapa sawit yang dilakukan oleh toke sawit sering kali terhubung dengan efisiensi operasional dan minimisasi kerugian. Hadirnya ramp timbangan meningkatkan transparansi dalam proses transaksi, baik bagi pihak toke sawit maupun perusahaan pengolahan kelapa sawit. Dalam beberapa kasus, keberadaan ramp timbangan di kebun milik toke sawit juga mempengaruhi keputusan untuk mengembangkan kapasitas produksi dan investasi dalam peralatan lain yang mendukung produktivitas, seperti kendaraan pengangkut dan fasilitas perawatan TBS. Tantangan yang Dihadapi Toke Sawit dalam Mengelola Ramp Timbangan Meskipun ramp timbangan memberikan keuntungan dalam hal akurasi dan efisiensi, tidak semua toke sawit memiliki kemampuan atau sumber daya untuk membangun dan mengelola ramp timbangan. Beberapa toke sawit kecil mengandalkan fasilitas timbangan milik pihak ketiga atau perusahaan pengolahan, yang terkadang mengakibatkan ketidakseimbangan dalam pencatatan berat TBS yang Hal ini dapat menyebabkan konflik antara pihak kebun dan pabrik dalam hal pembayaran, karena perbedaan hasil pengukuran yang terjadi. Dampak Ramp Timbangan terhadap Keterbukaan dan Kepatuhan Hukum Keberadaan ramp timbangan, bila dikelola dengan baik, juga meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi yang mengatur pengukuran TBS. Pemerintah Indonesia memiliki ketentuan yang mengharuskan penggunaan timbangan yang terstandarisasi, dan toke sawit yang mengelola ramp timbangan memiliki keuntungan dalam memastikan bahwa pengukuran dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku. Hubungan antara Eksistensi Toke Sawit dan Efektivitas Ramp Timbangan Eksistensi toke sawit sangat menentukan keberadaan ramp timbangan di perkebunan kelapa Para toke sawit yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pengukuran yang akurat akan berusaha membangun atau memperbaiki ramp timbangan mereka. Keberadaan ramp timbangan yang dikelola dengan baik akan meningkatkan efektivitas proses pengukuran TBS, yang pada gilirannya mengurangi ketidakpastian dalam transaksi jual beli kelapa sawit. Namun, untuk toke sawit dengan sumber daya terbatas, keberadaan ramp timbangan sering kali hanya dapat diakses melalui kerjasama dengan pihak ketiga, yang mungkin tidak selalu mengutamakan kepentingan kebun kecil. Keterkaitan Antara Ramp Timbangan dan Pengelolaan Sumber Daya Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pengelolaan ramp timbangan adalah ketersediaan sumber daya yang memadai, baik dalam hal peralatan maupun sumber daya manusia yang Toke sawit yang memiliki kemampuan finansial cenderung lebih mampu menyediakan fasilitas Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 May 2025 page: 3325 Ae 328 | 327 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 ramp timbangan yang sesuai dengan standar, serta mempekerjakan tenaga ahli untuk mengelola dan memelihara peralatan tersebut. Sebaliknya, toke sawit yang lebih kecil atau yang tidak memiliki akses ke dana yang cukup sering kali kesulitan dalam menyediakan fasilitas yang dibutuhkan, yang pada akhirnya berpotensi menurunkan akurasi dan keandalan pengukuran. Dampak Sosial dan Ekonomi dari Keberadaan Ramp Timbangan Keberadaan ramp timbangan juga berdampak pada hubungan sosial dan ekonomi antara toke sawit dengan pekerja dan pihak lain yang terlibat dalam rantai pasok. Dalam kebun kelapa sawit yang sudah dilengkapi dengan ramp timbangan, transparansi transaksi yang lebih baik mengurangi potensi ketidakpuasan dan sengketa antara pekerja dan manajemen kebun. Di sisi lain, pihak pengolahan kelapa sawit yang bekerja sama dengan toke sawit juga merasakan manfaat dari pengukuran yang akurat, karena hal ini mempermudah proses verifikasi volume TBS yang diterima dan mempercepat proses produksi di pabrik. Tantangan Regulasi dan Pengawasan Meskipun pemerintah Indonesia telah menetapkan aturan tentang penggunaan ramp timbangan yang sesuai standar, implementasi dan pengawasan masih menghadapi banyak tantangan. Di banyak daerah, terutama yang jauh dari pusat-pusat pemerintahan, pengawasan terhadap penggunaan timbangan yang tepat dan terkalibrasi masih lemah. Hal ini berpotensi menyebabkan ketidaktepatan pengukuran dan ketidakadilan dalam transaksi. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan tinjauan pustaka yang ada, dapat disimpulkan bahwa peran tengkulak dalam sektor kelapa sawit masih memegang kendali yang cukup besar terhadap harga dan pemasaran sawit, yang berdampak pada kesejahteraan petani, serta pengadaan pupuk sawit dan juga peminjaman modal kepada petani juga menjadi strategi agar toke sawit ( tengkula. tetap eksis. Kehadiran ramp timbangan sawit yang terstandarisasi dapat mengurangi ketergantungan petani pada tengkulak, sekaligus meningkatkan transparansi dan keadilan dalam perdagangan sawit. Namun, tantangan terkait infrastruktur dan edukasi kepada petani masih menjadi hambatan dalam implementasinya secara Oleh karena itu, diperlukan kerjasama antara pemerintah, perusahaan pengolahan sawit, dan masyarakat untuk meningkatkan penerapan sistem ini demi keberlanjutan industri kelapa sawit yang lebih adil dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA