Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN JOB RELEVANT INFORMATION TERHADAP KINERJA PEGAWAI Sarmini1 Diana Titik Windayati2 Ely Kurniawati3 Laily Fitriana4 1,2,4 Program Studi Manajemen. Universitas Batam 3 Program Studi Akuntansi. Universitas Batam sarmini@univbatam. Abstract The performance of a government agency is greatly influenced by the performance of its employees within the agency. Therefore, to optimize their performance, it is necessary to conduct an in-depth study of the factors that may affect it. Among the factors suspected to influence employee performance are budget participation and job-relevant However, previous studies have presented varying findings regarding the influence of these two variables on employee performance. Therefore, this study aims to fill this gap by examining whether budget participation and job- relevant information have an effect on employee performance. This study was conducted using a survey method with a quantitative approach. The sample consisted of 32 employees of a government agency in the Riau Islands, selected through random sampling. The instruments used in this study included scales for budget participation, job-relevant information, and employee performance, all of which were validated and proven reliable. Based on the results of multiple linear regression tests, it was found that budget participation and job-relevant information simultaneously influence employee Partially, budget participation was found to significantly affect employee performance, while job-relevant information did not have a significant impact. Therefore, to improve employee performance, managers can equip their employees with job-relevant information to enhance their performance. Keywords : Budgete Participation. Job Relevant Information. Employee Performance Abstrak Kinerja suatu instansi pemerintah sangat dipengaruhi oleh kinerja pegawainya di dalam instansi tersebut. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan kinerja mereka, perlu dilakukan studi mendalam tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. Di antara faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kinerja pegawai adalah partisipasi anggaran dan informasi yang relevan dengan pekerjaan. Namun, penelitian sebelumnya telah menyajikan temuan yang beragam mengenai pengaruh kedua variabel ini terhadap kinerja pegawai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesOON tersebut dengan meneliti apakah partisipasi anggaran dan informasi yang relevan dengan pekerjaan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 32 pegawai instansi pemerintah di Kepulauan Riau, yang dipilih melalui pengambilan sampel acak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi skala untuk partisipasi anggaran, informasi yang relevan dengan pekerjaan, dan kinerja pegawai. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 yang semuanya telah divalidasi dan terbukti reliabel. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, ditemukan bahwa partisipasi anggaran dan informasi yang relevan dengan pekerjaan secara simultan mempengaruhi kinerja pegawai. Secara parsial, partisipasi anggaran ditemukan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan informasi yang relevan dengan pekerjaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja karyawan, manajer dapat membekali karyawan mereka dengan informasi yang relevan dengan pekerjaan untuk meningkatkan kinerja Kata kunci : Partisipasi Penyusunan Anggaran. Job Relevant Information. Kinerja Pegawai PENDAHULUAN Kinerja suatu instansi sangat dipengaruhi oleh kinerja para pegawai di instansi Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan instansi, maka diperlukan pegawai yang memenuhi persyaratan dan mampu menjalankan tugas-tugas yang diberikan secara Oleh karena itu, dalam upaya pencapaian tujuan instansi diperlukan partisipasi aktif dari seluruh pegawai. Sari & Palupi . menjelaskan bahwa partisipasi dapat membangun komunikasi yang baik, interaksi antar pegawai, dan terjalinnya kerjasama dalam tim. Hal ini selanjutnya dapat meningkatkan kinerja instansi secara keseluruhan. Di antara bentuk partisipasi pegawai sebagai upaya mencapai tujuan adalah partisipasi dalam menyusun anggaran. Pada dasarnya, proses penyusunan anggaran di suatu instansi dapat berlaku top-down ataupun bottom-up (Ginting, 2. Proses penyusunan anggaran secara bottom-up seringkali disebut sebagai proses menyusun anggaran partisipatif. Proses menysun anggaran secara partisipatif dapat diartikan sebagai proses menyusun anggaran dengan keikutsertaan para pegawai maupun manajemen di berbagai jenjang pada suatu instansi (Ginting, 2018. Tambunan, 2. Proses penyusunan anggaran partisipatif ini memungkinkan para pegawai untuk memberikan masukan pada proses penganggaran. Amrul et al. menjelaskan bahwa partisipasi menyusun anggaran dapat dijelaskan sebagai bentuk keterlibatan bawahan/pelaksana kegiatan dalam proses dan aktivitas menyusun anggaran serta ikut serta dalam mempertanggungjawabkannya untuk mencapai target ataupun tujuan yang sudah dicanangkan. Bentuk partisipasi ini akan memicu pegawai-pegawai di instansi tersebut untuk lebih memiliki rasa tanggung jawab untuk menggapai sasaran yang telah Implikasinya, hal ini akan memacu para pegawai dalam memperkuat Dalam meningkatkan kinerja pegawai. Laswitarni & Gunastru . menjelaskan bahwa upaya yang dapat dilakukan di antaranya melalui fasilitasi job relevant information yang dapat memberikan perkiraan akurat tentang lingkungan pekerjaan dalam rangka memilih rangkaian tindakan yang efektif dan terbaik. Lebih lanjut. Laswitarni & Gunastru . dan Umayah . menekankan bahwa job relevant information ini dapat memfasilitasi pegawai dalam membuat keputusan dan mendorong semangat kerja pegawai untuk lebih keras berusaha dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Jika dalam sebuah organisasi terdapat job relevant information, maka pegawaipegawai yang ikut serta atau berpartisipasi menyusun anggaran dapat melakukan penyusunan sasaran anggaran secara ideal (Saraswati & Aisyah, 2. Melalui fasilitasi job relevant information, para manajer dan pegawai akan berusaha mencapai goals yang telah dicanangkan organisasi. Hal ini dikarenakan mereka dibekali berbagai informasi tentang apa yang harus mereka lakukan agar secara efektif dan efisien dapat menggapai Peningkatan kinerja pegawai akan menjadi implikasi baik secara langsung maupun tidak langsung atas upaya pencapaian target dan sasaran anggaran tersebut. Terkait dampak partisipasi pegawai dalam menyusun anggaran atas kinerja mereka, beberapa riset sebelumnya ditemukan fakta partisipasi dalam penyusunan suatu anggaran secara positif memengaruhi kinerja (Annisa et al. , 2022. Bumulo et al. , 2018. Kusumawardhany, 2018. Putra et al. , 2022. Safitri & Asyik, 2022. Triseptya et al. , 2. Temuan sebaliknya ditunjukkan oleh hasil penelitian Sari & Palupi . yang memaparkan tentang partisipasi penyusunan terhadap anggaran justru memberikan efek negatif pada kinerja. Sementara itu, simpulan Ermawati . dan Nengsy . memperlihatkan pertisipasi dalam penyusunan anggaran tidak memberikan efek atas Hasil yang beragam tersebut mendorong penelitian lebih lanjut terkait ada tidaknya dampak atau efek partisipasi dalam menyusun anggaran atas kinerja pegawai. Lebih lanjut, temuan beragam juga ditemukan terkait efek job relevant information atas kinerja pegawai. Temuan kajian Afandi et al. Fazarila et al. , dan Nengsy . menyajikan temuan bahwa job relevant information memberikan pengaruh atas kinerja. Sebaliknya, job relevant information dinyatakan tidak memberikan efek atas kinerja pada hasil penelitian Amrul et al. Hasil yang tidak konsisten pada temuan-temuan hasil dari penelitian yang terdahulu tentang efek partisipasi dalam menyusun anggaran dan job relevant information atas kinerja pegawai menjadi gap pada riset ini. Oleh sebab itu, mengisi kesenjangan berbagai temuan riset tersebut dengan mengkaji lebih lanjut efek partisipasi pegawai dalam menyusun anggaran dan job relevant information atas kinerja mereka menjadi maksud dan tujuan penelitian ini. TINJAUAN LITERATUR DAN HIPOTESIS Partisipasi Penyusunan Anggaran Mardiasmo . menyatakan anggaran ialah kinerja yang diukur secara finansial yang diperoleh oleh suatu organisasi dalam suatu periode. Sementara, dalam PP No 71 TA 2010 dijelaskan bahwa anggaran yaitu suatu pedoman yang dimiliki pemerintah dalam menjalankan pemerintahan, yang terdiri dari perencanaan pendapatan, pelaksanaan anggaran . , transfer atau hibah, atau berupa pembiayaan yang dihitung dalam rupiah, yang susunannya telah dikelompokkan secara sistematis untuk suatu periode tertentu (Safitri & Asyik, 2. Oleh karena itu, anggaran merupakan suatu acuan kerja sehingga dalam menyusunnya perlu organisasi yang baik dan kesesuaian pendekatan. Standar anggaran dapat meningkatkan kinerja pada semua tingkatan pagawai dalam organisasi. Terdapat beberapa pendekatan dalam penyusunan Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 anggaran, antara lain top down dan bottom up atau partisipatif (Ginting, 2018. Saraswati & Aisyah, 2. Dahulu penyusunan anggaran menggunakan sistem top down, yaitu perencanaan maupun besaran anggaran telah diketok palu oleh pemegang kuasa anggaran atau atasan di instansi. Implikasinya para pelaksana atau bawahan hanya dapat menjalankan segala sesuatu yang telah disusun. Dalam penerapannya, para atasan seringkali kurang memahami berbagai potensi dan hambatan yang dihadapi oleh para pelaksana program dalam melaksanakan anggaran. Selain itu, bawahan/pelaksana kinerja juga kurang maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya karena sasaran yang telah ditetapkan terlalu menekan dibanding jumlah SDM yang tersedia. Sebagai akibatnya, sektor publik mulai beralih dan menerapkan sistem partisipasi atau bottom up dalam penyusunan anggaran, di mana bawahan/pelaksana mulai dilibatkan dalam penyusunan anggaran (Yani, 2. Menurut Tambunan . , partisipasi merupakan terlibatnya emosi dan juga mental pegawai pada suatu kelompok tertentu yang menggerakkan mereka agar ikut serta mencapai tujuan bersama dan turut serta bertanggungjawab dalam hal tersebut. Selanjutnya. Amrul et al. mendefinisikan partisipasi penyusnan suatu anggaran sebagai keterlibatan bawahan/pelaksana kegiatan dalam proses penyusunan anggaran serta ikut serta dalam mempertanggungjawabkannya untuk mencapai target ataupun tujuan yang sudah dicanangkan. Melalui partisipasi ini akan memacu dan memicu para pegawai agar lebih memiliki rasa tanggung jawab dalam upaya menggapai berbagai sasaran yang sudah disepakati. Implikasinya hal ini akan memacu dan memicu para pegawai dalam mengintensifkan kinerjanya. Job Relevant Information Informasi merupakan olahan data yang mengandung arti yang memiliki manfaat dalam mengambil keputusan untuk sekarang maupun waktu yang akan datang, informasi pun bisa dimaknai atas data yang telah dikelompokkan ataupun diolah atau penjelasan yang dapat digunakan dalam mengambil suatu keputusan (Tambunan, 2. Kren . menerangkan bahwa job relevant information adalah suatu informasi yang membantu seseorang untuk membuat keputusan yang bersinggungan atas tugas dan fungsinya (Nengsy, 2. Nengsy . menambahkan, tersedianya informasi tersebut akan memudahkan pengambilan keputusan yang optimal terkait dengan jabatan sehingga membantu mencapai tujuan sesuai dengan yang direncanakan. Kinerja dapat diperbaiki dengan memiliki job relevant Information karena informasi-informasi tersebut dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam memprediksi lingkungan secara lebih tepat dengan pemilihan kebijakan yang berkualitas (Amrul et al. , 2. Kinerja Pegawai Kinerja merupakan tercapainya sasaran, tujuan organisasi, serta visi dan misi organisasi yang digambarkan dalam pencapaian target suatu program atau kegiatan (Nengsy, 2. Sementara. Nabawi . menjabarkan kinerja sebagai bentuk bentuk Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 deskripsi atas derajat ketercapaian yang diukur secara kualitas yang diraih oleh pegawai berkaitan dengan tugasnya berdasarkan tanggungjawab yang diterimanya dalam kurun waktu tertentu. Pendapat lain menerangkan bahwa kinerja pegawai adalah sebuah sistem yang digunakan guna mengakomodasi para atasan untuk memberikan asesmen pencapaian target suatu program atau sasaran dengan alat ukur berupa finansial ataupun non finansial (Julyarsyah, 2. Menurut Amrul et al. terdapat ada beragam faktor yang terkait dan dapat memberikan efek atas kinerja di antaranya yaitu faktor individu, kepemimpinan, sistem dan, situasi. Di antara faktor tersebut diduga yang turut mempengaruhi kinerja pegawai adalah partisipasi dalam menyusun anggaran serta job relevant information. Secara konseptual, hubungan antara dua variable berikut dapat dijelaskan pada Gambar 1 Partisipasi Penyusunan Anggaran Kinerja Pegawai Job Relevant Information Gambar 1. Kerangka Konseptual Dengan mengacu uraian dan kerangka konseptual yang sudah disajikan dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut. H1a: Terdapat pengaruh secara simultan partisipasi penyusunan anggaran dan job relevant information terhadap kinerja pegawai. H1b: Terdapat pengaruh secara parsial partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja H1c: Terdapat pengaruh secara parsial job relevant information terhadap kinerja METODE PENELITIAN Riset ini merupakan suatu penelitian survei yang dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif. Menjadi variabel bebas pada studi ini merupakan partisipasi penyusunan anggaran dan job relevant information. Sementara, variabel terikat pada studi ini adalah kinerja pegawai. Sampel penelitian ini adalah 32 pegawai di sebuah badan pemerintah di Provinsi Kepulauan Riau yang dipilih secara random sampling dari para pegawai yang terlibat dalam proses menyusun anggaran di instansi tersebut. Instrumen yang digunakan pada riset ini adalah skala partisipasi penyusunan anggaran, job relevant information, serta kinerja pegawai. Instrumen-instrumen tersebut dikembangkan dengan mengadaptasi indikator yang dikembangkan oleh Julyarsyah . Skala-skala tersebut digunakan setelah sebelumnya diuji validitas dan Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Untuk melakukan uji validitasi dilakukan uji korelasi product moment dengan bantuan SPSS pada data skor ketiga variabel tersebut. Tabel 1. Hasil Uji Validitas Skala Partisipasi Penyusunan Anggaran Item 0,789 0,000 0,822 0,000 0,754 0,000 0,05 0,789 0,000 0,811 0,000 0,843 0,000 Sumber: Data Primer yang Diolah, 2025 Berdasarkan data Tabel 1, tampak bahwa seluruh skor signifikansi dari setiap item skala partisipasi penyusunan anggaran telah kurang dari nilai yu = 0,05. Oleh sebab itu, keseluruhan butir pernyataan pada skala partisipasi pegawai dalam menyusun anggaran terbukti valid. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Skala Job Relevant Information Item 0,894 0,000 0,890 0,000 0,05 0,896 0,000 0,769 0,000 Sumber: Data Primer yang Diolah, 2025 Sementara itu, mengacu data pada Tabel 2, tampak bahwa semua skor signifikansi dari setiap item skala job relevant information telah kurang dari nilai yu = 0,05. Oleh sebab itu, keseluruhan butir pernyataan pada skala job relevant information terbukti valid. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Skala Kinerja Pegawai Item 0,717 0,000 0,804 0,000 0,05 0,773 0,000 0,648 0,000 Sumber: Data Primer yang Diolah, 2025 Selanjutnya, data pada Tabel 3 memberikan informasi bahwa semua skor signifikansi dari setiap item skala kinerja pegawaitelah kurang dari nilai yu = 0,05. Oleh sebab itu, keseluruhan butir pernyataan pada skala kinerja pegawai juga terbukti valid. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Tabel 4. Hasil Uji Validitas Reliabilitas Skala Partisipasi Penyusunan Anggaran Job Relevant Information Kinerja Pegawai CronbachAos Alpha 0,887 0,804 0,885 Sumber: Data Primer yang Diolah, 2025 Untuk melakukan pengujian reliabilitas dilakukan dengan uji Cronbach alpha dengan bantuan SPSS. Tabel 4 menyajikan informasi bahwa nilai cronbach alpha skala partisipasi penyusunan anggaran adalah 0,887 . angat tingg. , skala job relevant information adalah 0,885 . angat tingg. , dan nilai reliabilitas skala kinerja pegawai adalah 0,701 . (Arikunto, 2. Ketiga nilai cronbach alpha tersebut telah berada di atas 0,6 sehingga ketiga alat ukur tersebut terbukti reliabel dan layak dipakai dalam riset ini. Analisis pada data ini yaitu menggunakan uji regresi linear berganda. Analisis tersebut dilakukan setelah sebelumnya dilakukan uji asumsi klasik. Dalam pelaksanaannya, proses pengujian statistika tersebut dibantu dengan software SPSS versi HASIL DAN PEMBAHASAN Sasaran studi ini yaitu guna menganalisis ada tidaknya efek partisipasi dalam menyusun anggaran dan job relevant information atas kinerja pegawai. Dengan mengacu hasil dari analisis yang sudah dikerjakan. Tabel 5 berikut menyajikan statistik deskriptif partisipasi dalam menyusun anggaran, job relevant information, serta kinerja pegawai. Tabel 5. Statistika Deskriptif Variabel Kinerja Pegawai Partisipasi Penyusunan Anggaran Job Relevant Information Rata-Rata 13,22 Skor Ideal Simpangan Baku 1,84 17,97 3,73 13,13 1,91 Sumber: Data Primer yang Diolah, 2025 Tabel 5 menginformasikan data statistika dekriptif partisipasi penyusunan anggaran, job relevant information, serta kinerja pegawai. Secara rata-rata skor kinerja pegawai adalah 82,6% dari skor ideal. Skor ini jika mengacu pada kriteria yang diberikan Azwar . tergolong tinggi. Oleh karena itu, berdasarkan data ini diketahui bahwa kinerja pegaai tergolong pada level tinggi. Selanjutnya, partisipasi penyusunan anggaran berdasarkan data didapatkan rata-rata sebesar 74,9% dari skor ideal. Berdasarkan kriteria penjenjangan yang diberikan Azwar . skor ini tergolong pada level tinggi. Maka dari itu, tingkat partisipasi penyusunan anggaran juga tergolong tinggi. Sementara itu. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 pada variabel job relevant information, skor rata-rata adalah 82,1% dari skor ideal. Mengacu kriteria yang sama, maka dapat diperoleh informasi bahwa tingkat job relevant information pada penelitian ini juga tergolong tinggi. Untuk mencapai tujuan penelitian, maka harus dilakukan uji statistika inferensial berupa analisis regresi linear berganda. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, sebelum dilakukan pengujian tersebut perlu melakukan uji asumsi klasik. Pengujian asumsi klasik dilakukan guna melakukan uji regresi linear berganda di antaranya merupakan uji normalitas residual, uji heteroskedastisitas, dan uji multikolinearitas. Gambar 2. Hasil Uji Normalitas Residual Sumber: Data Primer yang Diolah, 2025 Gambar 2 menyajikan hasil pengujian normalitas residual. Data residual dinyatakan memenuhi distribusi normal apabila titik- titik pada Normal P-P Plot menyebar mendekati garis lurus. Berdasarkan hasil pengujian pada Gambar 2 tersebut, tampak titik-titik menyebar yang mendekati garis lurus. Oleh sebab itu, asumsi normalitas residu terpenuhi. Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data Primer yang Diolah, 2025 Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Syarat lain yang harus dipenuhi pada model regresi yang dikatakan baik yaitu tidak terjadi heteroskedastisitas. Hal tersebut penting agar tidak terjadi keraguan pada hasil analisis regresi yang dilakukan. Pengujian heteroskedastisitas ini salah satunya dapat dilaksanakan dengan mengamati pola gambar dalam scatterplot. Tidak terjadinya heteroskedastitas pada model regresi dapat diindetifikasi melalui titik-titik yang menyebar di atas, di bawah, atau di sekitar nol serta tidak menunjukkan adanya suatu pola tertentu. Hasil pada Gambar 3 menunjukkan hal tersebut. Oleh sebab itu, model regresi yang dipergumakan dalam studi ini dinyatakan bebas dari heteroskedastisitas. Asumsi terakhir yang harus terpenuhi pada model regresi yang dinyatakan baik yaitu tidak terjadinya multikolinearitas. Tujuan analisis ini yaitu untuk mengkaji apakah ada korelasi antar variabel bebas maupun variabel terikat. Model regresi yang dikatakan baik idealnya tidak ditemukan korelasi antara variabel bebas atau tidak terjadinya gejala Ada maupun tidaknya gejala multikolinearitas ini dapat diidentifikasi didasarkan oleh nilai tolerance serta nilai variance inflation factor (VIF) pada pengujian SPSS. Suatu model regresi dinyatakan terbebas atas gejala multikolinearitas apabila berdasarkan pengujian nilai tolerance lebih dari 0,10 serta nilai VIF menghasilkan nilai kurang dari 10. Menurut hasil uji pada Tabel 8 terlihat bahwa nilai tolerance yaitu sebesar 627 serta nilai VIF yaitu sebesar 1,596 memenuhi kriteria tersebut. Oleh sebab itu, model regresi pada kajian ini bebas dari gejala multikolinearitas. Karena model regresi dalam penelitian ini telah memenuhi asumsi normal serta bebas dari gejala heteroskedastisitas dan multikolinearitas, maka model regresi dalam penelitian tersebut dapat diartikan merupakan bentuk regresi yang bernilai baik. Model Tabel 6. Hasil ANOVA Jumlah Kuadrat Rata-Rata F Kuadrat Regresi Residu Total Variabel Terikat: Kinerja Pegawai Prediktor: Konstanta. Job Relevant Information. Partisipasi Penyusunan Anggaran Sig. Sumber: Data Primer yang Diolah, 2025 Hasil dalam Tabel 6 menjelaskan bahwa secara simultan terdapat pengaruh partisipasi pada penyusunan anggaran serta job relevant information atas kinerja Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 yang kurang dari nilai yu = 0,05. Hasil tersebut mengisyaratkan bahwa keduanya bersamaan, partisipasi penyusunan anggaran serta job relevant information memiliki pengaruh yang positif dan akan meningkatkan kinerja pegawai. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi R Kuadrat Kesalahan Baku Disesuaikan Estimasi Prediktor: (Konstant. Job Relevant Information. Partisipasi Penyusunan Anggaran Dependent Variable: Kinerja Pegawai Model Kuadrat Sumber: Data Primer yang Diolah, 2025 Dengan mengacu data pada Tabel 8, model regresi yang dihasilkan dari penelitian ini adalah ycU = 3,888 0,127. 0,538. , dengan ycU1 adalah variabel partisipasi dalam menyusun anggaran dan ycU2 adalah variabel job relevant information. Lebih lanjut, hasil dari penelitian ini juga menemukan bahwa nilai ycI2 atau koefisien determinasi yaitu sebesar 0,551 (Tabel . Hal ini berarti bahwa 55,1% kinerja pegawai dipengaruhi oleh partisipasi pegawai dalam menyusun anggaran dan job relevant information, sementara sisanya merupakan hasil dari pengaruh variabel lain. Tabel 8. Hasil Uji-t Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Partisipasi Penyusunan Anggaran Job Relevant Information Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sig. Collinearity Statistics ToleVIF Sumber: Data Primer yang telah Diolah, 2025 Temuan berikutnya yaitu secara parsial partisipasi pegawai dalam merumuskan anggaran tidak memberikan efek atas kinerja mereka. Hal ini sebagaimana diisyaratkan oleh nilai signifikansi pada Tabel 8, yaitu sebesar 0,114 yang berarti lebih dari nilai yu = 0,05. Hal ini berlawanan dari temuan penelitian-penelitian terdahulu (Annisa et al. , 2022. Bumulo et al. , 2018. Kusumawardhany, 2018. Putra et al. , 2022. Safitri & Asyik, 2022. Triseptya et al. , 2. Nengsy. menjelaskan bahwa hal ini dapat terjadi karena partisipasi penyusunan anggaran yang kurang efektif yang mungkin dapat terjadi karena atasan yang terkadang cenderung mencanangkan anggaran berdasarkan keputusan yang diambil sendiri. Sementara itu, hasil berbeda ditunjukkan pada variabel job relevant Di mana berdasarkan hasil pada Tabel 8, variabel tersebut berpengaruh positif pada kinerja para pegawai. Hal ini sebagaimana ditampakkan oleh nilai yang signifikansi sebesar 0,001 yang kurang daripada nilai yu = 0,05. Temuan tersebut mendukung hasil penelitian Afandi et . Fazarila et al. dan Nengsy . Nengsy . menjelaskan bahwa pegawai yang dibekali dengan informasi tentang tugas yang menjadi tanggung jawabnya Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 akan mendorong mereka untuk berkinerja lebih baik. Hal ini dapat dimaknai bahwa dengan job relevant information yang lebih baik, akan semakin meninggikan pula kinerja para pegawai. Sebagaimana diuraikan sebelumnya, bahwa melalui job relevant information, para manajer dan pegawai akan berupaya menggapai target dan sasaran organisasi yang sudah dicanangkan karena mereka dibekali berbagai informasi tentang apa yang harus mereka lakukan agar secara efektif dan efisien dapat menggapai tujuan. Peningkatan kinerja pegawai akan menjadi implikasi baik secara langsung maupun tidak langsung atas upaya pencapaian target dan sasaran anggaran tersebut. Oleh sebab itu, dalam meningkatkan kinerja pegawainya, para manajer bisa membekali para pegawaianya melalui job relevant information untuk meningkatkan kinerja mereka. KESIMPULAN. KETERBATASAN DAN SARAN Maksud riset ini adalah untuk mengkaji ada tidaknya efek partisipasi pegawai dalam merumuskan anggaran serta job relevant information pada kinerja mereka. Berdasarkan temuan penelitian ini, ditemukan bahwa secara simultan terdapat pengaruh dari partisipasi penyusunan anggaran serta job relevant information pada kinerja Besar pengaruh kedua variabel terhadap kinerja pegawai yaitu 55,1%, sementara variabel-variabel lain memengaruhi sisanya. Temuan berikutnya merupakan partisipasi pegawai pada saat merumuskan anggaran tidak berpengaruh secara parsial pada kinerja mereka. Sementara, secara parsial job relevant information memiliki pengaruh yang positif pada kinerja para pegawai. Maka dari itu, untuk dapat manaikkan kinerja pegawainya, para manajer dapat membekali para pegawaianya dengan job relevant information untuk meningkatkan kinerja mereka. Selain itu, peneliti lebih lanjut dapat menggali lebih mendalam mengapa partisipasi pegawai dalam menyusun anggaran tidak berpengaruh terhadap kinerja mereka selain juga dapat menggali variabel lain yang dapat memengaruhi kinerja pegawai. DAFTAR PUSTAKA Afandi. Basalamah. , & Hasan. Pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB). Job Relevant Information (JRI). Dan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Karyawan PT. Perusahaan Listrik Negara Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Watampone. Journal of Accounting Finance (JAF), 2. , 144Ae Amrul. Wijayanto. , & Septiana. Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran Dengan Motivasi Kerja Dan Job Relevant Information Dalam Peningkatan Kinerja Manajerial. JBMA. Vi. , 89Ae112. Annisa. Ramadhan. , & Suardi. Pengaruh Partisipasi Anggaran Dan Akuntansi Pertanggungjawaban Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Bpkad Kota Palopo. Keunis, 10. , 13. https://doi. org/10. 32497/keunis. Arikunto. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revis. Bumi Aksara. Azwar. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya . nd ed. Pustaka