ISSN: 2655-8491 Vol. 1 No. 1 (Januari, 2. POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KESANTUNAN BERBAHASA ANAK USIA DINI (KAJIAN PRAGMATIK) JAMIATUL HAMIDAH Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Email: midah. beswan@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola asuh orang tua terhadap bahasa pada anak usia dini. Metode yang digunakan yaitu metode simak, rekam, dan catat. Data diperoleh dengan cara mengikuti kegiatan anak di sekolah, sambil merekam percakapan mereka saat berkomunikasi dalam setiap kegiatan. Secara umum disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara pola asuh orang tua di sekolah umum dengan pola asuh orang tua di sekolah berbasis Islam. Pola kesantunan berbahasa yang ditemukan berupa maksim kesepakatan, kerendahan hati, kearifan, pujian, kedermawanan, dan simpati. Faktor-faktor yang memengaruhi kesantunan berbahasa pada anak usia dini adalah cara orang tua, guru, lingkungan sosial, dan teman-teman sebaya, berkomunikasi dengan anak. Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk membentuk kesantunan berbahasa kepada anak adalah dengan mengucapkan kata-kata atau kalimat yang sopan dan santun, membiasakan berkata maaf dan tolong, merendahkan nada suara, berkata positif dan memberi motivasi kepada anak, serta mengikuti anjuran Al Quran dalam berbahasa kepada Kata Kunci: pola asuh, kesantunan, bahasa, anak usia dini. PENDAHULUAN Dalam KBBI online, definisi orang tua adalah ayah-ibu kandung. orang yang dianggap tua . erdik, pandai, ahli, ds. orang-orang yang dihormati atau disegani di kampung. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebutan orang tua bukan hanya kepada ayah-ibu kandung, tetapi juga orang lain yang dianggap lebih tua dan dihormati. Orang tua yang dimaksud dalam penelitian ini adalah guru dan pengasuh yang menjaga dan mendampingi anak di tempat penitipan anak. Pola Asuh Orang Tua Pada anak usia dini, perkembangan bahasa sangat dipengaruhi oleh ruang lingkup terkecil, yaitu keluarga. Pola asuh dalam keluarga akan membentuk sikap, kepribadian, dan bahasa anak. Ketika dilahirkan, seorang anak belum mengenal Tergantung orang tuanya lah yang pertama kali akan mengajarkan bahasa apa dan bagaimana kepada anak. Safitri . , menyatakan bahwa pola asuh merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa balita, karena dari pola asuh ini dapat terbentuk kepribadian balita dalam tumbuh Sementara dalam lingkup yang lebih luas, pola asuh orang tua melibatkan orang dewasa yang berada di lingkungan sekitar anak. Pebriana . , menyatakan perkembangan bahasa sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, karena pemerolehan bahasa itu secara tidak langsung diperoleh melalui lingkungan. Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Dini Dalam teori Psikolinguistik yang dikemukakan Chaer perkembangan bahasa anak, yaitu pandangan Nativisme, pandangan Behaviorisme, pandangan Kognitivisme. Nativisme berpendapat bahwa selama proses pemerolehan bahasa pertama, kanak-kanak . sedikit demi sedikit membuka kemampuan lingualnya yang secara genetis telah diprogramkan. Anak telah memiliki bekal berupa alat pemerolehan bahasa yang disebut LAD . anguage acquisition devic. yang dimiliki anak sejak lahir, sehingga dalam ISSN: 2655-8491 Vol. 1 No. 1 (Januari, 2. dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Pandangan Beharviorisme sebaliknya, yaitu proses pemerolehan bahasa pertama kali dikendalikan dari luar diri si anak, yaitu oleh rangsangan yang diberikan melalui Kemampuan memahami bahasa oleh anak diperoleh melalui rangsangan dan lingkungannya. Sedangkan pandangan kognitivisme berpendapat bahwa perubahan atau perkembangan intelektual anak, tergantung pada keterlibatan anak secara aktif dengan lingkungannya. Selanjutnya. Chaer . mengemukakan bahwa perkembangan bahasa anak pada tahap menjelang sekolah (TK), anak sudah menguasai hampir semua kaidah dasar gramatikal bahasanya. Anak sudah dapat membuat kalimat berita, kalimat tanya, dan sejumlah konstruksi lain. Namun, anak pada masa ini telah mempelajari hal-hal yang di luar kosakata dan tata bahasa. Mereka sudah dapat menggunakan bahasa dalam konteks sosial yang bermacam-macam. Misalnya berkata kasar atau berkata santun kepada teman-temannya. Perkembangan dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Menurut Tridhonanto . , orang tua bertugas untuk merangsang kecerdasan linguistik kepada anak. Cara yang dapat dilakukan seperti dengan sering membacakan cerita, memperdengarkan lagu-lagu yang sesuai dengan usianya, menyediakan berbagai majalah atau buku untuk menambah perbendaharaan kata dan gaya bahasa. sopan santun bahasa, seperti masyarakat Jawa. Sunda, dan Bali. Oleh karena itu, orang tua berperan penting mengajarkan kesantunan berbahasa pada anak sejak usia dini. Hal ini diawali dengan bagaimana cara orang tua berinteraksi atau berkomunikasi kepada anak melalui bahasa yang sopan dan santun. Kesantunan Berbahasa Skala kesantunan berbahasa menurut Leech dalam Rahardi . 8: 66-. , adalah . Costbenefit scale atau skala kerugian dan keuntungan, menunjuk kepada besar kecilnya kerugian yang diakibatkan oleh sebuah tindak tutur pada sebuah pertuturan. Optionally scale atau skala pilihan, menunjuk kepada banyak atau sedikitnya pilihan . yang disampaikan si penutur kepada si mitra tutur di dalam kegiatan . Indirectness scale atau skala ketidaklangsungan menunjuk kepada peringkat langsung atau tidak langsungnya maksud sebuah . Authority scale atau skala keotoritasan menunjuk kepada hubungan status sosial antara penutur dan mitra tutur yang terlibat dalam pertuturan. Social distance scale atau skala jarak sosial menunjuk kepada peringkat hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur yang terlihat dalam sebuah pertuturan. Leech dalam Jumadi . mengembangkan teori kesantunannya dengan menyajikan sejumlah maksim kesantunan, yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Konsep kesantunan berbahasa dalam Islam, menurut Hasjim dikemukakan bahwa di dalam Alquran menjelaskan cara berkomunikasi, yaitu: . Qawlan sadidE: AoPerkataan yang benarAo . Qawlan Layyina AoPerkataan yang lemah-lembutAo . Qawlan maAorufa Aoperkataan yang baikAo . Qawlan tsaqilE AoPerkataan yang beratAo . Lajwan wa lE taAotsimE Aotidak mendengar perkataan yang sia-sia dan yang menimbulkan dosaAo . Qawlan karima Aoucapkanlah kepada mereka perkataan yang muliaAo . Yaqulu I-lati hiya ahsanu Aohendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baikAo . Wa ql linnasi husnEn Aodan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusiaAo Sejalan dengan Hasjim. Ridhahani . mengemukakan bahwa perkataan yang baik maksudnya menolak dengan cara yang baik, dan maksud pemberian maaf ialah memaafkan Faktor-faktor yang Memengaruhi Kesantunan Berbahasa pada Anak Usia Dini Al-Adawy . , faktor-faktor yang memengaruhi pendidikan anak, antara lain adalah: saudara dan kerabat anak, teman-teman anak, guru dan pengasuh anak, media massa, baik cetak maupun elektronik, lingkungan tempat tinggal anak, tempat-tempat dimana anak sering menghabiskan waktunya, tamu-tamu yang datang dan yang sering mengunjungi anak, serta kegiatan rekreasi dan wisata yang diikuti anak. Dardjowidjojo . mengemukakan bahwa dalam pemerolehan bahasanya, seorang anak juga harus menguasai toto kromo . dalam berbahasa. Bahkan prinsip kesantunan dianggap penting bagi beberapa masyarakat tertentu yang sangat peka terhadap ISSN: 2655-8491 Vol. 1 No. 1 (Januari, 2. tingkah laku yang kurang sopan dari si penerima/ lawan bicara. Seperti firman Allah dalam surah Al Baqarah ayat 263 , yang artinya: AuPerkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan . erasaan si penerim. Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. Ay Kesantunan mencerminkan bagaimana pola asuh orang Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengalaman peneliti, pada suatu ketika mendengar seorang anak usia TK . , berbicara kepada teman seusianya dengan bahasa orang dewasa. Anak itu mengucapkan kalimat seperti AuAku mempunyai mobil yang bagus, warnanya oranye dan aku selalu diantar pakai mobil ke sekolah, sedangkan kamu tidak. Ay Saat mengucapkan kalimat itu, terdengar seolah mengejek kekurangan temannya yang tidak punya mobil dan hal tersebut tidak wajar diucapkan oleh anak usia 5 tahun. Pada waktu yang lain, peneliti pernah mendengar seorang anak usia 5 tahun yang gaya berbahasanya sangat mirip dengan bahasa sinetron. Misalnya dia mengucapkan AuIdih, pacaran ya?Ay kepada teman laki-laki dan perempuan yang duduk Padahal dia sendiri tidak mengerti makna kosakata AupacaranAy. Ketika ditanya darimana anak itu mengenal kosakata tersebut, dengan polos ia menjawab dari sinetron yang setiap malam ditonton oleh ibunya bahkan Menurut Nurcahyanto, bahasa sinetron berkiblat pada bahasa asing yang cenderung kasar dan dapat merusak norma kesopanan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Ketika anak itu bersosialisasi dengan lingkungan sekolah atau dengan teman sebayanya cara berkomunikasinya menunjukkan siapa dirinya, bahkan karakter serta kesantunan berbahasa yang terbentuk sejak dini berdasarkan bahasa yang diperolehnya pada usia dini. Penelitian serupa pernah dilakukan oleh Candrasari . , yang berjudul Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Bahasa Anak Pra Sekolah di RA Semai Benih Bangsa Al Fikri Manca Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Responden penelitian ini adalah orang tua dan anak yang berusia 3 sampai 6 tahun di RA Semai Benih Bangsa Al-Fikri Manca Bantul Yogyakarta yang berjumlah 39 pasang responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pola asuh dengan perkembangan bahasa Penelitian lainnya yang serupa adalah oleh Kusno . , yang berjudul Kesantunan Bertutur oleh Orang Tua kepada Anak di Lingkungan Rumah Tangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa orang tua sering menggunakan tuturan perintah/ imperatif kepada anak sehingga orang tua perlu memperhatikan kesantunan dalam penggunaan tuturan imperatif. Kesantunan diterapkan pada anak usia dini, karena akan menjadi cikal-bakal bagaimana anak bertutur ketika dewasa. Kesantunan berbahasa yang dituturkan oleh orang tua kepada anak usia dini akan menjadi suatu acuan pelajaran bagi anak. Pola asuh orang tua yang tepat akan mengarah kepada pola berkomunikasi yang baik dan santun terhadap anak. Orang tua yang dimaksud di sini adalah bukan hanya orang tua kandung . bu dan aya. , tetapi juga orang-orang di sekitar yang berusia lebih tua dan sering berinteraksi dengan anak, seperti guru, pengasuh, nenek, kakak dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penelitian ini menguraikan bagaimana Pola asuh orang tua terhadap kesantunan berbahasa pada anak usia dini PAUD Terpadu Pelangi dan TK IT Anak Sholeh Mandiri. METODE Dengan berpedoman pada kehadiran peneliti hanya sebagai pengamat, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rekam, simak, catat, dan wawancara. Mahsun . , menyatakan bahwa metode simak merupakan suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dengan menyimak penggunaan bahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan objek yang diteliti yaitu siswa PAUD yang sekaligus siswa penitipan anak, berjumlah 27 Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli dan Agustus 2017. Data diperoleh dengan cara mengikuti kegiatan objek/ informan, merekam dengan bantuan kamera, kemudian mentranskripsikan ke bentuk tulisan, untuk selanjutnya dilakukan analisis. Teknik wawancara dilakukan terhadap objek pendukung dalam hal ini pengasuh/guru yang berperan sebagai orang tua di sekolah. Sumber objek penelitian tidak mengetahui bahwa ia ISSN: 2655-8491 Vol. 1 No. 1 (Januari, 2. sedang diamati. Peneliti melakukan pengamatan dengan terlibat dalam kegiatan pengasuhan maupun pembelajaran di tempat penitipan anak. Setelah data diperoleh, analisis dilakukan dengan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama mencatat tuturan anak yang telah direkam, tahap kedua menyusun kartu data berdasarkan kategori wujud kesantunan, tahap ketiga mengidentifikasi kesantunan berbahasa, berbahasa anak, dan tahap kelima menyimpulkan data atau temuan. teori yang dikemukakan oleh Leech. Maksim kesepakatan ialah maksim yang terdapat dalam kesantunan Leech yang menekankan kesantunan pada kesepakatan antara penutur dan mitra tutur. Dalam hal ini Leech dikatakan santun dan melaksanakan maksim . ketidaksepahaman antara diri sendiri dengan orang lain sesedikit mungkin dan . mengusahakan kesepakatan antara diri sendiri dengan orang lain sebanyak mungkin. Maksim tersebut muncul sebagai maksim kesepakatan yaitu ketika pelajaran sedang menanyakan kepada salah satu murid AuAngka berapakah yang bentuknya seperti tiang listrik?Ay Maka murid yang ditanya menjawab Auangka satuAo. HASIL DAN PEMBAHASAN Kesantunan berbahasa pada anak usia dini berawal dari bagaimana anak diajarkan oleh orang tua maupun lingkungan sosialnya. Pembentukan sikap santun dalam berbahasa dilatih kepada anak sejak usia dini, bahkan sejak anak baru lahir. Dalam hal ini, pola asuh orang bagaimana kesantunan Setelah memperoleh data di lapangan, maka berikut ini dijelaskan wujud kesantunan berbahasa pada anak usia dini, faktor-faktor yang memengaruhi kesantunan berbahasa pada anak usia dini, dan strategi yang dapat dilakukan untuk membentuk kesantunan berbahasa pada anak usia dini. Wujud Kesantunan Berbahasa pada Anak Usia Dini Maksim Kesepakatan Dari tuturan pada kartu data nomor . berikut ini, termasuk dalam maksim Penutur melalui tuturannya telah berusaha meningkatkan kesepakatan antara dirinya dengan mitra tuturnya. Nomor data Penutur Konteks Tuturan Siswa Kesantunan Maksim Kerendahan hati Maksim kerendahan hati ialah maksim yang menekankan pada tingginya kecaman dan rendahnya pujian untuk diri penutur. Dalam maksim ini, orientasi tuturan ditujukan kepada penutur. Indikator dalam maksim ini yaitu . pujilah diri sendiri sedikit mungkin dan . kecamlah diri sendiri sebanyak Maksim kerendahan hati terlihat misalnya pada kartu data nomor 14, yang diperoleh peneliti dengan mengikuti kegiatan mereka di sekolah, percakapan guru dan murid di TK-IT Anak Sholeh Mandiri. Nomor data Penutur Konteks Ibu Guru Ruang kelas TPA, awal masuk dimulai dengan menyanyikan berbagai macam lagu anak AuHafi, ini angka berapa. Fi? Seperti tiang Ay AusatuAy Maksim kesepakatan Tuturan Kesantunan Bunda Ari Bergabung dengan kelas bunda Dina, bertukar siswa, 6 orang siswa semua perempuan: Khayla. Adiba. Alika. Fatimah. Nayla. Esha (Ech. Belajar menulis huruf, dimulai dengan menyebutkan nama hari ini: Kamis Belajar tentang telapak tangan, guna tangan, dll. Aumaaf kakinya Naila bisa dilipat?Ay Maksim kerendahan hati Ketika seorang anak duduknya terlalu rapat/ terlalu dekat, maka guru menengur dan mengatur tempat duduk dengan bahasa yang menggunakan prinsip kerendahan hati. Guru tersebut memulai dengan kata AumaafAy kemudian menggunakan kalimat pertanyaan mengharapkan tindakan berupa seorang murid bernama Naila untuk melakukan sesuatu . elipat kakiny. agar Dari tuturan pada kartu data di atas, termasuk dalam maksim kesepakatan. Penutur melalui tuturannya telah berusaha meningkatkan kesepakatan antara dirinya dengan mitra tuturnya. Hal ini sejalan dengan ISSN: 2655-8491 Vol. 1 No. 1 (Januari, 2. teman yang lain bisa duduk dengan nyaman. Tuturan ini merupakan kesantunan yang dilakukan oleh guru kepada murid, yaitu menggunakan kalimat pertanyaan sebagai pengganti kalimat perintah. Sikap berbahasa yang dilakukan oleh guru ini mengacu pada tuntunan dalam agama Islam untuk senantiasa berkata yang baik, termasuk mengucapkan maaf. Seperti yang dijelaskan oleh Ridhahani yaitu perkataan yang baik yaitu menolak atau meminta dengan cara yang baik, memberi maaf dengan memaafkan tingkah laku yang kurang sopan atau yang tidak sesuai dari si penerima atau lawan bicara. Hal ini jug sejalan dengan firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 263 yang artinya : AuPerkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan . erasaan si penerim. Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. Ay Selain mengganti kalimat perintah dengan kalimat pertanyaan, kesantunan dengan maksim kerendahan hati juga dilakukan dengan cara mengurangi pujian untuk diri murid/pendengar agar dapat duduk dan menggeser duduk untuk Aditya. Dalam keuntungan dari mitra tutur. Hal ini tercermin memperhatikan siswanya yang belum mendapatkan tempat duduk. Dengan kata lain, karena mendapatkan perhatian dan didengarkan penutur memberikan suatu keuntungan terhadap mitra tutur dengan bersedia memperhatikan mitra tutur dalam hal ini adalah siswanya yang merasa dihargai oleh gurunya. Maksim Kearifan Maksim kearifan pada kartu data berjumlah 11 buah. Prinsip maksim kearifan adalah menurut Leech yaitu AuBuatlah kerugian orang lain sekecil mungkin, dan buatlah keuntungan orang lain sebesar Ay Maksim ini digunakan oleh guru misalnya pada saat meminta salah satu murid untuk memberikan tempat duduk kepada temannya yang lain. Maksim ini dapat dilihat pada kartu data nomor 11 percakapan antara guru dan murid di TKIT Anak Sholeh Mandiri. Nomor Data Penutur Konteks Tuturan Kesantunan Maksim Pujian Maksim pujian ialah salah satu maksim dalam teori kesantunan Leech yang menekankan pada pujian yang ditujukan kepada mitra tutur. Semakin banyak pujian yang ditujukan kepada mitra tutur, semakin santunlah tuturan itu. Semakin sedikit kecaman kepada mitra tutur, semakin santunlah tuturan itu. Maksim pujian merupakan jenis tuturan yang lebih banyak memuji orang lain. Maksim ini ditemukan pada tuturan yang dapat dilihat pada kartu data 12 berikut ini: Nomor Data Penutur Konteks Tuturan Kesantunan Bunda Ari Bergabung dengan kelas bunda Dina, bertukar siswa, 6 orang siswa semua perempuan: Khayla. Adiba. Alika. Fatimah. Nayla. Esha (Ech. Belajar menulis huruf, dimulai dengan menyebutkan nama hari ini: Kamis Belajar tentang telapak tangan, guna tangan, dll. Auoh, hebat Fatimah!Ay Maksim pujian Bunda Ari, yang merupakan guru di kelas Kelompok Belajar (KB) memulai pelajaran dengan menyebutkan dan mengeja nama Kamis. Kemudian menyebutkan nama bagian anggota tubuh, yaitu telapak tangan. Bunda Ari menjalin komunikasi dengan murid melalui cara memberikan pertanyaan apa sajak kegunaan Murid menjawab secara bergantian, dan Bunda Ari memberikan maksim pujian kepada salah satu murid bernama Fatimah dan mengatakan Auoh, hebat FatimahAy Menurut teori kesantunan Leech, maksim pujian menekankan pada pujian yang Bunda Ari Sudah di dalam kelas AuItu temannya. Aditya belum dapat tempat duduk. Ay Maksim kearifan Dari data . di atas didapat dari TK-IT Anak Sholeh Mandiri, guru mematuhi prinsip kesantunan yang berupa maksim kearifan dengan cara memberitahukan kepada murid bahwa seorang teman mereka yang bernama Aditya belum memiliki tempat duduk. Tuturan ISSN: 2655-8491 Vol. 1 No. 1 (Januari, 2. kepada mitra tutur. Semakin banyak pujian yang ditujukan kepada mitra tutur, semakin santunlah tuturan itu. Semakin sedikit kecaman kepada mitra tutur, semakin santunlah tuturan itu. untuk bersalaman dengan ibu guru terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kelas. Dalam meningkatkan rasa simpati kepada orang lain sebanyak mungkin. Bersalaman dengan mencium tangan orang yang lebih tua merupakan budaya yang memang diterapkan di Indonesia, khususnya kepada orang tua dan guru. Kesantunan ini ditandai inisiasi kepada mitra tutur agar berlaku santun kepada gurunya. Maksim Kedermawanan Maksim kedermawanan ialah maksim yang terdapat dalam kesantunan yang dikembangkan Leech dari skala untung-rugi. Maksim ini menekankan pada untung-rugi yang didapatkan oleh penutur, meliputi . buatlah keuntungan diri sendiri sekecil mungkin dan . buatlah kerugian diri sendiri sebesar mungkin. Terdapat kedermawanan pada kartu data, dapat dilihat berikut ini: Nomor data Penutur Konteks Tuturan Kesantunan Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa wujud kesantunan berbahasa pada anak usia dini di PAUD terpadu pelangi dan TKIT Anak Sholeh Mandiri dapat diurutkan dari yang paling banyak yaitu berupa maksim kesepakatan, maksim kerendahan hati, maksim kearifan, maksim pujian, maksim kedermawanan, dan maksim simpati. Ozan Ozan dan Ozi sedang memakan makanan ringan, teman-temannya menghampiri. Ozan dan Ozi: . emakan makanan ringa. Au. boleh!Ay Maksim kedermawanan Faktor-faktor yang Memengaruhi Kesantunan Berbahasa pada Anak Usia Dini Setelah mengikuti berbagai kegiatan siswa di sekolah dan merekam setiap sesi kegiatan, maka ditemukan faktor yang memengaruhi kesantunan berbahasa pada anak usia dini, yaitu: Cara orang tua berkomunikasi dengan Orang tua merupakan sekolah pertama bagi anak serta bahasa pertama yang didapat anak adalah bahasa dari orang Maka bagaimana anak akhirnya bisa mendapatkan bahasa dari orang tuanya. Jika anak terbiasa menggunakan kata-kata santun, maka di lingkungan sosialnya pun akan terbiasa menggunakan kata-kata santun, begitupun sebaliknya. Pada data . di TK Terpadu Pelangi di atas dilihat dari konteksnya menunjukkan Hal ini terlihat dari penutur yang memperbolehkan temannya untuk meminta makanan ringan yang sedang Dengan kata singkat AubolehAy dan diiringi dengan anggukan dari penutur, sudah menunjukkan maksim kedermawanan, dimana penutur membuat kerugian diri menunjukkan maksim kedermawanan. Maksim Simpati Maksim simpati merupakan kesantunan yang paling sedikit dilakukan oleh orang tua maupun siswa dalam berinteraksi, yaitu dari 178 kartu data, maksim ini hanya terjadi 1 Nomor data Penutur Konteks Tuturan Kesantunan Dalam ajaran Islam, seorang anak sangat dilarang untuk berkata kasar kepada orang Sebaliknya ucapkanlah kata-kata yang lembut dan tidak menyakitkan hati orang tua. Sebagaimana dijelaskan oleh Hasjim tentang Qawlan karima Aoucapkanlah kepada mereka perkataan yang muliaAo (QS 17: . QS 17: 23: Au. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan jangan kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan Orang tua siswa Kegiatan penyambutan dan datang anak Ausalim lawan ibu dulu!Ay Maksim simpati Dari data . di atas terlihat kesantunan dengan maksim simpati. Hal ini terlihat dari penutur memerintahkan kepada mitra tutur ISSN: 2655-8491 Vol. 1 No. 1 (Januari, 2. yang mulia. Ay Ucapan yang mulia harus diucapkan oleh seorang anak kepada orang Berucap AuahAy pun jangan sampai dilakukan, apabila mengeluarkan kata-kata Cara berkomunikasi dengan anak Guru sebagai orang tua kedua ketika berada di lingkungan sekolah tentu saja berperan sangat penting dalam komunikasi Ketika guru menjadi model bagi kesantunan berbahasa pada anak, maka anak akan lebih mudah menirunya. Hasjim menjelaskan tentang Yaqulu I-lati Aohendaklah mengucapkan perkataan yang lebih baikAo (QS 17: . QS 17: 53: AuDan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: AuHendaklah mengucapkan perkataan yang lebih baik. Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. Ay - 336 - Ayat ini menjelaskan bahwa dalam berkomunikasi mengucapkan kata-kata yang lebih baik. Artinya, seandainya pun ia menerima ucapan yang tidak baik atau kurang baik, ia harus mengucapkan kata-kata yang lebih baik. Hal itu perlu dilakukan dengan tujuan untuk menghindarkan godaan setan yang selalu mendorong perselisihan antarmanusia. Cara lingkungan sosial/ teman-teman sekitar berkomunikasi dengan anak. Selain dengan orang tua dan guru, orang yang paling dekat dengan anak adalah lingkungan sosialnya, terutama teman-teman Ketika anak bergaul dengan orang yang bahasanya santun, maka ia pun akan terbiasa berbahasa yang santun, begitu pula sebaliknya. Dalam Islam, diajarkan untuk Wa ql linnasi husnEn Aodan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusiaAo. Maksudnya ialah kita diperintahkan untuk berkata yang baik dan sopan kepada setiap manusia, berapapun usianya, dan apapun status sosial dan kedudukannya. (QS 2: . QS: 2: 83: AuDan ingatlah ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil . Janganlah kamu menyembah selain Allah . , serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia . Ay Ayat ini merupakan seruan kepada semua orang agar mengucapkan kata-kata yang baik kepada siapa pun, kepada manusia. Ini merupakan janji Allah kepada Bani Israil. Walaupun demikian, pada saat ini, isi ayat ini berlaku bagi seluruh umat manusia. Strategi yang Dapat Dilakukan untuk Membentuk Kesantunan Berbahasa pada Anak Usia Dini. Berdasarkan pengamatan di lapangan, maka strategi yang dapat dilakukan untuk membentuk kesantunan berbahasa pada anak usia dini, yaitu Mengganti kalimat perintah dengan kalimat Membiasakan kepada anak untuk sesering mungkin menggunakan kata AutolongAy pada saat meminta sesuatu dan kata AumaafAy pada saat melakukan kesalahan meskipun kecil. Merendahkan memberikan tekanan nada pada kata tertentu untuk menyampaikan maksud yang hendak dikomunikasikan kepada anak. Memberikan dorongan kepada anak untuk membangkitkan kepercayaan dirinya. Memberikan reward yang positif, dapat berupa kata pujian atau sanjungan seperti Auwah, hebatAy kepada anak yang dianggap berhasil melakukan sesuatu yang baik. Tidak menuntut apapun kepada anak, namun memberikan kesempatan seluasluasnya kepada anak untuk belajar dan mengembangkan dirinya. Memberikan contoh teladan yang baik terutama dalam berbahasa, meskipun pada saat berkomunikasi dengan orang yang seusia atau yang lebih muda. Mengikuti perintah Allah yang sudah tertulis Quran mengucapkan kata-kata yang baik kepada siapapun terlebih kepada orang tua dan suka memberi maaf. SIMPULAN Secara umum dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan pola asuh dan bahasa anak dalam berkomunikasi, antara sekolah umum dan yang berbasis Islam. Jika anak terbiasa berkomunikasi dengan orang tua maupun teman dengan bahasa yang santun, maka pola bahasa anak juga cenderung lebih santun. Simpulan dari penelitian ini adalah: Wujud kesantunan berbahasa pada ISSN: 2655-8491 Vol. 1 No. 1 (Januari, 2. anak usia dini di PAUD terpadu pelangi dan TKIT Anak Sholeh Mandiri dapat diurutkan dari yang paling banyak yaitu berupa maksim kesepakatan, maksim kerendahan hati, maksim kearifan, maksim pujian, maksim kedermawanan, dan maksim simpati. Faktor-faktor yang memengaruhi kesantunan berbahasa pada anak usia dini di PAUD terpadu pelangi dan TKIT Anak Sholeh Mandiri adalah cara orang tua berkomunikasi dengan anak, cara guru atau pengasuh berkomunikasi dengan anak, dan cara lingkungan sosial atau teman-teman sekitar berkomunikasi dengan anak. Beberapa strategi yang dapat berbahasa kepada anak adalah dengan mengucapkan kata-kata atau kalimat yang sopan dan santun, membiasakan berkata maaf dan tolong, merendahkan nada suara, berkata positif dan memberi motivasi kepada anak, serta mengikuti anjuran Al Quran dalam berbahasa kepada anak. Saran bagi orang tua maupun guru agar dapat menerapkan prinsip kesantunan, agar anak meniru bahasa yang santun dalam kehidupannya sehari-hari. Alangkah baiknya lagi, jika sebagai orang tua, guru, maupun pengasuh menerapkan perintah Allah Swt. , dalam mendidik anak mengikuti petunjuk Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Saw. Dardjowidjojo. Soenjono. Psikolinguistik. Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Haryanta. Agung Tri. Kamus Kebahasaan dan Kesusastraan. Surakarta: Aksarra Sinergi Media. Istiqamah. Kesantunan Berbahasa dalam Tindak Tutur pada Buku Cerita Anak AuAbangku Sayang. Karya MarionAy. http://ojs. id/retorika/article/view/4851. Jurnal Retorika. Volume 10 No. Diakses tanggal 3 Oktober 2018. Jumadi. Wacana: Kajian Kekuasaan Berdasarkan Ancangan Etnografi Komunikasi dan Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Prima. KBBI Online. Tersedia: id/orang. Diakses tanggal 22 Mei 2017. King. Laura A. Psikologi Umum, sebuah Pandangan Apresiatif. Jakarta: Salemba Humanika. Kusno. Ali. Kesantunan Bertutur oleh Orang Tua kepada Anak di Lingkungan Rumah Tangga. https://journal. id/index. php/dinamika_ilmu/arti cle/download/5/pdf_3. Jurnal Dinamika Ilmu Volume 14. No 1. Juni 2014. Diakses tanggal 8 Oktober 2018. DAFTAR RUJUKAN A-Adawy, syaikh Mustafa. Fikih Pendidikan Anak. Membentuk Kesalehan Anak Sejak Dini. Diterjemahkan oleh Umar Mujtahid dan Faisal Saleh. Jakarta: Qisthi Press. Mahsun. Metode Penelitian Bahasa. Tahapan Strategi. Metode, dan Tekniknya. Edisi Revisi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Candrasari. Jane Puput. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Bahasa Anak Prasekolah di RA Semai Benih Bangsa Al Fikri Manca Bantul Yogyakarta. http://digilib. id/361/1/ Naskah Publikasi Jane Puput. Diakses tanggal 18 Mei 2017. Mulyanti. Sri. Perkembangan Psikologi Anak. Yogyakarta: Laras Media Prima. Nurcahyanto. Pengaruh Bahasa Sinetron dan Media Massa terhadap Bahasa Indonesia. https//nurcahyanto88. Diakses tanggal 4 Oktober 2018. Chaer. Abdul. Psikolinguistik. Kajian Teoritik. Jakarta: PT Rineka Cipta. Chaer. Abdul. Kesantunan Berbahasa. Jakarta: PT Rineka Cipta. Pebriana. Putri Hana. Analisis Kemampuan Berbahasa dan Penanaman Moral pada Anak Usia Dini Metode Mendongeng. https://obsesi. id/index. php/obsesi/article ISSN: 2655-8491 Vol. 1 No. 1 (Januari, 2. Jurnal Obsesi Volume 1 No 2, 2017 Page 148-155. Diakses tanggal 3 Oktober Safitri. Rafiek. Psikolinguistik. Kajian Bahasa Anak dan Gangguan Berbahasa. Malang: UM PRESS. Rahardi. Kunjana. Pragmatik. Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Yogyakarta: PT Gelora Aksara Pratama. Yenny. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Bahasa Balita di UPTD Kesehatan Baserah Tahun 2016. https://obsesi. php/obsesi/article/view/35. Jurnal Obsesi Volume 1 No 2, 2017 Page 148 Ae Diakses tanggal 3 Oktober 2018. Tridhonanto. Al. Pola Asuh Kreatif. Panduan untuk Orang Tua. Jakarta: Elex Media Komputindo. Ridhahani. Fidzi. Pengembangan Nilainilai Karakter Berbasis AlQuran. Banjarmasin: IAIN Antasari Press.