ANDASIH Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat ISSN:2745-8938 Vol. No. April 2024 Penyuluhan Mengenali Tanda Kegawatan Hipoglikemi dan Penanganan Pertama Di Rumah Febriana1. Aldhiva Naufal P2 Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Cendekia Abditama e-mail: febriana@uca. aldhivanaufal@gmail. Abstract Hypoglycemia is a complication that is very worrying for Diabetes Mellitus sufferers. Quick and appropriate treatment is needed for hypoglycemia sufferers so as to reduce the possible impacts. The aim of health education is to increase family knowledge about first responders for hypoglycemia at home. The counseling was carried out in the partner area, namely Ciledug, with the results of the health education being an increase in knowledge after being given health education about the emergency of Hypoglycemia. Keywords: Counseling. Emergency. Hypoglycemia. First Treatment Abstrak Hipoglikemia merupakan komplikasi yang sangat dikhawatirkan bagi para penderita Diabetes Mellitus. Dibutuhkan penanganan yang cepat juga tepat pada penderita hipoglikemia sehingga mengurangi kemungkinan dampak yang Tujuan penyuluhan kesehatan agar terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang penangan pertama pada hipoglikemia di rumah. Penyuluhan dilakukan pada wilayah mitra yakni Ciledug, dengan hasil penyuluhan kesehatan yaitu terjadi peningkatan penegetahuan setelah diberikan edukasi kesehatan tentang kegawatanpada Hipoglikemia. Kata Kunci: Penyuluhan . Kegawatan. Hipoglikemia. Penanganan Pertama PENDAHULUAN Diabetes mellitus adalah salah jenis penyakit degenerative yang menimbulkan terjadinya gangguan pada metabolisme tubuh. Dimana efeknya dengan membuat pankreas tidak bisa menghasilkan hormone insulin untuk kebutuhan tubuh sehingga kadar gula dalam darah menjadimeningkat. Jenis diabetes mellitus dibagi menjadi tiga, yaitu DM tipe 1. DM tipe 2, dan DM Gestasional. DM yang sering ditemukan adalah DM tipe 2. DM tipe 2 adalah DM yang disebabkan oleh pola hidup dan pola makan yang buruk seperti merokok, obesitas, ataupun banyak mengonsumsimakanan cepat saji. Sedangkan DM tipe 1 biasanya ditemukan pada remaja atau usia dibawah 30 tahun dan juga DM tipe 1 sangat membutuhkan insulin dari luar karena pankreas sudah tidak bisa memproduksi insulin lagi berbanding terbalik dengan DM tipe 2 yang pankreasnya masih bisa memproduksi insulin tapi respon sel tubuhnya sudah tidak peka dan membuat proses perubahan glukosa menjadi energi menjadi terganggu maka dari itu DM tipe 2 tidak terlalu bergantung pada insulin dari luar. Selain itu, ada juga yang disebut Diabetes Gestasional atau diabetes yang menyerang ibu hamil. DM Gestasional dapat terjadi karena pembentukan beberapa hormon pada wanita hamil yang menyebabkan resistensi insulin. Jenis DM ini biasanya terjadi selama proses kehamilan yang akan sangat berpengaruh buruk kepada janin jika tidak dilakukan penanganan dengan baik. Sebagian besar ibu hamil penderita jenis DM Gestasional mengalami homestasis glukosa yang relative normal pada kehamilan pertama tapi kadar glukosa dalam darah akan normal kembali ketika sudah melahirkan (Pebriyani, 2. Data WHO pada tahun 2016 mencatat bahwa Indonesia menjadi negara ke empat dengan penderita diabetes terbesar setelah Cina. India, dan Amerika dan dari data Riskedas pada tahun 2018 di Banten jumlah penderita sekitar 1,84 %, peningkatan ini disebabkan oleh buruknya polahidup dan pola makan. Penyuluhan Mengenali Tanda Kegawatan Hipoglikemi dan PenangananPertama Di Rumah (Febriana dk. ANDASIH Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat ISSN:2745-8938 Vol. No. April 2024 Banyak dari mereka yang hanya mempedulikan apa yang mereka suka saja dan tidak diimbangi dengan pola hidup yang sehat serta ketidaktahuan bahwa dirinya terkena penyakit dan baru mengetahui setelah sudah di dalam kondisi kronis atau akut akibat kurangnya pengetahuan. Pada tahun 2019. Indonesia menempati peringkat ke 3 dengan prevalensi penderitanya yaitu 11,3%. Sayangnya, sebagian besar tidak tahu bahwa mereka adalah penderita diabetes mellitus. Hipoglikemia merupakan komplikasi yang sangat dikhawatirkan bagi para penderita DM, maka dari itu hipoglikemia pada penderita DM termasuk ke dalam penanganan kegawatdaruratan. Hipoglikemia merupakan kondisi dimana gula darah seseorang berada di bawah normal, yaitu 70 mg/dl (Permatasari. Desy Ayu, 2. Dibutuhkan penanganan yang cepat juga tepat pada penderita hipoglikemia sehingga mengurangi kemungkinan dampak yang ditimbulkan, salah satunya kerusakan pada bagian otak. Kondisi hipoglikemia akan berdampak pada fungsi kerja otak karena otak sangat tergantung pada glukosa sebagai sumber energi pada otak dan juga otak merupakan organ yang tidak dapat menyimpan cadangan glukosa sehingga apabila otak tidak mendapatkan oksigen dan glukosa selama 4-6 menit, maka dapat terjadi iskemia pada sel otak serta dapat membuat kerusakan otak yang irreversible jika melebihi 10 menit. Berdasarkan hal tersebut, penulis berfokus pada penanganan kegawatdaruratan hipoglikemia pada penderita DM. Hipoglikemia mempunyai pengaruh yang besar terhadap kualitas hidup penderitanya. Studi tentang kejadian hipoglikemia pada pasein DM telah banyak dilakukan. Namun, penelitian mengenai pengetahuan masyarakat akan penanganan kegawatdaruratan hipoglikemia masih sangat terbatas. Untuk itu, perlu dilakukan pengabdian masyarakat mengenai penanganan kegawatdaruratan hipoglikemia pada penderita Diabetes Mellitus. Dengan harapan masyarakat mampu mengetahui penanganan kegawatdaruratan, tanda bahaya, dan penanganan kegawatandaruratan di rumah mengenai hipoglikemia. METODE KEGIATAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan solusi yang ditujukan kepada masyarakat penderita Diabetes Mellitus. Solusi yang akan dilakukan yaitu dengan memberikan penanganan kegawatdaruratan hipoglikemia kepada masyarakat penderita Diabetes Mellitus. Luaran yang diharapkan adalah masyarkat mampu mengidentifikasi tanda bahaya dan melakukan penanganankegawatan di rumah sebelum akhirnya dating ke pelayanan kesehatan terdekat. HASIL KEGIATAN Penyuluhan yang dilakukan diawali dengan senam sehat bersama di lapangan masjid Nurul Jannah kelurahan Tajur. Kecamatan Ciledug Kota Tangerang, lalu kemudian diberikan kuesioner sebelum dilaksanakan penyuluhan yang bertujuan untuk mengidentifikasi usia. Pendidikan, dan pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan dan kemudian dilaksanakan penyuluhan dan diakhiri dengan sesi tanya jawab kemudian para peserta diminta kembali untuk mengisi kuesioner. Hal iniditujukan untuk menilai tingkat pengetahuan para peserta setelah dilakukan penyuluhan. Tabel 1. Karakteristik responden berdasarkan umur, peran, pendidikan dan nilai pre dan post test Inisial Umur Peran Pendidikan Nilai Pretes Nilai Posttest SMA IRT SMK SMP SMA SMP SMP SMA Penyuluhan Mengenali Tanda Kegawatan Hipoglikemi dan PenangananPertama Di Rumah (Febriana dk. ANDASIH Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat ISSN:2745-8938 Vol. No. April 2024 Pens Pens IRT SMA SMK SMP SMP SMK SMA SMK SMA SMP SMK SMA SMK Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa umur responden berkisar dari usia 43 tahun Ae 63 tahun, sedangkan profesi respondennya ada ibu rumah tangga. Wiraswata, dan pensiunan untuk Pendidikan para responden bervariasi dari tamatan SMP. SMA/SMK. Hasil perolehan nilai pretest berkisar 60 Ae 100 dan post test 60 Ae 100. Tabel 2. Karakteristik responden berdasarkan rerata umur, pendidikan, peran di rumah tangga dan nilai per-post test. Variabel Umur . Peran Nilai pretest Nilai posttest Rata-rata Wiraswasta Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa sebagaian besar responden rata-rata berusia 48 tahun, dengan perannya sebagai wiraswasta. Pendidikan SMA dan skor nilai sebelum penyuluhan adalah46 juga skor nilai nilai setelah penyuluhan 77. Tabel tersebut juga menjelaskan bahwa terjadi peningkatan ratrata nilai tingkat pengetahuan dari sebelum diberikan Pendidikan kesehatan dengan setelah dilakukan pendidikan kesehatan PEMBAHASAN Penyuluhan kesehatan yang dilakukan pada warga yaitu memberikan edukasi kesehatan tentang penyakit hipoglikemia dan tanda kegawatan yang ditimbulkan serta penanganan kegawatan padaanggota keluarga yang menderita hipoglikemia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mengenali tanda kegawatan pada anggota keluarga yang menderita diabetes mellitus serta diharapkan keluarga mampu melakukan pencegahan dan penanganan ketika ada anggota keluarga mengalami tanda bahaya di rumah. Keluarga merupakan bagian yangmemegang peranan penting dalam memberikan perawatan pada anggota keluarga dengan masalah kesehatan (Kokorelias,et all,2. Berdasarkan hasil penelitian ini tidak didapatkan hubungan antara usia dengan hasil peningkatan pengetahuan dari sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dharmawati dan Wirata . menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan tingkat pengetahuan seseorang, ini bisa terjadi karena semakin cukup usia maka kemampuan dalam berfikir dan bekerja akan semakin matang tetapi terdapat faktor-faktor yang dapat menghambat seseorang dalam proses belajar. Penyuluhan Kesehatan yang dilakukan kepada warga diperoleh hasil terjadi peningkatan pengetahuan dari sebelum dan sesudah pemberian pendidikan Penyuluhan Mengenali Tanda Kegawatan Hipoglikemi dan PenangananPertama Di Rumah (Febriana dk. ANDASIH Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat ISSN:2745-8938 Vol. No. April 2024 Terdapatrata-rata nilai skor 77 dari nilai post test. Nilai 77 menunjukan tingkat pengetahuan yang Halini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Agnes dan Muhammad . yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil pre-test dan post-test yang dilakukan olehpeserta penyuluhan dengan ditunjukkannya rata-rata hasil post-test yang lebih tinggi dibandingkandengan pre-test. Arikunto . menjelaskan bahwa tingkat pengetahuan kategori baik jika nilainya berkisar antara 76100. Faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang diantaranya adalah tingkat Pendidikan. Menurut Notoatmojo . Pendidikan dapat memberikan pengaruh kognitif seseorang dalam upaya peningkatan pengetahuan. Seseorang yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi akan berusaha untuk memperoleh pengetahuan dari berbagai sumber, baik buku. internet, media massa, dan media sosial. Semakin tinggi pendidikan dan semakin luas pengetahuan memungkinkan seseorang untuk dapat mengontrol dirinya dalammengatasi masalah yang dihadapi, mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, berpengalaman, dan mempunyai perkiraan yang tepat bagaimana mengatasi kejadian serta mudah mengerti tentang apa yang dianjurkan oleh petugas kesehatan (Santoso & Setyowati, 2. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang adalah informasi. Ketika seseorang menerima informasi, maka ia akan lebih memungkinkan mempunyai pengetahuan yang luas. Oleh karena itu diperlukan peran petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan dengan menggunakan sumber informasi yang akurat supaya dapat merubah pola perilaku audiens. Maka dari itu, penyuluhan kesehatan yang dikemas dengan audio media visual dan demostrasi membuat daya Tarik bagi peserta sehingga mudah menerima dan menyerap informasidengan baik. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Putri et al. , 2. bahwasetelah dilakukan penyuluhan menggunakan media audio visual meningkatkan pengetahuan responden dibandingkan sebelum penyuluhan. Penelitian lain yang mendukung adalah dilakukan Nadia. Sufriani. Fajri . menyebutkan bahwa penyuluhan yang dilakukan dengan metode demonstrasi dapat meningkatkan pengetahuan ibu karena menggunakan seluruh panca indera sehingga lebih mudah menerima informasi dan mengingat materi penyuluhan yang Penyuluhan Mengenali Tanda Kegawatan Hipoglikemi dan PenangananPertama Di Rumah (Febriana dk. ANDASIH Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat ISSN:2745-8938 Vol. No. April 2024 KESIMPULAN Penyuluhan kesehatan yang telah dilaksanakan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan tentang mengenali tanda kegawatan pada hipoglikemia dan penanganan kegawatan di rumah. Rekomendasi yang diberikan untuk para peserta diharapkan agar memperhatikan tanda dan gejala hipoglikemia, baik gejala autonomy maupun gejala neuroglikopenia, serta mampu melakukan penanganan kegawatan hipoglikemia di rumah. DAFTAR PUSTAKA