Premium Insurance Business Journal p-ISSN: 2086-8588 | e-ISSN: 2746-3427 Vol. 11 No. 2 Tahun 2024 PERAN MANAJEMEN RISIKO DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BRAND OWNER ENTERTAIMENT DI LIVE HOUSE INDONESIA M Agung Akhdani Program Studi D3 Asuransi Jiwa. Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti Email: agungakhdani@gmail. ABSTRAK Penelitian ini akan membahas bagaimana peran manajemen risiko dalam pengambilan keputusan brand owner entertainment di Live House Indonesia. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan Analisis penelitian ini menggunakan tahapan analisis Manajemen Risiko ISO 31000. Analisis ini dimulai dengan Identifikasi Risiko. Analisis Risiko. Evaluasi Risiko. Penilaian Risiko dan Pengendalian Risiko. Sumber data pada penelitian ini didapatkan dengan cara melakukan Wawancara Mendalam (Indepth Intervie. dengan tiga informan. Hasil dari penelitian ini adalah dengan mengintegrasikan atau menyelaraskan manajemen risiko disetiap kegiatan operasional entertainment live house Indonesia, membuat brand owner entertainment semakin cepat mengidentifikasi potensi-potensi risiko dan semakin cepat mengevaluasi risiko, serta semakin cepat dalam mengambil sebuah keputusan. Serta. Manajemen risiko sangat berperan penting dalam pengambilan keputusan seorang brand owner entertainment. Karena, dengan mengintegrasikan manajemen risiko disetiap kegiatan operasional entertainment membuat brand owner entertainment menjadi bijak dalam mengambil sebuah keputusan. Kata Kunci: Manajemen Risiko. Pengambilan Keputusan. Brand Owner Entertaiment. ABSTRACT This research will discuss the role of risk management in decision making by entertainment brand owner in Live House Indonesia. The approach used this study is qualitative approach. The analysis in this research uses the stages of the ISO 31000 Risk Management process. This analysis begins with risk identification, risk analysis, risk evaluation, risk assessment, and risk control. The data sources for this research were obtained through in-depth interview with three informants. The result of this research is that by integrating or aligning risk management into every operational activity of entertainment live house in Indonesia entertainment brand owners are able to identify potential risks more quickly, evaluate risk faster, and make decisions more Furthermore, risk management plays a crucial role in decision-making for entertainment brand By integrating risk management into every operational activity, entertainment brand owner can make wiser decisions. Keywords: Risk Management, decision making, brand owner entertainment. M Agung Akhdani PENDAHULUAN Perusahaan Food and Beverage (F&B) di Indonesia menghadapi persaingan yang ketat dan dinamis, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor kunci yang mempengaruhi kesuksesan Perusahaan F&B adalah pengambilan Keputusan yang tepat dan Berdasarkan data yang diperoleh dari situs w. id diketahui jumlah perusahaan subsector Food and Berverages (FnB) yang terdaftar di BEI sepanjang tahun 2021-2023 sebanyak 72 perusahaan. Dalam konteks ini, manajemen risiko menjadi sangat penting untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan. Perusahaan yang berhasil menjalankan bisnis saat ini didukung dengan sistem manajemen risiko yang kuat (Fauzi, 2. Setiap perusahaan tentunya harus memperkirakan risiko yang akan terjadi. Risiko ini harus diperhatikan oleh perusahaan untuk dapat bertahan dalam persaingan bisnis. Karena setiap perusahaan tidak bisa melepaskan diri dari persaingan (Cahyaningtias & Sasanti, 2. HWG atau HW Group adalah sebuah perusahaan yang FnB bergerak dibidang hiburan atau entertainment dan sektor lifestyle. Tujuan utama dari perusahaan HWG adalah untuk fokus menjadi destinasi utama dalam bidang entertainment dan sektor lifestyle untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat modern. HWG adalah sebuah brand yang memiliki tujuan untuk menginspirasi orang-orang, melalui media entertainment untuk mengembangkan budaya dan inovasi-inovasi baru. Oleh karena itu, brand HWG memegang beberapa kata kunci atau keywords yang mempresentasikan brand mereka yaitu inspiring, visioner, innovate dan evolving. Pada 15 September 2023. HW Group kembali membuat terobosan baru dalam dunia FnB atau dunia hiburan malam di Indonesia dengan memperkenalkan brand baru Bernama AuLive HouseAy. perusahanAwalnya. AuLive HouseAy hadir dalam dua Lokasi, yaitu LiveHouse Kemang, dan LiveHouse Kelapa gading. Namun, saat ini bertambah lagi LiveHouse PIK. Semarang dan. Yogyakarta. Sejak diresmikan pada bulan agustus 2023. LiveHouse jadi sorotan berkat konsep segar yang dibawa untuk anak muda yang gemar nongkrong. LiveHouse hadir dengan livemusic yang lebih fresh. Di livehouse semua orang bisa jadi penyanyi dan bisa sing along dengan deretan Livehouse Star Indonesia. Ada fitur livechat yang menjadi daya Tarik di Livehouse karena bisa menjadi ajang AukenalanAy antar sesama pengunjung. Selain makanan dan minuman yang murah. Livehouse punya banyak spot foto Instagramable yang bisa digunakan pengunjung untuk membuat sebuah konten. Live House sendiri bukan hanya bergerak dibidang FnB saja. Tapi, mereka juga memberikan atau menyajikan entertainment dengan kegiatan Live Music dan Live Dj. Saat ini Livehouse memiliki 100 talent meliputi penyanyi. Musisi. Dj dan MC. Selain itu, setiap hari mereka juga menyajikan gimmick-gimick seperti ada dancer, ada event Musisi-musisi besar, dan ada kuis-kuis undian berhadiah untuk pengunjung yang datang setiap hari. LiveHouse juga mempunyai Brand Owner Entertaiment yang mengawasi dan mengatur segala kebijakan live music, konsep-konsep kreatif dan mengatur gimmick-gimmick di atas panggung. Selain. Brand Owner Entertaiment ada Stage Manager yang membantu jalannya live music setiap hari dan memberikan laporan harian kepada Brand Owner Entertaiment mengenai kendala atau keberlangsungan jalannya perform pada hari itu. Lalu, ada marketing communication yang membantu membuat konsep kreatif dan gimmick-gimmick diatas panggung. Tugas Utama dari Brand owner Entertaiment yang pertama adalah mengembangkan strategi merek: Mengembangkan strategi merek di sini yaitu mengimplementasikan strategi merek yang kuat dan efektif serta, mencakup posisi merek di pasar dan tujuan jangka Panjang. Lalu, analisis pasar: melakukan analisis pasar untuk mengidentifikasi tren, kebutuhan dan keinginan konsumen. Selanjutnya. Pemasaran dan Promosi: Melakukan pemasaran dan promosi untuk meningkatkan kesadaran dan permintaan. Pada tugas ini brand ower entertainment biasanya dibantu oleh tim marketing communication. Lalu, ada mengelola produk merek: mengelola produk merek, termasuk pengembangan, peluncuran dan penghentian Terakhir, ada Mengelola Anggaran Dana: Mengelola anggaran dana untuk memastikan investasi yang efektif. Biasanya ditahap ini dibantu oleh tim atau divisi keuangan. Selain, tugas utama brand owner entertainment juga memiliki tugas operasional. Pertama, manajemen krisis: M Agung Akhdani menghadapi situasi krisis yang dapat berdampak negatif terhadao citra merek. Kedua, kolaborasi internal dan eksternal: Bekerja sama dengan tim internal dan eksternal untuk memastikan konsistensi pesan merek. Ketiga, mengelola dan mengembangkan tim: mengelola dan mengembangkan tim pemasaran untuk mencapai tujuan merek. Terakhir, ada inovasi dan adaptasi: Berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan tren pasar, teknologi, dan perilaku Pada tugas operasional, brand owner entertainment dibantu oleh stage manager untuk memastikan serta mengawasi kegiatan-kegiatan dan berkoordinasi dengan seluruh tim yang bertugas agar semuanya berjalan lancar. Sebelum memulai perform, stage manager memastikan para talent-talent yang dipilih berdasarkan pemilihan dari brand owner hadir tepat waktu. Brand owner juga mengkoordinasikan dan mem-plot jadwal-jadwal para talent. Lalu, marketing communication memastikan jalannya GladiResik dengan konsep-konsep atau gimmick-gimmick yang telah ditentukan. Sementara itu, brand owner entertaiment juga mengambil Keputusan untuk Menyusun atau mengubah songlist, serta menambah atau mengurangi konsep dan gimmick-gimmick yang telah ditentukan. Pada tahap ini brand owner entertaiment berhak mengambil Keputusan yang sesuai untuk menentukan konsep-konsep yang cocok dengan tema perform pada hari tersebut. Ahli teori berpendapat bahwa membuat Keputusan adalah memilih diantara berbagai Tindakan alternatif. Bahkan dapat berarti memilih antara Tindakan dan tindak bertindak. Akademisi sering membahas hubungan teori dasar manajemen risiko dengan pengambilan Keputusan. Salah satu teori yang mendasarinya adalah teori pengambilan Keputusan oleh Herbert Simon pada tahun 1978. Teori pengambilan Keputusan ini menyatakan bahwa Keputusan sangat penting karena jika tidak diambil tepat waktu, hal itu akan berdampak negatif pada tujuan organisasi (Alijoyo, 2. Teori ini juga menyarankan bahwa seseorang harus mengejar tujuan atau membuat Keputusan yang melibatkan risiko dan komplikasi minimum alih-alih berfokus pada memaksimalkan keuntungan. Brand owner entertaiment di sini sangat bertanggung jawab atas Keputusan-keputusan yang diambil. Maka dari itu, dia harus bisa me-manage sebuah risiko bersama seluruh anggotanya. Serta, harus bisa mengambil Keputusan dengan bijak agar perform setiap harinya berjalan lancar dan memuaskan seluruh pengunjung atau customer. Penelitian ini menggunakan analisis manajemen risiko (ISO 31000:2. untuk mengetahui bagaimana peran manajemen risiko dalam mengambil sebuah Keputusan Brand Owner Entertaiment di LiveHouse Indonesia. Manajemen Risiko adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, menilai, mengendalikan dan memantau risiko yang berpotensi mempengaruhi pencapaian tujuan tersebut. Fungsi manajemen risiko sendiri dalam pengambilan Keputusan yaitu untuk mengidentifikasi potensi risiko yang terkait dengan Keputusan. Lalu, menganalisis dampak dan kemungkinan risiko tersebut dan menilai risiko berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Serta, mengembangkan strategi untuk mengurangi atau menghilangkan risiko. Menurut ISO 31000 ada beberapa tahapan dalam menganalisis sebuah manajemen risiko yaitu Identifikasi Risiko: Mengidentifikasi potensi risiko yang dapat memepengaruhi tujuan Analisis risiko: Menganalisis risiko untuk menentukan dampak dan kemungkinan. Evaluasi risiko: Menilai risiko berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Penilaian Risiko: Menilai risiko berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Pengendalian risiko: Mengembangkan strategi untuk mengurangi atau menghilangkan risiko. Penelitian terdahulu yang dilakukan Muhammad Asir et al. dengan judul Peran manajemen risiko dalam meningkatkan kinerja perusahaan: studi manajemen sumber daya Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan penelitian literatur dengan bantuan referensi terkini yang diperoleh dari pencarian kutipan Google Schoolers dan Mendeley. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa manajemen risiko memiliki peran terhadap kinerja perusahaan dan manajemen risiko memiliki peran positif untuk mengelola sumber daya yang ada dalam perusahaan sehingga menghasilkan provit sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Berangkat dari penelitian sejenis terdahulu, peneliti bermaksud ingin mengetahui bagaimana peran manajemen risiko dalam pengambilan keputusan seorang Brand Owner Entertaiment di LiveHouse Indonesia. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan M Agung Akhdani Langkah-langkah manajemen risiko dalam mengambil sebuah Keputusan brand Owner Entertaiment di LiveHouse Indonesia. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif oleh Creswell J . yang memberikan definisi tenang penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data non-numerik untuk memahami fenomena sosial, budaya atau psikologis secara mendalam dan detail. Untuk melihat bagaimana peran sebuah manajemen risiko dalam pengambilan Keputusan, peneliti menggunakan Tahapan Analisis Manajemen Risiko ISO 31000. Analisis ini dimulai dengan Identifikasi Risiko. Analisis Risiko. Evaluasi Risiko. Penilaian Risiko dan Pengendalian Risiko. Sumber data dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder. Data primer yaitu diperoleh langsung dari obyek yang diteliti. Sedangkan, data sekunder adalah data yang tidak diperoleh dari obyek yang diteliti. Data primer didapatkan dengan cara melakukan Wawancara Mendalam (Indepth Intervie. dengan tiga informan yaitu Glen sebagai Brand Owner Entertaiment. Farhan sebagai Stage Manager, dan Eman sebagai Marketing Communication. Wawancara ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan ke masing-masing individu secara mendalam dan terperinci guna mengumpulkan berbagai informasi mengenai cara mereka memantau, mengawasi, menilai, dan mengevaluasi jalannya operasional Entertaiment di Live House Indonesia. Lalu, data sekunder akan dilakukan dengan cara mencari data dari berbagai sumber seperti buku, internet, jurnal dan tesis yang akan dijadikan bahan acuan untuk penelitian. Setelah itu peneliti akan menghubungkan dan menyimpulkan apakah peran manajemen risiko ini berperan penting dalam pengambilan Keputusan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penulis menggunakan analisis dan Langkah-langkah dalam manajemen risiko ISO 31000 dengan konsep bahasannya hasil dari penelitian mengenai pengambilan Keputusan seorang brand owner entertainment. Temuan data atau hasil wawancara dengan 3 orang informan ini disajikan dalam tabel berikut: Tabel 1. Temuan hasil Wawancara dengan Glen sebagai Brand Owner Entertaiment. Farhan sebagai stage manager dan Eman sebagai marketing communication Identifikasi Risiko Analisis Risiko Evaluasi Risiko Penilaian Risiko Pengendalian Risiko Potensi risiko: Talent, pemasukan/income Gimmick perform, gladiresik, customer Analisis risiko: brainstorming dengan stage manager dan marketing communication untuk menentukan dampak dan kemungkinan dari segala macam identifikasi risiko. Dampak yang ditemukan Talent terlambat gladiresik. Talent tidak hafal lirik lagu. Income menurun karena customer complaint, gimmick perform tidak menarik. Melihat seberapa parah risiko-risiko yang ada. Seberapa banyak yang talent yang terlambat gladiresik, mengapa ada talent yang tidak hafal lirik, mengapa income menurun, mengapa customer complaint, mengapa gimmick perform tidak menarik. Menilai sebuah risiko yang paling tinggi income menurun karena customer complaint, risiko yang sedang gimmick perform tidak menarik mengakibatkan kebosanan pada customer, risiko rendah talent telat gladiresik. Mengembangkan strategi pengembangan dengan menghindari keterlambatan talent dengan cara, bekerja sama dengan stage M Agung Akhdani manager untuk meng-absen talent dan membuat peraturan waktu kumpul sebelum gladiresik, menghindari lupa lirik pada talent dengan memberikan promter tv di depan talent. Memberikan gimmick yang menarik berupa live chat pada layar depan panggung agar pengunjung saling berinteraksi dan tidak bosan. Bekerja sama dengan manager marketing guna memberikan inovasi pada live house dengan cara membagikan gelang berwarna hijau kepada customer untuk dipakai saat customer berada di dalam livehouse. Pada tabel hasil dan pembahasan, peneliti melihat bahwa ditahapan analisis pertama yaitu Identifikasi risiko. Brand Owner Entertaiment Live House Indonesia menemukan berbagai potensi risiko yang datang mulai dari talent, income harian, gimmick yang ditampilkan, gladiresik serta customer. Pada tahap pertama ini Tim menemukan potensi-potensi risiko yang ada pada Live House Indonesia. Selanjutnya, pada Analisis risiko brand owner entertainment melakukan brainstorming bersama dengan stage manager dan marketing communication untuk menemukan dampak, akibat, kemungkinan yang terjadi dari segala macam identifikasi risiko seperti. Talent terlambat gladiresik, talent lupa lirik lagu, income menurun, customer complain akibat perform atau pelayan dari Live House tidak berjalan baik dan gimmick perform yang tidak menarik. Pada tahap selanjutnya tim dari Live House Indonesia melakukan Evaluasi risiko untuk melihat seberapa parah risiko yang ada dengan mengevaluasi risiko-risiko yang akan terjadi seperti: mengapa talent terlambat gladiresik, mengapa talent perform tidak maksimal, mengapa customer complaint, mengapa income harian menurun dan mengapa gimmick perform tidak menarik attention pengunjung. Setelah melakukan evaluasi risiko ada tahapan di mana brand owner entertainment bersama tim harus melakukan penilaian risiko dengan memberikan penilaian mulai dari risiko tinggi, risiko sedang dan risiko rendah. Peneliti menemukan risiko tinggi di sini yaitu income harian menurun karena kurangnya customer yang datang. Selanjutnya, risiko sedang di sini gimmick perform yang kurang menarik sehingga customer bosan. Pada risiko rendah yaitu talent yang terlambat gladiresik. Tahapan terakhir dari analisis ini yaitu pengendalian risiko. Pengendalian risiko di sini yaitu mengembangkan strategi dan mencari cara untuk menghindari, mengurangi bahkan menghilangkan sebuah risiko. Ditahapan ini, peneliti menemukan cara-cara brand owner entertainment untuk mengendalikan sebuah risiko yaitu, dengan cara mengkontrol dan menghimbau talent-talent agar tidak terlambat datang untuk gladiresik melalui penetapan jam kumpul yang di-share melalui Whatsapp group. Lalu, menyediakan prompter di depan stage untuk menampilkan lirik-lirik lagu agar talent tidak lupa lirik ketika bernyanyi. Memberikan gimmick yang menarik berupa Aulive chatAy yang ditampilkan dilayar depan sehingga para customer dapat melakukan interaksi atau kenalan dilive chat tersebut. Bersama dengan marketing communication, brand owner juga memberikan gimmick pada saat talent perform dengan melakukan koreografi dibeberapa lagu, karoke bersama pengunjung serta berinovasi dengan memberikan gelang berwarna hijau yang bisa dipakai pengunjung ketika masuk ke dalam Live House Indonesia. Pada bab hasil dan pembahasan peneliti juga melihat bahwa ada hubungan atau peran yang baik dari manajemen risiko untuk mengambil sebuah keputusan brand owner Karena, dengan menggunakan Analisis atau tahapan-tahapan dalam manajemen risiko ISO 31000 brand owner entertainment dapat mengidentifikasi, menilai, mengelola dan mengevaluasi risiko-risiko yang ada di Live House Indonesia, untuk mengambil sebuah keputusan atau kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan atau dilaksanakan bersama tim Live House Indonesia. Keputusan-keputusan yang diambil ini menjadi tanggung jawab penuh seorang brand owner entertainment dalam melakukan kegiatan operasional entertainment yang ada di Live House Indonesia. Dengan mengintegrasikan atau menyelaraskan manajemen risiko disetiap kegiatan operasional entertainment live house Indonesia, membuat brand owner entertainment semakin cepat mengidentifikasi potensi-potensi risiko dan semakin cepat mengevaluasi risiko, serta semakin cepat dalam mengambil sebuah keputusan. M Agung Akhdani KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dan hasil dari analisis yang peneliti lakukan mengenai Peran Manajemen Risiko dalam Pengambilan Keputusan Brand Owner Live House Indonesia, dapat ditarik Kesimpulan sebagai berikut: Manajemen risiko sangat berperan penting dalam pengambilan keputusan seorang brand owner entertainment. Karena, dengan mengintegrasikan manajemen risiko disetiap kegiatan operasional entertainment membuat brand owner entertainment menjadi bijak dalam mengambil sebuah keputusan. Proses Identifikasi risiko semakin cepat diputuskan karena brand owner entertainment mengintegrasikan manajemen risiko sehingga brand owner entertaiment cepat melihat segala potensi risiko yang ada. Brand Owner Entertaiment bisa cepat menganalisis setiap risiko yang ada karena rutin melakukan brainstorming bersama tim Live House Indonesia. Penilaian risiko dapat dikategorisasikan menjadi risiko tinggi, sedang dan rendah. Karena, brand owner entertaiment cepat mengambil keputusan dalam menilai sebuah risiko. Pengendalian risiko dapat mudah dilakukan oleh brand owner entertainment. Karena, brand owner entertainment mampu mengidentifikasi, menilai, mengelola dan mengevaluasi risiko secara baik. Sehingga, keputusan-keputusan atau cara-cara yang dilakukan untuk menghindari, memindahkan atau mengurangi risiko dapat dilaksankan dan diimplementasikan secara baik oleh seluruh tim Live House Indonesia. DAFTAR PUSTAKA