MusyafiAo. Pendidikan Islam dan Dinamika Madrasah Diniyah di Era Modern . | 51 PENDIDIKAN ISLAM DAN DINAMIKA MADRASAH DINIYAH DI ERA MODERN MusyafiAo Abstract Islamic education is now faced with the challenges of modern human life. Thus. Islamic education must be directed at the changing needs of modern In the face of a change, a new paradigm design is needed in the face of new demands. For this reason. Islamic education needs to be designed to answer the changing challenges of the era, both on the side of the concept, curriculum, the quality of human resources, institutions and organizations, and constructing it so that it can be relevant to the changes in society. In short, from the description above, so that students / students and students are able to understand, appreciate, believe in, and practice Islamic teachings so that they become Muslim human beings who believe, fear Allah SWT and have noble Keywords: Islamic Education. Diniyah School. Modern Era Pengawas Pendidikan Madrasah Kemenag Kab. Probolinggo/Dosen Fakultas Tarbiyah INZAH Genggong Kraksaan 52 | At-TaAolim Volume 5. Nomor 1. Januari 2019 LATAR BELAKANG Aktivitas kependidikan agama Islam di Indonesia pada dasarnya sudah berlangsung dan berkembang sejak sebelum Indonesia merdeka hingga sekarang. Hal ini dapat di lihat dari fenomena tumbuh berkembangnya program dan praktek pendidikan Islam yang dilaksanakan di Nusantara, baik yang berupa pondok pesantren, pendidikan madrasah, pendidikan umum yang bernafaskan Islam, pelajarn pendidikan agama Islam yang diselenggarakan di lembagalembaga pendidikan umum sebagai suatu mata pelajaran, maupun pendidikan Islam yang diselenggarakan oleh kelompok tertentu di masayarakat, serta tempat-tempat ibadah dan media masa1. Pendidikan Islam sekarang ini dihadapkan pada tantangan kehidupan manusia modern. Dengan demikian, pendidikan Islam harus diarahkan pada kebutuhan perubahan masyarakat modern. Dalam menghadapi suatu perubahan, diperlukan suatu disain paradigma baru di dalam menghadapi tuntutan-tuntutan yang baru. Untuk itu, pendidikan Islam perlu didisain untuk menjawab tantangan prubahan zaman tersebut, baik pada sisi konsepnya, kurikulum, kualitas sumberdaya insaninya, lembaga-lembaga dan organisasinya, serta mengkonstruksinya agar dapat relevan dengan perubahan masyarakat tersebut. Singkatnya dari uraian diatas adalah agar siswa/ peserta didik dan santri mampu memahami, menghayati, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman, bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia. PERSEPSI PENDIDIKAN ISLAM Pendidikan islam adalah pendidikan yang islami. Karaismatik yang sangat menonjol di pendidikan islam adalah prinsip pokoknya prinsip tauhid yaitu konsep segalanya berasal dan berakhir. Prinsip ini telah memandu perkembangan teori praktek pendidikan islam secara formal, informal dan non-formal. Bahkan prinsip ini pula yang memandu persepsi utama dalam pendidikan islam sehingga pendidikan islam dalam yang penuh dengan dinamika ini perspesikan Muhaimin. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. , 1. MusyafiAo. Pendidikan Islam dan Dinamika Madrasah Diniyah di Era Modern . | 53 secar lebih konperehensif2. Istilah pendidikan Islam dipergunakan dalam dua hal, yaitu: satu, segenap kegiatan yang dilakukan seseorang atau lembaga untuk menanamkan nilai-nilai Islam. Dua, keseluruhan lembaga pendidikan yang mendasarkan segenap program dan kegiatannya atas pandangan dan nilai-nilai Islam. 3 Lembaga pendidikan Islam . esantren, madrasah, sekolah dan perguruan tinggi Isla. mempunyai misi penting yaitu mempersiapkan generasi muda umat Islam untuk ikut berperan bagi pembangunan umat islam dan bangsa di masa depan. Dalam pandangan yang lain tentang Pendidikan Islam menurut para tokoh antara lain: Pertama, menurut Ahmadi mendefinisikan Pendidikan Islam adalah segala usaha untuk memelihara fitrah manusia serta sumber daya insani yang ada padanya menuju terbentuknya manusia seutuhnya . nsan kami. yang sesuai dengan norma Islam. Kedua, menurut Syekh Musthafa Al-Ghulayani memaknai pendidikan adalah menanamkan akhlak mulia dalam jiwa murid serta menyiraminya dengan petunjuk dan nasehat, sehingga menjadi kecenderungan jiwa yang membuahkan keutamaan kebaikan serta cinta belajar yang berguna bagi tanah air. Dalam definisi diatas terlihat jelas bahwa tujuan dari pendidikan Islam itu membimbing anak didik dalam perkembangan dirinya, baik jasmani maupun rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama pada anak didik nantinya yang didasarkan pada hukumhukum islam. Tujuan Pendidikan Islam Berbicara tentang tujuan pendidikan, mau tidak mau mengajak kita berbicara tentang tujuan hidup. Sebab pendidikan memiliki tujuan untuk memelihara kehidupan manusia. Pendidikan merupakan suatu alat yang digunakan oleh manusia untuk memelihara kelanjutan hidupnya, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Pendidikan Islam telah mengalami kemajuan di berbagai bidang terutama sarana dan prasarana. Lembaga-lembaga pendidikan Islam Abd. Halim Soebahar. Kebijakan Pendidikan Islam Dari Ordonasi Guru Sampai UU Sisdiknas. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. hlm, 1 file:///H:/hp/problem-pendidikan-islam-masa-kini-oleh. IsmaAoil SM. Strategi Pembelajaran Islam Berbasis PAIKEM. AuPembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif, dan MenyenangkanAy, (Semarang: Rasail, 2. , hlm, 34 54 | At-TaAolim Volume 5. Nomor 1. Januari 2019 memiliki bangunan yang tak kalah megahnya dengan lembaga milik pemerintah maupun swasta yang lain. Namun dari sisi kwalitas, pendidikan Islam dirasa belum memenuhi keinginan umat. Sebab visi dan misi pendidikan yang mengarah kepada terbentuknya manusia yang beradab terabaikan dalam institusi pendidikan. Tujuan utama dari pendidikan Islam ialah mencapai ridla Allah. Dengan pendidikan diharapkan akan lahir individu-individu yang baik, bermoral, berkualitas sehingga bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bangsanya serta umat manusia pada Manusia adalah fokus utama dari pendidikan. Ia terdiri dari jasmani dan rohani. Karenanya institusi pendidikan seharusnya lebih memfokuskan perhatiannya kepada substansi kemanusiaan, membuat system yang mendukung kepada terbentuknya manusia yang baik. Pendidikan diharapkan mampu mengantarkan anak didik untuk memiliki kemakmuran materi dan juga individu yang memiliki kebahagiaan dunia dan akherat. Tujuan pendidikan identik dengan gambaran manusia terbaik menurut orang-orang tertentu. Kualitas hidup seseorang ditentukan oleh pandangan hidupnya. Bila pandangan hidupnya berupa agama, maka manusia yang baik yang menjadi tujuan pendidikan adalah manusia yang baik menurut agamanya. Sejalan dengan itu Ahmad tafsir menyebutkan bahwa tujuan pendidikan pada dasarnya ditentukan oleh pandangan hidup . ay of lif. orang yang mendisain pendidikan itu dan manusia terbaik menurut orang tertentu. Mungkin saja seseorang tidak akan mampu menggambarkan dengan kata-kata tentang bagaimana manusia yang baik yang ia maksud. Sekalipun demikian menurut Ahmad Tafsir tetap saja ia menginginkan tujuan pendidikan itu haruslah manusia Tujuan pendidikan sama dengan tujuan manusia. Manusia menginginkan semua manusia, termasuk anak keturunannya, menjadi manusia yang baik. Lebih lanjut Ahmad Tafsir menyebutkan bahwa tujuan pendidikan itu untuk menjadikan manusia yang baik dan dan menjadi peribadi yang utuh, peribadi yang utuh adalah peribadi yang konsisten antara pengetahuan, sikap dan perilakunya, jadi ada singkronisasi antara kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotor, serta terbentuk kecerdasa Mungkin itulah salah satu cara yang di ungkapkan MusyafiAo. Pendidikan Islam dan Dinamika Madrasah Diniyah di Era Modern . | 55 Ahmad tafsir bawa untuk menjadi manusia yang baik itu diantaranya dengan cara konsisten antara pengetahuan, sikap dan tindakan sehingga tercapai manusia yang utuh5. Menurut Muhammad Fadhil al-Jamaly, tujuan pendidikan islam menurut Al QurAoan meliputi . menjelaskan posisi peserta didik sebagai manusia diantara makhluk Allah lainnya dan tanggung jawabnya dalam kehidupan ini, . menjelaskan hubungannya sebagai makhluk sosial dan tanggung jawabnya dalam tatanan kehidupan . menjelaskan hubungan manusia dengan alam dan tugasnya untuk mengetahui hikmah penciptaan dengan cara memakmurkan alam semesta, . menjelaskan hubungannya dengan Kholik sebagai pencipta alam semesta. Orientasi Pendidikan Islam di Era Modern Pendidikan Islam di zaman ini menghadapi tantangan-tantangan yang serius untuk tetap eksis di dunia pendidikan. Adapun tantangannya adalah sebagai berikut: AuPertama, orientasi dan tujuan Kedua, pengelolaan . sistem manajemen ini yang akan mempengaruhi dan mewarnai keputusan dan kebijakan yang diterapkan dalam sebuah lembaga pendidikan. Ketiga, hasil . ut pu. Bagaimana produk yang dihasilkan dari sebuah lembaga pendidikan bisa dilihat dari kualitas luaran . ut putny. Dalam pandangan lain menjelaskan Autantangan globalisasi bagi pendidikan Islam yaitu masalah kualitas. era global adalah era pesaing Maka akan terjadi pertukaran antar negara baik resmi maupun Pertukaran manusia, barang, jasa, teknologi dan lain-lain adalah hal yang dipersaingan dalam era global ini. Untuk itu perlu dibentuk manusia yang unggul jadi kualitas SDM sangat penting untuk menentukan kualitas lembaga pendidikan, negara dan agama. Selain tantangan kualitas juga tantangan moral era globalisasi banyak membawa dampak negatif generasi muda sekarang sudah terpengaruh dengan pergaulan yang global. Hal-hal yang tidak semestinya dilakukan oleh generasi muda seperti minum miras, menggunakan narkoba, melakukan seks bebas malahan menjadi /wacana-kontemporer-pendidikan-islam-pro-dan-kontra-tentang-berbagaiaspek-un/. Samsul Nizar. Filsafat Pendidikan Islam:Pendekatan Historis. Teoritis, dan Praktis, (Jakarta: Ciputat Pers, 2. , hlm 36 56 | At-TaAolim Volume 5. Nomor 1. Januari 2019 kebiasaan bagi mereka. moral mereka bisa dikatakan seperti moral Mereka hanya mengikuti hawa nafsu belaka tanpa memikirkan Berkenaan itu maka pendidikan Islam harus semakin diefektifkan di lingkungan lembaga pendidikan Islam7. PERAN MADRASAH DINIYAH DI ERA MODERN Peran dan fungsi madrasah diniyah dalam peningkatan mutu pendidikan Islam dan pembinaan akhlak sudah tidak bisa diingkari. Menurut SudjaAoi (Kabid Pendidikan Keagamaan dan Pontre. bahwa banyak tokoh-tokoh bangsa yang namanya dikenal masyarakat seperti Muh. Natsir. Kasman Singadimejo. Hamka. Nur Ckholis Madjid. Ayumardi Azra. Kamarudin Hidayat. Gusdur, dan banyak lagi adalah berlatang belaknag Madrasah Diniyah. Madrasah Diniyah yang memperkenalkan mereka tentang bacaan Al-QurAoan. Hadits. Fiqh dan Akhlak Islam. Ternyata peran madrasah diniyah sebagai Lembaga Pendidikan Islam, telah mengantarkan genersai muda Islam menjadi generasi terdidik dan bermoral. Apalagi madrasah diniyah sekarang ini telah berkembang lebih maju. Madrasah memiliki poin penting untuk diusung sebagai kekuatan dalam menggalang kembali kepercayaan diri bangsa ini untuk mandiri dengan ide-ide dasar kehidupan bangsa yang memang telah dan pernah kita miliki, spritualitas yang termanifestasi dalam prikehidupan sosial dan kemasyarakatan dan tetap menghargai konteks kemajemukan yang kita miliki. Ada beberapa hal yang penting untuk dicatat sebagai potensi ideal yang masih dimiliki oleh madrasah diniyah misalnya, pertama, berangkat dari kebutuhan masyarakat, dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat serta selalu bergerak dinamis dalam konteks kemasyarakatannya, artinya integritas ideologis madrasah diniyah betul-betul merepresentasikan sebagai gerakan kemasyarakatan yang masih relatif murni dan terlepas dari kepentingan-kepentingan lain seperti ekonomi dan politik misalnya. Kedua, semua itu terjadi karena orisinalitas ide madrasah diniyah yang memang berakar kuat secara historis pada masyarakat, dan ketiga, keberpihakan pada masyarakat lemah masih dominan dalam visi kemasyarakatan madrasah, sistem administrasi yang meskipun kurang profesional namun sangat toleran terhadap kondisi ekonomi Haidar Putra Daulay. MA. Pemberdayaan Pendidikan Islam di Indonesia. (Jakarta: Rineka Cipta, 2. Hlm 27-20. MusyafiAo. Pendidikan Islam dan Dinamika Madrasah Diniyah di Era Modern . | 57 masyarakatnya. SPP yang ringan atau mungkin tidak ada sama sekali . rinsip keikhlasa. Beberapa poin diatas cukuplah untuk kita menyimpulkan bahwa di tengah modernitas kehidupan bangsa kita ada kerinduan pada hilangnya norma-norma yang menjadi pedoman hidup kita di masa lalu, spiritualitas moralitas dan kerukunan adalah tiga landasan hidup yang mulai memudar dan sering menjadi bencana sosial di lingkungan Dengan mengembalikan ketiga nilai tersebut melalui langkah strategis berupa penguatan internal kelembagaan madrasah semoga kita bisa kembali meraih apa yang telah hilang dari kesadaran kita dan menjadikannya sebagai karakter pribadi bangsa Indonesia yang moralis, mandiri dan dengan kualifikasi Imtaq dan Iptek sesuai dengan slogan yang selalu kita suarakan. Madrasah adalah bagian dari asset bangsa yang secara regional maupun nasional telah menunjukkan perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan peran madrasah begitu besar dalam memotivasi semangat para pejuang kemerdekaan pada masa itu. Untuk itu, dalam kondisi apapun madrasah perlu dipertahankan. Dengan demikian, pendidikan madrasah sebenarnya hendak memenuhi tiga kepentingan utama sekaligus, yaitu: . sebagai wahana untuk membina ruh atau praktek hidup ke-Islaman . memperkokoh keberadaan madrasah sederajat dengan sistem sekolah, dan . berusaha merespon tuntutan masa depan9. BAGAIMANA AGAR MADRASAH DINIYAH TETAP EKSIS DI ERA MODERN Dengan melihat fenomena yang ada seperti saat ini maka perlu adanya gagasan baru pendidikan Indonesia dalam masa yang akan datang antara lain: perlu mengubah dan mengembangkan paradigma Jadi kita harus mau meninggalkan yang sudah tidak sesuai dengan tuntutan era informasi dan demokrasi. Perlu mengembangkan nilai-nilai lama yang sekiranya masih dapat dimanfaatkan dan ciptakan pandangan baru yang sesuia dengan kebutuhan atau tantangan zaman. Madrasah mengalami perubahan yang cukup mendasar saat lahir Abdurrahman MasAoud, dkk. Dinamika Pesantren dan Madrasah, (Semarang: Pustaka Pelajar, 2. , hlm 257 Abdul Rachman Shaleh. Madrasah Dan Pendidikan Anak Bangsa, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2. , hlm 53-54 58 | At-TaAolim Volume 5. Nomor 1. Januari 2019 Kepres No 34 tahun 1972, kemudian diperkuat dengan Inpres No 15 tahun 1974, dan secara operasional tertuang dalam SKB menteri agama, menteri P7K, dan menteri dalam negeri No 6 tahun 1975. Semua aturan itu menggariskan bahwa madrasah di semua jenjang mempunyai posisi yang sama dengan sekolah umum. Untuk itu kurikulum madrasah diharuskan memuat alokasi waktu 70 persen untuk mata pelajaran umum dan 30 persen untuk pelajaran agama. Kemudian pada 1984 dikeluarkan SKB menteri agama dan menteri pendidikan tentang pengaturan pembakuan kurikulum sekolah umum dan kurikulum madrasah. Di situ antara lain disinggung soal pengakuan kesetaraan mutu lulusan madrasah dengan sekolah umum. Pemerintah mengakomodasi madrasah sebagai salah satu model pembelajaran di Indonesia sekaligus mengakhiri ketidakpastian posisi madrasah dalam sistem pendidikan nasional. Dalam tataran praksis, madrasah gagasan pemerintah ini diproyeksikan sebagai sekolah umum berciri khas agama di mana kandungan ilmu agama hanya menjadi bagian kecil dari keseluruhan kurikulum yang ada. Kebijakan ini terkait realitas bahwa sistem pendidikan madrasah yang berkembang di pesantren dengan capaian yang sangat spesifik dinilai tidak mampu memenuhi semua kebutuhan dan tuntutan zaman yang semakin kompleks. Dengan berlakunya SKB 3 Menteri diatas maka terjadi pula penggeseran dan perubahan dalam skala masif . esar-besara. di lingkungan madrasah diniyah baik yang ada di dalam dan di luar pondok pesantren menjadi Madrasah Ibtidaiyah. Tsanawiyah, dan Aliyah. Perubahan ini, disatu pihak dapat bermanfaat bagi peserta didik karena ada pengakuan bagi lulusannya. tetapi sangat merugikan pada pendalaman ilmu-ilmu keislaman di Pondok Pesantren maupun di Madrasah Diniyah. Sebab, dalam jangka panjang, kajian kitabkitab kuning yang menjadi sumber ajaran-ajaran Islam mulai tidak diminati oleh para santri, dan posisi Madrasah Diniyah menjadi pelengkap . akmiliyah/sekunde. Di Jawa Timur pada tahun 1995 terjadi perubahan orientasi belajar santri terhadap kajian keilmuan di pesantren dimana para santri yang mengkaji ilmu keagamaan sebesar 51, 50% dan mengkaji ilmu keagamaan disertai ilmu pengetahuan dan ketrampilan sebesar 48,50%. Tahun 1997 para santri yang belajar ilmu agama 33,20% dan mengkaji ilmu agama disertai ilmu pengetahuan umum dan ketrampilan 66,80%. Pada tahun 2010 perlu dilakukan MusyafiAo. Pendidikan Islam dan Dinamika Madrasah Diniyah di Era Modern . | 59 penelitian secara mendalam tentang minta santri terhadap kajian ilmu-ilmu agama. Pengembangan pendidikan diniyah dalam era globalisasi harus berpijak pada tiga pilar utama. Pertama, pilar filosofis merupakan pilar yang dijadikan pijakan bahwa Pendidikan Diniyah adalah Fardlu AoAin untuk dipertahankan sebagai lembaga pendidikan Tafaqquh Fiddin melalui sumber pembelajaran pada kitab-kitab kuning yang merupakan ide. cita-cita dan simbul keagungan dari pondok Kedua, pilar sosiologis adalah pilar yang dijadikan dasar pemikiran bahwa pendidikan diniyah tidak berada dalam ruang kosong . acuum spac. , tetapi ia bagian dari sistem sosial yang lebih luas untuk memberikan layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan tuntunan masyarakatnya. Pilar ini memerlukan refleksi secara mendalam agar eksistensi pendidikan diniyah tidak sekedar sebagai pelengkap . , tetapi diharapkan madrasah diniyah menjadi pilihan utama . , bagi masyarakat dimana pada saatnya pendidikan diniyah ini setara kualitasnya dengan satuan pendidikan lain. Terakhir, pilar yuridis merupakan pilar bahwa pendidikan di Indonesia berlaku sistem pendidikan nasional, artinya, jenis dan satuan pendidikan apapun harus tunduk pada regulasi pendidikan yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan pendidikan sebagimana dasar hukum diatas. Standard Pendidikan Diniyah agar memiliki eksistensi yang mampu merespon perkembangan global maka perlu adanya langkahlangkah strategis yang diambil oleh para pengelola pendidikan diniyah yang menggabungkan antara yang tradisionalitas . ajian kitab-kitab kunin. yang menjadi sumber spiritual para santri dengan modernitas . ajian-kajian keilmuan umu. Aual-muhafadhotuAoala al-qadim alshaleh wa al-akhdu al-jadidi al-ashlahAy yang mempersiapkan para santri memiliki daya tahan dan daya suai terhadap tuntutan terhadap kebutuhan kehidupan masyarakat global. Dalam kondisi seperti saat itu tugas madrasah diniyah sebagai lembaga pendidikan Islam adalah perlu menciptakan dan mengembangkan sistem pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang mampu memilih tanpa kehilangan jati dirinya10. /potensi-madrasah-diniyah-abad-modern. 60 | At-TaAolim Volume 5. Nomor 1. Januari 2019 KESIMPULAN Pendidikan islam merupakan pendidikan yang berdasrakan nilai-nilai islam yang bertujuan untuk mencapai ridla Allah. Dengan pendidikan diharapkan akan lahir individu-individu yang baik, bermoral, berkualitas sehingga bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bangsanya serta umat manusia pada umumnya. Dalam perkembangan dunia modern baik dari segi teknologi, perkembnagan dan penyebaran budaya yang secara tidak alngsung jika tidak di imbangi dengan pola berfikir secara islmai maka pendidikan islam akan semakin runtuh, oleh karena itu maka pendidikan Islam harus semakin diefektifkan di lingkungan lembaga pendidikan Islam Menghadapi perkembangan dunia modern pendidikan madrasah sebenarnya hendak memenuhi tiga kepentingan utama sekaligus, yaitu: . sebagai wahana untuk membina ruh atau praktek hidup keIslaman . memperkokoh keberadaan madrasah sederajat dengan sistem sekolah, dan . berusaha merespon tuntutan masa depan. MusyafiAo. Pendidikan Islam dan Dinamika Madrasah Diniyah di Era Modern . | 61 DAFTAR PUSTAKA