Mohammad Hertos. Pengaruh Pemberian Pupuk Gambut dan Urea Terhadap Pertumbuhan BibitA PENGARUH PEMBERIAN PUPUK GAMBUT DAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq. ) PADA PEMBIBITAN PRE NURSERY MOHAMMAD HERTOS Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya ABSTRACT The purpose of this research was to find Pugam T and Urea interactions on the growth for Oil Palm in Pre Nursery to Peat Soil. The research were arranged in Completely Randomised with two factors and three This first factor was to find Pugam T (P) on four levels: 0 kg/ha (P . , 750 kg/ha (P. , 1000 kg/ha (P. 250 kg/ha (P. , the second factor was Urea (N) on four levels: 0 g/l (N . , 1 g/l (N. , 2 g/l (N. and 3 g/l (N. The results show the experiment of treatmants Pugam T and Urea was significantly on the parameters: plant heigth, stem of diameters, weigth fresh of plant and root lengths of primers. The heighest yield to parameters of plant heigth in old 4,8 and 12 MST . ,57 cm, 31,03 cm and 35,00 c. , stem of diameters in old 4,8 and 12 MST . ,57 cm, 0,66 cm and 0,90 c. , weigth fresh of plant . ,8 . and root lengths of primers . ,08 c. Obtainable on the treatmants to find Pugam T as big as 1. 250 kg/ha and Urea as big as 3 g/l (P3N. Keywords: pugam, urea, oil palm, pre nursery ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pengaruh pemberian dosis pupuk Pugam T dan Urea terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada pembibitan pre nursery. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor I : Perlakuan pemberian Pugam T (P) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : P0 = 0 kg/ha. P1 = 750 kg/ha. P3 = 1. 000 kg/ha dan P3 = 1. 250 kg/ha. Faktor II : Perlakuan pemberian Urea (N) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : N 0 = 0 gram/liter. N1 = 1 gram/liter. N2 = 2 gram/liter dan N3 = 3 gram/liter. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan pemberian Pugam T dan Urea berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, diameter batang, berat segar tanaman dan panjang akar primer. Hasil tertinggi untuk parameter tinggi tanaman umur 4, 8 dan 12 MST . ,57 cm, 31,03 cm, dan 35,00 c. , diameter batang umur 4, 8 dan 12 MST . ,57 cm, 0,66 cm dan 0,90 c. , berat segar tanaman . ,68 gra. dan panjang primer . ,08 c. diperoleh pada perlakuan pemberian Pugam T sebesar 1. 250 kg/ha dan Urea sebesar 3 gram/liter (P3N. Kata kunci: pugam, urea, kelapa sawit, pembibitan pre nursery PENDAHULUAN Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jac. Bagi Indonesia tanaman kelapa sawit merupakan salah satu tanaman penghasil minyak perkebunan nasional. selain mampu menciptakan nabati yang sangat penting. Dimasa kini kelapa sawit tumbuh sebagai tanaman budidaya yang kesejahteraan masyarakat, juga sebagai sumber tersebar di berbagai negara beriklim tropis bahkan perolahan devisa negara. masa depan agrobisnis subtropis di Asia. Amerika Selatan dan Afrika kelapa sawit menunjukkan peran yang sangat (Setyamidjaja, 2. signifikan bagi ekonomi Indonesia. Anterior Jurnal. Volume 13 Nomor 2. Juni 2014. Hal 139 - 147 luas dan produksi perkebunan kelapa sawit di Proses Indonesia selama sepuluh tahun terakhir telah meningkat dari 1. 000 hektar pada tahun 1997 000 hektar pada tahun 2007 atau pertumbuhan bibit selama di pembibitan. Salah meningkat dari 5. 000 ton pada tahun 1997 memperbaiki kesuburan tanah adalah dengan 000 ton pada tahun 2007. hal ini organik maupun anorganik (Anonim, 2. Salah Indonesia produksi minyak sawit malaysia (Sunarko, 2. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia luasnya telah mencapai lebih dari lima juta hektar, pembibitan kelapa sawit di pembibitan pre nursery sehingga merupakan komoditi perkebunan terluas adalah pemberian pupuk gambut dan urea. di Indonesia maupun dunia. namun sangat di Tanah gambut juga diketahui kahat unsur sayangkan produktivitasnya masih rendah dan mikro karena dikhelat . oleh bahan organik penyebarannya di tanah air tidak merata. (Rachim, perkebunan paling luas berada di pulau sumatera pemupukan unsur mikro seperti terusi, dan seng dan kalimantan( Anonim, 2008b. Anonim, 2009. sulfat masing-masing Salah Oleh 15 kg/ha/tahun, mangan sulfat 7 kg/ha, sodium molibdat dan borax masing-masing 0,5 kg/ha/th. Amelioran alami adalah tersedianya bahan tanam . yang yang mengandung kation polivalen (Fe. Al. Cu bibit kelapa sawit yang berkualitas dan Z. seperti terak baja, tanah mineral laterit umumnya dihasilkan dari varietas yang unggul atau lumpur sungai sangat efektif mengurangi dan proses pembibitan yang baik (Anonim, dampak buruk asam fenolat (Salampak, 1999. Pembibitan kelapa sawit merupakan titik Supiandi et al, 1. Pemberian tanah mineral awal yang paling menentukan masa depan pertumbuhan kelapa sawit di lapangan. bibit yang pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Mario, unggul merupakan modal dasar untuk mencapai Salampak, 1999. Suastika, 2004. Subiksa produktivitas yang tinggi. Standar bibit yang baik et al. , 1. Formula amelioran dan pupuk dapat dilihat dari dari diameter batang . Pugam yang dikembangkan Balittanah juga efektif tinggi bibit . , jumlah daun . dan tidak meningkatkan produktivitas lahan. Pugam juga terlihat terserang hama dan penyakit. seleksi bibit mengandung kation polivalen dengan konsentrasi harus dilakukan dengan ketat secara bertahap tinggi sehingga dosis yang diperlukan tidak terlalu mulai dari penerimaan kecambah sampai seleksi besar, hanya 750 kg/ha (Subiksa et al. , 2. yang terakhir pada saat pemindahan kelapangan Sebagai unsur hara pembangun atau . seleksi bibit ketat karena bibit yang utama, pupuk urea, mengandung nitrogen yang standar akan menentukan masa depan hasil (N) mempunyai peran yang sangat penting panen dan kualitas tanaman (Anonim, 2. dalam setiap proses fisiologis tanaman. Unsur Mohammad Hertos. Pengaruh Pemberian Pupuk Gambut dan Urea Terhadap Pertumbuhan BibitA Faktor II : pemberian urea (N) yang terdiri protoplasma, protein, asam amino, amida dan dari 4 taraf, yaitu : N0 = 0 gram/liter . N1 = Zat gram/liter mg/10 ml/polyba. mengandung unsur hara N, sehingga bila N2 = 2 gram/liter . mg/10 ml/polyba. N3 = 3 gram/liter . mg/10 ml/polyba. ini akan mengakibatkan penurunaan aktifitas metabolisme yang ditandai dengan gejala warna memucat. Tanah tanam adalah tanah gambut yang diambil Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kelurahan Kalampangan. Kecamatan interaksi pengaruh dosis pupuk gambut dan urea Sabangau. Kota Palangka Raya. Tanah gambut terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada diambil pada kedalaman 0 Ae 20 cm. Kemudian pembibitan pre nursery dan untuk mengetahui di kering anginkan selama satu minggu pada pengaruh faktor tunggal pemberian dosis pupuk gambut dan urea terhadap pertumbuhan bibit hancurkan dan diayak dengan menggunakan kelapa sawit pada pembibitan pre nursery. ayakan tanah berukuran 100 mesh. Tanah Setelah ditimbang sebanyak 1 kg, kemudian dicampur METODOLOGI Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Pugam perlakuan, kemudian dimasukkan ke dalam Januari sampai Maret 2014, bertempat di rumah kaca BPTP Kalimantan Tengah Jl. Obos Km. sebelum tanam. 5 Palangka Raya. Bibit kelapa sawit yang masih berbentuk Bahan-bahan kecambah ditanam pada polybag dengan cara penelitian ini adalah : bibit kelapa sawit dengan membuat lubang varietas Yangambi berasal dari PT. GSIP dengan panjang akar yang telah berkembang. Indonesia. Pupuk Gambut T (PUGAM T). Urea. Setelah ditanam dilakukan penutupan dengan tanah gambut dan polybag ukuran 1 kg. Alat- tanah kembali secukupnya. Pemberian dosis alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk urea dengan dilakukan pada minggu ke 2 : meteran, timbangan, pisau, kamera, cangkul, ember, gayung dan alat tulis. dicampurkan dengan air dengan dosis sesuai Penelitian pada media tanam sesuai dengan masing-masing perlakuan. Pemeliharaan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Faktor I : pemberian meliputi: penyulaman, penyiraman, penyiangan pugam T (P) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : P0 = 0 kg/ha . P1 = 750 kg/ha . ,875 Penyulaman dilakukan pada bibit kelapa sawit gram/polyba. kg/ha . ,500 gram/polyba. dan P3 = 1. 250 kg/ha . ,125 maksimal pada umur 2 mst. gram/polyba. Anterior Jurnal. Volume 13 Nomor 2. Juni 2014. Hal 139 - 147 Penyiraman dilakukan 2 kali sehari, yaitu Data dengan menggunakan pagi dan sore hari dengan volume penyiraman analisis ragam . pada taraf 5% dan 1%, apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh Penyiraman dilakukan dari saat tanam hingga perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji beda akhir penelitian. rata-rata menggunakan BNJ pada taraf 5%. masing-masing Pengendalian gulma dilakukan dengan HASIL DAN PEMBAHASAN cara manual, yaitu dengan cara mencabut Hasil Penelitian Tinggi Bibit Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan cara fisik yaitu mematikan hama yang ada pada tanaman. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa interaksi perlakuan pemberian Pugam T dan Urea Parameter yang diamati pada penelitian berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi bibit ini adalah : kelapa sawit umur 4, 8, dan 12 MST. Hasil uji Tinggi bibit . beda rata-rata untuk parameter tinggi bibit kelapa Tinggi tanaman diukur dari pangkal batang sawit disajikan pada Tabel 1. hingga tajuk tanaman tertinggi, pengamatan Pada Tabel 1 terlihat bahwa rata-rata tinggi dilakukan pada saat tanaman pada berumur bibit kelapa sawit tertinggi pada umur 4, 8, dan 4,8 dan 12 MST. 12 MST dihasilkan oleh perlakuan interaksi Jumlah daun . pemberian Pugam T dengan dosis 1. 250 kg/ha Pengamatan jumlah daun dilakukan dengan dan Urea dengan dosis 3 gram/liter (P3N. dengan cara menghitung jumlah helaian daun pada rata-rata setinggi 10,57 cm, 31,03 cm dan 35,00 8 dan 12 MST. cm dan berbeda nyata terhadap semua perlakuan Diameter batang . Jumlah Daun Diameter batang diukur menggunakan jangka sorong pada tanaman . cm diatas pangkal batan. , di ukur pada berumur 4,8,12 MST. perlakuan pemberian Pugam T dan Urea secara Berat segar bibit . Pengamatan Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa setelah pembongkaran bibit, dengan cara menimbang bagian tajuk dan akar tanaman . ilakukan akhir pengamata. parameter jumlah daun umur 4,8 dan 12 MST. Diameter Batang Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa Panjang akar primer interaksi perlakuan pemberian Pugam T dan Urea Pengukuran panjang akar primer dilakukan berpengaruh sangat nyata terhadap parameter diameter batang umur 4, 8, dan 12 MST. Hasil uji membersihkan dari tanah yang lengket pada beda rata-rata untuk parameter diameter batang akar dengan air, kemudian diukur satu persatu disajikan pada Tabel 2. ilakukan akhir pengamata. Mohammad Hertos. Pengaruh Pemberian Pupuk Gambut dan Urea Terhadap Pertumbuhan BibitA Tabel 1. Hasil uji beda rata-rata tinggi bibit kelapa sawit umur 4, 8, dan 12 MST Tinggi Bibit 4 MST 8 MST 12 MST P0N0 4,76 a 21,60 a 23,50 a P0N1 4,87 ab 22,37 ab 23,73 ab P0N2 4,93 ab 22,47 ab 23,83 abc P0N3 5,00 ab 22,57 abc 24,17 abcd P1N0 5,37 b 23,50 dcd 24,27 abcd P1N1 6,17 c 23,73 cd 24,63 abcd P1N2 7,17 b 23,83 de 24,83 bcde P1N3 7,20 d 24,17 dif 25,00 cde P2N0 7,50 de 24,40 difg 25,50 dif P2N1 8,03 ef 24,40 difg 26,00 efg P2N2 8,20 f 24,63 difg 26,33 fg P2N3 8,50 fg 25,00 ifg 26,83 g P3N0 9,03 gh 25,33 fg 28,33 h P3N1 9,23 h 25,57 g 29,10 h P3N2 9,53 h 25,60 g 31,37 i P3N3 10,57 i 31,03 h 35,00 j BNJ 5% 0,53 1,25 1,18 Keterangan : Angka-angka yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji BNJ taraf 5%. Perlakuan Tabel 2. Hasil uji beda rata-rata diameter batang umur 4, 8 dan 12 MST Diameter Batang 4 MST 8 MST 12 MST P0N0 0,16 a 0,21 a 0,26 a P0N1 0,20 ab 0,21 a 0,30 ab P0N2 0,20 ab 0,22 a 0,32 bc P0N3 0,20 ab 0,23 a 0,33 bc P1N0 0,21 abc 0,26 ab 0,37 cd P1N1 0,22 bc 0,30 bc 0,42 de P1N2 0,22 bc 0,32 cd 0,43 ef P1N3 0,22 bc 0,33 cd 0,45 ef P2N0 0,23 bc 0,36 de 0,47 ef P2N1 0,26 cd 0,41 ef 0,48 f P2N2 0,31 de 0,42 fg 0,54 g P2N3 0,33 e 0,44 fg 0,56 g P3N0 0,36 e 0,47 g 0,66 h P3N1 0,44 f 0,54 h 0,74 e P3N2 0,50 g 0,57 h 0,82 j P3N3 0,57 h 0,66 i 0,90 k BNJ 5 % 0,05 0,05 0,05 Keterangan : Angka-angka yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji BNJ taraf 5%. Perlakuan Pada Tabel 2 terlihat bahwa rata-rata dengan dosis 3 gram/liter (P3N. dengan rata-rata diameter batang terbesar umur 4, 8, dan 12 MST diameter batang sebesar 0,57 cm, 0,66 cm dan dihasilkan oleh perlakuan interaksi pemberian 0,90 cm dan berbeda nyata terhadap semua Pugam T dengan dosis 1. 250 kg/ha dan Urea perlakuan lainnya. Anterior Jurnal. Volume 13 Nomor 2. Juni 2014. Hal 139 - 147 Berat Segar Bibit dan Panjang Akar Primer Untuk parameter jumlah daun, perlakuan Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian Pugam T dan Urea secara tunggal interaksi perlakuan pemberian Pugam T dan Urea maupun kombinasi kedua perlakuan tersebut berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tidak berpengaruh nyata atau sangat nyata pada berat segar bibit dan panjang akar primer. Hasil setiap umur pengamatannya. uji beda rata-rata kedua parameter tersebut disajikan pada Tabel 3. Pada parameter tinggi bibit, hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan pemberian Pugam T Pada Tabel 3 terlihat bahwa rata-rata berat 250 kg/ha dan Urea sebesar 3 segar bibit dan panjang akar primer terbesar gram/liter (P3N. Hal ini disebabkan karena dihasilkan oleh perlakuan interaksi pemberian Pugam T dengan dosis 1. 250 kg/ha dan Urea menyediakan unsur hara yang lebih optimal dengan dosis 3 gram/liter (P3N. rata-rata sebesar dibanding kombinasi perlakuan lainnya sehingga 16,68 gram . erat segar bibi. dan 26,08 cm . anjang termasuk adanya pertambahan tinggi bibit yang terhadap semua perlakuan lainnya. lebih baik pula. Seperti diketahui Pugam T tidak saja mengandung unsur makro, tetapi juga Pembahasan Perlakuan pemberian Pugam T dan Urea mengandung unsur mikro (Tabel . apabila diberikan pada tanaman dalam jumlah yang secara bersama-sama berpengaruh sangat nyata seimbang maka dapat terhadap parameter tinggi bibit, diameter batang, positif pada tanaman tersebut. Misalnya P2O5 berat segar bibit yang terkandung pada Pugam T akan menambah dan panjang akar primer. memberikan dampak Tabel 3. Hasil uji beda rata-rata berat segar bibit . dan panjang akar primer . Perlakuan Berat Segar Bibit Panjang Akar Primer P0N0 1,52 a 9,37 a P0N1 1,65 ab 10,73 b P0N2 2,55 abc 11,36 bc P0N3 2,67 bc 12,12 cd P1N0 3,18 cd 12,35 de P1N1 4,13 be 12,43 de P1N2 4,64 ef 13,25 ef P1N3 5,17 ef 13,66 fg P2N0 5,29 f 14,23 gh P2N1 6,41 g 14,68 hi P2N2 7,37 gh 15,25 ij P2N3 8,17 hi 15,60 j P3N0 8,60 i 16,70 k P3N1 10,55 j 18,42 l P3N2 13,12 k 22,13 m P3N3 16,68 l 26,08 n BNJ 5 % 1,14 0,91 Keterangan : Angka-angka yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji BNJ taraf 5%. Mohammad Hertos. Pengaruh Pemberian Pupuk Gambut dan Urea Terhadap Pertumbuhan BibitA meningkatkan serapan P oleh akar tanaman. sel, pembesaran sel dan pembentukkan jaringan untuk perkembangan batang, daun dan akar. berperan untuk memacu pertumbuhan akar dan Untuk parameter jumlah daun, pemberian pembentukan sistem perakaran, juga sebagai Pugam bahan penyusun inti sel, lemak dan protein. K2O berperan dalam meningkatkan unsur K di dalam adanya pengaruh nyata atau sangat nyata pada Seperti diketahui Kalium merupakan unsur setiap umur pengamatannya. Hal ini diduga esensial bagi tanaman yang berfungsi untuk mengatur berbagai mekanisme metabolik seperti tanaman tahunan sehingga pertumbuhan bibit fotosintesis, translokasi karbohidrat dan sintesa khusunya perkembangan daun pada pembibitan pre nursery masih pada taraf pertumbuhan tanaman terhadap penyakit. CaO dan MgO lambat, sehingga interaksi kedua perlakuan yang berperan dalam meningkatkan ketersediaan unsur diberikan tidak terjadi. Gardner. Pearce dan Ca dan Mg yang merupakan sistem enzim Mitchell pembentuk klorofil, juga sebagai kofaktor dari pertumbuhan tanaman terdiri dari tiga fase berbagai enzim dalam tanaman. Fe. Al. Mn dan pertumbuhan, yaitu fase logaritmik . ase lamba. Zn salah satu fungsinya sebagai zat pembentuk fase linear . ase konsta. dan fase asimptotik hijau daun. Zat hijau daun merupakan syarat . ase pertumbuhan tanaman berlangsunglambat pada tanaman (Dwidjoseputro, 2. Urea bersama-sama Pada awalnya tetapi kemudian berlangsung semakin Pertumbuhan vegetatif tanaman umumnya Fase ini umumnya berlangsung pada 1-3 lebih memerlukan unsur nitrogen yang lebih minggu pada tanaman semusim dan 1-3 bulan banyak dibandingkan unsur hara lainnya sehingga pada tanaman tahunan. Fase linear yaitu fase pertumbuhan tanaman berjalan konstan, fase yang lebih tinggi sehingga asimptotik dicirikan dengan laju pertumbuhan Urea mampu menstimulir peningkatan pertumbuhan tanaman semakin menurun. vegetatif tanaman seperti tinggi bibit. Seperti Untuk parameter diameter batang, sama diketahui nitrogen berfungsi sebagai pembentuk halnya dengan parameter tinggi bibit, dimana klorofil, protein dan lemak. Nitrogen juga sebagai rata-rata diameter batang terbesar pada setiap umur pengamatannya dihasilkan oleh perlakuan pemberian Pugam T sebesar 1. 250 kg/ha dan Urea (Lingga, disebabkan karena kedua unsur tersebut secara bersama-sama mampu memberikan pertumbuhan tanaman yang baik. Pertumbuhan yang baik diperlukan dalam pembelahan sel, perpanjangan diindikasikan dengan kemampuan tanaman untuk Sosrosoedirdjo gram/liter (P3N. Hal berfotosintesis lebih tinggi dan hasil fotosintesis Anterior Jurnal. Volume 13 Nomor 2. Juni 2014. Hal 139 - 147 Lingga Fotosintat yang lebih banyak ditranslokasi lewat pertumbuhan tanaman tergantung pada imbangan floem dan dapat digunakan untuk memacu fotosintesis yang mengimbangi karbohidrat dan pertumbuhan sekunder yaitu perluasan sel batang bahan tanam serta respirasi. Fotosintesis pada dan diindikasikan dengan diameter batang yang umumnya terjadi pada hijau daun yang berklorofil, . maka sampai fase tertentu laju fotosintesis akan pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan meningkat dengan meningkatnya jumlah daun organ-organnya serta pertumbuhan tanaman akan mengikutinya. Menururt Gardner fotosintesis . serta lingkungan yang KESIMPULAN DAN SARAN Meristem lateral menghasilkan sel- Kesimpulan sel baru yang memperluas lebar atau diameter Interaksi pemberian Pugam T dan Urea suatu organ. Kambium vaskuler merupakan suatu berpengaruh sangat nyata terhadap para meter tinggi bibit, diameter batang, panjang akar primer membentuk xilem dan floem sekunder. Loveless dan berat segar bibit. Sedangkan untuk parameter . , jumlah daun, interaksi kedua perlakuan tersebut diameter batang terkait oleh adanya pertumbuhan sekunder termasuk pembelahan sel di daerah kambium dan pembentukkan xilem dan floem. tidak berpengaruh nyata atau sangat nyata. Hasil tertinggi untuk parameter tinggi bibit umur 4,8 dan 12 MST . ,57 cm, 31,03 cm, dan Pada parameter panjang akar primer, 35,00 c. , diameter batang umur 4,8 dan 12 MST dimana panjang akar terpanjang dihasilkan oleh . ,57 cm, 0,66 cm, dan 0,90 c. , panjang akar pemberian Pugam T sebesar 1. 250 kg/ha dan primer . ,08 c. , berat segar bibit . ,68 gra. Urea diperoleh pada perlakuan interaksi pemberian disebabkan karena P2O5 yang terkandung pada Pugam T dengan dosis 1. 250 kg/ha dan Urea Pugam T menambah ketersediaan unsur P di dengan dosis 3 gram/liter (P3N. gram/liter (P3N. Hal Saran dalam tanah, demikian juga Urea yang diberikan Dalam melakukan pembibitan kelapa sawit menunjang pertumbuhan Tanaman. Peranan P pada tahapan pre nursery di tanah gambut disarankan untuk mempertimbangkan pemakaian memacu pertumbuhan akar dan pembentukkan Pugam T sebesar 1. 250 kg/ha dengan Urea sistem perakaran. Dengan meningkatnya panjang sebesar 3 gram/liter. akar, maka penyerapan unsur hara khususnya nitrogen bisa lebih optimal (Dwidjoseputro, 2. Adanya peningkatan berat segar bibit, hal ini disebabkan karena adanya peningkatan terhadap tinggi bibit, jumlah daun, diameter batang dan panjang akar DAFTAR PUSTAKA