42 | Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 , pp 42-51 Rest Area di Perawang Habbib Arifnur1. Imbardi2. Sudarmin3 1,2,3 Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Jl. Yos Sudarso km. 8 Rumbai. Pekanbaru. Telp. Email: Arifnur515@gmail. com , imbardi@unilak. id, sudarmin@unilak. ABSTRAK Tempat istirahat atau dikenal secara lebih luas sebagai rest area adalah tempat beristirahat sejenak untuk melepaskan kelelahan, kejenuhan, ataupun ke toilet selama dalam perjalanan jarak jauh. Tempat istirahat ini banyak ditemukan di jalan tol ataupun dijalan nasional di mana para pengemudi jarak jauh Dijalan arteri primer juga banyak ditemukan restoran yang berfungsi sebagai tempat Restoran-restoran ini banyak digunakan oleh pengemudi truk jarak jauh ataupun bus antar kota untuk beristirahat. Dalam peraturan perundangan mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ada ketentuan yang menyebutkan bahwa setiap mengemudikan kendaraan selama 4 jam harus istirahat selama sekurang-kurangnya setengah jam, untuk melepaskan kelelahan, tidur sejenak ataupun untuk minum kopi, makan ataupun ke kamar kecil/toilet. Waktu kerja bagi Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum paling lama 8 . jam sehari, sehingga tempat istirahat juga digunakan untuk tempat pergantian pengemudi. Kata Kunci: Rest Area. Desain. Konsep Dasar Area Rest ABSTRACT A resting place or more widely known as a rest area is a place to take a break to release fatigue, boredom, or to the toilet during long distance travel. This rest area is found on many toll roads or on national roads where long-distance drivers rest. The primary arteries are also found in restaurants that function as a resting place. These restaurants are widely used by long-distance truck drivers or inter-city buses to rest. In the legislation concerning Road Traffic and Transportation there are provisions which state that each driving a vehicle for 4 hours must rest for at least half an hour, to release fatigue, take a nap or for coffee, meals or toilet. Working time for General Motor Vehicle Driver is 8 . hours a day, so that the resting place is also used for driver changeover. Key word: Rest Area. Design, concept area rest PENDAHULUAN Pembangunan pariwisata merupakan kegiatan dan usaha yang terkoordinasi untuk wisatawan nusantara maupun mancanegara yang berkunjung ke Provinsi Riau dari tahun prasarana dan sarana serta fasilitas yang ketahun selalu menunjukkan peningkatan. Namun ini semua tergantung dengan kondisi di Pertumbuhan dan perkembangan suatu daerah, semakin kondusif suatu daerah pariwisata di Provinsi Riau dewasa ini mengunjungi daerah tersebut akan semakin menjadi sektor ekonomi utama tidak saja di tinggi, namun sebaliknya jika kondisi daerah Provinsi tidak kondusif maka wisatawan akan enggan Riau Indonesia. Perkembangan kepariwisataan di Provinsi Riau menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hal Habbib Arifnur. Rest Area di Perawang untuk berkunjung ke daerah tersebut. Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 ,pp 42-51 | 43 Tujuan utama pengembangan industri di harapkan mampu mewadahi pegunjung dari pariwisata adalah untuk menggaet penerimaan transportasi darat maupun air yang ingin devisa dari pengeluaran wisatawan yang mengunjungi suatu negara. Kalau devisa hasil pengunjung yang datang dari luar kota ekspor diperoleh dari penjualan barang-barang Perawang. Rest Area dapat berfungsi tempat di luar negeri, namun di sektor pariwisata istirahat sejenak dan berekrasi Dengan devisa diperoleh dari pengeluaran wisatawan yang mengunjungi suatu negara. METODE PENELITIAN Metode mendapatkan data-data yang terkait dengan perancangandanAuRest Area PerawangAy ini adalah sebagai berikut: Sekarang rest area telah berubah menjadi life style. Rest area yang tadinya hanya berfungsi untuk melepaskan kepenatan kala mengemudi telah berubah fungsi tidak hanya untuk melepas kantuk, tapi sudah berubah Studi Literatur menjadi tempat belanja, cuci mata, dan sekedar Studi perpustakaan dengan menelaah buku- untuk makan malam. Bagi pengunjung kota buku atau artikel yang berkaitan dengan data Perawang begitu juga halnya. Rest Area yang di butuhkan. merupakan tempat relaks sejenak setelah lelah Survey Banding Yaitu berinteraksi sesama teman dan keluarga. referensi terkait dengan Rest Area. Melakukan peninjauan tempat Ae tempat sejenis dengan Rest kebanyakan berada di jalan tol terutama pada Area baik secara langsung maupun tidak kota - kota besar di pulau Jawa sedangkan di langsung, seperti melalui internet, artikel, pulau Sumatra sampai saat ini belum terdapat majalah, dan sebagainya. Rest Area sebuah jalan tol termasuk di kota Perawang. Hotel yang merupakan tempat perisitirahatan di Perawang juga sudah banyak tetapi hotel atau tempat peristirahatan di tepian sungai Siak belum ada, pengunjung yang datang dari luar kota perawang untuk berwisata, bisnis, dagang, dan transit juga sangat ramai. Pengunjung yang membutuhkan tempat istirahat atau menginap. Jarak antar kebupaten atau kota yang jauh juga menginap beberapa hari sambil memulihkan kembali tenaganya untuk kembali kedaerahnya. Tidak hanya itu Rest Area di tepian sungai juga Habbib Arifnur. Rest Area di Perawang HASIL PENELITIAN Lokasi pada Tapak Rest Area Di Perawang Lokasi tapak berada di Jalan Pintas Pekanbaru-Perawang. Kecamatan Tualang Kota Perawang, di sekitar tapak terdapat bangunan pendukung seperti Pujisera/Cafe. Mini Market. SPBU. Thoilet. Musholla lokasi tapak luas 40. 500 m2 Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 , pp 42-51 Bangunan disekitar Tapak Gambar 1. Tapak Hotel Resort Wisata Kondisi Bangunan dan Lingkungan nya Gambar 4. Pemungkiman Warga Dari survei lapangan ada beberapa bangunan dan lingkungan yang memerlukan fasilitas pendukung baik itu dari segi fasilitasnya maupun sarana dan prasarananya. Sehingga perlu dirancang Rest Area Di Perawang. Akses Jalan yang ada disekitar Tapak Untuk aksessibilitas/pencapaian dari luar sangat baik karena hanya ada satu akses masuk yaitu jembatan maredan. Gambar 2. Akses Jalan Masuk Kondisi Dalam Tapak Gambar 5. Jembatan Maredan Aspek Manusia Analisa aspek manusia merupakan hal yang penting bagi seorang perancangan dalam merangcang sebuah bangunan ,karena manusia merupakan pengguna dari pada bangunan Diharapkan merancang sesuai dengan kriteria dan kebutuhan manusai sebagai Faktor manusia sangat penting di perhatikan saat mendesain sebuah bangunan, hal ini sangat berpengaruh terhadap ruang-ruang yang akan kita butuhkan. Pada faktor manusia ini terdapat 3 aspek yang sangat penting, yaitu : Pelaku Kegiatan Aktivitas Pelaku Kebutuhan Rua. Analisa Pelaku Kegiatan Pelaku kegiatan yang ada pada bangunan AuRest Area Di PerawangAy adalah sebagai berikut Gambar 3. Suasana didalam Tapak Habbib Arifnur. Rest Area di Perawang Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 ,pp 42-51 Pengelola Rest Area | 45 Analisa Tapak Lokasi Tapak Rest Area Di Perawang berada di Kecamatan Tualang Kota Perawang berada di jalan Pintas Pekanbaru-Perawang. Skema 1. Alur kegiatan Hotel Resort Pengunjung Wisata Gambar 6. Analisa Tapak Dimensi Tapak Skema 2. Alur kegiatan pengujung wisata Skema organisasi ruang makro Service Fasilitas Gambar 7 : Dimensi Tapak Batas-Batas Dimensi Tapak Open Fasilitas Skema 3. pola ruang makro Fasilitas servis Gambar 8. Batas-Batas Tapak Skema 4. pola ruang mikro servis Habbib Arifnur. Rest Area di Perawang 46 | Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 , pp 42-51 Tapak Exsiting Analisa Orientasi Matahari Dari analisa orientasi matahari terhadap tapak bahwasanya pengelompokan kegiatan-kegiatan yang nyaman terhadap kondisi tapak ialah berorientasi ke Timur karena mempertimbangkan bukaan terhadap sinar matahari pagi Analisa dari luar kedalam tapak Pada gambar berikut merupakan suasana atau Gambar 11. Orientasi matahari Analisa Pencapaian dan Sirkulasi pendangan yang diambil dari view luar kedalam Gambar 9. Dari luar kedalam tapak Gambar 12. Pencapaian Analisa Kondisi Tanah Potensi Perencanaan Rest Area Di Perawang dapat menjadi salah satu tempat Peristirahatan dan Rekreasi yang dapat dikunjungi dari luar kota Oleh karena lokasi terpilih berada di jalan pintas pekanbaru-perawang dibawah jembatan maredan . Kondisi tanah pada tapak yaitu:tanah pasir bulan. Jalan menuju lokasi dilalui oleh kendaraan pribadi, bus, fuso, pick up dan kendaraan roda 2. Kendala Kemungkinan diakibatkan di atas jembatan maredan disebabkan karena ada penjualan dan orang istirahat di atas jembatan maka diatasi dengan pembuatan rest area dibawah jembatan. Intensitas kendaraan di perkirakan meningkat pada saat liburan dan hari-hari besar. Solusi Perluasan area sirkulasi kendaraan menuju tapak agar tidak terjadi kemacetan dijembatan maredan akibat antrian kendaraan keluar-masuk tapak. Gambar 10. Kondisi Tanah Habbib Arifnur. Rest Area di Perawang Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 ,pp 42-51 | 47 Analisis Kebisingan Analisa Pemikiran Zoning Bangunan Gambar 15. Analisa pemikiran Gambar 13. Analisa view dan kebisingan Kebisingan Pada lokasi ini sumber kebisingan paling tinggi berada di jembatan maredan Hal ini dikarenakan karena jalan tersebut merupan jalan Utama yang banyak dilalui oleh kendaraan. Untuk mengurangi kebisingan akibat kendaraan besar, sebagai solusi desain dari halini maka di lakukan: mempertahankan pohon dan tanaman peredu sebagai buffer hidup yang dapat mengurangi tingkat kebisingan sekaligus polusi udara. Zoning ruang yang sensitif terhadap kebisingan di jahukan dari sumber Penzoning Tapak Konsep zoning pada tapak berdasarkan pada Fungsi Masing-masing. Alur pembagian pengorganisir zoning utama menghadapi sungai siak perawang dan jembatan maredan menjadi lebih jelas. Analisa Regulasi Adapun regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah mengenai aturan antara lain : Kota pekanbaru berdasarkan RUTR . pengembangan, yaitu: Wilayah Pengembangan (WP Ae I) terdiri dari kecamatan Tualng Kota. Perawang. Analisa topik dan tema Topik : Waterfront Tema : Pendekatan Rancangan Terhadap Arsitektur Ekologi Analisis Rest Area Di Perawang berdasarkan tema yaitu pendekatan rancangan terhadap arsitektur ekologi. Adapun Prinsif-prinsif Arsitektur Kontemporer itu sendi sebagai berikut : Konsep bangunan terbagi 3 yaitu : Flutuation Prinsip fluktuasi menyatakan bahwa bangunan Gambar 14. membedakan budaya dan hubungan proses Bangunan seharusnya mencerminkan hubungan proses alami yang terjadi di lokasi dan lebih dari pada itu membiarkan suatu proses dianggap sebagai proses dan bukan sebagai Habbib Arifnur. Rest Area di Perawang 48 | Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 , pp 42-51 penyajian dari proses, lebihnya lagi akan berhasil dalam menghubungkan orang-orang dengan kenyataan pada lokasi tersebut. Stratification Prinsip Gambar 16. pondasi tiang panvan organisasi bangunan seharusnya muncul keluar dari interaksi perbedaan bagian-bagian dan Konsep Dasar Rest Area Di Perawang Konsep dasar AuRest Area Di PerawangAy ini tingkat-tingkat. Semacam berlandaskan pada tema Arsitektur Ekologir, membiarkan kompleksitas untuk diatur secara yaitu pendekatan terhadap arsitektur ekologi adalah keyakinan Sebuah konsep arsitektur Interdependence . aling ketergantunga. yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan Menyatakan bahwa hubungan antara bangunan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan dengan bagiannya adalah hubungan timbal lebih sehat, yang dilakukan dengan cara Peninjau . erancang dan pemaka. seperti memanfaatkan sumber energi dan sumber daya halnya lokasi tidak dapat dipisahkan dari bagian Arsitektur bangunan dan bagian-bagiannya berkelanjutan sepanjang umur bangunan. lingkungan ,dimana memanfaatkan potensi Eko arsitektur menonjolkan arsitektur yang berkualitas tinggi meskipun kualitas di bidang arsitektur sulit diukur dan ditentukan, takada garis batas yang jelas antara arsitektur yang bermutu tinggi dan arsitektur yang biasa Fenomena yang ada adalah kualitas arsitektur yang hanya memperhatikan bentuk dan konstruksi gedung dan cenderung kurang memperhatikan kualitas hidup dan keinginan pemakainya, padahal mereka adalah tokoh ekologi. ko-architectur. alam semaksimal mungkin. Eko arsitektur menonjolkan arsitektur yang berkualitas tinggi meskipun kualitas di bidang arsitektur sulit diukur dan ditentukan, takada garis batas yang jelas antara arsitektur yang bermutu tinggi dan arsitektur yang biasa saja. Fenomena yang ada memperhatikan bentuk dan konstruksi gedung dan cenderung kurang memperhatikan kualitas utama yang jelas. Konsep Zoning Tapak Analisa Struktur Struktur bangunan adalah bagian dari sebuah sistem bangunan untuk memikul beban secara aman dan efektif. Beban yang bekerja pada bangunan serta menyalurkannya ke tanah melalui pondasi. Analisis struktur pada Rest Area Di Perawang adalah sebagai berikut: Pondasi tiang panvan Habbib Arifnur. Rest Area di Perawang Konsep Penzoningan Pada Tapak Berdasarkan analisa ada 12 zoning perancang, penempatan zona-zona pada tapak di pertimbangkan berdasarkan Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 ,pp 42-51 | 49 masuk menuju kedalam tapak maupun ke luar tapak dan tidak menganggu aktifitas di luar Konsep kebisingan Konsep kebisingan pada tapak yaitu untuk menangani kebisingan mengunakan penerapan sistem vegetasi yang difungsikan sebagai peneduh dan menetralisir kebisingan dan sebagai penyerap udara. Gambar 17. Konsep zoning Tapak Dari jalan Limbungan tingkat kebisingan yang paling tinggi berada pada Nomor 1 dan Sedangkan tingkat kebisingan yang sedang yaitu berada pada Nomor 2 dikarenakan jalan menuju kedalam tapak cuma memilik 1 akses jalur masuk dan jalur keluar dari jembatan Gambar18. Konsep zoning kegiatan Konsep zoning pada tapak berdasarkan pada Fungsi Masing-masing. Alur pembagian pengorganisir zoning utama menjadi lebih jelas Gambar 21. Konsep kebisingan mengarakan kedepan sungai siak perawang. Konsep Vegetasi Konsep Sirkulasi Dalam konsep sirkulasi pada Rest Area Di Perawang ini di bagi menjadi 2 bagian yaitu : Ruang Luar Aktif adalah ruang luar yang menampung kegiatan manusia meliputi parkir dan sirkulasi kendaraan. adapun bentuk sirkulasi parkir yang digunakan ialah parkir sudut 45A/90A. Gambar 22. Konsep Vegetasi Jenis Vegetasi ada 3 sebagian berikut ini: Gambar 19. Konsep Sirkulasi parkir Konsep sirkulasi parkir untuk kendaraan roda empat. Fuso, bus dan roda dua di pisah agar mempermudah aktifitas kendaraan untuk Habbib Arifnur. Rest Area di Perawang Vegetasi penghias Vegetasi peneduh Vegetasi pengarah 50 | Konsep Masa Bangunan Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 , pp 42-51 Hasil Perancangan Hotel Resort Wisata Konsep masa bangunan pada Rest Area Di Perawang ini lebih mendekatkan kepada proses atau tahapan - tahapan dalam program melalui pendekatan tampil dan bentuk mengikuti tapak pada bangunan. Gambar 25. Site Plan Hotel Resort Wisata Gambar 23. Konsep Masa Bangunan Konsep Gubahan Masa Bangunan Konsep gubahan masa bangunan yang diterapkan adalah bentuk yang disesuaikan dengan karakter tapak dengan pertimbangan pemanfaatan kontur, orientasi matahari, view danau, vegetasi disesuaikan dengan konsep dasar pembangunan . Gambar 24. Konsep Gubahan Masa Bangunan Habbib Arifnur. Rest Area di Perawang Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 ,pp 42-51 | 51 perawangAy ini adalah untuk dapat mewadahi kegiatan yang berkaitan dengan wisatawan sebagai tempat penginapan dan rekreasi hiburan untuk masyarakat kota perawang sendiri. DAFTAR PUSTAKA