K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 ISSN 2808-4667 PENGARUH FINANCIAL KNOWLEDGE TERHADAP FINANCIAL MANAGEMENT BEHAVIOR DENGAN LOVE OF MONEY DAN GENDER SEBAGAI VARIABEL MODERASI Tiara Oviyani Fakultas Bisnis dan Akuntansi Universitas Katolik Musi Charitas e-mail: tiaraoviyani@gmail. ABSTRAKSI Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial knowledge terhadap financial management behavior dengan love of money dan gender sebagai variabel moderasi. Alasan dilakukan penelitian ini karena adanya fenomena bahwa persentase pengalokasian dana masyarakat Indonesia untuk berinvestasi saham maupun reksa dana masih jauh tertinggal dari negara lain, fakta yang memperkuat hubungan antar variabel, serta terdapat beberapa penelitian yang memberikan hasil berbeda. Sampel penelitian ini adalah 100 responden, yang merupakan penduduk Kota Palembang. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini diuji menggunakan asumsi klasik dan pengujian hipotesis menggunakan metode analisis regresi moderasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa financial knowledge tidak berpengaruh signifikan terhadap financial management behavior, love of money tidak memoderasi pengaruh financial knowledge terhadap financial management behavior dan gender memoderasi pengaruh financial knowledge terhadap financial management behavior. Kata Kunci: Financial Knowledge. Financial Management Behavior. Love Of Money. Gender. ABSTRACT This research is a research associative aimed to examine the effect of financial knowledge on financial management behavior with love of money and gender as The reason why this study was conducted is because of the phenomenon that percentage of allocation of Indonesian public funds to invest in stocks and mutual funds is still far behind from other countries, a fact that strengthens the relationship between variables, and there are many research that give the different The samples in this study are 100 respondents, who are residents of Palembang City. The samples are determined by using the purposive sampling UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 ISSN 2808-4667 Data analysis in this research carried out by using the classical assumption, whereas hypothesis testing carried out by using moderation regression analysis. The results of this study show that financial knowledge has no significant effect on the financial management behavior, love of money does not moderate the influence of financial knowledge on financial management behavior and gender moderate the influence of financial knowledge on financial management behavior. Keywords: Financial Knowledge. Financial Management Behavior. Love Of Money. Gender. PENDAHULUAN Dalam beberapa tahun ini, praktik pengelolaan keuangan menjadi isu yang penting mengingat bahwa uang merupakan benda yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Pepatah mengatakan uang bukan segalanya tetapi segalanya membutuhkan uang. Dari pernyataan ini mencerminkan bahwa semua orang membutuhkan uang untuk kesejahteraan hidupnya. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat penghasilan seseorang maka akan semakin sejahtera orang tersebut. Namun, tingkat penghasilan yang tinggi tanpa diiringi dengan pengelolaan keuangan yang baik tidak akan mendatangkan kesejahteraan bagi seseorang. Hal ini dikarenakan semakin tinggi tingkat penghasilan atau pendapatan seseorang maka akan semakin tinggi juga tingkat pengelua-rannya baik itu untuk memenuhi kebutuhan ataupun keinginan. Hal ini dibuktikan dengan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa tingginya pendapatan perkapita penduduk Indonesia diiringi dengan tingginya pengeluaran perkapita penduduk Indonesia. Pendapatan Pengeluaran Sumber : bps. id, diakses tanggal 22 Oktober 2017 Gambar 1. Indeks Pendapatan dan Pengeluaran Perkapita Per Bulan Penduduk Indonesia . UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 Gambar 1 menunjukkan bahwa indeks pengeluaran pada tahun 2015 dan tahun 2016 lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pendapatan. Hal ini mencerminkan bahwa peningkatan pendapatan penduduk Indonesia disertai dengan peningkatan pengeluaran penduduk Indonesia. Maka, diperlukan penge-lolaan keuangan agar terjadi keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran individu. Menurut Sina . prioritas dalam pengalokasian dana untuk memenuhi ke-butuhan secara layak yaitu 60% untuk konsumsi, 10% untuk tabungan, dan 30% untuk investasi. Namun, tingkat kesadaran warga Indonesia untuk berinvestasi masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara lain. Hal ini terungkap dalam sebuah survei yang dilakukan Nielsen pada tahun 2011 terhadap 408 orang kaya di delapan negara Asia seperti Hongkong. Indonesia. India. China. Malaysia. Singapura. Taiwan, dan Australia. Hasil survei tersebut mengungkapkan bahwa penduduk Indonesia mengalokasikan dana untuk investasi saham maupun reksa dana hanya sebesar 16%. Bila dibandingkan dengan negara lain, persentase pengalokasian dana investasi di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Di Malaysia, persentase investasi telah mencapai 47% dan Australia ISSN 2808-4667 Dari fenomena tersebut dapat dikatakan bahwa perilaku pengelolaan keuangan masyarakat Indonesia dalam berinvestasi saham dan reksa dana masih kurang baik sehingga perlunya pengalokasian dana yang baik dalam sebuah pengambilan keputusan keuangan yang tepat dan bijak demi kesejahteraan hidup individu yang tercermin dalam perilaku pengelolaan keuangan. Perilaku pengelolaan keuangan . inan-cial management behavio. berhubungan dengan tanggung jawab keuangan seseorang terkait dengan cara pengelolaan keuangannya (Andrew dan Linawati, 2. Terdapat ba-nyak faktor yang dapat mempengaruhi perila-ku pengelolaan keuangan . inancial manage-ment behavio. seseorang diantaranya, financial knowledge, locus of control, financial attitude, income, teman sebaya, dan etnis. Dalam penelitian ini, salah satu faktor yang diduga dapat mempengaruhi baik atau buruknya pengelolaan keuangan seseorang adalah pengetahuan keuangan . inancial Menurut Halim dan Astuti . financial knowledge adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mengelola keuangan untuk membuat suatu keputusan keuangan yang tepat agar terhindar dari masalah ke-uangan. Kurangnya pengetahuan keuangan dapat mengakibatkan rendahnya akses ke lemba- UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 ga keuangan dan menghambat kemakmuran. Tingkat literasi keuangan di Indonesia pada tahun 2016 hanya sebesar 29,66% dan tingkat inklusi keuangan di Indonesia sebesar 67,82% . Bila dibandingkan dengan hasil penelitian World Bank tahun 2014, tingkat inklusi keuangan Indonesia masih jauh tertinggal dari negara tetangga. Singapura sudah mencapai 96%. Malaysia 81%, dan Thailand mencapai 78%. Rendahnya tingkat literasi keuangan merupakan salah satu penye-bab rendahnya tingkat inklusi keuangan . i-narharapan. Nababan dan Sadalia . menyatakan bahwa individu membutuhkan pengetahuan keuangan dasar serta kemampuan untuk mengelola sumber daya keuangan secara efektif demi kesejahteraan hidupnya. PERMASALAHAN Namun, pada faktanya tidak semua orang yang memiliki pengetahuan keuangan yang baik akan dapat mengalokasikan penda-patannya dengan baik pula. Pendapat tersebut didukung oleh Rizkiana dan Kartini . yang menyatakan bahwa pengetahuan yang tinggi tidak secara otomatis diikuti dengan pengambilan keputusan keuangan yang baik. Hal ini dikarenakan perilaku seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan saja tetapi juga dipengaruhi oleh faktorfaktor lain seperti ISSN 2808-4667 lingkungan, pergaulan, cara bersosialisasi, pengawasan orang tua, locus of control, perilaku impulsif, kepuasan hidup, stress, dan faktor psikologi lain (Norvilitis dan Maria, 2002 dalam Rizkiana dan Kartini, 2. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa individu dengan pengetahuan keuangan yang tinggi belum tentu mempraktikan pengetahuannya dalam pengambilan keputusan keuangan. Hal ini dikarenakan terdapat faktor lain yang dapat memoderasi pengaruh pengetahuan keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan sehingga hubungan tersebut dapat diperkuat atau diperlemah oleh faktor Salah satu faktor yang diduga memoderasi pengaruh pengetahuan keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan dalam penelitian ini adalah love of money. Love of Money Scale (LOMS) pertama kali diperkenalkan oleh Tang pada tahun 1990, teori ini mengungkapkan bahwa uang diukur sebagai simbol prestasi dan kesuksesan yang menunjukkan betapa berartinya uang bagi seseorang. Terdapat tiga faktor khusus dalam mengukur perasaan subjektif seseorang terhadap uang, yaitu motivator, pentingnya uang, dan Wulandari dan Hakim . menyatakan bahwa seseorang yang memiliki skor tinggi pada love of money cen-derung ingin lebih kaya, mengelola uang se-cara hati-hati. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 menganggap uang merupakan simbol kesuksesan, dan termotivasi untuk mendapatkan lebih banyak uang bagaimana-pun caranya. Karena adanya perasaan inilah maka seseorang yang memiliki tingkat ke-cintaan terhadap uang . ove of mone. akan mampu mengelola keuangan secara baik. Hal ini dikarenakan seseorang dengan love of money yang tinggi akan menganggap uang sebagai faktor utama dalam kesuksesan dan kesejahteraan Dari uraian di atas, maka dapat dika-takan bahwa semakin tinggi kecintaan seseorang terhadap uang akan memperkuat penga-ruh pengetahuan keuangan . inancial know-ledg. terhadap perilaku pengelolaan keuangannya . inancial management behavio. , dan sebaliknya semakin rendah kecintaan seseorang terhadap uang akan memperlemah pengaruh pengetahuan keuangan . inancial knowledg. terhadap perilaku pengelolaan keuangannya . inancial management beha-vio. Selain love of money, pengaruh pengeta-huan keuangan . inancial knowledg. seseo-rang terhadap perilaku pengelolaan keuangan-nya . inancial management behavio. juga dapat dimoderasi oleh gender. Chen dan Volpe . menyatakan bahwa perbedaan gender menyebabkan perbedaan tingkat pengetahuan keuangan yang signifikan, yaitu laki-laki ISSN 2808-4667 lebih cenderung memiliki pengetahuan keuangan yang lebih tinggi dibanding-kan dengan perempuan. Hal ini dibuktikan dengan data yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa laki-laki di Indonesia memiliki indeks literasi produk dan jasa keuangan sebesar 33,52%, lebih tinggi dari tingkat literasi wanita yakni 25,69%. Dengan indeks 33,52% be-rarti ada 30 dari 100 orang laki-laki yang sudah memahami produk dan jasa keuangan yang meliputi produk perbankan, asuransi, pegadaian, dana pensiun, dan pasar modal. Sementara di Indonesia, dengan indeks 25,69%, menunjukkan baru 27 dari 100 wanita di Indonesia yang sudah memahami produk dan jasa keuangan. Tidak hanya lebih rendah dalam tingkat literasi, indeks inklusi keuangan untuk jenis kelamin wanita di Indonesia baru 66,09% yang masih lebih rendah dari indeks inklusi laki-laki yakni 69,5% . Dari fenomena inilah gender diduga dapat memoderasi pengaruh pengetahuan keuangan . inancial knowledg. terhadap perilaku pengelolaan keuangan . inancial management behavio. seseorang, dimana dengan dugaan bahwa seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan keuangan . inancial knowledg. yang tinggi akan dapat mengelola keuangan pribadinya dengan lebih baik UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 dibandingkan dengan seorang perempuan. Berdasarkan fenomena-fenomena yang telah dipaparkan tersebut, peneliti tertarik untuk membuat sebuah penelitian yang berjudul AuPengaruh Financial Knowledge Terhadap Financial Management Behavior dengan Love of Money dan Gender sebagai Variabel ModerasiAy. LANDASAN TEORI Financial Knowledge Pengetahuan keuangan . inancial knowledg. adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mengelola keuangan untuk membuat suatu keputusan keua-ngan yang tepat (Halim dan Astuti, 2. Menurut Hilgert dan Hogarth . penge-tahuan keuangan yang tinggi dapat menyebabkan individu terlibat dalam perilaku keuangan yang Theory of Planned Behavior (TPB) mengasumsikan bahwa perilaku seseorang tidak hanya dikendalikan oleh diri sendiri tetapi juga membutuhkan kontrol seperti ketersediaan sumber daya, kesempatan, dan keterampilan tertentu. Teori ini menunjukkan bahwa perilaku seseorang dalam mengelola keuangan dapat memungkinkan dihalangi oleh faktor lain yang akan mempengaruhi keyakinan seseorang dan pada akhirnya akan mempengaruhi perilaku orang tersebut (Ozmete dan ISSN 2808-4667 Hira, 2. Faktor lain yang diduga dapat mempengaruhi perilaku keuangan seseorang dalam penelitian ini adalah pengetahuan keuangan . inancial knowledg. Individu dengan pengetahuan keuangan yang tinggi, akan mengetahui bagaimana menggunakan uang dengan tepat dan dapat memilih alternatif pengunaan uang menjadi lebih efektif. Hilgert dan Hogarth . mengungkapkan bahwa terdapat lima dimensi dalam mengukur tingkat pengetahuan keuangan individu. Credit Dalam variabel credit . ini, terdapat tiga indikator umum dari manajemen kredit yaitu hutang, pembayaran, hingga rasio pendapatan dalam sebuah rumah tangga. Individu dengan manajemen kredit yang rendah memiliki skor pengetahuan keuangan secara keseluruhan lebih rendah terkait dengan pengelolaan kredit manajemen. Saving Saving merupakan penyimpanan uang secara teratur, umumnya dengan menyisihkan sejumlah uang untuk ditabung sebelum membayar beban. Praktik penghematan lain yang direkomendasikan oleh perencana keuangan yaitu memiliki dana darurat untuk melindungi UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 individu dari guncangan ekonomi, mulai dari membayar cicilan mobil atau penyisihan biaya untuk masa mendatang. Investment Setelah dana darurat telah dimiliki, langkah berikutnya adalah berinvestasi untuk jangka pendek hingga jangka menengah . eperti libura. , serta untuk tujuan jangka panjang . umah, pendidikan anak, pensiu. Investasi merupakan bagian dari tabungan yang dipergunakan untuk kegiatan ekonomi . enghasilkan barang dan jas. yang menguntungkan. Individu dengan indeks investasi yang rendah memiliki skor pengetahuan keuangan yang lebih rendah secara keseluruhan. Mortgages Mortgages atau pinjaman hipotek merupakan kredit yang diberikan atas dasar jaminan yang dapat berupa benda aset tetap . umah, tanah, mobil, motor, dan sebagainy. Pinjaman hipotek lebih kepada pinjaman yang diperoleh dengan menjaminkan aset tetap yang dimiliki untuk periode tertentu . ebih panjang daripada pinjaman biasa seperti kartu kredi. ISSN 2808-4667 Others Kategori others yang dimaksudkan yaitu seperti ketepatan pembayaran dan pe-ngaruhnya terhadap pinjaman, kesala-han penulisan cek dan tindakan dari pihak bank, dan hal lainnya yang terkait dengan pengetahuan keuangan individu. Individu dikatakan memiliki tingkat pengetahuan rendah jika jawaban yang dijawab benar berada pada skor <50%, dan individu dikatakan memiliki tingkat pengetahuan tinggi jika jawaban yang dijawab benar berada pada skor Ou50% (Rita dan Santoso, 2. Financial Management Behvaior Demi mencapai kesejahteraan hidup dan terhindar dari masalah keuangan di masa mendatang, diperlukan tanggung jawab individu terhadap pengelolaan keuangan yang tercermin dalam perilaku keuangan. Menurut Xiao . perilaku keuangan adalah perilaku individu yang relevan terhadap pengelolaan uang. Perilaku pengelolaan ke-uangan berkaitan dengan tanggung jawab keuangan seseorang dalam memperlakukan, mengelola, dan menggunakan sumber daya keuangan yang ada padanya. Tanggung jawab keuangan merupakan proses pengeloaan uang dan aset UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 yang dilakukan secara produktif (Giavanda, 2. Menurut Hilgert dan Horgarth . indikator perilaku keuangan yang baik dapat dilihat dari cara/sikap seseorang dalam mengelola keluar ma-suknya uang, manajemen kredit, tabungan, dan investasi. Individu yang memiliki financial management behavior yang bertang-gung jawab akan cenderung efektif dalam penggunaan uang yang dimilikinya, seperti membuat anggaran, menghemat uang, me-ngontrol belanja, berinvestasi, serta mem-bayar kewajiban tepat waktu (Nababan dan Sadalia, 2. Menurut Hilgert dan Hogarth . terdapat lima aspek penting dalam perilaku keuangan seseorang, antara lain: Cash Flow Management Salah satu praktik keuangan yang paling dasar adalah membayar tagihan tepat waktu. Selain membayar tagihan tepat waktu, penganggaran biasanya mendorong individu untuk membuat anggaran tertulis dan secara teratur membanding-kan aktual pengeluaran untuk belanja yang direncanakan. Credit Management Salah satu perilaku keuangan yang dianggap penting adalah bagaimana individu menggunakan fasilitas kredit yang dimi268 ISSN 2808-4667 Dalam manajemen kredit, terdapat tiga indikator umum yaitu rasio pembayaran hutang terhadap pendapatan, ketepatan waktu pembayaran, dan pembayaran penuh dari saldo. Saving Salah satu manajemen keuangan yang paling umum adalah untuk membuat keuangan lebih teratur, umumnya de-ngan menetapkan atau menyisihkan sebagian jumlah tabungan sebelum membayar untuk beban. Investment Setelah melakukan tindakan saving, perencana keuangan dianjurkan untuk melakukan tindakan investasi baik investasi dalam jangka waktu pendek, jangka waktu menengah, hingga dalam jangka waktu panjang seperti membeli rumah, persiapan biaya pendidikan, dan Other Financial Experiences Pengalaman keuangan merupakan salah satu faktor penting dalam mengukur perilaku keuangan seseorang. Pengalaman keuangan dapat dilihat dari beberapa aspek kehidupan seperti aset tetap yang dimiliki seperti rumah, pembayaran pajak setiap tahun secara tepat waktu, dan penganggaran untuk masa UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 Love of Money Teori Aucinta uangAy pertama kali diperkenalkan oleh Tang pada tahun 1990 dengan nama Money Ethic Scale (MES) yang digunakan untuk mengukur perasaan subjektif seseorang terhadap uang. Teori tersebut mengungkapkan bahwa uang diukur sebagai simbol prestasi dan kesuksesan yang menunjukkan betapa berartinya uang bagi seseorang. Kemudian Tang mengembangkan teori Money Ethic Scale (MES) menjadi Love of Money Scale (LOMS) yang didalamnya terdapat tiga faktor khusus dalam mengukur perasaan subjektif seseorang terhadap uang, yaitu motivator, pentingnya uang, dan kesuksesan. Pemahaman akan kecintaan seseorang terhadap uang dapat diikuti oleh perilaku yang positif maupun negatif. Menurut Alkitab: 1 Timotius, 6:10 dalam Tang dan Luna-Arocas . teori Aucinta uangAy ini muncul karena adanya kepercayaan yang menyatakan bahwa AuFor the love of money is a root of all kinds of evil. Some people, in their eagerness to get rich, have wandered away from the faith and caused themselves a lot of painAy. Pernyataan tersebut mendeskripsikan bahwa kecintaan seseorang terhadap uang yang tinggi dapat menjadi keja-hatan, hal ini dikarenakan love of money berkaitan dengan kon- ISSN 2808-4667 sep keserakahan yang memiliki konotasi negatif dan dianggap tabu oleh masyarakat (Sloan, 2002 dalam Tang dan Luna-Arocas, 2. Di sisi lain, kecintaan seseorang terhadap uang . ove of mone. juga dapat diikuti dengan perilaku Hal ini dikarenakan kecintaan seseorang terhadap uang akan membuat seseorang tersebut menganggap uang sebagai simbol keberhasilan mereka dan akan menganggarkan uangnya secara hatihati. Menurut Wulandari dan Hakim . seseorang yang memiliki skor tinggi pada love of money cenderung ingin lebih kaya, mengelola uang secara hati-hati, menganggap uang merupakan simbol kesuksesan, dan termotivasi untuk mendapatkan lebih banyak uang bagaimanapun Pendapat tersebut sejalan dengan hasil penelitan Furnham . dalam Istijanto . mengindikasikan bahwa keberhasilan negera China secara pertumbuhan ekonomi dikarenakan sikap masyarakat mereka yang tidak bisa lepas dari uang. Hal ini berarti bahwa sikap masyarakat yang positif terhadap uang akan membuat mereka mampu mengelola keuangan dengan baik dan memberikan kontribusi dalam keberhasilan ekonomi negara UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 Gender Gender sering diarahkan pada peran sosial atau identitas di dalam Gender merujuk pada perbedaan antara laki-laki dan perempuan sejak lahir, tumbuh kembang dan besar melalui proses sosialisasi di lingkungan keluarga dan Lingkungan sosial memproduksi pembedaan peran gender melalui pemisahan kepantasan untuk perempuan dan kepantasan untuk laki-laki (Widihastuti. Menurut World Health Organization . gender adalah konsep yang mengacu pada peran dan tanggung jawab perempuan dan laki-laki yang terjadi akibat dari dan dapat berubah oleh kontruksi atau keadaan sosial budaya masyarakat. Dari uraian tersebut, dapat dikatakan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki peran, perilaku, kegiatan, serta karakteristik sosial yang berbeda. Dalam konteks perilaku keuangan, adanya perbedaan gender menyebabkan perbedaan tingkat pengetahuan keuangan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi perilaku pengelolaan keuangan . inancial management behavio. Carpenter . dalam Sutrisno mengungkapkan bahwa lakilaki lebih mandiri secara financial serta lebih percaya diri dalam mengelola keuangan mereka diban270 ISSN 2808-4667 dingkan dengan perempuan. Astari dan Widagda . juga mengungkapkan bahwa gender mempengaruhi atas suatu pengelolaan keuangan pribadi. Hal ini menandakan bahwa laki-laki memiliki perilaku pengelolaan ke-uangan yang lebih baik dibandingkan dengan perempuan. Pendapat tersebut sejalan dengan Role Theory (RT) yaitu teori yang didasarkan pada pengamatan bahwa orang berperilaku dengan cara yang dapat diprediksi dan perilaku individu adalah konteks yang spesifik berdasarkan faktor sosial dan faktor lainnya (Ozmete dan Hira, 2. Role Theory (RT) ini berkaitan erat dengan peran gender, dimana laki-laki dianggap lebih pandai dalam mengelola keuangan daripada perempuan. Hal ini dikarenakan laki-laki memiliki kepercayaan yang tinggi dalam membuat keputusan dibandingkan perempuan yang cenderung menghindari resiko . isk avers. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah riset aso-siatif. Riset asosiatif merupakan riset yang bertujuan mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih (Suliyanto, 2005: Riset asosiatif dalam penelitian ini berupa riset kausal, yaitu riset UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh antar va-riabel. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua penduduk di Kota Palembang. Alasan peneliti memilih populasi tersebut karena peneliti bertempat tinggal di Kota Palembang, sehingga hal ini akan mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian. Penduduk yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah penduduk yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel dari populasi berdasarkan suatu kriteria tertentu (Jogiyanto, 2010:. Adapun kriteria sam-pel yang digunakan, sebagai berikut: Penduduk yang mendomisili di Kota Palembang Penduduk yang berusia produktif 20-64 tahun. Penduduk yang telah memiliki perker-jaan. Penduduk yang memiliki pendapatan lebih dari Rp 3. per bulan. Ukuran minimum sampel yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan menurut teori Roscoe . dalam Wulandari . yakni ukuran sampel yang layak dalam penelitian minimal 30 sampai ISSN 2808-4667 500, maka ditetapkan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah se-banyak 100 orang. Jenis Data Penelitian Jenis data yang digunakan penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan menggunakan alat pengukuran atau alat pengambilan data secara langsung pada subyek sebagai sumber informasi untuk data yang dicari (Wiyono, 2011:. Data primer dalam penelitian ini berupa jawaban responden dari daftar pertanyaan kuesioner yang diberikan kepada responden. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif, dimana data tidak dapat diukur dengan skala numerik. Kemudian data kualitatif tersebut dikuantitatifkan dalam bentuk numerik agar dapat diproses lebih lanjut. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik angket atau kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugi-yono, 2003:. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 Variabel Penelitian Pada penelitian ini, variabel dependen yang digunakan adalah variabel financial management behavior, variabel independen yang digunakan adalah financial knowledge, dan variabel moderasi yang digunakan adalah love of money dan Teknik Analisis Data Pada penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas dan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas dan uji heteroskedastisitas serta pengujian hipotesis yang menggunakan analisis regresi moderasi dengan metode subgroups atau sub kelom-pok PEMBAHASAN Pada penelitian ini peneliti menyebarkan kuesioner sebanyak 100 buah kuesioner dan keseluruhan kuesioner yang didapatkan telah melewati uji validitas dan uji reliabilitas. Untuk variabel financial knowledge uji va-liditas yang digunakan adalah dengan metode korelasi point biserial. Uji validitas untuk setiap item pernyataan variabel pengetahuan keuangan dinyatakan valid karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel. Dan untuk variabel financial management behavior dan love of money pengujian validitas menggunakan metode product moment yang ada ISSN 2808-4667 dalam program SPSS versi 16. Semua pernyataan kuesioner untuk variabel financial manage-ment behavior dan love of money dikatakan valid karena nilai r hitung lebih besar dari r tabel. Pengujian reliabilitas untuk semua variabel juga dikatakan reliabel karena semua variabel memiliki nilai Cronbach Alpha lebih dari 0,60. Dengan begitu peneliti dapat melanjutkan ketahap selanjutnya, yaitu tahap pengujian asumsi klasik untuk melihat apakah data layak digunakan atau tidak. Pada tahap uji asumsi klasik ini terdiri dari 2 tahap pengujian, yaitu uji normalitas dan uji heteroskedastisitas. Pada pengujian ini dinyatakan bahwa tidak terjadi masalah dalam pengujian asumsi klasik. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pengujian normalitas yang menggunakan uji KolmogorovSmirnov de-ngan melihat nilai Asymp. Sig. -taile. dimana memiliki nilai 0,979 yang berarti lebih besar dibandingkan nilai signifikansi 0,05 sehingga data dapat dikatakan berdistribusi normal. Pada pengujian heteroskedastisitas, variabel independent yaitu financial know-ledge memiliki nilai signifikansi diatas 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Pada tahap selanjutnya yaitu pengujian hipotesis didapatkan hasil sebagai berikut: UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 Pengaruh Financial Knowledge terhadap Financial Management Behavior Hasil pengolahan data menunjukkan pengaruh financial knowledge terhadap financial management behavior memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,061 . ebih besar dari 0,. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa financial knowledge tidak berpengaruh signifikan terhadap financial management behavior. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua individu dengan pengetahuan keuangan yang tinggi akan serta merta diikuti dengan perilaku pengelolaan keuangan yang baik. Walaupun secara teoritis pengetahuan keuangan diyakini dapat mempengaruhi perilaku pengelolaan keuangan, na-mun pada fakta yang terjadi tidak semua pengetahuan keuangan yang dimiliki in-dividu akan selalu dipraktikkan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan karena perilaku pengelolaan keuangan seseorang tidak selalu dipengaruhi oleh pengetahuan keuangan saja, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Faktorfaktor lain yang dapat mempengaruhi financial management behavior seseorang adalah lingkungan, pergaulan, cara bersosialisasi, pengawasan orang tua, locus ISSN 2808-4667 of control, perilaku impulsif, kepuasan hidup, stress, dan faktor psikologi lain (Norvilitis dan Maria, 2002 dalam Rizkiana dan Kartini, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan Herdjiono dan Damanik . , yang menyatakan bahwa pengetahuan keuangan . inancial knowledg. tidak berpengaruh terhadap financial management behavior. Kholilah dan Iramani . juga meneliti mengenai perilaku keuangan pada masyakarat Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pengetahuan keuangan . inancial knowledg. tidak berpengaruh terhadap perilaku keuangan . inancial management behavio. Tidak hanya itu. Nababan dan Sadalia . juga meneliti mengenai financial behavior pada mahasiswa Strata 1 Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan responden mempraktikkan perilaku keuangan yang diharapkan tidak meningkat secara konsisten seiring dengan peningkatan pengetahuan keuangan. Hal ini disebabkan perilaku seseorang tidak selalu dipengaruhi tingkat pengetahuan yang dimilikinya, tetapi juga dipengaruhi oleh faktorfaktor lain seperti faktor psikologis, emosi, dan lain-lain. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 Love of Money Memoderasi Pengaruh Financial Knowledge terhadap Financial Management Behavior Pada penelitian ini, hasil pengolahan data menunjukkan bahwa variabel love of money bukan berperan sebagai variabel moderator karena persamaan regresi antar subkelompok tidak berbeda secara signifikan. Hasil tersebut tidak membuktikan bahwa seseorang yang mencintai uang akan dapat mempengaruhi pengaruh pengetahuan keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Hal ini dikarenakan kecintaan seseorang terhadap uang dapat diikuti dengan perilaku yang negatif seperti keserakahan akan uang sehingga memicu timbulnya kecurangnya dalam mendapatkan uang. Tidak semua orang yang memi-liki love of money tinggi akan selalu diikuti dengan perilaku pengelolaan keuangan yang positif. Maka, hal ini membuktikan bahwa love of money tidak berperan sebagai variabel moderasi yang mempengaruhi pengetahuan keuangan . inancial know-ledg. terhadap perilaku pengelolaan ke-uangan . inancial management behavio. ISSN 2808-4667 Gender Memoderasi Pengaruh Finan-cial Knowledge terhadap Financial Management Behavior Berdasarkan hasil olahan data pada penelitian ini, variabel gender terbukti berperan sebagai variabel moderator. Hal ini dikarenakan persamaan regresi antar subkelompok laki-laki dan perempuan berbeda secara signifikan. Dimana, laki-laki lebih memperkuat pengaruh financial knowledge terhadap financial management behavior dibandingkan dengan Minat atau ketertarikan laki-laki yang lebih terhadap keuangan . memberikan dampak yang positif bagi perilaku pengelo-laan keuangannya. Hal ini dikarenakan laki-laki lebih berani dalam mengambil re-siko untuk pengalokasian dana dalam keputusan keuangan dibandingkan dengan perempuan yang pada umumnya lebih meng-hindari resiko. Maka, hal ini membuktikan bahwa laki-laki dengan pengetahuan keuangan yang tinggi akan memiliki perilaku pengelolaan keuangan yang lebih baik dibandingkan dengan perempuan. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 PENUTUP Simpulan Berdasarkan yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik Financial knowledge tidak berpengaruh signifikan terhadap financial management Love of money tidak berperan sebagai variabel yang memoderasi pengaruh financial knowledge terhadap financial management behavior. Gender berperan sebagai variabel yang memoderasi pengaruh financial knowledge terhadap financial management behavior. Dimana, lakilaki laki-laki dengan pengetahuan keuangan yang tinggi akan memiliki perilaku pengelolaan keuangan yang lebih baik dibandingkan dengan Keterbatasan Penelitian Sebelum peneliti memaparkan saran dari penelitian ini, terlebih dahulu peneliti akan memaparkan keterbatasan dalam penelitian ini, yaitu: Cakupan responden masih cenderung homogen, dikarenakan sampel peneliti tidak berasal dari berbagai profesi ISSN 2808-4667 yang ada, seperti guru/dosen, koki, desainer, fotografer, atlet, dan lain-lain. Penyebaran kuesioner dalam penelitian ini tidak merata untuk setiap wilayah, sehingga generalisasinya cukup lemah untuk dapat mewakili seluruh wilayah di Palembang. Tidak berpengaruhnya financial knowledge terhadap financial management behavior dimungkinkan karena pengkategorian variabel dalam penelitian ini hanya dibedakan menjadi dua berdasarkan jawaban responden. Pengembangan hipotesis masih belum dikuatkan dari hasil riset terdahulu dan teori-teori yang mendukung hipotesis. Pengaruh financial knowledge terhadap financial management behavior hanya sebesar 2,6% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Dalam pengambilan sampel pada penelitian ini tidak menggunakan kriteria penduduk yang memiliki kartu kredit sehingga pengukuran variabel financial management behavior menjadi kurang valid. Saran Berdasarkan tersebut, berikut ini merupakan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 saran dari peneliti untuk masyarakat maupun peneliti selanjutnya: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sampel yang lebih besar agar dapat menggeneralisasi jawaban dari responden dan dapat me-ngurangi tingkat bias. Pengukuran variabel sebaiknya ditentukan dari skala pertanyaan. Perlunya mempertimbangkan dasar yang kuat dalam penentuan hipotesis. Penelitian selanjutnya dapat mema-sukkan variabel-variabel lain baik itu variabel moderasi maupun variabel mediasi yang secara teoritis berpengaruh terhadap financial management behavior seperti financial attitude (Herdjiono dan Damanik, 2. , pendidikan keuangan, teman sebaya, hasil belajar manajemen keuangan (Wulan-dari dan Hakim, 2. , locus of control, dan income (Ida dan Dwinta, 2. Penentuan kriteria sampel sebaiknya disesuaikan dengan variabel yang digunakan dalam penelitian. ISSN 2808-4667 DAFTAR PUSTAKA