Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Volume 10. Oktober 2022, hlm. P-ISSN: 2338-2783 | E-ISSN: 2549-3876 DOI: https://doi. org/10. 35836/jakis. MATANRE SIRI: REKONSTRUKSI PENINGKATAN UNIFORMITAS PSAK 109 Ismayanti Muksin dan Saddan Husain Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare Jl. Amal Bhakti No. Bukit Harapan. Kec. Soreang. Kota Parepare. Sulawesi Selatan, 91131 Email: ismayanti002@iainpare. id dan asdan. akuntansi@gmail. ABSTRACT The goal of this paper is to consider local culture as one of the factors that can help the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) adhere more closely to the Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No. 109, even though many Zakat Management Organizations (OPZ) have yet to do so. This paper employs an interpretive qualitative approach by contrasting the Indonesian Accounting Association's (IAI) Statement of Financial Accounting Standards with the Bugis Matanre Siri philosophy. In the context of the implementation of Statement of Financial Accounting Standards (PSAK No. Matanre Siri has developed into a philosophical value as well as a core value at the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) of the Sidenreng Rappang Regency. Human resources with Makassar Bugis ancestry also play a significant role in bringing the implementation process and Bugis culture's Sulapa Eppa values together. At the National Amil Zakat Agency of Sidrap Regency, financial statements . inancial statement. that are accountable and transparent are created by presentations based on the value of Matanre Siri, such as lempu' . So that Metanre Siri is constructed with the intention of achieving uniformity or uniformity that has been established by the authorities. Keywords: PSAK 109. Matanre Siri. Values ABSTRAK Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mempertimbangkan budaya lokal sebagai salah satu faktor yang dapat membantu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk lebih mematuhi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109, meskipun banyak Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang belum melakukannya. Makalah ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan membandingkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan filosofi Bugis Matanre Siri. Dalam konteks penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. Matanre Siri telah berkembang menjadi nilai filosofis sekaligus nilai inti di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidenreng Rappang. Sumber daya manusia dengan keturunan Bugis-Makassar juga berperan penting dalam membawa proses implementasi dan nilai-nilai Sulapa Eppa budaya Bugis secara bersama-sama. Pada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sidrap, laporan keuangan . inancial statemen. yang akuntabel dan transparan dibuat dengan presentasi berdasarkan nilai Matanre Siri, seperti lempu' . Sehingga Metanre Siri dikonstruksi dengan maksud untuk mencapai keseragaman atau keseragaman yang telah ditetapkan oleh penguasa. Kata kunci: PSAK 109. Matanre Siri. Nilai Diterima: 14/09/2022 Direvisi: 07/10/2022 Disetujui: 13/10/2022 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol. No. 2 (Oktober 2. PENDAHULUAN Suku Bugis adalah salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia di dunia. Suku Bugis mayoritas tinggal di berbagai belahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan belum ada negara yang pernah dikunjungi orang Bugis. Suku Bugis memiliki pribadi yang suka bekerja keras . ard wor. , tangguh, kompetitif, mobile . , mudah beradaptasi, memiliki jiwa kepemimpinan . , dan setia kepada teman (Fathiyah et al. , 2. Orang Bugis umumnya memiliki keyakinan bahwa segala aktivitas kehidupan harus dilakukan, dan mereka tetap mewariskan prinsip-prinsip kehidupanAiSiri'. Pesse', dan Ade'Aikepada keturunannya atau regenerasinya sehingga mereka dapat menjalani kehidupan ini secara maksimal, terlepas dari tantangan yang mereka hadapi. Bugis-Makassar ialah Suku yang mengadopsi Siri sebagai sistem nilai terpenting mereka, yang merupakan kriteria taumanurung di Sulawesi Selatan dan diturunkan dari empat prinsip (Sulapa Eppa'. Lontara mengklaim bahwa empat prinsip pedoman (Sulapa Eppa'. yang harus diikuti dalam hidup adalah sumber dari tiga kriteria ini: pertama, saling menghormati martabat dan takut akan Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, sopan, cakap, dan jujur. Ketiga. Bisnis Keempat, kaya untuk menghentikan suap dan berpengetahuan untuk membantu orang mensejahterakan (Elmahady 2. Pada ketiga kriteria di atas telah menyebutkan bahwa masyarakat Bugis harus menerapkan nilai ketuhanan . ablum minalla. , nilai kemanusian . ablum minanna. dalam segala aktivitas masyarakat Bugis. Budaya Matanre Siri yang berkembang di masyarakat Bugis hanya dijadikan sebagai hakikat hidup agar tetap pada norma-norma dan regulasi dalam bermasyarakat atau dapat dikatakan dalam ruang lingkup sosial saja, seperti malu ketika pendidikan rendah . asiri ko nde namatanre assikolann. , malu ketika uang panainya sedikit . asiri ko ceddemi duiAo pappenren. Namun, jika ditelaah lebih jauh hal tersebut bisa menjadi nilai . ore value. pada dunia kerja begitu pun pada profesi akuntan. Lebih jauh dalam praktek akuntansi yang memiliki peran dan fungsi sebagai penyaji laporan keuangan nilai dasar dari sebuah identitas masyarakat dapat menjadi penyokong dalam menjadi tameng bagi sebuah Masih teringat dengan jelas kasus yang menimpah Enron yang terjatuh bahkan tertatih hanya karena diakibatkan oleh perilaku akuntanakuntan manajemennya yang buta akan sebuah karir. Kasus tersebut bisa saja menjadi virus bagi akuntan yang bekerja di perusahaan saat ini, karena tindakan tersebut tidak didasari pada nilai ketuhanan, kemanusian sehingga jauh dari kata nilai pertanggungjawaban . , keadilan dan kebenaran yang tertuang dalam prinsip akuntansi syariah. Pada dasarnya dalam penerapan nilai kebaikan khususnya dalam pengelolaan zakat, falsafah Bugis-Makassar dapat menjadi obat yang ampuh untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam mempercayakan dana zakatnya kepada Lembaga Amil Zakat (LAZ). Masyarakat bukan hanya menyerahkan dana yang dimilikinya tetapi mereka menginginkan amil bertanggung jawab baik Ismayanti dan Husain: Matanre Siri: Rekonstruksi. dalam penghimpunan, penyaluran serta penyajian laporan keuangan dalam suatu Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). UU Pasal 29 ayat 3 UU No. 23 Tahun 2011 mengatur tentang pengelolaan zakat, yang meliputi pelaporan dan pertanggungjawaban pengelolaan zakat serta pengumpulan, penyaluran, dan pemanfaatan zakat. Berdasarkan hukum Islam, rangkaian peraturan dan undang-undang tersebut menuntut pengelola zakat untuk dapat dipercaya, efisien, adil, legal, terintegrasi, dan akuntabel (Fathony & Fatimah, 2. Tentunya dalam menjalankan amanah bagi sebuah organisasi besar seperti BAZNAS mestinya telah terlebih dahulu mengetahui dasar pengelolaan yang amanah sehingga masyarakat dapat selalu bekerjasama dengan baik. Amanah bukan hanya sekedar tagline tapi mengarah kepada proses pengelolaan yang mencakup, dari mana, pengelolaan serta arah akhir dari dana yang dikelola. Oleh karena itu, dalam pengelolaan dana masyarakat perlu adanya pertanggungjawaban yang dilakukan oleh pihak pengelola zakat, pertanggungjawaban berarti merujuk pada malempuAo . terciptanya kejujuran karena budaya Matanre Siri yang tertanam pada implementor khususnya akuntan pada entitas syariah. Sehingga terciptanya laporan keuangan yang akutabel serta pengelolaan yang amanah. Maka dari itu Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) telah membuat suatu standar akuntansi yang sering disebut dengan Peryataan Standar Akuntansi Keuangan (Sujarweni. Keputusan tersebut mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109 tentang akuntansi zakat infak dan sedekah sangat penting dilaksanakan karena merupakan kewajiban bagi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). Standar tersebut menjadi pedoman dalam penyajian laporan keuangan, agar terwujudnya pertanggungjawaban serta transparansi terhadap financial statements yang dimiliki Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Berdasarkan realita yang terjadi pada penelitian yang dilakukan oleh Rina Nur Izzatin dan beberapa sumber rujukan lainnya (Izzatin 2. Mengenai penerapan PSAK No. 109 banyaknya Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) tidak mengimplementasikan standar tersebut yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akutansi Indonesia (IAI), untuk itu mengatasi fenomena yang terjadi maka penulis mencoba mengombinasikan proses implementasi dalam penyajian laporan keuangan dengan nilai yang tertuang Sulapa Eppa yaitu Matanre Siri yang ada dalam budaya Bugis sekaligus menjadi dasar dalam penyajian laporan keuangan agar dapat merekontruksi peningkatan uniformitas PSAK No. TELAAH TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 1 STAKEHOLDER THEORY Shariah Enterprise Theory (SET) merupakan enterprise theory yang telah diinternalisasikan dengan nilai-nilai Islam guna mewujudakan teori yang transendental dan lebih humanis (Purwitasari, 2. Slamet dalam Triyuwono berpendapat bahwa Allah sebagai pemberi amanah utama dan Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol. No. 2 (Oktober 2. pemilik tunggal dari semua sumber daya dunia, adalah aksioma paling penting yang harus menjadi dasar untuk semua keputusan mengenai konsep Dengan kata lain, amanat Allah dari Allah mencakup kewajiban untuk menggunakan sumber daya sesuai dengan petunjuk Sang Pemberi Amanah (Kalbarini & Suprayogi, 2. Pada tulisan ini, penulis mencoba menguraikan prespektif berbeda pada Syariah Enterprise Theory adalah segala sesuatu yang dilakukan selalu menitik beratkan pada ketuhanan sebagaimana kita ketahui sebagai Sang Maha Mengetahui dari segala perbuatan manusia yang ada di dunia ini. Dengan demikian manusia diciptakan sebagai khalifah fil ard, yang merupakan stakeholder pemeran utama dalam menjalankan amanah tersebut (Husain & Abdullah, 2. Dalam menjalankan amanah sangat penting adanya pertanggungjwaban. Khususnya dalan praktek akuntansi harus menyeimbangkan antara materi dengan spiritual, jika dikaitkan dengan seorang akuntan maka dapat ditelaah dengan seksama bahwa menjadi seorang akuntan khususnya entitas syariah akuntan sebagai pengemban amanah tanpa harus menyisihkan Sang Maha Kuasa dalam menjalankan 2 SELF-EFFICACY THEORY Menurut Schultz. Self-Efficacy adalah perasaan kita terhadap kecukupan efisiensi, dan kemampuan kita dalam menangani kehidupan (Schultz, 1. Dalam literatur yang lain. Bandura mengatakan bahwa Self- Efficacy adalah keyakinan, persepsi, kekuatan untuk memengaruhi perilaku seseorang (Shanty et al. , 2. Hakim secara sederhana menyatakan bahwa efikasi diri adalah keyakinan seseorang terhadap semua aspek kekuatannya, yang menanamkan rasa percaya diri dan membuatnya merasa mampu mencapai berbagai tujuan hidup (Mirhan & Kurnia, 2. Dari beberapa pandangan dapat dikatakan bahwa Self-Efficacy adalah suatu kepercayaan terhadap diri sendiri dan kemampuan seorang personal dalam menghadapi masalah dalam proses untuk mecapai tujuan. Ketikan individu memiliki Self-Efficacy yang tinggi memiliki kepercayaan terhadap dirinya sendiri bahwa dia mampu menjalani amanah maka akan berusaha keras mencari tau dan belajar agar mencapai tujuannya begitu pula bagi akuntan khususnyan di entitas pengelola zakat. Jadi, seorang akuntan harus memiliki Self-Afficacy yang tinggi tingkat kepercayaan akan kemampuan yang miliki dan berusaha untuk memperbaiki segala kekurangan dalam melaksanakan tugasnya untuk menciptakan laporan yang akuntabel. Jika malah sebaliknya Self-Afficacy yang rendah, seseorang mudah menyerah dan pesimis dalam menjalani tantangan dan tidak berusaha pemperaiki kesalahan agar dapat mencapai tujuan. Dalam kondisi tersebut jika dikaitkan dengan seorang akuntan maka laporan keuangan akan jauh dari akuntabilitas pada laporan keuangan yang disajikan. Ismayanti dan Husain: Matanre Siri: Rekonstruksi. 3 ZAKAT. INFAK DAN SEDEKAH Kata AuzakatAy yang berarti AubersihAy atau AusuciAy merupakan akar kata dari kata AuzakatAy. Menurut Fathiyah et al. zakat adalah suatu perbuatan yang diwajibkan oleh Allah SWT untuk mengeluarkan sebagian harta kekayaan yang dimiliki seseorang dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk dibagikan kepada mustahik. Selanjutnya, menurut UU 23 Tahun 2011, zakat adalah harta yang wajib dibagikan kepada para mustahik, mereka yang berhak atasnya menurut hukum Islam oleh seorang muslim atau badan usaha (Republik Indonesia, 2. Zakat bermakna pula bahwa mengeluarkan sejumlah harta tertentu untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya . sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan syariat Islam (Sudirman Jadi zakat sangat penting bagi muzakki untuk mengeluarkan hartanya yang telah memenuhi syarat atau mencapai nishab . atas kuantitas yang mewajibkan zaka. karena merupakan kewajiban sebagai umat muslim. Para ulama mendefinisikan infak sebagai AuSuatu perbuatan atau sesuatu yang diberikan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan orang lainAy, baik berupa makanan, minuman, atau yang lainnya. Memberi sesuatu kepada orang lain karena keikhlasan dan karena Allah SWT sajalah yang dimaksud dengan infaq, (Saputro et al. , 2. Dengan defenisi lain infak ialah mengeluarkan sebagian harta tanpa mengenal namanya nishab seperti dalam zakat. Sedekah berasal dari bahasa Arab shodaqo ( A ) ACAyang artinya besar dan jujur. Sedekah dapat di artikan amalan yang membenarkan keimananannya . aitu isla. Sedekah memiliki arti yang jauh lebih luas dari pada infaq, yang hanya mengacu pada pemberian kekayaan atau barang materi . eperti uang, makanan, atau pakaia. (Fathiyah et al. , 2. Sedangkan sedekah cangkupannya luas dapat dalam bentuk materi maupun nonmateri seperti menebarkan senyuman, tolong menolong sesama manusia. Maka dapat dikatakan sedekah ialah segala perbuatan baik yang dilakukan 4 PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) NO. Seperangkat pedoman untuk membuat laporan keuangan akuntansi dikenal sebagai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Menurut Adrianary & Antoine . PSAK berisi pedoman untuk mencatat, menyusun, menyajikan, dan melakukan laporan keuangan. Menurut Sirigar . PSAK 109 mengatur tentang pengakuan dan pengukuran dana zakat, infaq/sedekah, serta penyajian, pengungkapan, dan pelaporan keuangan amil Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109 merupakan pedoman yang digunakan sebagai acuan dalam menyajikan laporan keuangan kepada entitas syariah, khususnya organisasi pengelola zakat (OPZ) yang bertanggung jawab untuk mengatur perilaku dan transaksi akuntansi. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 109. Ketentuan tentang pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol. No. 2 (Oktober 2. zakat dan infaq/sedekah yang berlaku bagi Organisasi Pengelola Zakat yang wajib menghimpun dan menyalurkan zakat dan infaq/ sedekah adalah tujuan PSAK, yang bertujuan untuk mengatur akuntansi zakat, infaq, dan shadaqah. Standarisasi dalam pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan adalah tujuan di balik dikeluarkannya PSAK. Pelaporan dan pencatatan keuangan oleh Organisasi Pengelola Zakat di Indonesia akan menjadi seragam dan sebanding sebagai akibat dari standarisasi ini, yang juga dapat mempermudah akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan OPZ (Rahman, 2. Di sini kita bisa melihat dengan tujuan ditetapkannya pernyataan standar akuntansi keuangan adalah suatu kebijkan Ikatan Akuntansi Indonesia dalam mewujudkan uniformitas pada entitas syariah khususnya yang bergelut dalam pengelola zakat, yang mengatur perlakuan akuntan dalam menyajikan laporan keuangan. Dasar dalam menyajikan laporan keuangan tidak terlepas pada pengetahuan atau pemahaman seorang akuntan. Sedangkan laporan keuangan dapat dikatakan sesuai dengan standar yang telah dibakukan ketika praktek akuntansi telah dilaksanakan dengan konsisten berdasarkan kebijkan yang telah ditetapkan. 5 MATANRE SIRIAo Unsur-unsur kehidupan di alam semestaAiTuhan. Manusia, langit dan bumi, beserta isinyaAidiwakili oleh Hurupu Sulapa Eppa. Orang Bugis-Makassar memiliki sejumlah kearifan tradisional lokal, yang kesemuanya menganjurkan hidup selaras dengan Tuhan, langit, dan alam (Batubara. Kehidupan sosial masyarakat Bugis bergantung pada berpegang pada apa yang dikenal sebagai budaya Matanre Siri, yang merupakan bagian dari nilai Sulapa Eppa. AuThe example of custom that is held firmly is Matanre Siri, which means having a high sense of shame and morality. Matanre Siri is one of the requirements that must be owned by a leader. Having a sense of shame and noble character in Islam becomes the main mission of the Prophet, even having a sense of shame is part of oneAos faith. The intermingling between the values of Islam and the local custom takes place throughout the region of South Sulawesi. Ay Oleh karena itu rangkaian Matanre SiriAo ini merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki seorang pemimpin. Dalam Islam, tujuan utama Nabi Muhammad adalah malu dan berakhlak mulia. Malu juga merupakan bagian dari iman. Di wilayah Sulawesi Selatan, nilai-nilai Islam dan praktik lokal berasimilasi secara merata (Elmahady, 2. Matanre Siri pada Suku Bugis-Maskassar adalah suatu rasa malu yang tinggi yang telah menyatu dalam tubuh masyarakat suku Bugis-Makassar serta menjadi nilai moral dalam kehidupan. Dalam hidup berbudaya perilaku manusia tidak terlepas nilai moral budaya Matanre Siri seperti nilai kejujuran, keadilan, kebenaran dan kemanusiaan dalam berinteraksi dengan sesama manusia yang terdapat pada kehidupan bermasyarakat. Pada konteks Ismayanti dan Husain: Matanre Siri: Rekonstruksi. dunia akuntansi jika dikombinasikan dengan budaya suku Bugis, maka akuntansi dapat berkembang secara universal. Sifat masyarakat Bugis yang mengakar pada masing-masing individu dan menjadi karakter asli pada masyarakat jika digunakan dalam prantek akuntansi akan sejalan dengan kebijakan-kebijakan yang telah ditentukan oleh pihak yang berwenang. METODE PENELITIAN Proses pembelajaran tentang pokok bahasan tersebut disebut dengan metode Penelitian yang dilakukan tidak lepas dari pengetahuan yang dihasilkan, sehingga Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109 pada Badan Amil Zakat Nasional. Sidenreng Rappang Kabupaten dan filosofi Bugis Matanre Siri dibandingkan dalam penelitian ini. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif interpretatif dengan deskripsi naratif langsung dari hasil penelitian. Metode pengumpulan data meliputi wawancara dan studi pustaka dengan menggunakan sejumlah referensi. Sebagai sumber data, data primer diperoleh melalui wawancara dengan orang-orang yang terkait dengan fokus penelitian. Sebaliknya, laporan keuangan merupakan data sekunder dan salah satu referensi yang digunakan untuk membuat kesimpulan. Selain itu, penelitian ini merupakan jenis observasi dan review dari sejumlah penelitian pada artikel yang diterbitkan di jurnal terkemuka. Dengan menggunakan metode studi kasus, paradigma penelitian ini adalah paradigma interpretif. Fakta bahwa menganalisis pengalaman peneliti merupakan komponen penting dari penelitian ini cocok untuk menggunakan studi kasus sebagai metode dalam penelitian ini. Paradigma interpretatif seperti yang digunakan dalam akuntansi adalah subjek dari artikel ini. Menurut Burrell dan Morgan . , sifat interpretif adalah paradigma yang memiliki karakteristik yang diperlukan untuk memahami dan menjelaskan dunia sosial. Ciri-ciri tersebut tidak dapat dibedakan dengan kacamata pribadi yang terlibat langsung dalam suatu proses sosial. Sejak penelitian ini dilakukan di lingkungan BAZNAS, dapat diperoleh berbagai penjelasan dan sumber informasi terkait BAZNAS. Maka dari itu untuk merekontruksi kembali yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam PSAK 109 di back up dengan warna baru dengan pendekatan falsafah suku Bugis-Makassar. Selain pendekatan budaya penelitian ini juga mengombinasikan nilai-nilai religiusitas yang terkandung dalam budaya Bugis. Hal ini akan lebih mendalami karakter organisasi yang selama ini dikenal sebagai salah satu penegak syariah Islam. Dengan melakukan teknik wawancara serta kajian literatur, penelitian ini dapat memperoleh data sesuai konteks cakupan penelitian. Analisis pada tulisan ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan maksud untuk mendeskripsikan konseptualisai penerapan PSAK. Analisis dilakukan berdasarkan hasil literature review dan hasil wawancara dengan para informan. Informan dalam tulisan ini adalah pegawai pada BAZNAS Kabupaten Sidenreng Rappang. Akuntansi dan budaya Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol. No. 2 (Oktober 2. sebagai fenomena sosial dikaji dalam tiga bidang utama. Untuk mengkaji budaya Bugis sebagai fenomena sosial yang didekati oleh sosiologi, digunakan literatur antropologis, dan akuntansi digunakan untuk mengkonstruksi analogi dari tema-tema budaya ke dalam konstruksi budaya. bidang akuntansi. Untuk mencapai tujuan penelitian, dilakukan dua jenis analisis dalam penelitian ini: . Analisis deskriptif untuk memberikan penjelasan tentang karakteristik variabel yang dianalisis dalam mendukung pemecahan masalah dan saran operasional. Memanfaatkan budaya Bugis pendekatan untuk memberikan perspektif baru dalam mempelajari budaya dan perilaku informan saat menerapkan standar akuntansi. HASIL DAN DISKUSI 1 PENGELOLAAN ZAKAT. INFAK DAN SEDEKAH PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Orientasi zakat suatu lembaga akan berusaha untuk memaksimalkan realisasi materi dan keuangan zakat. Akibatnya, laba bersih tidak lagi menjadi tolak ukur keberhasilan manajemen perusahaan. melainkan, zakat adalah metrik untuk kinerja material dan spiritual. Hal ini sejalan dengan Shariah Enterprise Theory memandang bahwa eksistensi suatu perusahaan karena adanya interaksi sosial . ocial interactio. yang dilakukan dengan masyarakat baik interaksi primer maupun interaksi sekunder, dengan kontribusi para stakeholder entitas . aryawan, donator, pemerintah, dan Shariah Enterprise Theory, khususnya pendistribusian yang dilakukan oleh amil dan pelaporan pernyataan nilai tambah sebagai pemberi informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Sebagai khalifatullah, setiap manusia diberi tanggung jawab untuk mengelola kepemilikan dan otoritas di dunia ini. Akibatnya, manusia diwajibkan untuk menafkahkan sebagian hartanya untuk zakat bagi yang membutuhkan . eneficiaries of zaka. Sehingga entitas dituntut pula dalam meningkatkan penerimaan dan penyaluran setiap tahunnya. Sebagaimana untuk mempertkuat kinerja perusahaan khususnya entitas syariah. Tabel 1. Penerimaan dan penyaluran zakat infak dan sedekah Jenis Penerimaan (Rp. Penyaluran (Rp. Zakat Infak/Sedekah Sumber data: Laporan Auditor Independen Atas Laporan Keuangan BAZNAS Kabupaten Sidenreng Rappang (Badan Amil Zakat Nasional Kab. Sidrap, 2. Ismayanti dan Husain: Matanre Siri: Rekonstruksi. Berdasarkan data di atas penghimpunan maupun penyaluran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kab. Sidrap pada tahun 2018 sampai pada tahun 2019 mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Hal ini menandakan bahwa semakin berkembangnya BAZNAS Kab. Sidrap sehingga telah menjadi keharusan mengikuti PSAK No. 109 sebagai pedoman dalam penyusunan laporan keuangan. hal ini sejalan dengan hasil wawancawa dari Wakil i bidang perencanaan dan pelaporan. AuApakah amil menyajikan laporan perubahan dana zakat, dana infak/sedekah, dana amil, dan dana non halal berdasakan PSAK 109?Ay Iya silahkan dilihat laporan keuangan, kami sudah sesuai dengan PSAK No. 109 yang menjadi pedoman kami, dan laporan keuangan sudah di auditAy (Ar-Raffany, 2. Dengan melihat hasil wawancaca dengan informan terpilih maka dapat dikatakan bahwa BAZNAS kabupaten Sidrap sudah mulai menerapkan standar yang berlaku dalam penyusunan laporan keuangannya. BAZNAS Kab. Sidrap merupakan suatu organiasasi pengelola zakat yang bertugas mengumpulkan maupun penyaluran kepada masyarakat yang membutuhkan, jadi OPZ baik itu BAZ maupun LAZ tidak hanya menjalankan pertanggungjawaban bukan hanya kepada manusia tetapi juga kepada Allah SWT (Husain & Abdullah, 2. Maka dari itu setiap yang dilakukan dalam operasional BAZNAS akan dipertanggungjawabkan kelak nanti. Hal tersebut sejalan dengan Shariah Enterprise Theory ketika menjalankan amanah akan dipertanggung jawabkan baik kepada manusia maupuan kepada Sang Maha Kuasa. Hal tersebut terungkap oleh informan saat penulis menanyakan terkait penyajian laporan keuangan. AuApakah amil mengungkapkan kinerja amil atas penerimaan dan penyaluran dana zakat dan dana infak/sedekah? 2 kali di lakukan laporan setengah tahun dan akhir tahun. Kepada BAZNAS provinsi dan bupatiAy (Ar-Raffany, 2. Bukti tidak langsung menunjukkan bahwa BAZNAS di Kabupaten Sidrap hadir sesuai dengan amanat masyarakat berkat akuntabilitas kepada pemangku kepentingan. Secara umum, struktur Badan Amil Zakat Nasional yang terbuka dan akuntabel, harus diperiksa sebagai bagian dari proses Ketika standardisasi digunakan, maka laporan keuangan dapat dianggap dapat dipertanggungjawabkan. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK No. 109 yang mengatur akuntansi zakat, zakat, dan infaq. Pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan merupakan empat indikator yang termasuk dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Dalam indikator tersebut mengandung nilai perlakuan akuntansi pada amil, mulai dari penerimaan dana zakat sampai pada penyaluran yang dilakukan selama operasional. Berdasakan hasil analisis perlakuan akutansi pada amil BAZNAS Kabupaten Sidenreng Rappang telah menerapkan ketetapan Ikatan Akuntansi Indonesia tetapi belum sepernuhnya, karena ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan dalam PSAK yang relevan. Untuk Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol. No. 2 (Oktober 2. mewujudkan terbentuknya akuntan yang sesuai dengan syariah Islam maka perlu adanya penerapan prinsip-prinsip akuntansi syariah pada lembaga pengelola dana zakat. Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS Kebupaten Sidenreng Rappang telah menerapkan beberapa prinsip dari akutansi syariah sebagai Akuntabilitas (Accountabilit. Akuntanbilitas adalah sesuatu yang berkaitan dengan amanah. Dalam menjalankan amanah manusia menjadi pemeran utama dalam pengelolaan yang ada di muka bumi ini. Membahas mengenai amanah maka berhubungan dengan pertanggung jawaban pada manusia maupun kepada Allah SWT. Tujuan accountability pada dasarnya tidak terlepasnya adanya ketertiban akuntan dalam menyajikan laporan keuangan. Prinsip akuntabilitas menuntut dua hal yaitu . kemampuan menjawab . , dan . (Fathony & Fatimah, 2. Sehingga, sebagai akuntan dituntut dalam melakukan pertanggung jawaban yang baik kepada pihak yang berkepentingan. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh. BAZNAS Kab. Sidrap telah memenuhi prinsip akuntabilitas. Hal tersebut telah didasarkan pada pencatatan transaksi yang terjadi selama satu periode yang disajikan dalam laporan kauangan. Laporan keuangan merupakan tolak ukur pekembangan BAZNAS Kab. Sidrap. Amil . melaporkan dua kali dalam setahun kepada bihak yang berwenang. Pertanggungjawaban terdapat pada nilai-nilai diuraikan dalam Catatan atas Laporan keuangan (CaLK) sebagai berikut (Badan Amil Zakat Nasional Kab. Sidrap, 2. Taqwa. BAZNAS Kabupaten Sidrap dan anggotanya akan dimintai pertanggungjawaban kepada Tuhan atas segala sesuatu yang mereka lakukan. Shiddiq, (BAZNAS Kab Sidrap adalah lembaga yang bertanggung jawab kepada publik atau dapat memberikan akuntabilitas kinerja publik sesuai dengan standar pelayanan dan tolak ukur yang jelas. Amanah, (BAZNAS) Kabupaten Sidrap didasarkan pada kejujuran dan integritas, baik secara kelembagaan maupun pribadi, bagi para Dengan melihat ketiga nilai yang diterapkan pada BASNAS Kab. Sidrap, akuntanbilitas dibangun bukan hanya human to human . ertanggunjawaban horizonta. , tetapi juga sudah melibatkan kepada pertanggung jawaban vertikal kepada Allah SWT. Sehingga dapat dikatakan nilai yang dibangun bukan hanya Siri kepada manusia tetapi juga Siri kepada Prinsip adil Keadilan mencakup semua aspek kehidupan secara hukum termasuk pernyataan, tindakan, dan keyakinan. Siapapun yang memiliki kebijakan dan yang tidak dapat dipisahkan dari pemegang kekuasaan hukum harus memutuskan perkara secara adil dan benar tanpa memihak. Sayyid Qutub mendefinisikan keadilan sebagai Ausesuatu yang menjamin hak semua orangAy. Ismayanti dan Husain: Matanre Siri: Rekonstruksi. baik individu maupun kelompok. Dalam muamalah, setiap orang-orang menganut aturan yang telah ditentukan yang tidak terpengaruh oleh nafsu, cinta, atau kebencian, atau oleh ikatan pernikahan, garis keturunan, kekayaan, kemiskinan, kekuatan, atau kelemahan. Meskipun demikian, mengikuti aturan berlaku untuk semua kalangan (Irawan, 2. Dalan prinsip adil terkandung dalam surah al-Baqarah ayat 282 berbunyi sebagai berikut: c a eAn OaaE OA nAA e aA aE aI aEac aINa EENa AaEeOaEeA a a a U A aEA a aA a eI OacEeA AuDan hendaklah seorang penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar. Ay (QS. Al-Baqarah . : . Tafsir al-Baqarah terhadap surat dalam al-Qur'an adalah sebagai tata cara akuntansi yang mendarah daging dalam fitrah manusia, dan prinsip keadilan, yang merupakan nilai penting dalam etika kehidupan sosial dan transaksi keuangan, terkandung di 282. Akibatnya, ini menunjukkan bahwa manusia pada dasarnya memiliki kapasitas dan energi untuk bertindak adil dalam semua aspek kehidupan mereka. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh bahwa prinsip keadilan telah diimplementasikan hal tersebut didasari pada pembagian atau persentase yang diterima mustahiq. Seperti fakir dan miskin 60%, amil 12,5%, muallaf 1%, riqab 0%, gharimin 0,5%, ibnu sabil 0,5%, dan sabilillah 25,5% (Wiradifa & Saharuddin, 2. BAZNAS Kab. Sidrap telah berpedoman pada PSAK yang relevan, serta dari sisi pengungkapan khususnya penentuan dalam memprioritaskan mustahiq jika amil memiliki hubungan maka tetap mempriotaskan mustahiq yang lebih membutuhkan. Prinsip Kewajaran Wajar adalah kesesuaian antara bukti dengan realitas pencatatan. Kata wajar mengandung makna sesuai, sehingga wajar sering kali digunakan dalam praktek audit sebagai tolak ukur apakah laporan yang disajikan sudah sesuai dengan standar akuantansi yang berlaku pada BAZNAS Kab. Sidrap kewajaran penyajian laporan keuanga telah dilaksanakan dengan diterapkannya beberapa standar dalam menyusun dan menyajikan laporan Oleh karena itu, melihat beberapa prinsip akuntansi syariah hal ini dipertegas oleh teori Shariah Enterprise Theory yang menjabarkan bahwa dalam pertanggung jawaban akan diperhadapkan kepada Allah SWT kelak nanti apa yang dilakukan di muka bumi ini. Merujuk pada pertanggung jawaban sangat berkaitan dengan pengetahuan dalam melakukan amanah tersebut. Sehingga kita ketahui bersama kelemahan mendasar yang dapat ditemui ialah kurangnya pengetahuan . yang mendalam mengenai penyajian laporan keuangan, sehingga amil sangat perlu memiliki kepercayaan pada diri sendiri atas kemampuan yang dimiliki dan semangat dalam memperbaiki kekurangan dengan cara belajar, serta percaya bahwa law of attraction akan ada dalam perihal positif. Pada kondisi tersebut sejalan dengan teori yang diungkapkan oleh Schultz yaitu Self-Efficacy tetang kepercayaan terhadap diri sendiri atas Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol. No. 2 (Oktober 2. kemampuan yang dimiliki dalam menjalankan amanah. Sehingga tolak ukur dalam menjalankan amanah adalah laporan keuangan. Maka dari itu kinerja entintas pengelolah zakat dapat dilihat dari laporan keuangan tersebut. Keberhasilan BAZNAS Kabupaten Sidrap dapat ditinjauan dari penerapan PSAK No. 109 yang telah ditentukan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Menyadari bahwa akuntan masih kurang memahami Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109 pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidenreng Rappang, penulis mencoba untuk manawarkan warna baru dengan adanya Falsafah Budaya suku BugisMakassar yang dikomparasikan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109 dengan tujuan meningkatan uniformity PSAK No. Suku Bugis-Makassar merujuk pada budaya Bugis ialah Matanre Siri yang merupakan salah satu dari nilai Sulapa Eppa menjadi solusi untuk membangun kembali ketetapan yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia untuk pengimplementasian standar tersebut. 2 MATANRE SIRIAo SEBUAH REKONSTRUKSI UNIFORMITAS PENERAPAN PSAK 109 Informasi umum yang disertakan dalam penyajian laporan keuangan harus dapat diperbandingkan dan mudah dipahami. Jika pihak eksternal, seperti pemangku kepentingan, tidak dapat membaca atau memahami informasi tersebut, organisasi tidak akan dimasukkan dalam laporan yang seragam. Beragamnya referensi dalam laporan, perlu memperhatikan prinsip-prinsip akuntansi yang digariskan agar pihak-pihak yang berkepentingan, khususnya yang menggunakan laporan keuangan, dapat memanfaatkan laporan tersebut. Perlu mengacu pada prinsip atau standar yang berlaku saat menyusun laporan Keseragaman dan pengungkapan adalah prinsip akuntansi yang mengatur referensi ke laporan keuangan. Karena keseragaman digunakan untuk menyamakan standar pelaporan keuangan dalam suatu organisasi, standar mengenai keseragaman menjadi penting dalam penerapan standar Meskipun kebebasan manajemen untuk memilih strategi dan taktik yang digunakan untuk memajukan organisasi terbatas, prinsip keseragaman ini mempertahankan dan mengurangi perbedaan referensi ke laporan keuangan masing-masing organisasi. Untuk mengimplemtasikan suatu standar tentunya dibutuhkan sebuah formulasi yang beragam agar lebih menyentuh dan mempercepat organisasi tersebut berkembang. Sehingga dalam tulisan ini memberikan tawaran warna baru dengan pendekatan budaya yang sejatinya sudah dimiliki sejak dahulu Budaya Bugis yang dikenal sejak dulu sebagai pelaut ulung memegang banyak prinsip dan falsafah hidup salah satunya falsafah Matanre SiriAo. Matanre SiriAo merupakan falsafah yang berkaitan erat dengan harkat dan martabat setiap umat manusia dalam menjalani kehidupannya dimanapun ia Jika diterapkan dalam sebuah organisasi tentunya Matanre SiriAo mengarah kepada bagaimana organisasi tersebut menjaga harkat dan martabatnya dihadapan publik serta menjaga kepercayaan . yang telah di embannya. Lebih jauh Matanre SiriAo memiliki unsur filosofis menjaga sesuatu yang melekat pada dirinya. Mattulada dalam Elmahady . menyatakan Ismayanti dan Husain: Matanre Siri: Rekonstruksi. bahwa dalam memimpin masyarakat, raja Sulawesi Selatan. Tomanurung, harus memenuhi syarat sebagai berikut. 1 Matanre Siri', yang artinya "rasa malu yang tinggi dan akhlak yang 2 Kewajiban untuk menjamin keselamatan orang lain 3 Terciptanya kesejahteraan masyarakat . umah dan lahan usah. Sehingga jika ditarik benang merahnya dapat dikatakan bahwa Matanre Siri ini menjadi hal dasar yang harus dijaga dimanapun dan Didalam Matanre Siri terdapat nilai yang harus dijaga dan dirawat dengan baik yaitu. Sifat Pangaderreng serta Siri itu sendiri. Jika di implementasikan pada uniformitas dalam penerapan PSAK 109 dapat dijabarkan sebagai berikut. Pangaderreng sebagai (AdeA. Sifat Saling Menghargai Secara alami, adeAo telah menjadi ciri umum suku Bugis sejak zaman kuno. Pangadarreng percaya bahwa martabat manusia sangat mendasar. Pangadarreng menjunjung tinggi kebijaksanaan dan kesetaraan. Akibatnya, kekuatan pangadarreng berasal dari Siri, nilai esensi manusia. Siri tidak lebih dari harga diri dan martabat manusia. Mereka akan membawa pangadarreng mereka, yang didasarkan pada gagasan SiriAo, ke mana pun mereka pergi (Marzuki, 1. Tentunya dengan hadirnya nilai pangadarreng dalam setiap diri manusia dapat menjadi suatu formulasi untuk menciptakan warna perilaku yang terwujud dalam attitude. Dalam mengaitkan pangadarreng untuk sebuah uniformitas penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 109 tentunya akan mengantarkan proses penerapan yang saling menghargai antar sesama stakeholder. Sebelum menerapkan sebuah standar baru tentunya prosesi pangadarreng dari internal akuntan kepada para pimpinan organisasi. Sehingga, penghargaan terhadap kebijakan yang telah ada serta kebijakan standar baru yang akan diterapkan dapat terealisasi dengan baik. Hal ini akan mengantarkan pada kemudahan uniformitas sebuah standar baru yang diikuti dengan keberterimaannya. SiriAo Sebuah Perwujudan Rasa Malu Dalam teks-teks kuno, sistem budaya Bugis-Makassar yang dikenal sebagai Siri telah dilestarikan dan dipuji selama berabad-abad. , surek selleang I Lagalligo tersirat mitos, bahwa SiriAo adalah bawan dari langit . SiriAo yang diperlambangkan dari nama tanaman sirih . ali atakk. -dibawah serta tumanurung (Marzuki 1. Tentunya nilai SiriAo ini menjadi hal yang sangat dipercaya oleh masyarakat bugis makassar. Para ahli pada seminar pada tahun 1977 di Makassar mengungkapkan bahwa Siri' mencapai konsensus berikut mengenai konsep tersebut: Dalam sistem budaya. SiriAo adalah harga diri, kesusilaan, hukum, dan agama sebagai salah satu nilai terpenting yang membentuk cara orang berpikir, merasa, dan bertindak. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol. No. 2 (Oktober 2. Dalam sistem sosial dengan memperkuat hubungan antara manusia dan masyarakat, tugas SiriAo adalah menjaga keseimbangan . Menurut sistem kepribadian. SiriAo adalah representasi nyata dari pikiran manusia yang menjunjung tinggi kejujuran dan keseimbangan dalam rangka menjaga martabat manusia. Keinginan untuk menghindari melakukan hal yang salah adalah interpretasi lain yang mungkin dari rasa malu. Secara alami, kombinasi rasa takut dan iffah, atau menjaga kemurnian seseorang, adalah penyebab rasa malu ini. Perspektif yang berbeda menegaskan bahwa rasa malu adalah rasa takut akan dosa. melakukan kesalahan. Sudut pandang alternatif adalah menolak untuk bertindak karena takut melanggar syariah, akal sehat, dan kebiasaan tercela. Definisi kedua mencakup lebih banyak orang dan memiliki cakupan yang jauh lebih luas. Ajaran Islam tentang malu, atau SiriAo, dapat dibandingkan dengan falsafah hidup Bugis-Makassar, yang menekankan pada harga diri, kesucian, dan mengatasi perbuatan maksiat yang dapat mengarah pada dosa. Keseragaman Siri dalam penerapan standar dapat dijelaskan dengan beberapa filosofi Bugis, antara lain sebagai berikut (Marzuki 1. Sirii Masirii, atau malu dipermalukan Dalam hal penghinaan. Sirii Mappakasiiri adalah malu. Masiri-Siiri. Pasiri-Siriiseng ialah malu-malu Mate Siiri atau Tabbe-Siirii berarti "rasa malu itu hilang" atau "rasa malu itu hilang. Nakkasiriiseng / berkontribusi untuk menjaga rasa malu Siasiirii/ menghindari satu sama lain karena malu Tidak Malu/ Temma-Siirii/Dee Siriina/ tidak punya rasa malu Makurang-Sirii / tidak malu Maega-Siriina: sangat malu Dengan kehadiran SiriAo tentunya akan menjadi booster untuk segera mengimplementasikan sebuah standar yang telah berlaku agar tidak menjadi MasiriAo-SiriAo di dalam menyampaikan laporan keuangan terhadap organisasi terlebih kepada masyarakat. Hadirnya rasa Siri akan mengantarkan organisasi dalam hal ini BAZNAS Kab. Sidrap untuk mempercepat uniformitas penerapan PSAK No109 di dalam penyajian laporan. Selain Siri kepada seluruh stakeholder yang mempunyai rasa Siri juga akan mengantarkan pada ketaatan secara spiritual karena mengemban sebuah amanah mesti dapat dipertanggung jawabkan dengan baik. Pangadderreng . serta kehadiran Siri jika diterapkan secara beriringan akan mampu merekontruksi uniformitas penerapan PSAK No. dengan asumsi kedua nilai tersebut menjadi nadi dalam melakukan pencatatan, pengidentifikasian, serta penyajian setiap laporan akuntansi yang akan diberikan kepada para stakeholder. Pangaderreng . serta nilai Siri juga dapat menyentuh sisi religiusitas bagi setiap manusia yang menerapakannya dalam kehidupan sehari-hari khususnya para akuntan yang memiliki fungsi dan tugas sebagai corong pertanggung jawaban. Hadirnya rasa Siri dan pangadarreng dapat pula menjadi nilai untuk mengedepankan Ismayanti dan Husain: Matanre Siri: Rekonstruksi. harga diri organisasi dalam menjaga dan menjalankan amanah yang SIMPULAN Menyajikan pentingnya Matanre SiriAo dalam mempengaruhi perilaku akuntan tidak diragukan lagi merupakan aspek budaya baru. penulisan artikel ini juga memberikan kontribusi akademik dan penelitian. Kontribusi akademik artikel ini adalah paradigma interpretatif berbasis pandangan mendalam pada penelitian akuntansi. Dalam penelitian ini. Paradigma interpretif mengarah pada interpretasi nilai filosofi perilaku akuntansi Bugis, dalam hal ini, keseragaman penerapan PSAK 109. Hal pertama yang akan dilakukan penelitian baru adalah memberikan wawasan tentang kelebihan dan kekurangan paradigma interpretif, sehingga peneliti interpretatif lain tidak perlu terlalu khawatir memilih metode penelitian yang salah. Integrasi akuntansi dengan nilai-nilai filosofi Bugis merupakan kontribusi kedua dari penelitian lebih lanjut. Hal ini diantisipasi bahwa ini akan menginspirasi peneliti akuntansi untuk memasukkan paradigma ini ke dalam pekerjaan Minimnya penelitian akuntansi kritis di Indonesia dapat diselidiki dengan penelitian. prinsip-prinsip yang mendasari kedua paradigma ini, yang menantang untuk maju sejalan dengan penelitian arus utama Indonesia yang sangat maju. Salah satu budaya Bugis-Makassar yang menjadi landasan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109 mencermati kurangnya pemahaman akuntan terhadap penyajian laporan keuangan. diperlukan untuk menggabungkan kebijakan yang sudah mapan dengan budaya lokal. Asumsi praktik akuntansi bahwa kebijakan itu bebas nilai harus disalahkan jika kaku. Akibatnya, budaya profesional akan hilang. Akibatnya, akuntan bisa mendapatkan keuntungan dari Bugis-Makassar budaya khususnya Matanre SiriAo, saat mengajukan PSAK No. 109, khususnya Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini juga menawarkan sejumlah saran untuk penelitian yang relevan di masa depan, seperti bagaimana mempersiapkan budaya kerja dan menyajikan laporan keuangan yang baik dengan memperhatikan budaya dalam organisasi. Penelitian tentang bagaimana perilaku etis akuntan internal dipengaruhi oleh budaya organisasi. nilai dan filosofi. Meskipun perilaku ini sudah ada sejak lama, budaya Bugis merupakan salah satu budaya yang berpengaruh pada akuntan di BAZNAS. DAFTAR PUSTAKA