Tamasya: Jurnal Pariwisata Indonesia Volume 2. Number 2. June 2025 E-ISSN: 3064-3260 . P-ISSN: 3064-3287 . Pg. DOI: https://doi. org/10. 62383/tamasya. Available online at : https://ejournal. id/index. php/Tamasya Pentingnya Memperkenalkan Budaya Sunda Terhadap Mahasiswa STIEPAR Yapari Bandung Muhammad Isya Fakhrurrozi Mahfudz Pariwisata. STIEPAR Yapari Bandung muhammadisyaf@gmail. Agil Naufal Dwi Andika Pariwisata. STIEPAR Yapari Bandung agilnaufal2005@gmail. Korespondensi penulis: muhammadisyaf@gmail. Abstract The purpose of introducing Sundanese culture, especially Sundanese language, to STIEPAR Yapari Bandung students is to increase awareness of local culture and identity. According to Meliani et al. , the use of local languages as a way to show love for the region can help strengthen the foundation of culture. This study uses a qualitative descriptive method to obtain in-depth data. The data collection method used in this study was a questionnaire, which was announced and filled out by STIEPAR Yapari Bandung Tourism students. By holding a special program in the STIEPAR Yapari Bandung curriculum, students get the first step in preserving local culture and building cultural identity among the younger generation. Keywords : Culture. Student. Sundanese Abstrak Tujuan dari memperkenalkan Budaya Sunda khususnya bahasa sunda kepada mahasiswa STIEPAR Yapari Bandung adalah untuk meningkatkan kesadaran akan budaya dan identitas lokal. Menurut Meliani et al. , penggunaan bahasa lokal sebagai cara untuk menunjukkan kecintaan terhadap daerah dapat membantu memperkuat pondasi budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendapatkan data yang mendalam. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, yang dibagikan dan diisi oleh mahasiswa Pariwisata STIEPAR Yapari Bandung. Dengan mengadakan program khusus dalam kurikulum STIEPAR Yapari Bandung, maka Mahasiswa mendapatkan langkah awal dalam melestarikan budaya lokal dan membangun identitas budaya di kalangan generasi muda. Kata kunci : Budaya. Mahasiswa. Bahasa Sunda LATAR BELAKANG Negara Indonesia dikenal sebagai negara multikultur karena di Indonesia terdapat berbagai macam bahasa. Menurut Parekh . , masyarakat multikultur adalah masyarakat yang berasal dari berbagai komunitas budaya dengan sedikit perbedaan dalam hal nilai, makna, dan bentuk organisasi, adat istiadat, kebiasaan, dan sosial sejarah. Maka dari itu, banyaknya perbedaan dapat membuat bahasa daerah musnah dan sudah jarang dilestarikan (Aljamaliah. , & Darmadi. Dengan dibuatnya artikel Received: April 16,2025. Revised: April 30,2025. Accepted: Mei 20, 2025. Online Available : May 30, 2025. E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. penelitian yang berjudul AuPentingnya Memperkenalkan Budaya Sunda terhadap Mahasiswa STIEPAR Yapari BandungAy bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya sunda khususnya bahasa sunda kepada mahasiswa STIEPAR Yapari Bandung baik yang berasal dari suku sunda maupun luar suku sunda, agar budaya sunda tetap lestari dan terjaga. Budaya adalah gaya hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Selain itu, menurut Nata (Setiawan, 2. , "budaya" berarti seluruh daya, cipta, rasa, dan karsa yang diciptakan oleh manusia. Budaya ini dapat berupa bangunan lengkap dengan seni, sastra, ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta aspek lainnya. Budaya dapat didefinisikan sebagai seni atau gaya hidup, menurut Sen & Hill dalam Nauvalia . Dengan demikian, pentingnya budaya ini dari perspektif akademik harus diajarkan kepada mahasiswa agar generasi penerus dapat memperkenalkan budaya Indonesia kepada khalayak umum dan melestarikan budaya Indonesia (Salsabila. , dkk. Artikel ini memiliki kesamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ferry Dinata. Firda Kristyani Avela. Rizka Rahmalia. Windy Ariyanti yang berjudul AuPengaruh Penggunaan Bahasa Sunda Terhadap Tingkat Pemahaman Mahasiswa Luar SundaAy. Artikel dari penelitian tersebut diterbitkan pada tahun 2024 oleh Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Kemudian, penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Bryan Hilton yang berjudul AuAkulturasi Mahasiswa Pendatang Di Kota Bandung . tudi deksriptif tentang alkulturasi mahasiswa pendatang di kota Bandung pada nilai-nilai budaya sundaAy diterbitkan pada tahun 2012 oleh Doctoral dissertation. Universitas Komputer Indonesia. Dua penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian yang saya lakukan, karena tujuan dari dua penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari budaya sunda khususnya bahasa sunda dalam lingkungan dan kehidupan sehari Ae hari. Tujuan dari memperkenalkan Budaya Sunda khususnya bahasa sunda kepada mahasiswa STIEPAR Yapari Bandung adalah untuk meningkatkan kesadaran akan budaya dan identitas lokal. Menurut Meliani et al. , penggunaan bahasa lokal sebagai cara untuk menunjukkan kecintaan terhadap daerah dapat membantu memperkuat pondasi budaya. Diharapkan dengan memperkenalkan Bahasa Sunda, mahasiswa tidak hanya akan belajar menggunakan dan memahami bahasa tersebut, tetapi juga akan belajar menghargai warisan budaya yang ada di sekitar mereka. TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNE 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. Peran dosen dalam mengajar Bahasa Sunda sangat penting. Hal ini sejalan dengan penelitian Prasetyo et al . yang menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa. Oleh karena itu, masuknya Bahasa Sunda ke dalam kurikulum STIEPAR Yapari Bandung sangat penting agar mahasiswa lebih memahami dan melestarikan budaya dan bahasa Sunda. Artikel ini bertujuan untuk menekankan pentingnya memperkenalkan bahasa Sunda kepada mahasiswa STIEPAR Yapari Bandung, karena ini merupakan langkah awal dalam melestarikan budaya lokal dan membangun identitas budaya di kalangan generasi muda. Salah satu komponen penting yang membentuk identitas budaya suatu masyarakat adalah bahasanya. Keanekaragaman bahasa daerah di Indonesia adalah bagian dari kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Bahasa Sunda adalah salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di Jawa Barat. Bahasa ibu adalah bahasa pertama yang dipelajari anak dan digunakan untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari (Dardjowidjojo, 2. Namun, seiring berjalannya waktu dan globalisasi, penggunaan bahasa daerah, termasuk Bahasa Sunda, mulai mengalami penurunan. Sebagian besar generasi muda tidak lagi menggunakan bahasa daerah sebagai alat komunikasi dengan teman sebaya, mulai berkurangnya penggunaan baju adat, dan kurangnya pengetahuan tentang kesenian tradisional. Seni dan budaya tradisional yang tidak berkembang karena tidak adanya regenerasi dari orang tua kepada anakanaknya (Intani, 2. Kesadaran akan pentingnya mempertahankan kebudayaan ini masih sangat minim dan dianggap sangat kuno (Nahak, 2. Fenomena ini juga terlihat di kalangan mahasiswa, terutama di STIEPAR Yapari Bandung, menggunakan berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia. Hal ini dapat menjadi potensi dalam ancaman kepunahan kelestarian Bahasa Sunda, karena penelitian yang dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa hanya sekitar 40% anak-anak di Jawa Barat tahu dan bisa berbahasa Sunda (Republika. id, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendapatkan data yang mendalam. Subandi . menyatakan bahwa pendekatan kualitatif memiliki karakteristik deskriptif. Dianalisis secara deskriptif, data yang diperoleh dari tanggapan TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNE 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. dan pendapat responden. Penelitian ini melibatkan mahasiswa Program Studi Pariwisata STIEPAR YAPARI Bandung, baik yang berasal dari suku Sunda maupun yang tidak berasal dari suku Sunda. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, yang dibagikan dan diisi oleh mahasiswa Pariwisata STIEPAR Yapari Bandung. Karena responden diberi kesempatan untuk menjawab setiap pertanyaan dengan pendapat mereka sendiri, kuesioner tersebut bersifat terbuka. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Asal daerah responden Berdasarkan gambar tersebut, didapatkan hasil bahwa mayoritas responden yaitu Mahasiswa STIEPAR YAPARI Bandung mayoritas memang berasal dari Suku Sunda dan berasal dari Jawa Barat. Namun, terdapat beberapa mahasiswa yang berasal dari luar Jawa Barat. Seperti pada gambar di atas, salah satu responden ada yang berasal dari Kota Batam dan Kota Indramayu. Gambar 2. Penggunaan Bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari responden TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNE 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. Dalam kehidupan sehari-hari, responden mayoritas sangat sering menggunakan bahasa Sunda dalam berkomunikasi. Sebanyak 48,1% responden menjawab sangat sering menggunakan bahasa Sunda untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 29,6% responden menjawab sering menggunakan bahasa Sunda untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Sisanya, sebanyak 22,2% responden menjawab kadang-kadang/jarang menggunakan bahasa Sunda untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Responden menggunakan bahasa Sunda untuk berkomunikasi ketika situasi sedang bersama teman, di kampus, di luar kampus, maupun di rumah. Situasi tersebut, dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Ketika dilingkungan sekitar terdapat banyak orang yang berkomunikasi menggunakan bahasa Sunda, maka dapat menjadi potensi untuk memperkenalkan budaya Sunda kepada Mahasiswa yang berasal dari luar Jawa Barat. Gambar 3. Pentingnya mempelajari Bahasa Sunda bagi responden Sebanyak 70,4% responden berpendapat bahwa mempelajari bahasa Sunda sangat penting dan sebagian responden sebanyak 29,6% berpendapat penting dalam mempelajari bahasa Sunda. Manfaat mempelajari bahasa Sunda bagi mayoritas responden yaitu untuk melestarikan bahasa Sunda dan mengenal kearifan lokal budaya Sunda. Seperti yang dikatakan oleh (Adila. , dkk. , bahwa generasi muda sebagai penerus bangsa perlu melestarikan budaya bangsa atau mempertahankan nilai-nilai tradisional serta mengembangkan perwujudan yang bersifat dinamis dan menyesuaikan kondisi yang selalu berubah dan berkembang. TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNE 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. Gambar 4. Program khusus dalam memperkenalkan bahasa sunda Berdasarkan gambar diatas, sebanyak 100% responden berpendapat bahwa STIEPAR Yapari Bandung perlu mengadakan program khusus untuk memperkenalkan bahasa sunda kepada Mahasiswa. Hal ini membuktikan bahwa masuknya Bahasa Sunda ke dalam kurikulum STIEPAR Yapari Bandung sangat penting agar mahasiswa lebih memahami dan melestarikan budaya dan bahasa Sunda. Dengan mengadakan program khusus dalam kurikulum STIEPAR Yapari Bandung, maka Mahasiswa mendapatkan langkah awal dalam melestarikan budaya lokal dan membangun identitas budaya di kalangan generasi muda. KESIMPULAN Salah satu komponen penting yang membentuk identitas budaya suatu masyarakat adalah bahasanya. Keanekaragaman bahasa daerah di Indonesia adalah bagian dari kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Mahasiswa STIEPAR Yapari Bandung dengan mayoritas berasal dari suku sunda berpendapat sangat penting untuk mempelajari dan melestarikan budaya sunda khususnya bahasa sunda. Walaupun terdapat beberapa Mahasiswa yang berasal dari luar suku sunda, tetapi mereka berpendapat sama dalam mempelajari dan melestarikan budaya sunda. Mahasiswa yang berasal dari luar suku sunda menganggap penting dalam melestarikan budaya sunda. Mahasiswa berpendapat perlu dalam masuknya Bahasa Sunda ke dalam kurikulum STIEPAR Yapari Bandung agar mendapatkan langkah awal dalam melestarikan budaya lokal dan membangun identitas budaya di kalangan generasi muda. TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNE 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. DAFTAR PUSTAKA