Al-Abyadh Volume 7. No 2. Desember 2024 . ASESMEN ANECDOTAL RECORD: ANALISIS DAN IMPLEMENTASI PADA PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI Dea Vitaloka. Shy Fany Intan Qotrun Nada. Husnul Hotimah. Rike Aulia Arifah. Nizma Dwi Kharisma Sari. Aip Saripudin Prodi PIAUD. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon deapitaloka293@gmail. com, fanyshy11@gmail. Husnuhtmhh18@gmail. rikeeaulia06@gmail. com, kharismasarinizmadwi@gmail. com, aipsaripudin@uinscc. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan penilaian asesmen melalui catatan anekdot dalam memantau perkembangan sosial-emosional anak usia dini di satuan PAUD. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan observasi di lima lembaga PAUD. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, dan analisis catatan anekdot berdasarkan indikator perkembangan sosial-emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa catatan anekdot memberikan gambaran autentik perkembangan sosial-emosional anak, seperti kemampuan berbagi dan mematuhi aturan. Anak-anak yang terpantau menunjukkan kemajuan positif melalui pembiasaan dan bimbingan guru. Namun, beberapa anak membutuhkan perhatian khusus dalam aspek tertentu, seperti pengelolaan emosi dan kemampuan menghargai orang lain. Temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak. Penilaian melalui catatan anekdot tidak hanya membantu dokumentasi, tetapi juga menjadi panduan strategis bagi guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan holistik anak usia dini. Kata kunci: sosial-emosional, catatan anekdot, asessmen, pendidikan paud Anecdotal Records Assessment: Analysis And Implementation Of The Social Emotional Development Of Early Childhood. Dea Vitaloka. Shy Fany Intan Qotrun Nada. Husnul Hotimah. Rike Aulia Arifah. Nizma Dwi Kharisma Sari. Aip Saripudin Prodi PIAUD. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon deapitaloka293@gmail. com, fanyshy11@gmail. Husnuhtmhh18@gmail. rikeeaulia06@gmail. com, kharismasarinizmadwi@gmail. com, aipsaripudin@uinscc. Abstract This research aims to evaluate the effectiveness of implementing assessment assessments through anecdotal notes in monitoring the social-emotional development of early childhood in PAUD units. qualitative descriptive approach was used to observe five children in five PAUD institutions. Data was collected through interviews, direct observation, and analysis of anecdotal notes based on indicators of social-emotional development. The research results show that anecdotal notes provide an authentic picture of social-emotional development children, such as the ability to share and obey rules. Children who are monitored show positive progress through habituation and teacher guidance. However, some children require special attention in certain aspects, such as managing emotions and the ability to respect others. These findings emphasize the importance of collaboration between teachers and parents in supporting children's social-emotional development. Assessment through anecdotal notes not only helps with documentation, but also serves as a strategic guide for teachers to create a learning environment that supports the holistic development of early childhood. Keywords: early childhood, social-emotional, anecdotal notes, assessment. PAUD education Al-Abyadh ISSN: 2620-7265 E-ISSN: 2775-7080 Asesment Anecdotal Record: Analisis dan . Oe Dea Vitaloka. Shy Fany Intan Qotrun Nada, dll Pendahuluan Pendidikan anak usia dini adalah inklusif bagi anak-anak pada masa awal masa yang sangat penting dalam tahapan metode dan strategi interaksi sosial dalam mengembangkan kemampuan komunikasi landasan bagi banyak aspek kehidupan. dan kerjasama anak, serta beradaptasi Pada tahap ini, anak mulai berinteraksi dalam berbagai situasi Misalnya, permainan dengan orang-orang disekitarnya, seperti kelompok, diskusi, dan berbagi cerita dapat teman-teman,keluarga,lingkungan menjadi cara efektif untuk mengajarkan Penggunaan Pentingnya interaksi sosial dalam pendidikan anak usia dini tidak Berinteraksi memahami perasaan orang-orang di sekitar mereka (Budiarti et al. , 2. keterampilan sosial yang kuat adalah kunci Berdasarkan kesuksesan di banyak bidang kehidupan di kemudian hari (Wijaya & Nuraini, 2. mengembangkan keterampilan anak untuk Oleh karena itu, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan mendorong mencari solusi, dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan topik yang diajarkan. tanggung jawab yang sangat krusial bagi Kecerdasan pendidik dan orang tua yaitu mendidik anak-anak pada masa usia dini. Hal ini akan mengungkapkan emosi dengan tepat sesuai mempengaruhi perkembangan sosial dan dengan konteks, serta kemampuan untuk anak-anak, pengetahuan terkait emosi. (Ngura et al. keterampilan sosial di masa depan. Oleh karena itu, penelitian mengenai Peran paud dalam mendukung sosial emosial anak usia dini yaitu dengan cara pembelajaran anak usia dini memiliki sosial sangat relevan karena mengembangkan keterampilan sosial, agar penting supaya bisa di pahami. Pentingnya hubungan sosial dalam pembelajaran pada mendukung sekaligus mendorong interaksi anak usia dini tidak hanya mempengaruhi sosial yang konstruktif. Dengan wawasan perubahan interaksi sosial dan emosional yang lebih luas mengenai hal ini, kita dapat anak tidak hanya penting untuk masa kini, lingkungan pendidikan yang positif dan Al-Abyadh Volume 7. No 2. Desember 2024 keterampilan sosial mereka pada waktu Asesment Anecdotal Record: Analisis dan . Oe Dea Vitaloka. Shy Fany Intan Qotrun Nada, dll yang akan datang (Rahayu Dwi Utami et al. Penilaian perkembangan atau kemajuan dalam belajar Permasalahan yang sering ditemui anak, bukan untuk tujuan mengevaluasi terhadap tingkah laku anak usia dini kesuksesan program tertentu. Di sisi lain, terhadap dampak pada ketidak mampuan Wortham (Asmawati, 2. anak usia pra-sekolah dalam berinteraksi bersama individu lain, yang disebabkan mengukur tingkat perkembangan anak dan akan muncul gangguan perkembangan pada perkembangan mereka di masa depan. perkembangan emosional, sosial, dan moral. Asesmen merupakan proses yang Seseorang melewati pertumbuhan sosial dilakukan oleh guru untuk memahami Perilaku perkembangan dan prestasi belajar siswa, guna memastikan apakah kompetensi yang perilaku agresif. Tugas pendidik adalah ditetapkan sudah tercapai atau belum (Fadlilah, 2. Dalam hal ini, asesmen tentang perkembangan keterampilan sosial terhadap perkembangan sosial-emosional merupakan masalah yang (Mahyuddin & Sari, 2. terhadap perilaku anak, seperti kemampuan berbagi, mematuhi aturan, dan berinteraksi Penilaian merupakan istilah umum dengan teman (Mahyuddin & Sari, 2. yang diartikan sebagai suatu tahapan yang Salah satu metode yang digunakan untuk dilakukan untuk memperoleh informasi penilaian ini adalah catatan anekdot. yang didapatkan untuk menentukan pilihan Catatan anekdot merupakan metode tentang peserta didik, kurikulum, program, pengumpulan data berbasis observasi yang dan kebijakan pendidikan (Nasution, 2. digunakan untuk mencatat peristiwa nyata Asesmen atau penilaian merupakan suatu secara mendadak dan tanpa interpretasi, proses untuk mengumpulkan informasi guna mendapatkan gambaran mengenai autentik mengenai perilaku anak (Bates et , 2. Dalam penerapan penilaian kompetensi siswa melalui berbagai metode asesmen terhadap perkembangan sosial- emosional anak di satuan PAUD, catatan Proses pengumpulan data, analisis, interpretasi, serta pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang terkumpul (Khairiah, 2. emosional anak secara terstruktur dan Al-Abyadh Volume 7. No 2. Desember 2024 Asesment Anecdotal Record: Analisis dan . Oe Dea Vitaloka. Shy Fany Intan Qotrun Nada, dll Melalui catatan ini, guru dapat Metode Penelitian memahami pola perilaku setiap anak, seperti kemampuan berbagi, mematuhi aturan, atau menunjukkan sikap toleransi, serta menyesuaikan strategi pembelajaran Dengan peristiwa segera setelah terjadi, guru dapat mengidentifikasi perilaku yang diinginkan untuk didukung dan perilaku yang kurang perkembangan sosial-emosional anak dapat dipantau dan ditingkatkan secara optimal (Zahro, 2. Penelitian mengidentifikasi seberapa efektif penerapan penilaian asesmen melalui catatan anekdot perkembangan sosial emosional anak di PAUD. Dengan teknik ini, penelitian akan mengeksplorasi memberikan gambaran yang komprehensif mengenai perubahan dan kemajuan dalam sosial-emosional mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan Di samping itu, penelitian ini juga memiliki tujuan. menilai bagaimana catatan anekdot dapat membantu pendidik dalam penilaian perkembangan sosial-emosional Penilaian perkembangan sosial-emosional anak usia dini melalui asesmen catatan anekdot terhadap sosial-emosional anak usia dini. Pendekatan dalam menggunakan metode penelitian menggunakan metode deskriptif Yang observasi lapangan pada 5 anak di 5 lembaga Satuan PAUD yang berbeda. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, & analisis terhadap lembaran penilaian catatan anekdot yang berfokus Aspek sosial-emosional pada anak usia dini sangat penting untuk diperhatikan. Terdapat berbagai indikator yang dapat digunakan untuk menilai perkembangan sosial-emosional mereka yang digunakan dalam proses penilaian Melalui catatan mencangkup : . Kemampuan berbagi, menolong, & membantu teman. Menghargai orang lain. Memahami peraturan & menunjukkan disiplin. Menunjukkan . Menjaga kebersihan diri. Mengikuti & . Bertanggung jawab atas perilaku baik terhadap diri sendiri . Kemampuan mengatur diri sendiri . Mematuhi aturan kelas . erkait kegiatan & tata terti. Menunjukkan orang lain. Al-Abyadh Volume 7. No 2. Desember 2024 Asesment Anecdotal Record: Analisis dan . Oe Dea Vitaloka. Shy Fany Intan Qotrun Nada, dll Dengan Fakhrudin dalam penelitiannya (Mulyani, 2. menjelaskan bahwa perkembangan mengutamakan pengumpulan data secara emosi anak adalah suatu proses yang mendalam terkait perkembangan sosial- berlangsung secara bertahap. Anak akan emosional anak berdasarkan mampu mengendalikan diri ketika mereka indikator tersebut. Observasi & wawancara mengalami perilaku yang memberikan rasa memberikan gambaran nyata Dengan perilaku anak, sedangkan catatan anekdot disimpulkan bahwa anak belajar untuk menjadi alat penilaian dalam perkembangan sosial-emosional anak. Hasil dari catatan seiring dengan perkembangan mereka. kemudian ini di analisis untuk Sosial merupakan sebuah proses di mana individu disatuan paud menunjukkan perkembangan mengembangkan keterampilan, sikap, dan sosial -emosional mereka. Penilaian melalui nilai-nilai catatan anekdot memberikan Pembelajaran anak-anak dinamika sosial - emosional, sehingga bisa Dalam proses ini, mereka juga dimanfaatkan bagi anak usia dini untuk belajar untuk membangun hubungan yang Dengan tujuan penilaian asesmen permasalahan yang dihadapi. (Dewi et al. pendidikan anak usia dini (PAUD). Bahwasanya Catatan merupakan alat penilaian. Hal ini, sangat penting dalam pendidikan anak usia dini. Hasil Penelitian dan Pembahasan Perkembangan sosial pada anak usia mengenai perilaku dan perkembangan anak dini mencerminkan kematangan mereka berdasarkan pengamatan langsung. Namun, dalam berinteraksi dengan orang-orang di untuk menghasilkan catatan anekdot yang sekitar melalui hubungan sosial yang efektif dan bermakna, pengamatan perlu mereka bangun (Khadijah & Zahriani, didokumentasikan dengan cukup detail 2. Sedangkan perkembangan emosi, (Craig, 1. Hal ini penting agar dapat memberikan wawasan tentang kebutuhan ungkapan perasaan yang terjadi saat anak dan potensi anak, yang pada gilirannya berinteraksi dengan orang lain. Umar Al-Abyadh Volume 7. No 2. Desember 2024 Asesment Anecdotal Record: Analisis dan . Oe Dea Vitaloka. Shy Fany Intan Qotrun Nada, dll yang lebih baik. Sebagai contoh, pernyataan seperti "Siswa sedang mengerjakan tugas" memberikan detail mengenai apa yang dikerjakan atau bagaimana perilaku itu Catatan tersebut menunjukkan keterampilan emosional anak, seperti rasa percaya diri. Dengan cara ini, catatan anekdot tak hanya merekam apa yang dilakukan anak, tetapi juga bagaimana perilaku tersebut berkaitan literasi, sosial-emosional, atau lainnya. Ini strategi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan anak secara menyeluruh. Berdasarkan Contoh Catatan Anekdot dengan mengunakkan catatan anekdot di 5 satuan Paud maka diperoleh data sebagai Berdasarkan hasil temuan catatan anekdot terhadap pertumbuhan emosional dan sosial anak-anak pada usia dini. Ini mengenali kemajuan serta hambatan untuk menghadapi seorang anak pada tahap ini. Berdasarkan pengamatan di 5 Lembaga menggambarkan variasi kemampuan sosialemosional anak-anak. Seperti yang terlihat ketika RNA dengan sukacita menyerahkan mainannya kepada Al-Abyadh Volume 7. No 2. Desember 2024 Asesment Anecdotal Record: Analisis dan . Oe Dea Vitaloka. Shy Fany Intan Qotrun Nada, dll temannya, tindakan tersebut mencerminkan (Rositi, 2. Pembiasaan empati dan kebaikan hati yang sangat penting dalam interaksi sosial. Melalui Kebiasaan sendiri merupakan contoh sederhana ini, anak-anak belajar pola respons yang dipelajari seseorang bahwa berbagi tidak hanya membuat orang untuk menghadapi situasi tertentu dan berulang-ulang memperkuat hubungan mereka dengan kondisi yang serupa. Bahwasanya adanya orang lain. Peran guru sangat krusial dalam pencapaian kesadaran diri yang optimal akan terwujud ketika Seseorang dapat menghormati perasaan orang lain, agar anak-anak memahami nilai toleransi dan mengenali diri. Mengatur perasaan dan saling menghargai. Kebiasaan ini akan mempertahankan sikap optimis. (Nisa et al. menjadi dasar yang solid untuk hubungan Anak seperti UMR. ALF. AZK, dan sosial yang positif di masa depan (Pitaloka RNA mempunyai kesadaran diri yang et al. , 2. dimana mereka bisa menghadapi akan dan kerja sama. Anak-anak seperti UMR. ALF. AZK. RNA, dan lainnya menunjukkan kemajuan positif lingkungan sekolah. Namun, beberapa anak melalui sikap berbagi, membantu teman, dan menjaga kebersihan, yang dipengaruhi pendampingan khusus dalam aspek-aspek oleh pembiasaan positif dan bimbingan dari tertentu, seperti menghargai orang lain dan Pembiasaan merupakan usaha yang mengelola emosi, bahwasanya anak dapat dilakukan untuk membentuk perilaku anak, menyesuaikan diri terhadap orang lain sejalan dengan usia perkembangannya. emosional, dan kemandirian. (Risnawati et Mereka , 2. Hal ini menujukkan bahwa Melalui kegiatan berbagi, anak-anak akan terhadap kebutuhan serta kepentingan orang belajar memahami kebutuhan orang lain. Sehingga dalam kasus BM dan AP mengembangkan rasa empati, serta melatih membantu meningkatkan tanggung jawab, berbagi makanan, mainan, atau cerita, yang dengan lingkungan sekitar. Pendekatan ini pada tahap berikutnya dapat berkembang juga menekankan pentingnya konsistensi guru dalam menerapkan pembiasaan yang mendukung perkembangan anak, seperti Al-Abyadh Volume 7. No 2. Desember 2024 Mereka dapat dilatih untuk Asesment Anecdotal Record: Analisis dan . Oe Dea Vitaloka. Shy Fany Intan Qotrun Nada, dll sesuai dengan situasi emosional yang Catatan anekdot bukan hanya berfungsi sebagai alat dokumentasi, tetapi juga Selain itu, kemampuan mengelola berperan sebagai panduan bagi guru untuk penerimaan terhadap emosi diri sendiri. memberikan intervensi yang tepat dalam Anak perlu belajar untuk mengenali dengan mendukung anak tumbuh menjadi individu jelas nilai dari perasaan yang muncul serta yang percaya diri dan mandiri untuk mampu mengekspresikan perasaan tersebut mengatasi berbagai tantangan hidup yang sehat secara sosial-emosional. kecerdasan emosi akan membantu anak Akan tetapi, di sisi lain AP tidak bisa Dengan dalam berinteraksi dan beradaptasi dengan mengelola emosinya saat dia kehilangan barang, dia menunjukkan sikap emosinya mencakup kemampuan untuk merasakan dengan memukul meja dan marah-marah. Guru kesehatan jiwa individu (Darmayanti & memberikan nasehat bahwasannya marahmarah seperti itu tidak baik, karena emosi Kecerdasan Hal Dkk, 2. Hasil wawancara pada penelitian dengan mengunakkan catatan anekdot, emosi memegang peranan penting dalam adanya kolaborasi antara peran guru dan perkembangan anak, terutama pada usia lingkungan sekitar : prasekolah dan tahap-tahap berikutnya, partisifasi anak dalam membentuk suatu terhadap perilaku mereka. Secara umum, aturan didalam kelas. Guru melibatkan anak ada dua aspek utama dalam kecerdasan pada diskusi dalam menentukan aturan emosi: mengenali dan mengelola emosi. didalam kelas. Pendekatan yang partisipatif Langkah menumbuhkan tanggungjawab untuk anak kecerdasan emosi kepada anak adalah pada aturan yang disepakati, menciptakan dengan memperkenalkan berbagai jenis akan suasana yang mendukung, serta Jika anak dilatih sejak dini untuk memahami dan mengenali emosi, mereka terhadap aturan didalam kelas. Pertama, adanya diskusi maupun Kedua, kesabaran serta konsisten dalam pendekatan, pada anak yang sulit menaati suatu aturan guru perlu bersikap menyesuaikan sikap dan reaksi mereka sabar dan konsisten. Memahami adanya Hal Al-Abyadh Volume 7. No 2. Desember 2024 Asesment Anecdotal Record: Analisis dan . Oe Dea Vitaloka. Shy Fany Intan Qotrun Nada, dll Memberikan pujian serta kesempatan dalam membantu para guru memberikan suatu memperbaiki kesalahan yang membangun percaya diri dan keberanian anak. mengatasi perkembangan sosial-emosional. Ketujuh, menanamkan nilai tolong Ketiga, menggunakan metode efektif menolong melalui kegiatan berbagi atau untuk memahami aturan didalam kelas. saling membantu, guru dapat mengajarkan Menggunakan suatu nilai kebersamaan. Aktivitas seperti pendekatan pembelajaran sosial-emosional berbagi makanan, bekerja sama, atau dan menjadi metode yang efektif dalam membangun sikap tolong menolong. menjelaskan aturan kelas. Menggunakan Guru memegang peranan Penting bahasa yang sederhana yang sesuai dengan untuk mengembangkan keterampilan sosial usia anak, untuk anak lebih memahami dan emosional pada anak usia dini. Dengan akan aturan dengan lebih baik. pendekatan kreatif, penuh empati, serta Keempat, melibatkan orangtua dalam kolaborasi dengan orang tua, guru dapat Orangtua membantu anak membanngun karakter positif, tanggung jawab, dan kemampuan mendukung penerapan di dalam kelas. bersosialisasi yang akan menjadi bekal Menggunakan komunikasi terbuka melalui yang sangat berharga di masa depan. media, grup whatsaap, pertemuan langsung. Terdapat Guru juga dapat melibatkan orangtua dalam perilaku prososial. Terdapat enam kategori mendukung kedisiplinan anak. perilaku prososial yang diidentifikasi, yaitu Kelima, altruisme, kepatuhan, emosional, publik, perubahan positif pada anak ketika anak anonim, dan langsung. Di sisi lain, dalam Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan menunjukkan perkembangan positif, seperti Anak. Hal emosional untuk anak usia 5-6 tahun mencakup beberapa komponen penting. menanamkan nilai tanggungjawab. Keenam, dengan teman sebaya, memahami perasaan teman, dan memberikan respons yang tepat. memperbaiki kesalahan secara mandiri. Anak juga belajar untuk berbagi dengan Guru perlu menciptakan lingkungan yang orang lain, menghargai hak, pendapat, serta mendukung agar anak merasa nyaman karya orang lain. Selain itu, mereka belajar dari kesalahan tanpa rasa takut. diajarkan untuk menggunakan pendekatan Al-Abyadh Volume 7. No 2. Desember 2024 Asesment Anecdotal Record: Analisis dan . Oe Dea Vitaloka. Shy Fany Intan Qotrun Nada, dll Peran mempunyai tingkat penting yang sangat teman-teman, tinggi untuk mendukung perkembangan ini dengan menciptakan lingkungan yang aman, konsisten, serta memberikan bimbingan situasi seperti semangat, kesedihan, atau yang mendorong anak untuk bertanggung Tak kalah penting, mereka juga jawab, bekerjasama, dan menghargai orang dikenalkan pada tata krama dan sopan Guru juga perlu menjalin kerja sama santun yang sejalan dengan nilai-nilai sosial dan budaya setempat. memperkuat kebiasaan positif di rumah, (Khairunnisa & Fidesrinur, 2. sehingga anak dapat mampu berkembang menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri. Simpulan dan Saran dan memiliki kemampuan sosial yang baik. Pertumbuhan sosial-emosional pada anak Menggunakan pendekatan yang kreatif dan usia dini merupakan suatu proses penting Proses ini terjadi secara bertahap, di mana mengekspresikan emosinya seiring dengan pengalaman sosial yang mereka alami. Catatan anekdot sebagai alat asesmen yang efektif menunjukkan bahwa kemampuan sosial-emosional anak memiliki variasi, disiplin, dan kerja sama yang dibangun melalui kebiasaan positif yang diterapkan oleh guru serta lingkungan sekitar. Dengan menjaga kebersihan, atau membantu teman, anak-anak dapat mengembangkan nilainilai sosial yang mendukung hubungan Al-Abyadh Volume 7. No 2. Desember 2024 penuh empati, seperti metode bercerita, penentuan aturan kelas, dapat membantu anak mendalami nilai-nilai sosial. Selain itu, memberikan pujian dan dukungan saat anak percaya diri dan keberanian anak dalam Dengan hubungan antara guru dan orang tua, anakanak positif serta kemampuan sosial-emosional yang akan menjadi landasan utama bagi kehidupan mereka di masa yang akan Pendidik memainkan peran krusial dalam perkembangan sosial dan emosional anak. Melalui pelatihan, metode kreatif, dan Asesment Anecdotal Record: Analisis dan . Oe Dea Vitaloka. Shy Fany Intan Qotrun Nada, dll lingkungan belajar yang positif. Kolaborasi dengan orang tua dan penggunaan catatan Dukungan emosional dan program pembiasaan yang emosi dan belajar empati, sehingga mereka mampu berinteraksi secara positif. DAFTAR PUSTAKA