AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Perencanaan Ulang Tebal Perkerasan pada Perbaikan Jalan Batas Kota Cianjur - Citarum dengan MDP 2024 * Syaripini Syaripin *Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Jember. Jl. Kalimantan No. 37 Ae Kampus Bumi Tegal Boto Kotak Pos 159 Jember *)syaripin. teknik@unej. Abstract Pavement thickness design is a crucial aspect in ensuring the service life and structural performance of roadways. This study aims to redesign the pavement thickness of the Batas Kota CianjurAeCitarum road section using the 2017 Pavement Design Manual (MDP 2. and to compare the results with those obtained from MDP 2024. The data used include traffic surveys, population growth, subgrade conditions, and existing pavement structures. The analysis was carried out through equivalent single axle load (ESA4 and ESA. calculations, design life evaluation, and pavement layer determination based on the design The results indicate that the projected traffic load reaches 37. 27 million ESA5 within a 20-year design period. Based on MDP 2017, the pavement structure design consists of AC-WC 40 mm. AC-BC 60 mm. AC Base 100 mm. CTB 150 mm, and Aggregate Base Class A 150 mm. Meanwhile. MDP 2024 produces a design with AC-WC 40 mm. AC-BC 60 mm. AC Base 90 mm. CTB 150 mm. Aggregate Base Class A 150 mm. Aggregate Base Class B 150 mm, and 200 mm selected fill. The main differences lie in the addition of Aggregate Base Class B and selected fill in MDP 2024, which provide improved subgrade stability and more efficient asphalt material utilization. These findings highlight that the application of MDP 2024 results in a more comprehensive and adaptive pavement design suitable for actual field conditions. Keywords: Pavement Thickness. MDP 2017. MDP 2024. ESA5. Road Structure Abstrak Perencanaan tebal perkerasan jalan merupakan aspek krusial dalam menjamin umur layan dan kinerja struktur perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan ulang tebal perkerasan pada ruas Jalan Batas Kota CianjurAeCitarum dengan menggunakan pedoman Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 serta membandingkannya dengan hasil perencanaan berdasarkan MDP 2024. Data yang digunakan meliputi survei lalu lintas, pertumbuhan penduduk, kondisi tanah dasar, serta struktur perkerasan eksisting. Analisis dilakukan melalui perhitungan beban lalu lintas ekuivalen (ESA4 dan ESA. , evaluasi umur rencana, serta penentuan struktur lapisan perkerasan sesuai dengan pedoman desain. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa beban rencana lalu lintas mencapai 37. 632 ESA5 dalam 20 tahun. Berdasarkan MDP 2017 diperoleh desain struktur perkerasan dengan tebal AC-WC 40 mm. AC-BC 60 mm. AC Base 100 mm. CTB 150 mm, dan Lapis Fondasi Agregat Kelas A 150 mm. Sementara itu. MDP 2024 menghasilkan desain dengan tebal AC-WC 40 mm. AC-BC 60 mm. AC Base 90 mm. CTB 150 mm. Lapis Fondasi Agregat Kelas A 150 mm. Lapis Fondasi Agregat Kelas B 150 mm, serta timbunan pilihan 200 Perbedaan utama terletak pada penambahan lapis fondasi agregat kelas B dan timbunan pilihan pada MDP 2024, yang menunjukkan adanya optimasi struktur untuk meningkatkan stabilitas tanah dasar sekaligus efisiensi penggunaan material Temuan ini menegaskan bahwa penerapan MDP 2024 memberikan desain yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap kondisi lapangan. Kata Kunci: Tebal Perkerasan. MDP 2017. MDP 2024. ESA5. Struktur Jalan PENDAHULUAN Jalan merupakan sarana transportasi utama untuk mencapai suatu tujuan dari satu tempat ke tempat lain bagi setiap lalu lintas yang melewatinya. Kondisi jalan sangat berpengaruh bagi kenyamanan dan keselamatan setiap pengguna jalan (Direktur Jenderal Bina Marga PUPR. Untuk dapat memberikan pelayanan yang optimum kepada lalu-lintas pada batas-batas ekonomi yang layak, dibuat konstruksi perkerasan jalan yang melindungi tanah dasar . dari pengaruh lalu-lintas, iklim, dan memastikan bahwa bahan yang digunakan dapat memberikan kenyamanan pengguna jalan serta tidak mengalami kerusakan selama umur rencana. Supaya kinerja jalan optimal, diperlukan perencanaan tebal perkerasan yang tepat (Miftahulkhair et al. , 2024. Syaripin et al. , 2. Perencanaan tebal perkerasan merupakan aspek krusial dalam desain jalan untuk memastikan kemampuan jalan menahan beban lalu lintas serta menghadapi kondisi lingkungan yang dinamis. Kerusakan perkerasan seperti retak, deformasi, dan kerusakan permukaan tidak hanya mengganggu kelancaran transportasi, tetapi juga meningkatkan biaya pemeliharaan (Krisdiyanto et al. , 2022. SYARIPIN/PERENCANAAN A. /1351 - 1357 Krisnanda et al. , 2. Oleh karena itu, perencanaan yang akurat dalam menentukan tebal perkerasan menjadi sangat Di Indonesia, banyak ruas jalan mengalami kerusakan akibat beban lalu lintas yang melebihi kapasitas desain serta penggunaan material yang tidak sesuai standar. Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menunjukkan bahwa sekitar 40% jalan nasional mengalami kerusakan berat yang membutuhkan perbaikan segera (Leweherilla et al. , 2. Kondisi tersebut menegaskan perlunya perencanaan tebal perkerasan yang lebih komprehensif agar umur layan jalan dapat ditingkatkan sekaligus menekan biaya pemeliharaan (Fikri, 2023. Ningrum et al. , 2024. Prasetiyo et al. , 2020. Rosalia & Suharso, 2. AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Gambar 1. Ruas Jalan Batas Kota Cianjur Ae Citarum Sumber: Google maps . Ruas Jalan Batas Kota Cianjur Ae Citarum merupakan jalan arteri menurut (Kabupaten Cianjur, 2. dan masuk jalan raya yang padat serta menggunakan perkerasan lentur. Perencanaan perkerasan tidak hanya ditentukan oleh metode perhitungan, tetapi juga harus mempertimbangkan karakteristik lalu lintas, kondisi tanah, dan iklim setempat. Sebagai contoh, ruas jalan dengan lalu lintas tinggi memerlukan perkerasan yang lebih tebal dibandingkan dengan jalan berintensitas rendah. Oleh karena itu, analisis kondisi lapangan menjadi faktor penentu dalam desain tebal perkerasan (Rochmanto et al. , 2022. Winarno et al. , 2. Seiring perkembangan regulasi. Direktorat Jenderal Bina Marga telah menerbitkan Manual Desain Perkerasan (MDP) 2024 sebagai pedoman terbaru Indonesia. MDP mengintegrasikan pembaruan dalam analisis beban lalu lintas, faktor lingkungan, dan desain struktural sehingga diharapkan mampu menghasilkan tebal perkerasan yang lebih sesuai dengan kondisi aktual di lapangan (Bina Marga, 2017, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merencanakan tebal perkerasan pada ruas jalan Batas Kota Cianjur Ae Citarum dengan menggunakan metode MDP 2024 serta membandingkannya dengan desain MDP 2017. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai implikasi penerapan pedoman terbaru, baik dari sisi efisiensi material maupun ketahanan struktur, sehingga dapat menjadi referensi dalam perencanaan perkerasan jalan di Indonesia. METODE Metode penelitian ini disusun secara sistematis untuk memperoleh hasil sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu: Tahap Persiapan Pada tahap ini dilakukan studi literatur mengenai perencanaan tebal perkerasan dengan mengacu pada Manual Desain Perkerasan (MDP) 2024 sebagai pedoman terbaru. Studi literatur bertujuan untuk memahami konsep dasar, parameter desain, serta perbedaan dengan pedoman MDP 2017. SYARIPIN/PERENCANAAN A. /1351 - 1357 Tahap Pengumpulan dan Pengolahan Data Data yang digunakan terdiri atas: Data primer. yaitu hasil survei lalu lintas pada ruas Jalan Batas Kota Cianjur Ae Citarum. Data sekunder. yaitu data kondisi tanah dasar, jenis struktur perkerasan, tebal masing-masing lapisan struktur perkerasan existing, data pertumbuhan penduduk dari Badan Pusat Statistik, serta dokumen teknis dari instansi Seluruh data tersebut diolah untuk mendapatkan parameter yang relevan dalam perhitungan lalu lintas rencana dan penentuan tebal perkerasan. Tahap Analisis Analisis merupakan inti dari penelitian, dengan langkah-langkah sebagai berikut: Menghitung beban lalu lintas rencana berdasarkan faktor ekivalen beban sumbu kendaraan (Vehicle Damage Facto. Menentukan umur rencana perkerasan sesuai MDP 2024. Mengevaluasi kondisi tanah dasar untuk mengetahui daya dukung dan kebutuhan . Menentukan tebal lapisan perkerasan lentur serta struktur perkerasan yang sesuai dengan hasil analisis beban lalu lintas dan kondisi tanah. HASIL DAN PEMBAHASAN Data lalu lintas Lokasi yang dijadikan penelitian pada ruasa Jalan Batas Kota Cianjur - Citarum dengan kelas jalan arteri tipe 2/2 TT yang sudah didesain sesuai MDP 2017. Data lalu lintas yang digunakan adalah hasil survey yang ditampilkan pada Tabel 1. Tabel 1. Data Lalu lintas Jenis Kendaraan Veh1 Veh2 Volume Veh3 Veh4 Veh5a Veh5b Veh6a Veh6b Veh7a Veh7b Veh7c Veh8 Total EMP Sumber: Hasil survei . Data pertumbuhan penduduk Data pertumbuhan penduduk yang digunakan adalah tahun 2020 sampai 2022 ketika didesain menggunakan MDP 2017 di daerah Cianjur yang digunakan dalam laporan penelitian AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. ini diperoleh dari (Badan Pusat Statistik Kabupaten Cianjur, 2. dan disajikan Tabel 2. Tabel 2. Data Pertumbuhan Penduduk Tahun Jumlah Penduduk . Laju Pertumbuhan (%) 3,33 2,92 1,50 Sumber: BPS Kab. Cianjur . Data tanah dan penentuan umur rencana Jenis tanah di Jalan Batas Kota Cianjur Ae Citarum adalah lempung dan mempunyai CBR tanah dasar 5% serta menggunakan perkerasan lentur dengan lapisan aspal dan lapisan berbutir. Sehingga menurut MDP 2017 dan MDP 2024 diperoleh umur rencana 20 tahun sesuai Tabel 3. Tabel 3. Umur Rencan Perkerasan Jalan Jenis Perkerasan Perkerasan Lentur Perkerasan Kaku Jalan Tanpa Penutup Elemen Perkerasan Umur Rencana (Tahu. Lapisan aspal dan lapisan Lapis Fondasi jalan Semua perkerasan untuk dimungkinkan pelapisan ulang . , seperti: underpass, jembatan, dan Lapis Fondasi Berpengikat Semen. Cement Treated Based (CTB) Lapis fondasi atas, lapis fondasi bawah, lapis beton fondasi jalan Semua elemen . ermasuk fondasi jala. Menentukan nilai ESA4 dan ESA5 Dalam hal ini, diketahui data laju pertumbuhan penduduk tahun 2020 adalah 3,3%. Adapun pengumpulan data survei LHR dilakukan pada 2020. sedangkan tahun pertama pembukaan lalu lintas dilakukan pada 2021 . tahun setelah 2. permulaan periode beban normal MST 12ton pada 2024 . tahun setelah survei tahun 2. Perhitungan lalu lintas pada saat dimulainya operasi jalan pada tahun 2021 . tahun setelah 2. Dengan menggunakan umur rencana 20 tahun, maka didapat: UR faktual = 2024 Ae 2021 = 3 tahun UR normal = 20 . 4 Ae 2. = 17 tahun Hasil perhitungan diatas digunakan untuk perhitungan faktor pengali pertumbuhan lalu lintas . 0,01 yc. ycOycI Oe 1 0,01 ycn . 0,01 . )3 Oe 1 ycI yceycaycoycycycayco = 0,01 . R faktual = 3,1 . 0,01 . )17 Oe 1 ycI ycuycuycycoycayco = 0,01 . R normal = 22,32 ycI= Kemudian menentukan faktor distribusi lajur sesuai lokasi penelitian dengan panduan MDP 2024. Jalan Batas Kota Cianjur-Citarum termasuk tipe 2/2 TT atau memiliki jumlah 1 lajur tiap arah. Sehingga, faktor distribusi lajurnya adalah 100% atau 1. Untuk jalan dua arah, faktor distribusi arah (DD) umumnya diambil 0,50 kecuali pada lokasi-lokasi yang jumlah kendaraan niaga cenderung lebih tinggi pada satu arah tertentu. Setelah itu mencari faktor ekuivalen beban . ehicle damage facto. dengan melihat kelas jalan. Berdasarkan kelas jalan faktor ekuivalen beban jalan adalah 1 atau 2 atau 3 menurut MDP Kemudian data-data seperti pertumbuhan penduduk . = 3,3%), faktor distribusi arah (DD = 0,. , faktor distribusi lajur (DL = . R faktual = 3,1 dan R normal = 22,32. Data tersebut untuk menghitung kumulatif beban lalu lintas CESA4 dan CESA5. Hasil hitungan CESA4 dan CESA5 ditunjukkan pada Tabel 4. Sumber: MDP . 7 & 2. Tabel 4. Hasil Perhitungan Nilai CESA4 dan CESA5 LHR LHR 2021 LHR 2024 Veh1 Veh2 Veh3 Veh4 Veh5a VDF4 Faktual VDF4 Normal VDF5 Faktual VDF5 Normal CESA4 Faktual CESA4 Normal CESA5 Faktual CESA5 Normal Veh5b Veh6a Veh6b Veh7a SYARIPIN/PERENCANAAN A. /1351 - 1357 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Veh7b Veh7c Veh8 Jml ESA 8121622,82 ESA Sumber: Hasil perhitungan penelitian . Langkah krusial dalam perhitungan Cumulative Equivalent Single Axle Load (CESA) adalah penentuan Faktor Ekuivalen Beban (Vehicle Damage Factor/VDF). VDF merepresentasikan tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh satu lintasan kendaraan komersial terhadap perkerasan, relatif terhadap satu lintasan sumbu standar tunggal 8,16 ton (ESA. atau 10 ton (ESA. Dalam penelitian ini, nilai VDF untuk setiap jenis kendaraan niaga (Veh5b sampai Veh7. tidak dihitung secara rinci berdasarkan survei konfigurasi sumbu dan beban aktual, melainkan diambil dari nilai standar yang direkomendasikan dalam Manual Desain Perkerasan (MDP) 2024. Nilai VDF yang digunakan, seperti tercantum pada Tabel 4, merupakan angka yang merefleksikan daya rusak kendaraan niaga dengan asumsi konfigurasi sumbu dan berat total maksimum yang diizinkan oleh regulasi (MST 12 to. untuk kondisi normal. Menentukan struktur perkerasan Penentuan struktur perkerasan jalan mengacu pada MDP 2017 dan MDP 2024 yang ditunjukkan pada Tabel 5 dan Tabel 6. Tabel 5. Pemilihan Struktur Perkerasan Struktur Perkerasan ESA5 . dalam 20 tahun 0-0,5 0,1-4 >4-10 >10-30 >30-200 Perkerasan kaku dengan lalu lintas berat . i atas tanah dengan CBR Ou 2,5%) Perkerasan kaku dengan lalu lintas rendah . aerah pedesaan dan perkotaa. AC WC modifikasi atau SMA modifikasi dengan CTB (ESA pangkat . AC dengan CTB (ESA pangkat . AC tebal Ou 100 mm dengan lapis fondasi berbutir (ESA pangkat . AC atau HRS tipis di atas lapis fondasi berbutir (ESA pangkat . Burda atau Burtu dengan LFA Kelas A atau batuan asli Lapis Fondasi Soil Cement Perkerasan tanpa penutup (Japat, jalan keriki. Sumber: MDP . Tabel 6. Pemilihan Struktur Perkerasan Struktur Perkerasan ESA5 . dalam 20 tahun >10-30 AC modifikasi >30 AC dengan CTB AC Modifikasi dengan CTB AC dengan lapis fondasi agregat HRS tipis di atas lapis fondasi agregat Burda atau Burtu dengan lapis fondasi agregat AC/HRS dengan lapis fondasi Soil Cement AC/HRS dengan lapis fondasi agregat dan perbaikan tanah tabilisasi seme. 1, 2 1, 2 Sumber: MDP . Berdasarkan perhitungan, nilai ESA5 dalam 20 tahun Adalah 37. Nilai ini masuk ke dalam rentang beban >30 juta ESA. Pada MDP 2017 dan MDP 2024, terdapat opsi penggunaan lapisan Cement Treated Base (CTB) atau struktur perkerasan lentur tanpa CTB. Dipilih SYARIPIN/PERENCANAAN A. /1351 - 1357 tipe struktur lentur tanpa lapisan CTB yaitu AC tebal 100 Ou mm dengan lapis fondasi berbutir MDP 2017 dan AC Modifikasi MDP 20024 atas pertimbangan keekonomian proyek, ketersediaan material di wilayah Cianjur, dan kemudahan pelaksanaan. Struktur berbasis agregat . anpa AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. CTB) sering kali memiliki biaya awal yang lebih rendah dibandingkan struktur dengan pengikat semen. Selain itu, pemilihan struktur juga mempertimbangkan kualitas kontraktor yang akan mengerjakan, untuk menjamin kinerja yang optimal di lapangan. Menentukan segmen tanah dasar dan struktur fondasi perkerasan lentur Penentuan segmen tanah dasar melihat dari level muka air tanah dan muka air banjir pada MDP 2017 dan MDP 2024. Pada penelitian ini, untuk mencari segmen tanah dasar menggunakan MDP 2024, karena tidak ada perbedaan dengan MDP 2017 seperti ditunjukan Tabel 7. Tabel 7. Tinggi Minimum Tanah Dasar di Atas Muka Air Tanah Dan Muka Air Banjir Kelas Jalan Tinggi Tanah Dasar di Atas Muka Air Tanah . Tinggi Tanah Dasar di Atas Muka Air Banjir . Jalan Bebas Hambatan Jalan Raya 800 . anah lunak jenuh atau 600 . anah dasar Jalan Sedang Jalan Kecil 500 . anjir 50 500 . anjir 10 Sumber: MDP . 7 dan 2. Jalan Batas Kota Cianjur-Citarum termasuk jalan raya dan memiliki jenis tanah dasar normal. Sehingga, diperoleh tinggi tanah dasar di atas muka air tanah sebesar 600 mm dan tinggi tanah dasar di atas muka air banjir sebesar 500 mm sesuai dengan MDP 2017 dan MDP 2024. Kemudian menentukan struktur fondasi perkerasan lentur sesuai MDP 2017 dan MDP 2024 yang ditunjukan pada Tabel 8 dan Tabel 9. Tabel 8. Desai Fondasi Jalan Minimum CBR Tanah Dasar (%) Kelas Kekuatan Tanah Dasar Ou6 SG6 SG5 SG4 SG3 SG2,5 Tanah ekspansif . otensi pemuaian > 5%) Perkerasan di SG1 atas tanah lunak Tanah gambut dengan HRS atau DBST untuk perkerasan jalan raya minor . ilai minimum Ae ketentuan lain berlak. Sumber: MDP . Uraian Struktur Fondasi Perbaikan tanah dasar dapat berupa stabilassi semen atau material timbunan pilihan . esuai persyaratan Spesifikasi Umum. Devisi 3 Ae Pekerjaan Tana. emadatan lapisan O 200 mm tebal Lapis penopang Atau lapis penopang dan geogrid Lapis penopang berbutir Beban Lalu lintas pada Jalur Rencana dengan Umur Rencana 40 tahun . uta ESA. Tebal Minimum Perbaikan Tanah Dasar . Tidak diperlukan perbaikan Tabel 9. Desain Fondasi Jalan Minimum CBR Tanah Dasar (%) Kelas Kekuatan Tanah Dasar SG5 SG4 SG3 SG2,5 Uraian Struktur Fondasi Perbaikan tanah dengan material timbunan pilihan (CBR Ou 10%) Kekuatan tanah dasar < 2,5% atau tanah lunak Tanah ekspansif Beban Lalu lintas pada Jalur Rencana dengan Umur Rencana 40 tahun . uta ESA. <10 >10 Tebal Minimum Perbaikan Tanah Dasar . Untuk tebal tanah lunak > 1 m harus ditangani dengan penanganan geoteknik, sedangkan untuk ketebalan O 1 m dapat diganti tanah timbunan dengan tebal minimum yang sama dengan ketentuan dan berlaku untuk tanah SG2,5 Bagan Desain ini. Penanganan sesuai dengan kajian geoteknik terhadap besaran potensi pemuaian dengan ketebalan penutup tidak kurang dari 600 mm berupa material dengan potensi pemuaian tidak lebih besar dari 1,5%. Di atas lapis penutup tersebut harus ditambahkan lapis perbaikan SG2,5. Sumber: MDP . SYARIPIN/PERENCANAAN A. /1351 - 1357 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Berdasarkan nilai CBR tanah dasar di daerah Cianjur sebesar 5%. MDP 2017 merekomendasikan perbaikan tanah dasar sebesar 100 mm, sedangkan MDP 2024 merekomendasikan 200 mm Timbunan Pilihan Penambahan Timbunan Pilihan 200 mm pada MDP 2024 merupakan upaya untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar. Sesuai pedoman MDP 2024 (Tabel . , perbaikan tanah dasar untuk CBR 5% dengan timbunan pilihan 200 mm ditujukan untuk mencapai CBR minimum Peningkatan CBR tanah dasar dari 5% menjadi 10% ini krusial untuk mencegah kegagalan dini pada struktur perkerasan akibat lendutan berlebih Menentukan struktur perkerasan Pada penentuan struktur perkerasan melihat dari beban rencana dalam 20 tahun yaitu 37. Penentuan desain struktur perkerasan ditunjukan pada Tabel 10 dan Tabel 11. Tabel 10. Desain Perkerasan Lentur dengan 150 mm Cement Treated Base (CTB) Beban rencana 20 Untuk beban rencana < 10 juta ESA5 >10-30 AC-WC AC-BC AC Base CTB Fondasi Agregat Kelas A Untuk beban rencana Ou 10 juta ESA5 >30-50 >50-100 Tebal Perkerasan . >100-200 >200-500 Sumber: MDP . Tabel 11. Desain Perkerasan Lentur dengan 150 mm Cement Treated Base (CTB) Beban rencana 20 AC-WC AC-BC AC Base CTB Lapis Fondasi Agregat Kelas A Timpunan Pilihan Berbutir Kasar atau LFA Kelas C atau Stabilisasi Semen Untuk beban rencana < 30 juta ESA5 Untuk beban rencana Ou 30 juta ESA5 direkomendasikan menggunakan menggunakan Aspal Pen 60-70 Aspal PG70 >1-6 >6-10 >10-20 >20-30 >30-40 >40-50 >50-80 >80-100 >100-150 >150-200 Tebal Perkerasan . Sumber: MDP . Berdasarkan Tabel 10. dan Tabel 11. hasil ESA5 dalam 20 tahun adalah 37. 632 dan nilai tersebut masuk ke dalam rentang >30-50 (MDP 2. dan >30-40 (MDP 2. Sehingga, diperoleh ketebalan lapisan yang ditunjukkan pada Tabel 12. Tabel 12. Hasil Desain Struktur Perkerasan Tebal . Struktur Perkerasan MDP 2017 MDP 2024 AC Ae WC AC Ae BC AC Base Cement Treated Base (CTB Lapis Fondasi Agregat Kelas Lapis Fondasi Agregat Kelas Timbunan Pilihan Sumber: Hasil Perhitungan . SYARIPIN/PERENCANAAN A. /1351 - 1357 KESIMPULAN Berdasarkan perbandingan hasil perencanaan struktur perkerasan menggunakan MDP 2017 dan MDP 2024, diperoleh beberapa temuan penting: Lapisan aspal (AC-WC dan AC-BC) tidak mengalami perubahan tebal, yaitu 40 mm untuk AC-WC dan 60 mm untuk AC-BC. Hal ini menunjukkan konsistensi dalam kebutuhan lapis permukaan dan lapis pengikat AC Base mengalami penurunan signifikan, dari 100 mm pada MDP 2017 menjadi 90 mm pada MDP 2024. Hal ini mencerminkan adanya optimasi desain pada MDP 2024 yang lebih efisien dalam penggunaan material beraspal. Cement Treated Base (CTB) tidak mengalami perubahan tebal atau sama dengan MDP 2017 dengan MDP 2024 dengan ketebalan 150 mm. Lapis Fondasi Agregat Kelas A tidak mengalami perubahan, baik MDP 2017 maupun MDP 2024, sebesar 150 mm. Lapis Fondasi Agregat Kelas B pada MDP 2017 tidak digunakan sedangkan pada MDP 2024 digunakan dengan ketebalan 150 mm. Diharapkan Lapis Fondasi Agregat Kelas B dapat menjadi lapis drainase. AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 Timbunan pilihan pada MDP 2017 tidak digunakan sedangkan pada MDP 2024 digunakan dengan ketebalan 200 mm karena tanah asli mempunyai nilai CBR <6%. Penggunaan timbunan pilihan diharapkan dapat meningkatkan stabilitas tanah dasar. Ucapan Terima Kasih Penulis menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atas ketersediaan data teknis, serta kepada Badan Pusat Statistik Kabupaten Cianjur atas penyediaan data pendukung yang digunakan dalam penelitian ini. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Prodi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Jember yang telah memberikan dukungan fasilitas penelitian. Tidak lupa, penulis menghargai bantuan dan masukan dari rekan sejawat yang berkontribusi dalam penyusunan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA