Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 340-347 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Analisis pengembangan tenaga pendidik melalui penerapan konsep dasar metodologi pendidikan Islam di MA Al-Amin Amin Rais Muhammada,1. Didy Setiawanb,2 a, b Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jl. Laksda Adisucipto. Yogyakarta, 55821 1 aminrais@gmail. 2 didysetiawann@gmail. INFO ARTIKEL Sejarah Artikel: Diterima: 9 September 2023 Direvisi: 14 Oktober 2023 Disetujui: 20 November 2023 Tersedia Daring: 1 Januari 2024 Kata Kunci: Metodologi Pendidikan Pendekatan Pendidikan Pendidikan Islam Keywords: Educational Methodology Educational Approach Islamic Education ABSTRAK Pemilihan pendekatan dan metode haruslah benar dan tepat sesuai dengan karakter dan sifat materi yang akan disajikan. Oleh karena itu pendekatan maupun metode yang digunakan oleh pendidik dapat dikatakan berhasil apabila dengan pendekatan dan metode tersebut dapat dicapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah: . untuk mengetahui penerapan konsep dasar metodologi pendidikan Islam di MA Al-Amin, . untuk mengetahui pedekatan pendidikan Islam apa saja yang sering diterapkan tenaga pendidik di MA Al-Amin, . untuk mengetahui peran tenaga pendidik dalam pengembangan pembelajaran di MA Al-Amin. penelitian ini menggunakan jenis metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mengambil sebuah kesimpulan secara mendalam Penelitian kualitatif sebagai penelitian alamiah, dengan menggunakan metode-metode tertentu untuk menggambarkan suatu fenomena yang terjadi. Metode-metode tersebut antara lain wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa . MA Al-Amin sudah menerapkan konsep dasar metodologi pendidikan Islam melalui pengajaran-pengajaran yang dilakukan oleh para guru dengan metode yang digunakan diantaranya metode keteladanan, metode kisah, metode dialog, metode reward dan punishment dan memberikan nasihat-nasihat, . Penerapan pendekatan pendidikan Islam di MA AlAmin yang paling menonjol adalah pendekatan secara filosofis dan emosional, . Dalam menerapkan setiap metode belajar. Madrasah Aliyah Al-Amin memfasilitasi setiap guru baik itu fasilitas berupa dukungan moral maupun sarana pendukung pembelajaran. Selain itu. Madrasah Aliyah AlAmin terbilang sering menyelenggarakan workshop pembinaan pengembangan guru. ABSTRACT The choice of approach and method must be correct and appropriate according to the character and nature of the material to be presented. Therefore, the approaches and methods used by educators can be said to be successful if these approaches and methods can achieve the expected educational goals. The aims of this research are: . to find out the application of the basic concepts of Islamic education methodology at MA AlAmin, . to find out what approaches to Islamic education are often applied by teaching staff at MA Al-Amin, . to find out the role of educators in learning development at MA Al-Amin. This research uses a descriptive qualitative approach method with the aim of drawing in-depth conclusions in the field. Qualitative research is natural research, using certain methods to describe a phenomenon that occurs. These methods include interviews, observation, and documentation. The results of this research show that . MA Al-Amin has implemented the basic concepts of Islamic education methodology through teaching carried out by teachers with the methods used including the exemplary method, story method, dialogue method, reward and punishment method and providing advice-advice, . The most Amin Rais Muhammad dan Didy Setiawan (Analisis tenaga pendidikA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 340-347 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. prominent application of the Islamic education approach at MA Al-Amin is the philosophical and emotional approach, . In implementing each learning method. Madrasah Aliyah Al-Amin facilitates every teacher, both in the form of moral support and facilities. learning supporter. Apart from that. Madrasah Aliyah Al-Amin often holds teacher development coaching workshops. A2024. Amin Rais Muhammad. Didy Setiawan This is an open access article under CC BY-SA license Pendahuluan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan yang baik tidak terlepas dari seorang pendidik atau guru. Oleh karenanya diperlukan profesionalisme dalam mengajar. Dalam Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Umbara, 2011: 2-. Dalam proses pendidikan Islam, pendekatan dan metode memiliki kedudukan yang sangat signifikan untuk mencapai tujuan. Bahkan melalui pendekatan dan metode sebagai seni dapat mentransfer ilmu pengetahuan/ materi pelajaran kepada peserta didik dianggap lebih signifikan dibanding dengan materi itu sendiri. Sebuah adigum mengatakan bahwa Aoal-Thariqat Ahamm Min al-MaddahAo . etode lebih penting dari pada mater. Pemilihan pendekatan dan metode juga harus benar dan tepat sesuai dengan karakter dan sifat materi yang akan disajikan, sehingga tidak akan menjadi penghalang kelancaran jalannya proses belajar mengajar. Oleh karena itu baik pendekatan maupun metode yang digunakan oleh pendidik dapat dikatakan berhasil apabila dengan pendekatan dan metode tersebut dapat dicapai tujuan yang diharapkan (Rianie, 2015: Metode adalah instrumen instruksional yang membantu siswa mencapai tujuan mereka (Alfiah, 2010: . Pendidikan Islam sebagai sebuah sistem adalah suatu kegiatan yang di dalamnya terkandung aspek tujuan, kurikulum, guru, metode, pendekatan, sarana prasarana, lingkungan, adminstrasi, dan sebagainya yang antara satu dan lainnya saling berkaitan dan membentuk suatu sistem yang terpadu (Ahmad Tafsir, 2. Untuk menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa dan tujuan pendidikan, guru harus mengambil pendekatan multi-strategis yang mengacu pada beberapa sumber. Ini dapat dicapai melalui penggunaan berbagai format manajemen pembelajaran, yang tersedia. Pendekatan yang dilakukan oleh pendidik antara lain berpusat pada pembentukan kegiatan pembelajaran yang didasarkan pada konsep insentif dan kemandirian. Strategi pembelajaran digunakan dalam setiap aspek belajar mengajar untuk membantu siswa memperoleh kemampuan, kebiasaan, sikap, minat, nilai, dan hobi yang mereka pilih, guru menggunakan pendekatan pengajaran yang lebih dari sekedar menyampaikan informasi. Peran guru untuk memberikan pengetahuan kepada siswa yang merupakan inti dari proses pengajaran. Guru di sekolah atau lingkungan lain bertanggung jawab atas pembelajaran yang diberikan kepada siswa, dan mereka bertanggung jawab atas mandat yang telah didelegasikan kepada mereka oleh atasan mereka (Wati, 2021: . Bekaitan dengan hal serupa juga terjadi permasalahan pada lembaga-lembaga pendidikan adalah para pendidik kurang memperhatikan metode penyampaian di dalam kelas, kalau pun menggunakan metode tertentu cenderung metode tersebut sudah sangat klasik untuk terus Amin Rais Muhammad dan Didy Setiawan (Analisis tenaga pendidikA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 340-347 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. dipraktikkan dan dipertahankan di masa kini. Sedangkan di sisi yang lain, peserta didik membutuhkan metode-metode belajar yang efektif dan praktis untuk dapat memahami pelajaran dengan cepat, tepat dan mudah. Peserta didik membutuhkan sosok guru profesional dan proporsional dalam tugasnya, sehingga mampu mendidik dengan kompetensi dan kualitas terbaik (Fikri, 2011: . Rendahnya kualitas hasil belajar siswa disebabkan oleh banyak faktor. Dimyati dan Mudjiono mengidentifikasikan adanya faktor yang mempengaruhi hasil belajar menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor intern yaitu faktor yang dialami dan dihayati siswa yang berpengaruh pada proses dan hasil belajar meliputi: sikap terhadap belajar, minat dan motivasi belajar, konsentrasi belajar, kemampuan mengolah bahan belajar, kemampuan menyimpan perolehan hasil belajar, kemampuan menggali hasil belajar yang tersimpan, kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar, rasa percaya diri siswa, intelegensi dan keberhasilan belajar siswa serta kebiasaan belajar siswa. Sedangkan faktor ekstern meliputi halhal seperti: guru sebagai pembina belajar, prasana dan sarana pembelajaran, kebijakan penilaian, lingkungan sosial siswa di sekolah dan di rumah serta kurikulum sekolah (Maesroh, 2013: . Dari beberapa hasil kajian terdahulu sudah terlihat bahwa metodologi pendidikan itu sendiri sudah diperhatikan sejak dahulu sehingga penting untuk dikaji lebih lanjut mengenai ekplorasinya mengikuti keadaan zaman dan menyesuaikan dengan karakteristik siswa milenial dengan tetap berdandaskan syariAoat Islam. Metode Adapun dalam penelitian ini menggunakan jenis metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mengambil sebuah kesimpulan secara mendalam dari sebuah realita yang terjadi dilapangan, sehingga hasil penelitian akan objektif, dengan menjelaskan fenomena yang terjadi secara alamiah tanpa adanya manipulasi dan intervensi dari pihak manapun. Penelitian kualitatif sebagai penelitian alamiah, dengan menggunakan metode-metode tertentu untuk menggambarkan suatu fenomena yang terjadi. Metode-metode tersebut antara lain wawancara, observasi, dan dokumentasi (Sidiq, 2. Hasil dan Pembahasan Konsep Dasar Metodologi Pendidikan Islam Sebuah realita bahwa cara penyampaian yang komunikatif lebih disenangi oleh peserta didik walaupun sebenarnya materi yang disampaikan sesungguhnya tidak terlalu menarik. Sebaliknya, sebagus apapun materi yang akan kita ajarkan, kalau cara atau metodenya kurang tepat maka semua itu tidak akan bisa dicerna oleh peserta didik, sehingga tujuan yang sudah kita tetapkan akan sia-sia dan percuma. Oleh karena itu penerapan metode dan pendekatan yang tepat sangat mempengaruhi pencapaian keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Pendekatan dan metode yang tidak tepat akan berakibat terhadap pemakaian waktu yang tidak efesien. Keberhasilan penggunaan suatu pendekatan dan metode merupakan keberhasilan proses pembelajaran yang pada akhirnya berfungsi sebagai diterminasi kualitas pendidikan. Sehingga pendekatan dan metode pendidikan yang dikehendaki akan membawa kemajuan pada semua bidang ilmu pengetahuan dan keterampilan. Dalam sistem pendidikan, fungsi dari pendidikan itu sendiri adalah adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat dan berilmu. Maka dari itu pengajaran dan pendidikan berjalan beriringan sehingga tidak hanya sebatas penguasaan ilmu yang dimiliki oleh siswa akan tetapi dibarengi dengan pengamalan-pengamalan karakter yang Untuk mencapai itu semua, maka memerlukan jalan yang tepat. Maka yang dimaksud jalan Amin Rais Muhammad dan Didy Setiawan (Analisis tenaga pendidikA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 340-347 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. disini berarti metode pendidikan yang tepat. Abudin Nata menyatakan bahwa metode adalah rencana menyeluruh yang berkenaan dengan penyajian bahan/materi pelajaran secara sistematis dan metodologis serta didasarkan atas suatu pendekatan, sehingga perbedaan pendekatan mengakibatkan perbedaan penggunaan Jika metode tersebut dikaitkan dengan pendidikan Islam, dapat membawa arti metode sebagai jalan pembinaan pengetahuan, sikap dan tingkah laku sehingga terlihat dalam pribadi subjek dan obyek pendidikan, yaitu pribadi Islami (Nata, 2001: . Sesuai dengan teori tersebut. Madrasah Aliyah Al-Amin secara continue berupaya dalam mendidik siswa-siswinya menjadi pribadi yang Islami melalui pengajaran dan pendidikan dalam proses belajar mengajar oleh gurunya. Berdasarkan hal itu. Madrasah Aliyah Al-Amin rutin melaksanakan evaluasi penerapan metode pendidikan Islam yang tepat. Seperti yang dikatakan oleh Kepala Madrasah Aliyah Al-Amin bahwasannya guru merupakan jantungnya kelas, sehingga baik buruknya siswa itu tergantung pengajaran dan pendidikan dari gurunya. Guru sebagai panutan bagi siswa, seringkali anak meniru apa yang dilakukan oleh gurunya. Sehingga guru harus lebih menyadari akan kewajibannya sebagai seorang pendidik. Di Madrasah Aliyah Al-Amin, guru menerapakan metode pendidikan Islam yang bervariasi, diantaranya melalui metode keteladanan dimana guru diharapkan menjadi suri tauladan yang baik, baik itu di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Seperti contoh aturan dan tata tertib di Madrasah Aliyah Al-Amin tidak membedakan guru dan siswanya. Terlebih dalam hal kedisiplinan dan shalat. Disini seluruhnya diwajibkan untuk melaksanakan shalat fardlu secara berjamaAoah baik Kepala Madrasah, guru, siswa maupun petugas yang lainnya. Ketika adzan berkumandang, seluruh kegiatan diwajibkan berhenti dan segera pergi ke Masjid untuk melaksanakan shalat berjamaAoah. Selain itu berdasarkan hasil wawancara dari salah guru mata pelajaran Bimbingan dan Konseling, bahwasannya ia sebagai guru menyampaikan pengajaran melalui beberapa metode. Disamping teori yang disampaikan, guru juga memberikan penjelasan dari teori terkait dengan memberikan perumpamaan di kehidupan yang nyata, diberikan cerita dari suatu kejadian serta memberikan nasihat dan ibrah dari kejadian itu secara gamblang. Pernyataan ini didukung oleh Wulan Nurhayati, siswi kelas 12 IPS yang mengatakan jika setiap guru dalam 1 kali pembelajaran tidak seluruh waktunya dipakai untuk menjelaskan teori, selalui ada sesi tanya jawab dan bercerita sebagai ice breaking yang didalamnya terdapat nasihat, ibrah dan keteladanan yang dapat siswa ambil sebagai pengajaran dan pengamalan hidup. Di Madrasah Aliyah Al-Amin juga diterapkan sistem reward dan punishment atau dikenal dengan istilah metode targhib wa tarhib. Beberapa guru menerapkan metode ini untuk memberikan apresiasi bagi siswa yang yang senantiasa berkelakuan baik, dan memberikan sanksi bagi siswa yang melanggar aturan. Hal ini dilaksanakan sebagai pelajaran agar siswa senantiasa meningkatkan kelakuan-kelakuan yang baik dan menghindari hal-hal yangakan menimbulkan sanksi untuk dirinya. Ada juga siswa yang memahami suatu hal melalui bercerita dan mencurahkan isi hati, atau dalam metode pendidikan Islam disebut dengan metode dialog. Madrasah Aliyah memberikan pelayanan bagi siswa melalui guru-gurunya sebagai fasilitator dimana guru kapanpun bersedia menjadi sandaran bagi siswa untuk berbagi cerita dan memecahkan suatu masalah. Uraian di atas sesuai dengan pembagian metode pendidikan Islam yang dikemukakan oleh Nahlawi yaitu metode dialog, metode kisah QurAoani dan Nabawi, metode perumpamaan QurAoani dan Nabawi, metode keteladanan, metode aplikasi dan pengamalan, metode ibrah dan nasihat serta metode taryb dan tarhyb (Nahlawi, 1996: . Pendekatan Pendidikan Islam Pendekatan pendidikan merupakan kiat yang berada di urutan pertama atau paling puncak dalam rangka melakukan akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam hal ini Amin Rais Muhammad dan Didy Setiawan (Analisis tenaga pendidikA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 340-347 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. tidak terkecuali seperti akademisi dan praktisi di lapangan seperti penyuluh agama, pendidik, juru dakwah, dan para petugas teknis, maupun tenaga-tenaga sukarelawan. Dikatakan demikian, sebab menurut mantan Menteri Agama RI. Muhammad Tholhah Hasan pendidikan akan memberikan kemampuan-kemampuan intelektual yang terlibat dalam proses kreatif (Hasan, 2004: . Pemilihan pendekatan dan metode juga harus benar dan tepat sesuai dengan karakter dan sifat materi yang akan disajikan, sehingga tidak akan menjadi penghalang kelancaran jalannya proses belajar mengajar. Oleh karena itu baik pendekatan maupun metode yang digunakan oleh pendidik dapat dikatakan berhasil apabila dengan pendekatan dan metode tersebut dapat dicapai tujuan yang diharapkan. Pendekatan sendiri merupakan proses kegiatan yang dilakukan dalam hal mendekati Jika dikaitkan dengan pendekatan pendidikan berarti suatu proses kegiatan, perbuatan, dan cara mendekati bidang pendidikan sehingga mempermudah pelaksanaan kegiatan pendidikan tersebut. Jika dalam kegiatan pendidikan, metode berfungsi sebagai cara mendidik, maka pendekatan berfungsi sebagai alat bantu agar penggunaan metode tersebut mengalami kemudahan dan keberhasilan (Rianie, 2015: . Madrasah Aliyah Al-Amin merupakan sekolah yang berbasis kepesantrenan, dimana seluruh aturan dan pembelajaran mengacu pada kebijakan pesantren termasuk dalam pendekatan Berdasarkan penuturan dari Kepala Madrasah dibahwa segala sesuatu yang akan direncanakan harus sesuai dengan Al-QurAoan dan Hadits. Untuk mendidik anak sudah sepatutnya dibuat perencanaan mengenai bagaimana supaya anak mudah memahami pembelajaran dan didikan supaya mampu mengamalkan dan mempraktikkan ilmu-ilmu yang diperolehnya terutama ilmu-ilmu agama Islam yang akan menjadi bekal dan fondasi bagi kehidupan mereka di masa yang akan datang. Dalam penyampaian metode-metode pendidikan yang sudah dibahas sebelumnya, tentu dibarengi dengan pendekatan pendidikan. Untuk menyampaikan suatu hal, lebih nyaman ketika kita sudah mengenal yang berarti pendekatan menjadi tahap awal pendidikan dalam pengajaran. Penerapan pendekatan pendidikan Islam di Madrasah Aliyah Al-Amin yang paling menonjol adalah secara filosofis dan emosional. Pendekatan filosofis, bagi pendidikan Islam dapat diartikan sebagai studi proses tentang kependidikan yang didasari dengan nilai-nilai ajaran Islam menurut konsep filosofis, berdasarkan Al-QurAoan dan Hadits. Madrasah Aliyah Al-Amin sendiri begitu erat kaitannya dengan ayat-ayat Al-QurAoan dan Hadits. Hal itu dibuktikan dengan kebijakan yang sudah dibuat yaitu syarat kelulusannya siswa diwajibkan hafal 3 juz Al-QurAoan untuk program unggulan akademik dan life skill, dan 6 juz untuk program unggulan keagamaan serta akan diberikan syahadah. Begitupun dengan hadits-hadits, di akhir masa sekolah hadits menjadi soal ujian praktik keagamaan, 10-12 hadits akan diuji hafalannya dari siswa. Dengan menghafal keduanya diharapkan anak-anak akan lebih dekat dengan Al-QurAoan dan Hadits dan dapat memahami nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Perasaan yang ada pada setiap manusia pada dasarnya dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu pendidikan sebagai sebuah proses dinilai sangat potensial dalam membentuk manusia-manusia yang berkualitas melalui pendekatan emosional ini. Karena emosi sangat berperan dalam pembentukan kepribadian seseorang. Seiring dengan pendekatan emosional tersebut, metode-metode yang dapat dipakai antara lain adalah metode cerita, metode sosio drama dan ceramah. Dewasa ini perasaan anak lebih labil, bahkan dikatakan sangat labil, maka pendekatan secara emosional lebih banyak diterapkan. Anak secara tidak sengaja kebentak sedikit saja hatinya begitu terluka, jika sudah luka maka akan sulit untuk menyampaikan Sehingga di Madrasah Aliyah Al-Amin ini antara siswa dan guru dapat dikatakan Guru sedia memberikan perhatian dan pelayanan bagi siapapun siswanya yang ingin berkonsultasi ataupun sekedar berbagi cerita dan meminta solusi. Amin Rais Muhammad dan Didy Setiawan (Analisis tenaga pendidikA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 340-347 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Emosi pada anak sangatlah beragam sehingga sebagai pendidik diharuskan tenang dan sabar untuk menghadapinya. Sedikit-sedikit diberikan pemahaman dengan cara yang membuat anak nyaman dan tidak menyinggung perasaanya. Peran Tenaga Pendidik Dalam Pengembangan Pendidikan Islam Keberhasilan suatu pendidikan antara lain terletak pada kualitas tenaga pengajar yang menjadi ujung tombak dalam mentransfer ilmu pada suatu lembaga pendidikan. Kualitas seorang pengajar dalam membangkitkan motivasi belajar peserta didik sangat menentukan tingkat keberhasilan yang akan didapat. Dengan demikian dibutuhkan beberapa kiat untuk memotivasi seperti variasi mengajar dan kemampuan mengenai bagaimana memancing apersepsi peserta didik (Fikri, 2011: . Pada dasarnya semua orang tidak menghendaki adanya kebosanan dalam hidupnya. Sesuatu yang membosankan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Merasakan makanan yang sama secara terus menerus akan menimbulkan kebosanan, melihat film yang sama secara berkali- kali juga akan menciptakan kebosanan. Menikmati lagu-lagu baru jauh lebih menyenangkan dari pada mendengarkan lagu-lagu lama secara berulang kali. Rekreasi sekali pun jika dilakukan di tempat yang sama akan menimbulkan kebosanan. Demikian juga dalam proses belajar mengajar yang tidak menggunakan variasi, maka akan membosankan siswa, perhatian siswa akan berkurang, mengantuk dan akibatnya tujuan belajar tidak tercapai. Dalam hal ini guru memerlukan adanya variasi dalam mengajar siswa. Dalam kaitan peranannya sebagai perencana, guru berkewajiban mengembangkan tujuantujuan pendidikan menjadi rencana-rencana yang operasional. Tujuan-tujuan umum perlu diterjemahkan menjadi tujuan-tujuan spesifik dan operasional. Dalam perencanaan itu murid perlu dilibatkan sehingga menjamin relevansinya dengan perkembangan, kebutuhan dan tingkat pengalaman mereka. Peranan tersebut menuntut agar perencanaan senantiasa direlevansikan dengan kondisi masyarakat, kebiasaan belajar siswa, pengalaman dan pengetahuan siswa, metode belajar yang serasi dan materi pelajaran yang sesuai dengan minatnya (Hamalik, 2008: Sejalan dengan hal itu, beradasarkan penuturan guru BK. Bu Hj. Pepi Hendrayani, inovasi dan kreativitas diperlukan oleh guru untuk menciptakan situasi belajar yang menyenangkan. Guru juga akan mengevaluasi setiap metode ajar yang telah diterapkan, ketika antusias belajar pada siswa menurun, maka metode belajar yang lainyang sudah disiapkan akan diterapkan. Sehingga semangat dan apersepsi anak didik akan stabil bahkan meningkat secara signifikan. Hal itu pun akan meningkatkan mutu pembelajaran dan pada akhirnya dapat mencapai keberhasilan yaitu menciptakan mutu lulusan yang terbaik. Dalam menerapkan setiap metode belajar. Madrasah Aliyah Al-Amin memfasilitasi setiap guru baik itu fasilitas berupa dukungan moral maupun sarana pendukung pembelajaran. Pak H. Wawan Nawawi. MA selaku Kepala Madrasah sering memberikan dukungan di setiap kegiatan rapat evaluasi. Menanyakan kendala apa yang dilalui dan memberikan solusi terbaik yang didapat dari hasil musyawarah. Selain itu. Madrasah Aliyah Al-Amin terbilang sering menyelenggarakan workshop pembinaan pengembangan guru. Latar belakang kehidupan sosial anak penting untuk diketahui oleh seorang guru. Sebab dengan mengetahui dari mana anak itu berasal, maka dapat membantu guru untuk memahami jiwa anak. Pengalaman apa yang telah dipunyai anak adalah hal yang sangat membantu untuk memancing perhatian anak. Anak biasanya senang membicarakan hal-hal yang menjadi Menurut teori psikologi, anak yang rasional selalu bertindak sesuai tingkatan perkembangan umur mereka. Ia mengadakan reaksi-reaksi terhadap lingkungannya. Dalam pendidikan klasik aktivitas anak tidak pernah diperhatikan karena menurut pandangan mereka anak dilahirkan tidak lain sebagai Auorang dewasa dalam bentuk kecilAy. Ia harus diajar menurut kehendak orang Amin Rais Muhammad dan Didy Setiawan (Analisis tenaga pendidikA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 340-347 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Karena itu ia harus mendengar dan menerima apa saja yang diberikan dan disampaikan orang dewasa atau gurunya tanpa dikritik. Akan tetapi pendidikan dewasa ini memposisikan anak sebagai peserta didik yang tidak hanya menerima tapi juga memberi respon berdasarkan stimulus yang diberikan kepadanya. Seorang tenaga pendidik harus memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik di dalam kelas. Setiap anak mempunyai potensi bawaan yang beragam yang jika dikelola dan dibimbing dengan baik akan membuahkan hasil yang maksimal. Sebaliknya jika pendidik mengenyampingkan perbedaan karakter bawaan anak didiknya, maka anak akan berkembang bertolak belakang dengan kepribadiannya dan akan mengganggu proses belajar anak di dalam Anak bukanlah orang dewasa kecil yang dapat dibentuk berdasarkan cara dan metode orang dewasa yang berbeda jauh dari segi usia dan kematangan berpikir, tetapi anak adalah manusia prematur yang membutuhkan bimbingan dan arahan untuk menjadi manusia dewasa menurut cara dan metode yang sesuai dengan usianya. Pendidikan dengan mengedepankan konsep perbedaan dan karakteristik peserta didik, maka keberhasilannya akan lebih mudah untuk Kesimpulan Berdasarkan pemaparan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa . Madrasah Aliyah Al-Amin sudah menerapkan konsep dasar metodologi pendidikan Islam melalui pengajaran-pengajaran yang dilakukan oleh para guru dengan metode yang digunakan diantaranya metode keteladanan, metode kisah, metode dialog, metode reward dan punishment dan memberikan nasihat-nasihat. Penerapan pendekatan pendidikan Islam di Madrasah Aliyah Al-Amin yang paling menonjol adalah pendekatan secara filosofis dan emosional. Emosi pada anak sangatlah beragam sehingga sebagai pendidik diharuskan tenang dan sabar untuk menghadapinya. Sedikit-sedikit diberikan pemahaman dengan cara yang membuat anak nyaman dan tidak menyinggung perasaanya. Dalam menerapkan setiap metode belajar. Madrasah Aliyah Al-Amin memfasilitasi setiap guru baik itu fasilitas berupa dukungan moral maupun sarana pendukung Kepala Madrasah sering memberikan dukungan di setiap kegiatan rapat Menanyakan kendala apa yang dilalui dan memberikan solusi terbaik yang didapat dari hasil musyawarah. Selain itu. Madrasah Aliyah Al-Amin terbilang sering menyelenggarakan workshop pembinaan pengembangan guru. Daftar Pustaka