PENELITIAN ASLI PIJAT AKUPRESURE LAKTASI TINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI KLINIK MEDISKA MEDAN Rinawati Sembiring1 . Eldha Novarina Tarigan2 Dosen Prodi S1 Kebidanan USM-Indonesia. Dosen Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit STIKes Sehati Medan Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Diterima: 12 Juni 2025 Direvisi: 16 Juni 2025 Diterima: 28 Juni 2025 Diterbitkan: 09 Juli 2025 Akupresure merupakan pengobatan tradisional Indonesia yang berasal dari budaya Cina dengan memberikan penekanan pada titik tertentu menggunakan jari. Efek penekanan titik akupresure dapat merangsang hipofisis yang berada di otak untuk mengeluarkan hormon prolaktin dan hormon oksistosin ke dalam darah sehingga produksi ASI meningkat. Akupresure laktasi juga memiliki manfaat tambahan seperti meningkatkan sirkulasi darah di daerah payudara, yang mendukung kelancaran aliran ASI dari ibu yang diberikan pijat akupresur secara teratur mengalami peningkatan produksi ASI yang signifikan dibandingkan dengan ibu yang tidak mendapatkan pijat tersebut. Selain itu, pijat ini dapat memberikan efek relaksasi bagi ibu, yang berpotensi mengurangi ketegangan otot dan kelelahan, dua faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran menyusui (Sari Oleh sebab itu dipandang perlu untuk melakukan pijat akupresur pada ibu nifas di Klinik Mediska Medan untuk meningkatkan produksi ASI sehingga kebutuhan nutrisi bayi tercukupi dengan baik sesuai kebutuhan dan ibu juga menjadi lebih relaks dan dapat menyusukan dengan tenang. Kata kunci: produksi ASI Penulis Korespondensi: Rinawati Sembiring Email: rinawatipandiaz@yahoo. Jurnal Abdimas Mutiara e-ISSN: 2722-7758 Vol. 06 No. Juli, 2025 (P326-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. DOI: https://10. 51544/jam. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Sistem Informasi Fakultas Sain dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Banyak alasan ibu tidak menyusui bayinya, karena berbagai hal lain di antaranya. ASI tidak lancar, sehingga bayi rewel, karena tidak puting susu datar atau terbenam, puting susu lecet, payudara bengkak, saluran susu tersumbat sehingga sering menyebabkan diambilnya keputusan untuk menghentikan menyusui (Sutanto, 2. ASI memiliki peran krusial dalam mendukung tumbuh kembang bayi pada awal kehidupannya. ASI mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat diperlukan oleh bayi untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan pertumbuhannya (Nugraheni, 2. ASI eksklusif sangat bermanfaat bagi bayi, dan dapat mengurangi kematian pada bayi karena ASI mengandung kolostrum yang kaya akan antibodi dimana ASI mengandung protein untuk daya tahan tubuh yang bermanfaat untuk mematikan kuman dalam jumlah tinggi. ASI juga mengandung enzim tertentu berfungsi sebagai zat penyerapan yang tidak akan mengganggu enzim lain di usus. Susu formula tidak mengandung enzim-enzim tersebut sehingga penyerapan makan sepenuhnya mengandalkan enzim tubuh bayi sendiri (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2. Hal ini juga disampaikan sendiri oleh United Nation Children (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) yang merekomendasikan pemberian ASI ekslusif sampai bayi berumur 6 bulan. Pemberian ASI dapat dilanjutkan sampai bayi berusia 2 . Berdasarkan data WHO pencapaian ASI eksklusif didunia adalah sekitar 38 % pada tahun 2021. Cakupan ASI eksklusif di Indonesia pada 2022 tercatat hanya 67,96%, turun dari 69,7% dari 2021, menandakan perlunya dukungan lebih intensif agar cakupan ini bisa meningkat. Persentasi cakupan pemberian ASI eksklusif yang masih rendah mengindikasikan pemberian ASI eksklusif tidak berhasil. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2021, 52,5% atau hanya setengah dari 2,3 juta bayi berusia kurang dari enam bulan, mendapat ASI eksklusif di Indonesia. Angka tersebut menurun 12% dari tahun 2019, angka inisiasi menyusui dini (IMD) juga mengalami penurunan dari 58,2% pada tahun 2019 menjadi 48,6% pada tahun 2021. Beberapa kendala pemberian ASI eksklusif diantaranya keengganan ibu untuk menyusui karena rasa sakit saat menyusui, kelelahan saat menyusui. ASI sedikit, serta kekhawatiran ibu mengenai perubahan payudara setelah menyusui. Pengeluaran ASI dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu produksi dan pengeluaran. Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolactin, sedangkan pengeluaran dipengaruhi oleh hormon oksitosin (Erna, 2. Faktor lainnya yang berhubungan pengeluaran ASI adalah makanan yang dikonsumsi ibu, isapan bayi, frekuensi menyusui, riwayat penyakit ibu dan bayi, psikologis ibu, berat badan lahir, perawatan payudara, jenis persalinan, umur kehamilan saat melahirkan, konsumsi rokok dan alkohol pada ibu, cara menyusui yang tidak tepat, rawat gabung dan penggunaan pil kontrasepsi (Sari 2. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh kelancaran produksi ASI pada awal masa menyusui. Salah satu kondisi yang menyebabkan ASI ibu kurang lancar adalah ibu kurang rileks dan untuk mengatasi hal tersebut dengan melakukan pijat akupresur laktasi. Pijat akupresur laktasi dapat dilakukan pada keadaan payudara ibu yang bengkak, tidak lancar, dan ibu yang menginginkan relaksasi. Pijat akupresur laktasi adalah suatu tindakan pemijatan pada bagian payudara dengan cara perlahan atau melakukan tekanan ringan dan lembut pada payudara (Delima, 2. Ketidak cukupan ASI adalah alasan utama ibu untuk menghentikan pemberian ASI, karena ibu merasa ASI nya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi dan mendukung kenaikan berat badan bayi (Rahayu dan Yunitasari 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi pijat akupresur dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas dengan merangsang titik- titik akupresur yang terkait dengan kelenjar payudara dan kelenjar pituitari yang mengatur hormon prolaktin dan oksitosin (Setiawan, 2. Salah satu upaya meningkatkan produksi ASI yaitu dengan pijat akupresur laktasi yang merupakan teknik non farmakologi yang bisa meningkatkan produksi ASI pada ibu yang kurang lancar memproduksi ASI, dengan ilmu penyembuhan dengan menekan, memijat, mengurut bagian tubuh untuk mengaktifkan peredaran energi vital atau, yang bermanfaat meningkatkan stamina tubuh, melancarkan peredaran darah mengurangi rasa nyeri dan mengurangi stress atau menenangkan pikiran, akupresur dapat meningkatkan kecukupan ASI (Pratiwi et al. Pemijatan pada tiitk akupresur memberi perasaan nyaman, rileks dan tidak tegang sehingga ASI akan banyak keluar dan kebutuhan bayi tercukupi (Intami et al. Akupresure merupakan pengobatan tradisional Indonesia yang berasal dari budaya Cina dengan memberikan penekanan pada titik tertentu menggunakan jari. Efek penekanan titik akupresure dapat merangsang hipofisis yang berada di otak untuk mengeluarkan hormon prolaktin dan hormon oksistosin ke dalam darah sehingga produksi ASI meningkat. Selain itu akupresure dapat meningkatkan endorfin yang dapat mengurangi nyeri dan membuat tubuh Hasil kecukupan ASI setelah akupresure meningkat 60 % pada hari pertama, 75% pada hari kedua, dan 85% pada hari ketiga. Semua penelitian yang dilakukan mengalami peningkatan yang singnifikan dalam produksi ASI setelah akupresure (Renityas, 2. Akupresure laktasi juga memiliki manfaat tambahan seperti meningkatkan sirkulasi darah di daerah payudara, yang mendukung kelancaran aliran ASI dari ibu yang diberikan pijat akupresur secara teratur mengalami peningkatan produksi ASI yang signifikan dibandingkan dengan ibu yang tidak mendapatkan pijat tersebut. Selain itu, pijat ini dapat memberikan efek relaksasi bagi ibu, yang berpotensi mengurangi ketegangan otot dan kelelahan, dua faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran menyusui (Sari 2. Berdasarkan survey awal di wilayah TPMB (Tempat Praktek Mandiri Bida. Lusiana Siregar yang terletak di Medan Marelan, di dapat data bahwa masih banyak ibu yang tidak menyusui bayinya secara eskklusif, diantaranya dengan alasan ASI yang keluar . edikit atau tidak Teknik pijat akupresur laktasi ini diterapkan sebagai salah satu alternatif yang digunakan oleh para bidan untuk membantu ibu nifas yang menginginkan kelancaran dalam proses menyusui. Solusi Permasalahan Mitra Dengan pijat akupresur laktasi dapat meningkatkan produksi ASI sehingga nutrisi bayi dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan. Dengan nutrisi yang cukup diharapkan dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan, bayi yang lebih optimal. Selain meningkatkan produksi ASI, pijat akupresure juga dapat membuat ibu lebih rilaks sehinga proses menyusukan dapat berlangsung dengan lbih hangat dan memperkuat bonding antara ibu dengan bayi. Metode Pelaksanaan Metode yang digunakan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut adalah dengan terapi akupresure yang dilakukan dengan melakukan serangkaian pijat pada area punggung menggunakan minyak . assage oi. Pemijatan menggunakan jari pada punggung ibu dengan titik tekanan adalah sebagai berikut: Melakukan pemijatan dengan meletakan kedua ibu jari sisi kanan dan kiri dengan jarak satu jari di tulang belakang. Menarik kedua jari yang ada costa 5-6 menyusuri tulang belakang dengan membentuk Gerakan melingkar kecil dan menekan kuat dengan kedua ibu jari. Gerakan pemijatan dengan memyusuri garis tulang belakang ke atas kemudian Kembali kebawah . Melakukan pemijatan selama 3-5 menit. Gambar 1. Titik pijat di punggung Setelah melakukan pemijatan punggung, dilanjutkan dengan pijat akupresure laktasi dengan menekan titik-titik tertentu seperti ST15. ST16. ST18. SP18. CV17. PC6, dan SI1 selama 10Ae 15 menit. Beberapa titik akupresure, yang sering digunakan untuk meningkatkan produksi ASI antara ST15 (Dahen. : Terletak di dada, berfungsi untuk merangsang produksi ASI. ST16 (Yingchuan. : Terletak di dada, membantu melancarkan aliran ASI. ST18 (Ruge. : Terletak di bawah payudara, titik utama untuk masalah laktasi. SP18 (Tianx. : Terletak di sisi dada, membantu mengatasi stagnasi ASI. CV17 (Shanzhon. : Terletak di tengah dada, pusat energi untuk dada dan payudara. PC6 (Neigua. : Terletak di lengan bawah, membantu mengurangi stres dan SI1 (Shaoz. : Terletak di jari kelingking, titik refleks untuk payudara. Gambar 2 Pijat akupresur laktasi Stimulasi pada titik-titik tersebut dapat dilakukan dengan tekanan lembut menggunakan jari selama 15 menit. Hasil dan Pembahasan Hasil pengabdian masyarakat pijat akupresure terhadap ibu nifas yang sedang menyusui didapatkan produksi ASI yang sebelumnya berada pada kategori tidak lancar, yakni sebanyak 10 orang ibu, dan setelah intervensi pijat akupresur terjadi peningkatan produksi ASI secara signifikan, di mana jumlah terbanyak berpindah ke kategori lancar, yaitu juga sebanyak 10 Hasil ini menunjukkan bahwa pijat akupresur laktasi memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas. Tabel 1. Tabel Distribusi Frekuensi Produksi ASI Sebelum dan Sesudah Intervensi Produksi ASI Lancar Tidak lancar Total Pretest Postest Air susu ibu (ASI) merupakan makanan alami dan terbaik yang dapat diberikan seorang ibu kepada bayinya yang baru lahir. ASI mengandung berbagai zat pelindung, termasuk antibodi dan enzim aktif yang berfungsi meningkatkan sistem imun bayi sehingga mampu melindungi dari berbagai penyakit infeksi, seperti diare, pneumonia, dan infeksi saluran pernapasan akut. ASI juga menjadi satu-satunya sumber nutrisi lengkap yang dibutuhkan bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan. Dalam hal ini, kecukupan ASI dapat diidentifikasi dari tanda-tanda kepuasan bayi maupun ibu, seperti peningkatan berat badan bayi, frekuensi buang air kecil yang cukup, serta rasa nyaman dan rileks pada ibu saat menyusui (Sajidah et al. , 2. Namun demikian, masih banyak ibu nifas yang mengalami kendala dalam proses menyusui, khususnya dalam hal kelancaran produksi ASI. Beberapa faktor yang memengaruhi ketidaklancaran tersebut antara lain adalah kondisi kesehatan ibu, frekuensi dan durasi menyusui, asupan nutrisi dan cairan yang dikonsumsi ibu, kekuatan hisapan bayi, serta kondisi psikologis ibu, seperti stres dan kecemasan pascapersalinan. Ketidaktepatan dalam manajemen laktasi juga turut menjadi penyebab utama hambatan dalam produksi ASI. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya pendampingan dan edukasi yang optimal kepada ibu nifas untuk membantu mengatasi hambatan tersebut agar proses menyusui dapat berlangsung dengan efektif dan optimal (Fairus et al. , 2. Peningkatan produksi ASI menjadi fokus utama dalam intervensi kesehatan maternal karena berhubungan erat dengan keberlangsungan hidup, pertumbuhan, dan perkembangan bayi. ASI bukan hanya menyediakan nutrisi esensial seperti protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin, tetapi juga berperan sebagai imunisasi alami pertama bagi bayi. Meski demikian, tidak semua ibu mampu memproduksi ASI dalam jumlah yang memadai pascapersalinan. Kondisi ini dapat menimbulkan kekhawatiran serta menurunkan kepercayaan diri ibu, yang justru dapat memperburuk produksi ASI. Oleh karena itu, teknik-teknik non-farmakologis seperti pijat akupresur laktasi menjadi salah satu alternatif yang efektif dan minim risiko untuk membantu merangsang hormon prolaktin dan oksitosin, yang berperan penting dalam produksi ASI (Ningsih & Ludvia, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Yani et al. , 2. dapatkan hasil data responden pada terapi pre dan post akupresur titik zhoungfu (LU-. di dapatkan bahwa responden 10 orang mengeluh bahwa produksi asi tidak lancar setelah dilakukan akupresur titik zhoungfu (LU-. didapatkan menurun menjadi 8 orang . %). Didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Hubaedah et al. , 2. dimana pada penelitian tersebut didapatkan hasil sebelum diberikan intervensi seluruh responden mengalami produksi ASI kurang lancar 100% responden, setelah diberikan intervensi terdapat 81,3% responden produksi ASI lancar. Penelitian lain dilakukan oleh (Liliana & Wahyuningsih, 2. di dapatkan hasil bahwa kecukupan produksi ASI pada kelompok intervensi sebelum dilakukan akupresur dalam kategori tidak cukup . %). Setelah dilakukan akupresur produksi ASI sebagian besar dalam kategori cukup . ,5 %). Kesimpulan dan Saran Terjadi peningkatan pada produksi ASI pada ibu nifas yang sedang menyusui dimana payudara ibu penuh dan ASI keluar lancar saat menyusukan bayi. Dengan ASI yang lancar, bayipun kenyang setelah disusukan yang ditandai dengan bayi lebih tenang, tidak rewel dan dapat tidur dengan nyenyak. Selama proses menyusui, ibu jugab terlihat lebih rileks. Dengan demikian, disarankan kepada ibu menyusui khususnya yang mengalami keluhan produksi ASI yang tidak lancar agar melakukan pijat akupresure laktasi. Ibu nifas juga diharapkan agar lebih proaktif mencari informasi dan menerima edukasi mengenai metodemetode alami yang dapat mendukung kelancaran menyusui, termasuk pemanfaatan pijat akupresure, sehingga ibu lebih percaya diri dan merasa nyaman dalam proses menyusui melalui pendekatan releksasi setelah mendapatkan pijat akupresure. Pijat akupresure laktasi terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi ASI. Disarankan juga kepada tenaga kesehatan agar memanfaatkan teknik pijat akupresure sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif, aman, dan mudah dilakukan dalam upaya meningkatkan produksi ASI, terutama pada ibu nifas awal. Ucapan terimakasih Diucapkan terimakasih kepada seluruh responden ibu nifas yang sedang menyhusui yang dalam kesempatan ini berkenan dilakukan intervensi pijat akupresure. Diucapkan juga terimakasih tak tyerhingga kepada pimpinan di Klinik Mediska Medan yang telah mendukung dalam proses pelaksanaan pengabdian masyarakat ini. Referensi