Open Access Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia E-ISSN: 3047-8855 DOI: https://doi. org/10. 69930/jrski. Review Article Vol. , 2025 Hal. Efektivitas Tim Kerja pada Tenaga Kesehatan: Literature Review Felicia Br Purba *. Syifani Naura Ramadhani. Mauludatul Hasanah Putri Program studi Psikologi. Fakultas Psikologi. Universitas Negeri Surabaya. Surabaya. Indonesia *Email (Penulis Korespondens. : 25120664164@mhs. Abstrak. Efektivitas tim kerja tenaga kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien, khususnya dalam sistem pelayanan multidisipliner. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kerja sama tim, komunikasi, dan faktor organisasi terhadap efektivitas kerja tenaga kesehatan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari Google Scholar dan Semantic Scholar dengan kriteria inklusi publikasi tahun 2021Ae2026, berbahasa Indonesia, tersedia full-text, dan berfokus pada fasilitas kesehatan. Sebanyak 14 artikel dianalisis melalui tahap identifikasi, seleksi, dan abstraksi Hasil kajian menunjukkan bahwa kerja sama tim dan komunikasi merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap efektivitas kerja tenaga kesehatan serta berdampak pada peningkatan kinerja, kepuasan kerja, dan penurunan risiko kesalahan medis. Studi ini memberikan kontribusi berupa sintesis temuan empiris mengenai faktor penentu efektivitas tim tenaga kesehatan serta menegaskan pentingnya penguatan budaya kolaboratif dan sistem manajemen tim untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kata kunci: Efektivitas Tim Kerja. Tenaga Kesehatan. Kerja Sama Tim. Komunikasi. Keselamatan Pasien. Kinerja Tim Abstract. The effectiveness of healthcare teams plays a critical role in improving service quality and patient safety, particularly in multidisciplinary settings. This study aims to examine the influence of teamwork, communication, and organizational factors on healthcare workersAo effectiveness using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Data were collected from Google Scholar and Semantic Scholar based on inclusion criteria: publications from 2021Ae2026. Indonesian language, full-text availability, and focus on healthcare settings. A total of 14 articles were analyzed through identification, selection, and data abstraction stages. The findings highlight that teamwork and communication are the key determinants of healthcare team effectiveness, contributing to improved performance, job satisfaction, and reduced medical errors. This study contributes by synthesizing empirical findings on the determinants of healthcare team effectiveness and emphasizes the importance of strengthening collaborative culture and team management systems to enhance healthcare service quality. Keywords: Team Effectiveness. Healthcare Workers. Teamwork. Communication. Patient Safety. Team Performance Pendahuluan Efektivitas tim kerja pada tenaga kesehatan merupakan determinan penting dalam menentukan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien, terutama dalam sistem pelayanan yang bersifat multidisipliner. Pelayanan kesehatan melibatkan integrasi peran berbagai profesi seperti dokter, perawat, bidan, apoteker, hingga tenaga administrasi https://journal. com/index. php/jrski Received: 20 April 2026 / Accepted: 21 Mei 2026 / Available online: 31 Mei 2026 (West & Lyubovnikova, 2. Ketidakefektifan kolaborasi dapat memicu fragmentasi pelayanan, meningkatkan risiko kesalahan medis, serta menurunkan kepuasan pasien. Oleh karena itu, efektivitas tim menjadi fondasi utama dalam menjamin mutu layanan Menurut Hackman . , tim yang efektif mampu menghasilkan kinerja sesuai standar organisasi, menjaga keberlanjutan kerja sama, serta memberikan kepuasan bagi Dalam konteks pelayanan kesehatan modern, kompleksitas kerja meningkat akibat perkembangan teknologi, tingginya beban pasien, serta dinamika pasca-pandemi. Kondisi ini menuntut koordinasi yang semakin baik agar pelayanan tetap optimal di tengah tekanan kerja (Salas et al. , 2. Pasca-pandemi COVID-19, efektivitas tim tenaga kesehatan menjadi isu yang semakin krusial karena sistem pelayanan kesehatan mengalami tekanan yang besar akibat tingginya jumlah pasien, keterbatasan tenaga kesehatan, serta meningkatnya risiko burnout dan miskomunikasi antarprofesi. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien, sehingga kolaborasi tim menjadi aspek penting dalam menjaga efektivitas pelayanan kesehatan pasca-pandemi (Salas et al. , 2020. Hasnah & Asyari, 2. Namun, pada praktiknya, efektivitas tim di fasilitas kesehatan masih menghadapi berbagai kendala, seperti miskomunikasi antarprofesi, konflik peran, serta distribusi beban kerja yang tidak merata. Permasalahan ini berkontribusi terhadap meningkatnya kelelahan kerja . tenaga kesehatan dan berpotensi menurunkan kualitas pelayanan (Rosen et al. , 2. Dinamika tersebut dapat dipahami secara lebih terstruktur melalui penggunaan model InputAeProcessAeOutput (IPO) sebagai kerangka analisis. Model ini menjelaskan bahwa efektivitas tim dipengaruhi oleh faktor input . isalnya kompetensi, kepemimpinan, dan dukungan organisas. yang diproses melalui interaksi tim seperti komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi, sehingga menghasilkan output berupa kinerja tim dan keselamatan pasien (McGrath, 1. Dalam konteks ini, komunikasi efektif dan keterbukaan anggota tim menjadi elemen penting dalam meminimalkan kesalahan serta meningkatkan koordinasi pelayanan kesehatan (Edmondson & Mortensen, 2. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kerja sama tim dan komunikasi berperan signifikan terhadap efektivitas kerja tenaga kesehatan serta kepuasan pasien (Pangkey et al. , 2024. Nor Akmalia et al. , 2. Namun demikian, hasil penelitian terkait peran faktor organisasi, khususnya kepemimpinan, masih menunjukkan inkonsistensi di berbagai konteks (Suryani et al. , 2. Selain itu, masih terbatas kajian yang secara komprehensif mensintesis keterkaitan antara faktor input, proses, dan output dalam kerangka IPO pada konteks pelayanan kesehatan. Penelitian ini juga relevan dengan Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya SDG 3. 8 tentang universal health coverage yang menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, serta SDG 3. c yang berfokus pada peningkatan kapasitas, perekrutan, dan retensi tenaga Efektivitas tim kerja tenaga kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung terciptanya sistem pelayanan kesehatan yang kolaboratif, aman, dan Berbagai penelitian sebelumnya umumnya hanya membahas efektivitas tim https://journal. com/index. php/jrski tenaga kesehatan secara parsial, seperti komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, atau lingkungan kerja secara terpisah (Hasnah & Asyari, 2022. Herman et al. , 2022. Dayang & Arizky, 2. Selain itu, sebagian besar kajian belum mengintegrasikan hubungan antara faktor input, proses, dan output dalam satu kerangka analisis yang utuh. Oleh karena itu, kebaruan . dalam literature review ini terletak pada penggunaan kerangka InputAeProcessAeOutput (IPO) untuk mensintesis dan memetakan keterkaitan faktor input, proses, dan output secara terintegrasi dalam menjelaskan efektivitas tim kerja tenaga kesehatan. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih sistematis mengenai bagaimana faktor organisasi dan interaksi tim berkontribusi terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis pengaruh kerja sama tim, komunikasi, dan faktor organisasi terhadap efektivitas kerja tenaga kesehatan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa sintesis bukti empiris mengenai faktor-faktor penentu efektivitas tim serta menjadi dasar dalam penguatan strategi kolaborasi lintas profesi di layanan kesehatan. Metode 1 Identifikasi Studi Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti panduan diagram PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. Penelusuran literatur dilakukan secara digital melalui dua basis data utama, yaitu Google Scholar dan Semantic Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian adalah kombinasi dari: "efektivitas tim", "kerja sama tim", "kepemimpinan", "komunikasi", "keamanan psikologis", "keselamatan pasien", dan "tenaga kesehatan". Pencarian dibatasi pada publikasi dalam rentang waktu 2021Ae2026 yang tersedia dalam bentuk full-text. 2 Seleksi Studi Proses seleksi artikel dilakukan secara bertahap sesuai alur PRISMA. Hasil pencarian awal memperoleh 2. 860 artikel dari Google Scholar dan 11. 500 artikel dari Semantic Scholar. Selanjutnya dilakukan penyaringan awal berdasarkan relevansi judul dan abstrak sehingga diperoleh sekitar 30 artikel yang sesuai dengan topik penelitian. Pada tahap berikutnya, sejumlah artikel dieliminasi karena terindikasi duplikasi, tidak tersedia dalam bentuk full-text, tidak berfokus pada tenaga kesehatan, serta tidak membahas efektivitas tim kerja secara spesifik. Setelah melalui proses seleksi kelayakan, diperoleh 14 artikel yang memenuhi seluruh kriteria inklusi dan dianalisis dalam penelitian ini. 3 Abstraksi dan Analisis Data Seluruh artikel yang terpilih didokumentasikan berdasarkan komponen utama seperti judul, nama penulis, lokasi penelitian, metode, serta temuan utama. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik sintesis naratif tematik. Melalui teknik ini, temuan dari 14 artikel tersebut dipetakan ke dalam tiga dimensi utama berdasarkan kerangka Input-Process-Output (IPO) untuk membedah bagaimana variabel masukan dan proses saling berinteraksi dalam menghasilkan efektivitas kerja tim serta https://journal. com/index. php/jrski kualitas pelayanan kesehatan. Gambar 1. Diagram metode review Hasil dan Pembahasan Tabel 1. Review artikel Referensi Variabel Utama Anshari. Kerja sama tim, , & Dirdjo, keselamatan pasien . Remunerasi dan Rosa. Kinerja Tenaga Kesehatan: Dampak Nurwahyuni . Tantangan Desain Studi Temuan Kunci Literature Review Kerja Literature review Remunerasi motivasi dan kualitas https://journal. com/index. php/jrski Hasnah. , & Kepemimpinan. Asyari. Systematic Anggraini, . Yusuf. Komunikasi, kerja & Andri. sama tim . Angelina. Kerja Haryono. & Fushen. Ulfariana. Kerja sama tim, & Suhartanti, kinerja perawat . Putri. Komunikasi, koordinasi tim Kuantitatif Komunikasi kerja sama tim produktivitas kerja. Kuantitatif Kerja sama tim dan program layanan. Kuantitatif Komunikasi dan kerja sama tim Efektivitas Kuantitatif Tim meningkatkan kinerja perawat hemodialisis Oktiviani. Yulaikah, & Komunikasi, kerja Adiwinata, sama tim . Kerja sama tim dan efektivitas kerja. Kualitatif Herman. Kompetensi. Putra. , kepemimpinan Nurvianty. Zurrahman, , & Hajar, . Anhar, & Komunikasi. Aprianti. Kuantitatif Andara. Kerja sama . Sandra, tim, lingkungan Palahiyah. Febriyani. Nugrahaeni. Kuantitatif Kuantitatif https://journal. com/index. php/jrski Pembagian efektivitas pelayanan Kepemimpinan efektif efektivitas tim Teamwork efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan Lingkungan kerja yang mendukung efektivitas kerja I. , & Yulia, . Syukur. Metode Pelealu. , & Tamani. Deskriptif Pangkey. K3, kerja sama Lumintang, , & Poluan. Kuantitatif Dayang. , & Komunikasi. Arizky. kerja sama tim . Pembagian koordinasi pelayanan Kerja Kuantitatif Komunikasi nan tenaga kesehatan 1 Pembahasan Berdasarkan ekstraksi data dari 14 artikel di atas, dapat diketahui bahwa kerja sama tim memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas kerja tenaga kesehatan. Dalam konteks pelayanan kesehatan yang bersifat kompleks dan multidisipliner, keberhasilan suatu organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan anggotanya dalam bekerja secara kolaboratif. Untuk melihat lebih jelas bagaimana faktor-faktor ini saling berhubungan tanpa mengulang penjelasan, temuan literatur ini akan langsung dibahas melalui pendekatan Input-ProcessOutput (IPO). 2 Hasil Sintesis Literatur 1 Dimensi Input: Fondasi Organisasional dan Kapasitas Individu Literatur menunjukkan bahwa efektivitas tim sangat bergantung pada modal awal dari individu maupun organisasi. Faktor seperti kepemimpinan dan kompetensi (Herman et , 2. , serta komitmen organisasi (Angelina et al. , 2. memegang peranan penting sebagai penggerak utama. Selain itu, elemen-elemen ini juga harus didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif (Andara et al. , 2. dan sistem remunerasi yang sesuai (Rosa & Nurwahyuni, 2. Semua faktor ini bertindak sebagai fondasi yang mendorong tenaga kesehatan untuk mau bekerja sama. 2 Dimensi Process: Komunikasi dan Kolaborasi sebagai Katalisator Dari fondasi tersebut, proses kerja tim berjalan melalui komunikasi dan kolaborasi Komunikasi yang baik serta pembagian tugas yang jelas terbukti mampu meningkatkan produktivitas, koordinasi, dan efisiensi kerja tenaga kesehatan (Putri, 2022. Anggraini et al. , 2. Dalam pelayanan kesehatan, komunikasi interprofesional yang efektif https://journal. com/index. php/jrski juga membantu mengurangi miskomunikasi dan meningkatkan koordinasi pelayanan pasien (Salas et al. , 2. Selain itu, psychological safety memungkinkan anggota tim merasa aman dalam menyampaikan pendapat maupun melaporkan kesalahan kerja sehingga kolaborasi tim dapat berjalan lebih optimal (Edmondson & Mortensen, 2. 3 Dimensi Output: Kinerja Klinis dan Keselamatan Pasien Efektivitas tim yang baik berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan, kinerja tenaga kesehatan, serta keselamatan pasien. Tim yang solid mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif serta membantu menurunkan risiko kesalahan medis (Anshari & Dirdjo, 2022. Pangkey et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas tim memiliki peran penting dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan (West & Lyubovnikova, 4 Kesenjangan Penelitian (Research Ga. dan Keterbatasan Meskipun hasilnya banyak yang positif, kajian ini mengungkap beberapa kesenjangan dan keterbatasan. Pertama, pengaruh kepemimpinan ternyata tidak selalu sama di setiap fasilitas kesehatan, sehingga butuh eksplorasi lebih lanjut tentang variabel lain seperti budaya keselamatan . afety cultur. (Suryani et al. , 2. Kedua, kebanyakan studi yang dipakai menggunakan metode cross-sectional, sehingga sulit untuk memastikan hubungan sebabakibat secara pasti. Terakhir. Systematic Literature Review ini hanya mencari dari dua basis data dan fokus pada jurnal berbahasa Indonesia yang rentan terhadap bias publikasi. depannya, disarankan ada penelitian longitudinal dengan literatur internasional agar hasilnya bisa lebih komprehensif. Kesimpulan Berdasarkan sintesis terhadap 14 literatur yang dikaji, dapat disimpulkan bahwa efektivitas tim kerja tenaga kesehatan merupakan fondasi utama dalam menjamin mutu layanan dan keselamatan pasien. Melalui kerangka Input-Process-Output (IPO), penelitian ini membuktikan bahwa faktor komunikasi dan kerja sama tim bertindak sebagai katalisator paling dominan yang mengubah modal organisasi . menjadi kinerja pelayanan yang optimal . Tim yang efektif terbukti tidak hanya meningkatkan produktivitas klinis, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keterbukaan komunikasi dan rasa aman antaranggota tim dalam menyampaikan pendapat maupun melaporkan kesalahan kerja . sychological safet. Kondisi ini berkontribusi dalam mengurangi miskomunikasi serta meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkuat validitas model IPO pada konteks manajemen sumber daya manusia di sektor kesehatan, khususnya terkait peran sentral variabel proses. Secara praktis, temuan ini memberikan rekomendasi bagi institusi kesehatan untuk tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis medis, namun juga mulai memprioritaskan pengembangan budaya kolaboratif dan sistem komunikasi interprofesional yang terbuka. Sebagai tindak lanjut, diperlukan penelitian masa depan dengan desain longitudinal untuk mengamati konsistensi efektivitas tim ini dalam jangka panjang serta pengaruh budaya organisasi yang lebih luas. https://journal. com/index. php/jrski Daftar Pustaka