Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. 271- 280 Author. Wahyu Rachma Perdani,et al RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI GOGO (Upland ric. AKIBAT PEMBERIAN MIKORIZA PADA TANAH BEKAS TAMBANG GAS ALAM Growth Responses And Yield of Upland Rice Varieties Due to Mycorrhiza Application on Soils ex-Mining Natural Gas Wahyu Rachma Perdani1. Yusra2. Laila Nazirah2*. Nilahayati2 . Nasruddin2 Mahasiswa Program Magister Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Program Magister Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh *Corresponding author: lailanazirah@unimal. ABSTRAK Padi (Oryza sativa L. ) merupakan tanaman yang penting di Indonesia karena padi yang dihasilkan merupakan sumber makanan pokok penduduk di Indonesia. Upaya peningkatan produksi dengan memanfaatkan lahan suboptimal seperti lahan bekas tambang menjadi lahan produktif dapat dilakukan dengan menggunakan mikoriza dan varietas yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan mempelajari pertumbuhan dan hasil varietas padi gogo yang adaptif pada lahan bekas tambang serta menganalisis dosis mikoriza yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas padi gogo yang dibudidayakan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor yang diuji dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas (V) yang terdiri dari 10 taraf: V1 . arietas Inpago . V2 . arietas Situbagendi. V3 . arietas Inpago . V4 . arietas Batuteg. V5 . arietas Situpatenggan. V6 . arietas Inpago . V7 . arietas Towut. V8 . arietas Inpago . V9 . arietas Inpari . , dan V10 . arietas Sintanu. Faktor kedua adalah Mikoriza (M) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: M0 . anpa mikoriz. M1 . ikoriza 15 g/lubang tana. , dan . g/lubang Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Sintanur berpengaruh pada peubah persentase infeksi akar, panjang akar, jumlah anakan, jumlah malai/jumlah anakan produktif, dan hasil gabah kering per rumpun. Pemberian mikoriza 25 g/lubang tanam merupakan dosis terbaik yang berpengaruh pada infeksi akar tanaman padi dan hasil gabah kering per rumpun. Terdapat interaksi antara perlakuan varietas dan mikoriza terhadap persentase infeksi akar, persentase gabah hampa, persentase gabah berisi dan hasil gabah kering. Perlakuan terbaik didapatkan pada varietas sintanur dan mikoriza 25 g/lubang tanam. Kata kunci: adaptif, dosis, mikoriza, padi gogo, varietas. ABSTRACT Rice (Oryza sativa L. ) is an important crop in Indonesia because the rice produced is the staple food source of the population in Indonesia. Efforts to increase production by using suboptimal land such as ex-mining land into productive land can be done by using mycorrhiza and adaptive varieties. This research aimed to select and study the growth and yield of upland rice varieties adaptive for ex-mining land Natural gas and analyze the dose of mycorrhiza that affects the morphological characteristics and yield of several varieties of upland rice cultivated. This research used a randomized block design with two factors tested with 3 replications. The first factor is variety (V) consisting of 10 levels: V1 (Inpago 9 variet. V2 (Situbagendit variet. V3 (Inpago 6 variet. V4 (Batutegi variet. V5 (Situpatenggang variet. V6 (Inpago 4 variet. V7 (Towuti variet. V8 (Inpago 7 variet. V9 (Inpari 33 variet. , and V10 (Sintanur variet. The second factor is Mycorrhiza (M) consisting of 3 levels, namely: M0 . ithout mycorrhiz. M1 . ycorrhiza 15 g/planting hol. , and . g/planting hol. The results showed that the Sintanur variety affected the variables of root infection percentage, root length, number of tillers, number of panicles/number of productive tillers, and dry grain yield per Application of mycorrhiza 25 g/plant hole is the best dose that affects the variables of root infection of rice plants and dry grain yield per clump. There was an interaction between the Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. 271- 280 Author. Wahyu Rachma Perdani,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 treatment of varieties and mycorrhiza on the percentage of root infection, percentage of empty grain, percentage of filled grain and dry grain yield. The best treatment was obtained in the treatment of sintanur varieties and mycorrhiza 25 g / planting hole. Keywords: adaptive, dosage, mycorrhiza, upland rice, variety. PENDAHULUAN Padi (Oryza sativa L,) merupakan keberadaannya di Indonesia karena beras yang dihasilkan merupakan sumber makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia bahkan bagi separuh penduduk Asia. Namun penambahan jumlah penduduk tidak diikuti oleh peningkatan produksi padi. Menurut data Badan Pusat Statistik . menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 266,9 juta jiwa pada tahun 2019 menjadi 281,6 juta jiwa pada tahun 2024, sedangkan produksi padi di Indonesia dari tahun ke tahun tidak mengalami peningkatan yang Menurut Badan Pusat Statistik . padi pada tahun 2019 adalah 033,34 ton sedangkan tahun 2024 produksi padi 53. 726,65 penurunan produksi ini disebabkan oleh jumlah luas panen yang terus menurun dari tahun 2019 hingga tahun 2024. Dikhawatirkan akan terjadi krisis pangan apabila tidak ditangani secara serius. Meningkatnya jumlah penduduk akan diikuti oleh permintaan beras yang semakin tinggi yang seharusnya diikuti juga dengan peningkatan produksi padi. Upaya yang bisa ekstensifikasi baik lahan basah maupun Lahan kering di Indonesia merupakan potensi yang perlu untuk diperhatikan yang terdiri atas lahan subur dan lahan tidak subur . ahan suboptima. Lahan dimanfaatkan melalui rekayasa penerapan inovasi teknologi budidaya yang didukung oleh infrastruktur yang memadai, maka lahan tersebut dapat diubah menjadi lahanlahan produktif untuk pengembangan budi daya berbagai komoditas pertanian. Terdapat berbagai upaya yang bisa dilakukan agar lahan suboptimal bisa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menggunakan mikoriza atau yang biasa disebut Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA). Secara ekologis. FMA adalah pembenah yang ramah lingkungan dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan seperti pupuk kimia (Suryati, 2. Mikoriza (FMA) dapat memperbaiki sifat kimia tanah. Pemberian FMA dan kompos secara terpisah maupun secara bersamasama mampu meningkatkan pH. P-tersedia maupun C-Organik pada tanah Ultisol (Khairuna et al. , 2. Penelitian ini menggunakan 10 varietas padi gogo untuk melihat adaptasi tanaman dan mikoriza. Saat ini terdapat beberapa varietas yang telah dikembangkan dan memiliki kelebihan tertentu dan dikembangkan dilahan sub optimal. Nazirah et al. melaporkan bahwa adaptasi Varietas Inpago 4 menghasilkan produksi 7,5 ton per hektar dengan kondisi curah hujan 3,3 mm/bulan. Lebih lanjut dinyatakan penggunaan varietas unggul dapat menjadi teknologi paling murah dan efisien untuk meningkatkan produksi padi lahan sub optimum. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Banda Masen. Kota Lhokseumawe Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada bulan November 2023 sampai dengan bulan Mei Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih padi yang terdiri dari 10 varietas yaitu Varietas Inpago 9. Varietas Situbagendit. Varietas Inpago 6. Varietas Batutegi. Varietas Situpatenggang. Varietas Inpago 4. Varietas Towuti. Varietas Inpago 7. Varietas Inpari 33, dan Varietas Sintanur. Mikoriza, tanah top soil dari areal lahan bekas tambang gas alam, pupuk Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 kandang, pupuk majemuk Phonska Urea . kg/ha Urea 200 kg/h. Dithane M45. Curater 2G, polybag ukuran 40 cm x 50 Sedangkan peralatan yang digunakan terdiri dari: ayakan kasa ukuran 6 mm, timbangan portable kapasitas 25 kg, timbangan digital kapasitas 0. 5 kg, papan lat, triplex, meteran, selang plastik, ember plastik, tali rafia, sprayer dan hand sprayer, gelas ukur erlenmeyer, thermometer digital, soil tester dan oven. September, 2025 Vol. No 3. Hal. 271- 280 Author. Wahyu Rachma Perdani,et al Persiapan Bahan Tanam Penggunaan keseragaman daya kecambah maka benih dioven selama 72 jam pada suhu 43AC. Selanjutnya benih ditimbang lalu direndam dalam campuran Dithane M-45 sebanyak 2 gr/l dan Curater 2G sebanyak 0,1 g. Dithane M-45 diperlukan untuk mencegah penyakit busuk daun. Campuran seed treatment tersebut ditambah air secukupnya lalu dimasukkan benih padi dan direndam selama 24 jam. Benih yang telah mengalami seed treatment ditugal sedalam 2-3 cm sebanyak 5-6 butir per polybag. Metode Penelitian Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu varietas (V) dan faktor kedua yaitu pupuk (P). Faktor varietas tanaman padi (V): V1 (Varietas Inpago . V2 (Varietas Situbagendi. , dan V3 . arietas inpago . V4 (Varietas Batuteg. V5 (Varietas Situpatenggan. V6 (Varietas Ipago . V7 (Varietas Towut. V8 (Varietas inpago . V9 (Varietas Inpari . V10 (Varietas Sintanu. Mikoriza (M: M0 . anpa mikoriz. M1 . ikoriza 15 g/tanama. M2 (Mikoriza 25 g/tanama. Pemupukan Pupuk majemuk Phonska Urea diberikan dengan dosis 300 kg/ha Urea 200 kg/ha . osis anjura. pupuk phonska diberikan sekali saat penanaman sedangkan pupuk Urea diberikan dua kali yaitu pada saat penanaman dan pada fase vegetatif Sedangkan Pupuk kandang diberikan 2 minggu sebelum tanam sebanyak 10 ton/ha. Inokulasi jamur Mikoriza Arbuskula Inokulasi jamur mikoriza arbuskula diberikan pada lubang tanam sebelum bibit padi gogo ditanam dan diberikan sesuai perlakuan yaitu tanpa mikoriza, dengan penambahan mikoriza 15 gram per lubang tanam dan dengan penambahan mikoriza 25 gram per lubang tanam. Penjarangan dan Pemeliharaan Penjarangan dilakukan 2 MST ditinggalkan 1 tanaman per polybag yang Pemeliharaan meliputi pemberantasan hama dan penyakit dilakukan dengan menggunakan insektisida Baycarb dengan konsentrasi 0,5 Ae 1 l/ha. Frekwensi penyemprotan dilakukan sesuai dengan keadaan serangan hama dan Gulma yang tumbuh dalam polybag dicabut secara intensif. Kemudian penyiraman dilakuka pagi dan sore hari. Sehingga dengan demikian penelitian ini terdiri dari 30 kombinasi percobaan, masing-masing percobaan terdiri dari 3 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 4 unit tanaman sehingga total keseluruhan unit percobaan terdapat 360 unit percobaan. Pelaksanaan Penelitian Persiapan Tanah Tanah top soil yang bersumber dari lahan bekas gas alam di Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara dikeringanginkan dan dihaluskan dengan cara tanah diayak dengan ayakan 3 mm tanah yang sudah halus dicampur dengan pupuk kandang sapi dengan dosis 10 ton per ha,pupuk majemuk Phonska Urea . kg/ha Urea 200 kg/h. Setelah itu media dimasukkan ke dalam polybag berukuran 50 cm x 40 cm. Sample tanah yang digunakan diambil secara komposit yaitu pengambilan tanah secara acak sebanyak 10 sampel untuk dianalisa sifat fisik kimianya yaitu kandungan Pb dan Hg di Laboratorium Socfindo. Pemanenan Pemanenan dilakukan dengan kriteria panen bulir padi sudah menguning, gabah sudah berisi dan bernas, daun bendera berwarna kuning, sebagian batang telah Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. 271- 280 Author. Wahyu Rachma Perdani,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 mati, kering kecoklatan dan tangkai daun sudah kelihatan merunduk. berbeda nyata pada taraf 5%, maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji DMRT (Duncan Multiple Range tes. Pengamatan Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu: persentase infeksi akar, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang akar, persentase gabah hampa, persentase gabah berisi dan hasil gabah kering per rumpun. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Tanah Hasil dari analisis sifat kimia tanah awal pada tanah bekas tambang gas alam yang diambil sebelum dilakukan penelitian dan di analisis di laboratorium PT Socfin Indonesia (Socfind. disajikan pada Tabel Analisis Data Dari hasil penelitian dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji F. hasil yang diperoleh pada sidik ragam Tabel 1. Hasil Analisis Awal Tanah Bekas Tambang Area Arun Field Exxon Mobil Parameter N-Kjehdahl K-Total Nilai 0,28 % 0,26 % 0,10 % <0,01 ppm 118,60 ppm Metode Analisis Kjedahl with Spectrophotometer KNO3 with Spectrophotometer Bray II Exreact Kjedahl with Spectrophotometer Cold Vapor Generation-AAS Persentase Infeksi Akar dan Panjang Akar Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa varietas secara tunggal berpengaruh terhadap persentase infeksi akar tanaman Perlakuan mikoriza secara tunggal berpengaruh terhadap persentase infeksi akar tanaman padi. Terdapat interaksi antara varietas dan mikoriza terhadap persentase infeksi akar tanaman padi. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa varietas secara tunggal berpengaruh terhadap panjang akar tanaman padi. Perlakuan mikoriza secara tunggal tidak berpengaruh terhadap panjang akar tanaman Tidak terdapat interaksi antara varietas mikoriza terhadap panjang akar tanaman padi. Pengaruh varietas dan mikoriza terhadap persentase infeksi akar dan panjang akar tanaman padi dapat dilihat pada Tabel 2. Berdasarkan Tabel 2 perlakuan varietas secara tunggal berpengaruh nyata terhadap persentase infeksi akar. Persentase infeksi akar dengan nilai tertinggi ditunjukkan pada perlakuan varietas Towuti (V. yaitu 93,3%, berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Persentase infeksi akar dengan nilai terendah ditunjukkan pada perlakuan varietas situpatenggang (V. yaitu 66,66% dan varietas situbagendit (V. 68,33%. Perlakuan pemberian berpengaruh terhadap persentase infeksi akar tanaman padi. Persentase infeksi akar dengan nilai tertinggi ditunjukkan pada mikoriza 25 g (M. yaitu 81,66%. Persentase infeksi akar dengan nilai terendah ditunjukkan pada pemberian mikoriza 15 g (M. yaitu 75,41%. Berdarsarkan Tabel 2 perlakuan varietas secara tunggal berpengaruh nyata terhadap panjang akar tanaman padi. Akar terpanjang ditunjukkan pada perlakuan varietas sintanur (V. yaitu 24,92 cm, berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Panjang akar terpendek ditunjukkan pada perlakuan varietas Inpari 33 (V. yaitu 3,88 Perlakuan pemberian tidak berpengaruh terhadap peubah panjang akar tanaman padi. Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. 271- 280 Author. Wahyu Rachma Perdani,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 Tabel 2. Rata-rata Persentase Infeksi Akar Akibat Perlakuan Varietas dan Mikoriza Perlakuan Persentase Infeksi Akar (%) Panjang Akar . Varietas (V) V1 (Inpago . 73,33 cd 15,99 . b V2 (Situbagendi. 68,33 d 15,19 . b V3 (Inpago . 85,00 ab 16,10 . b V4 (Batuteg. 80,00 bc 14,58 . b V5 (Situpatenggan. 66,66 d 15,83 . b V6 (Inpago . 14,81 . b V7 (Towut. 93,33 a 14,33 . b V8 (Inpago . 15,50 . b V9 (Inpari . 78,33 bc 14,05 . b V10 (Sintanu. 83,33 b 24,92 . a Mikoriza (M) M1 (Mikoriza 15 . 15,90 . a M2 (Mikoriza 25 . 75,41 b 16,17 . a M0 (Tanpa Mikoriz. 81,66 a 16,32 . a Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji DMRT taraf 5 %. Terdapat interaksi antara perlakuan varietas dan mikoriza terhadap persentase infeksi akar tanaman padi. Data interaksi disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Interaksi antara Perlakuan Varietas dan Mikoriza terhadap Persentase Infeksi Akar Perlakuan Persentase Infeksi (Varietas Mikoriz. Akar (%) V1M1 (Inpago 9 Mikoriza 15 . 60,00 b V2M1 (Situbagendit Mikoriza 15 . 86,66 a V3M1 (Inpago 6 Mikoriza 15 . 70,00 b V4M1 (Batutegi Mikoriza 15 . 90,00 a V5M1 (Situpatenggang Mikoriza 15 . 66,66 b V6M1 (Inpago 4 Mikoriza 15 . V7M1 (Towuti Mikoriza 15 . 90,00 a V8M1 (Inpago 7 Mikoriza 15 . V9M1 (Inpari 33 Mikoriza 15 . 90,00 a V10M1 (Sintanur Mikoriza 15 . 93,33 a V1M2 (Inpago 9 Mikoriza 25 . 86,66 a V2M2 (Situbagendit Mikoriza 25 . 93,33 a V3M2 (Inpago 6 Mikoriza 25 . 100,00 a V4M2 (Batutegi Mikoriza 25 . 70,00 b V5M2 (Situpatenggang Mikoriza 25 . 66,66 b V6M2 (Inpago 4 Mikoriza 25 . V7M2 (Towuti Mikoriza 25 . 90,00 a V8M2 (Inpago 7 Mikoriza 25 . V9M2 (Inpari 33 Mikoriza 25 . 90,00 b V10M2 (Sintanur Mikoriza 25 . 73,33 b Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji DMRT taraf 5 %. Berdasarkan Tabel 3 perlakuan varietas dan mikoriza menunjukkan adanya interaksi yang nyata terhadap persentase infeksi akar tanaman padi. Persentase infeksi akar tertinggi ditunjukkan pada perlakuan Varietas Inpago 6 dan Mikoriza 25 g/polibag (V3M. yaitu 100,00%. Sedangkan, persentase infeksi akar terendah didapatkan pada perlakuan Varietas Inpago 9 dan Mikoriza 15 g/polibag (V1M. yaitu 60,00%. Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. 271- 280 Author. Wahyu Rachma Perdani,et al gabah berisi, namun berpengaruh terhadap hasil gabah kering per rumpun. Tidak terdapat interaksi antara varietas dan mikoriza terhadap jumlah anakan, dan jumlah anakan produktif, namun terdapat interaksi terhadap peubah persentase gabah hampa, persentase gabah berisi, hasil gabah kering per rumpun. Pengaruh varietas dan mikoriza terhadap jumlah anakan, jumlah anakan produktif, persentase gabah hampa, persentase gabah berisi, dan hasil gabah kering per rumpun dapat dilihat pada Tabel Jumlah Anakan. Jumlah Anakan Produktif. Persentase Gabah Hampa. Persentase Gabah Berisi, dan Hasil Gabah Kering per Rumpun Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa varietas secara tunggal berpengaruh terhadap jumlah anakan, jumlah anakan persentase gabah berisi, dan hasil gabah kering per rumpun. Perlakuan mikoriza secara tunggal tidak berpengaruh terhadap jumlah anakan, jumlah anakan produktif, persentase gabah hampa, dan persentase Tabel 4. Rata-rata Jumlah Anakan. Jumlah Anakan Produktif. Persentase Gabah Hampa. Persentase Gabah Berisi, dan Hasil Gabah Kering Per Rumpun Akibat Perlakuan Varietas dan Mikoriza Perlakuan Jumlah Anakan . Jumlah Persentase Persentase Anakan Produktif Gabah Gabah . Hampa Berisi (%) (%) Hasil Gabah Kering Per Rumpun . Varietas (V) V1 (Inpago . 8,11. a 2,80 . bc 33,60 ab 66,40 ab 48,54 ef V2 (Situbagendi. 6,66 . abc 3,77 . ab 36,66 a 63,33 b 63,35 bcd V3 (Inpago . 6,88 . abc 2,45 . c 30,79 ab 69,20 ab 53,25 de V4 (Batuteg. 4,55 . c 2,24 . c 31,75 ab 68,24 ab 71,37 ab V5 (Situpatenggan. 5,66 . abc 2,17 . c 32,54 ab 67,45 ab 41,16 gf V6 (Inpago . 4,22 . c 2,05 . c 31,54 ab 68,24 ab 64,88 bc V7 (Towut. 3,88 . c 3,73 . ab 24,37 b 68,45 ab 36,95 g V8 (Inpago . 5,00 . bc 3,01 . ab 32,03 ab 75,62 a 55,19 cde V9 (Inpari . 5,77 . abc 4,38 . a 29,51 ab 67,96 ab 54,43 de V10 (Sintanu. 7,66 . ab 4,51 . a 35,84 a 64,15 b 75,33 a Mikoriza (M) Tanpa Mikoriza (M. 5,90 . a 3,38 . a 34,10 a 65,89 a 49,00 b Mikoriza 15 g (M. 5,63 . a 2,91 . a 30,22 a 69,77 a 53,37 b Mikoriza 25 g (M. 6,00 . a 3,05 . a 31,27 a 68,73 a 66,96 a Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji DMRT taraf 5 %. Angka dalam kurung adalah hasil data transformasi Oo. Berdasarkan Tabel 4 perlakuan varietas secara tunggal berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan. Jumlah anakan terbanyak ditunjukkan pada perlakuan varietas Inpago 9 (V. yaitu 8,11 anakan, berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Pemberian mikoriza tidak berpengaruh terhadap peubah jumlah anakan pada semua umur pengamatan. Perlakuan varietas secara tunggal Pada peubah persentase gabah hampa dan gabah berisi, perlakuan varietas secara tunggal tidak berpengaruh nyata malai/anakan produktif. Nilai jumlah malai/anakan ditunjukkan pada perlakuan varietas Sintanur (V. yaitu 4,51 anakan. Nilai jumlah malai/anakan produktif paling sedikit ditunjukkan pada perlakuan Inpago 4 yaitu 2,05 anakan. Perlakuan pemberian mikoriza tidak berpengaruh terhadap peubah jumlah malai/anakan produktif. terhadap persentase gabah hampa dan gabah Perlakuan pemberian mikoriza juga Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 tidak berpengaruh terhadap persentase gabah hampa dan gabah berisi. Pada peubah hasil gabah kering per rumpun, perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap hasil gabah kering per Nilai hasil gabah kering per perlakuan varietas Sintanur (V. yaitu 75,33 gram. Nilai hasil gabah kering per perlakuan Towuti (V. yaitu 36,95 gram. Perlakuan pemberian mikoriza berpengaruh terhadap hasil gabah kering per rumpun. Nilai hasil gabah kering per rumpun September, 2025 Vol. No 3. Hal. 271- 280 Author. Wahyu Rachma Perdani,et al tertinggi ditunjukkan pada perlakuan mikoriza 25 g (M. yaitu 66,96 gram. Nilai hasil gabah kering per rumpun terendah secara rataan ditunjukkan pada perlakuan tanpa mikoriza (M. yaitu 49,00 gram. Kombinasi perlakuan varietas dan mikoriza menunjukkan adanya pengaruh persentase gabah berisi, dan hasil gabah kering tanaman padi. Hasil analisis pengaruh kombinasi varietas dan mikoriza terhadap persentase gabah hampa, persentase gabah berisi, dan hasil gabah kering tanaman padi Tabel Tabel 5. Pengaruh Kombinasi Perlakuan Varietas dan Mikoriza Terhadap Peubah Persentase Gabah Hampa. Gabah Berisi, dan Hasil Gabah Kering Persentase Persentase Hasil Gabah Perlakuan Gabah Hampa Gabah Berisi Kering per (Varietas Mikoriz. (%) (%) Rumpun . V1M0 (Inpago 9 tanpa mikoriz. 32,83 a-g 67,16 e-g 28,29 lmn V2M0 (Situbagendit tanpa mikoriz. 46,73 ab 53,26 gf 47,08 g-l V3M0 (Inpago 6 tanpa mikoriz. 35,40 a-f 64,60 a-g 61,02 d-g V4M0 (Batutegi tanpa mikoriz. 24,26 efg 75,73 abc 83,72 a-c V5M0 (Situpatenggang tanpa mikoriz. 31,13 b-g 68,86 a-f 21,50 n V6M0 (Inpago 4 tanpa mikoriz. 35,40 a-f 64,60 e-g 32,86 k-n V8M0 (Inpago 8 tanpa mikoriz. 19,53 fg 80,46 ab 40,97 h-m V7M0 (Towuti tanpa mikoriz. 35,03 a-f 64,96 e-g 78,05 b-e V9M0 (Inpari 33 tanpa mikoriz. 32,33 a-g 67,66 e-g 41,88 g-m V10M0 (Sintanur tanpa mikoriz. 48,40 a 51,60 g 54,66 f-j V1M1 (Inpago 9 Mikoriza 15 . 42,06 a-d 57,93 e-g 80,44 abc V2M1 (Situbagendit Mikoriza 15 . 17,26 g 82,73 a 93,30 ab V3M1 (Inpago 6 Mikoriza 15 . 19,47 fg 80,52 ab 23,23 mn V4M1 (Batutegi Mikoriza 15 . 43,03 abc 56,96 e-g 42,08 h-m V5M1 (Situpatenggang Mikoriza 15 . 40,00 a-e 60,00 e-g 56,02 f-i V6M1 (Inpago 4 Mikoriza 15 . 26,40 c-g 73,60 a-e 78,72 bcd V8M1 (Inpago 8 Mikoriza 15 . 22,86 efg 77,13 a-c 22,99 mn V7M1 (Towuti Mikoriza 15 . 36,33 a-f 63,66 c-g 27,86 lmn V9M1 (Inpari 33 Mikoriza 15 . 26,40 c-g 73,60 a-e 35,97 j-n V10M1 (Sintanur Mikoriza 15 . 28,40 c-g 71,60 a-e 73,05 cdef V1M2 (Inpago 9 Mikoriza 25 . 25,90 c-g 74,10 a-e 36,88 i-n V2M2 (Situbagendit Mikoriza 25 . 46,00 ab 54,00 g-f 49,66 g-k V3M2 (Inpago 6 Mikoriza 25 . 37,50 a-e 62,50 c-g 75,44 b-e V4M2 (Batutegi Mikoriza 25 . 27,96 c-g 72,03 a-e 88,30 abc V5M2 (Situpatenggang Mikoriza 25 . 26,50 c-g 67,16 a-g 45,97 g-l V6M2 (Inpago 4 Mikoriza 25 . 32,83 a-f 67,16 a-g 83,05 abc V7M2 (Towuti Mikoriza 25 . 30,73 b-g 69,26 a-f 46,88 g-l V8M2 (Inpago 8 Mikoriza 25 . 29,80 b-g 75,26 a-c 59,66 e-h V9M2 (Inpari 33 Mikoriza 25 . 29,80 b-g 70,20 a-f 85,44 abc V10M2 (Sintanur Mikoriza 25 . 30,73 b-g 62,26 a-f 98,30 a Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji DMRT taraf 5 % Berdasarkan Tabel 5 perlakuan kombinasi varietas dan pemberian mikoriza menunjukkan pengaruh terhadap peubah persentase gabah hampa tanaman padi. Nilai persentase gabah hampa tertinggi didapatkan pada kombinasi perlakuan Varietas sintanur Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 tanpa mikoriza (V10M. yaitu 48,40%. Sedangkan nilai persentase gabah hampa terendah didapatkan pada kombinasi perlakuan varietas situbagendit mikoriza 15 g (V2M. yaitu 17,26%. Pada peubah persentase gabah berisi kombinasi varietas dan pemberian mikoriza menunjukkan pengaruh terhadap peubah persentase gabah berisi tanaman padi. Nilai persentase gabah berisi tertinggi didapatkan situbagendit mikoriza 15 g (V2M. yaitu 17,26%. Sedangkan nilai persentase gabah berisi terendah didapatkan pada kombinasi Hasil adanya pengaruh varietas dan mikoriza baik secara tunggal maupun kombinasinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo pada lahan bekas tambang gas Terdapat perbedaan persentase infeksi akar tanaman padi. Perbedaan ini mengindikasikan adanya variasi tingkat ketahanan antar varietas terhadap infeksi akar, yang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor genetik dan sifat fisiologis tanaman. Menurut Setiawan et al. , tingkat infeksi akar oleh mikoriza atau patogen dapat bergantung pada sifat morfologi akar, senyawa eksudat akar, serta kompatibilitas antara mikroorganisme dan tanaman inang. Persentase infeksi akar yang tinggi pada varietas Towuti (V. dapat mengindikasikan bahwa varietas ini lebih rentan terhadap serangan patogen. Kerentanan ini mungkin disebabkan oleh kandungan senyawa pertahanan yang lebih rendah atau struktur akar yang lebih mudah ditembus oleh Menurut Pinaria & Assa . , tanaman dengan sistem pertahanan yang lemah lebih mudah mengalami infeksi karena patogen dapat dengan cepat mengkolonisasi jaringan akar. Peningkatan dosis berkontribusi pada peningkatan kolonisasi mikoriza di akar tanaman padi. Adanya kolonisasi akar yang terjadi pada setiap perlakuan menunjukkan bahwa secara alami pada tanah terdapat mikoriza arbuskular yang dapat berasosiasi dengan akar tanaman (Alayya & Prasetya, 2. Varietas Sintanur (V. , yang menunjukkan panjang akar terpanjang yaitu 24,92 cm, kemungkinan memiliki potensi September, 2025 Vol. No 3. Hal. 271- 280 Author. Wahyu Rachma Perdani,et al perlakuan Varietas sintanur tanpa mikoriza (V10M. yaitu 51,60%. Perlakuan kombinasi varietas dan pemberian mikoriza menunjukkan pengaruh terhadap peubah hasil gabah kering per rumpun tanaman padi. Nilai hasil gabah kering per rumpun tertinggi didapatkan pada kombinasi perlakuan Varietas sintanur mikoriza 25 g (V10M. yaitu 98,30 g. Sedangkan nilai hasil gabah kering per rumpun terendah didapatkan pada kombinasi perlakuan varietas situpatenggang tanpa mikoriza (V5M. yaitu 21,50 g. mengembangkan akar yang lebih panjang untuk mendukung penyerapan air dan nutrisi dari tanah. Menurut Uga et al. karakteristik sistem perakaran tanaman sangat dipengaruhi oleh ekspresi gen yang mengatur pertumbuhan akar, seperti gen deeper rooting 1 (DRO. , yang berperan dalam meningkatkan penetrasi akar ke pertumbuhan akar ke arah vertikal, sehingga varietas dengan ekspresi gen ini lebih mampu bertahan pada kondisi tanah yang kurang optimal, seperti tanah bekas industri. Perlakuan varietas menunjukkan jumlah anakan produktif yang berbeda-beda yang mungkin disebabkan oleh faktor Menurut Sitinjak & Idwar . perbedaan jumlah anakan produktif pada setiap varietas dipengaruhi oleh faktor genetik yang terdapat pada masing-masing Selain faktor genetik, keberhasilan pembentukan anakan produktif juga sangat dipengaruhi oleh ketersediaan nutrisi, terutama nitrogen, serta kondisi air dan cahaya yang mempengaruhi fotosintesis (Suyani & Wahyono, 2. Mikoriza meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman lingkungan, tetapi jika lahan belum cukup direhabilitasi dengan bahan organik manfaatnya terhadap produktivitas tanaman mungkin belum optimal. Menurut penelitian Setyowati et al. , keberadaan mikroba asli tanah dapat menghambat kolonisasi mikoriza jika tidak ada defisiensi hara yang signifikan di dalam tanah. Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 Faktor genetik berperan penting dalam menentukan karakteristik fisiologis tanaman, termasuk efisiensi fotosintesis dan kemampuan penyerapan hara. Varietas dengan efisiensi fotosintesis yang lebih rendah cenderung menghasilkan lebih banyak gabah hampa karena kurangnya asupan energi untuk pengisian bulir. Hasil penelitian Sution & Agus . menunjukkan bahwa Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa persentase gabah hampa pada Situbagendit mencapai 27,14%, yang lebih tinggi dibandingkan beberapa varietas lainnya. Menurut Maesarah et al. simbiosis tanaman dengan Fungi Mikoriza Arbuskula dapat membantu meningkatkan penyerapan hara terutama hara P. N, dan K yang memungkinkan tanaman memanfaatkan hara tersebut untuk Tingginya presentase gabah hampa dapat disebabkan karena tidak serempaknya pematangan biji yang membuat biji keluar tidak bersamaan sehingga saat pemanenan masih ada biji yang belum terisi sempurna, hal tersebut juga bisa disebabkan oleh serangan hama. Menurut Syamsiyah et al. inokulasi FMA dapat meningkatkan jumlah anakan padi IR 64 38% dibandingkan tanpa FMA. Hasil Margarettha et al. menjelaskan bahwa pemberian FMA nyata meningkatkan hasil padi gogo. Dijelaskan juga pada penelitian Syamsiyah et al. FMA mampu berinteraksi terhadap tanah dan meningkatkan dalam proses fotosintesis, memberikan kontribusi pada hasil tanaman padi gogo. Menurut Alavan et al. tinggi rendahnya pertumbuhan dan hasil tanaman sangat dipengaruhi faktor internal dan faktor Pada hasil penelitian ini, varietas Sintanur menunjukkan hasil gabah kering per rumpun tertinggi. Sejalan dengan hasil penelitian Suhardjadinata et al. menunjukkan bahwa varietas Sintanur menghasilkan gabah kering panen dan gabah kering giling tertinggi dibandingkan dengan varietas lainnya. Hal ini menunjukkan Sintanur fotosintesis yang lebih baik, yang berkontribusi pada peningkatan hasil gabah September, 2025 Vol. No 3. Hal. 271- 280 Author. Wahyu Rachma Perdani,et al kering per rumpun. Menurut Wicaksono et . , mikoriza memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Sesuai dengan pendapat Smith & Read . , mikoriza mendorong pertumbuhan dan memperluas bidang serapan hara oleh sistem perakaran tanaman inang, serta membantu tanaman iang beradaptasi terhadap lingkungan yang kurang menguntungkan. KESIMPULAN Varietas Sintanur merupakan varietas padi gogo . pland ric. yang adaptif untuk pengembangan di lokasi tanah bekas tambang gas alam. Hal ini dapat dilihat pada adanya pengaruh pada peubah persentase infeksi akar, panjang malai/jumlah anakan produktif, dan hasil gabah kering per rumpun. Pemberian mikoriza 25 g/lubang tanam merupakan dosis terbaik pada padi gogo untuk memperbaiki struktur tanah. Hal ini dapat dilihat bahwa adanya pengaruh pertumbuhan dan hasil pada peubah infeksi akar tanaman padi dan hasil gabah kering per rumpun. Terdapat interaksi antara perlakuan varietas dan mikoriza terhadap persentase infeksi akar, persentase gabah hampa, persentase gabah berisi dan hasil Perlakuan didapatkan pada perlakuan varietas sintanur dan mikoriza 25 g. DAFTAR PUSTAKA